Madura Pesantren dan Penulis Perempuan O
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Pandangan pesantren tentang peran perempuan juga sejalan dengan pandangan keluarga yang menempatkan peran sentral perempuan sebagai ibu, penyiap generasi masa depan dan sekaligus
mengkonsolidasikan jangkauan penga- ruh. Dengan demikian kyai atau nyai adalah tokoh sentral, karena mendapat legitimasi keagamaan, sehingga para anggota
Pesantren memainkan peran sebagai respon dari dinamika sosial, politik, budaya dan ekonomi global sehingga mereka (pesantren) menjadi pemain dengan multi talenta
Kendatipun misalnya si perempuan menemukan hal-hal yang kurang menyenangkan dari si calon suami yang tidak sesuai dengan kriteria sosok suami dambaannya dan tidak bisa
Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Orang yang kaya bukanah yang memiliki banyak harta [68] , akan.
Tokoh utama novel yaitu Annisa tidak ingin dijodohkan dengan Samsudin, tetapi ia terpaksa menuruti kehendak orang tuanya yang ingin menjodohkannya dengan lelaki pilihan orang
Dengan demikian, perubahan tersebut semakin memperjelas peran dan fungsi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pemahaman keagamaan, tetapi juga,
Faktanya tidak ditemukandari pesantren model salaf, modern dan kolaborasi antara salaf dan modern yang mempersilahkan seorang perempuan untuk memimpin pesantren