Gas Tester

153 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)

APAKAH GAS DETECTOR?

Gas Detector: alat yang digunakan untuk

mendeteksi (mengetahui) keberadaan gas-gas di

udara dan mengukur konsentrasi/kadar gas-gas

di udara.

• Contoh gas-gas atau uap di udara yang diukur :

hidrokarbon, karbon monoksida (CO), karbon

dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), oksigen

(O2)

(3)

Dalam training Gas tester ini diharapkan para peserta

training nantinya dapat mengetahui masing-masing gas yang beracun yang umum dijumpai, gas-gas yang mudah

terbakar, cara pengetesan gas yang aman serta dapat menggunakan gas detektor dengan baik.

INGAT !!!

HASIL PENGUKURAN GAS YANG SALAH

DAPAT MEMBAHAYAKAN NYAWA ORANG

LAIN ATAUPUN PENGUKUR GAS ITU

SENDIRI

(4)
(5)

PENGENALAN GAS TESTING

Dalam menunjang aktivitas sehari-hari, terutama kita yang bekerja di dunia perminyaan maka sangat umum menjumpai keberadaan gas-gas disekitar kita.sesuai dengan sifat dan karateristik dari pada masing-masing gas. Maka keberadaan gas-gas ini dapat berdampak membahayakan kita baik

karena sifat racunnya maupun karena sifat mudah terbakarnya.

Proses untuk mengenali keberadaan gas-gas tersebut sangat penting sebagai upaya kita untuk terhindar dari dampat-dampak tersebut. Pada masa lampau untuk mengenali keberadaan gas berbahaya ini biasanya

menggunakan cara yang sangat sederhana. Misalnya sebelum orang masuk sumur mereka memasukkan ayam

(6)

Jika ayam tersebut mati atau mengalami kelainan maka mereka mengamsumsikan bahwa ada gas beracun yang menyebabkan ayam tersebut mati. Cara tradisional ini tentu sangat membantu mereka daripada tidak ada pengetesan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemasukan.

Sudah sering sekali kita mendengar adanya kasus

kecelakaan kerja baik di industri perminyaan ataupun industri lainnya karena gas beracun, kekurangan oksigen ataupun dampak adanya gas-gas yang mudah terbakar.

Kecelakaan kerja ini sebetulnya dapat kita hindari jika kita mengenali keberadaan gas-gas tersebut sebelumnya serta mengetahui masing-masing dampak dari gas-gas tersebut

(7)

Untuk mengetahui kehadiran gas-gas beracun dan gas

mudah terbakar saat ini banyak sekali alat-alat pendeteksai yang beredar di pasar. Alat-alat pendeteksi tersebut akan berfungsi dengan maksimal jika dioperasikan oleh operator yang memang qualified didalam mengoperasikan alat-alat tersebut. Disamping itu operator tersebut juga harus

mengetahui batas aman dan tidakaman untuk

masing-masing gas, serta bagaimana cara mengukur yang aman untuk operator itu sendiri.

(8)

APAKAH GAS TESTING ITU?

Gas testing yang dimaksud dalam training ini adalah

pengukuran kandungan dan konsentrasi gas baik itu gas beracun maupun gas-gas yang mudah terbakar dengan menggunakan peralatan-peralatan gas detector lengkap dengan assesorisnya jika diperlukan.

Dalam pengukuran ini kita harus memastikan bahwa gas detector yang kita gunakan adalah benar-benar berfungsi dengan baik,

(9)

MENGAPA GAS TESTING PERLU

DILAKUKAN ?

Sebelum dilakukan pengetesan gas maka kita tidak akan mengetahui kandungan gas dan konsentrasi dari gas

tersebut. Jika tidak diidentifikasi terlebih dahulu khususnya pada saat kita akan melakukan pekerjaan-pekerjaan

tertentu,maka keberadaan gas ini bisa sangat

membahayakan, bahkan bisa menimbulkan kematian ataupun kebakaran

Hasil-hasil pengukuran ini harus didokumentasikan sebagai bahan untuk melakukan analisa selanjutnya sehingga kita bisa menentukan tindakan2 yang akan kita ambil

(10)

SIAPAKAH YANG MELAKUKAN GAS

TESTING

INI ?

Hasil pengukuran yang salah bisa

berakibat sangat fatal. Untuk

menghindari terjadinya kesalahan

pengukuran maka gas testing ini hanya

boleh dilakukan oleh personel yang

(11)

Personel yang melakukan

pengukuran ini harus mengetahui bahwa gas detector yang

digunakan dapat berfungsi dengan baik,dapat melakukan teknik-teknik pengukuran dengan benar

sehingga hasil pengukuran sesuai dengan kondisi dilapangan. Dan yang paling penting petugas yang melakukan pengukuran ini adalah

authorized person yang

ditugaskan oleh perusahaan tempat dimana kita bekerja.

Biasanya petugas yang melakukan pengetesan ini adalah mereka yang sudah mendapatkan sertifikat authorized gas tester

(12)

KAPAN GAS TESTING DILAKUKAN?

u Membuka manhole

u Memasuki ruang tertutup( Confined space)

u Selama Orang bekerja di dalam ruang terbatas

u Sebelum melakukan dan selama pengelasan berlangsung u Jika terjadi kebocoran

u Kegiatan-Kegiatan lain yang diduga mengandung bahaya

(13)

PERSYARATAN SEORANG

GAS TESTER

Mengetahui gas-gas berbahaya dan beracun (O2,CO,H2S, Methane / LEL )

Mengetahui sifat-sifat gas

Mengetahui nilai ambang batas. - PEL/TWA, - STEL

Mengetahui peralatan untuk mendeteksi dengan baik Harus bisa melakukan pengukuran dengan benar. Rish assesment ( menilai bahaya )

(14)

ISTILAH-ISTILAH YANG UMUM DIGUNAKAN

DALAM GASTESTER

PPM: Part per milion

suatu satuan pengukuran yang umum untuk gas-gas beracun.

berarti satu bagian dari kemungkinan satu juta bagian

PEL : Permessible exposure limit.

Ukuran gas dalam ppm yang dapat diterima seseorang bekerja selama 8 jam

sehari/ 40jam seminggu sepanjang hidupnya tanpa efek kesehatan jangka pan- jang. Batas ini ditentukan oleh OSHA

TWA: Time wighted average.

rata-rata jumlah gas dalam ppm yang dapat diterima seorang pekerja selama

suatu periode waktu tertent.waktu ini ditentukan sebagai 8 jam untuk mewakili jam kerja normal. TWA adalah istilah yang dibuat oleh ACGIH.

STEL: Short Term Exposure limit.

rata-rata jumlah gas dalam ppm yang dapat diterima seorang pekerja dalam

waktu 15 menit tanpa suatu efek kesehatan jangka panjang. Hal ini dapat ter jadi 4 kali suatu pergantian dengan satu jam diantara 15 menit kontaminasi

STEL adalah suatu istilah yang dibuat oleh ACGIH IDLH: Immadiately Dangerous to Life and Helt

Konsentrasi gas maksimum dalam ppm, dimana seorang pekerja nasih dapat

(15)
(16)

Pernafasan.

• Sebelum mengenali gas-gas beracun,kita perlu memahami tentang system pernafasan.

- System pernafasan

• System Pernafasan ialah ; Proses dimana Oxygen masuk,dan karbon dioksida keluardari tubuh kita.

Udara yang dihirup melalui hidung masuk ke Paru-Paru, yang selanjutnya menstransfer oksigen ke darah,dan karbon dioksida dari darah, terjadi dalam kantong kecil udara yang kecil dan berdinding tipis yang di sebut alveoly.yang di kelilingi dengan pembuluh darah yang sangat kecil dan berdinding tipis

yang disebut dengan pembuluh darah kapiler.

• Dalam kondisi normal kita bernafas 12 – 20 kali per menit ( orang dewasa ) 15 – 30 kali per menit ( anak-anak ) 25 – 50 kali per menit ( bayi ).

(17)
(18)

Fungsi udara bagi tubuh

• Fungsi udara bagi tubuh:

Tubuh kita membutuhkan Oksigen secara terus menerus untuk bertahan hidup

dan megeluarkan karbon dioksida secara terus menerus dari udara sekeliling.

Oksigen di supplay ke sel sel agar sel sel dapat berfungsi dan bahkan untuk tetap hidup ,pada waktu yang bersamaan, karbon dioksida dan produk produk buangan lainnya perlu di keluarkan.

Bila saluran oksigen ke tubuh kita terputus maka sel sel otak akan mati dalam kira kira 5 menit.

(19)

Komposisi udara

• Udara yang ditarik ke dalam paru-paru dari atmosfir terdiri dari sejumlah gas dalam perkiraan proporsi dalam volume sebagai berikut. 21% 0,03% 78 % 0,96% Oxygen Carbon dioxide Nitrogen Noble gases 17% 4% 78 % 0,96%

Kalau kita lihat dari angka –angka diatas tubuh kita hanya membyerap oksigen 4% dan sisanya di hembuskan Lagi. Agar tubuh kita dapat berfungsi dengan baik udara yang kita hirup harus mengandung minimal 19,5% oksigen Dan tidak ada gas beracun.

(20)

GAS-GAS BERBAHAYA & BERACUN

• Dalam lingkungan kerja kita ataupun dalam kehidupan sehari-hari gas beracun ini sangat sering kita temukan. Pengertian berbahaya dan beracun sendiri dapat

didefinisikan sebagai suatu gas/substance yang mana bila gas-gas tersebut terhirup,terserap ataupun kontak dengan kulit akan menyebabkan gangguan ataupun kerusakan organ bahkan bahaya kematian

• Gas – gas berbahaya dan beracun yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:

u H2S

u Co u SO2

(21)

Gas Hydrogen Sulfida ( H2S )

DEFINISI GAS H2S

Gas hydrogen sulfida ( H2S ) adalah suatu gas

beracun yang terbentuk oleh 2 unsur atom

hydrogen dan 1 unsur atom sulfur. Gas ini

berdasarkan pembentukannya dapat terbentuk

secara alamiah ataupun dapat dihasilkan

sebagai suatu hasil reaksi di laboratoriom.

(22)

Gas Hydrogen Sulfida ( H2S )

PROSES TERJADINYA GAS H2S

Secara alamiah gas ini terbentuk sebagai hasil dari suatu proses pembusukan/penguraian material 2 organik oleh bakteri anaerob. Berdasarkan proses pembentukannya maka gas H2S bisa terbentuk bersamaan dengan pembentukan minyak dan gas sehingga bisa ditemukan di kegiatan industri minyak & gas. Disamping itu H2S juga bisa ditemukan di tambang2 bawah tanah, penumpukan2 sampah ataupun pada pembuangan limbah industri

(23)

SIFAT-SIFAT FISIK DAN KARASTERISTIK

GAS H2S

- H2S merupakan jenis gas yang sangat beracun

- Berat jenis gas H2S lebih berat dari udara sehingga akan cenderung di tempat / daerah yag rendah. Berat jenis gas H2S sekitar 20% lebih berat dari udara dengan perbandingan berat jenis H2S : 1,2 atm sedang berat jenis udara : 1 atm.

- Tidak berwarna tetapi mempunyai bau yang sangat khas seperti telur busuk pada konsentrasi rendah.

- Dapat terbakar dan meledak pada konsentrasi LEL 4,3% ( 43000 PPM ) sampai UEL 46% ( 460000 ppm) dengan nyala api berwrna biru pada temperatur 500”F ( 260”C )

- H2S dapat larut (bercampur)dengan air ( daya larut dalam air 437ml/100ml air pada 0”; 186ml/100ml air pada 40”C )

(24)

EFEK H2S TERHADAP KESEHATAN

PPM GEJALA-GEJAL DAN EFEK KESEHATAN

0,13 Bau minimal yang masih terasa 4,6 Mudah didetksi, bau yang sedang

10 Permulaan iritasi mata, Permissible Exposure Level 8 jam ( OSHA, ACGIH )

27,00 Bau yang tidak enak , kuat, tapi tidak dapat di tolerir

100 Batuk, iritasi mata, kehilangan rasa penciuman setelah 2 sampai 5 menit.

200 - 300 Ditandai dengan Konjunktivitis ( pembengkakan mata ) dan iritasi sestem pernafasan setelah satu jam kontaminasi

500 pingsan secara cepat

700 - 1000 Kehilangan kesadaran, cessasi ( berhenti atau berhenti sejenak ) sitem respirasi, dan kematian

1000 - 2000

Ketidak sadaran seketika, dengan cessasi awal pernafasan dan kematian dalam beberapa menit. Kematian dapat terjadi meskipun

(25)

Menurut ACGIH ( American Conference Of Govermental Industrial Hyginests ) :

- Nilai ambang batas TLV-TWA ( Treshold Limit Value – Time Weighted Average

) H2S adalah 10 ppm, yang didefinisikan sebagai konsentrasi rata-rata yang diperkenankan untuk paparan selama 8 jam sehari atau 40jam seminggu. Pekerja dapat terpapar secara berul;ang tanpa menimbulkan gangguan kesehatan pada konsentrasi 10 ppm.

- Nilai ambang batas yang merekomendasikan bahwa pwkerja tidak boleh terpapar H2S untuk jangka waktu maksimal 15 menit adalah bila paparan

melebihi 15 ppm atau yang disebut dengan TLV-STEL ( Treshold Limit Value – Short Tern Exposure Limit )

- Efek fisik gas H2S pada tingkat rendah dapat menyebabkan terjadinya gejala-gejala sebagai berikut:

u Sakit kepala atau pusing u Badan terasa lesu

u Rasa kering pada hidung,tenggorokan dan dada u Hilangnya nafsu makan

u Batuk - batuk u Kulit terasa perih

(26)

PROSES DAN KRONOLOGI TERJADINYA KASUS KERACUNAN GAS H2S

Pada kondisi normal, seseorang bernafas dengan menghirup udara yang terkandung oksigen sebagai salah satu bagian udara bebas , selain nitrogen dan unsur2 lainnya. Oksigen sangat dibutuhkan manusiauntuk proses oksidasi didalam

tubuh. Oksigen yang masuk kedalaam paru2 akan dibawa oleh darah keseluruh tubuh termasuk otak.

Jika seseorang menhirup udara yaang telah mengandung gas

H2S maka komposisi oksigen yang masuk kedalam tubuh akan berkurang.sehingga kinerja otakpun akan terganggu, tingkat

konsentrasi gas H2s di otak yang semakin tinggi akan

mengakibatkan lumpuhnya saraf pada indera penciyman dan hilangnya fungsi kontrol otak pada paru2.

(27)

SULFUR DIOKSIDA

Sulfur Dioksida ( SO2 ) umumnya dihasilkan ketika material yang mengandung sulfur seperti gas H2S, bahan bakar fosil seperti batubara terbakar. Sulfur Dioksida merup[akan gas yang tidak berwarna . Berbau menyengat dan sangat mencekik pernafasan. Sulfur Dioksida merupakan gas yang mempunyai tingkat racun sangat tinggi yang mana akan meracuni korbannya melalui pernafasan.

SO2 jika bercampur dengan air akan membentuk H2SO4.karena sebab inilah maka jika sulfur dapat menimbulkan efek terbakar pada tenggorokan jika terhirup. Konsentrasi tinggi dari sulfur dioksida ini dapat menyebabkan kematiandalam waktu yang cepat.

Lembar data Sulfur Dioksie ( SO2)

Bahaya : Terbakar, tidak meledak Klasifikasi kesehatan : Sangat beracun

Exposure limit: (OSHA) PEL / TWA : 2 ppm (ACGIH) STEL : 10 ppm (OSHA) IDLH : 100 ppm

(28)

EFEK SULFUR DIOKSIDA

PPM GEJALA-GEJALA DAN EFEK KESEHATAN

0,3 – 1 Sulfur Dioksida awalnya diketahui dari rasa 2 Permissible exposure level (OSHA, ACGIH ) 3 Bau menjadi mudah diketahui

6 – 12 Iritasi pada hidung dan tenggorokan 20 Iritasi pada mata

50 – 100 Kontaminasi maksimum untuk periode waktu 30 menit

(29)

KARBON MONOKSIDA (CO)

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna. Manusia tidak dapat merasakannya. karbon monoksida adalah produk ikutan dari pembakaran dan akan muncul secara

alami dalam situasi dimana terjadi kebakaran

Karbon monoksida adalah gas yang sangat beracun yang disebut suatu pembuat sesak nafas, yang berarti gas ini menurunkan kemampuan transportasi oksigen dalam darah. Gas ini bereaksi dengan hemoglobin dalam darah dan membentuk karbohemoglobin yang mencegah hemoglobin membawa oksigen. Dosis karbin monoksida ppmrendah dapat menyebabkan sakit kepala dan pusing. Bila korban dibawa keudara segar tidak ada kerusakan permanen yang terjadi. Dosei tinggi bisa berakibat fatal.

Lembar data Karbon Monoksida: CO

Bahaya : Terbakar, akan meledak: LEL 12,5% Klasifikasi kesehatan : Sangat beracun

Exposure limit: (OSHA) PEL / TWA : 50 ppm (ACGIH) STEL : 400 ppm (OSHA) IDLH : 1200 ppm

(30)

TINGKAT CO DALAM PPM

PPM KONDISI YANG DIAKIBATKAN / EFEK PADA MANUSIA

50 Tingkat kontaminasi yang diijinkan untuk 8 jam

200 Dapat terjadi sakit kepala ringan dibagian depan dalam 2 sampai 3 jam

400 Sakit kepala bagian depan dan mual setelah 1 sampai 2 jam . 800 Sakit kepala , pening,dan mual dalam 45 minit.pingsan dan bisa

terjadi kematian dalam 2 jam.

1600 Sakit kepala , pening,dan mual dalam 20 minit.pingsan dan bisa terjadi kematian dalam 1 jam.

3200 Sakit kepala , pening,dan mual dalam 5 sampai 10 minit. Ketidaksadaran dan bahaya kematian dalam 30 menit

6400 Sakit kepala dan dalam 1 sampai 2 menit. Ketidak sadaran dan bahay kematian dalam 10 sampai 15 menit.

(31)

KARBON DIOKSIDA (CO2)

Meskipun dalam bernafas kita menghembuskan karbon dioksida dan bahwa gas ini berada di atmosfir sekitar 400 ppm, tingkat aman maksimumnya adalah 5000 ppm (0,5% dari volume). Gas ini adalah produk dari pembakaran yang sempurna, dan ditemukan pada pembuatan bir dan proses fermentasi lainnya. CO2 dengan metana adalah komponen utama gas pencerna dalam pengurukan tanah dan pemorosesan sampah. CO2 digunakan untuk mengkarbonasi bir,

Beberapa resiko ditempat yang sesak dan ventilasinya buruk, dan atmosfir yang kurang oksigen akan menyertai masalah ini.

Lembar data Karbon Monoksida: CO

Bahaya : Gas yang tidak mudah terbakar Klasifikasi kesehatan : pembuat sesak nafas

Exposure limit: (OSHA) PEL / TWA : 5.000 ppm (ACGIH) STEL : 30.000 ppm (OSHA) IDLH : 40.000 ppm

(32)

EFEK TINGKAT CO2 DALAM PPM

PPM KONDISI YANG DIAKIBATKAN / EFEK PADA MANUSIA

3000 - 5000 konsentrasi rendah karena respirasi yang meningkat dan sakit kepala.

8000 - 12000

Konsentrasi menyebabkan sakit kepala,mual dan muntah yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran bila dibawa ke udara bebas atau diberikan oksigen

> 15.000 Konsentrasi tinggi menyebabkan kekurangan sirkulasi yang cepat dan mengakibatkan koma dan kematian

(33)

AMONIAK (NH4)

Amoniak digunakan secara luas di industri sehingga dapat ditemukan pada berbagai

lingkungan industri umum. Gas ini tidak berwarna dengan bau yang tajam menyesakkan. Sifat amoniak adalah dapat terbakar meskipun sangat sulit untuk menyala. Bila terkena panas,

suatu solusi amoniak akan deterkomposisi menjadi gas dan oksida nitrogen ( NOx),Amoniak ini pembuat iritasi bila konsentrasinya meningkat.

Lembar data Amoniak: NH4

Bahaya : Sulit terbakar, LEL 15% Klasifikasi kesehatan : sangat beracun

Exposure limit: (OSHA) PEL / TWA : 25 ppm (ACGIH) STEL :35 ppm (OSHA) IDLH : 500 ppm

(34)

EFEK –EFEK DARI BERBAGAI

TINGKAT NH4

PPM KONDISI YANG DIAKIBATKAN / EFEK PADA MANUSIA

0 - 25 Iritasi minor pada mata dan saluran pernafasan

25 Permissible Exposure level (OSHA)

50 - 100 Mual & muntah - muntah, Iritation of the throat.

100 - 500 Iritasi semakin intense, kematian dapat terjadi karena kontak yang lama

(35)

NITROGEN DIOKSIDE

Nitrogen Dioksida adalah: gas berwarna coklat kekuning-kuningan dengan sifat bau yang tajam, tak enak. Nitrogen dioksida larut dalam zat ini bereaksi ke asam nitrat normal.

NO2 dapat ditemukan di industri- industri dimana pembakaran minyak disel terjadi. Komponen yang paling beracun pada emisi disel adalah nitrogen dioksida.

Kontaminasi nitrogen dioksida dosis rendah dapat menyebabkan iritasi mata dan tenggorokkan, sakit kepala,mual,dan kehilangan tenaga secara bertahap. NO2 dosis tingi dapat menyebabkan edema paru ( air dalam paru-paru ).

Lembar data Nitrogen dioksida : NO2

Bahaya : Terbakar, tidak akan meledak Klasifikasi kesehatan : sangat beracun

Exposure limit: (OSHA) PEL / TWA : 3 ppm (ACGIH) STEL :5 ppm (OSHA) IDLH : 50 ppm

(36)

GAS KHLORIN (CI2)

Khlorin adalah gas berwarna kuning kehijau-hijauan dengan karakter bau yang tajam. Meskipun tidak di klasifikasikan

sebagai gas eksplosif klholrin akan bereaksi secara ekplosif atau berubah menjadi suatu senyawa eksplosif bila

diombinasikan dengan zat seperti acetilin, amoniak, hydrogen dan gas bahan bakar.

Khlorin sangat beracun , racun akan masuk melalui paru – paru dan menghalangi sistem pernafasan . Gas khlorin dosis tinggi dapat mengakibatkan kematian dengan cepat.

(37)

GAS KHLORIN (CI2)

Lembar data gas khlorin : CI2

Bahaya : Tidak akan meledak Klasifikasi kesehatan : sangat beracun

Exposure limit: (OSHA) PEL / TWA : 0,5 ppm (ACGIH) STEL :1ppm (OSHA) IDLH : 30 ppm

Industri : Kolam renang umum,

(38)

GAS KHLORIN (CI2)

TINGKATAN DALAM PPM

KONDISI YANG DIAKIBATKAN / EFEK-EFEK PADA MANUSIA

O,5 Tingkatan Kontaminasi uang diperboleghkan ( OSHA,ACGIH )

3 Iritasi pada membran mukosa, mata dan sistem pernafasan

3,5 menimbulkan bau yang mudah dikenali

15 Menyebabkan iritasi tenggorokan dengan cepat 30 Kontaminasi maksimum selama periode 30 menit

100 - 150 Sakit, sesak dada, dan kematian yang disebabkan kontaminasi yang berkelanjutan

(39)

• Nitrogen adalah: gas Aspyxiant yang sangat

membahayakan pada konsentrasi tinggi.karena

mengusir oksigen yang ada pada udara.

• Pada kondisi normal udara yang kita hirup

mengandung N2 78%.

• Ketika konsentrasi N2 meningkat bertambah

maka konsentrasi oksigen akan berkurang.

Sehingga oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh

Manusia tidak mencukupi yang mengakibatkan

Otak kekurangan oksigen , pingsan bahkan

kematian

(40)

NITROGEN DIOKSIDA

Nitrogen Dioksida adalah: gas berwrna coklat kekuningan

dengan sifat bau yang tajam, tak enak. Nitrogen dioksida larut dalam saat zat ini bereaksi ke asam nitrat normal. NO2 dapat ditemukan pada industri-industri dimana pembakaran minyak diesel terjadi. Komponen yang paling beracun pada emisi disel adalah Nitrogen dioksida

Kontaminasi nitrogen dioksida dosis rendah dapat

menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan,sakit kepala, mual, dan kehilangan tenaga secara bertahap. NO2 dosis tinggi

dapat menyebabkan edema paru ( air dalam paru-paru ) dan kematian.

(41)

EFEK DARI BERBAGAI

TINGKAT NO2

TINGKATAN DALAM

PPM EFEK-EFEK PADA TUBUH MANUSIA

0.2-1 Bau tajam tak enak yang dapat dirasakan

1 Permesible Exposure Level (OSHA, ACGIH ). 5-10 Iritasi hidung dan tenggorokan.

20 Iritasi pada mata

50 Kontaminasi maksimum untuk suatu periode waku 30 menit

100-200 Rasa sesak di dada,bronchitis akut, dan kematian akibat kontaminasi berkelanjutan

(42)

GAS-GAS MUDAH TERBAKAR ( COMBUSTIBLE GAS )

Pengertian dari Flammable atau Combustible gas

adalah; suatu gas yang mana mempunyai flash point

yang cukup rendah dan mempunyai range explosive

yang cukup luas untuk membuat potensi terbakar.

Sedangkan flammable sendiri mempunyai pengertian

sifat mudah terbakar dari suatu subtance

Kalau kita membahas mengenai combustible gas

maka akan sangat erat kaitannya dengan istilah-istilah

Lower Explosive Limit ( LEL ) dan Uper Explosive

(43)

REAKSI TERJADINYA API

Potensi bahaya adanya kebakaran atau ledakan

selalu ada ketika ada akumulasi gas-gas yang mudah

terbakar ( Flammable gas ).

Area seperti sewer ( genangan air) gas-gas terbentuk

secara alamiah dari raw sawage seperti gas methane

dan gas H2S.

Gas-gas ini jika terjebak dalam suatu tempat yang

terbatas maka akan sulit untuk terurai di udara bebas

maka bahaya akumulasi flmmable gas ini akan selalu

ada.

(44)
(45)

Dalam Proses yang lain seperti ruagan tertutup, gas-gas ini kemungkinan

terakumulasi untuk jangka waktu yang lama dan kemungkinan tidak terdeteksi sampai pengetesan gas delakukan.

Untuk dapat terbakar dan terjadinya ledakan, campuran flamable gas ini memerlukan

reaksi dengan oksigen dengan kadar yang cukup dan terpapar dengan sumber-sumber percikan api.

Hal ini tidak boleh terjadi didalam “Safe

Working Practices” atau bekerja dengan

cara-cara yang aman.

Untuk itu agar bahaya ini bisa terkontrol, digunakan surat ijin kerja ( permit to work)

(46)

Gas Hydrokarbon

Minyak mentah dan gas alam terbentuk dari sisa-sisa

binatang ataupun tumbuhan dan mengandung ribuan

komposisi kimia yang berbeda. Material yang paling

banyak adalah mengandung campuran dari Hydrogen

(H) atau Carbon (C) dan ini dikenal dengan nama

(47)

Mendeteksi gas-gas hydrokarbon

Campuran dari flamable gas ataupun uap yang mudah terbakar dengan udara atau oksigen hanya akan terbakar jika flamable gas tersebut dalam konsentrasi tertentu dan adanya kehadiran sumber-sumber percikan.

Syarat untuk terjadinya api atupun ledakan dari gas-gas yang mudah terbakar adalah adanya konsentrasi yang melebihi konsentrasi minimum dari gas-gas tersebut

Jika konsentrasi dari gas tersebut terlalu rendah maka gas-gas tersebut akan larut dalam udara dan molekul-molekulnya akan terpisah oleh jarak yang cukup renggang sehingga tidak akan menimbullkan ledakan.

Untuk flamable gas yang memerlukan udara untuk terjadinya proses pembakaran, kemudian selanjutnya kita definisikan sebagai “Explosive

(48)

Lower Explosive limit (LEL) /

Lower Flammable Limit (LFL)

• Batas konsentrasi minimum dari combustible gas yang bercampur dengan udara dimana suatu gas akan

meledak. Konsentrasi ini dinyatakan dalam % Volume (%V). Sedangkan instrument pengukur combustible gas umumnya mempunyai satuan sebagai faktor prosentasi dari point LEL (%LEL)

• Jika Konsentrasi gas-gas tersebut masih

dibawah L.E.L maka gas tersebut terlalu

miskin untuk terjadinya ledakan melalui

(49)

Upper Explosive limit (UEL) /

Upper Flammable Limit (UFL)

• konsentrasi maksimum dari combustible gas

yang bercampur dengan udara dimana suatu gas

akan meledak

• Konsentrasi diatas U.E.L adalah terlalu

kaya/jenuh dan tidak cukup oksigen

untuk terjadi pembakaran/ledakan

(50)

1 % 10 % High Explosion Limit Lower Explosion Limit % o f Crude O il V a po r) % of O2 in the Air Lack of O2 10 % 21 %2

FLAMMABLE

RANGE

Too Rich Too Lean

Crude Oil 1% - 10% Benzene 1.45% - 8% Gasoline 1.4% - 7.7% Toluene 1.2% - 7% Kerosene 1.6% - 6% Acetylene 2.5% - 80% Butane 1.6% - 8.5% Acetone 2.1% - 13% Propane 2.3% - 9.5% Methane

(51)

Oksigen (O2)

Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan

oksigen yang berada diudara bebas dengan

kadar oksigen sekitar 20,9%. Untuk tetap bisa

bernafas dengan normal maka oksigen yang

diperlukan oleh manusia adalah 19.5 – 23.5%

JHika diluar amabng tersebut maka oksigen ini

(52)

• Disebut dengan kekurangan oksigen jika

kandungan oksigen diudara bebas kurang dari

19,5%

• Penyebab:

- Konsumsi oksigen

- Oksidasi

-Adanya bakteri

- Displacement ( Penggantian) N2,CO2,dll

Kekurangan oksigen

(Oxygen Deficiency)

(53)

• Disebut dengan kaya oksigen jika kandungan

oksigen diudara bebaslebih dari 23%

• Bisa menimbulkan bahay api

• Material akan terbakar lebih cepat

• Penyebab

- Kebocoran Valve

- Kebocoran Cylinders

Pengayaan oksigen

(Oxygen Enrichment)

(54)

% per Volume

KONDISI YANG DIAKIBATKAN / EFEK PADA MANUSIA

23 Tingkat aman maximum

21 Konsentrasi normal di udara 19,5 Tingkat aman minimum

17 Mulai kesulitan untuk memutuskan 16 Tanda pertama anaksia muncul

16-12 Pernafasan dan denyut nadi meningkat

14-10 Ketidaksadaran berlanjut, emosi meningkat,kelelahan abnormal pada tiap upaya

6 - 10% Mual dan muntah-muntah, tidak mampu bergerak bebas dan kehilangan kesadaran mungkin terjadi

(55)

PENGENALAN GAS DETEKTOR DAN

PRINSIP KERJA SENSOR

(56)

PENGENALAN GAS DETEKTOR DAN

PRINSIP KERJA SENSOR

• Gas detector type portable atau yang dapat

dibawa-bawa mempunyai cara pemakaian yang berbeda-beda. Kegunaanya juga berbeda-beda tergantung dari designe dan spesifikasi teknisnya.

• Gas detector yang berukuran kecil biasanya dikenal nama hend held gas detector, umumnya digunakan

untuk mengetes adanya kebocoran,spot check,ataupun untuk monitor keberadaan gas-gas berbahaya dan

beracun disekitar kita. Umumnya gas detector ini sudah dilengkapi dengan audible dan visual alarm

(57)

• Gas detector yang berukuran lebih besar biasanya digunakan untuk memonitor gas beracun secara

temporer dimana suatu pekerjaan sedang berlangsung yang mana sangat potensial untuk terpapar dengan gas-gas tersebut. Misalnya saat ada pekerjaan welding di prodution area, loading/unloading fuel,atau pekerjan-pekerjaan yang memerlukan “certificate gas free”

• Setiap orang yang menggunakan gas detector harus sudah mendapatkan training sebelumnya dan dapat menggunakan gas detector tersebut dengan benar. • INGAT!!

• Gas detector adalah salah satu alat yang dikategorikan dalam “LIFE SAVING DEVICE” (alat penyelamat hidup)

(58)

Explosif Gas detector atau combustible gas detector umumnya

menggunakan sensor jenis catalytic. Campuran udara dan gas-gas yang mudah terbakar akan masuk secara disfusi kedalam chamber pembakaran. Meskipun prinsip kerjanya menggunaka sestem

pembakaran, tetapi alat ini tetap aman digunakan di area yang

mengandung gas mudah terbakar karena ada flame arestor untuk mencegah efek pembakaran ini kel;uar dari chamber pembakaran.

Satuan pembacaan yang umum dari flamable gas detector adalah %LEL. Meskipun ada juga gas detector yang mempunyai

pembacaan dalam ppm, misalnya untuk leak detector,serta satuan % vapour by volume(% V/V). Satuanm ini biasanya digunakan untuk sensor-sensor yang menggunakan teknologi infra merah.

(59)

• Catalytic diffusion sensor umumnya digunakan untuk mendeteksi

combustible gas dan vapors. Prinsip kerja sensor ini adalah berdasarkan adanya perubahan panas pada salah satu elemen pada rangkaian

jembatan Wheat stone yang disebabkan oleh adanya kontak dengan gas yang mudah terbakar. Semakin tinggi konsentrasi gas yang mudah

terbakar maka akan semakin panas temperature dari element tersebut perubahan panas ini oleh sirkuit akan di konversikan kedalam pembacaan konsentrasi gas-gas yang mudah terbakar. Umumnya satuannya adalah % LEL

Catalytic Diffusion Sensor

Metal Sinter Disk Detection Element Compensating Element

Wheatstone Bridge

Karena dalam sensor terjadi suatu proses pembakaran maka sensor ini harus dibuat untuk memenuhi standar “instrisically safe” sehingga tidak akan

(60)

Untuk cataliytic sensor, karena prinsipkerjanya

menggunakan katalist, maka lam kelamaan akan

berkurang kemampuan untuk mengadakan pembakaran. Untuk itu explosive meter harus dipastikan dari waktu

kewaktu dengan menggunakan gas kalibrasi.

Beberapa uap gas dikenal sebagai racun untuk katalis dalam sensor tersebut . Racun ini akan menyebabkan sensor kehilangan sensitivitas. Racun untuk katalist yang paling terkenal adalah silicone dan uap gas dari bahan bakar yang mengandung timbal.

(61)

• Sebelum menggunakan peralatan ini maka harus dipastikan

terlebih dahulu dengan gas standart untuk memastikan bahwa hasil pembacaanya adalah benar.

• Hal – hal yang harus diprthatikan dalam penggunaan flamable

detector:

- pada waktu menghidupkan gas detector ini maka harus berada pada tempat dengan udara yang bersih

- Pada saat melakukan pengukuran untuk gas-gas mudah terbakar ada kemungkinan terjadi layer-layer konsentrasi sehingga perlu dilakukan spot check untuk titik-titik yang mewakili

- Uap combustible gas yang mengandung air kemungkinan bisa menutup pori-pori di flame arrestor sehingga sensor tidak bisa membaca kehadiran gas-gas mudah terbakar.

- Combustible gas detector biasanya memang hanya untuk

mendeteksi uap gas mudah terbakar bukan untuk mendeteksi kehadiran dust/material combustable.

(62)

• Alat pengukur untuk gas-gas mudah terbakar yang

digunakan secara regular harus selalu diinspeksi dan dipastikan bahwa pembacaanya adalah akurat

• Jika alat-alat pendeteksi tersebut jatuh atau terkena

air,terbentur maka sebelum di gunakan kembali

harus dipastikan alat tersebut bisa membaca dengan benar.

• Jika menggunakan alat pendeteksi ini maka ada

kemungkinan kehadiran gas-gas beracun juga sehingga hal ini juga harus diperhatikan.

(63)

Sebagian besar alat pendeteksi gas beracun saat ini adalah menggunakan teknologi “electrochemichal sensor” / sensor electrokimia.

Komponen utama sensor ini terdiri dua buah electroda (katoda dan anoda). Kedua electroda ini terbungkus dalam suatu larutan kimia electrolit dan ditutup dengan suatu membran yang porous dimana gas bisa masuk. Pada saat gas kontak dengan larutan kimia maka akan terjadi reaksi kimia yang dapat menghasilkan arus listrik. Semakin tinggi konsentrasi gas yang masuk maka akan semakin tinggi pula arus listrik yang dihasilkan. Arus

listrik ini akan diubah menjadi bentuk signal dan

dikonversikan kedalam pembacaan ppm atau % volume.

(64)

Electrochemical Sensor

Membrane

Electrolyte Electrolyte

1. Gas to be Measured 2. Dust & Mist Filter 3. Diffusion Membrane 4. Measuring Electrode 5. Electrolyte

(65)

• Prinsip kerja sensor infra red berdasarkan bahwa

semua gas akan menyerap “light energy” /sinar infra red pada panjang gelombag yang spesifik

• Konsentrasi gas merupakan proporsi dari sejumlah energy cahaya yang diserap.

• Menggunakan lifter optik untuk absorption pada panjang gelombang yang spesifik

• Panjang gelombang dari sinar infra red yang diserap ini berbeda-beda untuk tiap gas

• Gas dengan konsentrasi yang lebih tinggi akan lebih banyak menyerap sinar infra red

(66)

Infrared Sensor

1.) IR Light Source 2.) Lens 3.) Cuvette / Chamber 4.) Mirror 5.) Lens 6.) Beam Splitter 7.) Light Filter 8.) Measure Detector 9.) Light Filter

(67)

Kelebihan Infrared sensor

- Dapat mendeteksi gas dalam kondisi lingkungan yang “inert” tidak ada oksigen (o% oksigen) atau kurang oksigen

- Tidak terpengaruh oleh silikon dan timbal - Respon sangat cepat

Kekurangan Infrared sensor

- Tidak dapat mendeteksi O2, N2, H2, Cl2

- Akan mempunyai interference yang cukup significance dengan uap air

(68)

• Bacalah buku manual sebelum menggunakan.

Sebelum kita mengoperasikan gas detector maka sangat penting untuk terlebih dahulu membaca buku manual dan spesifikasi teknis darialat tersebut. Sehingga kita mengetahui dengan pasti hal-hal yang harus kita lakukan sebelum kita mengoperasikan gas detector. Salah dalam

mengoperasikan gas detector dapat membahayakan keselamatan orang lain, bahkan bisa membabkan kematian.

Gas detector juga instrument yang harus dilakukan perawatan secara periodik

Aturan umum Pengoperasian

Gas Detector

(69)

• Melakukan Function test harian.

sebelum digunakan tiap hari maka direkomendasikan gas detector ini untuk dilakukan testing dengan cara menggunakan gas kalibrasi yang telah diketahui konsentrasinya. Pembacaan detector harus dalam

range 10% dari konsentrasi yang sebenarnya tertera dalam cylinder gas kalibrasi

• Gunakan Gas detector tersebut dengan benar

jangan menggunakan gas detector untuk mendeteksi selain combustible gas atau toxic gas yang berada dalam udara

• Hati-hati dengan bahan pengganggu bagi combustible

sensor

Sensor-sensor combustible gas yang menggunakan teknologi catalic diffusion sangat dipengaruhi oleh silikon,halogens bebas dan metalic okside. Jika gas-gas tersebut hadir diudara yang kita ukur, maka kita harus semakin sering melakukan kalibrasi

(70)

• Lakukan dengan cara yang aman

Setiap ada alaram atau indikasi didalam screen yang menandakan kehadiran gas beracun, kelebihan atau kekurangan oksigen

ataupun kehadiran gas-gas mudah terbakar,maka kita harus segera mengamankan diri terlebih dahulu sesuai dengan prosedur yang berlaku diperusahaan.

• Lakukan kalibrasi secara periodik.

- lakukan kalibrasi sesuai dengan kalibrasi schedule jika gas detector tidak menunjukkan adanya kondisi yang abnormal

- Lakukan kalibrasi jika dalam bump test pembacaan diluar range +/- 10% dari konsentrasi gas yang kita gunakan.

- jika pembacaan sensor diluar range dari kemampuan sensor untuk membaca (over range)

(71)
(72)

• Secara umum alat-alat pendeteksi gas-gas beracun maupun gas-gas berbahaya ini dapat dikelompokan menjadi tiga macam.

- Fixid Monitoring system - Poartable Gas detector - Personal detector

• Untuk keperluan gas tester yang digunakan adalah tipe portable gas detector dan personal gas detector. Tiap-tiap jenis peralatan tersebut mempunyai spesifikasi kegunaan yang khusus , serta kelebihan dan

kelemahannya masing-masing. Sebagai seorang

PERALATAN UNTUK GAS

TESTING

(73)

• Kemajuan teknologi dalam pembuatan peralatan gas testing khususnya gas detector sangatlah pesat.

Berbagai macam feature/menu sekarang ini banyak dimiliki oleh gas detector.misalnya menu penyimpanan data, featur untuk peringatan waktu kalibrasi dan

penyimpanan data-data kalibrasi serta featur featur lainnya. Untuk dapat memanfaatkan feature-feature tersebut maka sebelum menggunakan gas detector

harus kita pelajari terlebih dahulu secara detail. Tiap-tiap gas detector akan mempunyai spesifikasi dan cara

pengoperasian yang berbeda-beda sehingga sebelum kita menggunakan gas detector tersebut kita harus

mempelajari secara detail petunjuk penggunaan dari pabrik yang mengeluarkan. Pada waktu membeli gas detector biasanya vendor akan memberikan training bagaimana cara menggunakan gas detector tersebut.

(74)

• Fixed point monitoring system digunakan hanya sebagai sestem peringatan (warning) bahwa telah terjadi suatu pelepasan gas ditempat dimana sensor tersebut dipasang. Alat ini bukanlah alat ukur yang bisa dibawa kemana-mana sehingga tidak dapat

digunakan sebagai alat untuk gas testing.

• Alat ini bukan sebagai alat ukur tetapi sebagai early warning saja. • Secara umum terdiri dari tiga bagian yang merupakan satu kesatuan

yaitu:

- Monitor/controler - Sensor

- Alarm

FIXED POINT MONITORING

SYSTEM

(75)

FIXED SYSTEM

Alaram Monitor

(76)

• Portable Gas detector adalah alat untuk

mendeteksi kehadiran gas yang dapat

dibawa-bawa.bentuknya kecil biasanya ringan sehingga

mudah untuk digunakan dilapangan.

• Portable gas detector berdasarkan jumlah yang

dapat didteksi maka dapat dikelompokkan

menjadi:

- Singgle gas detector

- Multi gas detector

(77)

• Single gas detector merupakan suatu alat pendeteksi

kehadiran gas-gas baik itu gas beracun maupun gas-gas mudah terbakar dimana hanya dapat digunakan untuk mendeteksi satu jenis gas.

• Pada beberapa brand sensor dapat diganti-ganti sesuai dengan gas yang akan kita ukur

• Sensor-sensor yang umum adalah untuk gas-gas: - H2s, O2, CO, LEL dll

(78)
(79)

• Multi gas detector merupakan suatu peralatan pendeteksi gas yang dapat membaca beberapa jenis gas dalam waktu yang bersamaan. Satu alat ini dapat mendeteksi 1-6 jenis gas yang berbeda-beda tyergantung dari sensor yang digunakan.

• Sensor yang umum terdapat dalam alat ini yang dipasang secara bersamaan biasanya H2S, CO, O2, dan LEL. Kombinasi sensor ini sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan khususnya untuk

pendeteksian dalam ruang tertutup.

• Untuk brand-brand dan type tertentu sudah terdapat aspirated pump (pompa hisap) sehingga dapat digunakan untuk mengambil sampel dari tempat-tempat yang jauh dengan menggunakan bantuan tubing atau sampale hose.

(80)
(81)

Contoh Combustible Gas Detector

• Salah satu contoh

Combustible gas

detector ini hanya

bisa digunakan

untuk mendetecsi

kehadiran gas-gas

mudah terbakar

(82)

Personal Gas Detector

• Personal gas detector atau biasanya juga dikenal

dengan nama hand held pump detector adalah suatu alat untuk mengetahui konsentrasi gas yang kita ukur dimana cara kerjanya adalah berdasarkan reaksi

reagent kimia yang terdapat dalam analyzer tube dengan gas yang kita ukur.cara kerja alat ini tidak

menggunakan listrik tetapi dengan menggunakan pompa yang kita gerakan. Alat ini hanya akan bekerja pada

waktu kita operasikan dan tidak bisa mendeteksi

kehadiran gas-gas secara otomatis seperti halnya gas detector. Karena spesifikasi inilah maka alat ini tidak dikelempokkan sebagai alat pendeteksi tetapi sebagai alat untuk mengukur jimlah konsentrasi gas disekitar

(83)

Contoh hand Held Sampling Pump

(84)

Prosedur Penggunaan Personal

Gas detector

• Pastikan tube yang akan kita gunakan sesuai denagn gas yang akan jita ukur

• Pastikan tube dalamrange skala untuk gas yang akan kita ukur. • Pastikan tube belum expire

• Patahkan kedua ujung tube

• Letakan ujung tube kedalam inlet pump dan pastikan tanda panah mengarah ke pump sesuai dengan arah aliran udara yang masuk. • Arahkan ujung tube ketempat yang akan diukur konsentrasinya. • Lakukan pengukuran dengan pump stroke sesuai dengan yang

diinstruksikan

• Tunggu sesuai dengan waktu yang diinstruksikan untuk mengambil sample.

• Pembacaan berdasarkan perubahan warna yang tertera dalam skala.

(85)

Multi Gas Detector

• Multi gas detector merupakan suatu peralatan

pendeteksi gas yang dapat membaca beberapa jenis gas dalam waktu yang bersmaan satu alat ini dapat

mendetecsi 1-6 jenis gas yang berbeda-beda tergantung dari sensor yang digunakan

• Sendor yang umum terdapat dalam alat ini yang dipasang secara bersamaan

biasanya,H2S,CO,O2,LEL.kombinasi sensor ini sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan khususnya untuk

pendeteksian dalam ruang tertutup.

• Untuk brand-brand dan type tertentu sudah terdapat aspirated pump(pompa hisap) sehingga dapat

digunakan untuk mengambil sample dari tempat-tempat yang jauh dengan menggunakan bantuan tubing atau sample hose

(86)
(87)

• Hand aspirated pump

Sampling pump berfungsi untuk mengalirkan sampel dari ujung tubing pengukuran ke sensor.Peralatan gas

detector ada yang dilengkapi dengan internal sampling pump dan external sampling pump. Internal sampling pump sudah “built in” didalam detector itu sendiri.

Sedangkan external sampling pump bisa dipasang dan dilepaskan sesuai dengan kebutuhan. Ada kalanya

pengukuran yang sifatnya monitoring memerlukan sestem difusi saja sehingga sampling pump tidak diperlukan. Pemakaian sampling pump akan

memperpendek waktu pakai baterai.

Assesories Peralatan

Pendeteksi

(88)
(89)

• Sampling probe

• Sampling probe digunakan

sebagai assesories gas

detector untuk mengambil

sampel dari tempat yang

jauh.sampling probe ini erat

kaitanya dengan motorized

sampling pump. Sampling

probe tidak bisa bekerja

sendirian. Tetapi harus

dikombinasikan dengan

(90)

• Pada saat melakukan pengukura dengan sampling

pump dan probe maka harus diperhitungkan “ respose Timenya” yaitu waktu yang dibutuhkan oleh sampel dari ujung tubing/probe sampai terbaca oleh sensor.

• Misal: suatu gas detector mempunyai kemampuan sampling pump untuk menghantarkan sample 2 feet/detik. Waktu sensor untuk terekspose secara

menyeluruh 1 menit. Panjang tubing yang digunakan 30 ft. berapakah lama minimal kita harus menunggu

pembacaan tersebut?

Minimal lama pembacaan = 30 ft/2ft/detik = 15 detik + 1menit = 1 menit 15 detik.

(91)

• Gas detector adalah suatu alat yang dikategorikan kedalam life saving device.untuk itu gas detector harus dipastikan benar-benar berfungsi dengan baik sebelum digunakan.

• Alat-alat gas monitoring didesign untuk melindungi personel dari bahaya yang tidak terlihat yang mingkin ada disekitar tempat kita bekerja,ataupun dalam ruangan tertutup.

• Alat-alat pendeteksi gas yang dalam pembacaannya tidak akurat bisa menjadi penyebab kecelakaan yang fatal ataupun kematian. Terpapar dengan gas beracun dengan konsentrasi pada level yang membahayakan ataupun adanya kekurangan oksigen akan

menyebabkan pekerja mengalami kecelakaan yang serius ataupun menjadi penyebab kematian.

(92)

Menurut ISEA ( The Internasional Safety Equipment Assosiasition ), merekomendasikan paling sedikitnya verifikasi keakuratan sensor

dilakukan setiap hari sebelum alat tersebut dugunakan. Pengecekan fungsi (bump test) direkomendasikan untuk dilakukan setiap saat sebelum alat tersebut digunakan. Bump test dilakukan dengan cara mengetest gas

detector tersebut dengan gas yang telah duketahui konsentrasinya dengan tujuan untuk mengetahui sensor tersebut dapat membaca dengan baik serta alarm system juga berfungsi dengan baik. Pada dasarnya bump test

adalah memberikan gas yang sebenarnya sehingga sensor seperti kontak langsung dengan gas yang didetiksi di udara bebas. Semua fungsi indikasi detector yang telah diatur jika kontak dengan gas maka akan aktif seperti aktivasi peringatan alarm rendah maupun tinggi serta fungsi-fungsi yang lain.

Jika pada saat bump test gas detector mengalami kegagalan pembacaan maka kalibrasi secara keseluruhan harus dilakukan. Jika seting point alarm sudah terlewati dan tidak ada indikasi alarm yang berbunyi maka seting point alarm harus dilakukan pengecekan kembali. Setelah semua

(93)

GAS DETECTOR ALARAM SETTING POINT

GAS LOW ALARAM HIGH ALARAM

H2S 10 ppm 20 ppm CO 35 ppm 70 ppm LEL 10% 20 % O2 19,5 % 23% SO2 2.ppm 4 ppm HCN 5 ppm 10 ppm CO2 0,5% 1%

(94)

Alasan utama untuk melakukan kalibrasi secara regular dan benar.

• Kalibrasi yang dilakukan dengan benar akan membantu kita untuk

memastikan bahwa alat-alat pendeteksi akan memberikan respon yang akurat sesuai dengan jenis sensornya. Dan akan memberikan peringatan untuk penggunaanya pada saat mencapai lavel yang berbahaya.

• Alat pendeteksi gas sering dioperasikan dalam lingkungan yang kotor ataupun disimpan ditempat-tempat yang tidak sesuai dengan petunjuk dari pabriknya. Hal ini akan bisa menjadi penyebab pembacaan yang tidak akurat

• Secara fisik instrumentnya kemungkinan tampak dakam kondisi yan bagus Tetapi secara internal kemungkinan bisa saja mengalami kerusakan.

• kalibrasi secara regular merupakan satu-satunya cara untuk memastikan instrument masih dapat bekerja dengan baik.

(95)

Sebenarnya ada dua cara untuk mengetahui keakuratan pembacaan instrument, yaitu dengan cara melakukan test fungsi (bump test) serta melakukan kalibrasi secara penuh. Bump test sebenarnya

memferivikasi hasil kalibrasi dengan cara menggunakan konsentrasi gas yang sudah diketahui konsentrasinya dan dibandingkan dengan hasil pembacaan instrument tersebut. Jika hasil pembacaan dari instrument tersebut masih dalam toleransi yang diijinkan oleh manufacture maka berarti alat tersebut pembacaanya akuurat. Jika hasil bump test tidak dalam batas yang dapat diterima,maka alat

tersebut harus dilakukan kalibrasi secara menyeluruh. Kalibrasi secar penuh merupakan penataan ulang pembacaan dalam

instrument agat dapat membaca sesuai dengan konsentrasi gas yang digunakan. Kalibrasi secara penuh sebenarnya dilakukan jika bump test tersebut gagal atau instrument tersebut setelah

mengalami perbaikan.

Kapan dilakukan Bump test

dan Kalibrasi ?

(96)

• Sering sekali membingungkan kapan sebenarnya bump test dan kalibrasi dilakukan. Untuk mengklarifikasi

masalah ini maka ISEA mengeluarkan pernyataan yang berhubungan dengan masalah ini.

• “Bump test” atau kalibrasi secara menyeluruh dari

portable instrument dengan pembacaan langsung harus dilakukan setiap hari sebelum digunakan dengan cara sesuai dengan petunjuk dari manufacture,menggunakan gas kalibrasi (gas test) yang sesuai/tepat. Jika

instrument gagal dalam melakukan bump test, maka instrument tersebut harus dilakukan kalibrasi secara penuh/menyeluruh

Kapan dilakukan Bump test

dan Kalibrasi ?

(97)

• Bump test sangat mudah dilakukan karena

biasanya tidak memerlukan penyetelan

instrument secara khusus. Alat-alat yang

digunakan untuk melakukan bump test

terdiri dari cylinder gas kalibrasi yang

sudah diketahui konsentrasinya,regulator

sebagai saluran keluar dan pengaturan

jumlah gas dikeluarkan,serta tubing

penghubung antara regulator dan tabung

gas..

(98)

Prosedur melakukan Bump test secara umum dapat

dilakukan sebagai berikut:

• Hidupkan gas detector dan tunggu sampai warm up selesai. • Lakukan pengetesan dengan gas yang telah diketahui

konsentrasinya.

• Perhatikan respo sensor terhadap gas yang telah kitadigunakan. • Pastikan alarm berfungsi sesuai dengan setting point yang telah

ditentukan

• Lepaskan gas dari detector dan tunggu monitor sampai pembacaan kembali “ ZERO”

• Lakukan pencatatan untuk hasil pembacaan dalam format-format yang umum digunakan.

(99)

• National Institut Of Standart and

Technology (NIST) merekomendasikan,

komposisi didalam cylinder gas kalibrasi

selalu dianalisa untuk memastikan jenis

dan konsentrasi gas sesuaidengan yang

diperlukan. Gas kalibrasi dari industri

Scientific Corporation misalnya

mempunyai akurasi +/- 2%. Misal 100 ppm

carbon dioksidea mempunyai tingkat

keakuratan antara 98 ppm – 102 ppm

(100)

Rekomendasi penggunaan diposable gas cylinder regulator

1. Sebelum memasang regulator ke cylinder, maka harus

dopastikan regulator dalam posisi ON. Kemudian pastikan ujung regulator jangan menghadap ke muka kita tetapi menghadap ke lantai. Pada waktu regulator sudah benar-benar terpasang

kemudian tutup regulator dalam posisi OFF (mati).prosedur ini akan membantu untuk mensegah adanya tekanan yang terjebak didalam regulator pada saat pemasangan cylinder.

2. Gunakan tubing penghubung antara regulator dan gas detector secukupnya untuk menghibdari distorsi dalam sistem gas yang digunakan. Umumnya yang digunakan adalah tubing jenis teflon. 3. Jangan menyimpan cylinder dengan regulator terpasang, hal ini

untuk menghindari adanya kebocoran serta kerusakan-kerusakan dari sealnya.

(101)

4. Jangan pernah membuka atau menutup swich on/of regulator terlalu kencang ketika menutup regulator. Untuk menutup regulator memerlukan beberapa saat untuk menghentikan aliran gas setelah regulator

tertutup karena tekanan dalam regulator sedang dilepas.

5. Lakukan kalibrasi ditempat yang

nyaman,terbuka,ventilasi cukup bagus,jangan sampai regulator atau cylinder kalibrasi terjatuh.

6. Selalu mengikuti petunjuk penggunaan dari manufacture untuk dapat menggunakan dan melakukan kalibrasi dengan benar.

(102)

Contoh cylinder gas

kalibrasi dengan

berbagai macam ukuran

Contoh berbagai macam

regulator untuk cylinder

kalibrasi dengan

berbagai macam ukuran

dan type

(103)

Aturan Untuk Melakukan Klaibrasi

• Untuk dapat melakukan kalibrasi dengan benar,maka kita harus mengikuti petunjuk kalibrasi yang dilakukan oleh manufacture.tipe gas kalibrasi, gas regulator,

tubing, serta calibrasi adaptor merupakan alat-alat yang harus tersedia pada saat melakukan kalibrasi.

Menggunakan peralatan kalibrasi yang disediakan oleh manufatur akan lebih memastikan bahwa kalibrasi bisa dilakukan dengan benar.

• Hanya dengan menggunakan gas kalibrasi standart yang masih valid atau belum kedaluarsa, karena dalam kalibrasi gas kalibrasi inilah alat yang sangat penting. Biasanya gas kalibrasi ini juga sertakan “traceable certificate” dari manufacturnya.

• Petugas yang melakukan kalibrasi adalah petugas

terlatih untuk metode melakukan kalibrasi. Sekarang ini umumnya alat pendeteksi didesign untuk dapat

(104)

Contoh Cara melakukan Kalibrasi

A. PERSIAPAN KALIBRASI

Sebelum Memulai kalibrasi, pastikan gas detector berada di udara bersih (fresh air) bebas dari combustable, CO, dan H2S. Untuk persiapan

kalibrasi:

1. Matikan (Turn OFF) MSA Gas Detector

2. Biarkan gas detector dalam beberapa menit, untuk menyesuaikan dengan

udara sekitar.

B. PROSEDUR KALIBRASI

(105)

2. Tekan tombol PAGE dan RESET kemudian diikuti dengan menekan tombol ON/OFF. Gas detector akan ON. Muncul tampilan seperti berikut

Untuk membatalkan Kalibra

Tekan tombol PAGE (NO) atau tunggu beberapa detik, secara otomatis gas detector akan warming up dan masuk ke dalam mode opearasi.

Untuk Melanjutkan Kalibrasi:

(106)

4.Tekan tombol RESET (READY), dan gas detector akan warm up beberapa saat dengan pesan “ADJUSTING ZEROES, PLEASE WAIT”.

Selama waktu warm up dilayar akan tampil seperti berikut

5. Tunggu sekitar 15 detik sampai gas detector selesai warm up. Setelah warm up selesai, gas detector siap untuk dikalibrasi ;

(107)

6. Pasang Gas sample (Gas Combustable) 7. Tekan RESET (READY

8. Buka valve gas sample, lihat nilai yang tertera di display. Tunggu beberapa detik, untuk memastikan gas sudah terdeteksi dengan sempurna

9. Tekan tombol PAGE (down) untuk mengurangi dan tombol RESET (up) untuk menambah nilai yang ditampilkan hingga sama dengan kandungan gas dari botol. Berikut nilai kandungan masing-masing gas sample :

- Combustible = 58 % LEL - O2 = 20.9 % - CO = 50 ppm - H2S = 50 ppm

(108)

10. Bila nilai yang terbaca sudah sesuai dengan kandungan gas sample Tekan tombol ON/OFF (OK) . Tampilan berpindah ke sensor

berikutnya yang akan di kalibrasi.

11. Apabila ingin melanjutkan kalibrasi tekan tombol RESET (READY)

12. Ulangi langkah 6 sampai 10 untuk mengkalibrasi sensor O2, CO dan H2S 13. Apabila semua kalibrasi sudah dilakukan akan muncul bunyi beeb yang panjang dan dilayar akan terbaca:

(109)

14. Kemudian diikuti dengan

15. Lepas semua sambungan dari gas sample dan tekan tombol RESET (READY). Di layer terbaca

(110)

16.Dengan bunyi beeb yang panjang MSA gas detector secara automatis mati

(111)

• Calibrasi Station

• Calibrasi station saat ini sudah sangat umum digunakan karena sangat mempermudah pemakai gas detector. Alat ini dapat

melakukan kalibrasi secara otomatis tetapi memerlukan

sambungan dengan gas kalibrasi. Pada beberapa type setelah

melakukan kalibrasi alat ini dapat mencetak sendiri hasil

kalibrasinya lengkap dengan S/N dari peralatan tersebut. Selain

melakukan fungsi kalibrasi alat ini juga bisa dijadikan sebagai

(112)

• Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pengukuran dengan menggunakan gas detector ataupun dengan menggunakan

handpump dan analyzer tube akan sangat tergantung denganbagaimana kita melakukan pengukuran. Cara-car

melakukan pengukuran yang tidak benar akan memberikan hasil yang tidak benar juga. Hasil pengukuran yang tidak benar maka akan memberikan suatu interprentasi atupun pengambilan

kesimpulan yang salah.hal ini sangat membahayakan karena hasil pengukuran yang dilakukan oleh seorang gas tester akan digunakan untuk menilai suatu pekerjaan aman atau tidak untuk dilakukan.

Misalnya hasil pengukuran/pembacaan oksigen yang salah dalam suatu ruangan tertutup maka bisa menyebabkan kematian jika hasil tersebut digunakan sebagai dasar orang tersebut untuk memasuki ruangan tertutup.

Ingat : hasil pengukuran yang salah sangat membahayakan keselamatan kita atau orang lain!!!

Cara-Cara Melakukan Pengukuran Dengan

Menggunakan Gas Detector & Analyzer Tube

(113)

• Lakukan penilaian bahaya terlebih dahulu,kondisi pada saat pengukuran harus aman.

• Pastikan gas detector yang kita gunakan mempunyai response yang bagus dan sudah terkalibrasi.

• Perhatikan cara-cara mengoperasikan gas detector sesuai dengan buku petunjuk pengoperasian.

• Gunakan PPE dengan lengkap. Jika diperlukan

gunakan alat-alat perlindungan pernafasan agar kita terhindar dari paparan gas-gas yang berbahaya.

• Lakukanlah dokumentasi atau pencatatan untuk setiap hasil pengukuran.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum

melakukan pengukuran:

(114)

Pengukuran pada ruangan tertutup

Dalam ruangan tertutup atau confined space pengujian kandungan atmosfir atau yang biasanya dikenal dengan atmosferic testing secara umum mempunyai dua tujuan:

mengevaluasi bahaya-bahay yang berkaitan dengan gas-gas beracun atau gas yang berbahaya yang terdapat pada

ruangan tertutup

Untuk melakukan verifikasi bahwa untuk masuk kedalam ruangan tertutup bahaya-bahay yang berkaitan dengan kandungan atmosfir adalah dalam batas-batas yang

(115)

kondisi atmosfir didalam ruangan tertutup karena

terbatasnya ventilasi dan pergerakan udara didalam

ruangan tersebut maka ada kemungkinan gas-gas yang akan kita ukur akan menempati atau berada pada strata atau lapisan-lapisan tertentu

Misalnya gas-gas yang mempunyai berat jenis lebih ringan dari udara maka akan menempati bagian atas ruangan tertutup.

Untuk gas-gas yang mempunyai berat jenis hampir sama dengan udara atau sedikit lebih ringan dari udara maka ada kecenderungan untuk menempati bagian tengah dari suatu ruangan tertutup.

Untuk gas-gas yang mempunyai berat jenis lebih berat dari udara maka ada kecenderungan untuk menempati bagian

(116)

Gas-gas yang lebih

ringan dari udara a.l:

- Acetyline

- Ammonia

- Carbon Monoxide

- Etylene

- Hydrogen

- Hydrogen cyanide

- Methane

Berat dari berbagai gas jika dibandingkan

terhadap udara.

Gas-gas yang lebih

berat dari udara a.l:

- Argon

- Butan

- Carbon Dioxide

- Clorine

- Ethane

- Hydrogen Sulfide

- Sulfur Dioxide

- Propane

(117)

Gas-gas mudah terbakar misalnya methane mempunyai berat jenis yang lebih ringan dari udara sehingga gas ini akan menempati bagian atas dari udara sehingga gas ini akan menempati bagian atas dari suatu ruang tertutup. Pada saat melakukan pengukuran dengan gas detector pastikan bagian atas ini terukur dengan baik. Turunkan tubing pengukur secara pelan-pelan dan mewakili bagian atas . Berapa lama pengukura atas ini

dilakukan ?

Tergantung dari panjang tubing yang kita gunakan dan

kecepatanpompa untuk

mengalirkansampel. Ingat kita harus mempertimbangkan

“response time” setiap melakukan pengukuran dengan alat bantu

tubing dan aspirated pump.

(118)

by Toha N A HSE & WI 118

Gas-gas yang sedikit lebih ringan dari udara

seperti karbon monoksida (CO) akan menempati

bagian-bagian tengan dari suatu ruangan

tertutup.pengukuran harus mewakili bagian

tengah ini sehingga konsentrasi gas CO tetap

terdeteksi dengan baik

M E T H A

METHANE (lebih ringan dari udara)

(119)

Hydrogrn Sulfide (H2S) mempunyai berat lebih dari udara sehingga kemungkinan akan menempati bagian-bagian

bawah dari suatu ruangan tertutup. Jika keberadaan dari gas H2S ini tidak terdeteksi karena pengukuran tidak mewakili bagian bawah maka sangat membahayakan orang yang masuk kedalam confined space tersebut

METHANE (lebih ringan dari udara)

(120)

Ruangan Tertutup vertikal dengan bagian

tengah tersekat

• Pada ruangan tertutup dengan bentuk vertikal dan bagian tengah

tersekat maka

pengukuran dapat dilakukan dengan menjadi dua bagian. Bagian pertama yang diukur adalah sekat bagian atas terlebih

dahulu. Pengukuran tetap memperhatiakan stara

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :