• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Water Tank (Cap. 20.00 ltr) Monkey Ladder

Subframe Hose Reel Water Pump

MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PADA UNIT WATER TRUCK

1.1 Bagian-Bagian Utama

Pada bagian ini dijelaskan nama-nama dari bagian-bagian utama unit

water truck.

Gambar 3. 1 Water Tank dan Compartement

(2)

Water Cannon

(Maxi-Dayatech, WC40MM)

Spray Head Valve

(Maxi-Dayatech, SHV8135) Safety Valve 2”

Jalur Pipa Dispensing Pressure Gauge

Gambar 3. 2 Compartement

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3. 3 Water Cannon dan Spray Head Valve

(3)

Box Panel Peneumatic Hose Reels (Graco, Series 700) Flexible Hose Ø1” x 15 meter Water Nozzle

Air Solenoid Valve

Air Regulator

Tubing 8 mm Gambar 3. 4 Hose Reel

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3. 5 Panel Pneumatik

(4)

Hydraulic Main Pump

Hydraulic Oil Tank

Ball Valve Ø1½” Suction Line Level / Temp. Gauge

Return Filter Filler Breather

Suction Filter

PTO (Power Take Off)

Gambar 3. 6 Main Pump dan PTO

Sumber : Dokumen Pribadi

(5)

Foot Bracket 26M

Emergency Sprayer Water Pump

Hydraulic Motor Vickers, 26M-42A-1C-20

Rubber Coupling Fenaflex, F60-B Gambar 3. 8 Motor Hydraulic dan Water Pump

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 3. 9 Emergency Sprayer

(6)

Solenoid Valve Working Lamp Pressure Gauge SPG-063-0-250 Manifold Block Level Switch

Gambar 3. 10 Manifold Blok

Sumber : Dokumen Pribadi

(7)

Level hydraulic oil diatas minimum level Ball valve suction line harus terbuka disaat main pump beroperasi 1.2 Persiapan

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengoperasikan dispensing system

Water Truck

1.2.1 Hidrolik Sistem

1. Periksa permukaan level hydraulic oil pada level – temperature gauge hydraulic oil tank di posisi diatas level minimum (½ level gauge).

Note :

a. Hydraulic oil yang boleh dipergunakan untuk hydraulic lubrication system ini adalah hydraulic oil dengan Tingkat Viskositas / Kekentalan SAE 10 atau ISO VG 68.

b. Selain tingkat kekentalan hydarulic oil yang boleh dipergunakan untuk hydraulic lubrication system harus mempunyai Target Cleanliness Level setara dengan NAS 9 atau ISO 19/17/14.

Gambar 3. 12 Oil Level dan Ball Valve

Sumber : Dokumen Pribadi

2. Periksa semua pipa, hose, fitting dan sambungan dari kemungkinan ada kebocoran.

3. Pastikan ball valve pada suction line ke hydraulic main pump dalam posisi terbuka.

4. Periksa kebersihan dari return filter dengan cara melihat color indicator pada head filter.

(8)

Color Indicator Return Filter Ganti elemen filter bila warna indicator berwarna merah

Screen Strainer Note :

Warna Hijau pada indicator berarti filter element masih bersih Warna Merah pada indicator berarti filter element kotor dan harus

dilakukan penggantian filter yang mempunyai spec sama.

Gambar 3. 13 Oil Filter

Sumber : Dokumen Pribadi

1.2.2 Dispensing Sistem

1. Periksa kebersihan screen strainer secara berkala, lakukan pembersihan screen strainer apabila banyak kotoran yang menyangkut di screen.

2. Periksa level air pada water tank dalam kondisi cukup disaat menjalankan spray head valve, pada water tank telah dilengkapi safety device yaitu level switch yang berfungsi untuk menghidupkan lampu pada cabin truck pada saat posisi water telah mencapai setting minimum level switch.

(9)

Togle Switch Pompa

Togle Switch Spray Head Kiri

Togle Switch Spray Head Kanan

pada posisi OFF, hal ini untuk menghindari semprotan air dari spray head valve pada saat water pump saat akan dihidupkan.

