MESIR
KUNO
Mesir pernah dijajah oleh :
- Troya
- Macedonia
- Ethiopia
- Yunani
- Nubia
- Romawi
- Syiria
- Arab
- Babilonia - Perancis
- Persia
- Inggris
FAKTOR INTERN :
Mesir daerah subur karena
ada Sungai Nil.
HERODOTUS
menyatakan bahwa
Sungai Nil
merupakan hadiah bagi Mesir
.
Posisi strategis Mesir ada di
persimpangan antara Benua
Asia-Afrika, Laut
FAKTOR EKSTERN
Merupakan dampak dari faktorintern :
Daerah subur
Posisi strategis
Akibatnya dari waktu-waktu terjadi asimilasi sehingga
peradaban Mesir bisa tumbuh mencapai puncaknya.
Peradaban Mesir merupakan
gabungan dari berbagai
kebudayaan karena faktor
Yang menyebabkan Mesir runtuh
:
I. Faktor Intern
Karena daerah subur dan strategis di dalam negeri sering terjadi
perebutan kekuasaan. II. Faktor Ekstern
Banyak pendatang yang
memperebutkan daerah Mesir
Masuknya agama-agama Kristen
dan Islam
Di Afrika, pengaruh Mesir kuno :
1. Nubia
2. Ethiopia 3. Karthago
Dalam perjalanan waktu yang
cukup panjang, Mesir mengalami kemunduran karena dijajah
berbagai bangsa.
Tidak diwarisinya peradaban Mesir oleh Afrika antara lain :
•Kondisi geografis Afrika
Adanya gurun, hutan belantara, PLATO
tinggi (3000 m) menyebabkan pedalaman terisolasi.
Hal tersebut diatas merupakan hambatan sarana komunikasi ke Afrika
pedalaman.Peradaban Mesir tidak diwarisi oleh Afrika pedalaman. Maka, wilayah Afrika pedalaman yang merupakan warisan dari
NUBIA
Nubia (
SUDAN
sekarang)
secara langsung mendapat
pengaruh Mesir yang lebih
kuat.
Pengaruh peradaban Mesir di
Kultural : peninggalan di Nubia
menunjukkan
warna budaya Mesir seperti, Piramid,Seni pahat, Patung.
Politik : ada kecenderungan theokratis
dimana raja tidak hanya
menguasai politik tetapi juga dianggap sebagai dewa.
Religi : di Nubia bersifat Polytheisme
yang
Pada saat berkembangnya agama
Kristen pada abad ke-4, maka agama Kristen dijadikan sebagai agama
negara. Nubia pun masuk Kristen.
Dengan masuknya orang-orang
Arab, dan ekspansi ke Sudan, terjadi pula Islamisasi di Nubia / Sudan.
Peradaban Nubia pada dasarnya
merupakan “kelanjutan” dari
ETHIOPIA
Ethiopia pernah terkena pengaruh
Mesir pada zaman kuno, tetapi dalam perkembangannya mengalami
perbedaan, hal ini disebabkan oleh
kondisi geografisnya.
Ethiopia terletak di pedalaman hulu sungai Nil, terletak di PLATO tinggi (di atas 3000 m). wilayahnya bergunung-gunung sehingga dari segi sosial -
ekonomi wilayahnya terpisah-pisah. Kondisi fisik punya pengaruh positif
Negatif :
1. Sulit di persatukan (karena
masyarakat terpisah-pisah)
2. Sulit berkembang, ortodok dan
fanatisme
Mengapa..??
Karena wilayahnya
Positif :
Ethiopia terselamatkan secara alami dari
pengaruh luar (penguasaan, penyerbuan, dan penyerangan dari pihak luar).
Ethiopia mampu mempertahankan jati dirinya dari pengaruh luar.
Jati diri yang dipertahankan adalah identitas kultural, sosial, dan religi.
Religi : agama Kristen Koptis mampu
Ethiopia mampu dipersatukan secara
simbolis dengan cultural.
Kristen Koptik tidak mengenal Konsep
Trinitas. Kristen Koptik disebut Monositas.
Ethiopia cenderung defensive baik pada
masa Islam maupun kolonialisme Barat.
Raja-raja di Ethiopia masih mengaku
keturunan Sulaiman dan Ratu Balqis. Rajanya disebut Negust / Negusi Haille Selasi.
Nubia bersifat toleran, Ethiopia bersifat
KARTHAGO
Peradaban-peradaban kuno di Afrika
tidak terjadi secara kebetulan karena Afrika Utara memungkinkan terjadinya pengaruh dari luar.
Karthago pada dasarnya bukan
merupakan peradaban asli Afrika, tetapi merupakan perkembangan dari
kehidupan koloni orang-orang Phoenisia. Orang-orang Phoenisia adalah
sekelompok masyarakat pedagang dan mereka berasal dari Asia Barat dan
daerah Laut Tengah (Sirus dan Sidon). Mereka tidak mengenal kehidupan
Phoenisia bukan negara kesatuan tetapi
merupakan Negara Kota (City State), karena mereka merupakan kaum
pedagang, maka mereka banyak tersebar ke berbagai daerah, seperti ke Atlantik,
Inggris, dan berbagai daerah lainnya.
Maka orang-orang Phoenisia banyak
membangun koloni di sekitar Laut Tengah, dan Karthago merupakan salah satu
koloninya. Karthago berkembang sangat pesat. Karthago tidak berminat
memperluas wilayah, tetapi kemajuan perdagangannya, ekonominya mampu mengembangkan karthago menjadi
Suku bangsa asli Karthago adalah orang
BERBER.
Karthago berhadapan dengan Roma dalam
memperebutkan supremasi di Laut
Tengah. Maka terjadi Perang Phoenisia dengan tokoh-tokohnya, seperti Hanibal,
Hasdrubal, Scipio.
Akhirnya Karthago runtuh, bukan hanya
kebesaran Romawi tetapi juga perlawanan dari orang-orang Berber yang merasa
dirugikan.
Karthago merupakan peradaban besar
tetapi tidak berlangsung lama dan