Sidang Progres TA
Dandy Kurnia Herlambang
3306 100 041
Dosen Pembimbing:
Nieke Karnaningroem
Bab I
Pendahuluan
Latar belakang masalah:
1.
Kualitas air baku yang menurun seiring dengan perubahan cuaca yang
tidak menentu.
Perumusan masalah:
Perumusan masalah:
1.
Evaluasi terhadap kinerja instalasi pengolahan air minum Ngagel II
Surabaya belum pernah dilakukan
Tujuan Penelitian:
1.
Menentukan unit-unit IPAM yang perlu ditingkatkan kinerjanya
2.
Menentukan alternatif peningkatkan kinerja Instalasi PDAM Ngagel II
Surabaya.
Bab I
Pendahuluan
Manfaat Penelitian:
1.
Memberikan kontribusi ilmiah terhadap peningkatan kinerja instalasi
PDAM Ngagel II
2.
Memberikan rencana perbaikan terhadap kinerja intalasi. Untuk
meningkatkan kinerja instalasi IPAM
Bab II
Tinjauan Pustaka
Karateristik air baku (syarat fisik , kimia)
Syarat fisik : (Suhu, Rasa dan Bau, Warna, Kekeruhan, Zat padat terlarut)
Syarat kimia : (pH, Zat Organik dan Organik, Kadar mineral yang seimbang)
Syarat biologis : (bebas dari bakteri patogen dan mikroorganisme pengganggu
lain.)
Bab II
Tinjauan Pustaka
Air minum
:
Persyaratan kualitas air minum: Bakteriologis
Parameter Satuan Kadar Maksimum
yang diperbolehkan Keterangan
Parameter Satuan
yang diperbolehkan Keterangan
1 2 3 4
a. Air Minum
E. Coli atau fecal coli
b. Air yang masuk sistem distribusi
E. Coli atau fecal coli
Total Bakteri Coliform
c. Air pada sistem distribusi
E.Coli atau fecal coli
Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel 0 0 0 0 0 0
Bab II
Tinjauan Pustaka
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan Keterangan 1 2 3 4 pH 6,5 – 8,5Kimia
pH Deterjen Zat Organik mg/l mg/l 6,5 – 8,5 0.05 10Fisik
Parameter Satuan Kadar Maksimum yang diperbolehkan Keterangan 1 2 3 4 Warna Kekeruhan TCU NTU 15 5Bab II
Tinjauan Pustaka
Unit Pengolahan Air Minum
–
Intake
- Distributor
–
Kanal I
- Predicantir
–
Kanal II
- Accelator
–
Kanal II
- Accelator
–
Prasedimentasi
- Filtrasi
–
Kanal III
- Desinfeksi
Bab II
Tinjauan Pustaka
Kriteria Design Prasedimentasi
Type of Clarifier Some Design Criteria Advantages and Disadvantages Proper Application Rectangular basin
(orizontal flow) Surface Loading 0.34-1 gpm/ft2
1. More tolerance to schock loads
most municipal and industrial water works 2. predictable performance particularly suited to larger capacity (0.83-2.5 m/h) 2. predictable performance
under most conditions
to larger capacity
plants Water depth 3-5 m
3. Easy operation and low maintenance costs
Detention time 1.5-3 h
4. Easy adaptation to high-rate settler modules
width/length >1/5
a. Subject to density flow creation In the basin Weir loading <15 gpm/ft
b. Requires careful design of the inlet and outlet structures
(11m/mh)
c. Usually requires separate flocullation facilities
Bab II
Tinjauan Pustaka
Kriteria Design Predicantir
Type of Clarifier Some Design Criteria Advantages and Disadvantages Proper Application Up flow type
(radial-upflow)
Circular or square
in shape 1. Economical compact geometry
Small to mid-sized
muncipal and industrial treatment plants
Surface loading
0.5-0.75
gpm/ft2 2. Easy sludge removal
Best suited where the rate of flow and raw water quality are constant (1.3-1.9m/h) 3. high clarification efficiency
Water depth 3-5 m a. Problem of flow short-cicuiting Settling time 1-3 h b. less tolerance to shock loads Weir loading 10 gpm/ft c. A need for more careful operation
(7m/mh)
d. limitation on the practical siza in the unit
e. May require separate floculation facilities
Bab II
Tinjauan Pustaka
•
Kriteria Design Accelator (ada 3 proses)
FLASH
MIX
SLOW MIX
SEDIMENT
ASI
Bab II
Tinjauan Pustaka
Kriteria design flash mix untuk Unit bangunan Accelator
Unit
Kriteria
Pengaduk cepat
Tipe
Hidrolis
Terjunan
Saluran bersekat
Saluran bersekat
Dalam pipa bersekat
Perubahan fase pengaliran (Nre)
Mekanis
Blade, padle kipas
Flotasi
Waktu pengadukan
30-120
Nilai G/detik
>750
Bab II
Tinjauan Pustaka
Kriteria design slow mix untuk Unit bangunan Accelator
Kriteria Umum Flokulastor Hidrolis
Flokulator mekanis Flokulator Clarifier sumbu horizontal dengan padle Sumbu vertikal dengan blade
G (gradien kecepatan) l/detik 60 (menurun)-5 60 (menurun)-10 70 (menurun) 100 - 10
G (gradien kecepatan) l/detik 60 (menurun)-5 60 (menurun)-10 70 (menurun) 100 - 10
Waktu kontak (menit) 30-45 30-40 20 – 40 20 - 100 Tahap flokulasi (buah) 6-10 3-6 2 – 4 1 Pengendalian energi bukaan pintu/sekat kecepatan
putaran
kecepatan putaran
kecepatan aliran air
Kecepatan aliran max (m/det) 0,9 0,9 1,8 - 2,7 1,5 - 0,5 Luas blade/padle dibandingkan luas
bak (%) – 5 – 20 0,1 - 0,2 –
Kecepatan perputaran sumbu (rpm) – 1 – 5 8 – 25 –
Bab II
Tinjauan Pustaka
Kriteria design sedimentasi untuk Unit bangunan Accelator
KRITERIA UMUM BAK PERSEGI (aliran horizontal) BAK PERSEGI ALIRAN VERTIKAL (menggunakan pelat/tabung pengendap) BAK BUNDAR– (aliran vertikal-radial) BAK BUNDAR– (kontak padatan) CLARIFIER Beban pemukaan (m3/m2/jam) 0,8 - 2,5 3,8 – 7,5 *) 1,3 – 1,9 2 – 3 0,5 – 1,5 Waktu retensi 3 – 6 3 – 6 3 – 5 3 – 6 0,5 – 1,0 Waktu retensi 3 – 6 3 – 6 3 – 5 3 – 6 0,5 – 1,0 Kedalaman (m) 1,5 - 3 0,07**) 1 – 3 1 – 2 2 – 2,5 Lebar/panjang > 1/5 – – – – Beban pelimpah (m3/m/jam) <11 <11 3,8 – 15 7 –15 7,2 – 10 Bilangan reynold <2000 <2000 – – <2000 Kecepatan pada pelat/tabung
pengendap (m/menit) – max 0,15 –
–
– Bilangan Froude >10-5 >10-5 – – >10-5 Kecepatan vertikal (cm/menit) – – – <1 <1 Sirkulasi lumpur – – –
3 – 5% dari input Kemiringan dasar bak (tanpa
scraper) 45º - 60º 45º - 60º 45º - 60º >60º 45º - 60º Periode antar pengurasan lumpur
(jam) 12 – 24 8 – 24 12 – 24 kontinyu 12 – 24*** Kemiringan tube/plate 30º/60º 30º/60º 30º/60º 30º/60º 30º/60º
Bab II
Tinjauan Pustaka
Kriteria Design Filter
Kriteria Perencanaan Unit Filitrasi (Saringan Cepat)
UNIT JENIS SARINGAN
Saringan Biasa
(gravitasi)
Saringan dengan Pencucian
Antar Saringan Saringan Bertekanan
(gravitasi) Antar Saringan
Jumlah bak saringan N = 12 Q 0,5*) minimum 5 bak – Kecepatan penyaringan (m/jam) 6 – 11 6 – 11 12 – 33 Pencucian:
• Sistem pencucian tanpa/dengan blower & atau surface wash
tanpa/dengan blower & atau surface wash
tanpa/ dengan blower & atau surface wash
Bab II
Tinjauan Pustaka
• Kecepatan (m/jam) 36 – 50 36 – 50 72 – 198 • Lama pencucian (menit) 10 – 15 10 – 15 –
• periode antara dua pencucian • periode antara dua pencucian
(jam) 18 – 24 18 – 24 – • ekspansi (%) 30 – 50 30 – 50 30 – 50 4 Media pasir • tebal (mm) 300 – 700 300 – 700 300 – 700 • singel media 600 – 700 600 – 700 600 – 700 • media ganda 300 – 600 300 – 600 300 – 600 • Ukuran efktif, ES (mm) 0,3 – 0,7 0,3 – 0,7 –
Bab II
Tinjauan Pustaka
• koefisien keseragaman, UC 1,2 – 1,4 1,2 – 1,4 1,2 – 1,4 • berat jenis (kg/dm3) 2,5 – 2,65 2,5 – 2,65 2,5 – 2,65 • porositas 0,4 0,4 0,4 • kadar SiO2 > 95 % > 95 % > 95 % • kadar SiO2 > 95 % > 95 % > 95 % 5 Media antrasit • tebal (mm) 400 – 500 400 – 500 400 – 500 • ES (mm) 1,2 – 1,8 1,2 – 1,8 1,2 – 1,8 • UC 1,5 1,5 1,5 •berat jenis (kg/dm3) 1,35 1,35 1,35 • porositas 0,5 0,5 0,5Bab II
Tinjauan Pustaka
1)lapisan penyangga dari atas ke bawah • kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 – ukuran butir 2 – 5 2 – 5 – • kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 – • kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 – ukuran butir 5 – 10 5 – 10 – • kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 – ukuran butir 10 – 15 10 – 15 – • kedalaman (mm) 80 – 100 80 – 100 – ukuran butir 15 – 30 15 – 30 – 2)Filter Nozel
• lebar slot nozel (mm) < 0,5 < 0,5 < 0,5 • prosentase luas slot nozel
Bab III
Kondisi Eksisting
1.Umum
PDAM Ngagel II dibangun oleh F.A Degremont Perancis pada tahun 1959
dengan kapasitas terpasang 1000 liter/detik, dengan kualitas air produksi
kurang dari 1 Ntu.
2. Proses Pengolahan Air Minum Instalasi Penjernihan II
Proses penjernihan air minum pada Pengolahan Air Minum PDAM Ngagel
II berawal dari kanal (sebagai saluran penghubung) hingga ke unit
desinfeksi, lalu didistribusikan ke pelanggan.
3. Unit-unit Pengolahan Air Minum
Unit-unit Pengolahan pada PDAM Ngagel II antara lain: Intake, Kanal.
Prasedimentasi, Distributor, Predicanteur, Accelator, Filter, Desinfeksi
Bab IV
Metodologi Penelitian
1.. Ide Tugas Akhir
Ide tugas akhir ini berawal dari hasil studi literatur dan gagasan dari pihak
PDAM Ngagel II Surabaya untuk mengevaluasi kinerja Instalasi yang
belum dilakukan
2.. Survei Lokasi
2.. Survei Lokasi
Survei lokasi dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dengan
memperhatikan data sekunder PDAM
3.. Studi Literatur
Dilakukan untuk membantu memahami permasalahan yang aka dikaji.
4. Pengumpulan data
Pengumpulan data meliputi 3 tahapan yaitu: tahapan Perancanaan, tahapan
pelaksanaan, tahapan analisa sampel
Bab IV
Metodologi Penelitian
IDE TUGAS AKHIR
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Mingum PDAM Surabaya (Studi Kasus: PDAM Ngagel II Surabaya)
SURVEI LOKASI STUDI LITERATUR PENGUMPULAN DATA DATA PRIMER
•Parameter kualitas air minum (Kekeruhan, pH, DO, Zat Organik, sisa Clor pada tiap influen dan efluen unit bangunan IPAM
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
1.Analisis Kinerja setiap unit IPAM PDAM Ngagel II antara lain: Prasedimentasi, Predicantir, Accelator, Filter.
•Alternatif peningkatan kinerja tiap unit IPAM PDAM Ngagel II
KESIMPULAN DAN SARAN DATA SEKUNDER
•Data eksisting IPAM
•Data proses pengolahan air minum PDAM Ngagel II
•Gambar denah PDAM Ngagel II •Ukuran unit bangunan
YES NO
Bab V
Analisa dan Pembahasan
Pada bagian ini akan dijelaskan tentang efisiensi kinerja dari
unit-unit bangunan PDAM Ngagel II Surabaya, dari situ kita
dapat membandingkan kondisi eksisting, data sekunder yang
ada dengan kriteria desain
•
Analisa Data Primer
Data primer yang ada berasal dari hasil analisa laboratorium, data yang
didapat dikaji lebih dalam dengan membandingkan data sekunder
•
Analisa Data Sekunder
Bab V
Analisa dan Pembahasan
No Unit Bangunan
Parameter
Kekeruhan Zat Organik Kekeruhan Zat Organik 1 Predicantir 12,63 % 32,28 % 2 Prasedimentasi 56,42 %
3 Filter 68,33 % 31,36 % 4 Accelator 92,77 % 19,04 %
Bab V
Analisa dan Pembahasan
No Unit Bangunan Parameter Sumber Perhitungan Kriteria Desain Keterangan 1 Prasedimentasi Dimensi Bangunan
a. perbandingan lebar :
panjang 0.60 > 1/5
Belum Memenuhi
b. kedalaman air 2,8 meter 3 - 5 meter Belum
Memenuhi
b. kedalaman air 2,8 meter 3 - 5 meter
Memenuhi
Waktu detensi 1 unit
prasedimentasi 9,33 jam 1,5 - 3 jam
Belum Memenuhi Waktu detensi 1 bak
prasedimentasi 9,33 jam 1,5 - 3 jam
Belum Memenuhi Beban Permukaan 1 bak
prasedimentasi 0,15 m/jam 0,83 -2,5 m/jam
Belum Memenuhi Bilangan Reynold 1 unit
prasedimentasi 9291,2 2000
Belum Memenuhi Bilangan Froud 1 unit
prasedimentasi 3,526 x 10 -7 > 10 -5
Belum Memenuhi
Bab V
Analisa dan Pembahasan
Bilangan Reynold 1 bak
prasedimentasi 8560,34 2000
Belum Memenuhi Bilangan Froud 1 bak
prasedimentasi 3,836 x 10-7 > 10 -5
Belum Memenuhi Kecepatan Pengendapan 7,2 m /hari
2 Predicantir Dimensi Bangunan
a. kedalaman air 4 meter 3 - 5 meter Memenuhi
a. kedalaman air 4 meter 3 - 5 meter Memenuhi
Waktu detensi (volume yang
berasal dari perhitungan) 1,26 jam 1,5 - 3 jam
Belum Memenuhi Waktu detensi (volume yang
berasal dari data sekunder) 1 jam 1,5 - 3 jam
Belum Memenuhi Beban Permukaan 3,17 m/jam 1,3 - 1,9 m/jam Belum
Memenuhi Bilangan Reynold 1 unit
prasedimentasi 28852,62 2000
Belum Memenuhi Bilangan Froud 1 unit
prasedimentasi 3,07 x 10 -6 > 10 -5
Belum Memenuhi Overflow rate 6,95 m/jam
Bab V
Analisa dan Pembahasan
3 Accelator Dimensi Bangunan
a. kedalaman air 6,25 meter 3 -5 meter Belum Memenuhi Waktu detensi 1,97 jam 1,5 - 3 meter Memenuhi Beban Permukaan 3,17 m/jam 1,3-1,9 m/jam Belum
Memenuhi
Beban Permukaan (yang
6,95 m/jam 1,3-1,9 m/jam Belum
Beban Permukaan (yang
dipenuhi tube settler) 6,95 m/jam 1,3-1,9 m/jam
Belum
Memenuhi Kecepatan Pengendapan 7,2 m /hari
4 Filter Dimensi Bangunan
a. jumlah bak 22 13 Belum
Memenuhi Kecepatan Pengendapan 4.4466 6 – 11 Belum
Memenuhi Lama pencucian 5 menit 10 - 15 menit Belum
Memenuhi periode dua pencucian 24 jam 18 - 24 jam Memenuhi
lebar slot nozel 9,583 mm < 0,5 mm Belum Memenuhi
Bab V
Analisa dan Pembahasan
No Unit
Bangunan Parameter
Range kriteria desain yang ada
Range debit yang dibutuhkan Range kecepatan horisontal yang dibutuhkan 1 Prasediment asi
Waktu detensi untuk satu unit
prasedimentasi 1,5 - 3 jam
1,56 m3/detik - 3,11
m3/detik
Waktu detensi untuk satu bak
prasedimentasi 1,5 - 3 jam
0,778 m3/detik
-1,56 m3/detik
Beban Permukaan 0,83 - 1,9 m/jam 0,69 m
3/detik - 2,1
m3/detik
Bilangan Reynold satu unit
prasedimentasi > 2000
1,604 x 10-4
6,415 x 10-4
Bilangan Froud satu unit
prasedimentasi < 10 -5
0,0159 m/detik - 0,16 m/detik Bilangan Reynold satu unit
prasedimentasi > 2000
1,74 x 10-46,96
Bab V
Analisa dan Pembahasan
Bilangan Froud satu unit
prasedimentasi < 10 -5
0,0152 m/detik -0,152 m/detik 2 Predicantir Waktu detensi (volume sesuai
dengan sumber perhitungan) 1,5 - 3 jam
0,105 m3/detik - 0,21
m3/detik
Waktu detensi (volume sesuai
dengan data sekunder) 1,5 - 3 jam
0,083 m3/detik
-0,1667 m3/detik
Beban Permukaan 0,065 m
3/detik
-0,197 m3/detik
Bilangan Reynold satu unit predikanteur
1,46 x 10 -4
-5,85 x 10 -4
Bilangan Froud satu bak