4. DESKRIPSI OBJEK SEJENIS
4.1. Pembanding Monumen Pers Nasional 4.1.1. Lokasi Bangunan
Gambar 4.1. Monumen Pers Nasional Sumber : Data Pribadi
Lokasi Monumen Pers Nasional berada di Jl. Gajah Mada 59, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia di sudut jalan Gajah Mada dan Yosodipuro. Letaknya di sebelah barat Istana Mangkunegaran. Kompleks museum terdiri dari bangunan asli Sasana Soeka, 2 gedung berlantai 2, dan 1 gedung berlantai 4. Di depan museum terdapat lapangan parkir dan 2 papan pengumuman yang dilengkapi koran gratis. Fasad depannya dihiasi dengan naga yang melambangkan yahun 1980 ketika pembangunan museum ini selesai. Arsitektur bangunan Monumen Pers Nasional lebih menyerupai seperti candi. Letak bangunan Monumen Pers Nasional sangat strategis dikarenakan dekat dengan jalan besar sehingga pengunjung mudah untuk mengakses Monumen Pers Nasional.
4.1.2. Struktur Organisasi Monumen Pers Nasional
Gambar 4.2. Struktur Organisasi Monumen Pers Nasional Sumber : Poster Data Pribadi
4.1.3. Elemen Interior 4.1.3.1. Lantai
Gambar 4.3. Lantai Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Pada bangunan Monumen Pers Nasional, di setiap ruangannya menggunakan keramik putih ukuran 50 cm x 50 cm. Penggunaan keramik ini sangat efisien karena mudah perawatannya.
4.1.3.2. Dinding
Gambar 4.4. Dinding Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Menggunakan material plesteran yang dibentuk seperti pattern persegi panjang dengan warna putih sehingga menampilkan ruangan yang terlihat bersih dan luas.
4.1.3.3. Plafon
Gambar 4.5. Plafon Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Menggunakan material gypsum board dengan finishing cat berwarna putih. Penggunaan material gypsum board sangat praktis dari segi perawatan dan pemasangannya.
4.1.4. Sistem Utilitas
Penggunaan CCTV di area pameran bertujuan untuk mengawasi pengunjung yang datang. Tidak hanya di area pameran saja, namun juga terdapat di lobby dan office. Untuk sistem keamanan kebakaran terdapat di setiap ruang pameran dan lobby.
4.1.5. Pencahayaan
Gambar 4.6. Pencahayaan Alami Sumber : Data Pribadi
Gambar 4.7. Pencahayaan Buatan Sumber : Data Pribadi
Menggunakan pencahayaan alami dan buatan. Untuk pencahayaan alami memanfaatkan sinar matahari yang masuk melalui bukaan-bukaan. Untuk pencahayaan buatan menggunakan lampu florencent di setiap ruang.
4.1.6. Penghawaan
Menggunakan penghawaan alami dan buatan. Penghawaan alami masuk melalui bukaan-bukaan. Sedangkan penghawaan buatan menggunakan AC split wall dan AC floor standing.
4.2. Pembanding Museum Pers Antara 4.2.1. Lokasi Bangunan
Gambar 4.8. Museum Pers Antara Sumber : Data Pribadi
Lokasi Museum dan galeri foto jurnalistik Antara tidak sulit diakses karena gedung tua warisan kolonial bernama Graha Bhakti di jalan Antara 61 yang ditempati galeri foto jurnalistik Antara itu berada hanya beberapa meter dari pintu masuk Pasar Baru Jakarta Pusat. Museum Graha Bhakti Antara adalah sebuah museum yang sangat bersejarah untuk Indonesia, karena dari tempat inilah pertama kalinya proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan ke penjuru nusantara, bahkan sampai ke Australia dan San Fransisco di Amerika.
Museum Graha Bhakti Antara menjadi galeri foto satu-satunya di Asia Tenggara.
Tidak hanya sebagai galeri foto, museum ini juga dijadikan tempat kursus untuk penggemar foto jurnalistik agar mengasah kemampuannya lebih baik lagi. Tidak hanya itu, tempat ini juga dijadikan sebagai lembaga pendidikan serta apresiasi jurnalisme visual khususnya fotografi, di tanah air.
4.2.2. Struktur Organisasi Museum Pers Antara
Gambar 4.9. Struktur Organisasi Museum Pers Antara Sumber : Poster Data Pribadi
4.2.3. Elemen Interior 4.2.3.1. Lantai
Gambar 4.10. Lantai Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Gambar 4.11. Lantai Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Ruang di bagian depan museum dan galeri foto jurnalistik Antara menggunakan keramik ukuran 25 cm x 25 cm berwarna abu-abu.
Ruangan di sayap kanan adalah kafe dan ruang serba guna menggunakan keramik motif ukuran 30 cm x 30 cm berwarna coklat dan putih. Untuk ruang pameran di lantai 2 menggunakan parquate motif kayu.
4.2.3.2. Dinding
Gambar 4.12. Dinding Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Menggunakan plesteran dengan finishing cat. Penggunaan warna putih, merah, hitam, dan coklat di setiap ruangan memberikan kesan tenang bagi bara pengunjung. Untuk bagian depan, kafe, dan ruang serba guna lebih dominan warna putih, sedangkan untuk area pameran menggunakan warna putih, merah, hitam, dan coklat.
4.2.3.3. Plafon
Gambar 4.13. Plafon Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Plafon di ruang bagian depan menggunakan gypsum board dengan finishing cat berwarna putih. Pada bagian kafe dan ruang serba guna
menggunakan gypsum board dengan finishing cat berwarna putih dan dibentuk seperti kolom-kolom. Untuk ruang pamer di lantai 2 lebih memperlihatkan kerangka kayu dengan finishing cat. Untuk ruang pamer yang berada di lorong lantai 2 yang berbentuk huruf L ini menggunakan material kayu warna coklat.
4.2.4. Sistem Utilitas
Penggunaan CCTV di setiap ruangan kecuali toilet. Dan terdapat sistem keamanan kebakaran di setiap ruangan. Terdapat APAR di bagian ruang depan dan di lantai 2 di ruang pamer.
4.2.5. Pencahayaan
Gambar 4.14. Pencahayaan Alami Sumber : Data Pribadi
Gambar 4.15. Pencahayaan Buatan Sumber : Data Pribadi
Di bagian depan menggunakan lampu florencent dan spotlight. Untuk kafe dan ruang serba guna menggunakan lampu halogen dan spotlight.
Untuk ruang pamer memanfaatkan pencahayaan alami dan penggunaan lampu spotlight.
4.2.6. Penghawaan
Gambar 4.16. Penghawaan Alami Sumber : Data Pribadi
Menggunakan penghawaan buatan AC central dan AC split wall. Dan menggunakan penghawaan alami yang terdapat pada bukaan-bukaan yang ada.
4.3. Pembanding Museum Perangko Indonesia 4.3.1. Lokasi Bangunan
Gambar 4.17. Museum Perangko Indonesia Sumber : Data Pribadi
Museum Perangko Indonesia berada di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, menempati sebuah bangunan artistik bergaya Jawa-Bali dengan gapura berbentuk candi Bentar serta pendopo besar luas beratap limas di bagian depannya. Pintu masuk museum perangko Indonesia terdapat ornamen suluran bergaya candi di tepiannya dilihat dari pendopo.
4.3.2. Struktur Organisasi Museum Perangko Indonesia
Gambar 4.18. Struktur Organisasi Museum Perangko Indonesia Sumber : www.tamanmini.com
Kepala Museum
Seksi Koleksi
dan Konservasi Seksi Preparasi Seksi Bimbingan
Edukasi Sub Bagian Tata
Usaha
4.3.3. Elemen Interior 4.3.3.1. Lantai
Gambar 4.19. Lantai Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Untuk bagian depan menggunakan lantai keramik ukuran 50 cm x 50 cm berwarna krem. Bagian lobi menggunakan keramik ukuran 40 cm x 40 cm berwarna abu-abu muda dan abu-abu gelap. Di ruang pamer menggunakan keramik 50 cm x 50 cm berwarna putih. Di selasar museum perangko Indonesia menggunakan keramik persegi panjang berwarna merah.
4.3.3.2. Dinding
Gambar 4.20. Dinding Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Menggunakan plesteran dengan finishing cat berwarna krem. Untuk lobi menggunakan plesteran dengan finishing cat warna putih dan kuning.
Untuk bagian ruang pameran menggunakan wallpaper motif garis berwarna kuning.
4.3.3.3. Plafon
Gambar 4.21. Plafon Ruang Pamer Sumber : Data Pribadi
Plafon di ruang bagian depan menggunakan gypsum board dengan finishing cat berwarna krem dan terdapat ukiran di atasnya. Di ruang lobi
menggunakan gypsum board dengan finishing cat berwarna abu-abu gelap dan putih. Di bagian ruang pamer menggunakan kayu dengan finishing cat berwarna putih.
4.3.4. Sistem Utilitas
Penggunaan CCTV di setiap ruangan kecuali toilet. Dan terdapat sistem keamanan kebakaran di setiap ruangan. Terdapat APAR di bagian ruang depan dan di lantai 2 di ruang pamer.
4.3.5. Pencahayaan
Gambar 4.22. Pencahayaan Sumber : Data Pribadi
Di bagian depan menggunakan lampu florencent dan spotlight. Untuk kafe dan ruang serba guna menggunakan lampu halogen dan spotlight.
Untuk ruang pamer memanfaatkan pencahayaan alami dan penggunaan lampu spotlight.
4.3.6. Penghawaan
Gambar 4.23. Penghawaan Sumber : Data Pribadi
Menggunakan penghawaan buatan AC central dan AC split wall. Dan menggunakan penghawaan alami yang terdapat pada bukaan-bukaan yang ada.