4. Periksa posisi switch untuk solenoid water pump pada posisi OFF

5. Periksa tutup atas tangki air dalam keadaan tertutup untuk menghindari kotoran masuk kedalam water tank.

Gambar 3. 15 Switch

Sumber : Dokumen Pribadi

1.2.3 Unit Truck dan Lingkungan

1. Pastikan sebelum mengoperasikan spray head valve bahwa tidak ada orang yang melintasi jalan yang akan disemprot.

2. Periksa tekanan udara tangki compressor truck minimal 5 kg/cm2 sebelum mengaktifkan spray head valve, agar mampu mematikan spray head valve disaat water pump dihidupkan.

3. Pastikan transmisi dalam posisi netral dan parking brake telah difungsikan. 4. Hidupkan mesin Truck

(10)

5. Setelah putaran engine fix, injak pedal kopling kemudian aktifkan ”ON” switch PTO. Switch PTO ini berfungsi untuk menghubungkan PTO dengan engine.

6. Lepas pedal kopling secara perlahan-lahan, maka PTO dan penggerak hydraulic main pump yaitu propeller shaft sudah aktif.

7. Lubrication system WATER Dispenser Truck telah siap untuk dioperasikan. 1.3 Cara Pengoperasian

Ada beberapa fungsi dari water truck ini untuk menggunakan fungsi tersebut digunakan cara masing-masing agar user bisa mendapatka fungsi yang maksimal, Ekonomis dan tepat guna.

3.2.1 Water Sprayer Head

Fungsi dari water sprayer head ini adalah menyiram jalan dengan kondisi unit truck berjalan.

Gambar 3. 16 Water Sprayer

Sumber : Dokumen Pribadi

1. Posisikan handle butterflay valve no. Satu (1) dalam posisi sejajar dengan

pipa isap dari jalur tangki air. Pada posisi ini arah aliran air dari water tank

ke isab water pump telah dibuka.

(11)

Butterflay Valve No. Satu (1) Butterflay Valve No. Dua (2) Butterflay Valve No. Empat (4) Butterflay Valve No. Tiga (3)

Gambar 3. 17 Butterfly Valve No. 1 dan 2

Sumber : Dokumen Pribadi

3. Posisikan handle butterfly valve no. Tiga (3) dalam posisi melintang dengan

pipa buang dari pompa air. Pada posisi ini arah aliran air dari water pump ke

water tank telah ditutup

4. Posisikan handle butterfly valve no. Empat (4) dalam posisi sejajar dengan

pipa buang dari pompa air. Pada posisi ini arah aliran air dari out pompa

menuju supply spray head valve telah dibuka.

Gambar 3. 18 Butterfly Valve No. 1 dan 2

Sumber : Dokumen Pribadi

5. Posisikan switch untuk solenoid valve pompa air pada posisi ON. Maka spray head valve telah siap bekerja.

Note :

Ada tiga posisi switch untuk solenoid valve pompa air Posisi tengah adalah posisi OFF dengan demikian hydraulic oil akan bersirkulasi / by pass ke hydraulic oil tank

(12)

Screw Adjuster / Flow Control

Posisi keatas untuk spray head valve dan water cannon dimana Oil Lubricant bebas mengalir tanpa hambatan untuk menggerakan atau memutar motor hydraulic

Posisi kebawah untuk washing, Dengan Kecepatan putaran motor

hydraulic yang dapat diatur oleh Besar flow oil lubricant yang dapat di

setting besar/kecilnya dengan cara mengencangkan atau mengendorkan screw adjuster flow control.

Gambar 3. 19 Screw Adjuster

Sumber : Dokumen Pribadi

6. Posisikan switch untuk solenoid valve solenoid spray head valve pada posisi ON. Maka spray head valve telah bekerja, besar kecil jangkauan sprayer bergantung pada speed engine, setting tekanan water relief valve dan setting air regulator.

7. Putaran engine yang diharapkan berkisar pada range 1500-1800 RPM.

8. Untuk menghentikan spray head valve dalam range waktu yang tidak terlalu lama dengan cara mematikan switch solenoid spray head valve. Untuk jangka waktu yang lama disarankan untuk mematikan engine penggerak water pump atau PTO.

9. Untuk mengatur besar kecil pengkabutan semprotan air dapat dilakukan dengan cara mengatur besar kecilnya tekanan udara yang dijebak pada chamber spray head valve.

(13)

Knop Potensio Air Regulator Air Regulator

a) Tarik kearah luar dan putar knop potensio air regulator searah jarum jam untuk mengurangi tekanan udara (artinya memperbesar penyemprotan) kemudian tekan kebawah untuk mengunci settingan.

b) Tarik kearah dalam dan putar knop potensio air regulator berlawanan arah jarum jam untuk menambah tekanan udara (artinya memperhalus

pengkabutan dari penyemprotan) kemudian tekan kebawah untuk mengunci settingan.

Gambar 3. 20 Knop Potensio

Sumber : Dokumen Pribadi

3.2.2 Water Cannon

Fungsi dari water cannon ini adalah untuk membersihkan alat berat yang berukuran besar karena susah dijangkau dan juga bisa digunakan untuk memadamkan api ketika terjadi kebakaran.

(14)

Gambar 3. 21 Fungsi Water Cannon

Sumber : Dokumen Pribadi

1. Untuk menggunakan fungsi Water Canon dengan cara posisikan handle butterfly valve no. Lima (5) dalam posisi sejajar dengan pipa buang dari

pompa air. Pada posisi ini arah aliran air dari out pompa menuju supply water

cannon telah dibuka

2. Matikan switch untuk solenoid valve solenoid spray head valve kanan dan kiri pada posisi OFF.

3.2.3 Hose Reel

Fungsi dari Hose Reel ini adalah untuk membersihkan bagian-bagian unit alat berat yang susah dijangkau dari area luar.

(15)

Butterflay Valve No. Lima (5)

Butterflay Valve No. Enam (6)

1. Untuk menggunakan fungsi Hose Reel dengan cara posisikan handle butterfly

valve no. Enam (6) dalam posisi sejajar dengan pipa. Pada posisi ini arah

aliran air dari out pompa menuju Hose Reel telah dibuka

2. Posisikan handle butterfly valve no. Lima (5) dalam posisi melintang dengan pipa, Pada posisi ini arah aliran air dari pompa air ke water cannon telah ditutup

Gambar 3. 23 Butterfly Valve No. 5 dan 6

Sumber : Dokumen Pribadi

3.2.4 Emergency Spray

1. Apabila ada masalah didalam semua sistem, sistem ini kita lengkapi dengan

emergency spray, untuk menggunakanya posisikan handle butterfly valve no.

Satu (1) dalam posisi sejajar dengan pipa isap dari jalur tangki air. Pada posisi ini arah aliran air dari water tank telah dibuka

2. Posisikan handle butterfly valve no. Tujuh (7) dalam posisi sejajar dengan

pipa, Pada posisi ini arah aliran air dari tanki air ke jalur emergency spray

(16)

Butterflay Valve No. Satu (1)

Butterflay Valve No. Tujuh (7)

Gambar 3. 24 Butterfly Valve No. 1 dan 7

Sumber : Dokumen Pribadi

3.2.5 Prosedur Mematikan

1. Jika water dispensing system dengan penggerak hydraulic tidak dioperasikan maka posisikan switch untuk solenoid valve pompa air pada posisi ”OFF”, dengan demikian oli hidrolic akan bersirkulasi / by pass ke hydraulic oil tank. 2. Hydraulic main pump digerakkan oleh propeller shaft PTO, untuk menghentikan hydraulic main pump – PTO dengan cara, injak pedal kopling kemudian nonaktifkan ”OFF” switch PTO. Maka PTO ini telah terlepas dengan mesin.

3. Kemudian kendarai kendaraan anda dengan standar operasional yang berlaku diarea tambang.

Gambar

Gambar 3. 1  Water Tank dan Compartement
Gambar 3. 2  Compartement
Gambar 3. 5  Panel Pneumatik
Gambar 3. 6  Main Pump dan PTO
+7

Referensi

Dokumen terkait