Hubungan Kunjungan K4 dengan Kematian Neonatal Dini di Indonesia (Analisis Lanjut Data Riskesdas 2013)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Populasi kasus yaitu semua bayi lahir hidup yang mengalami kematian pada saat 0-28 hari setelah kelahiran atau masa neonatal pada tahun 2013 di wilayah kerja Puskesmas
Perbandingan di setiap kelompok umur (Grafik 1), Jumlah kelahiran spesifik pada kelompok umur perempuan 15-19 tahun dan 20-24 tahun berdasarkan Riskesdas (RKD) 2013 paling
umur <20 dan >35 tahun 2,9 kali lebih be- resiko mengalami perdarahan post partum dibandingkan dengan umur ibu yang memiliki kelompok umur 20-35 tahun (95% CI
Neonatus yang dilahirkan dengan usia ibu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun memiliki kontribusi terhadap terjadinya kematian neonatal 19,6 kali bila dibandingkan
Adanya peningkatan cakupan kunjungan ibu hamil K4 di Kabupaten Nganjuk selama periode 5 tahun (2003–2008) disebabkan karena kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan,
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan diketahui bahwa ibu yang memiliki jaminan kesehatan berpeluang lebih besar untuk bersalin secara operasi sesar dibandingkan
Berdasarkan hasil penelitian, diper- oleh gambaran determinan kematian bayi dikota Payakumbuh yaitu Sebagian besar ibu melahirkan pada umur 20-35 tahun, Sebagian
Penelitian yang dilakukan oleh Ramanda tahun 2016 menunjukkan bahwa bayi dengan BBLR memiliki risiko 20,17 kali lebih besar menyebabkan kematian neonatal