• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKING INDONESIA 4.0 DAN PENGUATAN DIGITALISASI SEKTOR INDUSTRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MAKING INDONESIA 4.0 DAN PENGUATAN DIGITALISASI SEKTOR INDUSTRI"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

MAKING INDONESIA 4.0 DAN PENGUATAN DIGITALISASI SEKTOR INDUSTRI

Oleh:

DR. Ir. Heru Kustanto, M.Si

Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri

dan Kebijakan Jasa Industri

Disampaikan pada:

Seminar Nasional “Penguatan Industri di Tengah Momentum Presidensi G20”

21 April 2022

(2)

INOVASI TEKNOLOGI SEBAGAI PENDORONG TERJADINYA REVOLUSI INDUSTRI

Era Revolusi Industri

Inti Inovasi

Teknologi Hasil Inovasi

Sumber : Schwab, 2017

(3)

BAGAIMANA REVULOSI INDUSTRI 4.0 AKAN BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN KITA?

Sumber: World Economic Forum, A.T. Kearney

Produksi

Pertumbuhan Ekonomi &

Inklusi Sosial Energi Makanan, Keamanan & Pertanian

Pendidikan, Gender &

Pekerjaan

Lingkungan & Sumber Daya

Alam Mobilitas Sistem Keuangan & Moneter

Informasi & Hiburan Layanan Kesehatan Perdagangan & Investasi

Internasional Konsumsi

(4)

PENERAPAN INDUSTRI 4.0

Sumber :Industry 4.0: Making your business more competitive, CGI

(5)

Sumber :

Ewelina Gregolinska, Rehana Khanam, Frédéric Lefort, and

(6)

Sumber :

Industry 4.0: Making your business more competitive , CGI

MANFAAT PENERAPAN

TEKNOLOGI INDUSTRI 4.0

(7)

Sumber :

Industry 4.0: Making your business more competitive , CGI

(8)

8 Sumber :

Ewelina Gregolinska, Rehana Khanam, Frédéric Lefort, and

(9)

TREN OTOMASI DAN BISNIS PROSES DI MASA DEPAN

Peningkatan Tren Otomasi selama 2 Tahun ke Depan Pemetaan Otomasi Proses Bisnis di Masa Depan

• Selama 2 tahun ke depan akan ada peningkatan otomasi yang signifikan, terutama pada workflow automation, Optical Character Recognition (OCR), dan Robotic Process Automation (RPA).

• Perusahaan melihat tren otomasi ke depan sebagai kesempatan untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menggantikan peran tenaga kerja.

• Namun, tren ini diperkirakan akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja dengan klasifikasi low-skilled

(10)

PASCA COVID-19: KEBUTUHAN ADOPSI TEKNOLOGI MENINGKAT

Kebutuhan teknologi yang diprediksi paling banyak diadopsi hingga 2025 utamanya adalah: encryption and cybersecurity, cloud computing, IoT, AI

Namun, terdapat hambatan untuk mengadopsi teknologi baru, yaitu adanya skill gaps di pasar tenaga kerja dan tidak adanya kemampuan untuk menarik talenta ahli

(11)

DUKUNGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH SECARA TERINTEGRASI MEMEGANG PERANAN PENTING DALAM KEBERHASILAN INISIATIF INDUSTRI 4.0

Negara-negara maju/berkembang meyakini pentingnya dukungan kebijakan pemerintah yang holistic sebagai pilar penting keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi digital dan Industri 4.0

Ketersediaan dan kualitas infrastruktur digital, kesiapan regulasi, ketersediaan SDM unggul, akses permodalan dan kematangan konsumen adalah pilar penting ekonomi digital 4.0

(12)

MENGAPA INISIATIF MAKING INDONESIA 4.0 MENJADI PENTING?: MOMENTUM BONUS DEMOGRAFI DAN REVITALISASI SEKTOR MANUFAKTUR

Dalam visi Indonesia 2045, Indonesia memiliki target menjadi negara berpendapatan tinggi dan PDB terbesar ke-10 di dunia melalui pemanfaatan momentum bonus demografi dan tingginya kemajuan teknologi. Dalam agenda ini, sektor manufaktur sebagai salah satu kontributor utama perekonomian diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

31%

22% 20%

-0.2 -0.1 0 0.1 0.2 0.3 0.4

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

Proporsi Sektor Manufaktur Terhadap PDB, 2010-2020

Nilai Tambah Sektor Manufaktur (% PDB) Pertumbuhan Sektor Manufaktur

7,774 11,548

13,817 14,887

21,832 24,425

33,502 59,364

133,209 159,680

0 50,000 100,000 150,000 200,000 Kamboja

Myanmar Vietnam Laos Filipina Indonesia Thailand Malaysia Brunei Darussalam Singapura

Output per Pekerja ($ PDB Konstan, PPP 2019)

Produktivitas Tenaga Kerja 2019

• Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih relatif rendah dibanding negara lain.

• Untuk mencapai visi 2045, revitalisasi sektor manufaktur sangat dibutuhkan dan salah satunya dapat diwujudkan melalui program Making Indonesia 4.0.

(13)

Making Indonesia 4.0

(14)

• Inisiatif Making Indonesia 4.0 diluncurkan pada 4-4-2018 oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo sebagai respon Pemerintah atas fenomena global revolusi industri 4.0, didampingi Menteri Perindustrian Bapak Airlangga Hartarto

• Pada tahun 2020, Implementasi industri 4.0 juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional pasca covid-19.

• Industri 4.0 menjadi major project dalam RPJMN 2020-2024 (Perpres No.18/2020).

14

(15)

MENGAPA MAKING INDONESIA 4.0 MENJADI PENTING?: AMANAT PRESIDEN DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Rapat Terbatas Percepatan Penerapan Peta Jalan Industri 4.0 pada Selasa, 3 September 2019 1. Diperlukan Langkah-Langkah yang jelas,

terukur, dan terintegrasi dalam menghadapi revolusi industri jilid ke-4.

2. Strategi dimulai dari perbaikan regulasi yang tidak sinkron, peningkatan kualitas SDM, membangun ekosistem inovasi industri, peningkatan insentif untuk investasi di bidang teknologi, mendesain ulang zona industri, sampai dengan perbaikan alur bahan material.

3. Langkah-Langkah perubahan harus betul- betul nyata terutama di sektor industri prioritas.

Salah satu Major Project dalam RPJMN 2020-

2024 Rapat Terbatas Perencanaan

Transformasi Digital pada Senin, 3 Agustus 2020

(16)

Making Indonesia 4.0

16 MAJOR PROJECT DALAM RPJMN 2020-2024

Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2020-2024

1

Sumber Pendanaan

Manfaat Proyek

Pelaksana

Perluasan Penerapan Industri 4.0 Major Project

APBN, Swasta, PHLN, BUMN, Perbankan, APBD

Perluasan adaptasi dan

pemanfaatan industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing dan keberlanjutan industri nasional.

Kemenperin

BKPM

Kemenkominfo LIPI

Kemenkes

Kemenristekdikti BPOM

Bekraf BPPT BSN

Making Indonesia 4.0 Sebagai Major Project Dalam RPJMN 2020-2024

(17)

Making Indonesia 4.0

Perpres 18 Tahun 2020: RPJMN 2020-2024  Proyek Prioritas Strategis No. 1 adalah implementasi Industri 4.0 di 5 Sub Sektor Prioritas.

MAKING INDONESIA 4.0 SEBAGAI MAJOR PROJECT DALAM RPJMN 2020-2024

(18)

Aspirasi Making Indonesia 4.0

(19)

PETA JALAN MAKING INDONESIA 4.0

Aspirasi:

Top 10 Ekonomi Global di Tahun 2030

PRASYARAT 10% kontribusi ekspor netto terhadap PDB

(mengembalikan posisi ekspor netto ke level yang sama di tahun 2000)

2% pengeluaran R&D terhadap PDB (membangun kemampuan inovasi lokal di level

yang sama dengan China 2x peningkatan produktivitas terhadap biaya

(meningkatkan produksi mengelola biaya serupa dengan India)

PERKIRAAN MANFAAT IMPLEMENTASI INDUSTRI 4.0 Pertumbuhan PDB 1-2% p.a. dari baseline pada

tahun 2030

Kontribusi manufaktur sebesar > 25% terhadap PDB pada 2030

Penciptaan Lapangan Kerja > 10 Juta pada 2030

(peningkatan pertumbuhan PDB riil dari ± 5%

menjadi 6-7% YoY antara 2018-2030)

(peningkatan lapangan kerja dari ± 20 juta menjadi > 30 juta pada tahun 2030)

(peningkatan kontribusi manufaktur terhdapap PDB dari ± 16% menjadi 25% pada tahun 2030

STRATEGI PRIORITAS

1. Perbaikan Alur Aliran Material

2. Mendesain ulang zona industri

5. Membangun infrastruktur digital

4. Pemberdayaan UMKM 3. Akomodasi standar

berkelanjutan

6. Menarik investasi asing 7. Peningkatan kualitas SDM 10. Harmonisasi aturan dan

kebijakan 9. Penerapan insentif

investasi teknologi 8. Pembentukan ekosistem

inovasi

SEKTOR PRIORITAS

Makanan & minuman Tekstil dan Produk Elektronika Farmasi Alat Kesehatan

Tekstil Kimia

Otomotif

Kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga

Sumber: Dokumen Peta Jalan Making Indonesia 4.0, 2018

(20)

Major Project

Perluasan implementasi industri 4.0

Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020 - 2024

Pelaksanaan Asesmen INDI 4.0

Peraturan Menteri Perindustrian No. 21 Tahun 2020 Tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0

Kepmenaker Nomor 331 Tahun 2020 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer pada Jabatan Kerja Manager, Engineer dan Maintener

Transformasi Industri 4.0

Dukungan Regulasi untuk Making Indonesia 4.0

(21)

PROGRAM KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDUKUNG MAKING INDONESIA 4.0

dan 2020 INDI 4.0 Award 2019, 2020, 2021

Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0)

(22)

875 industri manufaktur

Telah melakukan penilaian Self-Asesment INDI4.0

2 Industri – Global Lighthouse Network

- WEF (Schneider, Petrosea) 3 industri – National

Lighthouse – Kemenperin (PT Pupuk Kaltim, PT

Indolakto, PT Akebono) (Total 5 Lighthouse

Industries)

E-Smart IKM

17.778 IKM telah mengikuti Workshop e-Smart

IKM

8 Capability Center

1 Digital Capabilty Center for Industry

4.0 (PIDI 4.0) 4 Satelite Capability

Centers (Poltek STTT, Poltek STMI,

Poltek ATK, Poltek Furniture) 3 Learning Factories

(BBIA, BBLM,

Training Transformation

Industry 4.0

2 171 Peserta

1.100 Peserta BUMN

108 Industri

Telah mengikuti pendampingan

industri 4.0 45 industri

Telah mendapatkan penghargaan INDI4.0

16 Perusahaan BUMN

Telah melakukan Asesment INDI4.0

Capaian kegiatan Making Indonesia 4.0

22

(23)

Program Transform4Nation

(24)

Making Indonesia 4.0

Transform4Nation : Train, Assess, Support, Formalize, Monitoring & Evaluation ASSESS

Assesmen INDI 4.0 untuk menuju industri 4.0

SUPPORT

Insentif pemerintah untuk implementasi industri 4.0, seperti: PP 45

FORMALIZE

Pendampingan untuk membuat sistem operasi pabrik yang terstandar dan efisien dengan industri 4.0

MONEV

Memonitor dan evaluasi pelaku industri dalam program implementasi industri 4.0

TRAIN

Awareness, training dan sertifikasi bagi pelaku industri terkait industri 4.0

TRANSFORM4NATION

(25)

Making Indonesia 4.0

Pengisian Assesmen INDI

4.0

Perusahaan Industri

SIINas

Verifikasi

Direktur Jenderal

Tim Verifikasi

Pelatihan transformasi industri 4.0

Sertifikat manager transformasi industri 4.0

Hasil Verifikasi

Dokumen Kunjungan lapangan Nilai dan Level INDI 4.0

Tim Verifikasi

Sertifikat INDI 4.0

Direktur Jenderal

SIINas

Tim Verifikasi dan Monev

• Direktorat Jenderal

• BPPI

Level INDI 4.0

Level 0 : nilai 0,00 – 0,50  Belum siap Level 1 : nilai 0,51 – 1,50  Kesiapan awal Level 2 : nilai 1,51 – 2,50  Kesiapan sedang Level 3 : nilai 2,51 – 3,50  Kesiapan matang Level 4 : nilai 3,51 – 4,00  Sudah menerapkan

60 hari 5 hari

Sertifikat berlaku 3 tahun, dan perubahan dapat dilakukan dalam waktu 1 tahun setelah terbitnya sertifikat

REGULASI INDI 4.0

Direktur Jenderal

Perusahaan Industri

Monitoring Dan Evaluasi

Direktur Jenderal

Tim Monev

Permenperin No. 21 Tahun 2020

Tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0

(26)

Making

Indonesia 4.0 Assess: INDONESIA INDUSTRY 4.0 READINESS INDEX (INDI 4.0)

Pelaksanaan Self- Assessment INDI 4.0

Making Indonesia 4.0

17,5

%

30,0

%

17,5

%

17,5

%

17,5

%

(27)

Making Indonesia 4.0

Program pendampingan implementasi industri 4.0 yang dilakukan secara kontiyu dan berkesinambungan.

Analisis gap perusahaan

Evaluasi cyber security dan arsitektur IT perusahaan

Evaluation standarisasi work flow proses di perusahaan &

lean manufacturing

Solusi teknologi dan perhitungan ROI

Evaluasi dan transformasi struktur organisasi dan human capital dari perusahaan

Konsultansi pembuatan roadmap transformasi digital perusahaan

Making

Indonesia 4.0

Formalize - Pendampingan Industri 4.0

(28)

Making

Indonesia 4.0

Skema Pendampingan Industri 4.0 bagi Industri

Pelatihan Pelatih Manajer Tranformasi I4.0

Monitoring & Evaluasi

1. Kunjungan laparngan &

Tinjauan Bulanan 2. Evaluasi

Menentukan Dokumen Penilaian – INDI 4.0

1. Sosialisasi dan peningkatan kesadaran 2. Bekerja pada sektor industri yang spesifik 3. Validasi titik rantai nilai

1. Workshop untuk manajer transformasi I4.0

2. Workshop untuk Technical Engineer 3. Sertifikasi

Pilot Industri Terpilih

1. Penentuan industri potensial setiap sektor industri

2. Komitmen manajemen tingkat senior

Melakukan Penilaian

1. Penilaian kepakaran teknikal eksternal 2. Rekomendasi rencana aksi

Finalisasi Implementasi Roadmap I4.0 untuk Industri 1. Penyiapan kasus bisnis

2. Presentasi ke Manajemen Level Senior

Pelaksanaan Proyek IR 4.0

1. Proyek percontohan teknologi utama I4.0 2. Kolaborasi dengan Ekosistem I4.0

Asesmen INDI 4.0

Pendampingan I4.0

(29)

Pendekatan Teknologi dalam Penerapan Industri 4.0

Flexibilitas dan Integrasi dalam Operasi Pabrik

Interkoneksi dengan supplier dan pelangan untuk mewujudkan produk

dan proses yang custom

Kontrol dan Otomasi Proses yang Lebih Optimum

Dengan bantuan mesin-mesin cerdas proses yang berlangsung di perusahaan

menjadi lebih efisien

Transparansi Data dan Proses di Pabrik

Setiap saat dan dimana saja data dan proses yang sedang berjalan di pabrik bisa diakses secara real time/semi realtime

Penerapan Industri 4.0 tidak terbatas pada perusahaan besar karena konektivitas dan transparansi juga bisa diterapkan untuk IKM.

(30)

Approach digital holistically with a clear vision and develop a phased roadmap

Approach the opportunity “value backwards” – rather than

technology forward

Form comprehensive and scalable technology stack Build and lead a focused ecosystem of technology Partners

Drive transformation from the top,

communicate success stories

Get ahead of the

capability gap and build the culture to sustain it

Technology transformation

2

Business

transformation

1

3

Organization transformation

Industry 4.0

SOURCE: McKinsey

BUSINESS IS THE DRIVER, NOT TECHNOLOGY

(31)

TRANSFORMATION JOURNEY

(32)

Making

Indonesia 4.0

INDI 4.0 Award Tahun 2019

PT Hartono Istana Teknologi

Industri Makanan &

Minuman

Industri Elektronika

Industri Tekstil

Industri Otomotif

Industri Kimia

Making Indonesia 4.0

(33)

Making

Indonesia 4.0

INDI 4.0 Award Tahun 2020

elektronik

(34)

Making

Indonesia 4.0

INDI 4.0 Award Tahun 2021

(35)

Making

Indonesia 4.0

INDI 4.0 Award Tahun 2021

(36)

INDI 4.0 Award 2021

AGILE ORGANIZATION

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUSTAINABLE TECHNOLOGY

Sukabumi

Kejayan

Jogya - Factory

36

(37)

INDI 4.0 Award 2021

SMART FACTORY

AGGRESSIVE DIGITALIZATION

HUMAN CAPACITY BUILDING

PRODUCT & SERVICES

Prambanan - Factory

Energy Consumption

Productivity

Reduce 4% – 40%

Cost Production

(38)

Making

Indonesia 4.0

INDI 4.0 Award Tahun 2021

1. PT Infineon Technologies Batam,

2. PT Panasonic Industrial Devices Batam, 3. PT Astra Honda Motor,

4. PT Robert Bosch Automotive, 5. PT Aisin Indonesia Automotive, 6. PT Krakatau Posco,

7. PT Denso Indonesia,

8. PT Adis Dimension Footwear, 9. PT Semen Tonasa,

10.PT Pertamina Lubricants,

11.PT Chandra Asri Petrochemical, 12.PT Pupuk Sriwidaja Palembang, 13.PT Bio Farma,

14.PT Petrokimia Gresik,

15.PT Selalu Cinta Indonesia, 16.PT Kalbe Farma Tbk,

17.PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk unit Cirebon, 18.PT Sri Rejeki Isman (Sritex),

19.PT Ungaran Sari Garments, 20.PT Sanghiang Perkasa,

21.PT HM Sampoerna Tbk,

22.PT Nutricia Indonesia Sejahtera,

23.PT Sarihusada Generasi Mahardika – Prambanan Factory,

24.PT Sarihusada Generasi Mahardika – Jogja Factory, 25.PT Amerta Indah Otsuka – Sukabumi Factory,

26.PT Amerta Indah Otsuka – Kejayan Factory, dan 27.PT Lautan Natural Krimerindo.

27 Perusahaan Penerimaan INDI 4.0 Award

(39)

Making

Indonesia 4.0

INDI 4.0 Award Tahun 2021

7 perusahaan dengan kategori Service/Technology Provider (PT Siemens Indonesia, PT Widya Inovasi Indonesia, CV Design Center, PT Deteksi Jasa Ketenagalistrikan, PT Tri Stuba Amiga, PT Dtech Inovasi Indonesia, PT Mokko Otomasi Indonesia).

11 orang dengan kategori Digital Transformation Manager (Fadli Hamsani - PT

Telekomunikasi Selular, Karen Puspasari - PT Nutrifood Indonesia, Kemal Hadid - PT Mattel Indonesia, Mirza Yunan Rivai - PT Pegadaian, Irfan Abdurrahman - PT Akebono Brake Astra Indonesia, Muhammad Muslikhin - PT Pupuk Kalimantan Timur, Aloysius Hariatmoko - PT Indolakto, Lastiani Amy Rosalina - PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Wheny Utoyo - PT Amerta Indah Otsuka, Yudha Agus Tri Basuki - PT Kalbe Morinaga Indonesia, dan Danu Setyo Nugroho - PT Siemens Indonesia).

4 Kawasan Industri dengan kategori Smart Industrial Estate (PT Jababeka Infrastruktur, PT Maligi Permata Industrial Estate, PT Megalopolis Manunggal Industrial Development, PT

Suryacipta Swadaya);

3 perusahaan dengan kategori Industrial Internet of Things Start-up (PT Lanius Inovasi

25 Perusahaan/Perorangan Special INDI 4.0 Award

(40)

Making

Indonesia 4.0

Hasil Self Asesmen INDI 4.0

(41)

Making

Indonesia 4.0

Hasil Asesmen INDI 4.0

keterangan: Data dari 838 perusahaan Sumber: SIINAS Kemenperin

(42)

Making Indonesia 4.0

NO. SEKTOR INDUSTRI Skor INDI 4.0 (rata-rata)

1. Makanan dan Minuman 2,25

2. Tekstil 1,76

3. Kimia 1,79

4. Otomotif 1,67

5. Elektronika 2,02

6. Logam 1,69

7. Aneka 1,70

8. EPC 2,09

9. Farmasi 2,21

10. Alat Kesehatan 1,53

11. Agro Industri 2,10

Hasil Asesmen INDI 4.0

keterangan: Data dari 838 perusahaan Sumber: SIINAS Kemenperin

(43)

Lighthouse Industry 4.0

(44)

Making

Indonesia 4.0

National Lighthouse Industry 4.0

■Perusahaan yang dipilih dan dinilai mampu menjadi untuk percontohan (role model) bagi industri lainnya dalam transformasi dan

implementasi IR 4.0 untuk mendorong dampak finansial/ekonomi, operasional dan teknologi.

■Mampu bertindak sebagai suar untuk memandu industri lainnya dalam penerapan teknologi

terkait IR 4.0 seperti kecerdasan buatan, manufaktur aditif dan analitik canggih serta

mengatasi tantangan dalam meningkatkan sistem produksi yang ada.

■Merupakan showcase atau demonstrasi dari manufaktur digital yang telah diterapkan oleh suatu industri sehingga dapat memberikan

gambaran nyata atas keberhasilan suatu industri

dalam memperoleh manfaat atas implementasi

yang telah dilakukan dan dapat membantu dalam

adopsi teknologi oleh industri lainnya

(45)

Making Indonesia 4.0

Making Indonesia 4.0

WEF Global Lighthouse Network

(July, 2019)

Global Lighthouse Network - WEF

(46)

Making Indonesia 4.0

Sumber : Antaranews.com

Sumber : Kemenperin.go.id

Ditetapkan sebagai Lighthouse Implementasi Industri 4.0

di Indonesia

National Lighthouse Industri 4.0 - 2018

(47)

Making Indonesia 4.0

National Lighthouse

Global Lighthouse Network - WEF

National Lighthouse Industri 4.0 - 2020

(48)

Making

Indonesia 4.0 NATIONAL LIGHTHOUSE INDUSTRY 4.0 TAHUN 2020

(49)

Pusat Industri Digital Indonesia 4.0

(PIDI 4.0)

(50)

PUSAT INDUSTRI DIGITAL INDONESIA 4.0

(INDONESIA DIGITAL INDUSTRIAL CENTER 4.0/PIDI 4.0)

50

(51)

Making Indonesia 4.0

Showcase Capability Center

Ecosystem

Delivery Innovation

1 2 3

4 5

PIDI 4.0

(52)
(53)
(54)

54

(55)

TERIMA KASIH

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

JL. JEND. GATOT SUBROTO KAV. 52-53 JAKARTA SELATAN TELP/FAX: 021 5252741

Referensi

Dokumen terkait