5 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Covid-19
2.1.1 Definisi Covid-19
Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV- 2, kasus ini muncul serupa dengan pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan.
Karateristik virus ini penyebaranya sangat cepat sekali, sebagian besar orang yang tertular covid-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang dan akan pulih tanpa penanganan khusus, namun sebagian orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis. Berdasarkan data dari WHO pandemi ini telah menjadi global dengan 4.534.0731 kasus orang yang positif covid-19. Virus ini membawa wabah di Indonesia sejak awal bulan maret 2020 hingga saat ini terdapat 17.514 kasus positif terkonfirmasi tersebar di 34 provinsi dan 415 kabupaten. Dampak yang terjadi akibat pandemik covid 19 telah mengubah aspek kehidupan manusia (Herliandry & Suban, 2020)
2.1.2 Etiologi
Corona virus-19 ini merupakan virus zoonotik, RNA virus, bersirkulasi di hewan, seperti ular, unta, kucing, dan kelelawar dan hewan ternak. Hewan dengan corona virus dapat berkembang dan menginfeksi manusia seperti kasus pada saat ini. Adanya ledakan jumlah kasus di wuhan bahwa corona virus dapat ditularkan dari manusia ke manusia lainnya, bisa ditularkan melalui droplet yaitu melalui partikel air yang biasanya berukuran sangat kecil dan biasanya keluar saat batuk dan bersin. Apabila manusia sudah menghirup atau mengenai lapisan koernea mata, seseorang akan berisiko tertular penyakit ini (Morfi, 2020)
2.1.3 Tanda dan Gejala
Tanda dan Gejala umum infeksi covid-19 ini antara lain Gangguan pernafasan akut seperti batuk kering, dan sesak napas, demam tinggi disertai menggigil, pilek, hidung berair dan bersin bersin, nyeri tenggorokan. Gejala virus tersebut dapat bertambah parah jika tidak segera ditangani dan menyebabkan gagal nafas hingga kematian, masa inkubasi biasanya timbul 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang yaitu 14 hari.
2.1.4 Pencegahan
Meskipun gejala penyakit ini menyerupai penyakit pernafasan lain seperti pneumonia atau influenza pemerintah sudah melakukan beberapan pencegahan yaitu dengan vaksinasi. Namun jika hanya vaksin tidak menjamin untuk tidak tertular cara terbaik untuk menghindari penyakit infeksi coronavirus yaitu melakukan tindakan pencegahan secara aktif dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, apabila tidak tersedia kran atau sabun bisa membersihkan tangan menggunakan handsanitizer, hindari menyentuh hidung mata dan mulut bila tangan masih kotor, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit, tetaplah di rumah jika sedang sakit, tutup mulut dengan tisu atau kain jika sedang batuk dan bersin, hindari kontak dengan hewan secara langsung, hindari berpergian jauh .
2.2 Konsep Vaksin 2.2.1 Definisi Vaksin
Vaksin merupakan zat yang digunakan untuk merangsang kekebalan tubuh pada manusia. Vaksin ini berasal dari Bahasa inggris yaitu vaccine yang artinya suspensi yang berasal dari bibit penyakit yang hidup tetapi sudah dilemahkan. Lalu vaksin ini juga termasuk dalam produk biologis yang terbuat dari kuman, yang sudah di matikan yang berguna untuk merangsang timbulnnya kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit. Vaksin itu sendiri mengandung virus atau bakteri serta antigen yang dapat menyebabkan penyakit, akan tetapi dalam vaksin ini mengandung antigen yang sudah dikendalikan (dilemahkan) (Rahman, 2021)
Setelah pemberian vaksin ini dilakukan maka tubuh akan merespon, vaksin yang di masukkan ini bisa menjadi antigen bahkan juga bisa menjadi musuh bagi tubuh. Maka dari itu adanya respon vaksin bisa menjadi musuh dalam tubuh maka tubuh itu sendiri akan memproduksi antibodi untuk melawan antigen tersebut yang sudah masuk dalam tubuh seseorang). Sehingga apabila nantik seseorang yang terpapar dengan antigen yang sama maka sistem imun yang sudah terbentuk akan menghancurkan antigen tersebut.
2.2.2 Macam Macam Vaksin
Menurut (Makmun & Hazhiyah, 2020) menyebutkan jenis vaksin sebagai berikut:
a. Vaksin Sivovac
merupakan vaksin ini berasal dari perusahaan di china yang pertama kali tersedia di Indonesia. Vaksin ini di kembangkan dari inactivated virus dan diberikan melalui intramuscular setiap masyarakat yang mendapatkan dua dosis vaksin covid-19 ini masing masing diberikan dengan dosis 0,5 ml dan tiap dosis diberikan dengan interval 28 hari. Vaksin ini juga di nyatakan aman bagi anak anak khusunya pada usia 12 bulan hingga 18 tahun.
b. Vaksin Astrazeneca
dimana vaksin ini juga diberikan dalam dua dosis. Astrazeneca ini diberikan dalam interval yang paling jauh hingga 12 minggu di bandingkan dengan vaksin lainnya. Bagusnya lagi dari vaksin astrazeneca ini ampuh melawan virus corona varian delta.
c. Vaksin Moderma
dimana vaksin ini berbasis messenger RNA yang pertama kali di pakai di Indonesia. Vaksin ini tidak menggunakan virus yang dilemahkan melainkan pemanfaatan komponen materi genetik yang rekayasa. Moderma ini di klaim ampuh melawan virus varian delta, kappa, dan gamma selain itu moderma ini aman untuk orang dengan komoroid atau penyakit penyerta. Jumlah yang diberikan untuk moderma ini sebanyak tiga kali tetapi pemerintah memprioritaskan bagi tenaga kesehatan sebagai tahap ke tiganya.
d. Vaksin Pfizer
dimana vaksin ini berbasis mRNA dari amerika serikat dan sudah mendapatkan izin EUA. Vaksin ini memliki presentasi efikasi yang tinggi untuk usia 16 tahun keatas sebesar 95,5 % dan remaja 12-15 tahun bisa mencapai 100%.
2.2.3 Efek samping
Efek samping menurut (Ayunda et al., 2020) 2.3.4 Vaksin Sivovac
Menurut BPOM efek samping dari vaksin ini nyeri, iritasi, pembengkakan, nyeri otot, dan disertai dengan demam. Adapun efek samping sinovac dengan derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit atau diare.
2.3.5 Vaksin Astrazeneca
Efek samping yang paling umum setelah melakukan vaksin nyeri atau sakit saat ditekan di bekas area suntikan, sakit kepala, kelelahan, nyeri bagian otot dan persendian, demam, panas dingin, muntah.
2.3.6 Vaksin Moderna
Pada vaksin ini memiliki efek samping yang paling umum yaitu nyeri, bengkak, kemerahan di bekas area suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, panas dingin, mual dan muntah, bengkak bawah lengan, demam.
2.3.7 Vaksin Pfizer
Menurut Komnas KIPI efek samping vaksin Pfizer bervariasi berdasarkan usia. Efek local usia 12-15 tahun biasanya mengalami kemerahan 78,9%, bengkak 4,9 %, serta sakit di area suntikan 5%, usia 18-55 tahun sakit area suntikan 77,8 %, bengkak 6,3 %, kemerahan 5,9 %, usia di atas 55 tahun sakit di area suntikan 66,1
% bengkak7,5 %, kemerahan 7,2 % 2.3 Konsep Pengalaman
2.3.1 Pengertian Pengalaman
Pengalaman merupakan peristiwa yang terekam oleh panca indra dan tersimpan dalam memori. Pengalaman ini dapat diperoleh atau pun dapat dirasakan oleh peristiwa baru saja terjadi maupun sudah lama berlangsung, dimana pengalaman yang terjadi ini dapat diberikan kepada siapa pun untuk digunakan dan menjadi pedoman serta pembelajaran sesama manusia. Pengalaman dapat diartikan sebagai suatu yang pernah dialami dirasakan maupun yang sedang dijalani.
Pengalaman ini juga dapat diartikan sebagai memori mengacu pada peristiwa yang terjadi atau telah terjadi secara berkala yang dapat menangkap dan menyimpan peristiwa yang sudah terjadi.
Pengalaman merupakan sesuatu yang pernah terjadi dan pernah dialami oleh seseorang yang merupakan kombinasi dari penglihatan, penciuman, pendengaran, serta pengalaman masa lalu. Pengalaman ini diartikan sebagai pengalaman yang sudah dialami dan dapat dibagikan informasi kepada orang lain untuk menjadikan pedoman dan pembelajaran bagi orang lain (Permatasari et al., 2020)
2.3.2 Faktor Yang Mempengaruhi Pengalaman
Dari sebuah pengalaman tentunya setiap seseorang memiliki pengalaman yang berbeda beda. Walaupun satu pengalaman yang sama tapi pasti ada perbedaan.
Hal ini biasanya dapat di pengaruhi oleh pengalaman yang sudah pernah di alami.
Pengalaman setiap orang terhadap sesuatu objek dapat berbeda, sebab pengalaman mempunyai sikap yang mengacu kepada keadaan dimana seseorang berfikir relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan tau selera yang dipengaruhi oleh memori individu. Apapun pengalaman yang terjadi akan menjadi daya ingat yang sangat tinggi dalam memori manusia akan digunakan sebagai suatu informasi yang dapat dijadikan sebagai rujukan atau sumber acuan untuk mempertegas suatu pernyataan yang disampaikan (Permatasari et al., 2020)
Setiap manusia mempunyai pengalaman yang berbeda walalupun melihat suatu subjek yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang dan Pendidikan seseorang atau faktor pada pihak yang mempunyai pengalaman, target yang di presepsikan, faktor situasi dimana pengalaman ini terjadi, usia pada seseorang, tingkat Pendidikan, budaya, lingkungan, pekerjaan, latar belakang sosial dan kepribadian serta pengalaman selama hidup setiap manusia juga ikut menentukan pengalaman.
Menurut (Masyarakat, 2017) tingkat pengalaman terdiri dari 4 macam yaitu pengetahuan deskriptif dimana termasuk jenis pengetahuan yang dalam cara penjelasannya secara objektif tanpa adanya unsur subjektif. Pengetahuan kausal yaitu suatu pengetahuan yang memberikan penjelasan tentang sebab dan akibat.
Pengetahuan nonmatif yaitu suatu pengetahuan yang berkaitan dengan suatu ukuran dan norma.
Pengetahuan esensial yaitu pengetahuan yang menjawab suatu pertanyaan dengan baik terakit hakikat segala sesuatu. Pengetahuan seseorang terhadap objek tertentu memliki indentitas yang justru berbeda beda dan menjelaskan bahwasanya ada enam tingkatan pengetahuan yaitu: 1. Knowledge yang dapat diartikan sebagai ingatan. 2. Comprehension memahami suatu objek bukan hanya sekedar tahu dan tidak sekedar menyebutkan, tetapi menginterprestasikan secara benar. 3.
Application yaitu aplikasi yang dapat diartikan apabila seseorang telah memahami
suatu objek dan dapat mengaplikasikan prinsip yang diketahui. 4. Analysis kemampuan seseorang untuk menjabarkan dan memisahkan kemudian mencari suatu komponen- komponen yang terdapat dalam suatu objek tertentu. 5. Sintesis yaitu kemampuan untuk menyusun formulasi baru yang telah ada. 6. Evaluation merupakan kemampuan seseorang untuk merangkum komponen - komponen pengetahuan yang dimiliki, untuk melakukan penilaian itu sendiri terhadap objek tertentu maka didasarkan pada suatu kriteria.
2.4 Pengalaman masyarakat selama vaksinasi
Dari awal mula akan dilakukan vaksinasi dan selama vaksinasi itu berlangsung banyak sekali pengalaman yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia mengenai vaksinasi tersebut. Sebelum melakukan vaksinasi masyarakat melakukan pengecekan terlebih dahulu, lalu ada beberapa tahapan yang harus dijalani sebelum memulai suntikan, yaitu masyarakat harus melakukan registrasi, skrining kesehatan, lalu penyuntikan vaksin dan penerbitan sertifikat vaksin. Dari awal vaksin masyarakat bergegas untuk melakukan vaksinasi guna untuk kekebalan tubuh atau sistem imun supaya tubuh lebih kuat terhadap virus. Akan tetapi setelah beberapa bulan vaksinasi itu berjalan banyak sekali keluhan dari masyarakat yang sudah melakuan vaksin, bahwasanya masyarakat berfikir bahwa vaksin itu dapat menyebabkan tubuh menjadi sakit, dapat menimbulkan kelumpuhan dan penyakit lainnya hingga menyebabkan kematian. Maka dari itu masyarakat belajar dari pengalaman diatas bahwa meskipun sudah mendapatkan vaksinasi tidak menjamin tubuh akan tetap sehat (Khoirun Nisa Aulia Sukmani, 2021)
Dari berbagai pengalaman masyarakat selama vaksinasi itu berlangsung banyak sekali berbagai pengalaman atau pengetahuan yang sedang terjadi. Banyak fenomena mengenai pengalaman masyarakat selama vaksinasi, yang dirasakan masyarakat yang kuat akan imun sehingga tidak menimbulkan efek samping. Lalu ada juga yang imun tubuhnya tidak kuat sehingga menyebabkan badan panas dingin, sering mengantuk dan nyeri dibagian area suntikan serta nyeri dibagian sendi. Adapun pengalaman masyarakat selama vaksinasi dosis pertama dan kedua justru malah dinyatakan positif covid-19. Hal ini seseorang harus beristirahat dalam waktu kurang lebih 10 hari lalu ada juga yang dinyatakan sembuh dari covid-19.
(Abdillah, 2020)
Masyarakat mencoba membandingkan kondisinya dengan masyarakat lainnya dimana masyarakat ditandai dengan bibir menghitam dan badan menggigil proses penyembuhan pun relatif lama tetapi ada masyarakat yang berfikir dengan baik menganggap bahwasanya vaksinasi ini bekerja dengan baik. Dikarenakan prersepsi masyarakat berbeda beda maka bagi masyarakat yang tidak mengetahui kerja vaksinasi setelah dimasukkan kedalam tubuh manusia, maka ini menjadi pendorong yang tidak baik sehingga masyarakat takut akan vaksinasi. Akan tetapi dikarenakan vaksina si ini menjadi suatu kewajiban bagi warga Indonesia, maka masyarakat yang awalnya tidak percaya dan menimbulkan pro dan kontra hingga akhirnya memberanikan diri melakukan vaksinasi. Akan tetapi sebelum melakukan vaksin banyak cara atau upaya yang dilakukan untuk menghindari supaya tubuh tidak sakit salah satunya yaitu masyarakat sebelum melakukan vaksinasi masyarakat mengkomsumsi atau meminum air kelapa untuk menetralisir tubuhnya, setelah vaksin itu dimasukkan masyarakat akan minum kembali air kelapa guna untuk menetralisir tubuhnya kembali. Namun meskipun sekian banyak warga sudah meminum air kelapa sebagai penawar dalam tubuh akan tetapi masih banyak imun tubuh yang tidak kuat sehingga tetap menimbulkan sakit panas di seluruh tubuh, nyeri diarea suntikan dan nyeri dibagian sendi sendi (Iskak et al., 2021)