BAB Halaman
I PENDAHULUAN 1
I.1. Latar Belakang 1
I.2. Istilah-istilah dan Definisi 2
I.3. Tujuan 4
I.4. Ruang Lingkup Pedoman 4
I.5. Visi dan Misi Perusahaan 5
I.6. Tata Nilai Perusahaan 5
I.7. Referensi Yang digunakan 7
II PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG
BAIK 9
III ETIKA BISNIS PERUSAHAAN 11
III.1. Kepatuhan Terhadap Hukum dan Peraturan 11 III.2. Pemberian dan Penerimaan Hadiah, Suap dan lainnya 12 III.3. Pemberian kesempatan Yang Sama kepada Karyawan 12 III.4. Standar Etika Dalam Berhubungan Dengan Para
Pemangku Kepentingan 13
III.4.1. Hubungan Dengan Insan Sedana 13
III.4.2. Hubungan Dengan Nasabah 14
III.4.3. Hubungan Dengan Mitra Usaha 15
III.4.4. Hubungan Dengan Pemerintah 16
III.4.5. Hubungan Dengan Pesaing 16
III.4.6. Hubungan Dengan Pemegang Saham 17 III.4.7. Hubungan Dengan Penyedia Barang/Jasa 18
III.4.8. Hubungan Dengan Kreditur 18
III.4.9. Hubungan Dengan Masyarakat 19
IV TUNTUTAN PERILAKU BAGI INSAN SEDANA 20
IV.1. Komitmen Insan Sedana 20
IV.2. Perilaku Jajaran Manajemen dan Karyawan 21 IV.2.1. Perilaku Atasan Terhadap Bawahan 21 IV.2.2. Perilaku BawahanTerhadap Atasan 22 IV.2.3. Perilaku Sebagai Rekan Kerja 23 IV.3. Menjaga Kerahasiaan Data dan Informasi Perusahaan 24
IV.4. Pencatatan Data dan Pelaporan 24
IV.5. Menjaga dan Menggunakan Asset Perusahaan 25 IV.6. Menjaga Kesehatan dan Keamanan Lingkungan Kerja 26
V INTERNALISASI DAN PENERAPAN 29
V.1. Sosialisasi dan Internalisasi 29
V.2. Penerapan Pedoman Etika Dan Perilaku 29
V.3. Pelanggaran 30
V.4. Monitoring Dan Evaluasi 30
VI PENUTUP 31
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
PT. Sedana Pasifik Servistamayang merupakan sebuah perusahaan perasuransian, sangat menyadari arti pentingnya implementasi Tata Kelola Perusahaan Yang Baik sebagai salah satu alat untuk meningkatkan nilai Perusahaan serta pertumbuhan bisnis jangka panjang secara berkesinambungan tidak hanya bagi Pemegang Saham namun juga segenap Pemangku Kepentingan lainnya..
Kepercayaan dari para Pemangku Kepentingan seperti Karyawan, Masyarakat Umum, Pemegang Polis, Mitra Usaha, Nasabah,dan pemangku kepentingan lainnya merupakan faktor yang sangat menentukan bagi perkembangan dan kelangsungan usaha Perusahaan.
Kredibilitas Perusahaan dan kepercayaan para Pemangku Kepentingan sangat erat kaitannya dengan perilaku Perusahaan dalam berinteraksi dengan mereka para Pemangku Kepentingan, oleh sebab itu, pengelolaan Perusahaan harus dilandasi dengan kesadaran untuk menjalankan etika yang baik selain mengikuti peraturan dan perundangan yang berlaku.
Hal tersebut diyakini dapat meningkatkan dan memperkuat reputasi Perusahaan.
Atas dasar pemikiran tersebut diatas, Perusahaan meyakini bahwa perlu menyusun suatu Pedoman Etika dan Perilaku yang mengatur kebijakan nilai-nilai etis yang dinyatakan secara eksplisit sebagai suatu standar perilaku yang harus dipatuhi oleh seluruh Insan Sedana, yang nantinya akan menjadi panduan dan acuan bagi Insan Sedana dalam mengelola Perusahaan guna mencapai Visi, Misi dan Tujuan perusahaan.
Dalam menyusun Pedoman Etika Dan Perilaku ini, Perusahaan selalu memperhatikan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, Visi, Misi, Tujuan dan Tata Nilai yang dianut Perusahaan, praktek- praktek terbaik di internal maupun eksternal Perusahaan dan tentunya Pedoman Tata Kelola Perusahaan Yang Baik yang berlaku di Perusahaan.
Secara umum dapat dinyatakan bahwa Pedoman Etika Dan Perilaku di Perusahaan merupakan sekumpulan komitmen yang terdiri dari
BAB I
etika usaha Perusahaan dan etika kerja setiap Insan Sedana yang bersifat sukarela yang disusun untuk mempengaruhi, membentuk, mengatur dan melakukan kesesuaian perilaku, sehingga tercapai keluaran yang konsisten yang sesuai dengan budaya kerja Perusahaan dalam mencapai visi dan misinya.
Karena Pedoman Etika Dan Perilaku merupakan pedoman yang bersifat dinamis, maka pedoman ini akan selaludikaji secara berkala dan berkelanjutan sesuai dengan dinamika lingkungan usaha yang terjadi. Namun demikian, dalam setiap perubahannya Perusahaan tidak akan mengorbankan nilai-nilai yang telah ada demi keuntungan jangka pendek semata.
I.2. Istilah-Istilah dan Difinisi
1. Perusahaan dengan huruf awal P besar , adalah PT Sedana Pasifik Servistama ., sedangkan perusahaan dengan huruf p kecil menunjuk kepada perusahaan secara umum.
2. Tata Nilai Perusahaan, adalah kombinasi dari nilai-nilai (values) dan keyakinan (beliefs), yaitu prinsip-prinsip yang diyakini baik dan benar dalam menjalankan bisnis dan organisasi, yang menjadi pegangan bagi setiap Insan Sedana dalam berperilaku, bertindak dan mengambil keputusan untuk mencapai tujuan bersama
3. Dewan Komisaris, adalah keseluruhan Anggota Dewan Komisaris sebagai suatu kesatuan majelis atau Dewan (Board).
4. Anggota Dewan Komisaris, adalah Anggota dari Dewan Komisaris yang merujuk kepada individu (bukan Board).
5. Direksi, adalah keseluruhan Anggota Direksi sebagai satu kesatuan majelis atau Dewan(Board).
6. Anggota Direksi, adalah Anggota Direksi yang merujuk kepada individu (bukan Board).
7. Karyawan, adalah orang yang terikat hubungan kerja dengan Perusahaan serta telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan diangkat oleh Direksi serta diberikan penghasilan, kesejahteraan, dan fasilitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan ketentuan Perusahaan.
8. Insan Sedana, adalah Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Perusahaan.
9. Atasan Langsung, adalah jabatan Manajer, di atas jabatan yang didudukinya dalam hubungan kepada siapa ia harus bertanggung jawab
10. Pemangku Kepentingan (Stakeholders ), adalah setiap pihak yang memiliki kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung, baik finansial maupun non finansial terhadap Perusahaan dan memiliki pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kelangsungan hidup Perusahaan, termasuk didalamnya Pemegang Polis, Tertanggung, Karyawan, Pemerintah, Mitra Usaha, Pihak yang berhak memperoleh manfaat, Kreditur dan Masyarakat serta pihak berkepentingan lainnya.
11. Mitra Usaha, adalah pihak perseorangan maupun perusahaan yang menjalin kerjasama bisnis berdasarkan potensi dan kelayakannya yang saling menguntungkan dengan Perusahaan, seperti misalnya Perusahaan Asuransi, Penilai Kerugian, Risk Surveyor dsb.
12. Pedoman Tata Kelola Perusahaan, adalah sekumpulan nilai dan praktek Perusahaan yang menjadi suatu pedoman bagi Organ Perusahaan dan Manajemen dalam mengelola Perusahaan yang di dalamnya memuat prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG ) yang selaras dengan peraturan perundang-undangan, tujuan, visi dan misi serta tata nilai Perusahaan.
13. Pedoman Etika dan Perilaku, adalah sistem nilai atau norma yang dianut oleh seluruh Insan Sedana dalam melaksanakan tugasnya yang didalamnya memuat etika bisnis dan perilaku seluruh Insan Sedana dalam mencapai tujuan, visi dan misi Perusahaan antara lain etika hubungan antara Perusahaan dengan Karyawan, Pemegang Saham, Tertanggung, Kreditur, Pemerintah, Mitra Usaha, Pesaing dan Masyarakat.
14. Etika Bisnis/Usaha, adalah sistem nilai atau norma yang dianut oleh Perusahaan sebagai acuan perusahaan, manajemen dan pekerja untuk berhubungan dengan Iingkungannya, baik internal maupun eksternal
15. Etika Kerja, adalah sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh pekerja perusahaan, termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja sehari-hari.
16. Hadiah atau hibah atau kado, adalah pemberian uang, barang, jasa dan lain-lain yang dilakukan tanpa ada kompensasi balik seperti yang terjadi dalam perdagangan;
17. Benturan Kepentingan, adalah keadaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta pekerja perusahaan, sehingga tugas yang diamanatkan tidak dapat dilakukan secara obyektif.
I.3.Tujuan
Tujuan penerapan Pedoman Etika Dan Perilaku bagi Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi Perusahaan secara profesional dengan tetap mengutamakan nilai-nilai dan budaya Perusahaan serta prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik sebagai landasan etika bisnis.
2. Sebagi panduan dan acuan perilaku untuk Insan Sedana dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dan dalam berinteraksi dengan para Pemangku Kepentingan Perusahaan.
3. Menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, etika dan keterbukaan sehingga terbentuk suatu hubungan yang harmonis, sinergi dan saling menguntungkan antara Perusahaan dengan Insan Sedana dan/atau Pemangku Kepentingan lainnya yang berlandaskan pada prinsip-prinsip yang sehat dan etika berusaha yang menjadi nilai-nilai serta filsafat bisnis untuk menjadi perusahaan yang berdaya saing tinggi.
I.4.Ruang Lingkup
Pedoman ini dipergunakan sebagai panduan bagi Perusahaan dan seluruh Insan Sedana dalam menjalankan aktivitas bisnis serta berhubungan dengan para Pemangku Kepentingan.
I.5. Visi dan Misi Perusahaan
Visi
“Menjadi Mitra Terpercaya Bagi Klien dan Mitra Bisnis”
Misi
1. Menempatkan bisnis Klien sebagai dasar dalam melakukan manajemen risiko
2. Merupakan suatu komitmen kami untuk memberikan pelayanan dengan integritas dan profesional
3. Tumbuh bersama Klien dan Mitra Bisnis
I.6. Tata Nilai Perusahaan
Tata Nilai Perusahaan di PT. Sedana Pasifik Servistama merupakan penjabaran atas Logo perusahaan - SPS - yang merupakan kombinasi dari nilai-nilai dan keyakinan yaitu prinsip-prinsip yang diyakini baik dan benar dalam menjalankan bisnis dan organisasi, yang menjadi pegangan bahkan filosofi bagi setiap Insan Sedana dalam berperilaku, bertindak dan mengambil keputusan untuk mencapai tujuan bersama.
Dari Logo–SPS–tersebut lebih lanjut dapat dijabarkan tata nilai perusahaan PT. Sedana Pasifik Servistama sebagai berikut :
S ervices
.Kami memberikan pelayanan konsultasi manajemen risiko bagi berbagai jenis industri dengan layanan prima, dan tak pernah berhenti untuk berusaha meningkatkan kualitas layanan.
Services ( Pelayanan ) diterjemahkan kedalam 5 (lima) Perilaku Utama yang akan menjadi pegangan dalam menjalankan bisnis dan organisasi Perusahaan, yaitu antara lain:
1. Cepat Tanggap ( Responsif ) 2. Bertindak Proaktif dan Fleksibel
3. Bersikap Terbuka dan Peduli ( ber-empati )
4. Supel dalam Berkomunikasi namun tetap Sopan dan Santun 5. Menghargai Pendapat dan Menghormati Orang Lain
P rofesionalism
Kami memiliki Team yang menjunjung tinggi sikap Profesionalisme yang terdiri dari individu-individu yang memiliki integritas dan dedikasi yang tinggi serta keahlian untuk memenuhi standar layanan yang berkualitas.
Profesionalism( Profesionalisme ) diterjemahkan kedalam 3 (tiga) Perilaku Utama yang akan menjadi pegangan dalam menjalankan bisnis dan organisasi Perusahaan, yaitu antara lain:
1. Senantiasa memberikan hasil terbaik dengan meningkatkan kompetensi di bidangnya dan bertanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil dalam pekerjaan
Bertindak cermat dan tepat dalam mengambil keputusan
Tepat waktu dan biaya ( efektif dan efisien )
Berorientasi pada kebutuhan pelanggan
2. Senantiasa berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan secara terus menerus dengan dilandasi sikap kreatif dan inovatif serta adaptif terhadap perubahan.
Selalu ingin mengetahui dan belajar hal-hal baru untuk kemajuan Perusahaan.
Melihat jauh ke depan dan senantiasa berusaha untuk membawa Perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi
3. Senantiasa menjaga kepercayaan yang diamanahkan dalam melaksanakan pekerjaan.
Tidak pernah menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan lain di luar kepentingan Perusahaan
Selalu membangun kerjasama diantara seluruh jajaran perusahaan(team work), tidak terkotak-kotak, selalu saling membantu untuk kepentingan Perusahaan semata.
Selalu bersikap terbuka dan berpikir positif dalam bekerja
S atisfactions
Kepuasan Pelanggan merupakan tujuan utama kami dalam memberikan pelayanan yang berkualitas
Satisfactions (kepuasan) pelanggan diharapkan dapat tercapai melalui 3 (tiga) Perilaku Utama yang akan menjadi pegangan dalam menjalankan bisnis dan organisasi Perusahaan, yaitu antara lain:
1. Senantiasa melaksanakan pekerjaan dengan jujur, konsisten dan penuh tanggung jawab serta beretika.
2. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah Pelanggan yang terkait dengan jasa pelayanan manajemen risiko
3. Selalu berorientasi kepada pelayanan yang maksimal untuk memperoleh kepercayaan dari pelanggan.
I.7. Referensi yang digunakan.
Pedoman Etika Dan Perilaku pada PT. Sedana Pasifik Servistama, disusun berdasarkan acuan/referensi sebagai berikut :
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014, tentang Perasuransian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 337, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5618);
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253);
Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3506 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 212,
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 152/PMK.010/2012, tertanggal 3 Oktober 2012, tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaaan Perasuransian.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013, tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.05/2013, tentang Penilaian Kemampuan Dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Pada Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan Dan Perusahaan Penjaminan.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2014, tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian sengketa di Sektor Jasa Keuangan.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.05/2014, tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian.
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan NomorSE-6/D.05/2013, tentang Penetapan Tarif Premi Serta Ketentuan Biaya Akuisisi Pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Bermotor dan Harta Benda Serta Jenis Risiko Khusus Meliputi Banjir, Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami Tahun 2014
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/SEOJK.07/2014, tentang Pelaksanaan Edukasi Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan Kepada Konsumen dan/Atau Masyarakat.
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor2/SEOJK.07/2014, tentang Pelayanan Dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan.
Pedoman Kode Etik (Pedoman Etika dan Perilaku) Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia yang diterbitkan oleh APPARIINDO pada tahun 2011.
Pedoman Penilaian Sendiri Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Perusahaan Pialang Asuransi dan Pialang Reasuransi Indonesia Anggota Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia yang diterbitkan oleh APPARINDO Bekerjasama Dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG)
Anggaran Dasar Perusahaan yang tertuang dalam akta NotarisHaji Mulyanto Notodihardjo, SH no. 1, tertanggal 2 Mei tahun 2001
Peraturan Perusahaan PT. Sedana Pasifik Servistama
Standar Operating Procedure pada setiap Departemen / Unit Kerja di PT. Sedana Pasifik Servistama.
PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA PERUSAHAANYANG BAIK
1. Transparansi (Transparency)
Prinsip transparansi adalah keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan dan penyediaan informasi yang relevan mengenai kinerja, kodisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas, memadai, akurat, dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh para Pemangku Kepentingan sesuai dengan haknya
Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perusahaan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
2. Akuntabilitas (Accountability)
Prinsip akuntabilitas berarti adanya kejelasan fungsi, hak, kewajiban dan wewenang serta pelaksanaan pertanggungjawaban jajaran Perusahaan, sehingga pengelolaan perusahaan dapat berjalan secara transparan, wajar, efektif, dan efisien.
Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan / atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perusahaan kepadanya.
Terdapat 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas yang dimiliki perusahaan, ialah : a. Akuntabilitas Individu
Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak b. Akuntabilitas Kelompok
Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai.
c. Akuntabilitas Korporat
Akuntabilitas yang melekat kepada Perusahaan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perusahaan.
3. Pertanggung Jawaban (Responsibility)
BAB II
Prinsip pertanggungjawaban mencerminkan adanya kesesuaian pengelolaan Perusahaan dengan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian dan nilai-nilai etika, prinsip, serta standar praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat.
4. Kemandirian (Independency)
Prinsip kemandirian yaitu suatu keadaan di mana Perusahaan dikelola secara mandiri dan profesional serta bebas dari benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat.
5. Kewajaran (Fairness)
Prinsip kewajaran mengharuskan adanya kesetaraan dan keadilan dalam memenuhi hak-hak Pemangku Kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian, peraturan perundang-undangan, dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat.
.
ETIKA BISNIS PERUSAHAAN
Pengertian Etika dalam Pedoman Etika dan Perilaku di Perusahaan, adalah nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Dengan demikian etika bisnis bisa diartikan sebagai cara-cara yang baik untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, Perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya itu mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan peraturan, hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
III.1. Kepatuhan Terhadap Hukum Dan Peraturan
Kepatuhan terhadap hukum yang berlaku merupakan suatu kewajiban dari perilaku yang harus dijalankan oleh Perusahaan tanpa dapat ditawar lagi.
Suatu peraturan, baik itu peraturan perusahaan maupun peraturan- peraturan lainnya adalah merupakan suatu produk hukum, oleh sebab itu peraturan wajib ditaati dan dijadikan pedoman.
Adapun peraturan–peraturan yang diterapkan sebagai acuandari perilaku bisnis Perusahaan terdiri dari Undang-undang, Peraturan Perusahaan, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, hukum bisnis, dan segala hukum serta peraturan yang berlaku khususnya yang berkaitan dengan usaha di bidang perasuransian.
Insan Sedana diharuskan / diwajibkan mematuhi dan melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan internal Perusahaan.
Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan di Perusahaan diwujudkan dengan cara :
a. Mematuhi standar, norma, hukum dan peraturan perundangan yang berlaku dan terkait dengan kegiatan Perusahaan.
b. Mematuhi peraturan, sistem dan prosedur yang berlaku di Perusahaan.
BAB III
III.2. Pemberian dan Penerimaan Hadiah, Suap dan Lainnya
Pemberian dan/atau penerimaan Hadiah, Cindera Mata maupun Jamuan Bisnis dapat dibenarkan apabila dilakukan dalam rangka interaksi sosial dan pembinaan hubungan yang baik antara Perusahaan dengan Mitra Usaha secara sehat dan dalam batas kewajaran serta dapat dipertanggungjawabkan tanpa menimbulkan benturan kepentingan yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang bersangkutan dan dilakukan sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan.
Perusahaan melarang tindakan-tindakan sebagai berikut:
a. Suap
Suap adalah suatu pemberian ataupun janji untuk memberi kepada seseorang atau pejabat yang akan mempengaruhi keputusan yang terkait dengan jabatannya antara lain dengan berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya, untuk keuntungan si pemberi suap.
Bentuk-bentuk suap dapat berupa pemberian uang, barang, fasilitas, pemberian/penerimaan jabatan kepada keluarga pejabat ataupun bentuk dan fasilitas lainnya yang dapat merupakan imbalan.
b. Pembayaran Tidak Wajar
Pembayaran tidak wajar adalah praktek-praktek pembayaran khusus,hiburan dan sokongan kepada pihak-pihak di luar Perusahaan guna melancarkan jalannya bisnis Perusahaan yang melebihi kewajaran/kelayakan yang berlaku di dunia bisnis.
III.3. Pemberian Kesempatan Yang Sama Kepada Karyawan
Perusahaan akan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan, pendidikan, pengembangan potensi, promosi dan pemberhentian kerja, yang diwujudkan melalui sikap Perusahaan sebagai berikut :
1. Perusahaan menjunjung tinggi penegakan hukum dan peraturan Perusahaan dengan konsisten tanpa membedakan ras, gender, agama dan jabatan.
2. Perusahaan selalu menjunjung kesetaraan kerja termasuk di dalamnya larangan terhadap segala bentuk diskriminasi.
3. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dan setara serta perlakuan yang adil kepada seluruh Karyawan.
III.4. Standar Etika Dalam Berhubungan Dengan Para Pemangku Kepentingan
Kepercayaan merupakan unsur penting untuk meningkatkan loyalitas Pelanggan maupun pihak lain yang berhubungan dengan Perusahaan.
Untuk dapat menciptakan harmonisasi dan iklim usaha yang terpercaya tersebut, Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya senantiasa bertindak profesional, jujur, adil dan konsisten dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para Pemangku Kepentingan.
Landasan Perusahaan dalam membina hubungan dengan para Pemangku Kepentingandilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
III.4.1. Hubungan Dengan Insan Sedana
Perusahaan melindungi kepentingan seluruh Insan Sedana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai upaya mewujudkan hubungan yang berkualitas, adil, serta dapat mendorong intensitas dan kualitas partisipasi Insan Sedana.
Perusahaan memandang bahwa seluruh Insan Sedana adalah salah satu aset berharga dalam mendukung pencapaian visi dan misi Perusahaan.
Perusahaan akan memperlakukan Insan Sedana sebagai anggota Perusahaan dengan adil dengan cara sebagai berikut:
1. Menghormati hak Insan Sedana serta akan selalu mengikutsertakan Insan Sedana dalam menetapkan kebijakan pengelolaan karyawan secara konsisten sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Selalu mensosialisasikan semua peraturan, khususnya peraturan baru, kepada seluruh Insan Sedana.
3. Menciptakan kesempatan kerja yang sama kepada seluruh Insan Sedana tanpa membedakan suku, ras, gender, dan agama.
4. Memberikan kesempatanyang sama dalam hal pendidikan, remunerasi, promosi,dan penghargaan kepada pekerja sesuai dengan kinerja, kompetensi dan loyalitas.
5. Menjunjung tinggi penegakan hukum dan peraturan Perusahaan dengan konsisten tanpa membedakan suku, ras, gender, agama dan jabatan.
6. Senantiasa berusaha menciptakan tempat kerja yang menjaga kesehatan dan keselamatan Karyawannya.
7. Berusaha meningkatkan kesejahteraan Insan Sedana secara adil, layak dan transparan.
8. Menghargai kreativitas, inovasi dan inisiatif Karyawan yang memberikan nilai tambah terhadap Perusahaan.
III.4.2. Hubungan Dengan Nasabah
Perusahaan mengedepankan layanan prima, dan sikap proaktif serta cepat tanggap (Responsif dalam berhubungan dengan Nasabah.
Oleh sebab itu, standar etika yang diharapkan dari seluruh jajaran Perusahaan dalam berhubungan dengan nasabah, antara lain :
1. Senantiasa memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas kepada Nasabah, serta menyampaikan informasi secara lengkap dan akurat, terutama terkait dengan fungsi dan peran Perusahaan, layanan, spesifikasi dan manfaat jaminan asuransi.
2. Memperlakukan Nasabah dengan baik sebagaimana mestinya, dengan menjunjung tinggi asas saling percaya, santun, bertindak jujur, hati-hati, transparan, penuh rasa tanggung jawab serta objektif.
3. Senantiasa menjaga rahasia Nasabah terkait dengan penutupan asuransi dan atau penanganan klaim yang
dipercayakan kepada Perusahaan, kecuali diminta oleh pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum.
4. Perusahaan ikut bertanggung jawab atas terciptanya industri perasuransian yang sehat dan terpercaya, yaitu dengan tidak memberikan pernyataan atau petunjuk yang tidak wajar atau menyesatkan kepada Nasabah dalam suatu penempatan risiko dan/atau penanganan klaim asuransi.
III.4.3.Hubungan Dengan Mitra Usaha
Perusahaan menyadari bahwa bisnis pialang asuransi sangat erat kaitannya dengan kompetensi yang dimiliki para Mitra Usaha, misalnya dengan kapasitas dan kemampuan akseptasi risiko dari para perusahaan asuransi, kompetensi dan pengalaman Loss adjuster dan / atau Risks Surveyor, dsb.
Diketahui bahwa salah satu Misi Perusahaan adalah“ Tumbuh bersama Klien dan Mitra Bisnis” hal itu berarti bahwa Perusahaan dalam berhubungan dengan Mitra Usaha dilakukan secara profesional, setara dan saling menguntungkan dengan mematuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Senantiasa mengedepankan kepentingan Perusahaan dengan memilih Mitra Usaha yang memberikan sinergi terbaik pada Perusahaan dan bebas KKN dengan mempertimbangkan prestasi serta rekam jejak Mitra Usaha.
2. Senantiasa melaksanakan hubungan kerja dengan Mitra Usaha secara transparan, harmonis dan sesuai dengan nilai-nilai etika serta dalam batas-batas toleransi yang diperbolehkan oleh hukum dan senantiasa memenuhi hak dan kewajibannya dari masing-masing pihak.
3. Melakukan evaluasi atas kinerja Mitra Usaha serta menghindari kerjasama dengan Mitra Usaha yang melakukan praktek usaha yang tidak etis.
4. Mengutamakan negosiasi guna musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan sengketa dengan Mitra Usaha.Cara-cara melalui jalur hukum merupakan cara
paling akhir yang digunakan dalam penyelesaian sengketa.
III.4.4.Hubungan Dengan Pemerintah
Perusahaan mempunyai komitmen untuk menjaga dan memelihara hubungan baik yang komunikatif dan konstruktif dengan Pemerintah, dalam hal ini dengan setiap Jajaran Pemerintah selaku regulator yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan Perusahaan dalam menjaga hubungan dengan Pemerintah adalah sebagai berikut:
1. Senantiasa mematuhi dan mendukung semua peraturan perundang-undangan termasuk namun tidak terbatas pada Undang-undang dibidang Perasuransian, seperti ketaatan terhadap pembayaran pajak, tarif, retribusi, masalah ketenagakerjaan, persyaratan dan perijinan usaha, dsb.
2. Membina hubungan dan komunikasi yang baik dengan regulator untuk mengembangkan iklim usaha dibidang perasuransian yang sehat, dinamis, kompetitif dan menumbuhkan daya saing ekonomi nasional
3. Membina hubungan yang sehat, harmonis dan beretika berdasarkan nilai kejujuran, saling menghormati serta menghindari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam berhubungan dengan Pemerintah / Regulator.
4. Tidak memanfaatkan dan / atau menyalahgunakan hubungan baik dengan Pemerintah untuk memperoleh kesempatan bisnis dengan cara yang tidak etis.
III.4.5.Hubungan Dengan Pesaing
Perusahaan sangat mendukung iklim usaha persaingan yang sehat di dalam industri perasuransian, dengan selalu menjunjung tinggi etika bisnis dalam setiap kegiatan usahanya yaitu:
1. Senantiasa melaksanakan usaha dengan memperhatikan kaidah-kaidah persaingan yang sehat dan beretikasesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
2. Senantiasa saling menghormati, menghargai dan mempercayai dalam menjaga hubungan baik dengan Pesaing
3. Dilarang melakukan praktek persaingan usaha tidak sehat, perbuatan curang dan mendiskreditkan, termasuk tetapi tidak terbatas penutupan pasar (block market) 4. Dilarang melakukan kesepakatan / perjanjian dengan
pesaing yang terkait dengan tidak melibatkan diri dalam kegiatan bisnis yang dapat melanggar Peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat.
III.4.6.Hubungan Dengan Pemegang Saham
Perusahaan memiliki komitmen untuk senantiasa meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dan melindungi hak-hak pemegang saham sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, adapun standar etika bisnis dalam berhubungan dengan pemegang saham, antara lain :
1. Senantiasa berusaha meningkatkan nilai Perusahaan dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ke-mampulabaan Perusahaan
2. Senantiasa menghormati dan menjamin bahwa hak-hak Pemegang Saham sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan serta peraturan lain yang berlaku dapat terpenuhi dengan baik secara transparan, adil dan tepat waktu.
3. Senantiasa menjamin bahwa informasi material mengenai Perusahaan selalu diberikan dengan sejujur- jujurnya, tepat waktu dan teratur kepada Pemegang Saham sesuai ketentuan/peraturan perundang- undangan yang berlaku.
4. Tidak melakukan suatu perbuatan untuk mencari keuntungan bagi pribadi dan pihak lain dengan menggunakan informasi Perusahaan yang bukan untuk kepentingan umum atau yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.
5. Setiap pemegang saham harus tunduk kepada Anggaran Dasar Perusahaan dan semua keputusan yang diambil secara sah dalam RUPS.
III.4.7.Hubungan Dengan Penyedia Barang / Jasa
Perusahaan melaksanakan pengadaan barang dan / atau jasa berdasarkan prinsip-prinsip kompetitif, transparan, adil, wajar dan akuntabel.
Standar etika bisnis yang diharapkan dalam berhubungan dengan penyedia barang dan jasa, antara lain :
1. Penentuan penyedia barang dan jasa harus didasarkan pada mutu pekerjaan, layanan purna jual, garansi, prestasi dan rekam jejak serta harga yang dapat dipertanggungjawabkan dengan mengutamakan kepentingan Perusahaan.
2. Menghindari adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam proses pengadaan terhadap peyedia barang dan/atau jasa di Perusahaan.
3. Menjalin komunikasi yang terbuka selama proses pelaksanaan pengadaan hingga terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak
4. Melakukan evaluasi atas penyedia barang dan jasa serta memberikan tindakan tegas kepada penyedia barang dan jasa yang berperilaku tidak etis.
.
III.4.8. Hubungan ...
III.4.8.Hubungan Dengan Kreditur
Perusahaan hanya diperbolehkan menerima pinjaman dana yang ditujukan untuk kepentingan usaha dan peningkatan nilai tambah Perusahaan, sehubungan dengan itu, standar etika bisnis yang diharapkan dalam berhubungan dengan kreditur, antara lain:
1. Senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian, selektif, kompetitif dan adil, dalam pemilihan sumber pendanaan dari pinjaman Perusahaan.
2. Proses pemilihan Kreditur/Investor di Perusahaan harus bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), dengan menyediakan informasi yang aktual dan prospektif bagi calon Kreditur termasuk penggunaan dana dimaksud.
3. Senantiasa menjaga reputasi Perusahaan dalam penggunaan dana-dana yang bersumber dari pinjaman Kreditur dengan selalu memenuhi komitmennya.
III.4.9.Hubungan Dengan Masyarakat
Perusahaan melaksanakan program sosial dan kemasyarakatan untuk memberdayakan potensi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup serta dapat bersinergi dengan program-program Pemerintah, maka standar etika bisnis yang diharapkan dalam berhubungan dengan masyarakat, antara lain:
1. Selalu membangun dan membina hubungan yang serasi dan harmonis serta berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan di sekitar tempat Perusahaan beroperasi.
2. Tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengarah kepada diskriminasi masyarakat berdasar suku, agama, ras dan antar golongan.
TUNTUTAN PERILAKU BAGI INSAN SEDANA
IV.1. Komitmen Insan Sedana
Setiap Insan Sedana wajib memberikan kemampuan terbaik guna mendukung tercapainya tujuan Perusahaan, maka seluruh Insan Sedana memiliki komitmen untuk :
1. Senantiasa berpikir dan berperilaku secara korporasi dan tidak sektoral dengan mengutamakan kepentingan Perusahaan di atas kepentingan pribadi dan atau kelompok untuk memberikan yang terbaik bagi Perusahaan.
2. Senantiasa melaksanakan tugas secara profesional dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan semangat kebersamaan.
3. Senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan internal dan eksternal, peduli dan tanggap terhadap keluhan pelanggan dan dengan segera menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut.
4. Senantiasa membuat rencana kerja dengan baik sesuai dengan ruang lingkup tugasnya, serta memahami sasaran kerja beserta ukuran keberhasilannya.
5. Senantiasa bekerja keras, serta berusaha mencari cara yang terbaik dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dengan cara yang efektif dan efisien.
6. Senantiasa memiliki keinginan yang kuat untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan pekerjaan.
7. Senantiasa mematuhi seluruh kebijakan, sitem, prosedur dan nilai-nilai Perusahaan serta ketentuan lainnya yang berlaku, untuk menjaga dan mempertahankan citra serta reputasi/nama baik Perusahaan.
BAB
IV
IV.2. Perilaku Jajaran Manajemen dan Karyawan
Kelangsungan hidup suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kinerja dan citra perusahaan tersebut.
Sementara itu, dapat dinyatakan bahwa kinerja dan citra yang dimiliki olehPT. Sedana Pasifik Servistama sebagai sebuah perusahaan pialang asuransi, sangat ditentukan oleh 2 (dua) hal, yaitu kemampuan (kapabiltas dan kompetensi) dan perilaku dari setiap Insan Sedana sebagai penggerak roda organisasi.
Menyadari hal tersebut diatas, sangat penting bagi Perusahaan untuk mengatur perilaku yang beretika dalam pelaksanaan aktivitas sehari- hari di pekerjaan, diantaranya adalah :
IV.2.1.Perilaku Sebagai Atasan terhadap Bawahan
1. Senantiasa menghargai dan memperlakukan bawahan sebagai manusia seutuhnya dengan memperhatikan semua sisi kemanusiannya.
2. Selalu berkomunikasi secara santun, terbuka, jujur dan bertanggung jawab.
3. Senantiasa meningkatkan pengetahuan bawahan dan menghargai kreativitas, inovasi dan inisiatif bawahan.
4. Melibatkan dan mempertimbangkan masukan dari bawahan dalam proses pengambilan keputusan serta menghargai dan menerima perbedaan pendapat dan kritik yang membangun.
5. Memberi keteladanan dalam tindakan dan perilaku sehari-hari, sesuai kata dengan perbuatan.
6. Mendorong budaya kepatuhan terhadap pedoman perilaku dan kebijakan Perusahaan.
7. Mendorong/memotivasi bawahan untuk berprestasi dan secara bersama-sama mencapai sasaran kinerja yang telah ditetapkan.
8. Melakukan koreksi atau teguran ke bawahan secara konstruktif, adil dan tanpa mematahkan semangat kerja yang bersangkutan.
9. Memberikan kesempatan yang sama kepada bawahan untuk mengembangkan karirnya tanpa membeda- bedakan suku, agama, ras, gender dan golongan.
10. Menanggapi setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin dan menindaklanjutinya secara adil dan transparan sesuai peraturan Perusahaan.
11. Senantiasa menjaga keutuhan dan kekompakan seluruh Insan Sedana dengan menghindari persaingan yang tidak sehat serta menghindari pengkotakan antar bagian.
12. Tidak melakukan intimidasi atau tekanan, penghinaan, dan pelecehan terhadap bawahan.
IV.2.2.Perilaku Sebagai Bawahan terhadap Atasan
1. Bekerja jujur dan profesional dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
2. Bersikap dan bertingkah laku santun terhadap atasan dan sesama Insan Sedana.
3. Senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
4. Memberikan saran dan masukan yang positif kepada atasan.
5. Berani dan bebas mengeluarkan pendapat secara santun dalam mendiskusikan kebijakan atasan yang tidak sesuai dengan aturan dan/atau tujuan Perusahaan dan menyampaikan saran untuk perbaikan.
6. Tidak membahas secara negatif kebijakan atasan dengan sesama bawahan yang berpotensi mengundang fitnah dan kontra produktif terhadap kinerja Perusahaan.
7. Mematuhi Peraturan Perusahaan dan menginformasikan kepada atasan bila terdapat indikasi penyimpangan.
8. Patuh dan konsekuen terhadap hukum, kebijakan (policy), dan Standard Operating Procedure (SOP) yang sudah ditetapkan.
9. Tidak melakukan tindakan yang di luar kewenangannya;
10. Mematuhi dan menghormati kesepakatan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja antara Perusahaan dengan karyawan.
IV.2.3.Perilaku Sebagai Rekan Kerja
1. Selalu menjaga perilaku sopan dan santun baik di dalam maupun di luar pekerjaan.
2. Mengembangkan kemampuan dan keterampilan untuk bekerja dalam kelompok demi kemajuan Perusahaan.
3. Memiliki semangat kerja sama yang tinggi dan selalu siap membantu rekan ataupun unit kerja lain untuk kebaikan Perusahaan.
4. Bersedia berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada rekan kerja lainnya tanpa merasa takut tersaingi.
5. Menghargai orang lain, tidak meremehkan dan membeda-bedakan satu dengan lainnya serta menerima setiap masukan dan saran yang diberikan untuk perbaikan diri dan peningkatan kinerja.
6. Menciptakan keterbukaan informasi sesama rekan kerja dan antar unit kerja untuk mendukung kerja sama dan koordinasi yang baik demi kemajuan Perusahaan dengan tidak melanggar Perjanjian Kerja antara Perusahaan dan Karyawan yaitu menyimpan rahasia Perusahaan dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya.
7. Senantiasa bersikap terbuka, simpatik dan membantu sesama rekan, saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain, serta dapat menerima perbedaan pendapat dengan baik.
8. Memiliki semangat persaingan yang sehat untuk memacu prestasi kerja secara maksimal.
9. Menghindari tindakan dan ucapan yang mengandung unsur intimidasi, pelecehan, penghinaan, sikap mengejek, memfitnah dan merendahkan teman, serta saling menjatuhkan terhadap sesama rekan kerja.
10. Senantiasa bekerja dengan harmonis berdasarkan dedikasi dan kepercayaan bersama untuk mencapai tujuan bersama.
IV.3. Menjaga Kerahasiaan Data dan Informasi Perusahaan
Perusahaan mempunyai kewajiban menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam setiap kegiatan bisnis.
Penghargaan terhadap privasi para pemangku kepentingan seperti misalnya Mitra Usaha dan Nasabah sama pentingnya dengan perlindungan aset Perusahaan.
Oleh sebab itu setiap Insan Sedana diwajibkan untuk memperlakukan informasi Perusahaan yang bersifat rahasia (confidential) yang diperolehnya dalam menjalankan tugas dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Melindungi informasi rahasia, bukan hanya untuk Insan Sedana yang masih aktif bekerja tetapi juga berlaku bagi Insan Sedana yang sudah tidak bekerja.
Bagi Insan Sedana yang sudah tidak bekerja, diwajibkan untuk menyerahkan semua data yang berhubungan dengan Perusahaan pada saat berhenti bekerja.
2. Akses informasi, pengaturan mengenai kewenangan dan lingkup tugas Insan Sedana yang dapat melakukan akses terhadap informasi Perusahaan yang diperlukan, baik yang bersifat umum atau khusus.
3. Penyebaran Informasi, penjelasan mengenai pengungkapan atau penggunaan informasi Perusahaan yang bersifat rahasia berupa ucapan maupun tulisan ke pihak manapun, hanya dapat dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk Perusahaan.
IV.4. Pencatatan Data dan Pelaporan
Setiap Insan Sedana hendaknya mendukung terlaksananya pengelolaan data secara rapi, tertib, teliti, akurat dan tepat waktu dengan cara:
1. Hanya memberikan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Mencatat data dan menyusun laporan berdasarkan sumber yang benar, diteliti keakuratannya dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Menyampaikan laporan secara benar, lengkap, singkat, jelas, tepat isi dan tepat waktu, serta relevan untuk proses pengambilan keputusan.
4. Dilarang memalsukan, menyembunyikan catatan, dokumen, dan informasi Perusahaan baik ketika menjabat ataupun setelah selesai masa tugas /jabatannya.
5. Tidak membiarkan catatan yang tidak benar atau transaksi yang melanggar hukum
6. Menyimpan semua dokumen, laporan dan berkas-berkas Perusahaan dengan tertib sehingga senantiasa mudah ditemukan dan digunakan sewaktu-waktu oleh semua pihak yang berkepentingan.
7. Penggunaan/penyebaran dan pemusnahan catatan, dokumen, dan informasi harus mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.
8. Perusahaan tidak membenarkan adanya seseorang yang dikarenakan kedudukannya atau profesinya atau hubungan usaha dengan Perusahaan, menggunakan catatan, dokumen, dan informasi Perusahaan untuk kepentingan pribadi dan berpotensi merugikan Perusahaan dan stakeholders lainnya.
IV.5. Menjaga dan Menggunakan Asset Perusahaan
Aset merupakansumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk digunakan dalam upaya pencapaian tujuan Perusahaan.
Oleh sebab itu, Insan Sedana bertanggung jawab untuk merawat dan menggunakan asset Perusahaan sesuai dengan tujuan Perusahaan.
Hal tersebut diwujudkan melalui :
1. Bertanggung jawab agar penggunaan aset Perusahaan dilakukan untuk keperluan penciptaan nilai bagi Perusahaan sesuai peraturan Perusahaan.
2. Bertanggung jawab dalam menjaga, memelihara, mengamankan dan menyelamatkan aset Perusahaan dari kerugian, kerusakan dan kehilangan.
3. Melakukan penghematan atau efisiensi dalam pemanfaatan aset Perusahaan serta menghindarkan penggunaan aset Perusahaan untuk keperluan diluar kepentingan Perusahaan.
4. Memastikan bahwa setiap pencatatan dan pelaporan aset Perusahaan menggunakan standar akuntansi yang berlaku umum
IV.6. Menjaga Kesehatan dan Keamanan Lingkungan Kerja
Pengelolaan kesehatan dan keamanan lingkungan kerja sangat penting untuk keberhasilan aktivitas usaha Perusahaan.
Menerapkan dan memelihara perilaku yang dapat mewujudkan kesehatan dan keamanan lingkungan kerja merupakan suatu keharusan.
Oleh karena itu tuntutan perilaku bagi Insan Sedana dalam menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan kerja adalah sebagai berikut :
1. Wajib memahami situasi dan kondisi kesehatan dan keamanan lingkungan kerja serta mematuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.
2. Tanggap terhadap insiden dan keadaan darurat yang disebabkan oleh gangguan keamanan, kecelakaan, bencana alam dan lainnya
3. Turut serta dalam menciptakan kesehatan dan keamanan lingkungan kerja diantaranya dengan menghindari segala perbuatan yang mencelakakan diri sendiri atau orang lain, mengganggu kesehatan, seperti minuman yang memabukkan, mengkonsumsi obat-obat terlarang, dan lain- lain, sesuai peraturan Perusahaan.
4. Melakukan pemeriksaan, inspeksi dan evaluasi secara berkala terhadap semua sarana termasuk sumber daya, peralatan pemadam kebakaran,sistem deteksi secara seksama untuk memastikan kesiapannya.
IV.7. Pemberian dan Penerimaan Hadiah, Suap dan lainnya
Perilaku Insan Sedana terkait pemberian dan/atau penerimaan hadiah dan/atau suap :
1. Tidak diperbolehkan untuk menerima dan/atau memberi Hadiah, Cindera Mata ataupun fasilitas lainnya yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang melanggar ketentuan yang ada.
2. Hanya mengadakan dan menerima Jamuan Bisnis dengan Mitra Usaha dan/atau pemangku kepentingan lainnya sepanjang hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan Perusahaan, atas beban Perusahaan dengan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan dalam batas-batas yang wajar di tempat yang terhormat yang tidak menimbulkan citra negatif terhadap Perusahaan.
3. Jamuan bisnis yang dapat diterima /diberikan Insan Sedana dalam rangka kegiatan bisnis (dan menjadi beban Perusahaan) adalah jamuan untuk menjalin kerjasama dengan Mitra Usaha.
4. Hanya melaksanakan semua pengeluaran yang berkaitan dengan pemberian Hadiah, Cindera Mata dan Jamuan Bisnis yang telah mendapat otorisasi pejabat Perusahaan yang berwenang.
5. Hadiah...
5. Hadiah dan Cindera Mata yang diperbolehkan untuk diterima dalam batas kewajaran adalah dalam rangka:
Perkawinan
Khitanan
Musibah
Penghargaan dari Perusahaan atas pencapaian prestasi yang bersangkutan
Benda-benda Promosi dari perusahaan lain dalam bentuk antara lain pulpen, agenda, kalender,dan lain-lain
sejenisnya yang mencantumkan logo/nama perusahaan pemberi.
6. Insan Sedana dilarang untuk menerima/memberikan suap atau menjanjikan memberi/ menerima suap dan tidak mengarahkan orang lain untuk melakukan penyuapan Perusahaan dalam segala bentuknya, baik dalam melakukan aktivitas bisnis di dalam lingkungan Perusahaan maupun di luar lingkungan Perusahaan.
7. Insan Sedana dilarang untuk memberikan/menawarkan secara langsung atau tidak langsung suatu hadiah atau pembayaran lainnya yang tidak wajar kepada pihak lain di luar Perusahaan untuk memperoleh keuntungan atau perlakuan istimewa dalam melakukan transaksi bisnis Perusahaan.
IV.8. Benturan Kepentingan
Benturan Kepentingan adalah suatu kondisi dimana seseorang dapat membuat keputusan dalam jabatannya di Perusahaan yang dapat memberikan keuntungan pada dirinya sendiri atau pihak lain.
Sedangkan penyalahgunaan jabatan adalah suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab dan wewenang Insan Sedana yang ditetapkan dalam Sistem Organisasi Perusahaan yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau golongan atau pihak lainnya yang berpotensi untuk mempengaruhi secara negatif terhadap proses pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan Perusahaan.
Tuntutan Perilaku untuk menghindari benturan kepentingan dapat diwujudkan melalui :
1. Tidak...
1. Tidak memanfaatkan informasi rahasia dan data bisnis Perusahaan untuk kepentingan di luar Perusahaan.
2. Tidak menyalahgunakan wewenang, jabatan, harta, fasilitas dan sarana Perusahaan untuk kepentingan pribadi atau pihak lain.
3. Tidak melakukan pekerjaan atau profesi di luar Perusahaan pada jam kerja.
4. Tidak memiliki usaha yang berhubungan langsung dengan aktivitas Perusahaan.
INTERNALISASI DAN PENERAPAN
V.1.Sosialisasi dan Internalisasi
Perusahaan melakukan internalisasi Pedoman Etika dan Perilaku untuk meningkatkan pemahaman Insan Sedana mengenai etika yang sesuai dengan Tata Nilai Perusahaan(SPS) dan prinsip-prinsip Good Corporate Governence (GCG) -Transparansi, Akuntabilitas, Bertanggung Jawab, Kemandirian dan Kewajaran dalam kegiatan Perusahaan.
Dalam rangka menegakkan Pedoman Etika dan Perilakuini maka Perusahaan wajib melakukan sosialisasi dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. Mewujudkan sense of belonging terhadap Pedoman Etika dan Perilaku sehingga melahirkan kesadaran dari seluruh Insan Sedana untuk melaksanakan Pedoman Etika dan Perilakuini.
2. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan Insan Sedana mengenai arti penting Pedoman Etika dan Perilaku bagi kelangsungan bisnis Perusahaan.
3. Memberikan kesadaraan kepada Insan Sedana bahwa Pedoman Etika dan Perilaku merupakan bagian tak terpisahkan dari praktik bisnis dan penilaian kinerja seluruh Insan Sedana.
Sosialisasi dan komunikasi Pedoman Etika dan Perilaku di Perusahaan menjadi tanggung jawab Direksi dan setiap Insan Sedana wajib terlibat dalam proses internalisasi pedoman ini.
V.2.Penerapan Pedoman Etika dan Perilaku
Pedoman Etika dan Perilaku merupakan landasan dalam menjalankan aktivitas/kegiatan usaha Perusahaan Oleh karena itu, setiap Insan Sedana harus menerapkan pedoman ini sebagai acuan dan panduan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Setiap pimpinan satuan/unit kerja wajib memastikan bahwa Pedoman Etika dan Perilaku telah diterapkan dengan balk di satuan/unit kerja yang dipimpinnya.
BAB V
Untuk itu, pimpinan satuan/unit kerja harus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaannya.
V.3. Pelanggaran
Pelanggaran Pedoman Etika dan Perilaku merupakan tindakan indisipliner dan akan ditangani oleh Departemen Sumber Daya Manusia (SDM)yang merupakan penanggung jawab implementasi Good Corporate Governance (GCG) di Perusahaan. Setiap Insan Sedana yang mengetahui terjadinya pelanggaran Pedoman Etika dan Perilaku wajib melaporkan kepada pejabat SDM atau Atasan Langsung.
Departemen SDM bertanggung jawab untuk :
1. Memonitor kepatuhan atas Pedoman Etika dan Perilaku.
2. Mencatat semua jenis pelanggaran yang dituduhkan.
3. Menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Melaporkan pelanggaran kepada Direksi.
Setiap Insan Sedana yang menyampaikan pelaporan atas pelanggaran Pedoman Etika dan Perilaku ini, tidak perlu merasa khawatir, karena Perusahaan akan melindungi identitas pelapor sepanjang pelaporannya dapat dipertanggungjawabkan.
Setiap Insan Sedana yang terbukti melakukan pelanggaran atas Pedoman Etika dan Perilaku ini akan diberikan sanksi atau ganjaran yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Perusahaan.
V.4. Monitoring dan Evaluasi
Perusahaan senantiasa akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan Pedoman Etika dan Perilaku di Perusahaan, yaitu dengan melaksanakan pemutakhiran Pedoman Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (GCG) serta Pedoman Etika dan Perilaku secara berkala.
Kedua pedoman ini akan senantiasa dimutakhirkan atas dasar peraturan perundang-undangan yang berlaku, disesuaikan dengan perkembangan serta kebutuhan Perusahaan dan rekomendasi hasil evaluasi atas Pedoman tersebut
PENUTUP
Pedoman Etika dan Perilaku ini merupakan pedoman perilaku yang dijabarkan dari nilai nilai Perusahaan dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Pedoman Etika dan Perilaku ini merupakan panduan bagi Insan Sedana untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya dengan tetap taat terhadap aturan, hukum dan norma-norma yang berlaku serta tetap memperhatikan pihak-pihak lain yang terkait.
Pedoman Etika dan Perilaku ini bersama-sama dengan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dan Tata Nilai Perusahaan diharapkan saling melengkapi untuk mendukung ketercapaian vlsi dan misi serta tujuan Perusahaan.
===ÔÔÔÔ===