PENGARUH ENZIM PAPAIN TERHADAP DAYA REKAT, EMBRIOGENESIS DAN DERAJAT PENETASAN TELUR IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus)
Teks penuh
(2) IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 46. Fauziah, N. 2015. Pengaruh Lama Perendaman Telur Dalam Larutan Tanin Terhadap Perkembangan Embrio Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Fakultas Perikanan Dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. Fersht, A. 1985. Enzyme Structure and Mechanism, 2 Edition. Wr Freeman and Company. New York. Ghosh, A. K., S. Biswas., L. Sarder., W. Sabbir and S. M. B. Rahman. 2012. Induced Breeding and Larval Development of Koi Carp (Cyprinus carpio) in Khulna, Bangladesh. Mesopotamian Journal of Marine Science, 27 (1) : 1-14. Hyun, W. G., Hee, J. K., Cheul, M. A., Kim, B., Lim, S., and Park, I. 2016. Cytogenetic study of diploid and induced tetraploid in Korean rose bitterling, Rhodeus uyekii. Springerplus. 5(1): 186-196. Hutagalung, J., H. Alawi dan Sukendi. 2016. Pengaruh Suhu Dan Oksigen Terhadap Penetasan Telur Dan Kelulushidupan Awal Larva Ikan Pawas (Osteochilus hasselti C. V.). Fakultas Perikanan Dan Kelautan Universitas Riau. 13 Hal. Indra, I. S. S., Rachimi dan E. I. Raharjo. 2014. Pengaruh Getah Pepaya (Carica papaya L.) Kering Terhadap Derajat Pembuahan dan Penetasan Telur Ikan Jambal (Pangasius hypothalamus). Jurnal Ruaya, (2) : 29-38. Isriansyah. 2011. Daya Tetas Telur Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) pada Media dengan Salinitas yang Berbeda. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis, 14 (2) : 11-17. Iswanto, B. dan E. Tahapari. 2011. Embriogenesis dan Perkembangan Larva Ikan Patin Hasil Hibridisasi antara Betina Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878) dengan Jantan Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal Bleeker, 1846) dan Jantan Patin Nasutus (Pangasius nasutus Bleeker, 1863). Loka Riset Pemuliaan Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar. Sukamandi. Jawa Barat. 169-170 Japet, N. 2011. Karakteristik Semen Ikan Ekonomis Budidaya: Mas (Cyprinus carpio) Dan Patin (Pangasius hypophthalmus). Skripsi. Institute Pertanian Bogor. 73 hal. Kawahari, S., A. J. Shams., A. A. Al-Bosta., M. H. Mansoor and A. A. Al-Baqqal. 1997. Effects of incubation and spawning water temperature, and salinity on egg development of the orange-spotted grouper (Epinephelus coioides, Serranidae). Asian Fisheries Science. 9 (4): 239–250. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2016. Laporan Kinerja (LKJ) Direktorat Jendral Perikanan Budidaya tahun 2016. Jakarta. 69 hal. SKRIPSI. 46 PENGARUH ENZIM PAPAIN. HARIATI.
(3) IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 47. Khaidir, A. 2001. Pengaruh vitamin C dalam bentuk L-Askorbil-2-fosfat Magnesium sebagai sumber vitamin C dalam pakan terhadap kualitas telur ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Tesis. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor. 62 hal. Komariyah dan A. I. Setiawan. 2009. Pengaruh penambahan berbagai dosis minyak ikan yang berbeda pada pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan patin (Pangasius pangasius). Pena Akuatika. 1 (1) : 19-29. Kusriningrun, R. S. 2008. Perancangan Percobaan. Airlangga University Press. Surabaya. hal. 6-88. Manantung, V. O., J. Hengky., Sinjal dan R. Monijung. 2013. Evaluasi Kualitas, Kuantitas Telur dan Larva Ikan Patin Siam (Pangasianodon hiphopthalmus) dengan Penambahan Ovaprim Dosis Berbeda. Budidaya Perairan. 1 (3) :14-23. Mansour, N., F. Lahnsteiner., and R. A. Patzner. 2009. Physiological and Biochemical Investigations on Egg Stickiness in Common carp. Animal Reproduction Science. 114 : 256-268. Monti, R., C. A. Basilio., H. C. Trevisan., and J. Contiero. 2000. Purification Of Papain From Fresh Latex Of Carica Papaya. Brazilian Archives Of Biology and Technology. 43 (5) : 501-507. Murray, R. K., D. K. Granner., P. A. Mayes dan V. W. Rodwell. 1996. Biokimia Harper. Edisi 24. Terjemahan: A. Hartono. EGC. Jakarta. hal. 668. Murtidjo, B. A. 2001. Beberapa Metode Pembenihan Ikan Air Tawar. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Hal. 22-27. Mustofa, A. G. 2009. Pemanfaatan Getah Pepaya (Carica papaya L.) Kering Sebagai Sumber Enzim Proteolitik untuk Meningkatkan Derajat Pembuahan dan Derajat Penetasan Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Torani (Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan). 19 (1) : 9-18. Najmiyati, E., E. Lidyastuti., Yanuarso dan E. Hadianto. 2006. Biopotensi Kelenjar Hipofisis Ikan Patin (P. pangasius) Setelah Penyimpanan Kering Selama 0,1,2,3 dan 4 Bulan. Jurnal Teknologi Lingkungan. 7(3): 311-316. Pattipeilohy, I. G., A. Gani., dan H. Tahang. 2013. Perkembangan Embriogenesis Ikan Mandarin (Synchiropus splendidus). Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya. Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.. SKRIPSI. 47 PENGARUH ENZIM PAPAIN. HARIATI.
(4) IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 48. Ramimpunu, A., J. A. Andaki dan V. E. N. Manoppo. 2017. Potensi Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Patin (Pangasius SP) di Desa Tatelu Kabupaten Minahasa Utara. Akulturasi. 5 (9) : 713-716. Saputra, E. E., H. Alawi dan Nuraini. 2012. Pengaruh Dosis Larutan Nenas Terhadap Daya Rekat (Adhesiveness) dan Penetasan Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Burchell). Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. 7 hal. Setyono, B. 2009. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Bahan pada Pengenceran Sperma Ikan “ Skim Kuning Telur ” Terhadap Laju Fertilisasi, Laju Penetasan dan Sintasan Ikan Mas (Cyprinus Carpio L.). Gamma. V (1) : 01-12. Setiyaningsih, L. 2017. Pengaruh Perendaman Obat Herbal dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Daya Rekat dan Emrbriogenesis Telur Ikan Lele (Clarias batrachus). Skripsi. Universitas Airlangga. 103 hal. Slembrouck, J., O. Komarudin., Maskur dan M. Legendre. 2005. Petunjuk Teknis Pembenihan Ikan Patin Indonesia Pangasius djambal. Kerjasama IRD dan Pusat Riset Perikanan Budidaya. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Jakarta. Hal. 19-77. Standar Nasional Indonesia. 2000. SNI : 01- 6483.1 – 2000. Induk ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus) kelas induk pokok (Parent Stock). Hal. 6. Standar Nasional Indonesia. 2016. SNI 6483.1: 2016. Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus, Sauvage 1878) – Bagian 1 : Induk. Hal. 10. Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kuliati dan R&D). Penerbit Alfabeta. Bandung. 208 Sukendi. 2008. Peran Biologi Reproduksi Ikan dalam Bioteknologi Pembenihan. Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Bidang Biologi Produksi. Universitas Riau. 29 Maret 2008. Pekanbaru. 40 hal. Sularto., R. Febrianti dan Suharyanto. Embriogenesis dan Perkembangan Larva Ikan Gurami (Osphronemus gouramy). Balai Penelitian Pemuliaan Ikan Subang. Jawa Barat. 287-289 Sunarma, D. 2007. Panduan Singkat Teknik Pembenihan Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus). BBPBAT Sukabumi. 15 hal.. SKRIPSI. 48 PENGARUH ENZIM PAPAIN. HARIATI.
(5) IR – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 49. Sumarlin, L. O., S. Nurbayti dan S. Fauziah. 2011. Penghambatan Enzim Pemecah Protein (Papain) oleh Ekstrak Rokok, Minuman Beralkohol dan Kopi Secara In Vitro. 2 (3) : 449-458. Susanto, H. K dan Amri. 2001. Budidaya Ikan Patin. Penebar Swadaya. Jakarta. hal. 7. Volckaert, F., B. A. Hellemens., P. Galbuseran and F. Olivier. 1994. Replication Expression and Fate of Foreign DNA during Embryonic and Larva Development of the African Catfish (Clarias gariepienus) Moleculer Marine an Biotechnology. 3 (2) : 57-69. Winarno, F.G. 1983. Enzim Pangan. Gramedia. Jakarta. Hal. 73-75. Woynarovich, E. and L. Horvath. 1980. The Artificial Propagation of Warm-Water Finfish – A Manual for Extension. FAO Fisheries Technicial Paper. pp 183. World Wide Fund for Nature. 2015. Budidaya Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus). WWF-Indonesia. Hal. 4. Yuniar, I. 2012. Biologi Reproduksi Ikan. Hang Tuah University Press. Surabaya. hal. 15-18. Yusrizal. 2004. Ginogenesis Ikan Sumatra (Puntius tetrazona, Bieeker) dengan Umur Zigot yang Berbeda pada saat Kejutan Panas. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 73 hal.. SKRIPSI. 49 PENGARUH ENZIM PAPAIN. HARIATI.
(6)
Dokumen terkait
Tema penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Februari sampai April 2014 adalah reproduksi ikan dengan judul “ Induksi Pematangan Gonad Ikan Patin Siam
Hasil Derajat Penetasan Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Patin Siam ( Pangasius hypopthalmus Ham.. Derajat penetasan telur ikan patin siam ( Pangasius
Hasil pengama!an selama 3 bulan menunjukkan bahwa pada pemeliharaan di KJA, benih persilangan ikan patin siam betina dan patin jambal jantan (HD) tumbuh sebesar <,I2
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Induksi Pematangan Gonad Calon Induk Ikan Patin Siam Pangasianodon hypophthalmus Ukuran 3 kg Menggunakan OODEV melalui
Jumlah Artemia (a) dan potongan cacing (b) dalam saluran pencernaan larva ikan patin, Pangasius hypophthalmus , umur 2, 3, 5, 7, 10 dan 15 hari yang dipelihara dengan skedul
“Pembenihan dan Pembesaran Ikan Patin Siam Pangasianodon hypophthalmus di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Jambi” adalah karya saya dengan arahan
Hati dan pankreas pada ikan jambal siam masih menyatu yang disebut hepatopankreas ikan jambal siam (Pangasius hypophthalmus) dalam keadaan normal jaringannya masih
Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa konsentrasi perlakuan penambahan tepung ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) yang berbeda pada perlakuan tidak