Pengolahan Sinyal Elektronik
(PENDAHULUAN)
A. Abdurrochman
Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
DSP dan keuntungannya (1)
• Sinyal adalah segala sesuatu yang membawa
atau berisi informasi yang dapat disampaikan,
ditampilkan atau di”manipulasi”.
• DSP menyangkut sinyal digital dan pemakaian
pengolah digital untuk menganalisa,
memodi-fikasi atau mengambil informasi sinyal.
DSP dan keuntungannya (2)
• Alasan-alasan khusus pengolahan sinyal
digital:
– Menghilangkan gangguan atau noise
– Memperoleh spektrum data
– Merubah bentuk sinyal
• DSP dipakai menggantikan ASP dalam
mengolah sinyal analog, atau pada pemakaian
dimana ASP terlalu sulit atau tidak mungkin
DSP dan keuntungannya (3)
• Keuntungan DSP
– Jaminan akurasi, bergantung dari jumlah bit.
– Reproduktivitas sempurna, tanpa variasi karena
toleransi komponen.
– Kinerja tidak dipengaruhi suhu dan umur.
– Keuntungan dari bahan semikonduktor:
• Realibilitas tinggi, ukuran kecil, murah, hemat daya dan
kecepatan tinggi.
– Fleksibel, tanpa modifikasi hardware.
DSP dan keuntungannya (4)
• Kekurangan (1993):
– Kecepatan dan mahal, berkaitan dengan lebar
bandwidth (resolusi) dan proses yang lambat.
– Waktu perancangan, perlu waktu lama bila tidak
memiliki tools yang tepat dan lengkap.
– Panjang word berhingga, menurunkan kinerja
sistem.
DSP dan keuntungannya (5)
• Bidang aplikasi:
– Pengolahan citra: pattern recognition, robotic
vision, image enhancement.
– Instrumentasi/kendali: spectrum analysis, noise
reduction, data compression.
– Speech/audio: speech recognition, speech
synthesis, digital audio, audio compression.
– Biomedical: EEG brain mapping, ECG analysis, CT
scan, fMRI.
Operasi-operasi Kunci DSP (1)
• Semua algoritma DSP membutuhkan
operasi-operasi dasar yang sama:
– Konvolusi
– Korelasi
– Penapisan/filter (digital)
– Transformasi (diskrit)
– Modulasi
• Operasi aritmatika sederhana: perkalian,
Operasi-operasi Kunci DSP (2)
• Konvolusi
–
Deret x(n) sepanjang N
1, deret h(n) sepanjang N
2.
– Konvolusi keduanya:
n= 0, 1, …, (M-1)
M=N
1+N
2-1
– Sudah ada divais DSP untuk operasi konvolusi
∑
∑
∞ − = ∞ − ∞ =−
=
−
=
⊗
=
0)
(
)
(
)
(
)
(
)
(
)
(
)
(
)
(
k kk
n
x
k
h
n
y
k
n
x
k
h
n
x
n
h
n
y
Operasi-operasi Kunci DSP (3)
– Contoh:
)
(
)
(
)
(
n
h
n
x
n
y
=
⊗
Operasi-operasi Kunci DSP (4)
– Arti penting konvolusi lebih terlihat dalam domain
frekuensi.
– Konvolusi dalam domain waktu sama dengan
sumasi/penjumlahan perkalian dalam domain
frekuensi.
Operasi-operasi Kunci DSP (5)
• Korelasi
– Korelasi-silang (cross-correlation) merupakan
ukuran keserupaan atau sifat bersama dua sinyal.
• Untuk dua deret, x(k) dan y(k), sepanjang N, dengan
mean nol, perkiraan korelasi silangnya:
Operasi-operasi Kunci DSP (6)
– Aplikasi korelasi silang:
• Cross-spectral analysis
• Signal detection/recovery
• Pembandingan pola
Operasi-operasi Kunci DSP (7)
– Korelasi auto (auto-correlation) melibatkan satu
sinyal dan menampilkan informasi struktur sinyal
atau sifat-sifatnya dalam domain waktu, terutama
perioditivitas tersembunyi.
• Untuk x(k) sepanjang N, dg mean nol, perkiraan
auto-korelasi-nya:
Operasi-operasi Kunci DSP (9)
• Penapisan/filter (digital)
– Penapisan: konvolusi sinyal, x(n-k), dan respon
impuls filter dalam domain waktu, h(k).
– Digital filter, definisi:
dimana, h(k) ≡ koefisien filter; x(n) ≡
masukkan; y(n)
≡
keluaran.
– Nilai h(k) bersifat unik bergantung karakteristiknya
– Tujuan penapisan: menghilangkan/mengurangi
noise dari sinyal.
∑
− = − = 1 0 ) ( ). ( ) ( N k k n x k h n yOperasi-operasi Kunci DSP (10)
– Blok diagram tapis digital:
Operasi-operasi Kunci DSP (11)
• Transformasi (diskrit)
– Mengubah domain sinyal dari waktu -> frekuensi.
– Spektrum signal: hasil dekomposisi terhadap
komponen frekuensi menggunakan transformasi
diskrit. -> menentukan bandwidth transmisi.
– Algoritma DSP lebih efesien dalam domain f.
– Yang paling banyak dipakai: DFT
Operasi-operasi Kunci DSP (13)
• Modulasi
– Sinyal digital dimodulasi sesuai karakteristik
frekuensinya untuk ditransmisikan dan/atau
disimpan untuk mengurangi distorsi, efesiensi
pemakaian bandwidth, atau untuk memastikan
sinyal memiliki sifat-sifat yg diinginkan.
– Proses modulasi memerlukan:
• Sinyal frekuensi tinggi (gelombang carrier)
• Sinyal yang dimodulasi
Operasi-operasi Kunci DSP (14)
– Metoda modulasi digital pada saluran bandpass:
• Amplitude shift keying (ASK)
• Phase shift keying (PSK)
• Frequency shift keying (FSK)
– Metoda modulasi digital pada jaringan digital:
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (1)
• Sistem DSP waktu nyata
– Input filter: bandlimit masukan analog untuk
mengurangi aliasing.
– ADC: merubah sinyal analog menjadi digital.
– DAC: merubah sinyal digital menjadi analog.
– Output filter: menghaluskan dan menghilangkan
komponen frekuensi tinggi.
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (2)
• Proses konversi ADC
– Langkah-langkah: Sampling, Quantisasi, Encoding.
– 3 tipe sinyal:
• analog, kontinyu (waktu dan amplitudo).
• sampling, kontinyu (amplitudo) tapi pada waktu
diskrit .
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (3)
– Sampling
• Akuisisi sinyal kontinyu pd interval waktu diskrit.
• Sinyal analog ditampilkan hanya pd waktu diskrit, dg
nilai yg sama dg sinyal analog aslinya pd waktu diskrit.
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (4)
• Teorema sampling
– Jika frekuensi tertinggi sinyal fmax, maka frekuensi sampling:
F
s≥ 2f
max– Fs < 2fmax menyebabkan aliasing: tertutupnya sinyal asli, bermasalah jika dikembalikan (recovery) ke analog.
– Terkadang, sinyal memiliki informasi penting di luar Fs.
– Mis: frekuensi max PSTN 3,4 kHz; frekuensi sinyal suara dapat mencapai 10 kHz; solusi: filter masukan anti-aliasing.
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (5)
• Aliasing dan spektrum sinyal sampling
– Misalnya, sebuah sinyal disampling pada interval T (Fs= 1/T); ternyata memiliki komponen sinyal yang sama dengan Fs; akan terjadi kesalahan sampling pada komponen frekuensi rendah -> aliasing.
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (6)
– Perkalian:
x’(t) = x(t).p(t) – Konvolusi:
X’(f) = X(f) ⊗ P(f) – Perkalian dalam domain
waktu ≡ konvolusi dalam
domain frekuensi.
– Spektrum sampling ≡
spektum awal, tapi berulang sesuai Fs.
(Bandingkan (b) dgn (d)) – Fs dijadikan sebagai
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (7)
– Jika Fs kurang tinggi, spektrum akan berlipat atau aliasing ke pita frekuensi dasarnya.
– Akibatnya, informasi di dalam sinyal tidak dapat dibedakan dari “bayangan”-nya pada daerah yang berlipat.
– Overlap atau aliasing terjadi pada titik FN (sekitar ½ Fs): frekuensi lipat, frekuensi Nyquist.
– Aliasing selalu ada karena noise dan energi sinyal lain di luar pita frekuensi, solusi: menentukan level aliasing yang dapat diterima kemudian merancang filter anti-aliasing dan memilih Fs yang sesuai.
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (8)
• Tapis anti-aliasing
– Membatasi lebar sinyal dan/atau
– Menaikkan frekuensi sampling: memperlebar beda sinyal dan spektrum image.
– Idealnya: menghilangkan semua komponen frekuensi di atas frekuensi lipat/Nyquist.
– Respon practical tidak ideal -> Fs dijadikan frekuensi Nyquist: sinyal dg frek > Fs dilemahkan ke -Amin.
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (9)
– Resolusi ADC dalam tapis anti-aliasing:
– Tapis anti-aliasing analog -> distrosi fasa, fasa ≠ frekuensi, komponen sinyal tergeser/tertunda.
– Trend: Penggunaan frekuensi sampling yang lebih tinggi.
» Tapis-tapis anti-aliasing yg simpel ≡ anti distorsi fasa dan lebih murah (dalam sistem multikanal)
» Meningkatkan SNR (ditambah DSP).
(
1,5 2)
dB log 20 1 min = × + n AOverview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (9)
• Contoh 1:
Akan dihitung Fs(min) agar aliasing error <2% untuk masukkan sinyal analog. – Respon amplitudo tapis ini adalah:
untuk fc =1/2πRC = 2kHz. – Pada 2 kHz -> Xb = 0,7071 – Error < 2% . Error = 0,01414 – Hitung Fa -> Fs – Fs(min) > Fc + Fa > (2 + 141,4) kHz > 143,4 kHz 2 1 2 ) ( 1 1 ) ( + = c f f f H 2 1 2 ) 2 ( 1 1 01414 , 0 + < a f
Overview Pengolah Sinyal Waktu Nyata (9)
• Contoh 2:
– Sebuah sistem DSP waktu nyata pada 0 – 4 kHz, akan dicari:
• Pelemahan minimum, Amin, Frekuensi sampling minimum, Fs(min). • Aliasing pada 4 kHz.
– Pelemahan minimum: = 80 dB
– Dipilih frek. lipat f=½Fs – Butterworth LPF orde 3:
Amin=20 log[1+(f/fc)6] ½
-> f>86,2 kHz -> Fs>172,4 kHz – Aliasing level pada 4 kHz:
(
1)
min=
20
log
1
,
5
×
2
+ nA
(
)
6 2 1 6 10 33 , 9 ) ( 1 1 ) ( = × − + − = c c s f f F f HOverview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(10)
• Akurasi dan pembatasan bandwidth
– Hasil sampling memiliki lebar pita tertentu: indikasi sinyal diukur pada interval waktu tertentu -> aperture time.
– Celah waktu membatasi akurasi dan fmax sinyal yang dapat di-digitalisasi -> sinyal mungkin berubah ketika sampling.
– Dimisalkan: tegangan masukan hanya dapat diubah selama waktu celah paling tinggi ½ LSB.
– Jika: input gelombang sinus dan τ ≡ celah waktu -> fmax yang dapat diditalisasi menggunakan ADC n bit:
τ
π
1 max2
1
+=
nf
Overview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(11)
• Contoh 3:
– Akan dihitung fmax sinyal sinus yang dapat didigitali-sasi sebuah DSP waktu nyata, ADC 12bit tanpa sample&hold dan waktu konversi 35 µs, sehingga diperoleh akurasi ½LSB.
– Pada titik t=0:
– Untuk akurasi ½LSB -> ∆v=α/2, di mana α=(Vfs/2n). -> ∆v/τ = π.f.Vfs
– Subtitusikan sampai diperoleh:
– Untuk n=12 dan τ= 35 µs diperoleh fmax= 1,11 Hz.
– ADC yang hanya mengkonversikansinyal dengan fmax= 1,11 Hz jelas kecil sekali manfaatnya. Karena itu sebelum ADC biasa ditambahkan sample&hold, mis: τ=25 ns dan waktu konversi 2 µs ->
Fs=((35+2+0,025)x10-6)-1 = 27 kHz -> 2f max ≤ Fs -> fmax = 13,5 kHz
(
V)
ω ω t π f V( )
Vs τ v dt t dv fs fs t Λ = = = − =0 2 cos . . 1 | ) (τ
π
1 max 2 1 + = n fOverview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(12)
– Kuantisasi dan encoding
• Sebelum diubah menjadi digital sinyal
sampling dikuantisasi oleh 2
n,dan
muncul error yang tidak dpt hilang.
•
Mis: ADC 12bit,V
i=
±
10V -> LSB= 4,883
mV; error kuantisasi= ½LSB = 2,45
mV.
• Besar langkah kuantisasi:
q=V
fs/(2
n-1)
≈
V
fs
/2
n• Jika sinyalnya sinus dg amplitudo A:
q=2A/2
n• Error kuantisasi (e) diasumsikan acak
dan terdistribusi secara uniform
Overview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(13)
• Daya noise kuantisasi/varian:
• Daya rata-rata sinus = A
2/2, Signal to Quantization
Noise power Ratio (harga max secara teori):
• Sampling digital , x(n), dikodifikasi dalam bentuk yang
sesuai untuk manipulasi lanjut.
• Bentuk umum dlm DSP: fixed, floating dan block point.
• Sampling, kuantisasi dan encoding secara simultan,
menggunakan ADC tanpa sample&hold.
∫
−=
2 2 2 2).
(
.
q q ee
P
e
de
σ
= 1∫
−q 22 2. q e de q 12 2 q = dB 76 , 1 02 , 6 2 2 3 log 10 12 2 log 10 Kuantisasi Noise Daya rata -rata Sinyal Daya 2 2 2 + = × = = = n q A SQNR nOverview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(14)
• Jangkah dinamik dan celah waktu dalam proses ADC:
– Jangkah dinamik: rasio level max dan min sinyal yang dapat ditangangi oleh ADC, biasa dinyatakan dalam desibel:
D = 20 log 2n.
– Jangkah dinamik: rasio daya max dan min sinyal audio yang dapat dibedakan dari daya noise.
– Celah waktu: waktu konversi ADC atau waktu yang diperlukan untuk “holding”.
Overview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(15)
• Contoh 4:
– Jika jangkah dinamik ADC Contoh 1 lebih besar dari 70 dB
dan akurasi digitalisasinya ½LSB, akan dicari bit minimum
dan celah waktu maksimum yang diperbolehkan untuk
frekuensi max sinyal 20 kHz.
– Menggunakan persamaan D = 20 log 2
ndiperoleh n =
11,62
≈
12 bit.
– Menggunakan persamaan
diperoleh
τ
= 1,94 ns
– Kecilnya celah waktu berarti diperlukan sample&hold
sebelum ADC.
τ π 1 max 2 1 + = n fOverview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(16)
• Proses konversi DAC
– Keluaran setiap masukan DAC di-hold selama T oleh
Register: penyangga input DAC -> output tetap
sampai masukkan selanjutnya.
Overview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(17)
– DAC model hold orde nol:
• Input/output -> sinyal wideband berisi spektrum sinyal
dan image tak hingga dari spektrum aslinya.
• Amplitudo spektrum sinyal output dikalikan dengan
fungsi sin (x)/x -> berlaku seperti LPF frekuensi image.
Overview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(18)
• sin (x)/x menimbulkan aksi hold (genggam) DAC dan,
dlm recovery sinyal, memunculkan distrosi amplitudo.
• Error rata-ratanya = (1 – sin (x)/x) x 100%
• Pada hold orde nol: fungsi sin x/x turun ke sekitar 4 dB
pada F
s/2 dengan error rata-rata sekitar 36,4%. Error
celah dihilangkan dengan penyeimbangan -> pd
prakteknya digunakan filter digital dg bentuk respon
frekuensi x/sin x.
• Digital processor dapat dipakai untuk mengisi atau
interpolasi antar titik sample sehingga diperoleh sinyal
analog yang lebih halus dan hasil yang lebih baik
Overview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(19)
– Penapisan anti-imaging
Karena: komponen frekuensi tinggi/image
berada di tengah komponen frekuensi asli.
• Pengaruh: bergantung dari aplikasi, mis,
– CD player: kualitas sinyal audio menurun karena
intermodulasi frekuensi image dengan komponen frekuensi dasar.
Overview Pengolah Sinyal Waktu
Nyata(20)
• Contoh 5:
– Sebuah DAC memiliki tapis
anti-imaging seperti tapis Butterworth utk input analog dari DC s.d. 20 kHz dan rate DAC 176,4 kHz.