• Tidak ada hasil yang ditemukan

JPI: Jurnal Pendidikan Indonesia Volume 1 Nomor 1, Februari 2022, Halaman 19 25

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JPI: Jurnal Pendidikan Indonesia Volume 1 Nomor 1, Februari 2022, Halaman 19 25"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER

PADA KUMPULAN DONGENG BINATANG SERU DAN MENDIDIK KARYA DINI W TAMAM

Katrin Tri Yanti 1, Agusta Kurniati 2, Muhammad Rian Subekti 3 Pendidikan Guru Seolah Dasar, STKIP PersadaKhatilistiwa Sintang1 Pendidikan Guru Seolah Dasar, STKIP PersadaKhatilistiwa Sintang2 Pendidikan Guru Seolah Dasar, STKIP PersadaKhatilistiwa Sintang3

Email: [email protected]1, [email protected]2 , [email protected]3

INFO ARTIKEL ABSTRAK

Riwayat Artikel:

Menerima : 17 Januari 2022 Revisi : 18 Januari 2022 Diterima : 18 Januari 2022

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang digunakan yaitu buku Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kartu data dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pada Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam terdapat unsur-unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, latar, tokoh, penokohan, amanat serta terdapat 12 sub judul yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang di dalamnya memuat nilai karakter. Nilai karakter yang ditemukan dalam dua belas dongeng tersebut yaitu 6 (enam) jenis nilai karakter yaitu nilai karakter rasa ingin tahu, nilai karakter gemar membaca, nilai karakter cinta damai, nilai karakter menghargai prestasi, kerja keras, dan nilai karakter peduli sosial. Dengan jumlah 17 nilai-nilai karakter paling banyak muncul nilai karakter peduli sosial terdapat 7 temuan.

Kata Kunci: Nilai Pendidkan Karakter, Dongeng Binatang Seru dan Mendidik

Keywords: Value of Character Education, Fun and Educational Animal Tales

ABSTRACT

This study aims to describe the values of character education contained in the Collection of Fun and Mendidik Tales of Animals by Dini W Tamam. This study uses a qualitative method with the source of the data used is the book Collection of Fun and Mendidik Animal Fairy Tales by Dini W Tamam. Data collection is done by using data cards and documentation. Based on the results of the study, it was concluded that in Dini W Tamam's Collection of Fun and Educating Animal Tales, there are intrinsic elements which include theme, plot, setting, character, characterization, mandate and there are 12 subtitles containing character education values which include character value. The character values found in the twelve fairy tales are 6 (six) types of character values, namely the character value of curiosity, the value of the character who likes to read, the value of the love of peace, the value of respect for achievement, hard work, and the value of social care. With a total of 17 character values, the most social care character values appear, there are 7 findings.

Korespondensi:

Katriyanti

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Email:

[email protected]

©2022 Perkumpulan Karir Dosen Indonesia

(2)

PENDAHULUAN

Pendidikan memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Sesuai Undang -Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No.

20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 dan Pasal 2 menyebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Tujuan dan misi pendidikan nasional tertuang dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang pendidikan nasional, yaitu menciptakan peserta didik (manusia Indonesia) yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Maka, tujuan inti dari pendidikan nasional adalah pembentukan karakter.

Pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mengembangkan karakter yang baik, proses pendidikan karakter dapat

meningkatkan kualitas kepribadian manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidikan karakter bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan disekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi lulusan.

Nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada delapan belas karakter. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Adapun delapan belas nilai tersebut yaitu:

religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras,

kreatif,prestasi,bersahabat/komunikatf, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai.

Pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai yang terkandung didalamnya penting untuk dilakukan karena melalui pendidikan karakter dapat membantu guru maupun orang tua siswa dalam membentuk kepribadian siswa agar menjadi siswa yang berkarakter.

Kepribadian yang baik pada siswa dapat pula menjadi faktor pendukung kesuksesan siswa tersebut, baik

(3)

kesuksesan yang berguna untuk dirinya sendiri, masyarakat maupun untuk kepentingan bangsa dan negara.

Kasus pendidikan karakter di Indonesia pada tanggal 6 oktober 2019 salah satu kasus yang ada ialah kasus seorang murid di salah satu SMP swasta di Kabupaten Gresik yang menantang gurunya saat ia diingatkan oleh gurunya untuk tidak boleh merokok. Pada kasus tersebut, seorang siswa memegang kerah gurunya sambil merokok dan melempar kata-kata yang tidak sopan. Walaupun kasus tersebut berakhir dengan damai Karena sang guru telah memaafkan siswa tersebut, kasus ini merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan Indonesia yang saat ini sedang di gemborkan dan diaplikasikan pendidikan karakter bagi anak Indonesia.

Pembentukan karakter pada siswa tidak hanya didapatkan melalui kegiatan pembelajaran wajib disekolah atau melalui buku pembelajaran wajib disekolah saja, melainkan juga melalui buku bacaan seperti buku dongeng. Salah satu Sastra dongeng yang dapat kita digunakan dalam pembentukan karakter siswa adalah dongeng yang berjudul Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam.

Dongeng merupakan sebuah cerita fiktif yang dapat dijadikan sebagai salah satu media untuk menyampaikan nilai-

nilai pendidikan, salah satunya sebagai sarana pembentukan karakter yang berguna sebagai pedoman dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari.

Salah satu manfaat karya sastra dongeng adalah untuk mengembangkan kepribadian anak, sebab karya sastra dongeng mengandung nilai budi pekerti yang berkaitan dengan kehidupan nyata manusia sehari-hari yang dapat menjadi teladan untuk siswa. Pentingnya sastra dongeng untuk pembentukan karakter siswa adalah karena dongeng merupakan salah satu karya sastra yang dalam penyajiannya menggunakan bahasa- bahasa yang sederhana. Hal ini dikarenakan tujuan utama dari sebuah karya dongeng adalah menyampaikan pesan-pesan yang berguna untuk pembaca, terutama apabila dongeng tersebut ditujukan untuk pembentukan kepribadian pada siswa sekolah dasar.

Dapat kita ketahui bahwa kemampuan berbahasa pada siswa sekolah dasar masih tergolong masih rendah, oleh sebab itu dongeng dengan penyajian bahasa-bahasa yang sederhana dapat menjadi alternatif pengembangan karakter disekolah dasar. Pengembangan nilai tersebut tentu tidak sekedar melalui pembacaan dongeng oleh guru kepada siswa, melainkan juga melalui sebuah pembiasaan dan contoh bertindak dalam kehidupan sehari-hari oleh guru

(4)

disekolah sehingga siswa dapat meniru dan menjadi kebiasaan karena dilakukan terus menerus.

Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan dilatar belakang, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Nilai- Nilai Pendidikan Karakter Pada Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik Karya Dini W Tamam”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pendekatan kualitaif, yaitu merupakan gambaran atau mendeskripsikan secara sistematis, factual, dan akurat. Mengenai nilai-nilai pendidikan karakter pada kumpulan dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam.

Dengan ini alasan peneliti menggunakan penelitian deskriptif adalah dikarena dengan penelitian yang diguakan ini mampu memberikan gambaran menyeluruh dan jelas terhadap situasi satu dengan situasi sosial yang lain atau dari waktu tertentu dengan waktu yang lain. Penelitian ini di fokuskan pada nilai – nilai pendidikan karakter pada kumpulan dongeng binatang seru dan mendidik karya Dini W Tamam.

Jenis penelitian ini termasuk penelitian studi pustaka. Studi pustaka

adalah serangkaian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, serta mengolah bahan penelitian.

Sukardi ( 2016: 33) mengemukakan bahwa studi kepustakaan merupakan

“kegiatan yang diwajibkan dalam penelitian, khususnya penelitian akademik yang tujuan utamanya adalah mengembangkan aspek teoritis maupun aspek manfaat praktis”.

Mestika Zed ( 2008 : 17-23 ) Metode Penelitian Kepustakaan, ada empat langkah penelitian kepustakaan, adalah : a) Pertama, menyiapkan alat

perlengkapan, alat perlengkapan dalam penelitian kepustakaan hanya pensil atau pulpen dan kertas catatan b) Kedua, menyusun biografi kerja,

biografi kerja ialah catatan mengenai bahan sumber utama yang akan dipergunakanuntuk kepentingan penelitian.

c) Ketiga, mengatur waktu, dalam hal mengatur waktu ini, tergantung personal yang memanfaatkan waktu yang ada, bisa saja merencanakan berapa jam satu hari, satu bulan.

d) Keempat, membaca dan membuat catatan penelitian, artinya apa yang dibutuh dalam penelitian tersebut dapat dicatat, supaya tidak bingung dalam lautan buku yang begitu banyak jenis dan bentuknya.

(5)

Tujuan utama dari studi pustaka adalah untuk memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis penelitian sehingga peneliti dapat mengerti mengorganisasikan variasi pustaka.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Unsur-unsur Intrinsik Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam.

Berdasarkan hasil analisis buku Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam memiliki unsur-unsur pembangun unsur dari dalam, unsur pembangun dari dalam disebut intrinsik. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurgiyantoro ( 2013).Unsur intrinsik dongeng yang terdapat pada Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam.

Berdasarkan hasil analisis buku Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam memiliki unsur-unsur pembangun unsur dari dalam, unsur pembangun dari dalam disebut intrinsik. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurgiyantoro ( 2013).Unsur intrinsik dongeng yang terdapat pada Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam.

Alur merupakan rangkaian peristiwa atau jalan cerita, dari awal, tengah, hingga akhir. (Nurgiyantoro 2013 : 260 )

Plot atau alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.

Latar atau setting merupakan tempat peristiwa, waktu dan suasana peristiwa cerita dilakukan. Latar dalam sebuah cerita sangat berperan penting karena latar merupakan sebuah landasan dari peristiwa yang terjadi dalam cerita.

Nurgiyantoro (2013: 249), “Latar (setting) dapat dipahami sebagai landas tumpu berlangsungnya berbagai peristiwa dan kisah yang diceritakan dalam cerita fiksi”. Latar (setting) terdiri dari tiga unsur, yaitu tempat, waktu dan suasana.

Tokoh merupakan orang atau pelaku yang berperan dalam sebuah cerita.

Nurgiyantoro (2013: 222), “Tokoh cerita dimaksudkan sebagai pelaku yang dikisahkan perjalanan hidupnya dalam cerita fiksi lewat alur baik sebagai pelaku maupun penderita berbagai peristiwa yang diceritakan”.

Penokohan merupakan watak dan karakter tokoh yang ada dalam cerita.

Nurgiyantoro (2013: 74), “Istilah penokohan dapat merujuk pada tokoh dan perwatakan tokoh”.

Amanat merupakan sebuah pesan yang akan disampaikan oleh pengarang

(6)

dalam cerita. Nurgiyantoro (2013: 265)

“Amanat dapat dipahami sebagai sesuatu yang ingin disampaikan kepada pembaca”. Pesan yang terdapat dalam cerita dapat disampaikan secara langsung maupun secara tersirat melalui tokoh atau penokohan dalam suatu cerita.

2. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Kumpulan Binatang Seru dan Mendidik

Berdasarkan hasil analisis buku Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam memiliki nilai-nilai pendidikan karakter, terdapat 6 jenis karakter dengan jumlah 23 halaman, dengan jumlah temuan sebanyak 17 temuan. Adapun nilai karakter tersebut dibagi menjadi beberapa jenis karakter yaitu, Rasa Ingin Tahu 1 temuan, Menghargai Prestasi 1 temuan, Gemar Membaca 1 temuan, Peduli Sosial 7 temuan, Kerja keras 5 temuan, Cinta Damai 2 temuan.

Rasa Ingin Tahu Yakni cara berpikir, sikap dan prilaku yang mencerminkan penasaran da keingintahuan terhadap segala hal yang dilihat, didengar, dan dipelajari secara lebih mendalam.

Menghargai Prestasi Yakni sikap terbuka terhadap prestasi orang lain dan mengakui kekurangan diri sendiri tanpa mengurangi semangat berprestasi yang lebih tinggi.

Gemar membaca Yakni kebiasaan tanpa paksaan untuk menyediakan waktu secara khusus guna membaca berbagai informasi, baik buku, jurnal, majalah, koran, dan sebagainya, sehingga enimbulkan kebijakan bagi dirinya.

Cinta damai Yakni sikap dan prilaku yang mecerminkan suasana damai aman, tenang dan nyaman atas kehadiran dirinya dalam komunitas atau masyarakat tertentu.

Kerja keras Yakni prilaku yang menunjukan upaya secara sunguh- sunguh (berjuang higga titik darah penghabisan) dalam menyelesaikan berbagai tugas, permasalahan,pekerjaan, dan lain-lain dengan sebaik baiknya.

Peduli sosial Yakni sikap dan perbuatan yang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain maupun masyarakat yang membutuhkan nya

.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang unsur intrinsik dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku cerita kumpulan dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam, dapat disimpulkan sesuai dengan rumusan penelitian dan tujuan penelitian. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut:

1. Pada Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik Karya Dini W

(7)

Tamam memiliki unsur pembangun baik dari luar maupun dari dalam.

Berdasarkan penelitian ini Kumpulan Dongeng Binatang Seru dan Mendidik karya Dini W Tamam memiliki unsur intrinsik yang meliputi tema, amanat, latar, tokoh dan penokohan alur.

2. Dalam kumpulan dongeng binatang seru dan mendidik dongeng negeri timur ditemukan beberapa nilai karakter. Dari 23 sub judul dongeng tersebut, terdapat 12 sub judul yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Nilai karakter yang ditemukan dalam Dua belas dongeng tersebut terdapat 6 (Enam) jenis karakter dengan jumlah temuan 17 temuan. Adapun nilai- nilai karakter tersebut terbagi lagi menjadi beberapa jenis nilai karakter yaitu yaitu karakter peduli sosial sebanyak 7 temuan, kerja keras sebanyak 5 temuan, rasa ingin tahu sebanyak 1 temuan, menghargai prestasi sebanyak 1 temuan

(8)

Nurgiyantro, B. 2018. Sastra Anak

Pengantar Pemahaman Dunia Anak.Yogyakarta: Gajah Mada

University Press.

Sukardi. 2003.Metodologi

Meneliian Pendidikan. Jakarta: PT bumi

aksara.

Tamam , D,W. 2020. Kumpulan Dongeng

Binatang Seru dan Mendidik,

Bandung :Mitra Edukasi Indonesia.

Zed,M. 2008.

Metode Penelitian Kepustakaan.Jakarta: Yayasan

Obor Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti memilih judul “STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT DI MAN KENDAL” untuk mengetahui

Penulis : assalamualaikum buk, maaf menggangu waktunya, saya jumadi mahasiswa uin yang sedang penelitian di desa kita ini terkait dengan program kampung kb buk,

peraga “Blok Pecahan” guna meningkatkan motivasi belajar siswa dan tingkat pemahaman siswa pada materi pecahan yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan metode

Rekonstruksi sejarah GERA YAK sebagaimana diuraikan dalam buku basil riset ini mengindikasikan bahwa perhatian para ilmuwan sosial terhadap gerakan perlawanan petani

Berdasarkan hasil penelitian di atas, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada pola komunikasi orang tua terhadap perilaku cyberbullying siswa SMPI Singosari

Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan kepala sekolah di kelas IV SD Negeri III

Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan pada Kepala Sub Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (Ka. KB KS) BPPKB, Kabupaten Banyuwangi sejak tahun

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal penandaan MIBI dengan radionuklida teknesium-99m sehingga diperoleh hasil penandaan dengan kemurnian