• Tidak ada hasil yang ditemukan

PTK Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PTK Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

L

DEPARTEMEN PENDIDIKAI\T

NASIONAL

KKN-PPL

I'NWERSITAS

I\IEGERI

YOGYAKARTA

SMP

NEGERI3

GAMPING

Alamat

;

Nogotirto

Gamping Sleman

55292trlp.621125

No

Hal

:

0I/SMP N

3 Gamping

/III/

2010

: Permohonan

Untuk Mcnjadi

Pembicara

KepadaYth:

Muhsmmad

Murdiono,

Il.I.Pd

Di

tempat

Assalamu' alaikum wr.

wb

Salam

sejahtera

kami

pan$atkan

kepada

allah

S$/T

yang telah

memberikan kesehatan kepada

kita

sehinga

kita

dapat menjalankan alcifrtas s€hari-hari, amin Tuntutan reformasi yang bergulir beberapa tatnm lalu tidak hanya terbatas pada satu aspek tertentu melainkan adanya reformasi secara

total

dan menyeluruh terrrasuk

jWa

dunia

pendidikan

saat

ini

yang

dihadapkan

pada

banyak

persoalan. Sesungguhnya pendidikan menempatkan

prioritas

utama dalam mencetak generasi bangsa

yang

cerdas,

kreatif,

kritis,

mandiri

dan bennoral.

Unhrk

itu

semangat

ini

juga

meliputi

pernberdayaan kepada

guru

dalam penguasaan berbagai kompetensi

dalam

menjalankan

tugasnya. Banyaknya

beragarn

penelitian

dalam

dunia

pendidikan tiada

lain

adalah untuk melatih

kemampuan

para peneliti

untuk menjawab

poblematika pendidikan

yang ada. Oleh karenmya

kami

tim

KKN+PL

LINY

2010

bermaksud

untuk

mengadakan

acira

seftinar yang

insyaallah

akan dilaksanakan nanti pada :

Hari/tanggal

Jam

Tempat

Tema

'Optimalhasl

Penguasaan

Guru

datam

Penelitian

Tfudahan Kelas

gfg

gana

Menenjang

Profesionalismc

Guru'.

Mengingat

asara

ini,

maka

kami

panitia

KKN

PPL

UNY

2010 mengaharapkan bapak

untuk

meqiadi pembicara pada acara te.rsebut. Demikianlah surat

ini di

buat,

aks

perhatiannya karni sarrpaikan banyak terima kasih.

Wassalamu'alaikum

wr.wb

Yogyakarta

14

juli

2010

Ketua KKI*{-PPL

UNY

/)

d/,,,,]g

Nuqrdle.Ralmadan

NIM.0760r24rc23

Sabft/l?

Juti 2010

13.00-

15-00

wIB

SMP

N

3

Garrping

Nogotirto, Sleman Yogyakarta
(2)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS

ILMU SOSIAL

DAN

EKONOMI

Alamat : Kampus Karangmalang.Yogyakarta 55281 Telp 586168 psw 247,248,24g (0274\548202,

FAX (0274) 548201 Website : http//www.fise.uny,ac,id e-mail ; fise @uny.ac,isd

SURAT

IJIN

/

PENUGASAN

No.

:

2040 lH34.L4 lKp

lz0l0

Dekan Fakultas

Ilmu

Sosial Dan

Ekonomi Universitas Negeri

yogyakarta

mengijinkan

/

menugaskan kepada:

Nama N]P

Pangkat

/

Gol Jabatan Keperluan

Waktu Tempat

Keterangan

M.

Murdiono,

M.Pd 19780630

200312

1 002 Penata Muda

Tk.I,

IIi/b

Lektor

Sebagai

Pembicara

pada acara Seminar dengan

tema

..optimalisasi

Penguasaan Guru

dalam penetitian

Tindikan

Kelas

(-prK) guna

Menunjang Profesionalisme

Guru"

yang

diadakan oleh

rim

krru-PPL UNY

tahun

2010 Lokasi SMp negeri 3 Gamping,

Sabtu,

17

Juli

2010

--u'-SMP N 3 Gamping

Nogotirto,

Gamping Sleman yogyakarta.

Berdasarkan

surat

dari

rIM

KKN-ppL

uNy

rh

2010

Lokasi

sMp

N 3

Gamping

Nomor :

01/SMp N 3

GampinglIIIl2}I},

tanggal

14 Juli 2010.

surat

penugasan

ini diberikan untuk

dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,

akafta,

i4luli

2010

NIP 19510523 198003 1 001

ii:\

'" r.\ .;.'

(3)

PE,NELITIAN

TINDAKAN

KELAS UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME

GURU-Mukhamad Murdiono, M. Pd.+

Pendahuluan

Guru profesional adalah guru yang

memiliki

setidaknya empat kompeterrsi

utama,

yakni

profesional, pedagogil<, kepribadian, dan sosial. Selain

itu,

guru

profesional harus mampu menyelesaikan dengan baik permasalahan-permasalahan yang muncul dalarn pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas

pasti

akan menghadapi permasalahan,

mulai

dari

kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran sampai pada permasalahan rendahnya

hasil

belajar siswa. Permasalahan

yang

muncul dalam pembelajaran

di

kelas

perlu

untuk dipecahkan melalui penelitian tindakarr kelas.

Seringkali para

guru

sudah

"pusing"

terlebih dahulu

ketika

mendengar istilah penelitian. Dalam benaknya, akan terbersit sejumlah langkah metodis dan sederet angka numerik

rumit

dan nrembingungkan. padahal

tidak

serumit yang dibayangkan,

guru

dapat

melakukan

penelitian

secara sederhana melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTI() atau dalam bahasa Inggris sering disebut dengan

classroom.

action

research

(cAR)

PTK cukup

potensial untul< membantu

memecahl<an masalah-masalah

yang

dihadapi

oleh guru

ketil<a melakukan

pembelajaran

di

kelas. Melalui PTK diharapkan dapat meningl<atl<an kinerja dan

mengembangkan profesionalisme sebagai seorang guru.

Makalah singl<at ini akan rnenguraikan secara sederhana tentang pengerlian

PTK,

karakteristik atau

ciri

PTK,

dan langkah-langl<ah

prK.

Dengan harapan

setelah membaca makalah singkat ini, para guru memilil<i garnbaran tentang PTK

untuk

diterapkarr

dalam

mengatasi

permasalahan

yang

muncul

dalam

pembelajaran

di

kelas. Lebih

jauh,

para guru dapat mempraktikkan

pTK

urrtul<

Disampaikan poda Pelatihan untuk Guru-gtu'u S,l./P N 3 Camping Slemon, clengan Tema;

"Optimalisasi Penguasaan Guru dalam Penelition 7^indakan Kela.s (PTK) Gtrna |t[emtnjang

Profesionalisnre Guru" pada l7 Juli 2010

'

Dosen Jtrrusan Pendidikan Ket,arganegaraan dan Hukum, Faktrltas Ilmu So.sial jan Ekonomi.
(4)

menyelesaikan problematika pembelajaran sehingga pembelajaran akan senrakin

rnen ingkat l<ual itasnya.

Pengertian dan

Tujuan

penelitian Tindakan Kelas

Penelitia'

di

bidang pendidikan, pada umumnya terbagi

ke

daram tiga l<elompok utama yarrg rnelip uti evaruation re,cearch, pedagogicar re,search, dat-r

action

research'

Action

research merupakan penelitian

tentang suatu realitas

sosial dan bermaksud melakukan perbaikan tentang realitas

sosial. Jil<a diterapkan

untuk

memperbaiki pembelajaran

di

kelas maka

disebut dengan peneritian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Dalarn penelitian tindakan, peneliti

bertindak sebagai observer sekarigus sebagai partisipan. Stringer (Muryasa,

2007:

151) mengartikan action research sebagai "clisciplinecl inquiry (re.search) which seeksfocused

effirts

to improve the

quality of people,s organizarional, cantnutnity and

fantily

Iives".

pengertian

ini

memiliki

makna

bahwa

action

research

merupakan

upaya

yang

dilakLrkan

untuk

mernperbaiki keadaan

atau

untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Penelitian yang difokuskan pada situasi kelas disebut clengan

classroont action research' Penelitian tindakan kelas dilakukan dalarn rangka

menemul<an

cara baru terhadap penyelesaian permasalahan pembelajaran

di

kelas. penelitian

tirrdakan kelas merupakan cara yang sangat efektif

daram pemberajaran (Mettetar,

2001:

8).

Suyanto

(1997:

4)

menjeraskan bahwa peneritian tindakan

keras

merupakan suatu bentul< penelitian yang bersifat

reflektif

dengan

rnelakukan

tindal<an-tindal<an tertentu

agar

dapat rnemperbaiki

dan

atau

rneningr<atkan

pral<tik-pral<tik pemberajaran

di

keras secara professionar. Sedangkan

Hopr<ins

(wiriaatrnad-ia, 2005: I

l)

mengartil<an penelitian tindakan kelas sebagai

penelitian yang dilakukan untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambir terribat dararn sebuah proses perbaikan

atau

perubahan. rJpaya peneritian

tindar<arr r<eras

dilakukan untuk mencari jawaban atas permasarahan yang dihadapi

dosen daram

tugas sehari-hari dalam kelas' Melalui penelitian tindakarr

kelas diharapkan terjadi

peningkatan atau perbaikan dalam praktek pernbelajaran.

Tujuan

penelitian tindakan keras adarah

untuk

peningr<atan

dan

atau perbaikan pralctek pernbelajaran yang seharusnya
(5)

(

kelas.

Oleh

karena

itu

fokus

penelitian tindakan kelas adalah terletal< pada

tindakan-tindakarr

alternatif yang telah

direncanal<an.

Stringer

( I

999:

11)

menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas memungkinkan

peneliti

untuk:

meneliti

secara sistematis

problem-problem

dan

isu-isu

yang

dihadapi,

merumuskan secara

lebih

cerdil< sejumlah situasi

yang yang

dihadapi, dan

memikirkan perencanaan untuk melakukan tindal<arr terhadap masalah-masalah

yang

dimiliki.

Penelitian tindakan kelas

terkait

dengan

tiga

komponen

pokok

yaitu: pepeliti, tindakan, dan parlisipasi dari subyek penelitian" Tanpa ketiga komponen

tersebut maka penelitian tidak dapat dikatakan sebagai penelitian tindakan kelas"

Penelitian tindakan kelas dapat

juga

diarlikan sebagai sebuah bentuk penelitian

untuk

mengembangkan

analisis

dan

perubahan

sosial

melalui

pelaksanaan

tindakan

yang

menuntut tercapainya

tujuan

secara

cepat.

Hal

ini

sepefii

dikemukakan oleh Greenwwod dan Levin (1998:

6)"Action

research is

aform

of

re,search thal generates knoy,lyvdge claint

for

lhe express purpose of taking aclion

to promote social change and .social analysis. But the social change vte refer to is

not

jtrst any kind of change. Action research aims

to

increase the

ability of

the

involved contmunity or organization mentbers to conlrol their own de.vtinies more

effectively and to keep intproving their capacity to do so. Dengan dernikiarr dapat

disimpulkan bahwa penelitian tindakan

kelas

dilakukan

untuk

melakul<an

perubahan sosial, khususny perubahan dalam pembelajaran dl kelas dalarn rangka

melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pernbelajaran.

Lebih khusus, Mulyasa

(2007

155) menjelaskan bahwa penelitian tindal<an

kelas bertujuan untuk mencapai beberapa hal sebagai berikut"

l.

Mernperbaiki dan meningkatkarr kondisi serta kualitas pernbelajaran

di

kelas agar menjadi lebih baik.

2.

Meningkatkan layanan profesionaI

dalam

konteks pembelajararr

di

kelas.

khususnya terkait permasalahan yang melibatkan peserla didik.

3.

Memberikan kesempatan kepada

guru untuk

melakukan tindakan dalam
(6)

/

4.

Memberikan kesempatan kepada

guru untuk

melakukan

kajian

terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan'

Karakteristik

Penelitian Tindakan Kelas

penelitian tindakan kelas memiliki karakteristik khusus yang membedakan

dengan penelitian yang

lain.

Mulyasa

(2007:

153-154) menjelaskan beberapa

karakteristik khusus penelitian tindakan yang membedakan dengan riset formal yang lain, sebagai berikut.

1" Situasional, praktis, dan relevan dengan situasi nyata yang ada

di

masyarakat' Penelitian

ini juga

berkenaan dengan diagnosis suatu problematika dalam

keadaan tertentu dan bagaimana menyelesaikan problematika itu'

2.

Memberikan kerangka

kerja

yang

teratur dalam

pemecahan suatu permasalahan. Penelitian

ini

bersifat empiris dengan mengdandalkan observasi

nyata, dan tidak lagi secara subjektif berdasarkan atas pengalaman peneliti di

masa lalu.

3.

Fleksibel dan adaptif dengan ditandai adanya kemungkinan perubahan selama

masa percobaan, dan rnengabaikan pengontrolan karena

lebih

menekankan sifat tanggap dan pengujicobaan serta pembaharuan di lokasi penelitian.

4.

Partisipatori, yakni peneliti atau anggota

tim

peneliti yang mengambil bagian secara langsung atau tidak langsung dalam pelaksanaan penelitian.

5. Self-evaluatif, yakn\ modifikasi secara kontinyu dievaluasi dalam sitrrasi yang

ada, yang tujuan akhirnya untuk meningkatkan

praktik

dalam cara tertentu bersama khalayak sasaran,

6. Temuan penelitian memiliki validitas eksternal yang lemah'

7.

penelitian

dan

pengambilan keputusan dilakukan secara desentralisasi dan

diregulasi.

8.

Adanya

kerjasama

dalam

perencanaan, pelaksanaan,

dan

evalttasi antara

peneliti, praktisi, dan khalayak sasaran.

9.

Penelitian

ini

mengembangkan pemberdayaan,

demokrasi,

keadilan'
(7)

I

1.

Mengutamahan pendekatan tindakarr.

12. Mengernbangkan suatu model, baik sebagian maupun menyeluruh.

Selain karaktersitik yang telah disebutkan, ada beberapa

ciri

lairr penelitian tindakan kelas yang membedakan dengan penelitian yang

lain, yakni

sebagai

berikut.

1.

Sebagai suatu kegiatan perbaikan, merupakan suatu program berdasarkan

penelitian.

2.

Pelaku kegiatan dapat dibedakan menjadi dua golorrgan: pelaku penelitian

yang

berusaha mendapat

"teori

mendasar"

dan

kelompok petugas yang

berlugas sehari-hari di dalam lembaga yang bersangl<utan.

3.

Berusaha

mengumpulkan

informasi tentang sistem perilaku

maupurl

komponen dalam kegiatan yang lengkap dan manfaat dalam perbaikan social.

4.

Berusaha untuk dapat menyusun

tipe

perilaku umuffl yang berrnafaat bagi

perbaikan realitas social.

5.

Merupakan alat untuk membuat masyarakat sadar akan kekllatan yang mereka

miliki

secara utuh dan rinci.

6.

Menghasilkan laporan yang berisi tentang data perilaku, konsep dan teori

mendasar arval, yang bersifat kronologis.

7.

Menghasilkan dua faedah ganda; untuk peneliti dan lernbaga yang rnerrjadi

sasaran penelitian.

Karakteristik penelitian tindakan kelas yang telah dijelaskan menunjukkan

bahwa

jenis

penelitian

ini

berbeda dengan penelitian pada umumnya. Penelitian

ini

memilil<i kelthasan dengan mengkaji persoalan-persoalan yang muncul dalam

pembelajaran

di

kelas. Dengan demikian penelitiarr

ini

dilakukan dalarn rangka

memperbaiki l<ualitas pembelajaran

di

kelas agar menjadi pernbelajaran yang

lebih berkualitas dan bermakna.

Langkah-Langkah Penelitian Tindakan l(elas

(8)

menguraikan beberapa langkah yang harus dilakukan dalam

kelas sebagai berikut.

l.

Melal<ukan identifikasi masalah.

2"

Melakukan analisis

masalah

dan

menentukan

munculnya permasalahan.

fuktor

penyebab

3. Merumuskan ide-ide sementara tentang

dengan masalah.

flaktor penting yang berkaitan

tindakan.

5.

Merumuskan tindakan.

6.

Menilai hasil tindakan.

Schmuck (1997:

32)

menjelaskan beberapa langkah senada

di

atas yang dapat dilakukan dalam penelitian tindakan kelas. Dengan menggunakan model proactive action research dapat dikembangkan enam tahapan pada

setiap siklus,

yakni:

(1)

menerapkan

praktik baru yang

berbeda

dari

yang rain,

(z) menggabungkan harapan dan perhatian terhadap praktik baru, (3) mengumpulkan

data

dengan

teratur

untuk

rnenjaga

jejak

rel<asi

dan

perubaharr

sikap,

(4) mengecek dan menafsirkan data, (5) melakukan reflel<si, dan (6) mencoba praktik baru lain yang telah melalui proses revisi.

Untuk dapat segera memulai dan menerapkan penelitian tindakan kelas, ada beberapa petunjuk teknis yang perru diperhatikan sebagai berikut.

l.

Berangkatlah dari persoalan yang kecil

2.

Rencanakan secara cermat

3.

Jadwal yang realistis

4.

Libatkan pihak Iain

5. Buatlah pihak lain yang terkait terinformasi

6.

Ciptakan sistem urnpan balik

7.

Buatlah jadwal penulisan

Setelah

mencermati langkah-langkah

dalam

melaksanakan penelitian

tindakan

kelas

sesuai dengan petunjuk

teknis yang ada,

langkah berikutnya penelitian tindakan
(9)

adalam

sebagai

1.

2.

4.

5"

6.

7.

8.

9.

10.

11,

membuat usulan

berikut,

tindakan kelas yang unsur-unsur

Halaman Judul

Halaman Pengesahan

Judul Penelitian

Latar Belakang Masalah

ldentifikasi Masalah

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah Tujuan Penelitian I(erangka Teori

Perumusan Hipotesis Tindakan

Rencana Penelitian

(setting, subjek,

variabel yang diteriti,

rencana

tindakan, model PTK yang digunakan, data dan cara pengumpulannya, tim peneliti dan tugasnya)

12. Jadwal Penelitian

13. Rancangan Anggaran

14. Daftar Pustaka

15. Lampiran Penutup

Dari

uraian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa penelitian

tindakan

kelas

merupakan

salah

satu

kewajiban

bagi guru

dalam

rangka meningktkan profesionalisme

guru.

Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan guru untuk menyelesaikan permasalahan

riil

atau nyata yang dihadapi oleh guru

dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, Hanya saja, bagi sebagian besar guru

jika

mendengar

istilah

"penelitian"

atau

"research"

sudah membayangkan

perhitungan yang rumit dengan angka-angka numerik. Padahaljika sudah terbiasa

melakukan penelitian, guru

tidak

lagi

membayangkan hal-hal

sulit

yang akan

dij umpai ketika melakukan penelitian.

(10)

atau nyata yang dihadapi oleh guru di kelas, penelitian dapat menghasilkan makna

bagi

peningkatkan

kualitas

pernbelajaran. Dengan

demikian,

pada dasarnya dengan melakukan penelitian tindakan

kelas,

guru

sejatinya meningkatkan

profesional ismenya sebagai guru.

Daftar

Pustaka

creenwwod, D' J.

&

Morten, L. (199g). Introduction ta action research. Los Angeles:

Sage Publications, Inc.

Mettetal, G' (2001)' The what, why and how of classroom action research. The Journal

of

scholarship of Teaching dan Learning (JoSoTL).yolume 2, Nomor

1,4663i-71tl.

Mulyasa, E. (2007). Menjadi guru profesionar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Stringer, E. T. (1999). Action reseqrch; second edition. Los Angeles: SAGE publications,

lnc.

suyanto' (1996). pedoman peraksanaan peneritian tindqkan keras

(prK)

bagian

kesatu'pengenaran peneritian tindqkan ketas (prK).

Jakafta: Dirjen p dan K Departemen pendidikan

dan

Kebudayaan, proyer< pendidi[an

Tenaga Akademik B-lgiul proyek pengembangan pendidiian Guru

Sekorah Dasar

(BP3GSD), Unit Pengelola Penelitian Pendidikan

Sel<olah Dasar (Up3SDf

unit

Kendari

Mutu

peneritian-Sekorah Dasar

(uKMp-sD)

di

IKIp

Yogyakarta.

wiriaatmadja, R' (2005). Metode penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kinerja

Referensi

Dokumen terkait

Seorang guru melaksanakan pbm pada kelas yang nyata, sementara yang lainnya melakukan observasi3. Marsigit, MA, FMIPA UNY Para guru (dan dosen)

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan maksud untuk memberikan pemecahan terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa selama proses

Penelitian tindakan kelas bersifat reflektif yaitu kegiatan penelitian berangkat dari permasalahan riil yang dihadapi oleh guru dalam proses belajar mengajar,

pembelajaran bagi guru mata pelajaran atau guru kelas, meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai, menganalisis hasil penilaian,

Salah satu upaya melakukan penelitian yang berkenaan dengan pembelajaran di kelas adalah dengan melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Sebagaimana yang

Dengan adanya penelitian tindakan kelas diharapkan terjadi pembaharuan dalam proses belajar di kelas dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru sebelumnya untuk

Tahap Pelaksanaan Tindakan Pada tahapan ini peneliti telah berhasil melaksanakan pendampingan penulisan soal pilihan ganda melalui kegiatan MGMP guru mata pelajaran yang menjadi sasaran

21 sehingga guru dapat melaksanakan proses pembelajaran di kelas dengan baik, selain itu guru professional mampu berperan sebagai pendidik yang professional dalam mengerjakan tugas