• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH PROGRESIF MANAJEMEN BISNIS (JIPMB), Volume 14, Nomor 2, November 2016 ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL ILMIAH PROGRESIF MANAJEMEN BISNIS (JIPMB), Volume 14, Nomor 2, November 2016 ISSN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH HARGA PRODUK DAN BIAYA

PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN MOTOR

HONDA

(Studi Kasus Pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang

Tahun 2011-2015)

THE EFFECT OF PRODUCT PRICE AND PROMOTION COST

TO SALES VOLUME HONDA CYCLE (A CASE STUDY PT NUSANTARA SAKTI

PANGKALPINANG) YEARS 2011-2015

YULIZAM HAKIMA

DINI PRATIWI

DEVINA CLEARESTA HARTIWI

Management Program

STIE-IBEK Bangka Belitung

Pangkal Pinang, Indonesia

[email protected]

Abstract-The research was conducted on Pangkalpinang Nusantara Sakti Limited. The phenomenon that occurs is an increase in the product price and the cost of promotion but sales volume has decreased. This is due to the increase in raw material prices as a major component in the cost of production. The purpose of this study was to determine 1) the influence of the product price to sales volume and 2) level of influence on the volume of sales promotion costs. The method used in this research is descriptive method and verification method. Sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 50 for 10 years. The test statistic used is multiple linear regression analysis, correlation analysis, and the determination coefficient T test using SPSS 22.0 for Windows. Results of research conducted showed that: 1) the product price and trending positive significant effect on sales volume with low relationship criteria, 2) the cost of the promotion and trending positive significant effect on the volume of sales with strong relationship criteria, it indicates there are other factors that have an influence more robust against such sales volume of products, quality and distribution channel.

Keywords: product price, promotion cost, and sales volume

I. PENDAHULUAN

Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi yang pada umumnya me miliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dala m usaha untuk me menuhi kepentingan para anggotanya. Keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan me rupakan prestasi manaje men. Penilaian prestasi atau kinerja suatu perusahaan diukur karena dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan baik pihak internal maupun eksternal (Sofyan Syafri, 2008). Dunia bisnis sekarang ini dipenuhi dengan semakin ketatnya persaingan usaha me mbuat para pelaku usaha baik itu individu maupun kelo mpok atau dalam bentuk perusahaan, baik itu perusahaan yang berasal dari da la m negeri atau luar negeri haruslah me miliki fa ktor-fa ktor yang dapat dijadikan sebagai senjata tangguh suatu perusahaan dalam usahanya untuk me menangkan persaingan dengan para pesaingnya didunia bisnis. Kondisi seperti itulah yang pada akhirnya menyebabkan para pelaku usaha tersebut makin

gencar-gencarberusaha untuk mencari solusi maupun program bisnis yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan didalam bisnisnya (Suriyono, 2010).

Hal ini d itandai dengan munculnya perusahaan yang mena warkan jenis produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing dalam pemasaran. Untuk mengatasi ketatnya persaingan dalam pe masaran produk maka salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan menerapkan strategi harga produk dan biaya promosi, di mana dala m penerapan strategi tersebut perusahaan berusaha untuk menetapkan harga yang ma mpu bersaing, sehingga peningkatan penjualan produk tersebut terus meningkat. Mengingat tingkat persaingan terus meningkat, ma ka pihak perusahaan harus meningkatkan kinerja perusahaan termasuk peningkatan penjualan, untuk mendapatkan profit yang sebesarnya.Harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang sangat strategis terhadap peningkatan volume penjualan.

Sela in harga, ma ka variabel yang paling berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan adalah biaya promosi.Na mun de mikian, meskipun perusahaan telah berusaha bersaing dan me mberikan yang terbaik untuk konsumen belum tentu dapat menja min akan berhasilnya usaha pencapaian tujuan perusahaan, karena setiap konsumen me miliki selera, ke mauan dan ke inginan yang berbeda-beda. Maka dari itu setiap perusahaan me miliki strategi pe masaran yang diterapkan adalah strategi terbaik disetiap perusahaan karena dengan me laku kan hal tersebut perusahaan dapat menarik minat, ketertarikan dan menggugah masyarakat untuk me milih dan me mbeli produk barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan tersebut (Suriyono, 2010).

Menurut Basu Swasta dan Irawan, faktor-fa ktor yang me mpengaruhi harga produk adalah keadaan perekonomian, permintaan dan penawaran, elastisitas permintaan, persaingan dan biaya (Basu Swasta dan Ira wan, 2005:202).

Faktor-faktor yang me mpengaruhi volu me penjualan adalah harga produk, faktor harga produk merupakan hal-hal yang sangat penting dan me mpengaruhi penjualan atas barang atau jasa yang dihasilkan (Kotle r Ph ilip,

(2)

www.stie-ibek.ac.id 2005).dengan lainnya, sehingga pelaksanaan pengauditan

tidak efisien dan tidak efekt if ( Ma rdias mo, 2002).

Faktor la in yang sangat berpengaruh dengan volume penjualan adalah biaya promosi. Da la m keg iatan pemasaran promosi sangat perlu dilakukan oleh perusahaan yaitu untuk me mpengaruhi atau me mbu juk konsumen agar tertarik pada produk yang ditawarkan, agar dapat meningkatkan volu me penjualan

Penetapan harga yang sudah bersaing di pasar me rupakan salah satu usaha perusahaan untuk dapat menge mbangkan perusahaanya agar dapat meningkatkan volume penjua lan dan laba yang di te rima. Bila harga yang di tawarkan sudah bers aing di pasaran maka konsumen akan me lihat pada barang atau produk yang di berikan apakah telah sesuai dengan harga yang di tawarkan dengan kondisi produk yang ditawarkan tersebut harus memiliki kualitas yang baik agar konsumen me mpunyai pilihan dala m me mb eli sehingga tidak perlu mencari ke pe rusahaan lain (Rizky Ardiansyah, 2013).

