Pengertian & Macam - Macam Daun Kemudi Kapal

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Permesinan bantu atau pemesinan geladak merupakan sistem permesinan yang berhubungan dengan operasional kapal yang tidak ada hubungannya dengan sistem penggerak utama kapal. Sistem permesinan geladak yang dimaksud adalah perancangan kemudi,Seering Gear,peralatan tambat, tali-temali, peralatan bongkar muat, peralatan keselamatan, dan lain-lain.

1. Steering Gear (Mesin Kemudi)

Komponen-komponen steering gear:

a. Daun Kemudi (Rudder), dengan gaya–gaya yang bekerja dipergunakan untuk merubah arah gerakan kapal.

b. Mesin steering, yang menggerakkan rudder untuk manouvering.

c. Tiller atau Kwadrant, perlengkapan yang menghubungkan poros daun kemudi dengan steering gear.

d. Kontrol steering gear, menghubungkan mesin steering ke pusat kontrol kapal yang berada dianjungan atau di ruang steering gear.

Klasifikasi Daun Kemudi:

a. Berdasarkan Letak daun terhadap poros. -Kemudi Balance

Yaitu Luas daun kemudi yang terbagi dua bagian yang sama di bagian depan dan belakang sumbu putar kemudi.

-Kemudi Semi Balance

Yaitu pada bagian atas daun kemudi biasa sedangkan bagian bawah merupakan kemudi balansir dan bagian atas dan bawah merupakan satu bagian.

-Kemudi Biasa (Unbalance)

Yaitu suatu luas kemudi atau daun kemudi yang terletak di belakang sumbu putar kemudi b. Berdasarkan Solpies ( sepatu tinggi ) / letak terhadap sepatu.

-Kemudi meletak. -Kemudi menggantung

-Kemudi setengah menggantung c. Berdasarkan Konstruksi kemudi

-Kemudi Pelat ( satu lapis pelat ) -Kemudi berongga

-Kemudi Spesial / khusus.

(2)

Jenis Mesin Kemudi:

a.

Mesin kemudi tenaga uap

Mesin kemudi dengan tenaga uap umumnya dipakai pada kapal-kapal dengan instalasi tenaga uap, dengan memanfatkan pemakaian panas dari gas buang pada mesin-mesin pembakaran dalam dari pembuangan ketel-ketel, pembakaran dengan bahan bakar cair, dan instalasi self-container ketel-ketel bantu, termasuk juga untuk menggerakkan pesawat kemudi.

Dasar prinsip kerja mesin kemudi tenaga uap adalah peralatan katub dan pemutaran balik. Sifat dapat diputar balik dan poros mesin kemudi sanggaup dihidupkan dari beberapa posisi, yang bisa dicapai dengan menggunakan dua silinder mesin tanpa pengembangan uap dan dengan pena poros engkol dikonstruksi pada kedudukan 900. Sesuai dengan teori mesin uap, jika katub-katub tidak mampu dan eksentrik pada kedudukan 900terhadap pena engkol, putaran balik dapat dilaksanakan dengan mengubah aliran masuknya uap ke dalam silinder dari luar ke dalam atau sebaliknya. Pengaturan kecepatan, menghidupkan dan menghentikan poros dari mesin kemudi uap, dapat dilakukan secara mekanik, hidraulik, maupun transmisi teledinamik listrik.

b.

Mesin kemudi tenaga listrik dan listrik hidrolik.

Kapal-kapal motor umumnya menggunakan mesin kemudi dengan tenaga listrik atau listrik hidraulik. Keuntungan menggunakan mesin kemudi dengan penggerak listrik, jika dibandingkan dengan mesin kemudi tenaga uap, adalah: Instalasinya lebih sederhana, dapat lebih dipercaya dalam hal penyambungannya dengan station kontrol (sistem kabel listriksebagai pengganti telemotor), lebih sensitif dalam mengontrol pengemudian, bisa digunakan setiap saat tanpa memerlukan alat-alat operasi yang lain. Sedangkan kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat penggunaan mesin kemudi listrik adalah: biaya yang mahal, cara kerja dan penyetelannya lebih rumit.

Penempatan Mesin Kemudi:

Pemilihan tempat yang sesuai untuk mesin kemudi didasarkan pada tenaga dan komponen steering gear yang digunakan.

Pada kapal-kapal transport, mesin kemudi ditempatkan pada:

 Dibelakang sekat kedap ruang mesin, pada ketinggian yang sama dengan geladak utama.

 Di dalam ruang celaga pada bagian belakang kapal, langsung berdekatan dengan poros kemudi bagian atas.

 Dekat dengan station kontrol utama di kapal, salah satunya adalah di dalam ruang kemudi atau langsung dibawahnya.

(3)

2.

Jangkar

Jangkar adalah suatu alat yang digunakan untuk menahan kapal dari pengaruh gaya gaya dari luar,pada saat berlabuh.

Jenis – jenis jangkar:

 Menurut bentuknya secara garis besar dapat dibagi menjadi dua golongan: a) Yang lengannya tak bergerak tetapi dilengkapi dengan tongkat(stock). b) Yang lengannya bergerak tetapi tidak dilengkapi dengan tongkat (stockless).

 Menurut Fungsinya: a) Jangkar Haluan

Jangkar utama yang digunakan untuk menahan kapal di dasar laut dan selalu siap terpasang pada lambung kiri kanan haluan kapal, jangkar haluan ini beratnya sama. Jangkar haluan cadangan merupakan sebuah jangkar yang selalu siap sebagai pengganti apabila salah satu hilang, jangkar haluan cadangan ini ditempatkan di bagian muka dekat haluan, agar selalu siap bilamana diperlukan.

b) Jangkar Arus

Jangkar ini ukurannya lebih kecil kira-kira 1/3 berat jangkar haluan. Tempatnya dibagian buritan kapal digunakan seperti halnya jangkar haluan yaitu menahan buritan kapal, supaya tidak berputar terbawa arus. Pada kapal-kapal penumpang yang berukuran besar, kadang-kadang jangkar ini ditempatkan di geladak orlop (geladak pendek yang terletak di bawah geladak menerus) apabila dernikian halnya maka jangkar tersebut dinamakan jangkar buritan dan beratnya sama dengan jangkar haluan. Oleh karena itu bila ada jangkar buritan, maka tidak perlu ada jangkar haluan cadangan

c) Jangkar Cermat

Jangkar ini ukurannya lebih kecil, beratnya 1/6 kali jangkar haluan. Gunanya untuk memindahkan jangkar haluan apabila kapal kandas (diangkat dengan sekoci).

(4)

a. Rantai jangkar (anchor chain)

Rantai yang digunakan dalam penggunaan jangkar, harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, baik ukuran, maupun kekuatannya. Rantai jangkar terdiri dari potongan-potongan antara segel (shackle) dengan segel lainnya, yang setiap potongan mempunyai panjang masing-masing 15 fathoms. Panjang 15 fathoms bisa berbeda-beda, berdasarkan klasifikasinya. Lloyd’s register mengisaratkan bahwa 15 fathoms sama dengan 27,45 m, sedangkan oleh Germanischer Lloyd merumuskan bahwa 15 fathoms sama dengan 25 m. Rantai jangkar yang besar umumnya mempunyai jumlah panjang antara 240 ~ 330 fathoms (400 m ~ 550 m). Maksimum panjang total rantai jangkar adalah 330 fathoms atau 604 m. Pada setiap tengah mata rantai jangkar diberidamkecuali mata rantai yang berada pada ujung-ujung setiap panjang 15 fathoms setiap kiri dan kanan dari segel. Fungsidamadalah untuk menjaga agar setiap rantai tidak berputar.

b. Tabung jangkar (hawse pipe)

Tabung jangkar adalah pipa jangkar yang menghubungkan rumah jangkar ke geladak. Persyaratan atau ketentuan dari tabung jangkar yang harus dipenuhi, adalah sebagai berikut :

-Dalam pengangkatan jangkar dari laut tidak boleh membentur bagian depan kapal pada waktu kapal dalam keadaan trim.

-Tiang jangkar harus masuk ke lubang rantai jangkar meskipun letak telapak jangkar tidak teratur.

-Lengan atau telapak jangkar harus merapat betul pada dinding kapal. -Jangkar harus dapat turun dengan beratnya sendiri tanpa rintangan apapun. -Dalam pelayaran, jangkar tidak diperbolehkan menggantung di air.

