• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Perusahaan PT. Phalosari Unggul Jaya yang berada

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Perusahaan PT. Phalosari Unggul Jaya yang berada"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

36 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan PT. Phalosari Unggul Jaya yang berada di jalan Mojokrapak no. 1 A, Tembelang, Kabupaten Jombang.

B. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

a. Data Kuantitatif

Data kuantitatif merupakan bagian data yang berhubungan dengan angka-angka yang masih memerlukan pengelolaan dan analisis untuk kepentingan bahan penelitian yaitu jumlah karyawan bagian produksi PT. Phalosari Unggul Jaya yang dijadikan populasi dan proses perhitungannya.

b. Data Kualitatif

Data kualitatif merupakan data yang berbentuk kata, kalimat,

skema, dan gambar berhubungan dengan informasi yang relevan untuk

kepentingan penelitian. Data kualitatif dalam penelitian ini yaitu

keberadaan lokasi penelitian, tugas pokok dan fungsi masing-masing

karyawan bagian produksi PT. Phalosari Unggul Jaya.

(2)

2. Sumber data

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh penulis secara langsung dari sumber penelitian melaui melalui kuesioner dan wawancara sesuai dengan yang dibutuhkan untuk penelitian ini yaitu yang berhubungan dengan komitmen organisasi, kepuasan kerja dan turnover intention karyawan.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya. Data sekunder ini diperoleh penulis dari dokumen-dokumen perusahaan, jurnal, skripsi, dan buku-buku literatur yang memberikan informasi tentang komitmen organisasi, kepuasan kerja dan turnover intention karyawan.

C. Definisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini menggunakan beberapa variabel yang di definisikan

secara operasional sebagai petunjuk dalam melakukan penelitian dan juga sebagai

petunjuk bagi para pembaca. Dalam definisi oprasional variabel memerlukan

indikator-indikator dan beberapa item pertanyaan yang harus ditentukan untuk

mengukur variable penelitian dan konsep secara akurat. Indikator-indikator ini

digunakan untuk menentukan item pertanyaan untuk pengisian kuesioner bagi para

sampel yang sudah ditetapkan oleh peneliti.

(3)

1. Komitmen organisasi (X1)

Komitmen organisasi adalah rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi) keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) serta loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan seorang pegawai atau karyawan terhadap organisasinya. Komitmen organisasi dalam penelitian ini dilihat dari indikator menurut Buchanan (1974:539) sebagai berikut :

1. Organizational Identification 2. Job Involvement

3. Organizational Loyalty 2. Kepuasan Kerja (X2)

Kepuasan kerja menurut penelitian ini merupakan suatu sikap umum seseorang terhadap pekerjaannya selisih antara banyaknya pendapatan yang didapat seorang pekerja dan banyaknya pendapatan yang mereka yakini seharusnya mereka terima. Kepuasan kerja dalam penelitian ini dilihat dari indikator menurut Locke (Luthans 2006):

1. Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri 2. Kepuasan terhadap gaji

3. Kepuasan terhadap promosi

4. Kepuasan terhadap kondisi kerja

5. Kepuasan terhadap rekan kerja

3. Turnover Intention (Y)

(4)

Turnover intention adalah rasa atau keinginan seorang individu untuk meninggalkan pekerjaannya guna mencari pekerjaan lain yang menurutnya lebih baik dari pekerjaan sebelumnya. Turnover intention dalam penelitian ini dilihat dari indikator menurut Simamora (2006) sebagai berikut :

a. Niat untuk keluar dari pekerjaannya

b. Keinginan mencari lowongan pekerjaan di tempat lain

c. Mengevaluasi untuk menemukan pekerjaan lain yang lebih baik D. Populasi dan TeknikPengambilanSampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijelaskan oleh peneliti di dalam penelitiannya. Populasi dalam penelitian ini seluruh karyawan PT.

Phalosari Unggul Jaya yang berada di Jalan Mojokrapak no. 1 A, Tembelang, Kabupaten Jombang sejumlah 233 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak

diselediki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi. Menurut

Arikunto (2002) menyatakan bahwa untuk menentukan besarnya sampel

adalah apabila jumlah subjeknya kurang dari 100 responden, maka lebih baik

diambil semua sehingga penelitiiannya merupakan populasi. Dan apabila

populasi dalam jumlah besar atau lebih dari 100 responden, maka sampel

yang diambil antara 20-25%. Jumlah karyawan pada PT. Phalosari Unggul

Jaya adalah 233 orang. Subjek yang diambil 25% dari jumlah keseluruhan

(5)

populasi yakni 59 orang. Yang terdiri dari 22 orang bagian pengolahan, 20 orang bagian pemotongan, 10 orang bagian quality control, 9 orang bagian packing.

Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling (sampel acak sederhana). Tarigan dan Suparmoko (2000 : 86) mendefinisikan sampel acak sederhana merupakan suatu metode pemilihan sampel dimana setiap unit sampling yang terdapat dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuisioner

Kuesioner adalah cara pengumpulan data dengan menyebarkan pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka memberikan respon terhadap daftar pertanyaan tersebut (Umar, 2001). Pemberian kuisioner dilakukan pada karyawan PT, Phalosari Unggul Jaya untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi dan kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan.

F. Pengukuran Data

Teknik pengukuran variabel yang digunakan oleh peneliti untuk memberikan

jawaban pada setiap item jawaban adalah dengan menggunakan skala likert.Skala

Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau

sekelompok orang tentang fenomena sosial.Dalam penelitian fenomena sosial ini

telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang selanjutnya disebut sebagai

(6)

variabel penelitian. Dengan skala Likert maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyatan atau pertanyaan.

(Sugiono, 2011)

Tabel 3.1

Pemeringkatan Skala Likert

Skala Pilihan jawaban Keterangan Skor

1 Sangat setuju SS 5

2 Setuju S 4

3 Netral N 3

4 Tidak setuju TS 2

5 Sangat tidak setuju STS 1

G. Uji Instrumen

1. Validitas data

Uji validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat ke validan suatu instrument (Suharsimi, 2006). Pada penelitian ini menggunakan uji validitas dengan metode product moment dengan rumus sebagai berikut:

Apabila r

hitung

≤ r

tabel

maka tidak terdapat data yang valid sedangkan

apabila r

hitung>

r

tabel

terdapat data yang valid Nilai r

hitung

dapat diperoleh

berdasarkan rumus sebagai berikut:

(7)

= . ∑ − (∑ ). (∑ ) ( ∑ − (∑ ) ∑ − (∑ )

Dimana :

r = koefisien korelasi

n = jumlah sampel X = skor setiap butir Y = skor total

2. Uji Reabilitas

Menurut Suharsimi (2006) reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik, dengan demikian reliabilitas menunjuk pada tingkat keterhandalan sesuatu. Uji ini diperlukan untuk mengetahui kestabilan alat ukur. Rumus yang digunakan untuk mencari reliabilitas dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Cronbach Alpha.

Rumus Cronbach Alpha yaitu :

r

11

= 1 −

keterangan :

(8)

r

11

: Reliabilitas instrumen

k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑ : jumlah varians butir : varians total

Apabila r hitung lebih besar dari pada r tabel, maka data yang digunakan adalah reliabel, sebaliknya jika r hitung lebih kecil jika dibandingkan dengan r tabel, maka data yang dipergunakan tidak reliabel.

H. Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis 1. Rentang Skala

Digunakan untuk mengukur komitmen organisasi, kepuasan kerja,turnover intention karyawan pada PT. Phalosari Unggul Jaya . Untuk menentukan / rentang skala menggunakan rumus sebagai berikut:

= ( − 1)

Dimana :

RS = Rentang Skala n = jumlah sampel

m = jumlah alternatif jawaban tiap item

(9)

Berdasarkan rumus diatas maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut:

= 59(5 − 1)

5 = 47

Dengan nilai rentang skala tersebut dapat dibuat tabel penilaian variabel yaitu sebagai berikut:

Table 3.2

Penilaian Variabel Berdasarkan Hasil dari Rentang Skala Rentang

Skala

Organizatonal Commitmenrt

Kepuasan Kerja

Turnover Intention 59-105 Sangat rendah Sangat tidak puas Sangat rendah

106-152 Rendah Tidak puas Rendah

153-199 Cukup Cukup puas Cukup

200-246 Tinggi Puas Tinggi

247-294 Sangat tinggi Sangat puas Sangat tinggi Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa :

a. Untuk skor 59-106 menunjukkan nilai rentang skala jawaban responden pada tingkat sangat tidak puas / sangat rendah.

b. Untuk skor 106-153 menunjukkan nilai rentang skala jawaban

responden pada tingkat tidak puas / rendah.

(10)

c. Untuk skor 153-200 menunjukkan nilai rentang skala jawaban responden pada tingkat cukup puas / cukup.

d. Untuk skor 200-247 menunjukkan nilai rentang skala jawaban responden pada tingkat puas / tinggi.

e. Untuk skor 247-294 menunjukkan nilai rentang skala jawaban responden pada tingkat sangat puas / sangat tinggi.

2. Analisis Linier Berganda

Model ini digunakan untuk melihat besarnya pengaruh antar komitmen organisasi dan kepuasan kerja terhadap turnover intention baik secara simultan maupun secara parsial (Ghozali, 2013). Teknik pengolahan data menggunakan program aplikasi Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 21. Secara umum bentuk regresi yang diperoleh dengan menggunakan analisis regresi linier berganda adalah:

Y = a + b

1

X

1

+ b

2

X

2

+ e Keterangan :

Y = Turnover Intention a = Konstanta

b

1

= Koefisien regresi variabel Kepuasan kerja

b

2

= Koefisien regresi variabel Stres kerja

(11)

X

1

= komitmen organisasi X

2

= kepuasan kerja e = Standar eror

3. Pengujian Hipotesis a. Uji t

Digunakan untuk menguji hubungan regresi secara parsial, pengujian ini dilakukan untuk mengukur tingkat signifikan atau keberartian setiap variabel bebas terhadap variabel terikatnya dalam sebuah model regresi. Uji t menguji apakah suatu hipotesis di terima atau ditolak, dimana untuk ketentuan pada uji t ini adalah sebagai berikut :

Keterangan :

t-hitung = Nilai t

r = Nilai koefisien korelasi

n = Jumlah sampel

(12)

a) Ho = 0 ; = 0 berarti tidak ada pengaruh yang berarti dari Komitmen organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention karyawan pada PT. Phalosari Unggul Jaya.

b) Ha ≠ 0 ; ≠ 0 berarti ada pengaruh yang berarti dari Kepuasan Komitmen organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention karyawan pada PT. Phalosari Unggul Jaya.

Untuk memutuskan hipotesis mana yang diterima dan mana yang ditolak, maka pengujian dilakukan dengan cara membandingkan nilai t- hit dengan nilai t-tabel jika :

a. t hitung > t tabel ; maka Ho di tolak dan Ha diterima, yang berarti komitmen organisasi atau kepuasan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention = 5% (α=5%)

b. t hitiung < t tabel ; maka Ho diterima dan Ha ditolak, berartikomitmen

organisasiatau kepuasan kerja berpengaruh secara parsial terhadap

Turnover Intention tidak signifikan.

(13)

Kurva

b. Uji F

Uji F digunakan untuk menguji signifikan secara bersama sama (simultan)

terhadap variabel terikat (

membandingkan besarnya nilai Fhitung dengan besarnya nilai Ftabel.

F

hitung

Keterangan :

F

k

n

Daerah penolakan H

Gambar 3.1

Kurva Daerah PenerimaanDan Penolakan H

0

Untuk Uji T (Parsial)

Uji F digunakan untuk menguji signifikan secara bersama (simultan) variabel bebas (komitmen organisasi, kepuasan kerja terhadap variabel terikat (turnover intention), yaitu dengan cara membandingkan besarnya nilai Fhitung dengan besarnya nilai Ftabel.

hitung

=

k) - (n / ) R - (1

1) - (k / R

2 2

Keterangan :

= nilai uji signifikan secara bersama-sama

= nilai koefisien determinasi

= jumlah variabel independen

= jumlah sampel Daerah

penolakan H

0

Daerah penolakan H

Daerah peneriman H

a

Uji F digunakan untuk menguji signifikan secara bersama- komitmen organisasi, kepuasan kerja)

), yaitu dengan cara membandingkan besarnya nilai Fhitung dengan besarnya nilai Ftabel.

sama

Daerah

penolakan H

0

(14)

Untuk pengaruh variabel independent berpengaruh positif terhadap varabel dependent maka :

a. Ho diterima dan Ha ditolak jika F Hitung

pengaruh yang signifikan secara simultan dari komitmen kepuasan kerja terhadap

b. Ho ditolak dan Ha diterima jika F hitung > F tabel, sehingga ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari komitmen organisasi, kepuasan kerja terhadap

c. Uji Dominasi

Untuk mengetahui komitmen organisasi dan kepuasan kerja yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap

Untuk pengaruh variabel independent berpengaruh positif terhadap varabel dependent maka :

Ho diterima dan Ha ditolak jika F Hitung ≤ F tabel, sehingga tidak ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari komitmen

kepuasan kerja terhadap Turnover intention = 5% (α=5%)

Ho ditolak dan Ha diterima jika F hitung > F tabel, sehingga ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari komitmen organisasi, kepuasan kerja terhadap Turnover intention

Gambar 3.2

Kurva Daerah Penerimaan Dan Penolakan H Untuk Uji F (Simultan)

Uji Dominasi

Untuk mengetahui komitmen organisasi dan kepuasan kerja yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap Turnover Intention maka digunakan uji

Ho ditolak Ha diterima

F tabel

Untuk pengaruh variabel independent berpengaruh positif terhadap varabel

≤ F tabel, sehingga tidak ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari komitmen organisasi,

Ho ditolak dan Ha diterima jika F hitung > F tabel, sehingga ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari komitmen organisasi,

Kurva Daerah Penerimaan Dan Penolakan H

0

Untuk mengetahui komitmen organisasi dan kepuasan kerja yang mempunyai

maka digunakan uji

(15)

Standardized Beta Coefficients dengan melihat nilai Standardized Beta Coefficients yang paling besar. Keuntungan dengan menggunakan standardized beta adalah mampu mengeliminasi perbedaan unit ukuran pada variable independen. Apabila X1

> X2 maka dapat dikatakan bahwa komitmen organisasi (X1) paling dominan

mempengaruhi turnover intention begitu juga sebaliknya, jika X2 > X1 maka dapat

dikatakan bahwa kepuasan kerja (X2) paling dominan mempengaruhi turnover

intention.

Referensi

Dokumen terkait

Zat ini diklasifikasikan sebagai sama berbahayanya dengan debu mudah terbakar oleh Standar Komunikasi Bahaya OSHA 2012 Amerika Serikat (29 CFR 1910.1200) dan Peraturan Produk

Area penyimpanan, persiapan, dan aplikasi harus mempunyai ventilasi yang baik , hal ini untuk mencegah pembentukan uap dengan konsentrasi tinggi yang melebihi batas limit

BANK berhak dengan ketentuan dan syarat-syarat yang dianggap baik oleh BANK untuk menjual dan/atau mengalihkan sebagian atau seluruh hak tagih BANK, baik pokok maupun bunga,

Hal ini terlihat hasil survey, dari 57 negara di dunia Indonesia hanya menduduki urutan ke-37 (The World Economic Forum Swedia Report, 2000). Predikat Indonesia pun hanya

Sebagai perbandingan bangunan fasilitas cottage, ada beberapa kawasan wisata dengan fasilitas akomodasinya yang memanfaatkan lingkungan sekitarnya sehingga fasilitas wisata

Field research adalah sumber data yang diperoleh dari lapangan penelitian yaitu mencari data terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang kongret

Metode yang digunakan untuk steganografi dalam penelitian adalah Low Bit Encoding dengan enkripsi

bahwa dengan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler