• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Kunjungan K4 dengan Kematian Neonatal Dini di Indonesia (Analisis Lanjut Data Riskesdas 2013)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hubungan Kunjungan K4 dengan Kematian Neonatal Dini di Indonesia (Analisis Lanjut Data Riskesdas 2013)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1. Hasil Analisis Hubungan K4 dengan Kejadian Kematian Neonatal Dini, dan Faktor Risiko Lainnya  di Indonesia
Tabel 5. Model Akhir  Hubungan K4 dengan Kejadian Kematian Neonatal Dini di Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Populasi kasus yaitu semua bayi lahir hidup yang mengalami kematian pada saat 0-28 hari setelah kelahiran atau masa neonatal pada tahun 2013 di wilayah kerja Puskesmas

Perbandingan di setiap kelompok umur (Grafik 1), Jumlah kelahiran spesifik pada kelompok umur perempuan 15-19 tahun dan 20-24 tahun berdasarkan Riskesdas (RKD) 2013 paling

umur <20 dan >35 tahun 2,9 kali lebih be- resiko mengalami perdarahan post partum dibandingkan dengan umur ibu yang memiliki kelompok umur 20-35 tahun (95% CI

Neonatus yang dilahirkan dengan usia ibu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun memiliki kontribusi terhadap terjadinya kematian neonatal 19,6 kali bila dibandingkan

Adanya peningkatan cakupan kunjungan ibu hamil K4 di Kabupaten Nganjuk selama periode 5 tahun (2003–2008) disebabkan karena kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan,

Berdasarkan analisa yang telah dilakukan diketahui bahwa ibu yang memiliki jaminan kesehatan berpeluang lebih besar untuk bersalin secara operasi sesar dibandingkan

Berdasarkan hasil penelitian, diper- oleh gambaran determinan kematian bayi dikota Payakumbuh yaitu Sebagian besar ibu melahirkan pada umur 20-35 tahun, Sebagian

Penelitian yang dilakukan oleh Ramanda tahun 2016 menunjukkan bahwa bayi dengan BBLR memiliki risiko 20,17 kali lebih besar menyebabkan kematian neonatal