• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perangkat Pembelajaran KTSP SD Berkarakter [3] SILABUS BINA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " Perangkat Pembelajaran KTSP SD Berkarakter [3] SILABUS BINA"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Sekolah Dasar
  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
  • Topik: Perangkat Pembelajaran KTSP SD Berkarakter
  • Tipe: silabus
  • Tahun: 2006
  • Kota: Indonesia

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pengembangan silabus pembelajaran untuk Sekolah Dasar (SD) yang berkarakter. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menekankan pentingnya pendidikan berkualitas yang tidak diskriminatif. Dengan adanya desentralisasi pendidikan, sekolah diberikan kewenangan untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi daerah. Silabus harus disusun berdasarkan Standar Isi dan Kompetensi Lulusan yang ditetapkan, yang mengedepankan kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi.

II. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik yang unik yang tercantum dalam Standar Isi. Karakteristik ini penting untuk memahami pendekatan yang tepat dalam pengajaran. Misalnya, mata pelajaran Bahasa Indonesia harus mampu membangun kemampuan berbahasa siswa dengan cara yang relevan dan kontekstual. Hal ini juga berkaitan dengan bagaimana materi disampaikan agar sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.

III. KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Peserta didik adalah individu dengan berbagai potensi dan kebutuhan. Dalam perkembangan kognitif, psikomotor, dan afektif, penting untuk memahami tahap-tahap perkembangan siswa. Teori Piaget menyebutkan bahwa siswa SD berada pada tahap operasi formal, di mana mereka mampu berpikir simbolis. Selain itu, Gardner menjelaskan adanya tujuh kecerdasan yang perlu diperhatikan dalam pengajaran, seperti kecerdasan linguistik dan logis-matematis.

3.1. Perkembangan Aspek Kognitif

Perkembangan kognitif siswa pada usia SD memungkinkan mereka memahami konsep yang lebih abstrak. Oleh karena itu, pengajaran harus disesuaikan dengan minat dan bakat siswa agar proses belajar menjadi lebih bermakna. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

3.2. Perkembangan Aspek Psikomotor

Aspek psikomotor siswa berkembang melalui beberapa tahap, dimulai dari tahap kognitif hingga otonomi. Pada tahap ini, siswa mulai menguasai gerakan secara otomatis dan dapat melakukan aktivitas tanpa bimbingan langsung dari guru. Ini penting dalam pengajaran yang melibatkan keterampilan praktis.

3.3. Perkembangan Aspek Afektif

Aspek afektif berhubungan dengan emosi dan perasaan siswa. Bloom mengkategorikan ranah afektif menjadi lima tataran yang mencakup kesadaran, respons, penilaian, organisasi nilai, dan pengembangan karakter. Memahami aspek ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif.

IV. PENGERTIAN, PRINSIP, DAN TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN

Silabus adalah dokumen yang merangkum tujuan pembelajaran, materi ajar, metode, dan penilaian. Pengembangannya melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan Dinas Pendidikan, untuk memastikan bahwa silabus memenuhi standar kompetensi. Prinsip pengembangan silabus harus ilmiah, relevan, sistematis, dan fleksibel agar dapat mengakomodasi kebutuhan siswa dan kondisi lokal.

4.1. Pengertian Silabus

Silabus mencakup identitas mata pelajaran, standar kompetensi, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, alokasi waktu, sumber belajar, dan penilaian. Ini menjawab pertanyaan tentang kompetensi yang harus dicapai siswa dan cara mencapainya.

4.2. Pengembang Silabus

Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau dalam kelompok. Kerjasama antar guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas silabus yang disusun.

4.3. Prinsip Pengembangan Silabus

Silabus harus ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, kontekstual, fleksibel, menyeluruh, dan desentralistik. Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa silabus dapat diterapkan dengan baik dalam konteks pendidikan yang beragam.

4.4. Tahap-tahap Pengembangan Silabus

Tahap pengembangan silabus meliputi perencanaan, pelaksanaan, perbaikan, pemantapan, dan penilaian. Setiap tahap memerlukan keterlibatan berbagai pihak untuk menghasilkan silabus yang berkualitas.

V. KOMPONEN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN

Komponen silabus mencakup identitas, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Langkah-langkah pengembangan silabus harus dilakukan secara sistematis untuk memastikan semua aspek tercakup dengan baik.

5.1. Komponen Silabus Pembelajaran

Silabus harus mencakup semua komponen yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap komponen harus saling terkait dan mendukung pencapaian kompetensi dasar.

5.2. Langkah-langkah Pengembangan Silabus Pembelajaran

Langkah-langkah termasuk mengisi identitas, menuliskan standar kompetensi, menentukan kompetensi dasar, mengidentifikasi materi pembelajaran, mengembangkan kegiatan pembelajaran, merumuskan indikator pencapaian kompetensi, dan menentukan penilaian.

VI. PENUTUP

Silabus yang baik adalah yang dapat diadaptasi oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal. Oleh karena itu, penting bagi guru dan pihak terkait untuk terus mengembangkan silabus agar tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuan pendidikan.

Referensi Dokumen

  • Buku Bina Bahasa Indonesia ( Penerbit Erlangga )

Gambar

Tabel 1. Ragam Teknik Penilaian beserta Ragam Bentuk Instrumennya
gambar / denah

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan