• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANDUAN PRAKTIK LAUT BAGI TARUNA PROGRAM STUDI NAUTIKA DAN TEKNIKA PIP SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PANDUAN PRAKTIK LAUT BAGI TARUNA PROGRAM STUDI NAUTIKA DAN TEKNIKA PIP SEMARANG"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PANDUAN PRAKTIK LAUT BAGI TARUNA PROGRAM STUDI

NAUTIKA DAN TEKNIKA PIP SEMARANG

Tim Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni PIP Semarang

Penerbit PIP Semarang

(3)

PANDUAN PRAKTIK LAUT

BAGI TARUNA PROGRAM STUDI NAUTIKA DAN TEKNIKA PIP SEMARANG

Oleh: Tim Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni PIP Semarang

Hak cipta © 2021 pada penulis

Edisi 1/Cetakan 1, Desember 2021 Editor: Khaira Dewi

Desain dan Layout: Alfi Maryati

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh

isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk menggandakan, merekam

atau dengan sistem penyimpanan lainnya tanpa izin tertulis dari penulis.

Penerbit Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Jl. Singosari 2 A, Wonodri, Semarang Selatan,

Kota Semarang

Dicetak oleh: CV. Oxy Consultant

Isi di luar tanggung jawab penerbit dan percetakan

(4)
(5)

P RAKATA

Puji syukur atas limpahan rahmat-Nya sehingga buku Panduan Praktik Laut bagi Taruna Program Studi Nautika dan Teknika PIP Semarang ini dapat terselesaikan. Buku ini merupakan buku pedoman bagi taruna Program Studi Nautika dan Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam menjalankan Program Praktik Laut (Prala) di perusahaan pelayaran.

Prala adalah kegiatan kerja nyata baik yang bersifat magang atau bersifat penelitian untuk melatih dan meningkatkan keterampilan, kecakapan, dan keahlian di bidangnya dengan terjun langsung di lapangan kerja.

Selain membahas peraturan dan tata tertib Prala, seperti:

ketentuan umum, kewajiban, hak, larangan hingga sanksi- sanksi, buku ini juga menjelaskan teknik mengerjakan Training Record Book (TRB). Tentunya juga dibahas teknik penulisan laporannya, serta penulisan surat-surat untuk Prala.

Seluruh taruna Prodi Nautika dan Teknika PIP Semarang diwajibkan membaca buku panduan ini sebelum melaksanakan kegiatan Prala.

(6)

Kami mengharapkan masukan yang konstruktif untuk dapat melengkapi dan menyempurnakan buku panduan ini di kemudian hari.

Semarang, Desember 2021 Tim Penulis

(7)

D AFTAR I SI

Prakata ... i

Daftar Isi ... iii

Daftar Gambar ... vii

Surat Pernyataan ... 1

Peraturan Tata Tertib Praktik Laut (Pertibtar Prala) ... 3

Lampiran Tata Tertib Taruna Prala ... 7

Ketentuan Mengerjakan Training Record Book (TRB) Prala ... 21

A. Pengertian ... 21

B. Tugas-tugas dalam TRB ... 22

C. Petunjuk-petunjuk ... 22

D. Maksud dan Tujuan ... 24

E. Aturan-Aturan ... 25

F. Waktu ... 26

G. Tempat ... 26

H. Personel ... 27

I. Tugas yang Harus Dilaksanakan ... 27

J. Pelaksana Tugas Sebagai Instruktur ... 27

K. Pelaksana Tugas Sebagai Supervisor ... 28

L. Pelaksana Tugas Sebagai Assessor ... 28

M. Tugas-Tugas Instruktur, Supervisor, dan Assessor ... 28

N. Tugas Taruna ... 29

O. Prosedur Penyelesaian TRB ... 30

P. Prosedur Mengerjakan Tugas-tugas TRB ... 31

Q. Format Training Record Book (TRB) ... 32

(8)

Ketentuan Penulisan Kertas Kerja Praktik Laut

(KKP) ... 35

I. Pendahuluan ... 35

II. Kerangka Penulisan ... 37

A. Bagian Awal ... 37

B. Bagian Pokok ... 39

C. Bagian Akhir ... 40

III. Petunjuk Mengenai Penulisan KKP ... 42

A. Penggunaan Kertas ... 42

B. Cara Penulisan/Penyajian ... 42

C. Pengaturan Ruang Penulisan ... 43

D. Penjilidan ... 43

IV. Pedoman Waktu Penyelesaian KKP ... 43

Ketentuan Pengiriman dan Penulisan Surat-surat Taruna Praktik Laut ... 45

I. Ketentuan ... 45

II. Pedoman Garis Besar Isi Surat ... 45

A. Surat Berbahasa Indonesia ... 45

B. Surat Berbahasa Inggris ... 46

Lampiran ... 55

I. Lampiran 1 Contoh Lembar Judul ... 55

II. Lampiran 2 Contoh Lembar Data-Data Kapal .. 56

III. Lampiran 3 Contoh Lembar Pemeriksaan ... 57

IV. Lampiran 4 Contoh Lembar Pengesahan ... 58

V. Lampiran 5 Contoh Daftar Nama Perwira Kapal. ... 59

VI. Lampiran 6 Contoh Daftar Pelabuhan yang Pernah Disinggahi. ... 60

VII. Lampiran 7 Contoh Susunan Personel Kapal. . 61

(9)

VIII. Lampiran 8 Check List Supporting Data for

Engineering Training Record Book ... 62 IX. Lampiran 9 Check List Supporting Data for

Navigation Training Record Book ... 64

(10)
(11)

D AFTAR G AMBAR

Gambar 1. Surat pernyataan. ... 1

Gambar 2. Format tugas TRB. ... 32

Gambar 3. Lampiran 1 lembar judul. ... 55

Gambar 4. Lampiran 2 lembar data-data kapal. ... 56

Gambar 5. Lampiran 3 lembar pemeriksaan. ... 57

Gambar 6. Lampiran 4 contoh lembar pengesahan. ... 58

Gambar 7. Lampiran 5 contoh daftar nama perwira. .... 59

Gambar 8. Lampiran 6 contoh daftar pelabuhan yang pernah disinggahi. ... 60

Gambar 9. Lampiran 7 contoh susunan personel kapal. ... 61

Gambar 10. Lampiran 8 check list supporting data for engineering training record book. ... 63

Gambar 11. Lampiran 9 Check List Supporting Data for Navigation Training Record Book. ... 65

(12)
(13)

S URAT P ERNYATAAN

Surat pernyataan ini memastikan bahwa taruna dan orang tua/wali taruna yang akan melaksanakan Prala telah membaca, memahami, dan akan menjalankan kegiatan Prala dengan penuh tanggung jawab.

Gambar 1. Surat pernyataan.

(14)
(15)

P ERATURAN T ATA T ERTIB

P RAKTIK L AUT (P ERTIBTAR P RALA )

Keputusan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Nomor: SK. 344 Tahun 2020

TENTANG

PERATURAN TATA TERTIB TARUNA PRAKTIK LAUT (PERTIBTAR PRALA)

DIREKTUR POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG

Menimbang: a. bahwa Keputusan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Nomor SK. 381 Tahun 2016 tidak sesuai lagi sehingga perlu disesuaikan dengan keadaan pada saat ini;

b. bahwa dengan berlakunya Amendemen 2010 Manila Konvensi Internasional SCTW, maka pelaksanaan Praktik Laut perlu disesuaikan dengan ketentuan tersebut.

Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;

(16)

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2012 tentang Sumber Daya Manusia di Bidang Transportasi;

3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 52 Tahun 2007 tentang Pendidikan dan Pelatihan Transportasi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 64 Tahun 2009;

4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 70 Tahun 2013 tentang Pendidikan dan Pelatihan, Sertifikasi Serta Dinas Jaga Pelaut;

5. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK. 103/4/2/DJPL-205 tentang Sistem dan Prosedur Penyelenggaraan Ujian Keahlian Pelaut;

6. Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor PK. 07/BPSDMP-2016 tentang Kurikulum Program Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan dan Peningkatan Kompetensi di Bidang Pelayaran;

7. Keputusan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Nomor SK. 609 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan dan Kode Mata Kuliah Program Diploma IV Program Studi Nautika (Nautical Studies),

(17)

Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal (Ship Machinery Engineering Technology), Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan (Port and shipping Management) dan Program Studi Logistik (Logistic) pada Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG TENTANG PERATURAN TATA TERTIB TARUNA PRAKTIK LAUT (PERTIBTAR PRALA).

PERTAMA : Memberlakukan Peraturan Tata Tertib Taruna Praktik Laut (Prala) beserta penjelasannya sebagaimana terlampir dalam keputusan ini sebagai pedoman Taruna untuk melaksanakan Praktik Laut.

KEDUA : Memberi tugas kepada Pembina/

Instruktur untuk berperan aktif dalam menegakkan Peraturan Tata Tertib Taruna Prala.

KETIGA : Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Keputusan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Nomor SK. 381 Tahun 2016 dinyatakan tidak berlaku lagi.

(18)

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : SEMARANG Pada tanggal : 18 MEI 2020

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth:

1. Kepala Badan PSDM Perhubungan;

2. Sekretaris Badan PSDM Perhubungan;

3. Kepala Pusat PSDM Perhubungan Laut.

(19)

L AMPIRAN T ATA T ERTIB T ARUNA P RALA

Lampiran : Keputusan Direktur PIP Semarang

Nomor : SK. 344 Tahun 2020 Tanggal : 18 Mei 2020

TATA TERTIB TARUNA PRAKTIK LAUT (PRALA)

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan:

a. Peraturan Tata Tertib Taruna Prala ialah suatu peraturan tata tertib yang mengatur kewajiban, hak, dan larangan serta sanksi yang berlaku bagi setiap Taruna Prala.

b. Taruna Praktik Laut, yang selanjutnya disebut Taruna Prala ialah Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku dan dinyatakan berhak untuk melaksanakan kegiatan Praktik Laut.

c. Praktik Laut (Prala) ialah pelaksanaan praktik kerja nyata di kapal-kapal niaga oleh Taruna Prala untuk melatih meningkatkan keterampilan, kecakapan dan

(20)

keahlian serta untuk menjalani kehidupan di atas kapal niaga secara langsung.

d. Masa Praktik Laut ialah waktu pelaksanaan praktik kerja nyata di kapal niaga yang merupakan bagian pembelajaran yang dilaksanakan minimal satu tahun atau 12 bulan.

e. Training Record Book (TRB) ialah buku catatan kerja yang dirancang sesuai dengan konvensi STCW Amendemen tahun 2010 Manila, Tabel A.II dan A.III yang harus diisi/dikerjakan oleh taruna selama melaksanakan Praktik Laut dan harus disahkan oleh pimpinan kapal/perusahaan.

f. Buku panduan praktik laut ialah buku pedoman dan petunjuk pembuatan Kertas Kerja Prala yang harus dikerjakan oleh Taruna Prala selama melaksanakan Praktik Laut dan disahkan oleh nakhoda.

g. Kertas Kerja Prala (KKP) ialah laporan hasil kerja nyata dan pengamatan yang diuraikan secara tertulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

h. Penyelenggara Praktik Laut ialah Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni PIP Semarang.

i. Tim penguji, pemeriksa, dan pembimbing Praktik Laut ialah para pegawai dan atau mereka yang ditunjuk dan diangkat dengan Keputusan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang untuk melaksanakan pengujian, pemeriksaan, dan pembimbingan terhadap pelaksanaan Praktik Laut.

(21)

j. Dewan pembina ialah dewan yang anggotanya terdiri dari para pengajar yang ditunjuk oleh Keputusan Direktur PIP Semarang untuk melaksanakan tugas dalam mengusulkan atau menyarankan sanksi-sanksi yang akan diberikan kepada taruna Prala yang melakukan pelanggaran Tata Tertib Prala.

Pasal 3

BATASAN WAKTU PELAKSANAAN PRALA

Batasan waktu yang diberikan kepada taruna Prala adalah 3 (tiga) tahun terhitung mulai tanggal Surat Izin Berlayar yang dikeluarkan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

BAB II

KEWAJIBAN, HAK DAN LARANGAN

Pasal 4

KEWAJIBAN UMUM

Setiap Taruna Prala baik saat menunggu mutasi penempatan selama berada di atas kapal maupun setelah turun dari kapal diwajibkan untuk:

a. Setia kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;

b. Taat kepada peraturan perundang–undangan yang berlaku di Republik Indonesia dan negara yang dikunjungi;

(22)

c. Menaati dan melaksanakan Peraturan Tata Tertib Taruna (Pertibtar) yang berlaku;

d. Menjaga nama baik dan keutuhan almamater.

Pasal 5

KEWAJIBAN TARUNA SEBELUM MELAKSANAKAN PRALA

Setiap taruna yang akan melaksanakan Prala di atas kapal diwajibkan untuk:

a. Mengikuti kegiatan pembekalan yang diselenggarakan oleh Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni;

b. Menyelesaikan pengurusan paspor, buku pelaut, clearance out, Surat Izin Berlayar (SIB) dan dokumen- dokumen lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Praktik Laut;

c. Memiliki buku Pertibtar Prala, Training Record Book, buku kesehatan, buku saku dan dokumen lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Praktik Laut;

d. Menaati penunjukan mutasi penempatan di perusahaan pelayaran yang didasarkan pada hasil seleksi penempatan oleh Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni dan atau secara pribadi dengan perusahaan pelayaran;

e. Mengadakan hubungan/komunikasi/korespondensi dengan mengirimkan laporan kegiatan-kegiatan di atas kapal melalui e-mail sesuai program studi masing-

(23)

masing kepada dosen pembimbing Prala melalui Kepala Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni;

f. Menaati dan melaksanakan kegiatan yang ditetapkan oleh perusahaan pelayaran serta menaati penunjukan/mutasi penempatan di kapal yang ditentukan oleh perusahaan pelayaran;

g. Memberikan laporan sign on pada saat naik kapal yang ditandatangani oleh nakhoda kepada Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni melalui e-mail.

Pasal 6

KEWAJIBAN SELAMA BERADA DI KAPAL

Setiap taruna Prala yang telah mendapat mutasi penempatan di kapal dan selama berada di kapal diwajibkan untuk:

a. Melapor kepada pimpinan kapal untuk memohon pengarahan mengenai tugas dan kewajiban yang akan dilaksanakan;

b. Menaati dan melaksanakan peraturan yang berlaku di kapal;

c. Melakukan pengamatan/penelitian sendiri di kapal dalam rangka mengerjakan kertas kerja Prala di bawah bimbingan nakhoda/KKM atau perwira lainnya yang berwenang;

d. Mengerjakan tugas sesuai buku panduan Prala dan penulisan Kertas Kerja Prala dengan ketentuan

(24)

sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Tata Tertib Prala;

e. Pengiriman surat kepada dosen pembimbing dalam bahasa Inggris sebanyak 12 kali dan berbahasa Indonesia sebanyak 6 kali tentang perkembangan melalui e-mail (kemajuan dan kesulitan) selama melaksanakan Prala.

Pasal 7

KEWAJIBAN SETELAH TURUN DARI KAPAL

Setiap taruna Prala yang telah mendapat mutasi turun dari kapal diwajibkan untuk:

a. Melaporkan kepada Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni PIP Semarang, selambat- lambatnya 15 (lima belas) hari kerja terhitung sejak tanggal mutasi turun dari kapal dengan menyerahkan surat-surat dan dokumen-dokumen yang diperlukan:

1. Konduite (asli);

2. Buku Saku (asli);

3. Surat Keterangan Masa Layar (asli);

4. Mutasi Naik/Sign On (asli);

5. Mutasi Turun/Sign Off (asli);

6. Ship Particular (asli/kopi);

7. Daftar personel kapal;

8. Training Record Book (asli);

(25)

9. Buku Pelaut (asli);

10. Clearance Out Semester IV (asli);

11. Kertas Kerja Prala (KKP);

12. Pasfoto terbaru ukuran 3x4cm sebanyak 6 lembar.

b. Menyerahkan training record book dan Kertas Kerja Prala untuk dibimbing dan selanjutnya diuji oleh tim penguji yang ditunjuk melalui Keputusan Direktur PIP Semarang.

c. Mengikuti evaluasi Kertas Kerja Prala sesuai dengan penunjukan Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni.

d. Mengikuti ujian Training Record Book yang diselenggarakan oleh PUKP 05 Semarang.

Pasal 8

HAK

Setiap taruna sebelum, selama, dan setelah selesai Prala berhak untuk:

a. Mendapatkan perlindungan jiwa sesuai dengan besarnya premi yang dibayarkan;

b. Mendapatkan pembekalan dalam rangka Praktik Laut;

c. Mendapatkan mutasi penempatan dalam rangka Praktik Laut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(26)

Pasal 9

LARANGAN–LARANGAN TARUNA PRALA

No Larangan Taruna Sanksi Taruna

1. Beristri/bersuami. Dikeluarkan dari

pendidikan 2. Merencanakan/melakukan

tindak subversif yang dilarang pemerintah dalam bentuk apapun.

Dikeluarkan dari

pendidikan

3. Menyimpan, mengonsumsi dan mengedarkan narkotika, bahan obat lain yang sejenis yang menjadi larangan pemerintah.

Dikeluarkan dari

pendidikan

4. Merencanakan/melakukan penentangan terhadap atasan dalam bentuk apapun.

Skorsing 2 (dua) semester

5. Merencanakan/melakukan tindak kriminal.

Skorsing 2 (dua) semester 6. Berbuat asusila, mendatangi

tempat pelacuran, dan

mengonsumsi minuman yang memabukkan.

Skorsing 2 (dua) semester

7. Menyimpan/menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Skorsing 2 (dua) semester

(27)

No Larangan Taruna Sanksi Taruna 8. Melakukan pertengkaran,

perkelahian, pemukulan, serta penganiayaan yang dapat merugikan orang lain.

Skorsing 2 (dua) semester

9. Menghasut/melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Skorsing 2 (dua) semester

10. Mengikuti/menjadi anggota organisasi di luar Resimen Taruna tanpa izin dari Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

Skorsing 2 (dua) semester

11. Memfitnah, menghasut, mengancam, menipu, berbohong, memalsu atau melakukan pemerasan.

Skorsing 2 (dua) semester

12. Mengadakan aksi secara

perorangan atau kelompok yang bertujuan melawan hukum.

Skorsing 2 (dua) semester

13. Menyimpan dan meledakkan bahan peledak.

Skorsing 2 (dua) semester 14. Membawa orang lain naik kapal

tanpa izin nakhoda.

Skorsing 2 (dua) semester 15. Meninggalkan kapal tanpa izin

yang berwenang.

Skorsing 2 (dua) semester

(28)

BAB III

SANKSI-SANKSI

Pasal 10

Setiap taruna Prala yang tidak menaati tata tertib taruna Prala dapat dikenakan sanksi sebagai berikut:

a. Tidak mengikuti kegiatan pembekalan oleh penyelenggara Prala, maka dikenakan sanksi penundaan pemberian surat izin berlayar selama 6 (enam) bulan.

b. Tidak menyelesaikan pengurusan paspor, buku pelaut, surat keterangan dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Praktik Laut dikenakan sanksi pencabutan hak pelaksanaan Prala.

c. Tidak memiliki buku panduan Prala, buku Pertibtar Prala, Training Record Book, buku saku dan buku-buku lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Praktik Laut dikenakan sanksi pencabutan hak pelaksanaan Prala.

d. Tidak menaati penunjukan mutasi penempatan yang berlaku di PIP Semarang ke perusahaan pelayaran dikenakan sanksi penundaan pemberian mutasi penempatan di perusahaan pelayaran 6 (enam) bulan.

e. Tidak mengadakan komunikasi dengan cara mengirim laporan setiap bulannya dikenakan sanksi teguran tertulis.

f. Tidak menaati dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ditetapkan oleh perusahaan pelayaran serta tidak

(29)

menaati kesepakatan atau perjanjian yang dibuat oleh PIP Semarang. Penunjukan/mutasi penempatan di kapal yang ditentukan oleh perusahaan pelayaran dikenakan sanksi penundaan Prala selam 1 (satu) tahun.

g. Tidak melaporkan diri kepada tim penyelenggara Praktik Laut setelah mendapat mutasi penempatan di kapal dengan cara mengirimkan laporan mutasi naik (sign on) yang diketahui oleh nakhoda kepada Direktur PIP Semarang), u.p. Kepala Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni dikenakan sanksi penundaan mengikuti pembelajaran pada semester VII periode berikutnya.

h. Tidak melapor kepada pimpinan kapal untuk memohon pengarahan mengenai tugas dan kewajiban yang akan dilaksanakan dikenakan sanksi konduite kurang (poor).

i. Tidak melakukan pengamatan/penelitian sendiri di kapal dalam rangka mengerjakan Kertas Kerja Prala di bawah bimbingan nakhoda/KKM atau perwira lainya yang berwenang dikenakan sanksi untuk mengulang Prala selama 1 (satu) tahun.

j. Tidak mengirimkan surat kepada Kepala Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni berbahasa Inggris sebanyak 12 kali dan berbahasa Indonesia sebanyak 6 kali tentang perkembangan (kemajuan dan kesulitan) selama melaksanakan Prala dikenakan sanksi membuat surat sebanyak 10 kali lipat dari ketentuan

(30)

yang berlaku serta penundaan masuk semester VII selama 1 (satu) semester.

k. Tidak melapor kepada Kepala Sub Administrasi Ketarunaan dan Alumni, selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari terhitung sejak tanggal mutasi turun dari kapal dengan menyerahkan surat-surat atau dokumen- dokumen yang diperlukan dikenakan sanksi penundaan masuk semester VII selama 1 (satu) semester.

l. Tidak menyerahkan Training Record Book dan Kertas kerja Prala untuk diperiksa dan diproses oleh Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni selambat–lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal mutasi turun dari kapal dikenakan sanksi pembinaan selama 1 (satu) bulan.

m. Tidak mengikuti evaluasi Training Record Book dan Kertas Kerja Prala sesuai jadwal yang telah ditentukan dikenakan sanksi penundaan evaluasi hasil tugas Praktik Laut selama 1 (satu) semester.

n. Melakukan pemalsuan tanda tangan dan stempel kapal pada Training Record Book, dan dokumen lainnya dikenakan sanksi penundaan masuk semester VII selama 1 (satu) semester.

o. Melakukan pemalsuan tanda tangan penguji pada kertas evaluasi praktik laut, dikenakan sanksi penundaan evaluasi kertas kerja Prala selama 2 (dua) semester.

(31)

BAB IV

KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 11

Setiap Taruna Prala yang sudah dinyatakan lulus evaluasi Praktik Laut (Prala) mendapatkan Surat Keterangan Lulus (SKL) TRB dari PUKP 05 Semarang yang digunakan untuk mendaftarkan diri pada Subbagian Administrasi Akademik untuk dapat mengikuti perkuliahan semester VII.

BAB V

PENUTUP

Pasal 12

Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Keputusan

Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Nomor SK. 427 Tahun 2016 dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 13

Keputuan Direktur ini berlaku sejak ditetapkan.

Ditetapkan di : SEMARANG Pada tanggal : 18 MEI 2020

(32)
(33)

K ETENTUAN M ENGERJAKAN

T RAINING R ECORD B OOK (TRB) P RALA

A. Pengertian

Training record book (TRB) guidance on sea training for deck department and engine department adalah buku yang berisikan:

1. Tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh seorang taruna Prala selama yang bersangkutan melaksanakan Praktik Laut di atas kapal.

2. Catatan pelaksanaan tugas taruna dalam mengerjakan TRB yang diberikan oleh nakhoda dan para perwira kapal di mana ia melaksanakan praktik tersebut meliputi:

a. Kapan tugas itu dilaksanakan, dan siapa pembimbingnya/pelatihnya;

b. Kapan tugas itu dievaluasi, siapa yang mengevaluasi dan hasil evaluasinya;

c. Kapan pelaksanaan tugas-tugas itu disupervisi, siapa yang melaksanakan supervisi dan komentar dari supervisor;

d. Pernyataan nakhoda bahwa taruna telah melaksanakan tugas jaga anjungan/kamar mesin selama 6 (enam) bulan.

(34)

3. Petunjuk-petunjuk bagi nakhoda dan para perwira kapal serta taruna yang bersangkutan dalam mengerjakan TRB.

B. Tugas-tugas dalam TRB

Tugas-tugas dalam TRB yang harus dikerjakan oleh taruna dikelompokkan dalam fungsi-fungsi sebagai berikut.

1. Untuk Program Studi Nautika terdapat 3 (tiga) fungsi, yaitu:

a. Fungsi navigation;

b. Fungsi cargo handling and stowage;

c. Fungsi controlling the operation of the ship;

2. Untuk Program Studi Teknika terdapat satu fungsi yang terdiri dari 4 (empat) materi, yaitu:

1. Marine engineering;

2. Maintenance and repair;

3. Electrical, electronic and control engineering;

4. Controlling the operation of the ship and care for persons on board.

C. Petunjuk-petunjuk

Petunjuk-petunjuk bagi nakhoda perwira kapal, taruna, dan perusahaan pelayaran dalam mengerjakan TRB.

1. Petunjuk-petunjuk bagi nakhoda dan perwira kapal:

(35)

a. Tugas-tugas yang terdapat dalam TRB harus dikerjakan dan dievaluasi pada waktu taruna melaksanakan Prala di atas kapal.

b. Nakhoda dan perwira kapal membimbing dan memberi pelatihan kepada taruna sesuai dengan tugas-tugas yang terdapat dalam TRB kemudian mencatat dan memberi paraf hasil pelaksanaannya dalam kolom-kolom yang tersedia dalam TRB.

c. Bimbingan dan pelatihan dapat dilaksanakan secara bertahap tanpa mengganggu operasi kapal.

d. Nakhoda dan perwira kapal memonitor perkembangan taruna dalam mengerjakan TRB sehingga tidak ada satupun tugas dalam TRB yang tidak dikerjakan.

e. Evaluasi/pengujian terhadap taruna dapat dilaksanakan secara lisan, tertulis dan praktik.

2. Petunjuk-petunjuk bagi taruna.

a. Pelaksanaan dalam mengerjakan tugas-tugas yang terdapat dalam TRB harus disertai dengan data- data pendukung yang relevan.

b. Setiap selesai melaksanakan suatu tugas, maka taruna Prala harus meminta tanda tangan atau paraf dan stempel kapal dari instruktur, supervisor atau asesor sebagai bukti bahwa tugas-tugas tersebut telah dilaksanakan.

(36)

c. Setiap taruna Prala harus menjaga dan merawat TRB dengan sebaik-baiknya agar tidak rusak atau hilang.

d. Bila terdapat tugas-tugas dalam TRB yang tidak sesuai dengan kapalnya, maka taruna harus mencari referensi lain yang sesuai dengan kapal tersebut.

e. Setiap taruna harus aktif dalam menyelesaikan tugas-tugas yang terdapat dalam TRB.

f. Tanda tangan/paraf dari nakhoda dan para perwira kapal serta pejabat perusahaan pelayaran dan stempelnya tidak boleh dipalsukan.

g. Tugas-tugas dalam TRB harus dikerjakan di atas kapal selama taruna melaksanakan Prala.

3. Petunjuk bagi perusahaan pelayaran.

Mengadakan pemeriksaan dan memberi komentar tentang kemajuan taruna dalam mengerjakan TRB dan membubuhkan tanda tangan serta stempel kapal pada kolom yang tersedia dalam waktu yang berkala dan tetap.

D. Maksud dan Tujuan

1. Maksud

Maksud dibuatnya TRB adalah untuk memberikan arah bagi para taruna yang sedang melaksanakan praktik berlayar. Bagi nakhoda serta para perwira kapal TRB digunakan sebagai panduan dalam membimbing,

(37)

melatih dan mengevaluasi pelaksanaan Praktik Laut yang dilaksanakan oleh para taruna di atas kapal.

2. Tujuan

Tujuan dibuatnya TRB adalah agar selama melaksanakan tugas Prala para taruna memperoleh pengalaman yang bermanfaat dan maksimal, dalam hal pengetahuan dan keterampilan sebagai perwira kapal sesuai standar kompetensi masing-masing.

E. Aturan-Aturan

1. Aturan nasional.

Keputusan Kepala Badan Diklat Perhubungan dan Telekomunikasi Nomor SK. 048/DL.106/PDL-2000 tanggal 12 Oktober 2000 tentang Penyelenggaraan Praktik Berlayar Taruna/Siswa Diklat Kepelautan, yang menyatakan bahwa taruna/siswa yang telah menyelesaikan Prala dan menerima surat sign off harus melapor dan menyerahkan TRB kepada penyelenggara untuk dievaluasi oleh tim evaluasi yang ditunjuk oleh Kapusbang SDM Perhubungan Laut.

2. Aturan international.

STCW amendemen 2010 Manila Regulation II/l dan III/I yang kesimpulannya adalah bahwa setiap pemegang sertifikat sebagai Perwira Jaga Navigasi atau Perwira Jaga Mesin harus menjalankan Praktik Laut selama minimal 12 (dua belas) bulan untuk bagian dek dan bagian mesin yang pelaksanaannya harus selalu

(38)

dimonitor/diperiksa oleh nakhoda dan perwira kapal serta harus didokumentasikan dalam TRB.

F. Waktu

Alokasi waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas- tugas yang terdapat dalam TRB, yaitu selama 12 (dua belas) bulan, dan tidak mengganggu operasi kapal serta latihan- latihan darurat yang dilaksanakan di atas kapal.

G. Tempat

Tempat mengerjakan TRB adalah di atas kapal di mana taruna melaksanakan praktik berlayar.

Untuk program studi Nautika:

Di atas kapal niaga dengan gross tonnage (GRT) 500 gross ton atau lebih, kecuali:

1) Kapal-kapal angkatan laut (kapal perang);

2) Kapal-kapal negara (kapal navigasi, kapal keruk, dan lain-lain);

3) Kapal-kapal penyeberangan jarak pendek.

Untuk program studi Teknika:

Di atas kapal niaga dengan horse power (HP) 750 kilowatt (kW) atau lebih, kecuali:

1) Kapal-kapal angkatan laut (kapal perang);

2) Kapal-kapal negara (kapal navigasi, kapal keruk, dan lain-lain);

(39)

3) Kapal-kapal penyeberangan jarak pendek.

H. Personel

Para personel yang terlibat dalam menyelesaikan TRB adalah:

1. Nakhoda kapal dan para perwira tempat taruna melaksanakan Prala.

2. Pejabat perusahaan pelayaran dari kapal tempat taruna melaksanakan Prala.

3. Taruna yang bersangkutan.

I. Tugas yang Harus Dilaksanakan

Macam-macam tugas yang harus dilaksanakan oleh para personel tersebut di atas adalah:

1. Tugas sebagai instructor.

2. Tugas sebagai supervisor.

3. Tugas sebagai assessor.

J. Pelaksana Tugas Sebagai Instruktur

master, chief officer, second officer, third officer, jr. third officer, chief engineer, first engineer, second engineer, third engineer, jr. third engineer, chief radio officer, second radio officer, dan third radio officer.

(40)

K. Pelaksana Tugas Sebagai Supervisor

Chief officer, chief engineer, first engineer, chief radio officer, dan pejabat dari perusahaan pelayaran.

L. Pelaksana Tugas Sebagai Assessor

Master, chief officer, chief engineer, first engineer, dan chief radio officer.

M. Tugas-Tugas Instruktur, Supervisor, dan Assessor

Tugas-tugas instructor, supervisor, dan assessor dalam menyelesaikan TRB.

1. Tugas-tugas instruktur, adalah:

a. Memberikan bimbingan dan pelatihan kepada Taruna Prala sesuai tugas-tugas yang terdapat dalam TRB;

b. Menandatangani/memberi paraf dalam kolom instruktur yang terdapat dalam TRB.

2. Tugas-tugas supervisor, adalah:

a. Melaksanakan pengawasan TRB untuk mengetahui kemajuan Taruna Prala dalam mengerjakan tugas- tugas secara berkala;

b. Menandatangani/memberi paraf dalam kolom supervisor yang terdapat dalam TRB.

(41)

3. Tugas-tugas asesor, adalah:

a. Menguji Taruna Prala setelah mendapat pelatihan dari instruktur secara lisan, tertulis, dan praktik.

b. Mencatat hasil uji ke dalam kolom remark yang terdapat dalam TRB dan menandatangani/

memberi paraf pada kolom yang tersedia dalam TRB.

N. Tugas Taruna

Tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh taruna adalah:

1. Mengerjakan semua tugas yang terdapat dalam TRB secara aktif meminta bimbingan kepada nakhoda dan para perwiranya.

2. Meminta paraf/tanda tangan nakhoda atau paraf perwiranya setelah menerima pelatihan dan pengujian pada kolom yang tersedia dalam TRB (tanda tangan atau paraf dan stempel harus asli).

3. Setelah selesai melaksanakan Prala harus meminta tanda tangan berstempel dari pejabat perusahaan pelayaran yang berwenang pada buku saku dan surat keterangan selesai melaksanakan Prala.

4. Mencari data-data pendukung yang perlu untuk dilampirkan dalam TRB.

(42)

O. Prosedur Penyelesaian TRB

Menerima Surat Keterangan Lulus Evaluasi Praktik Berlayar Evaluasi TRB oleh Pemeriksa dan

Penguji TRB yang Ditunjuk Lapor ke Subbagian Administrasi

Ketarunaan Dan Alumni Sign off dan Pengesahan TRB Dari

Nakhoda

Tugas -Tugas Dievaluasi Oleh Ship Management Team

Tugas Dalam TRB Dikerjakan Lapor Nakhoda

Sign On

(43)

P. Prosedur Mengerjakan Tugas-tugas TRB

Selesai

Taruna Menyerahkan TRB yang Telah Selesai Dikerjakan (Dibimbing dan Diuji) untuk Disahkan oleh Nakhoda Instruktur yang Telah Melaksanakan Bimbingan Kepada Taruna dan Memberikan Paraf Berstempel pada Kolom yang

Tersedia Dalam TRB

Nakhoda Menunjuk Instruktur untuk Membimbing Taruna Melapor ke Nakhoda dengan Membawa TRB

Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni Buku TRB Diterima oleh Taruna Prala dari Subbagian

Administrasi Ketarunaan dan Alumni Mulai

(44)

Q. Format Training Record Book (TRB)

Dalam TRB terdapat tugas sebagai berikut:

Gambar 2. Format tugas TRB.

Keterangan dalam mengerjakan tugas.

1. Pada kolom task/duty.

Berisikan tugas yang harus dilaksanakan oleh taruna, yaitu taruna harus dapat melakukan komunikasi yang clear dan efektif dalam suatu kejadian darurat. Oleh karena itu, taruna menghadap nakhoda untuk menyelesaikan tugas tersebut. Nakhoda akan menunjuk salah satu instruktur untuk memberikan bimbingan dan latihan kepada taruna. Setelah selesai membimbing taruna maka Instruktur memberikan paraf dan tanggal pada kolom Instructor Initial Date.

(45)

2. Kolom criteria.

Criteria yang dipakai assesor dalam menguji taruna adalah bahwa taruna harus dapat melaksanakan komunikasi secara clear dan effective pada setiap waktu kapal mengalami keadaan darurat.

3. Pada kolom remark.

Kolom remark digunakan untuk mencatat hasil pengujian yang telah dilaksanakan oleh assessor.

4. Type assessment.

Assesment digunakan untuk mencatat tipe pengujian yang dilaksanakan oleh assessor dengan cara interviu, tertulis atau secara praktik.

5. Kolom Assessor Initial Date.

Kolom Assessor Initial Date digunakan penguji untuk membubuhkan tanda tangan/paraf dan tanggal dilaksanakan pengujian.

1st ship : untuk kapal yang ke 1.

2nd ship : untuk kapal yang ke 2 jika taruna pindah kapal.

3rd ship : untuk kapal yang ke 3 jika taruna pindah kapal lagi.

(46)

6. Kolom Instruktur Initial Date.

Kolom instruktur initial date digunakan untuk membubuhkan tanda tangan/paraf instruktur dan tanggal dilaksanakannya bimbingan/latihan bagi taruna.

1st ship : untuk kapal yang ke 1.

2nd ship : untuk kapal yang ke 2 jika taruna pindah kapal.

3rd ship : untuk kapal yang ke 3 jika taruna pindah kapal lagi.

(47)

K ETENTUAN P ENULISAN K ERTAS K ERJA

P RAKTIK L AUT (KKP)

I. Pendahuluan

Praktik Laut (Prala) bagi taruna ialah pelaksanaan praktik kerja nyata di kapal-kapal niaga untuk melatih dan meningkatkan keterampilan, kecakapan, dan keahlian serta dapat menghayati kehidupan di atas kapal secara langsung.

Dalam melaksanakan tugas Prala, pengetahuan teori yang pernah didapat selama mengikuti pembelajaran teori pada semester I s.d IV dapat diaplikasikan secara nyata di lapangan. Materi kegiatan Prala yang telah disiapkan sedemikian rupa sehingga taruna harus mampu menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi dari kapal.

Selain mendapatkan pembinaan mental dan moral dari perwira kapal, metode belajar aktif dan mandiri diterapkan di kapal yang mewajibkan taruna menjawab atau mengerjakan tugas-tugas sesuai dengan Buku Panduan Prala. Buku Panduan Prala merupakan pedoman dan petunjuk pelaksanaan tugas Prala (sesuai dengan kurikulum yang berlaku). Masing-masing program studi terdiri dari 8 (delapan) mata kuliah sebagai berikut:

(48)

NAUTIKA

No. Mata Kuliah SKS

1 Ilmu Pelayaran Datar dan Menjangka 4 2 Penentuan Posisi dan Ilmu Navigasi 2 3 Meteorologi dan Oceanografi 2 4 Pengendalian Kapal dan Olah Gerak 2 5 Konstruksi Kapal dan Stabilitas 4

6 Teknologi Pemuatan 2

7 Hukum Maritim dan Keselamatan 2

8 Bahasa Inggris 2

Total SKS 20

TEKNIKA

No. Mata Kuliah SKS

1 Motor Diesel dan Turbin Gas 2 2 Pesawat Bantu dan Pesawat Uap 4 3 Teknik Listrik dan Elektronika 3

4 Sistem Kontrol 2

5 Teknik Perbaikan dan Perawatan Kapal 3 6 Konstruksi dan Ilmu Bangunan Kapal 2 7 Hukum Maritim dan Keselamatan 2

8 Bahasa Inggris 2

Total SKS 20

(49)

II. Kerangka Penulisan

Kerangka penulisan KKP untuk tiap-tiap mata kuliah terdiri atas :

A. Bagian Awal

Bagian awal terdiri atas halaman-halaman sebagai berikut:

1. Lembar Judul.

Lembar ini terdiri atas dua buah. Pertama disebut kulit muka, kedua disebut kulit dalam, berisikan:

a. Judul bidang studi;

b. Nama dan nomor induk taruna;

c. Lambang PIP Semarang;

d. Keterangan mengenai tujuan penulisan atau pengajuan KKP;

e. Nama diklat (PIP Semarang);

f. Tahun Penulisan.

Kulit muka luar tersebut dari kertas sampul (cover) berwarna biru untuk Program Studi Nautika dan merah untuk Program Studi Teknika. Semua huruf dan angka menggunakan tinta berwarna hitam, sedangkan logo PIP Semarang dicetak berwarna. Contoh lembaran judul dapat dilihat pada lampiran I.

2. Data-data kapal (ships particular).

Adalah data-data yang berisikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kapal dan harus disahkan/diketahui

(50)

oleh nakhoda. Data-data kapal tersebut ditempatkan setelah lembar judul yang kedua (kulit muka dalam).

Contoh data-data kapal dapat dilihat pada lampiran II.

3. Lembar Pemeriksaan.

Lembar ini merupakan tempat tanda tangan para Perwira kapal yang memeriksa KKP sebagai bukti bahwa taruna yang bersangkutan telah mengerjakan KKP. Contoh lembar pemeriksaan dapat dilihat pada lampiran III.

4. Lembar Pengesahan.

Lembar ini merupakan tempat tanda tangan penguji/pemeriksa Prala PIP Semarang sebagai bukti bahwa KKP taruna yang bersangkutan telah diadakan pengujian/pemeriksaan dan dianggap telah memenuhi persyaratan sesuai dengan buku panduan Prala.

Contoh lembaran pengesahan dapat dilihat pada lampiran IV.

5. Kata Pengantar.

Kata Pengantar berisi pernyataan pribadi taruna antara lain penyampaian ucapan terima kasih terhadap pihak- pihak yang dianggap telah membantu dalam melakukan penyelesaian KKP. Bagian akhir dari kata pengantar adalah ruang untuk mencantumkan tempat, tanggal dituliskannya KKP kemudian nama taruna yang bersangkutan di bagian bawah sebelah kanan.

Kata pengantar hendaknya singkat dan jelas serta tidak lebih dari dua halaman.

(51)

6. Daftar Isi.

Daftar isi merupakan petunjuk tentang urutan rincian dari bagian-bagian isi KKP yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai isi KKP. Urutan daftar isi adalah sebagai berikut:

a. Kata pengantar;

b. Jawaban dari tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan buku panduan prala;

c. Daftar pustaka;

d. Daftar nama perwira kapal;

e. Daftar nama pelabuhan yang pernah disinggahi;

f. Mutasi naik dan turun kapal;

g. Surat keterangan masa berlayar;

h. Gambar-gambar.

B. Bagian Pokok

Bagian ini merupakan materi yang menguraikan secara jelas tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan Buku Panduan Prala. Yang harus diperhatikan pada bagian pokok ini adalah:

1. Tiap halaman harus ada paraf nakhoda/KKM atau Perwira Kapal lainnya dan berstempel kapal.

2. Dalam mengerjakan/menjawab pertanyaan, soal harus ditulis juga sehingga berbentuk soal jawab.

3. Tiap halaman harus diberi nomor halaman sesuai dengan urutannya.

(52)

4. Pada saat mengerjakan/menjawab pertanyaan boleh tidak unit nomornya, tetapi pada saat KKP dikumpulkan/diserahkan harus urut nomornya sesuai dengan buku Panduan Prala.

5. Gambar-gambar pelengkap harus dibuat sendiri oleh taruna Prala dan tidak boleh dalam bentuk fotokopi, kecuali dikehendaki dalam pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sesuai dengan buku Panduan Prala.

6. Jika ada jawaban yang menyebutkan "gambar terlampir" harus disebutkan nomor dan halaman gambar.

7. Pengumpulan data, gambar-gambar dan lain sebagainya dalam rangka penelitian harus sesuai dengan keadaan kapal tempat taruna menjalankan Prala dan apabila tidak terdapat di kapalnya, maka taruna harus menyelesaikan dengan cara mencari referensi yang lain (data di kapal lain atau dengan cara penelitian kepustakaan).

8. Di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari buku Panduan Prala, taruna sebaiknya melampirkan gambar yang sesuai.

C. Bagian Akhir

Bagian akhir dari KKP terdiri atas:

1. Daftar Pustaka.

Daftar pustaka berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam rangka

(53)

penelitian kepustakaan. Pemilihan pustaka harus relevan dengan penyelesaian tugas KKP.

2. Daftar Nama Perwira Kapal.

Daftar nama Perwira kapal berisikan nama-nama Nakhoda/KKM dan Perwira kapal lainnya, jabatan di kapal, ijazah terakhir yang dimiliki dan Diklat asal serta tahun ijazahnya. Contoh daftar nama Perwira Kapal dapat dilihat pada lampiran VI.

3. Daftar Pelabuhan yang Pernah Disinggahi.

Daftar ini berisikan nama-nama pelabuhan yang pernah disinggahi oleh Taruna Prala yang bersangkutan selama menjalankan masa Prala. Contoh daftar pelabuhan dapat dilihat pada lampiran VII.

4. Mutasi Naik dan Turun Kapal.

Dilampirkan dalam KKP dalam bentuk fotokopi.

5. Surat Keterangan Masa Berlayar.

Surat keterangan masa berlayar dari syahbandar dilampirkan dalam bentuk fotokopi.

6. Gambar-Gambar.

Gambar-gambar yang dimaksud adalah merupakan lampiran sebagai penunjang untuk menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diberikan sesuai dengan Buku Panduan Prala. Yang harus diperhatikan di sini adalah:

a. Digambar di atas kertas putih HVS tidak bergaris dengan ukuran kertas adalah 21,5 x 33 cm yang

(54)

disebut format folio yang disesuaikan dengan keadaan gambar dan lampiran gambar lainnya.

b. Gambar harus bersih dan rapi.

c. Diberi keterangan gambar, baik nama gambar (etiket) maupun nama-nama tiap bagiannya.

III. Petunjuk Mengenai Penulisan KKP

A. Penggunaan Kertas

1. Jenis kertas yang harus digunakan untuk penulisan KKP adalah kertas HVS berwarna putih yang bergaris (kertas folio).

2. Ukuran kertas adalah 21,5 x 33 cm yang disebut format folio.

B. Cara Penulisan/Penyajian

1. Kertas Prala ditulis rapi oleh taruna yang bersangkutan dengan pulpen tinta berwarna hitam.

2. Huruf yang digunakan adalah huruf balok yang jelas dan mudah dibaca.

3. Bila terdapat salah tulis, tidak dibenarkan menggunakan tip-ex atau penghapus lainnya.

4. KKP setelah diperbaiki dan disahkan dibuatkan fotokopinya. Asli untuk arsip PIP Semarang dan fotokopi untuk taruna yang bersangkutan.

(55)

C. Pengaturan Ruang Penulisan

1. Ruang penulisan ialah ruang yang disediakan pada kertas untuk penulisan yang berukuran 21,5 x 33 cm.

2. Ruang tepi adalah ruangan di sekeliling ruang penulisan dan ruang tepi ini harus dikosongkan, kecuali untuk nomor halaman.

a. Lebar ruang tepi kiri 3,5 cm.

b. Lebar ruang tepi kanan 2 cm.

c. Lebar ruang tepi atas disesuaikan dengan tepi atas kertas folio bergaris.

d. Lebar ruang tepi bawah disesuaikan dengan ruang tepi bawah kertas folio bergaris.

D. Penjilidan

Penjilidan yang dimaksud untuk keseragaman, kerapian dan untuk memudahkan penyimpanan atau pengarsipan.

Penjilidan dengan kulit muka luar kertas sampul (cover) dapat dilakukan setelah pengujian KKP dan telah disetujui atau disahkan. Untuk Program Studi Nautika berwarna biru dan untuk program Studi Teknika berwarna merah.

IV. Pedoman Waktu Penyelesaian KKP

Agar KKP dapat diselesaikan tepat pada waktunya, berikut ini diberikan pedoman waktu penyelesaiaanya:

A. Dalam waktu 6 bulan, harus sudah dapat menyelesaikan 45%.

(56)

B. Dalam waktu 9 bulan, harus sudah dapat menyelesaikan 75%.

C. Dalam waktu 12 bulan, harus sudah dapat menyelesaikan 100%.

(57)

K ETENTUAN P ENGIRIMAN DAN P ENULISAN

S URAT - SURAT T ARUNA P RAKTIK L AUT

I. Ketentuan

Jumlah surat yang harus dikirim adalah:

1. Surat berbahasa Indonesia minimal 6 kali dalam waktu 12 bulan dan dikirim setiap 2 bulan sekali (pada hari ke-15 tiap 2 bulan).

2. Surat berbahasa Inggris minimal 12 kali dalam waktu 12 bulan dan dikirim setiap bulan (pada hari ke-20 tiap bulan).

3. Setiap surat harus ada salinan atau konsepnya, untuk arsip Taruna yang bersangkutan.

4. Salinan surat dianggap sah sebagai bukti pernah mengirim surat apabila telah diketahui/disahkan oleh Nakhoda KKM atau Perwira Kapal lainnya.

5. Pengiriman surat melalui e-mail yang telah ditetapkan Sub Bagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni dalam format PDF, dan tidak diperbolehkan mengirim melalui faksimil.

II. Pedoman Garis Besar Isi Surat

A. Surat Berbahasa Indonesia

Surat berbahasa Indonesia untuk program studi Nautika dan Teknika.

(58)

1. Surat Pertama.

Laporan sign on yang lengkap.

2. Surat Kedua s.d. Surat Keenam.

Laporan kemajuan pembuatan KKP dan kendala dalam pembuatan KKP.

B. Surat Berbahasa Inggris 1. Program Studi Nautika.

a. Surat Pertama:

1) Laporan sign on yang lengkap.

2) Ships particular, jenis kapal. daerah/jenis pelayaran.

b. Surat Kedua:

1) Laporan bagian KKP yang pertama mulai dikerjakan.

2) Sebuah pengalaman sehari-hari di kapal/di deck.

c. Surat Ketiga:

1) Laporan kendala pembuatan KKP dan kendala lainnya.

2) Jelaskan kegiatan mengenai perlengkapan/

alat-alat di atas deck.

(59)

d. Surat Keempat:

Jelaskan kegiatan sehari-hari di kapal/di deck, mengenai peralatan bongkar muat, palka, dan Iain- lain.

e. Surat Kelima:

1) Laporan kendala pembuatan KKP dan kendala lainnya.

2) Jelaskan pengalaman sehari-hari di kapal, mengenai alat-alat keselamatan, pemadam api, dan lain-lain.

f. Surat Keenam:

Jelaskan pengalaman sehari-hari di kapal, mengenai data-data stabilitas dan perhitungan stabilitas.

g. Surat Ketujuh:

1) Jelaskan pengalaman sehari-hari di kapal.

2) Jelaskan prosedur pemuatan kargo (mulai kargo berada di lambung kapal), berikut dokumen-dokumen yang diperlukan.

h. Surat Kedelapan:

Jelaskan pengalaman sehari-hari di kapal, mengenai peralatan-peralatan di anjungan dan kendala serta kemajuan pembuatan KKP.

(60)

i. Surat Kesembilan:

Jelaskan pengalaman sehari-hari di kapal, mengenai cara berlabuh dan sandar.

j. Surat Kesepuluh:

Jelaskan mengenai pengalaman sehari-hari di kapal mengenai situasi kamar mesin.

k. Surat Kesebelas:

Jelaskan pengalaman sehari-hari di kapal mengenai situasi dan keadaan serta perbaikan- perbaikan umum di atas deck.

l. Surat Keduabelas:

1) Laporan perkiraan/rencana sign off.

2) Cerita tentang kesan-kesan selama melaksanakan Prala.

2. Program Studi Teknika.

a. Surat Pertama:

Laporan sign on yang meliputi: jenis kapal, berat kapal, daerah pelayaran, daya motor induk, Rotary Per Minute (RPM), type pabrik dan Iain-lain.

b. Surat Kedua:

1) Laporan KKP yang pertama mulai dikerjakan.

2) Jelaskan kendala-kendala yang dihadapi.

(61)

3) Gambar dan jelaskan Fz/e/Oil, Lubricating Oil piping system, Sea water lines, Fresh water lines.

c. Surat Ketiga:

1) Laporan KKP yang kedua mulai dikerjakan.

2) Sejauh mana KKP telah dikerjakan.

3) Jelaskan bagaimana cara menjalankan mesin induk (mesin penggerak utama).

4) Jelaskan cara menjalankan, memparalel dan mematikan diesel generator.

d. Surat Keempat:

1) Sejauhmana KKP yang ketiga sudah dikerjakan.

2) Jelaskan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) Jelaskan routine maintenance pada saat kapal di pelabuhan serta sedang berlayar.

e. Surat Kelima:

1) Penjelasan sejauh mana KKP yang keempat sudah dikerjakan.

2) Penjelasan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) Penjelasan tentang trouble shooting dari mesin yang ada di kapal dan cara menanggulanginya.

(62)

f. Surat Keenam:

1) Penjelasan sejauh mana KKP yang kelima sudah dikerjakan.

2) Penjelasan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) Penjelasan perawatan apa yang dilakukan pada kompresor udara dan gambarkan sirkulasi udara mulai dari kompresor sampai ke mesin induk/diesel generator.

4) Penjelasan cara membersihkan L.O/F.O, dan apa saja yang anda ganti jika L.O/F.O terbuang ke got. Serta penjelasan mengapa separator perlu dibersihkan.

g. Surat Ketujuh:

1) Penjelasan sejauh mana KKP yang keenam sudah dikerjakan.

2) Penjelasan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) Penjelasan tentang boiler di kapal. Apa saja yang sering rusak/diperbaiki. Serta gambar sirkulasi uap di kapal dengan penjelasannya.

(63)

h. Surat Kedelapan:

1) Penjelasan sejauh mana KKP yang ketujuh sudah dikerjakan.

2) Penjelasan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) Penjelasan bagaimana cara membongkar cylinder mesin induk J diesel generator, apa saja yang diganti, bagaimana cara mengatur pompa bahan bakar mesin induk dan mengukur clearance klep dengan rocker arm.

i. Surat Kesembilan:

1) Penjelasan sejauhmana KKP yang kedelapan sudah dikerjakan.

2) Penjelasan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) Penjelasan bagaimana cara menanggulangi kesulitan-kesulitan selama anda di kapal akibat kerusakan mesin-mesin.

4) Penjelasan rencana kerja pada saat kapal akan melaksanakan dock pada galangan kapal. Dan apa saja yang haruss disiapkan oleh KKM.

5) Penjelasan tentang instalasi mesin es (refrigerator system) baik tentang routine maintenance maupun tentang trouble shootingnya berikut dengan gambar sistem

(64)

kerjanya serta data-data mesin es, refrigerant, dan lain-lain.

j. Surat Kesepuluh:

1) Penjelasan sejauh mana KKP yang sudah dikerjakan.

2) Penjelasan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) KKP diharapkan sudah selesai dan penjelasan tentang kapal pada saat sedang dock-yard dan sea trial.

4) Pemberitahuan kapan rencana sign off. Jangan lupa tentang kelengkapan selesai Prala termasuk dokumen atau surat-surat yang lain.

k. Surat Kesebelas:

1) Penjelasan sejauh mana KKP sudah dikerjakan.

2) Penjelasan kendala yang dihadapi dalam mengerjakan KKP.

3) Penjelasan tentang yang taruna hadapi selama melaksanakan dock-yard.

4) Penjelasan bagaimana kegiatan taruna di kapal khususnya di kamar mesin, serta bagaimana hubungan taruna dengan atasan.

5) Penjelasan tentang cargo winch. Kendala apa saja yang diakibatkan dari rusaknya cargo winch.

(65)

l. Surat Keduabelas:

1) Penjelasan bagaimana kesan taruna terhadap kinerja para awak kapal berkaitan dengan prosedur yang berlaku.

2) Analisis tentang cara kerja para engineer dan officers di kapal, serta penjelasan kebaikan dan kekurangannya. Berikan saran untuk menanggulanginya.

3) Sekiranya sudah 12 (dua belas) bulan melaksanakan Prala segera Anda sign off.

(66)
(67)

L AMPIRAN

I. Lampiran 1 Contoh Lembar Judul

Gambar 3. Lampiran 1 lembar judul.

(68)

II. Lampiran 2 Contoh Lembar Data-Data Kapal

Gambar 4. Lampiran 2 lembar data-data kapal.

(69)

III. Lampiran 3 Contoh Lembar Pemeriksaan

Gambar 5. Lampiran 3 lembar pemeriksaan.

(70)

IV. Lampiran 4 Contoh Lembar Pengesahan

Gambar 6. Lampiran 4 contoh lembar pengesahan.

(71)

V. Lampiran 5 Contoh Daftar Nama Perwira Kapal.

Gambar 7. Lampiran 5 contoh daftar nama perwira.

(72)

VI. Lampiran 6 Contoh Daftar Pelabuhan yang Pernah Disinggahi.

Gambar 8. Lampiran 6 contoh daftar pelabuhan yang pernah disinggahi.

(73)

VII. Lampiran 7 Contoh Susunan Personel Kapal.

Gambar 9. Lampiran 7 contoh susunan personel kapal.

(74)

VIII. Lampiran 8 Check List Supporting Data

for Engineering Training Record Book

(75)

Gambar 10. Lampiran 8 check list supporting data for engineering training record book.

(76)

IX. Lampiran 9 Check List Supporting Data

for Navigation Training Record Book

(77)

Gambar 11. Lampiran 9 Check List Supporting Data for Navigation Training Record Book.

(78)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait