Mobilitas Penduduk Non Permanen Di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang
Oleh: Puji Hardati
Kajian Erosi pada DAS Cisanggarung Bagian Hulu di Kabupaten Kuningan
Jawa Barat
Oleh: Muhammad Nursa'ban
Aksesibilitas dan Perempuan dalam Kegiatan Publik
Oleh: Hastuti
Strategi Pembelajaran Penginderaan Jauh sebagai Pencitra Pemukaan Bumi
Berbasis Kompetensi
Oleh: Bambang Syaeful Hadi Menyikapi Bencana Alam di lndonesia
Oleh: Sugiharyanto
Analisis Spasial untuk Pemantauan dan Pengendalian Penyakit Terkait
Lingkungan
Oleh: Dyah Respati Suryo Sumunar
Pendekatan Geomorfologi untuk Penentuan Kawasan Rawan Bencana Tsunami
Di Kabupaten Bantul Bagian Selatan Oleh: Arif Ashari
0."-.*r:
Volume 7, Nomor 1, Mei 2009ll
AKSESItsILITAS DAN PEREMPUAN DALAM KEGIATAN PUBLIK Oleh:
Hastuti
-lurdik. Geografi, FISE UNy
Abstrak
Knox
dan
Marston (20o4) adalima kunci
temageolrafi
ini
yaitu location, distance, space, accessibi/ity, spatiar interaction. Fere"mpuan datamkegiiatan pubrik te.rah .banyak dikaji cjatam stuoi sosio
tog,
antrof5tog',u^un
baglaimanadi
wilaya.h den$an aksesibititas berbeda betum banyak dikaji.Aksesibilitas merupakan sarah satu tema geografi
yang
diacu untukkajian
topik i.ni. Deskripsi paparan m.engacu
pada iaraxieri{tix
pur"ipi"n-
paaatyilayah den$an perbedaan
akseiib/itis.
Di
witayahoeigai
.jLiu.loirit",
kuran$ men$untu.nSkan p.erempuan berusaha ikut iencariiafkah
disamping mel.akukan ke.$latan publik kegiatan sosial. Aksesibititas ikut mempen{aruhi ke$i.afan publik perem.puan, w'rlayah dengan atsesioirtasi"iii"i"i[
iib"t",
sosra/ tebih lon$Elar d.ibandin$kan witayan yang memitiki aksesibilitar-irr"rg
men$untunp,kan. Kegiatan publik yang mampu memberikan nasi neiipa' uang
!a1
parang dan ke€iatan pubtik yang-bersifat sosiatyixni
gotoiiiivoii,
x"rj,
pakti, rituat
keagamaan seperri dersihdesa
iehauri"^"i'p"iiri'ifr'
j"t"n
kg.mpung, saluran air, saruran irigasi, pos ronda,
timpat
peribadatan tetah dilakukan perempuan.Kata Kunci : Perempuan, Alcsesibititas dan Kegiatan pubtik Pendahuluan
Potensi perempuan saat ini terus dikembangkan mengingat selama ini perempuan masih mengarami peminggiran. Rend-ahnya suilbErdaya dan
kesejahteraan perempuan; keterbatasan kesempatan
memperolehpendapatan
yang layak,
keterbatasan memperoleh pendidikanyang
memadai
masih
merekat
pada
perempuanmenjadi
kendara
utamaperempuan untuk berkompetisi di luar rumah. Disamping hal itu konstruksi
sosial
budayaikut
menempatkan perempuanpada
posisi subordinat, menjadi kendalauntuk
meningkatkan peran perempuan pada kegiatan publik. Perempuan didorong melakukan pekerjaan dengan upahrJndah
bahkan
tidak
berupahseperti
perempuan perdesaanharus
menerimakedudukan sebagai
ibu
rumah tangga
dan
pendamping
suami(Pujiwati,1983). Atribut yang melekatkan tugas perempuan harus
i.,"ngrrrc
rumah tanggadan
menjaga keserasian dengan lingkungan masyaiakat. Ketika melakukan kegiatan publik perempuan didorong untuk melakukan pekerjaan berupah rendah bahkantidak
berupah. Alasan laki-laki harusmencari
nafkah maka
pekerjaanrumah tangga
dan
kegiatan sosial