MAKING INDONESIA 4.0 DAN PENGUATAN DIGITALISASI SEKTOR INDUSTRI
Oleh:
DR. Ir. Heru Kustanto, M.Si
Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri
dan Kebijakan Jasa Industri
Disampaikan pada:
Seminar Nasional “Penguatan Industri di Tengah Momentum Presidensi G20”
21 April 2022
INOVASI TEKNOLOGI SEBAGAI PENDORONG TERJADINYA REVOLUSI INDUSTRI
Era Revolusi Industri
Inti Inovasi
Teknologi Hasil Inovasi
Sumber : Schwab, 2017
BAGAIMANA REVULOSI INDUSTRI 4.0 AKAN BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN KITA?
Sumber: World Economic Forum, A.T. Kearney
Produksi
Pertumbuhan Ekonomi &
Inklusi Sosial Energi Makanan, Keamanan & Pertanian
Pendidikan, Gender &
Pekerjaan
Lingkungan & Sumber Daya
Alam Mobilitas Sistem Keuangan & Moneter
Informasi & Hiburan Layanan Kesehatan Perdagangan & Investasi
Internasional Konsumsi
PENERAPAN INDUSTRI 4.0
Sumber :Industry 4.0: Making your business more competitive, CGI
Sumber :
Ewelina Gregolinska, Rehana Khanam, Frédéric Lefort, and
Sumber :
Industry 4.0: Making your business more competitive , CGI
MANFAAT PENERAPAN
TEKNOLOGI INDUSTRI 4.0
Sumber :
Industry 4.0: Making your business more competitive , CGI
8 Sumber :
Ewelina Gregolinska, Rehana Khanam, Frédéric Lefort, and
TREN OTOMASI DAN BISNIS PROSES DI MASA DEPAN
Peningkatan Tren Otomasi selama 2 Tahun ke Depan Pemetaan Otomasi Proses Bisnis di Masa Depan
• Selama 2 tahun ke depan akan ada peningkatan otomasi yang signifikan, terutama pada workflow automation, Optical Character Recognition (OCR), dan Robotic Process Automation (RPA).
• Perusahaan melihat tren otomasi ke depan sebagai kesempatan untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menggantikan peran tenaga kerja.
• Namun, tren ini diperkirakan akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja dengan klasifikasi low-skilled
PASCA COVID-19: KEBUTUHAN ADOPSI TEKNOLOGI MENINGKAT
Kebutuhan teknologi yang diprediksi paling banyak diadopsi hingga 2025 utamanya adalah: encryption and cybersecurity, cloud computing, IoT, AI
Namun, terdapat hambatan untuk mengadopsi teknologi baru, yaitu adanya skill gaps di pasar tenaga kerja dan tidak adanya kemampuan untuk menarik talenta ahli
DUKUNGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH SECARA TERINTEGRASI MEMEGANG PERANAN PENTING DALAM KEBERHASILAN INISIATIF INDUSTRI 4.0
• Negara-negara maju/berkembang meyakini pentingnya dukungan kebijakan pemerintah yang holistic sebagai pilar penting keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi digital dan Industri 4.0
• Ketersediaan dan kualitas infrastruktur digital, kesiapan regulasi, ketersediaan SDM unggul, akses permodalan dan kematangan konsumen adalah pilar penting ekonomi digital 4.0
MENGAPA INISIATIF MAKING INDONESIA 4.0 MENJADI PENTING?: MOMENTUM BONUS DEMOGRAFI DAN REVITALISASI SEKTOR MANUFAKTUR
• Dalam visi Indonesia 2045, Indonesia memiliki target menjadi negara berpendapatan tinggi dan PDB terbesar ke-10 di dunia melalui pemanfaatan momentum bonus demografi dan tingginya kemajuan teknologi. Dalam agenda ini, sektor manufaktur sebagai salah satu kontributor utama perekonomian diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.