Seperti yang diberitakan Biaya promosi sangat penting dala m meningkatkan volu me penjualan, karena mela lui biaya promosi perusahaan mene mpatkan variabe l-variabel pro mosi agar produk perusahaan dapat dikenal oleh masyarakat dan bahkan menimbu lkan permintaan. Se ma kin besar biaya promosi yang dikeluarkan perusahaan, ma ka sema kin besar pula volume penjualan yang dicapai oleh perusahaan (Yusniza l Firdaus, 2011).

Harga adalah seju mlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah barang beserta jasa-jasa tertentu atau ko mbinasi dari keduanya (Gitosudarmo, 2008:228).

Kegiatan promosi yang dilaku kan oleh suatu perusahaan, pada dasarnya diharapkan dapat me mbuat penjualan menjadi meningkat. Ju mlah dana yang tersedia me rupakan faktor penting yang me mpengaruhi keberhasilan suatu promosi. Perusahaan yang memiliki dana leb ih besar, kegiatan promosinya akan lebih efe ktif dibandingkan dengan perusahaan yang hanya mempunyai sumber dana yang lebih terbatas (Fakhrura zi, 2010).

Vo lu me penjua lan adalah besar kecilnya pertukaran barang dan jasa yang telah dilakukan antara penjual dan pembeli berdasarkan yang di dasarkan pada barang berharga atau uang.

PT Nusantara Sakti Pangka lpinang adalah dealer honda yang menjual bermaca m-maca m tipe sepeda motor honda, dimana tingkat persaingan antara Dealer honda Se-pangkalpinang yang menjual produk sejenis sangat banyak. Dengan me lihat bahwa Kota Pangkalpinang adalah pangsa pasar potensial bagi produk sepeda motor Honda dan tingkat persaingan antara dealer yang tinggi, dengan promosi yang baik maka Dea ler Nusantara Sakti Pangkalpinang dapat me muaskan dan me menuhi ke inginan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

Batasan dalam penelitian ini hanya mencakup harga produk dan biaya promosi penjua lan dimana da la m penelitian ini variabel-variabel tersebut akan diuji tingkat hubungan dengan volume penjua lan motor honda pada Dealer Nusantara Sakti Pangkalp inang.

Mengingat begitu pentingnya mengetahui harga dan biaya promosi serta mengetahui permintaan dan keinginan konsumen dala m keputusan pembelian produk sepeda motor Honda. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh harga produk terhadap volume penjualan motor Honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.

2. Untuk mengetahui pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan motor Honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.

3. Untuk mengetahui pengaruh harga produk dan biaya promosi secara simu ltan terhadap volume penjualan mo tor Honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalp inang.

II. LANDASAN TEORI 1. Pengertian Harga Produk

Definisi harga produk menurut Kotler dan Armstrong (2008:439), yaitu: “Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari n ila i yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat, karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut”.

Menurut Kotler dan Keller (2009:83), ada enam metode penetapan harga, yaitu sebagai berikut: penetapan harga mark up, penetapan harga tingkat pembelian sasaran, penetapan harga nilai anggapan, penetapan harga nilai, penetapan harga going rate, penetapan harga jenis le lang.

Harga jual per unit produk dapat dihitung dengan menggunakan metode full costing berdasarkan rumus di bawah ini: Harga Jual Per Unit = biaya yang berhubungan langsung dengan volume (per unit ) + persentase mark -up. Mulyadi (2001:348)

2. Pengertian Biaya Pro mosi

Menurut Rangkuti (2009:56), menyatakan bahwa: “biaya promosi adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan pro mosinya.”

Dengan demikian, b iaya pro mosi adalah biaya pemasaran atau biaya penjualan yang me liputi seluruh biaya yang diperoleh untuk menja min pelayanan konsumen dan menya mpaikan produk jad i atau jasa ke tangan konsumen (Rangkuti, 2009:56).

Menurut Kotler (2007:23), menyatakan bahwa terdapat empat indikator dala m biaya pro mosi, yaitu: biaya advertising (periklanan), biaya promosi penjualan, biaya publisitas, biaya personal selling.

Adapun tujuan promosi penjualan menurut Buchari Alma (2007:188) adalah sebagai berikut:

1. Menarik para pe mbeli baru

2. Memberi hadiah atau penghargaan kepada konsumen -konsumen atau pelanggan lama

3. Meningkatkan daya pembelian ulang dari konsumen la ma 4. Menghindarkan konsumen lari ke me rek la in

5. Mempopulerkan mere k atau meningkat kan loyalitas 6. Meningkatkan volume penjualan jangka pendek dala m

rangka memperluas “market share” jangka panjang. Adapun rumus menghitung biaya promosi, yaitu sebagai berikut: Biaya Pro mosi = biaya periklanan + biaya promosi penjualan: Ph ilip Kotler (2007:23)

3. Pengertian Volu me Penjua lan

Menurut Rangkuti (2009:207), menyatakan bahwa: “Volu me penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan secara

(3)

kuantitatif dari segi fisik atau volume atau unit suatu produk. Vo lu me penjua lan merupakan sesuatu yang menandakan naik turunnya penjualan dan dapat dinyatakan dalam bentuk unit, kilo, ton atau liter”.

Menurut Basu Swastha dan Irawan (2000), “Pengukuran volume penjualan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu didasarkan ju mlah unit produk yang terjual dan didasarkan pada nilai produk yang terjual (o mzet penjualan). Vo lu me penjualan yang diukur berdasarkan unit produk yang terjual, yaitu ju mlah unit penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu, sedangkan nilai produk yang terjua l (o mzet penjualan), yaitu ju mlah nila i penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu”

Dala m penelit ian ini volu me penjualan yang digunakan yaitu didasarkan pada jumlah unit produk yang terjual. Fa ktor-faktor yang me mpengaruhi volume penjualan menurut Kotler (2000:55) antara lain adalah: harga jua l, produk, biaya promosi, saluran d istribusi, mutu.

Adapun rumus untuk menghitung volume penjualan, yaitu sebagai berikut: Volu me penjualan = ju mlah unit produk yang terjual.Su mber.

Basu Swastha dan Irawan (2000) 4. Kerangka Pe mikiran

Harga merupakan aspek yang tampak jelas (visible) bagi para pembe li. Bagi konsumen yang tidak terla lu paham hal-hal teknis pada pembelian produk, kerapka li harga menjadi satu -satunya faktor yang dapat mereka mengerti. Tidak ja rang pula harga di jad ikan se maca m indikator kualitas (Gregorius, 2002:152).

Menurut Kotler (2009), harga adalah nila i suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepas barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain. Pe langgan yang loyal juga akan me mperhatikan harga yang ditetapkan atas produk yang digunakannya.

Konsep penjualan in i berorientasi pada volume penjualan yang tinggi. Tugas manaje men disini adalah meningkatkan volume penjualan, ka rena manaje men beranggapan bahwa perusahaan perlu mengadakan kegiatan penjualan agresif dan promosi yang gencar (Djaslim Salad in, 2003:6).Perusahaan -perusahaan harus mengalokasikan anggaran promosi untuk kelima a lat promosi antara lain periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, penjualan pribadi dan pemasaran langsung (Kotler, 2005:264).

5. Pengaruh Harga Produk Terhadap Volu me Penjua lan Harga adalah seju mlah ko mpensasi (uang maupun barang, jika mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah ko mbinasi barang atau jasa. Penentuan harga me rupakan salah satu keputusan penting bagi manaje men perusahaan. Harga yang ditetapkan harus dapat menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produksi d ita mbah besarnya persentase laba yang diinginkan (M. Fuad, 2000:129).

Untuk menghasilkan angka penjualan maka ada dua hal penting yang menentukan yaitu volume penjualan dalam unit dan harga jual per unitnya. Bila mana volu me penjualan cukup besar dan harga jual juga cukup tinggi, maka perusahaan dapat menghasilkan angka penjualan yang besar pula. Adakalanya perusahaan karena suatu sebab, tidak bisa menjual cu kup

banyak dengan harga yang telah direncanakan (Tjiptono Darmad ji, 2006:24)

Variabel harga berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penetapan kebijakan harga dan pendapatan harga produk-produk. Menetapkan harga terhadap produk me rupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam rangka untuk me mberikan suatu profit yang baik bagi perusahaan untuk menentukan suatu sasaran baik jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, ma ka suatu permintaan yang meningkat bisa menaikkan harga dan permintaan yang menurun bisa menurunkan harga (Melv in Pristyo, 2013:3).

Harga jual produk atau jasa akan mempengaruhi besarnya volume penjualan produk atau jasa yang bersangkutan. Volu me penjualan berpengaruh terhadap volume produksi p roduk atau jasa tersebut, selanjutnya volume produksi akan me mpengaruhi besar kecilnya biaya produksi (Mulyadi, 2001:513).

6. Pengaruh Biaya Pro mosi Terhadap Vo lu me Pen jualan Pro mosi merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan pemasaran suatu barang. Promosi adalah suatu kegiatan bidang mark eting yang merupakan ko munikasi yang dila ksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang me muat pe mberitaan, me mbuju k, dan me mpengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen (Bukhari Alma, 2004:179).

Menurut Angipora (2002:68), kegiatan pro mosi yang dila kukan sejalan dengan rencana pemas aran secara keseluruhan, serta direncanakan akan diarahkan dan dikendalikan dengan baik, diharapkan dapat berperan secara berarti dala m meningkat kan penjualan dan mark et share. Peningkatan volume penjualan mela lui upaya pemasaran yang baik perlu dite mpuh perusahaan dan untuk itu perlu diperhatikan fa ktor-faktor pendukungnya. Hal-ha l yang berkaitan dengan biaya promosi dapat dipakai untuk mengukur seberapa efektif alat -alat ini dala m menghasilkan volume penjua lan produk oleh perusahaan ke pasar-pasar target

Djaslim Saladin (2003:3), pro mosi adalah suatu ko munikasi in formasi penjua l dan pe mbeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli. Keg iatan promosi yang dilakukan oleh suatu perusahaan, p ada dasarnya diharapkan dapat membuat penjualan menjad i meningkat. Jumlah dana yang tersedia merupakan fa ktor penting yang me mpengaruhi keberhasilan suatu promosi. Pe rusahaan yang me miliki dana lebih besar kegiatan promosinya akan lebih efektif d ibandingkan dengan perusahaan yang hanya me mpunyai su mber dana yang lebih terbatas.

Menurut Krysler Kaleb Adoe (2007:372), menyatakan bahwa : “Hal-hal yang berkaitan dengan biaya promosi misalnya dapat dipakai untuk mengukur seberapa efektif a lat -alat in i dala m menghasilkan volu me penjualan produk oleh perusahaan ke pasar-pasar target. Peningkatan volume penjualan yang maksima l dengan mengefe ktifkan a lat -alat promosi”.

Berdasarkan ura ian ke rangka pe mikiran diatas, ma ka paradigma penelit ian yaitu sebagai berikut:

(4)

www.stie-ibek.ac.id Ga mbar 1.

Paradig ma Penelitian

Su mbe r: Data dio lah penelit i 7. Hipotesis

Hipotesis merupakan ja waban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.Berdasarkan ke rangka pe mikiran teoritis tersebut, maka dapat diajukan hipotesis pengaruh harga produk dan biaya promosi terhadap volume penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalp inang sebagai berikut:

Hipotesis I:

Ho: Harga produk Diduga tidak berpengaruh terhadap Vo lu me Pen jualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangka lpinang.

H1: Harga produk Diduga berpengaruh terhadap Vo lu me

Penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.

Hipotesis II:

Ho: Biaya Pro mosi Diduga tidak berpengaruh terhadap Vo lu me Penjua lan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang

H2: Biaya Pro mosi Diduga berpengaruh terhadap Vo lu me

Penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.

Hipotesis III :

Ho: Harga produk dan Biaya Pro mosi Diduga tidak berpengaruh simu ltan terhadap Volu me Penjua lan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalp inang

H3: Harga produk dan Biaya Pro mosi Diduga berpengaruh

simu ltan terhadap Volu me Pen jualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangka lpinang.

III. METODODOLOGI PENELITIAN 1. Waktu Dan Te mpat Penelitian

Penelit ian yang penulis laku kan merupakan penelit ian tentang “Analisis Pengaruh Harga Produk dan Biaya Pro mosi Terhadap Vo lu me Penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalp inang”.Proses penelitian in i dilaku kan dari bulan April 2016 sampai dengan bulan Mei 2016.Sedangkan data yang diamb il mu lai tahun 2011-2015.

Tempat penelitian in i dilaku kan di PT Nusantara Sakti yang merupakan Pe rusahaan Swasta yang beralamat di Jl.

Masjid Ja mik No.30 Pangkalp inang Provinsi Kepulauan Bangka Be litung.

2. Subjek dan Obje k Pene lit ian a) Subjek Penelitian

Menurut Arikunto (2007, 152),Subjek Penelitian me rupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya di dala m penelitian,subjek penelit ian harus ditata sebelum peneliti siap untuk mengu mpulkan data.Subje k penelitian dapat berupa benda,hal atau orang.Dengan demikian, Subjek penelitian pada umu mnya manusia atau apa saja yang menjadi urusan manusia.Oleh sebab itu,ma ka subjek dala m penelit ian ini adalah PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.

b) Obje k Pene lit ian

Menurut Sugiyono (2009:38),Pengertian obje k penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,objek atau keg iatan yang me mpunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipela jari dan ke mudian ditarik kesimpulannya.Obje k yang men jadi penelitian dala m in i adalah laporan keuangan PT Nusantara Sakti Pangkalpinang dari tahun 2011-2015 tentang harga produk,biaya promosi dan volume penjualan.

3. Metode Penentuan Populasi Dan Sa mpe l a. Populasi

Sugiono (2010:61) mengatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelit ian ini adalah PT Nusantara Sakti Pangkalp inang.

b. Sa mpel

Sugiono (2010:62) mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari ju mlah dan kara kteristik yang dimiliki oleh populasi. Sa mpel da la m penelit ian in i adalah pricelist harga produk,laporan ju mlah b iaya yang dike luarkan untuk promosi dan laporan volu me penjua lan.

4. Teknik Pengumpulan Data

Dala m penulisan skripsi ini, penulis me mbutuhkan data-data yang dapat mendukung untuk me lakukan analisa terhadap permasalahan.Data adalah sesuatu yang dapat me mberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan dalam suatu penelitian. Dimana data tersebut diolah sehingga akan men jadi informasi yang nantinya dapat digunakan sebagai alat untuk

Harga Produk (X

1

)

Philip Kotler dan Armstrong (2008:439) Gitosudarno (2008:228)

Biaya Promosi (X

2

)

Henry Sima mo ra (2002:762) Vo lu me Penjualan (Y) Tjiptono Damad ji (2006:24) Bukhari A lma (2004:17)

(5)

pengambilan suatu keputusan ataupun dapat dipergunakan untuk pemecahan suatu masalah.

5. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dala m penelitian ini dengan dua cara, yaitu Penelitian Lapangan (Field Research) dan Studi Kepustakaan (Library Reseach). 6. Jenis Dan Su mber Data

Adapun jenis dan sumber data yang digunakan dalam penulisan ini adalah:

a. Data kuantitatif adalah data mengenai harga produk,biaya promosi dan volu me penjualan yang dike luarkan oleh perusahaan PT Nusantara Sakti Pangka lpinang

b. Data kualitatif yaitu data atau informasi dala m bentuk tertulis mengenai keadaan perusahaan dan uraian tugas masing-masing bagian dala m perusahaan.

Su mber data yang digunakan adalah data Sekunder berupa dokumen-doku men dan laporan tertulis dari perusahaan serta informasi lain yang ada hubungannya dengan masalah in i.Data sekunder menurut Sugiono (2008:402), adalah sumber data yang tidak langsung me mberikan data kepada pengumpul data.

7. Operasionalisasi Variabel

Operasionalisasi variabel menurut Sugiyono (2010:58) merupakan ”Segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipela jari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian dita rik kesimpulannya.”

Berdasarkan metode penelitian yang digunakan, ma ka variabel yang digunakan adalah:

a) Variabel Bebas (Independent Variable)

Menurut Sugiono (2006:33) pengertian variabel bebas merupakan ”Variabel yang mempengaruhi atau yang men jadi sebab perubahannya atau timbul variabel terikat”.

Dala m penelit ian in i yang menjadi variabel independent (X1) dan (X2) adalah Ha rga Produk dan Biaya Pro mosi. 1. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas

suatu produk atau jasa, atau jumlah dari n ila i yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat, ka rena me miliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut (Philip Kotler dan Armstrong, 2008:439). Indikator yang digunakan untuk menghitung harga jual adalah biaya yang berhubungan langsung dengan volume (per unit) dan persentase mark -up (Mulyadi, 2001:348). 2. Biaya pro mosi adalah pengorbanan ekonomis yang

dike luarkan perusahaan untuk me laku kan promosinya (Rangkuti, 2009:56). Indikator yang digunakan dala m biaya promosi adalah biaya iklan (Philip Kotle r, 2007:23).

b) Variabel Te rikat (Dependent Variable)

Menurut Sugiono (2006:33) variabel te rikat merupakan ”Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependent (Y) adalah Volu me Penjualan. Vo lu me penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan secara kuantitatif dari segi fisik atau volume atau unit suatu produk. Volu me penjua lan merupakan sesuatu yang menandakan naik turunnya penjualan dan dapat dinyatakan dalam bentuk unit, kilo, ton atau liter (Rangkuti, 2009:239). Indikator dala m volume penjualan adalah ju mlah unit produk yang terjual (Basu Swastha dan Irawan, 2000).

Adapun tabel operasionalisasi sesuai dengan variabel tersebut adalah sebagai berikut :

8. Metode Analisis Data

Dala m menentukan analisis data, diperlukan data yang akurat dan dapat dipercaya yang nantinya dapat dipergunakan dala m penelit ian yang dilakukan oleh penulis. Analisis data me rupakan proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca,dipahami dan diinterpretasikan. Data yang Tabel 1

Operasional Va riabe l

Vari abel Konse pVariabel Indikator Skala

Harga Produk

(X1)

Harga adalah seju mlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nila i yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat,karena me miliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut (PhilipKot ler dan Armstrong, 2008:439).