-Panjang pipa rantai harus cukup untuk masuknya tiang jangkar.

-Lengkungan lubang pipa rantai di geladak dibuat sedemikian rupa sehingga mempermudah keluar masuknya rantai jangkar hingga gesekan yang terjadi bisa diminimalkan. Lubang di lambung kapal tidak diperbolehkan membuat sudut yang terlalu tajam.

-Kapal yang mempunyai tween deck, pusat dari pipa rantai harus diatur sedemikian rupa peletakannya sehingga pipa rantai tersebut tidak memotong geladak bagian bawah. Diameter tabung jangkar tergantung dari diameter rantai jangkar, akan tetapi diameter bagian bawahnya dibuat lebih besar 3 ~ 4 cm.

c. Bak penyimpan jangkar (chain locker)

Pada kapal-kapal pengangkut modern, chain locker diletakkan di depan collision bulkhead dan diatas fore peak tank, hal ini bertujuan agar payload kapal tidak berkurang. d. Tabung rantai (chain pipe)

Konstruksi tabung rantai sama dengan konstruksi dari tabung jangkar yang terbuat dari plat baja. Pada bagian ujung bawah tabung rantai yang menghadap bak rantai, dilengkapi setengah besi bulat.

(5)

3.

Mesin Penarik Jangkar (Windlass)

Guna melakukan penambatan, sebuah kapal harus mempunyai peralatan yang mendukungnya, salah atunya adalah mesin penarik jangkar. Berdasarkan tenaga penggeraknya, mesin derek jangkar, dibagi menjadi:

 Mesin jangkar bertenaga uap.

 Mesin jangkar bertenaga listrik.  Mesin jangkar tangan (manual).

Penggunaan mesin jangkar ini didasarkan kepada berat kapal, kapal yang sedang atau besar umumnya menggunakan mesin jangkar bertenaga uap atau listrik, sedangkan mesin jangkar secara manual digunakan pada kapal yang berukuran kecil.

GambarWindlass beserta penamanya Tipe Windlass :

a. Horizontal windlass

Horizontal windlass adalah type windlass yang mempunyai poros (poros dari wildcat, gearbox utama, dan gypsy head) yang horizontal dengan deck kapal. Windlass horizontal digerakan oleh motor hidrolis dan motor listrik ataupun oleh mesin uap. Windlass jenis ini lebih murah dalam pemasangannya tapi dibutuhkan perawatan yang lebih sulit karena permesinannya yang berada diatas deck dan terkena langsung dengan udara luar dan gelombang.

b. Vertikal windlass

Vertikal windlass adalah type windlass yang mempunyai sumbu poros dari wildcat yang arahnya vertikal terhadap deck kapal. Biasanya motor penggerak dilengkapi gigi, rem dan permesinan lain yang letaknya dibawah deck cuaca dan hanya wildcat dan alat control saja yang berada diatas deck cuaca. Hal itu memberikan keuntungan, yaitu terlindunginya

(6)

defleksion dan menyerdehanakan instalasi dan pelurusan dari windlass. Untuk menggulung tali tambat (warping), sebuah capstan disambungkan pada poros utama diatas windlass. Windlass vertikal mempunyai fleksibilitas yang tinggi dalam menarik jangkar dan pengaturan mooring.

4. Perlengkapan tambat

a. Bollard

Merupakan salah satu perlengkapan tambat yang berfungsi sebagai tempat mengaitkan tali – tali tambat maupun mengulungnya. Desainbollarduntuk kapal ini berdasarkan beban putus maksimal dari tali tambat. Spesifikasi desainbollarddapat dilihat padaPractical Ship Building hal 189dan yang dipilih adalah tipe vertical bollard. Bollardditempatkan pada main deckbagian buritan, tiap daerah bulwark yang memiliki freeing port, dan daerah forecastle deck.

b. Fairlead

Merupakan salah satu perlengkapan tambat yang berfungsi sebagai pengarah tali tambat dari ke kapal saat kapal sedang dalam proses bersandar ke pelabuhan. Dasar pemilihan fairlead adalah berdasarkan diameter dari bollard yang telah direncanakan sebagai parameter minimum perencanaan rodafairlead.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :