• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KEANDALAN WADUK WAY SEKAMPUNG DENGAN METODE SOR (STANDAR OPERATING RULE)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDI KEANDALAN WADUK WAY SEKAMPUNG DENGAN METODE SOR (STANDAR OPERATING RULE)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KEANDALAN WADUK WAY SEKAMPUNG DENGAN METODE SOR (STANDAR OPERATING RULE)

Rina Safitri, Ayudia Hardiyani Kiranaratri,S.T., M.T.1 Miskar Maini ,S.T., M.Eng.2 Mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera

1Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera Email: [email protected]

ABSTRAK

Untuk pola operasi Waduk Way Sekampung yang efektif maka perlu adanya studi keandalan Waduk Way Sekampung menggunakan metode SOR. Sehingga diperoleh keandalan waduk eksisting dengan PLTA sebesar 91,10% dengan target pelepasan 100%

dan keandalan waduk eksisting tanpa PLTA sebesar 98,40% dengan target pelepasan 100%. Keandalan dengan persentase jumlah penduduk dengan PLTA sebesar 94,63%

dengan target pelepasan 88,07% dan tanpa PLTA sebesar 100% dengan target pelepasan 87,7% dimana untuk memenuhi kebutuhan air seluruh penduduk (100% penduduk).

Maka dapat disimpulkan bahwa debit masukan waduk belum mampu memenuhi kebutuhan air jika distribusi air harus 100% untuk seluruh penduduk. Data debit aliran masuk dibangkitkan dengan Metode Markov selama 26 tahun (2020-2046) didapatkan debit bangkitan dengan rerata maksimum dan minimum adalah 33,434 m3/s dan 3,551 m3/s. Kemudian data debit yang dibangkitkan digunakan sebagai data aliran masuk ketampungan dalam pengaturan pola operasi standar, untuk mengetahui keandalan tampungan 26 tahun kedepan (2020-2046) didapatkan keandalan 100% dengan Target pelepasan 100% dengan distribusi kebutuhan air 8,60 m3/s. Maka dapat disimpulkan bahwa debit masukan Waduk Way Sekampungmampu memenuhi kebutuhan air masyarakat Pringsewu, Provinsi Lampung pada tahun 2046.

Kata Kunci : SOR, Keandalan, Markov, Kebutuhan, Tampungan.

PENDAHULUAN

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat membangun Waduk Way Sekampung yang terletak di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

Tujuan dari pembangunan Waduk Way Sekampung adalah menampung potensi air yang melimpas dari Waduk Batu Tegi agar tidak terbuang sia-sia, selain itu juga dimanfaatkan untuk kebutuhan air irigasi, air baku, pemeliharaan sungai, dan pariwisata. Untuk mendukung operasi Waduk Way Sekampung maka perlu dilakukan analisis imbangan air waduk dengan melakukan simulasi pola operasi.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik waduk, untuk mengetahui keandalan waduk

eksisting dengan PLTA dan tanpa PLTA, untuk mengetahui keandalan waduk dengan persentase jumlah penduduk tahun 2020, dan untuk mengetahui keandalan waduk masa mendatang dengan proyeksi jumlah penduduk dan debit inflow bangkitan.

LANDASAN TEORI WADUK

Menurut Sudjarwadi (2008), Waduk adalah tampungan yang berfungsi untuk menyimpan air pada waktu kelebihan agar dapat dipakai pada waktu yang diperlukan.

Pedoman operasi optimal diperoleh dengan kurva acuan (rule curve) yang menunjukan target elevasi muka air yang harus dicapai pada setiap periode operasi dengan harapan kebutuhan air akan dapat dipenuhi secara

(2)

maksimal (Rachmad Jayadi, 2000). Waduk berdasarkan fungsinya terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu :

1. Tampungan mati (dead strorage) 2. Tampungan efektif (effective strorage) 3. Tampungan tambahan (flood strorage) Evapotranspirasi (ETo) Dengan

Penman Modifikasi

Metode ini menggunakan data suhu udara, kelembaban udara, lama penyinaran matahari, kecepatan angin, dan elevasi lokasi studi dalam perhitungannya.

Persamaan Metode Penman Modifikasi FAO (J.Doorenbos & Pruiit, 1977) : ET0* = [ W x Rn + (1 - W) x f(u) x (ea- ed) ]

ET0= C x ET0* Keterangan :

ET0 = evapotranspirasi harian (mm/hari) W = faktor yang berhubungan dengan suhu dan elevasi

Rn = radiasi gelombang netto (mm/hari) f(u) = fungsi angin

ea = tekanan uap jenuh pada suhu t 0C (mbar)

ed = tekanan uap udara (mbar) C = faktor koreksi efek perubahan kondisi siang malam

Keandalan Dengan Metode Standar Operating Rule

Keandalan adalah ukuran kemampuan dalam melaksanakan fungsi-nya atau operasinya. Metode Standar Operating Rule merupakan pengaturan pelepasan air waduk dapat dilakukan dengan pendekatan pola operasi standar (Standard Operating rule), (R.Jayadi, 2000).

Persamaan yang digunakan sebagai berikut:

St+1= St + It- Et- Ot 0 ≤ St ≤ Kw

t = jumlah waktu ( 24 periode 15 harian) St+1 = tampungan (storage) waduk saat awal ke t (m3)

St = tampungan (storage) waduk saat akhir ke t (m3)

It = masukan (Inflow) air kedalam waduk saat ke t (m3)

Et = kehilangan air akibat evaporasi di waduk saat ke t (m3)

Ot = pelepasan (outflow) air dari waduk saat ke t (m3)

Kw = kapasitas waduk (m3)

Tingkat keandalan waduk dihitung dengan persamaan :

R = n

N x 100%

Dengan :

R = tingkat keandalan waduk (%) n = jumlah kegagalan operasi waduk

selama periode waktu N = panjang data periode waktu setengah Bulan

Proyeksi Jumlah Penduduk

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negri Republik Indonesia No.40 Tahun 2012 proyeksi jumlah penduduk adalah suatu perhitungan ilmiah penduduk di masa mendatang berdasarkan asumsi-asumsi komponen pertumbuhan penduduk pada tingkat tertentu. Laju pertumbuhan penduduk (rate of growth) dianggap sama untuk setiap tahun. Persamaan yang digunakan pada metode geometrik:

Pt = P0 x (1 + r)t) Dengan ;

r =

( (100 x Pt

P0 ) - 100) 100

dimana :

Pt = jumlah penduduk pada tahun t (jiwa) P0 = jumlah penduduk tahun dasar (jiwa) r = laju pertumbuhan penduduk (%) t = periode waktu antara tahun dasar dan tahun t (tahun)

Kebutuhan Air Baku

Menurut Bambang. Triadmodjo (1998), bahwa kebutuhan air meliputi kebutuhan air untuk domestik dan non domestik, industri, pemeliharaan sungai, perikanan, peternakan, dan irigasi. Rumus yang digunakan sebagai berikut :

Q = q x Pn Dimana:

Q= kebutuhan air baku (m3/s)

Q= kebutuhan air baku individu(l/org/hari)

(3)

Pn = jumlah penduduk terlayani (jiwa) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Pembangkit listrik ini menggunakan tenaga air yang berasal dari aliran sungai atau waduk dan kemudian dari ketinggian tertentu serta memiliki debit yang sesuai akan menggerakan turbin yang dihubungkan dengan generator listrik.

Semakin tinnggi jatuhan air maka semakin besar energi yang dapat di ubah menjadi energi listrik. Daya yang dihasilkan merupakan fungsi dari besarnya debit sungai dan tinggi jatuhnya air. Besarnya daya dapat dirumuskan sebagai berikut:

P = ρ x Qt x g x Ht x η Dengan:

Ht = (ELt - TWL) + (ELt - TWL) 2

Qt = (ARt x 106) jumlah Hari x 24 x 3600 Dimana :

ρ = Densitas air (kg/m3) Q = Debit Air (m3/s) H = Tinggi Air jatuh (m) η = Efisiensi

Debit Bangkitan

Menurut Sabri, 2008 kegunaan debit bangkitan yaitu ;

1. Untuk simulasi pengoperasian waduk.

2. Untuk memenuhi kebutuhan tampungan waduk dengan data sintesis.

3. Dan untuk membantu perancangan waduk akibat data kurang panjang.

Rantai Markov merupakan salah satu teknik perhitungan dalam melakukan pemodelan bermacam-macam kondisi yang digunakan untuk membantu dalam memperkirakan perubahan yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang dengan menggunakan variabel-variabel dinamis di waktu yang lalu. Persamaan Model Markov untuk musim ganda (multi season) dengan mengikuti distribusi normal dapat dilihat pada persamaan di bawah ini :

qi,j = μj + ( ρ x (j x σjσj- 1) ) x

(qi,j - 1 - μj - 1) + ti,j x σj x √(1ρ(j))2

ρ(j)=[ E {(xi,j - μj) x (xi -1,j-1-μj-1)}]

(σj x σj-1)

Dimana :

qi, j : debit ke-i pada musim -j

μj : nilai tengah/rata – rata nilai populasi musim -j,

ρ(j) : koefisien korelasi pasangan aliran yang berdekatan antara musim j-1 dan musim -j,

σj : standar deviasi pada musim -j, ti, j : bilangan acak distribusi normal pada waktu ke-i dan musim -j METODELOGI PENELITIAN

Penelitian dilakukan pada lokasi Waduk Way Sekampung yang terletak di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Provinsi Lampung. Data-data tersebut yaitu data karakteristik tampungan waduk way sekampung, data teknis waduk way sekampung, data debit inflow rerata bulanan, data kebutuhan air irigasi, air baku, dan PLTA, data penguapan, dan data jumlah penduduk. Kemudian data diolah dengan beberapa cara sebagai berikut:

1. Analisis data karakteristik tampungan waduk

Data karakteristik tampungan meliputi elevasi, luas tampungan, dan volume (storage) waduk.

2. Analisis data teknis waduk way sekampung

Data teknis meliputi luas DAS, elevasi spillway 124,00 m, volume mati (dead strorage) 102,00 mMSL , daya tampung waduk 68,06 juta m3, Tail Water Level 112,00 m.

3. Analisis penguapan di daerah tangkapan air (ETo) menggunakan metode penman modifikasi.

4. Analisis data kebutuhan air waduk way sekampung.

kebutuhan air irigasi dihitung untuk melayani areal seluas 55.373 ha, Kebutuhan air baku disesuaikan dengan jumlah penduduk. kebutuhan

(4)

air baku yang direncanakan akan melayani sebesar 2,482 l/detik untuk Kota Bandar Lampung, Branti, dan Kota Metro, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan daya sebesar 5,4 MW, dan Besarnya kebutuhan air untuk pemeliharaan sungai eksisting adalah sebesar 1 m3/s.

5. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan simulasi operasi waduk dengan metode SOR yaitu MS. Excel 6. Analisis debit bangkitan menggunakan

model Markov dan perhitungannya menggunakan program MS. Excel

Mulai

Studi Pustaka

Identifikasi Masalah

Pengumpulan Data

Data debit Inflow Waduk

Data Kebutuhan Air Irigasi Data Kebutuhan Air Baku Data Kebutuhan Air PLTMH Data Kebutuhan Air Pemeliharaan Data Jumlah Penduduk

Data Klimatologi Data Teknis

Waduk

Kebutuhan Yang dilayani Waduk (Debit outflow)

Evapotranspirasi Metode Penman

Debit Bangkitan Metode Markov s/d

tahun 2046

Debit Inflow Bangkitan

Simulasi Waduk SOR

(eksisting)

Keandalan

%

Analisis Simulasi

Waduk SOR (bangkitan)

Keandalan

%

Slesai YA

Tidak

Tidak YA

Gambar 2. Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisa Karakteristik Tampungan Waduk

Berdasarkan data karakteristik waduk dapat digambarkan hubungan elevasi

terhadap luas genangan dan volume tampungan seperti terlihat pada Gambar 3, Gambar 4, dan Gambar 5,berikut ini:

(5)

Gambar 3. Grafik Hubungan Volume Tampungan Vs Elevasi Berdasarkan Gambar 3. grafik hubungan

volume tampungan Vs elevasi diperoleh persamaan untuk mencari volume tampungan adalah sebagai berikut:

St = 0,022 x Elt2- 2,1708 x Elt

S t = 0,022 x 1242- 2,1708 x 124 St = 69,093 MCM

Dimana :

St : Volume tampungan (MCM) Elt : Elevasi Tampungan (m)

Gambar 4. Grafik Hubungan Luas Genangan Vs Volume Tampungan Berdasarkan Gambar 4. grafik hubungan

luas genangan Vs Volume tampungan di atas menggunakan persamaan linear untuk mencari luas tampungan sebagai berikut ; At = 0,0823 x St

At = 0,0823 x 69,093 At = 5,686 Km2 Dimana :

At : Luas Tampungan (Km2) St : Volume tampungan (MCM)

Gambar 5. Grafik Hubungan Elevasi Vs Volume Tampungan

St = 0,022*Elt2- 2,1708*Elt R² = 0,9286

-40,00 -20,00 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00

0,0 25,0 50,0 75,0 100,0 125,0 150,0 Volume Tampungan Waduk MCM

Elevasi m

Volume Tampungan Vs Elevasi

Volume Tampungan Vs Elevasi Poly.

(Volume Tampungan Vs Elevasi)

At = 0,0823*Vt R² = 0,9788

0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00

0,00 50,00 100,00 150,00

Luas Genangan km2

Volume Tampungan Waduk MCM

Luas Genagan Vs Volume Tampungan

Luas Genagan Vs Volume Tampungan

Log. (Luas Genagan Vs Volume Tampungan)

Linear (Luas Genagan Vs Volume

Tampungan)

Elt = 0,3364*st + 99,915 R² = 0,8805

0,0 50,0 100,0 150,0

0,00 50,00 100,00 150,00

Elevasi (m)

Volume Tampungan Waduk MCM

Elevasi Vs Volume Tampungan

Elevasi Vs Volume Tampungan Linear (Elevasi Vs Volume Tampungan)

(6)

Dari Gambar 5. hubungan Elevasi dan Volume tampungan menggunakan persamaan linear, berdasarkan persamaan 3.2. diperoleh elevasi tampungan waduk sebagai berikut.

Elt = 0,3664 x St+99,915 Elt = 0,3664 x 69,093+99,915 Elt =123,16 mMSL

Dimana :

Elt : Elevasi Tampungan (mMSL) St : Volume Tampungan (MCM)

Grafik karakteristik tampungan waduk diperlukan untuk mengetahui hubungan antara elevasi, luas genangan, dan volume waduk.

Gambar 6. Grafik Karakteristik Tampungan Waduk Way Sekampung Berdasarkan Gambar 6. volume normal

Waduk Way Sekampung berada pada elevasi 124 mMSL, luas permukaan optimum dan volume tampungan optimum

pada elevasi 122 mMSL masing-masing 4,36 MCM dan 58,61 MCM.

Analisa Evapotranspirasi Waduk Tabel 1. Evapotranspirasi

EvapotranspirasiBulanan

Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Evapotransi

(mm/hari) 5,30 5,40 4,72 4,05 3,52 3,88 2,92 3,49 4,52 4,92 5,17 4,98

Evapotranspirasi bulanan pada Tabel 1.

dengan Metode Penman Modifikasi didapat nilai Eto maksimum terjadi pada Bulan Febuari sebesar 5,40 mm/hari.

Sedangkan nilai Eto minimum terjadi pada Bulan Juli sebesar 2,92 mm/hari. Dan evapotranspirasi rata-rata sebesar 4,41 mm/hari

Analisa Keandalan Eksisting Waduk Way Sekampung

Dalam penelitian ini keandalan yang dihitung yaitu keandalan waduk dengan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)

dan tanpa PLTA. Perhitungan keandalan Waduk Way Sekampung menggunakan Metode Standard Operating Rule.

(7)

Keandalan Waduk Way Sekampung dengan PLTA Tabel 2. Simulasi Release Waduk Way Sekampung

SIMULASI RELEASE WADUK WAY SEKAMPUNG METODE "STANDARD OPERATING RULE"

No Keterangan

Target Pelepasan

(%)

Keandalan

Jumlah Distribusi Kebutuhan

Jumlah Kegagalan

Kegagalan 3 Kali Berurutan 1

kebuutuhan perencanaan waduk (eksisting)

100,00 91,10 8,57 78 19

2 100% penduduk 88,07 94,63 7,55 47 15

3 90 % penduduk 83,51 96,12 7,16 34 10

4 85% penduduk 81,23 96,58 6,96 30 8

5 80% penduduk 78,95 96,80 6,77 28 8

6 75% penduduk 76,67 97,26 6,57 24 5

7 70% penduduk 74,39 97,94 6,38 19 4

8 65% penduduk 72,11 98,17 6,18 16 4

9 60% penduduk 69,83 98,40 5,99 14 1

10 55% penduduk 67,55 98,97 5,79 9 1

11 50% penduduk 65,27 99,43 5,59 5 1

12 45% penduduk 62,99 99,54 5,40 4 0

13 40% penduduk 60,71 99,77 5,20 2 0

14 35% penduduk 58,43 99,89 5,01 1 0

15 30% penduduk 56,15 99,89 4,81 1 0

16 25% penduduk 53,87 99,89 4,62 1 0

17 20% penduduk 51,60 99,89 4,42 1 0

18 15% penduduk 49,32 99,89 4,23 1 0

19 10% penduduk 47,04 99,89 4,03 1 0

Berdasarkan Tabel 2. pada simulasi release Waduk Way Sekampung yang di hitung dengan metode Standard Operating Rule diperoleh hasil keandalan perencanaan waduk eksisting dengan target release 100% sebesar 91,10 % dimana distribusi kebutuhan air sebesar 8,57 m3/s dengan

jumlah kegagalan 78 kali dan kegagalan 3 kali berurutan sebanyak 19 kali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan banyaknya kegagalan waduk masih bisa mencukupi kebutuhan air untuk penduduk sekitar Waduk Way Sekampung

Keandalan Waduk Way Sekampung Tanpa PLTA Tabel 3. Simulasi Release Waduk Way Sekampung

SIMULASI RELEASE WADUK WAY SEKAMPUNG METODE "STANDARD OPERATING RULE"

No Keterangan

Target Pelepasan

(%)

Keandalan

Jumlah Distribusi Kebutuhan

Jumlah Kegagalan

Kegagalan 3 Kali Berurutan 1 Keb.perencanaan

waduk eksisting) 100,0 98,40 4,30 7 2

2 100% penduduk 87,7 100 3,77 0 0

3 90 % enduduk 83,2 100 3,58 0 0

4 85% penduduk 80,9 100 3,48 0 0

5 80% penduduk 78,6 100 3,38 0 0

6 75% penduduk 76,4 100 3,29 0 0

7 70% penduduk 74,1 100 3,19 0 0

8 65% penduduk 71,8 100 3,09 0 0

9 60% penduduk 67,3 100 2,89 0 0

10 55% penduduk 67,3 100 2,89 0 0

11 50% enduduk 65,0 100 2,80 0 0

12 45% penduduk 62,7 100 2,70 0 0

(8)

SIMULASI RELEASE WADUK WAY SEKAMPUNG METODE "STANDARD OPERATING RULE"

No Keterangan

Target Pelepasan

(%)

Keandalan

Jumlah Distribusi Kebutuhan

Jumlah Kegagalan

Kegagalan 3 Kali Berurutan

13 40% penduduk 60,5 100 2,60 0 0

14 35% penduduk 58,2 100 2,50 0 0

15 30% penduduk 55,9 100 2,41 0 0

16 25% penduduk 53,7 100 2,31 0 0

17 20% penduduk 51,4 100 2,21 0 0

18 15% penduduk 49,1 100 2,11 0 0

19 10% penduduk 46,8 100 2,01 0 0

Berdasarkan Tabel 3. pada simulasi release Waduk Way Sekampung diperoleh hasil keandalan perencanaan waduk eksisting dengan target release 100% sebesar 98,40% dimana jumlah distribusi kebutuhan air sebesar 4,30 m3/s dengan

jumlah kegagalan 7 kali dan kegagalan 3 kali berurutan sebanyak 2 kali dengan banyaknya kegagalan yang terjadi Waduk masih bisa mencukupi kebutuhan air tetapi tidak bisa mencukupi semua kebutuhan air seluruh penduduk.

Analisa Prediksi Debit Waduk Way Sekampung Di Masa Mendatang

Untuk membangkitkan debit yang masuk ke tampungan dari tahun 2014-2046 digunakan Metode Markov seperti yang disajikan pada tabel 4. Aliran yang masuk ketampungan dibangkitkan dengan metode

markov selama 32 tahun dan didapatkan debi bangkitan yang masuk ketampungan dengan rerata maksimum dan minimum adalah 33,434 m3/s dan 3,551 m3/s.

Tabel 4. Rekapitulasi Prediksi Debit Way sekampung

Rekapitulasi Rata-rata Debit Bangkitan (Markov) dan Debit Terukur (m3/s)

Bulan Periode Markov Terukur Jumlah Rerata

Jan I 21,22 17,22 469,4 21,3

II 28,14 22,20 677,3 30,8

Feb I 25,47 19,15 528,0 24,0

II 32,71 23,03 710,4 32,3

Mar I 28,68 19,95 593,2 27,0

II 23,64 15,42 501,3 22,8

Apr I 18,50 12,91 410,1 18,6

II 10,19 7,30 206,5 9,4

Mei I 14,59 9,73 307,6 14,0

II 8,47 6,16 193,5 8,8

Jun I 4,59 3,55 101,4 4,6

II 4,26 3,24 97,0 4,4

Jul I 3,44 2,63 78,1 3,6

II 7,95 4,49 176,4 8,0

Agu I 3,95 2,30 88,1 4,0

II 7,11 3,65 160,4 7,3

Sep I 5,73 3,01 127,6 5,8

II 8,81 3,87 194,3 8,8

Okt I 7,86 3,61 171,3 7,8

II 7,52 3,77 166,3 7,6

Nov I 10,54 4,93 243,3 11,1

II 11,94 6,10 270,5 12,3

(9)

Rekapitulasi Rata-rata Debit Bangkitan (Markov) dan Debit Terukur (m3/s)

Bulan Periode Markov Terukur Jumlah Rerata

Des I 15,15 7,87 340,9 15,5

II 32,99 17,25 735,6 33,4

Aliran max 33,434 Terjadi di Bulan Desember periode ke II Aliran min 3,551 Terjadi di Bulan Juli periode ke I

Gambar 7. Perbandingan Debit Waduk Way Sekampung Keandalan Waduk Way Sekampung

dengan Data Debit Bangkitan

Keandalan waduk dengan debit bangkitan, yang dihitung selama 26 tahun, dari tahun 2020-2046 dapat di lihat pada tabel 5 berikut ini.

Tabel 5. Simulasi Release Waduk Way Sekampung dengan Debit Bangkitan

SIMULASI RELEASE WADUK WAY SEKAMPUNG METODE "STANDARD OPERATING RULE"

No Keterangan

Target Pelepasan

(%)

Keandalan

%

Jumlah Distribusi Kebutuhan

Jumlah Kegagalan

Kegagalan 3 Kali Berurutan 1

kebuutuhan perencanaan waduk

100,00 100,00 8,60 0 0

Berdasarkan Tabel 5. simulasi release Waduk Way Sekampung dengan debit bangkitan, diperoleh nilai keandalan waduk sebesar 100 % dengan target release 100% Jumlah kegagalan sepanjang 26 tahun yang direncanakan Waduk Way Sekampung tidak ada kegagalan. Hal ini berarti bahwa keseluruhan kebutuhan air Waduk Way Sekampung sebesar 8,60 m3/s mampu terpenuhi oleh kapasitas tampungan waduk.

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Berdasarkan data karakteristik

tampungan Waduk Way Sekampung

persamaan yang diperoleh volume tampungan sebesar 69,093 MCM, luas tampungan sebesar 5,686 Km2, dan elevasi tampungan sebesar 123,16 m.

2. Nilai keandalan waduk kondisi eksisting dengan PLTA diperoleh sebesar 91,10 % dengan target release sebesar 100%, Sedangkan keandalan waduk kondisi eksisting tanpa PLTA sebesar 98,40% dengan target release 100% Dengan banyaknya kegagalan Waduk Way Sekampung masih bisa mencukupi kebutuhan air, tetapi tidak bisa mencukupi semua kebutuhan air untuk seluruh penduduk.

0,000 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des

Markov

Perbandingan Debit Tampungan Way Sekampung

Bulan

Debit (m3/s)

Max : 33,434 (Desember Periode ke II) Min : 3,551 (Juli Periode ke I)

(10)

3. Keandalan waduk dengan persentase jumlah penduduk tahun 2020, diperoleh keandalan waduk dengan PLTA sebesar 94,63% untuk memenuhi kebutuhan air seluruh penduduk (100%). Keandalan waduk tanpa PLTA diperoleh sebesar 100%, dengan target release 87,7%. Hal ini berarti bahwa keseluruhan kebutuhan air Waduk Way Sekampung belum mampu terpenuhi oleh kapasitas tampungan waduk jika distribusi air harus 100% untuk bisa mencukupi kebutuhan air seluruh penduduk.

4. Keandalan waduk dengan Data Proyeksi jumlah penduduk tahun 2020-2046 diperoleh keandalan waduk dengan PLTA sebesar 100%

dengan target pelepasan 100%, tidak ada kegagalan sepanjang 26 tahun yang direncanakan, Maka dapat simpulkan bahwa kapasitas

tampungan waduk pada masa yang akan datang mampu memenuhi semua kebutuhan air jika target distribusi air 100% untuk seluruh penduduk sekitar waduk.

SARAN

1. Apabila hasil keandalan pada tugas akhir ini akan diterapkan pada wilayah studi, maka diperlukan tinjauan ulang terkait simulasi operasi waduk.

2. Mengingat tidak menentunya cuaca dan iklim, maka data perlu diperbarui secara berkala selama pengoperasian waduk hingga pola operasi yang digunakan akan tetap sesuai dengan kondisi real di lapangan.

3. Untuk studi lebih lanjut perlu pengkajian mengenai sedimentasi karena sedimentasi akan berpengaruh terhadap pengoperasian waduk dan terutama pada volume tampungan waduk dan elevasi waduk.

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Triatmodjo, 1998, Studi Pengembangan Pulau Jawa, Fakultas Teknik, UGM.

Doorenbos, J. & Pruitt. 1977. Guidelines For Predicting Crop Water equirements.

Rome: FAO

Jayadi, Rachmad. (2000). Optimasi dan Simulasi Pengembangan Sumber Daya Air, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 26 tahun 2006 tentang Irigasi.

PT. Indra Karya Wilayah I, 2016, Laporan Hidrologi Bendungan Way Sekampung, PT. Indra Karya Wilayah I, Malang.

Sudjarwadi, (2008). Pengembangan Sumberdaya Air, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Sabri, Fadillah. (2008). Nilai Ekonomi Air Kolong DAM-3 Pemali

Kabupaten

Bangka. UGM, Yogyakarta.

Sabri, Fadillah. 2015. Pengelolaan Sumberdaya Kolong. Citra books;

Palembang.

Gambar

Gambar 2. Diagram Alir Penelitian   HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 4. Grafik Hubungan Luas Genangan Vs Volume Tampungan  Berdasarkan  Gambar  4.  grafik  hubungan
Grafik  karakteristik  tampungan  waduk  diperlukan  untuk  mengetahui  hubungan  antara elevasi, luas genangan, dan volume  waduk
Tabel 4. Rekapitulasi Prediksi Debit Way sekampung
+2

Referensi

Dokumen terkait