Harga jual per unit = Biaya yang berhubungan langsung dengan volume (per unit)+

persentase mark up (Mulyadi, 2001:348) Rasio

Biaya Pro mosi

(X2)

Biaya pro mosi adalah pengorbanan ekonomis yang Dike luarkan perusahaan untuk me la kukan

promosinya (Rangkuti,2009:56).

Biaya Pro mosi = Biaya Iklan (Ph ilip

Kotler,2007:23) Rasio

Vo lu me Penjualan

(Y)

Vo lu me penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan secara kuantitatif dari segi fisik atau volu me atau unit suatu produk.Vo lu me penjualan merupakan sesuatu yang menandakan naik turunnya penjualan dan dapat dinyatakan dala m bentuk unit, kilo,ton atau liter (Rangkuti,2009:239).

Vo lu me penjualan = Ju mlah unit produk yang

terjual (Basu Swastha dan Irawan,2000) Rasio

(6)

JURNAL ILMIAH PROGRESIF MANAJEMEN BISNIS (JIPMB), Volume 14, Nomor 2, November 2016

ISSN 2354-5682 33

www.stie-ibek.ac.id akan dianalisis merupakan data hasil pendekatan survey

penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan.

Analisis data diperlukan agar penulis dapat me mperoleh hasil yang dapat dipercaya.Pengumpulan data diperoleh me lalu i data statistik yang diperoleh dari data kuantitatif.Tujuannya adalah untuk menetapkan apa kah variabel bebas me miliki hubungan dengan variabel terikat. 9. Uji Kualitas Data

Dala m penelitian ini untuk mengukur kualitas data digunakan antara lain :

a) Uji Va lid itas Data

Sugiyono (2012:57), menyatakan bahwa pengertian dari valid itu sendiri ada lah valid berart i instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukurapa yang seharusnya diukur. Uji valid itas instrumen dalam penelit ian ini dengan menggunakan metode pengujian validitas isi dengan analisis ite m, yaitu dengan mengkore lasikan antara skor butir instrumen dengan skor total.

Dala m hal in i Sugiyono (2012: 60) menyatakan hal sebagai berikut:

Teknik Korelasi untuk menentukan valid itas ite m sampai sekarang me rupakan teknik yang paling banyak digunakan. Dan item yang me mpunyai ko relasi positif dengan kriteriu m (skor total) serta korelasi yang tinggi menunjukan bahwa ite m tersebut me mpunyai validitas yang tinggi pula.

Jadi uji valid itas dilaku kan untuk me mastikan seberapa baik suatu instrument digunakan untuk mengukur konsep yang seharusnya diukur. Untuk menguji validitas dila kukan korelasi antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variable. Masing-masing ite m (skor butir) dilihat nila i kore lasinya (corrected item total correlation). Bila kore lasi positif dan (r hitung ≥ rtabel) r ≥

0,349 maka butir instrument tersebut dinyatakan valid. b) Uji Re liabilitas Data

Pengu jian re liab ilitas data dila kukan untuk mengu ji konsistensi ja waban responden atas seluruh butir pertanyaan atau pertanyaan yang digunakan, untuk keperluan pengujian tersebut. Pengujian re liab ilitas berguna untuk mengetahui apakah instrumen yang dala m hal in i kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama Umar (2008: 65). Teknik statistik yang digunakan untuk pengujian tersebut dengan koefisien Cronbach 's Alpha setelah dilakukan pengukuran dengan menggunakan software SPSS. Cronbach's Alpha merupakan uji re liab ilitas untuk alternatif ja waban lebih dari dua. Menurut Sup ra mono dan Uta mi (2004: 38) seca ra min im suatu instru men dikata kan reliable jika me miliki koefisien Cronbach's Alpha >0,6

c) Uji Norma litas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dengan model regresi,variabe l pengganggu atau residual me miliki distribusi normal. Seperti d iketahui bahwa uji t dan f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi norma l. Kalau asumsi ini d ilanggar ma ka uji statistik men jadi t idak valid untuk ju mlah sa mpel kec il.

Untuk mengetahui bentuk distribusi data dapat menggunakan grafik distribusi dan analisis statistik. Data yang terdistribusi secara normal dapat dilihat me la lui grafik h istogram yang me mbandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati d istribusi norma l, dapat juga dengan melihat norma l probability plot yang me mbandingkan distribusi kumu latif dari d istribus i norma l.Sedangkan analisis statistik menggunakan analisis

keruncingan dan ke mencengan kurva dengan indikator keruncingan (kurtosis) dan ke mencengan (skewness).

Pada penelitian ini untuk melihat apakah data terdistribusi secara norma l atau tidak akan menggunakan norma l probability plot. Distribusi norma l akan me mbentuk suatu garis lurus diagonal, jika de mikian ma ka data tersebut memenuhi asumsi norma litas (Ima m Ghoza li, 2005)..

10. Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis Pengaruh Harga Produk dan Biaya Pro mosi Terhadap Volu me Pen jualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangka lpinang digunakan metode sebagai berikut:

1. Analisis deskriptif yakni suatu analisis yang menguraikan perke mbangan penjualan yang dicapai oleh perusahaan. 2. Analisis regresi linear berganda yakni suatu analisis untuk

me lihat sejauh mana pengaruh harga Produk dan biaya promosi terhadap volume penjualan dengan menggunakan rumus regresi berganda menurut Ridwan dan Akdom (2007:142) yaitu:

Y=b 0+b1X1+b2X2+e

Dimana:

Y =Volu me Penjualan (Unit) X1 =HargaProduk(Rupiah) X2 =Biaya Pro mosi(Rupiah) b0 =NilaiKonstanta b1,b2 =Koefisien regresi 11. Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi menunjukkan suatu proporsi dari varian yang dapat diterangkan oleh persamaan regresi (regresion of sum-RSS) terhadap varian total (total sum of squares-TSS). Nila i koefisien determinasi lebih besar dari 0,5 menunjukkan variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat dengan baik atau kuat, sama dengan 0,5 dikatakan sedang dan kurang dari 0,5 re latif kurang baik Ru mus : Kd = R2 = ( r2 ) x 100 %

Keterangan :

R2 = Koefisien Determinasi r = Koefisien Kore lasi 12. Pengujian Hipotesis

a. Pengujian Hipotesis Secara Parsia l (Uji t)

Pengujian hipotesis ditujukan untuk menguji ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel dependen.Pengujian hipotesis secara parsial dilaku kan dengan uji t, yaitu menguji pengaruh parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen,dengan asumsi bahwa variabel la in dianggap konstan.Adapun langkah-langkah dalam pengamb ilan keputusan untuk uji t adalah sebagai berikut:

t1 2 =r x12 y√ 𝑛−𝑘 −1 (1−𝑟𝑥12𝑦2 )

Di mana :

r1y = korelasi antara harga Produk dan volu me penjualan

(7)

r2y = korelasi antara biaya pro mosi dan volu me penjualan

n = ju mlah sa mpel atau data t1= thitung untuk harga Produk t2 = thitung untuk biaya promosi

Pengujian mela lui uji t dilaku kan dengan me mbandingkan besarnya nilai t hitung dengan t tabel pada α = 5%

1. H0 ditolak apabila thitung> ttabel atau probabilitas < 0,05

Ha diterima, artinya variabel bebas (X) secara parsial

me mpunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) pada tingkat kepercayaan 5% 2. H0 diterima apabila thitung< ttabel atau probabilitas > 0,05

Ha ditolak, artinya variabel bebas (X) secara parsial

tidak me mpunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) pada tingkat kepercayaan 5%.

b. Pengujian Hipotesis Secara Simu ltan (Uji F)

Selanjutnya untuk menguji signifikansi persamaan regresi berganda dengan uji F. Uji F untuk menguji apakah variabel pengaruh harga Produk dan biaya pro mosi terhadap volume penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.Untuk menentukan F tabel, digunakan α = 5%

dengan derajat bebas df = (k-1) dan (n-1). Ru mus Fhitung

sebagai berikut: r2/(k-1) F-hitung =

(1-r2)/n-k Dimana:

r = Koe fisien korelasi ganda K = Ju mlah variabe l independen N = Ju mlah sampe l

F = Fhitung yang selanjutnya dibandingkan Ftabel

Pengujian uji F adalah dengan me mbandingkan Fhitung

dengan Ftabel pada α = 5%

1. H0 ditolak apabila Fhitung> Ftabel atau probabilitas < 0,05

Ha diterima, menunjukkan koefisien arah regresi secara

serempak dapat digunakan sebagai model penduga (estimator) yang dipercaya untuk me mpred iksi pengaruh semua variabel bebas (X) terhadap variabel terikat.

2. H0 diterima apabila Fhitung< Ftabel atau probabilitas >0,05

Ha ditola k, menunjukkan koefisien arah regresi secara

serempak tidak dapat digunakan sebagai model penduga (estimator) yang dipercaya untuk me mp rediksi pengaruh semua variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).

c. Penetapan Ting kat Sign ifikansi (α)

Sebelu m pengujian dilaku kan,ma ka terlebih dahulu harus menentukan taraf signifikasi atau taraf nyata.Hal ini dila kukan untuk me mbuat suatu rencana pengujian agar dapat diketahui batas-batas untuk menunjukan pilihan antara (Ho) dan (Ha). Taraf nyata yang dipilih dengan α = 5% (0.05).

Angka ini dipilih karena dapat mewa kili hubungan antara variabel yang dteliti dan me rupakan tingkat signifikansi yang sudah sering digunakan dala m bidang

penelitian ilmu-ilmu sosial. Angka α = 0.05 me miliki ma kna, bahwa jika terjadi kesalahan, ma ka kesalahan tersebut tidak me lebihi 5% (lima persen).

IV. PEMBA HASAN

1. Analisis Pengaruh Harga Produk Terhadap Volu me Penjualan

Hasil penelit ian menunjukkan bahwa harga produk me miliki koefisien bertanda positif sebesar 9144,503 yang artinya ketika harga produk men ingkat satu satuan, sementara biaya promosi konstan, ma ka volu me penjualan akan men ingkat sebesar 9144,503 satuan.

Hubungan antara harga produk dengan volume penjualan dengan kondisi biaya promosi tidak berubah adalah sebesar 0,635 dengan arah positif. Artinya hubungan harga produk dengan volume penjualan termasuk dala m kategori rendah ketika biaya promosi tidak mengala mi perubahan dan me miliki hubungan yang searah. Ini menggambarkan bahwa ketika harga produk men ingkat ma ka akan meningkatkan volume penjua lan dengan kondisi biaya promosi t idak berubah Pengaruh harga produk terhadap volume penjualan sebesar 98,2%, sedangkan sisanya sebesar 1,8% dipengaruhi oleh faktor la in. Dengan hasil koefisien determinasi ini menunjukan bahwa faktor la in seperti produk, saluran distribusi dan mutu lebih besar pengaruhnya terhadap volume penjualan dibandingkan dengan harga produk pada PT Nusantara Sakti Pangkalp inang.

Tabel 2. Koefisien Determinasi

a.

Predictors: (Constant), Biaya Promosi, Harga Produk b. Dependent Variable: Volume Penjualan

Su mber: Data diolah peneliti dengan SPSS

Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa secara parsial harga produk berpengaruh signifikan te rhadap volume penjualan, ka rena dala m u ji hipotesis

Tabel 3.

Variabel Harga Roduk (X

1

)

a. Dependent Variable: Volume Penjualan Sumber : Hasil olahan data dengan program SP SS

t

hitung = 15,119 berada pada daerah penolakan H0 yang

menunjukan bahwa harga produk berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan. Hasil in i juga ditunjukkan oleh nila i signifikansi uji statistik untuk variabel harga produk

Model Summaryb M odel R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,991a ,982 ,964 56,240 3,351 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 9144,503 1182,849 7,731 ,016 Harga Produk ,635 ,042 ,093 15,119 ,001

(8)

www.stie-ibek.ac.id sebesar 0.025, artinya kesalahan untuk mengatakan ada

pengaruh terhadap volume penjualan ya itu 2,5% atau lebih kecil dari t ingkat kesalahan yang dapat diterima sebesar 5% sehingga dapat diputuskan untuk menola k H0.

Hasil penelitian didukung dengan teori dari Tjiptono Darmad ji (2006:24) menyatakan bahwa untuk menghasilkan angka penjualan maka ada dua hal penting yang menentukan yaitu volume penjualan dala m unit dan harga jual per unitnya. Bila mana volume penjualan cukup besar dan harga jual juga cukup tinggi, maka perusahaan dapat menghasilkan angka penjualan yang besar pula.

Hasil dari penelitian ini juga sama dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Melvin Pristyo (2013) menyatakan bahwa harga jual me mpunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Volu me Pen jualan. Ha l tersebut juga sama dengan penelitian Musriha (2008) menyatakan bahwa faktor harga berpengaruh terhadap peningkatan penjualan. Menurut Gera ldy Ta mbajong (2013) dala m penelitiannya juga berpendapat sama bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap volume penjua lan.

2. Analisis Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Volu me Penjualan

Hasil penelit ian menunjukkan bahwa variabel biaya promosi me miliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap volume penjualan. Hasil ini me mbe rikan bukti emp iris bahwa ket ika biaya pro mosi meningkat maka akan men ingkatkan volu me penjualan dengan kondisi harga produk tidak berubah. Dikait kan dengan fenomena, hasil ini men jawab feno mena yang telah dike mu kakan sebelu mnya bahwa pada PT Nusantara Sakti Pangka lpinang, yaitu pada saat biaya promosi naik, volu me penjualan mengala mi penurunan.

Pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan tidak begitu besar atau tidak dominan yang artinya bahwa faktor lain seperti mutu, produk dan saluran distribusi lebih besar pengaruhnya terhadap volume penjualan jika d ibandingkan dengan biaya promosi pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.

Tabel 4.

Variabel Biaya Pro mosi (X2)

a. Dependent Variable: Volume Penjualan Sumber : Hasil olahan data dengan program SP SS

Dari tabel d iatas diperoleh persamaan regresi Y = 9144,503+0,531X2 Persamaan in i menje laskan bahwa apabila

biaya promosi (X2) men ingkat sebesar 1 satuan maka pengaruhnya atas volume penjualan motor honda akan men ingkat sebesar 0,531 satuan.

Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai thitung sebesar 8,297

sedangkan ttabel dengan derajat bebas 3 pada  (0.025) sebesar

3,18245. Dengan demikian thitung (8,297) > ttabel (3,18245),

sehingga jelas Ho ditola k dan H1 diterima atau dari hasil

perhitungan dan pengolahan data diperoleh nila i signifikan sebesar 0,025. Dengan demikian keputusannya jelas Ho ditolak dan H1 diterima . Berdasarkan hasil secara parsial biaya

promosi me mpunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang.

Hasil penelit ian didukung dengan teori dari Djaslim Saladin (2003:3) yang menyatakan bahwa jika biaya promosi naik maka volu me penjualan pun akan naik atau dengan kata lain biaya pro mosi berbanding lurus dengan volume penjualan.

Menurur Arif Isnaini (2006:44) kegiatan pro mosi diharapkan dapat berperan secara berarti dala m meningkatkan volume penjua lan dan mark et share. Sedangkan teori dari Krysler Kaleb Adoe (2007:372), menyatakan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan biaya promosi misalnya dapat dipakai untuk mengukur seberapa efekt if a lat-a lat ini da la m menghasilkan volume penjua lan produk oleh perusahaan ke pasar-pasar target. Peningkatan volume penjualan yang ma ksima l dengan mengefe ktifkan a lat-alat pro mosi.

Hasil dari penelitian ini juga sama dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh N. Dane, IPG. Sukaat madja, IW. Budiasa (2013) menyatakan bahwa biaya promosi berpengaruh signifikan Volu me Pen jualan. Ha l tersebut juga sama dengan penelitian Bertha Re ka (2014) menyatakan bahwa biaya pro mosi me mpunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjua lan.

Menurut Fakhrurazi (2010) dala m penelit iannya jug a berpendapat sama bahwa analisa kegiatan promosi menggunakan perhitungan koefisien korelasi, dimana promosi sebagai variable X sedangkan penjualan sebagai variable Y me mpunyai pengaruh yang sangat kuat dan positif.

V. PENUTUP 1. Kesimpulan

Penelit ian ini bertu juan untuk mengetahui pengaruh harga produk dan biaya promosi terhadap volume penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangka lpinang.Dari rumusan masalah penelitian yang diajukan, maka berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dilaku kan dapat ditarik beberapa kesimpulan dari penelit ian ini, sebagai berikut :

a) Berdasarkan hasil analisis, Dipero leh angka koefisien determinasi sebesar 98,2%, dala m hal in i bera rti 98,2% dari volu me penjualan hanya bisa dije laskan oleh variabel harga produk dan variabel biaya promosi sedangkan sisanya sebesar 1,8% dije laskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti da la m penelitian ini.

b) Harga Produk berpengaruh secara parsial terhadap volume penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalpinang dengan pengaruh positif. Nila i koefisien regresi positif sebesar 0,635 d imana thitung > ttabel (15,119 >

3,18245) yang berarti Ho ditola k dan H1 diterima .

c) Biaya Pro mosi secara parsial terhadap volume penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangka lpinang dengan pengaruh positif. Nila i koefisien regresi positif sebesar 0,531 dimana thitung > ttabel (8,297 >3,18245) yang

berarti Ho ditola k dan H1 dite rima.

Coe fficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 9144,503 1182,849 7,731 ,016 Biaya Promosi ,531 ,064 1,078 8,297 ,001

(9)

d) Dengan demikian hasil penelitian ini me mbu ktikan ada pengaruh langsung harga produk dan biaya promosi terhadap volume penjualan motor honda pada PT Nusantara Sakti Pangkalp inang.

2. Saran

Be rdasarkan kesimpulan d iatas ma ka dapat diberikan saran-saran yang sebagai berikut :

a) Disarankan kepada perusahaan agar perlunya perusahaan me mperhatikan keb ija kan ma rk eting mix khususnya masalah harga produk yang ditetapkan perusahaan, agar tidak terlalu t inggi karena dari hasil analisis yang terlihat bahwa apabila harga dinaikkan akan berpengaruh pada menurunnya penjualan.

b) Disarankan agar, untuk meningkat kan volume penjualan, perusahaan perlu men ingkatkan anggaran promosi secara signifikan dan penggunaan media yang paling tepat.

DAFTAR PUSTA KA

1] Alma, Buchari, 2005, Manaje men Pemasaran dan Pemasaran Jasa, Ed isi Revisi, Alfa beta, Jaka rta. 2] Angipora, P.M. 2002. Dasar-Dasar Pemasaran. Edisi I,

Cetakan I. Ja karta : PT Ra ja Grafindo Persada.

3] Arikunto,. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

4] Basu Swastha, dan Irawan. 2000. Manajemen Pemasaran Moder (Ed isi II, Get. VHI). Yogyakarta: Liberty.

5] Djaslim,Sa ladin dan Yevis Marty Oesman. 2005, Intisari Pemasaran & Unsur-unsur Pemasaran, CV. Linda Karya. Bandung.

6] Flippo, Edwin B., Personel Management, AIih Bahasa: Moh. Masud, Penerbit Erlangga, Jaka rta, 2005.

7] Go za li Ima m, 2009, Ek onometrika, Teori Konsep dan Aplik asi dengan SPSS 17, Penerbit : Universitas Diponegoro, Se marang

8] Gregorius, Chandra, 2002, Strategi dan Program Pemasaran, edisi perta ma, cetakan pertama , Penerbit : Andi Yogyakarta

9] Handoko, T. Hani, Dasar-dasar Manajemen Produk si dan Operasi, Penerbit BPFE UGM, Yogyakarta, 2004. 10] Kalebadoe, Krysler. 2007. Analisa Pengaruh Biaya

Promosi Penjualan Terhadap Volume Penjualan Produk Tenun Ik at Pada Sentra Tenun Ik at Na Ndao Kupang, Mitra, 3 371- 379.

11] Kotler, Philip & Kevin Ke ller, Manajemen Pemasaran Jilid 1, indeks : 2007 Kot ler, Philip & Kevin Ke ller, Manajemen Pe masaran Jilid 2, indeks : 2007 Kotle r, P dan Armstrong, Dasar-dasar Pemasaran, Penerbit PT. Index, Kelo mpok Gra media , Ja karta, 2006.

12] Kotler, Philip & Ga ry Armstrong, 2008, Prinsip-prinsip Pemasaran, Jaka rta : Erlangga.

13] Mulyadi. 2001. Sistem Ak untansi Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga. Ja karta : Sa le mba Empat.

14] Molan, Benyamin. 2005, Manajemen Pe masaran: Ed isi Milen iu m, Jilid 2, Ja karta, Penerbit PT. Prenhallindo. 15] Radiosunu, 2001, Manajemen Pemasaran (Suatu

Pendek atan Analisis), edisi kedua, cetakan kelima , Penerbit : BPFE, Yogyakarta.

16] Rangkuti Freddy, 2009, Strategi Promosi Yang Kreatif, edisi pertama, cetakan pertama, Penerb it : Gra med ia Pustaka Uta ma, Jaka rta.

17] Ridwan dan Akdom, 2007, Rumus dan Data Dalam Analisis Statistik , cetakan kedua, Penerbit : Alfabeta, Bandung.

18] Sardjana, Aninda dan Chris Sudirjo, Dasar-dasar Manajemen, Penerbit LPPE FE UNKRIS, Ja karta, 2004. 19] Sutarto, Dasar-dasar Organisasi, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Swastha,Basu, dan Irawan. 2005.

20] Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, k ualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

21] Swastha, Basu, 2008, Manajemen Pe masaran, Analisa Perilak u Konsumen, edisi pertama, cetakan kee mpat, Penerbit : BPFE, Yogyakarta.

22] Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra, 2005, Service, Quality dan Satisfaction, edisi pertama, cetakan kedua, Penerbit : A NDI, Yogyakar

ta

Referensi

Dokumen terkait

1) Pada nilai latency, prototipe mendapatkan nilai tinggi dibandingkan dengan pembandingnya, pada semua paket data. 2) Pada pengujian throughput protokol TCP,

Stakeholder internal terdiri dari semua lembaga di dalam sekolah (seperti yayasan, program studi, dan unit kegiatan siswa) dan para aktor yang berada di dalamnya (seperti

Monyet jantan dewasa didominasi oleh aktivitas mendapatkan dengan cara merebut dari wisatawan atau pengelola (22,84%), monyet jantan remaja didominasi oleh aktivitas mendapatkan

Dalam pendekatan masalah, metode yang digunakan untuk mencapai desain akhir dari proyek “Redesain Kawasan Pasar Pancur Batu” antara lain : - Survey : Dilakukan pengamatan

Pada identifikasi umum dijumpai 128 potongan tulang belulang manusia yang tidak lengkap, setelah dibedakan berdasarkan penilaian persamaan atau perbedaan dari bentuk

Program pencegahan gangguan pendengaran/ Hearing loss prevention program (HLPP) merupakan suatu program yang diterapkan di lingkungan tempat kerja untuk mencegah

Subjek dalam penelitian ini adalah pasangan orangtua dan anak remaja usia awal (12-15 tahun) yang telah atau sedang menjalin romantical relationship dengan lawan jenisnya.

Penerapan SEFT dapatdilakukan di berbagaibidang, salahsatunya di sekolah.Metode SEFT juga dapat digunakan pada pengendalian emosi, misalnya pada siswa yang mengalami gangguan emosi