31%
22% 20%
-0.2 -0.1 0 0.1 0.2 0.3 0.4
0%
5%
10%
15%
20%
25%
30%
35%
Proporsi Sektor Manufaktur Terhadap PDB, 2010-2020
Nilai Tambah Sektor Manufaktur (% PDB) Pertumbuhan Sektor Manufaktur
7,774 11,548
13,817 14,887
21,832 24,425
33,502 59,364
133,209 159,680
0 50,000 100,000 150,000 200,000 Kamboja
Myanmar Vietnam Laos Filipina Indonesia Thailand Malaysia Brunei Darussalam Singapura
Output per Pekerja ($ PDB Konstan, PPP 2019)
Produktivitas Tenaga Kerja 2019
• Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih relatif rendah dibanding negara lain.
• Untuk mencapai visi 2045, revitalisasi sektor manufaktur sangat dibutuhkan dan salah satunya dapat diwujudkan melalui program Making Indonesia 4.0.
Making Indonesia 4.0
• Inisiatif Making Indonesia 4.0 diluncurkan pada 4-4-2018 oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo sebagai respon Pemerintah atas fenomena global revolusi industri 4.0, didampingi Menteri Perindustrian Bapak Airlangga Hartarto
• Pada tahun 2020, Implementasi industri 4.0 juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional pasca covid-19.
• Industri 4.0 menjadi major project dalam RPJMN 2020-2024 (Perpres No.18/2020).
14
MENGAPA MAKING INDONESIA 4.0 MENJADI PENTING?: AMANAT PRESIDEN DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Rapat Terbatas Percepatan Penerapan Peta Jalan Industri 4.0 pada Selasa, 3 September 2019 1. Diperlukan Langkah-Langkah yang jelas,
terukur, dan terintegrasi dalam menghadapi revolusi industri jilid ke-4.
2. Strategi dimulai dari perbaikan regulasi yang tidak sinkron, peningkatan kualitas SDM, membangun ekosistem inovasi industri, peningkatan insentif untuk investasi di bidang teknologi, mendesain ulang zona industri, sampai dengan perbaikan alur bahan material.
3. Langkah-Langkah perubahan harus betul- betul nyata terutama di sektor industri prioritas.
Salah satu Major Project dalam RPJMN 2020-
2024 Rapat Terbatas Perencanaan
Transformasi Digital pada Senin, 3 Agustus 2020
Making Indonesia 4.0
16 MAJOR PROJECT DALAM RPJMN 2020-2024
Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2020-2024
1
Sumber Pendanaan
Manfaat Proyek
Pelaksana
Perluasan Penerapan Industri 4.0 Major Project
APBN, Swasta, PHLN, BUMN, Perbankan, APBD
Perluasan adaptasi dan
pemanfaatan industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing dan keberlanjutan industri nasional.
Kemenperin
BKPM
Kemenkominfo LIPI
Kemenkes
Kemenristekdikti BPOM
Bekraf BPPT BSN
Making Indonesia 4.0 Sebagai Major Project Dalam RPJMN 2020-2024
Making Indonesia 4.0
Perpres 18 Tahun 2020: RPJMN 2020-2024 Proyek Prioritas Strategis No. 1 adalah implementasi Industri 4.0 di 5 Sub Sektor Prioritas.
MAKING INDONESIA 4.0 SEBAGAI MAJOR PROJECT DALAM RPJMN 2020-2024
Aspirasi Making Indonesia 4.0
PETA JALAN MAKING INDONESIA 4.0
Aspirasi:
Top 10 Ekonomi Global di Tahun 2030
PRASYARAT 10% kontribusi ekspor netto terhadap PDB
(mengembalikan posisi ekspor netto ke level yang sama di tahun 2000)
2% pengeluaran R&D terhadap PDB (membangun kemampuan inovasi lokal di level
yang sama dengan China 2x peningkatan produktivitas terhadap biaya
(meningkatkan produksi mengelola biaya serupa dengan India)
PERKIRAAN MANFAAT IMPLEMENTASI INDUSTRI 4.0 Pertumbuhan PDB 1-2% p.a. dari baseline pada
tahun 2030
Kontribusi manufaktur sebesar > 25% terhadap PDB pada 2030
Penciptaan Lapangan Kerja > 10 Juta pada 2030
(peningkatan pertumbuhan PDB riil dari ± 5%
menjadi 6-7% YoY antara 2018-2030)
(peningkatan lapangan kerja dari ± 20 juta menjadi > 30 juta pada tahun 2030)
(peningkatan kontribusi manufaktur terhdapap PDB dari ± 16% menjadi 25% pada tahun 2030
STRATEGI PRIORITAS
1. Perbaikan Alur Aliran Material
2. Mendesain ulang zona industri
5. Membangun infrastruktur digital
4. Pemberdayaan UMKM 3. Akomodasi standar
berkelanjutan
6. Menarik investasi asing 7. Peningkatan kualitas SDM 10. Harmonisasi aturan dan
kebijakan 9. Penerapan insentif
investasi teknologi 8. Pembentukan ekosistem
inovasi
SEKTOR PRIORITAS
Makanan & minuman Tekstil dan Produk Elektronika Farmasi Alat Kesehatan
Tekstil Kimia
Otomotif
Kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga
Sumber: Dokumen Peta Jalan Making Indonesia 4.0, 2018
Major Project
Perluasan implementasi industri 4.0
Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020 - 2024
Pelaksanaan Asesmen INDI 4.0
Peraturan Menteri Perindustrian No. 21 Tahun 2020 Tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0
Kepmenaker Nomor 331 Tahun 2020 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer pada Jabatan Kerja Manager, Engineer dan Maintener
Transformasi Industri 4.0
Dukungan Regulasi untuk Making Indonesia 4.0
PROGRAM KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDUKUNG MAKING INDONESIA 4.0
dan 2020 INDI 4.0 Award 2019, 2020, 2021
Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0)
875 industri manufaktur
Telah melakukan penilaian Self-Asesment INDI4.0
2 Industri – Global Lighthouse Network
- WEF (Schneider, Petrosea) 3 industri – National
Lighthouse – Kemenperin (PT Pupuk Kaltim, PT
Indolakto, PT Akebono) (Total 5 Lighthouse
Industries)
E-Smart IKM
17.778 IKM telah mengikuti Workshop e-Smart
IKM
8 Capability Center
1 Digital Capabilty Center for Industry
4.0 (PIDI 4.0) 4 Satelite Capability
Centers (Poltek STTT, Poltek STMI,
Poltek ATK, Poltek Furniture) 3 Learning Factories
(BBIA, BBLM,
Training Transformation
Industry 4.0
2 171 Peserta
1.100 Peserta BUMN
108 Industri
Telah mengikuti pendampingan
industri 4.0 45 industri
Telah mendapatkan penghargaan INDI4.0
16 Perusahaan BUMN
Telah melakukan Asesment INDI4.0
Capaian kegiatan Making Indonesia 4.0
22
Program Transform4Nation
Making Indonesia 4.0
Transform4Nation : Train, Assess, Support, Formalize, Monitoring & Evaluation ASSESS
Assesmen INDI 4.0 untuk menuju industri 4.0
SUPPORT
Insentif pemerintah untuk implementasi industri 4.0, seperti: PP 45
FORMALIZE
Pendampingan untuk membuat sistem operasi pabrik yang terstandar dan efisien dengan industri 4.0
MONEV
Memonitor dan evaluasi pelaku industri dalam program implementasi industri 4.0
TRAIN
Awareness, training dan sertifikasi bagi pelaku industri terkait industri 4.0
TRANSFORM4NATION
Making Indonesia 4.0
Pengisian Assesmen INDI
4.0
Perusahaan Industri
SIINas
Verifikasi
Direktur Jenderal
Tim Verifikasi
Pelatihan transformasi industri 4.0
Sertifikat manager transformasi industri 4.0
Hasil Verifikasi
Dokumen Kunjungan lapangan Nilai dan Level INDI 4.0
Tim Verifikasi
Sertifikat INDI 4.0
Direktur Jenderal
SIINas
Tim Verifikasi dan Monev
• Direktorat Jenderal
• BPPI
Level INDI 4.0
Level 0 : nilai 0,00 – 0,50 Belum siap Level 1 : nilai 0,51 – 1,50 Kesiapan awal Level 2 : nilai 1,51 – 2,50 Kesiapan sedang Level 3 : nilai 2,51 – 3,50 Kesiapan matang Level 4 : nilai 3,51 – 4,00 Sudah menerapkan
60 hari 5 hari
Sertifikat berlaku 3 tahun, dan perubahan dapat dilakukan dalam waktu 1 tahun setelah terbitnya sertifikat
REGULASI INDI 4.0
Direktur Jenderal
Perusahaan Industri
Monitoring Dan Evaluasi
Direktur Jenderal
Tim Monev
Permenperin No. 21 Tahun 2020
Tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0
Making
Indonesia 4.0 Assess: INDONESIA INDUSTRY 4.0 READINESS INDEX (INDI 4.0)
Pelaksanaan Self- Assessment INDI 4.0
Making Indonesia 4.0
17,5
%
30,0
%
17,5
%
17,5
%
17,5
%
Making Indonesia 4.0
Program pendampingan implementasi industri 4.0 yang dilakukan secara kontiyu dan berkesinambungan.
Analisis gap perusahaan
Evaluasi cyber security dan arsitektur IT perusahaan
Evaluation standarisasi work flow proses di perusahaan &
lean manufacturing
Solusi teknologi dan perhitungan ROI
Evaluasi dan transformasi struktur organisasi dan human capital dari perusahaan
Konsultansi pembuatan roadmap transformasi digital perusahaan
Making
Indonesia 4.0
Formalize - Pendampingan Industri 4.0
Making
Indonesia 4.0
Skema Pendampingan Industri 4.0 bagi Industri
Pelatihan Pelatih Manajer Tranformasi I4.0
Monitoring & Evaluasi
1. Kunjungan laparngan &
Tinjauan Bulanan 2. Evaluasi
Menentukan Dokumen Penilaian – INDI 4.0
1. Sosialisasi dan peningkatan kesadaran 2. Bekerja pada sektor industri yang spesifik 3. Validasi titik rantai nilai
1. Workshop untuk manajer transformasi I4.0
2. Workshop untuk Technical Engineer 3. Sertifikasi
Pilot Industri Terpilih
1. Penentuan industri potensial setiap sektor industri
2. Komitmen manajemen tingkat senior
Melakukan Penilaian
1. Penilaian kepakaran teknikal eksternal 2. Rekomendasi rencana aksi
Finalisasi Implementasi Roadmap I4.0 untuk Industri 1. Penyiapan kasus bisnis
2. Presentasi ke Manajemen Level Senior
Pelaksanaan Proyek IR 4.0
1. Proyek percontohan teknologi utama I4.0 2. Kolaborasi dengan Ekosistem I4.0
Asesmen INDI 4.0
Pendampingan I4.0
Pendekatan Teknologi dalam Penerapan Industri 4.0
Flexibilitas dan Integrasi dalam Operasi Pabrik
Interkoneksi dengan supplier dan pelangan untuk mewujudkan produk
dan proses yang custom
Kontrol dan Otomasi Proses yang Lebih Optimum
Dengan bantuan mesin-mesin cerdas proses yang berlangsung di perusahaan
menjadi lebih efisien
Transparansi Data dan Proses di Pabrik
Setiap saat dan dimana saja data dan proses yang sedang berjalan di pabrik bisa diakses secara real time/semi realtime
Penerapan Industri 4.0 tidak terbatas pada perusahaan besar karena konektivitas dan transparansi juga bisa diterapkan untuk IKM.
Approach digital holistically with a clear vision and develop a phased roadmap
Approach the opportunity “value backwards” – rather than
technology forward
Form comprehensive and scalable technology stack Build and lead a focused ecosystem of technology Partners
Drive transformation from the top,
communicate success stories
Get ahead of the
capability gap and build the culture to sustain it
Technology transformation
2
Business
transformation
1
3
Organization transformation
Industry 4.0
SOURCE: McKinsey
BUSINESS IS THE DRIVER, NOT TECHNOLOGY
TRANSFORMATION JOURNEY
Making
Indonesia 4.0
INDI 4.0 Award Tahun 2019
PT Hartono Istana Teknologi
Industri Makanan &
Minuman
Industri Elektronika
Industri Tekstil
Industri Otomotif
Industri Kimia
Making Indonesia 4.0
Making
Indonesia 4.0
INDI 4.0 Award Tahun 2020
elektronik
Making
Indonesia 4.0
INDI 4.0 Award Tahun 2021
Making
Indonesia 4.0
INDI 4.0 Award Tahun 2021
INDI 4.0 Award 2021
AGILE ORGANIZATION
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUSTAINABLE TECHNOLOGY
Sukabumi
Kejayan
Jogya - Factory
36
INDI 4.0 Award 2021
SMART FACTORY
AGGRESSIVE DIGITALIZATION
HUMAN CAPACITY BUILDING
PRODUCT & SERVICES
Prambanan - Factory
Energy Consumption
Productivity
Reduce 4% – 40%
Cost Production
Making
Indonesia 4.0
INDI 4.0 Award Tahun 2021
1. PT Infineon Technologies Batam,
2. PT Panasonic Industrial Devices Batam, 3. PT Astra Honda Motor,
4. PT Robert Bosch Automotive, 5. PT Aisin Indonesia Automotive, 6. PT Krakatau Posco,
7. PT Denso Indonesia,
8. PT Adis Dimension Footwear, 9. PT Semen Tonasa,
10.PT Pertamina Lubricants,
11.PT Chandra Asri Petrochemical, 12.PT Pupuk Sriwidaja Palembang, 13.PT Bio Farma,
14.PT Petrokimia Gresik,
15.PT Selalu Cinta Indonesia, 16.PT Kalbe Farma Tbk,
17.PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk unit Cirebon, 18.PT Sri Rejeki Isman (Sritex),
19.PT Ungaran Sari Garments, 20.PT Sanghiang Perkasa,
21.PT HM Sampoerna Tbk,
22.PT Nutricia Indonesia Sejahtera,
23.PT Sarihusada Generasi Mahardika – Prambanan Factory,
24.PT Sarihusada Generasi Mahardika – Jogja Factory, 25.PT Amerta Indah Otsuka – Sukabumi Factory,
26.PT Amerta Indah Otsuka – Kejayan Factory, dan 27.PT Lautan Natural Krimerindo.
27 Perusahaan Penerimaan INDI 4.0 Award
Making
Indonesia 4.0
INDI 4.0 Award Tahun 2021
7 perusahaan dengan kategori Service/Technology Provider (PT Siemens Indonesia, PT Widya Inovasi Indonesia, CV Design Center, PT Deteksi Jasa Ketenagalistrikan, PT Tri Stuba Amiga, PT Dtech Inovasi Indonesia, PT Mokko Otomasi Indonesia).
11 orang dengan kategori Digital Transformation Manager (Fadli Hamsani - PT
Telekomunikasi Selular, Karen Puspasari - PT Nutrifood Indonesia, Kemal Hadid - PT Mattel Indonesia, Mirza Yunan Rivai - PT Pegadaian, Irfan Abdurrahman - PT Akebono Brake Astra Indonesia, Muhammad Muslikhin - PT Pupuk Kalimantan Timur, Aloysius Hariatmoko - PT Indolakto, Lastiani Amy Rosalina - PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Wheny Utoyo - PT Amerta Indah Otsuka, Yudha Agus Tri Basuki - PT Kalbe Morinaga Indonesia, dan Danu Setyo Nugroho - PT Siemens Indonesia).
4 Kawasan Industri dengan kategori Smart Industrial Estate (PT Jababeka Infrastruktur, PT Maligi Permata Industrial Estate, PT Megalopolis Manunggal Industrial Development, PT
Suryacipta Swadaya);
3 perusahaan dengan kategori Industrial Internet of Things Start-up (PT Lanius Inovasi
25 Perusahaan/Perorangan Special INDI 4.0 Award
Making
Indonesia 4.0
Hasil Self Asesmen INDI 4.0
Making
Indonesia 4.0
Hasil Asesmen INDI 4.0
keterangan: Data dari 838 perusahaan Sumber: SIINAS Kemenperin
Making Indonesia 4.0
NO. SEKTOR INDUSTRI Skor INDI 4.0 (rata-rata)
1. Makanan dan Minuman 2,25
2. Tekstil 1,76
3. Kimia 1,79
4. Otomotif 1,67
5. Elektronika 2,02
6. Logam 1,69
7. Aneka 1,70
8. EPC 2,09
9. Farmasi 2,21
10. Alat Kesehatan 1,53
11. Agro Industri 2,10
Hasil Asesmen INDI 4.0
keterangan: Data dari 838 perusahaan Sumber: SIINAS Kemenperin
Lighthouse Industry 4.0
Making
Indonesia 4.0
National Lighthouse Industry 4.0
■Perusahaan yang dipilih dan dinilai mampu menjadi untuk percontohan (role model) bagi industri lainnya dalam transformasi dan
implementasi IR 4.0 untuk mendorong dampak finansial/ekonomi, operasional dan teknologi.
■Mampu bertindak sebagai suar untuk memandu industri lainnya dalam penerapan teknologi
terkait IR 4.0 seperti kecerdasan buatan, manufaktur aditif dan analitik canggih serta
mengatasi tantangan dalam meningkatkan sistem produksi yang ada.
■Merupakan showcase atau demonstrasi dari manufaktur digital yang telah diterapkan oleh suatu industri sehingga dapat memberikan
gambaran nyata atas keberhasilan suatu industri
dalam memperoleh manfaat atas implementasi
yang telah dilakukan dan dapat membantu dalam
adopsi teknologi oleh industri lainnya
Making Indonesia 4.0
Making Indonesia 4.0
WEF Global Lighthouse Network
(July, 2019)
Global Lighthouse Network - WEF
Making Indonesia 4.0
Sumber : Antaranews.com
Sumber : Kemenperin.go.id
Ditetapkan sebagai Lighthouse Implementasi Industri 4.0
di Indonesia
National Lighthouse Industri 4.0 - 2018
Making Indonesia 4.0
National Lighthouse
Global Lighthouse Network - WEF
National Lighthouse Industri 4.0 - 2020
Making
Indonesia 4.0 NATIONAL LIGHTHOUSE INDUSTRY 4.0 TAHUN 2020
Pusat Industri Digital Indonesia 4.0
(PIDI 4.0)
PUSAT INDUSTRI DIGITAL INDONESIA 4.0
(INDONESIA DIGITAL INDUSTRIAL CENTER 4.0/PIDI 4.0)
50
Making Indonesia 4.0
Showcase Capability Center
Ecosystem
Delivery Innovation
1 2 3
4 5
PIDI 4.0
54
TERIMA KASIH
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
JL. JEND. GATOT SUBROTO KAV. 52-53 JAKARTA SELATAN TELP/FAX: 021 5252741