seluas 223.500 Ha yang seluruhnya terletak di kelompok hutan Jele-Beliwit. Berdasarkan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK), areal hutan terbagi dalam fungsi Hutan Produksi Tetap (134.250 Ha) dan Hutan Produksi terbatas (89.250 Ha).
B. KONFIGURASI LAPANGAN, TANAH DAN IKLIM 1. Topografi
Berdasarkan Peta Bentuk wilayah, areal HPH PT. Kiani Lestari di kelompok Hutan Jele-Beliwit terdiri dari dataran aluvial di bagian Selatan dipinggir sungai Telen, dataran bergelombang terletak di tengahnyadan perbukitan yang meliputi areal punggung di sebelah utara dan Timur. Areal ini terletak pada ketinggian antara 25-375 m di atas permukaan laut, dengan kecuraman lereng dari landai sampai agak curam.
Tabel 10. Komposisi Kelas Lereng di Areal HPH PT. Kiani Lestari.
No. Kelas Lereng 1. Datar (0-8%) 2. sedang (8-15%) 3. Agak Curam (15-25%) 4. Curam (25-45 %) Jele-Beliwit (% Wilayah) 20 40 30 10
2. Geologi dan Tanah
Secara geologi, areal HPH PT. Kiani Lestari tersusun oleh satuan batuan formasi Pamaluan (batuan pasir, sisipan lempung, serpih dan batuan gamping) dan satuan batuan formasi Pulau Balang (batu pasir, sisipan batu gamping, batu lempung, serpih dan lensa batu bara) .
Jenis tanah yang terdapat di areal HPH PT. Kiani Lestari terdiri dari jenis podzolik merah kuning dan aluvial dengan tekstur liat sampai lempung berpasir. Pada bag ian selatan Batu Ampar dijumpai sedikit daerah yang berbahan induk organ-ik bercampur liat sehingga membentuk tanah organo-sol kley humus.
3. Iklim
Areal kerj a HPH PT. Kiani Lestari beriklim tropis yang menurut klasifikasi Koppen termasuk tipe Alfa yaitu daerah beriklim hutan hujan tropis dengan curah hujan bulan kering > 60 mm dan suhu bulan terpanas lebih besar dari 22 °C. Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk tipe iklim A (sangat basah).
Curah hujan di areal HPH termasuk sedang yaitu 2.600 m per tahun dengan variasi yang tidak begitu besar. Jumlah hari hujan dalam setahun antara 100-1300 hari (Tabel 11 dan 12).
Tabel 11. Curah Hujan Tahunan di Kelompok Hutan Jele-beliwit.
stasiun Periode Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul A9t Sep Okt Nov Des Tahunan
Huara I../ahau 1929-90 176 147 189 247 263 214 155 150 158 174 252 252 2377
Huara Marah 1980-83 139 172 192 242 2~2 196 104 132 151 162 240 232 2214 Satu Ampar 1971-91 247 205 236 246 247 177 118 161 170 246 265 304 2622
sumber 1) Transmigration Area Development Project, 1982 2) PT. Kiani Lestari, 1991
Tabel 12. Jumlah Hari Hujan Tahunan di Kelompok Hutan Jele-Beliwit.
Stasiun Periode Jan Peb Mar Apr Mei Jun JuL Agt Sep Okt Nov Des Tahunan
Huara \.Iahau 1929-90 8 8 9 10 10 9 6 7 7 8 10 11 101
Huara Harah 1980-83 10 9 10 11 11 9 7 7 8 9 11 12 114 Satu Ampar 1971-91 12 10 12 12 12 9 8 8 9 10 13 14 129
Sumber 1) Transmigration Area Development Project, 1982 2) PT. Kiani Lestari
1991-Suhu udara rata-rata relatif panas dengan ra-taan suhu udara minimum 23_1 oC dan maksimum 31.50C
dan suhu udara rata-rata adalah 26.4oC.
Kelembaban udara tergolong tinggi dengan kisa-ran 53 % sampai 92 ~ o • Lama penyinaran termasuk
kategori sedang, rata-rata selama 5.6 jam per hari
atau sebesar 47%. Kecepatan angin relatif rendah
C.
KEADAAN HUTAN
Pada awal Pengusahaan hutan pada tahun 1970, kawa-san produktif meliputi 285.000 ha (81%), hutan sekund-er non produktif 47.000 ha (14 %) dan rawa-rawa 18.000 ha (5%). Setelah melaksanakan kegiatan sejak tahun 1971/1972 sampai dengan tahun 1992/1993 keadaan hutan di areal HPH PT. Kiani Lestari menjadi sebagaimana tertera pada tabel 13.
Tabel 13. Keadaan Hutan di Areal HPH PT. Kiani Les-tari setelah Tahap Jangka l'iaktu pengusahaan 20 Tahun Pertama (1970/71 - 1990/91). No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Jumlah uraian Slok Jele - Beliwit (ha) Hutan Lindung 11.500 Kawasan Penyangga 13.486 Kawasan Hutan yang
Belum di
Tebang(vir-gin Forest) 69.787
Areal Bekas Tebangan
diluar HTI 71. 214 Hutan Tanaman Indus
tri 53.080
Transmigrasi dan
Pirbun 18.300
Areal Non Produktif 47.251
Areal Pertambangan Batu Bara Pelestarian Jenis 300 Areal Perkebunan 100 285.000 Blok Kariorang (ha) 13.698 18.542 22.890 9.870 65.000 Jumlah (ha) 11. 500 13.486 69.787 84.912 53.080 36.842 70.141 9.870 300 100 350.000
Sumber URKPH Periode II PT. Kiani Lestari, 1991.
Dibandingkan dengan keadaan awal pengusahaan hutan, areal non produktif bertambah luasnya dari 65.00 ha menjadi 70.141 ha, bahkan menjadi 123.221 ha
apabila termasuk HTI. Bertambahnya luas areal non produktif ini terutama disebabkan oleh kebakaran hutan pada tahun 1982/1983 seluas 118.772 ha.
Rata-rata kerapatan dan volume pohon perhektar di areal HPH PT. Kiani Lestari disajikan pada Tabel 14. Tabel 14. Kerapatan dan Volume Pohon Perhektar
Berda-sarkan Kelas Diameter di Areal HPH PT. Kiani Lestari. Kelas Diameter (em) * Komersial Dipterocarpaceae Kerapatan (N/ha) 20 29 15.66 50 up 14.59
* Komersial Non Dipterocarpaceae
20 29 1.18 50 up 5.68 * Komersial Lain 20 29 5.68 50 up 1.12 Sumber , URKL V (1991/1992 - 1996/1997) volume (m3/ha) 12.38 68.87 1.15 15.85 5.57 3.79
Jenis-jenis dominan yang terdapat di areal HPH PT. Kiani Lestari dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Jenis-jenis Dominan yang Dijumpai di Areal HPH PT. Kiani Lestari.
No Nama Daerah Nama Botani
1- Meranti Shorea sp.
2. Kapur Dryobalanops sp.
3. Keruing Dipterocarpus sp.
4. Bangkirai Shorea laevifolia
5. Nyerakat Hopea bracteata
PT. Kiani Lestari semula bernama PT. Georgia Pa-cific Indonesia (GPI) yang merupakan perusahaan patun-gan antara PT. Georgia Pacific International Corp. dengan M. Hasan. Perusahaan patungan ini didir ikan pad a tanggal 7 Agustus 1970 dengan status PMA dan sejak tahun 1984 seluruh sahamnya telah diambil alih oleh M. Hasan sehingga statusnya menjadi PMDN dengan saham seluruhnya dimiliki oleh M.Hasan.
Pada tahun pertama operasi, pemenenan kayu dilak-sanakan di kelompok hutan Jele - Belwit dengan base camp Batu Ampar. Tahun 1972/1973, kegiataan pengusa-haan hutan di kelompok hutan Kariorang dimulai dan berakhir pad a tahun 1983/1984, sehingga mulai tahun 1984/1985 kegiatan pengusahaan kembali terpusat di Batu Ampar.
Dengan berakhirnya pengusahaan hutan periode I pada tanggal 23 Desember 1990, maka PT. Kiani Lestari telah mengajukan perpanjangan HPHnya dan mendapatkan
Persetujuan Perpanjangan HPH melalui surat
No. 394/Menhut-IV/1993 tertanggal 27 Pebruari 1993, yang kemudian mengalami revisi dengan dikeluarkannya surat No.1784/Menhut-IV/93 tertanggal 12 Oktober 1993 dengan luas areal 188.460 hektar. Setelah melalui beberapa surat perpanjangan sementara maka pad a tang-gal 15 Sepetember 1994 melalui Menteri Kehutanan,
akhirnya PT. Kiani Lestari mendapat surat perpanjangan HPH untuk periode pengusahaan ke II (1990/1991 sampai dengan 2010/2011) dengan luas areal 223.500 Ha.
Realisasi luas tebangan dalam jangka waktu pengu-sahaan hutan tahun 1971/1972 sampai 1994/1995 dengan jatah tebangan tahunan (Me) minimum 300.000 m3 dan maksimum 500.000 m3 disajikan pad a Tabel 16.
Tabel 16. Rencana Tebangan
dan Realisasi Luas dan HPH PT. Kiani Lestari Produksi Tahun 1971/1972 1972/1973 1973/1974 1974/1975 1975/1976 1976/1977 1977/1978 1978/1979 1979/1980 1980/1981 1981/1982 1982/1983 1983/1984 1984/1985 1985/1986 1986/1987 1987/1988 1988/1989 1989/1990 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 JUMLAH Sumber Luas (ha) Rencana Realisasi 2.000 6.000 7.200 7.315 7.200 8.000 7.100 7.765 7.500 7.500 8.200 5.950 6.000 7.900 8.100 16.900 13.665 11. 000 10.000 11.200 7.751 6.509 5.473 5.664 195.150 1. 324 4.247 5.190 6.151 5.947 6.209 5.275 6.542 6.793 7.316 5.185 5.105 1. 965 4.788 5.539 7.332 12.319 8.835 8.693 7.355 7.384 4.961 15 .743,11 '5.664 ~ 145.273 Rencana 90.000 225.000 350.000 496.000 490.000 500.000 525.000 515.000 550.000 332.000 397.000 350.000 250.000 330.000 330.000 600.000 573.000 500.000 466.000 400.000 381. 000 255.200 225.800 250.000 Realisasi 65.343,67 261.331,25 327.322,75 344.928,40 352.465,61 399.676,78 339.534,04 494.370,12 375.359,50 304.484,18 320.004,71 271.442,92 129.712,82 243.060,43 218.141,81 424.260,06 524.499,93 445.305,51 410.360,74 419.094,52 390.519,92 228.079,15 185.843,38 169.461,44 9.300.500 7.531.876,71
Lap. Tahunan Kegiatan Pengusahaan Hutan (April
sistim pemanenan kayu yang digunakan PT. Kiani Lestari dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan adalah sistim Tebang Pilih Indonesia (TPI) yang digu-nakan sampai dengan tahun 1989 dan sistim Tebang pilih Tanam Indonesia (TPTI) yang digunakan sejak tahun 1989 sampai sekarang. Kegiatan pemanenan kayu yang dilaku-kan terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
1. Penebangan
pekerjaan penebangan terdiri dari kegiatan persia-pan, penebangan, pembersihan cabang dan ranting serta pembagian batang sehingga kayu siap untuk disarad.
Dalam satu regu tebang terdapat 2 - 3 orang tenaga kerj a, yai tu satu orang operator yang bertugas mene-bang pohon dan satu sampai dua orang sebagai pembantu operator yang bertugas membersihkan tumbuhan bawah sekitar pohon yang akan ditebang serta cabang dari pohon yang telah ditebang. Penebangan dilakukan dengan menggunakan Chainsaw dengan panjang bar lebih kurang 1.25 meter dan kapasitas tangki bahan bakar lebih kurang 2 liter.
Jenis-jenis putih (Shorea pohon yang leprosula) , ditebang meranti adalah meranti merah (Shorea smithiana) , meranti kuning (Shorea parvifolia) ,
merem-bung (Anisoptera) , markabang (Shorea palembanica) ,
panciflora), Kapur (Dryobalanops sp.), Keruing (Dip-terocarpus sp.), Keledang (Shorea sp.), Nyerakat
(Hopea bracteata) dan jenis komersial lain. 2. Pembagian Batang
pembagian batang langsung dilakukan tebang yang bersangkutan di petak tebang,
oleh regu yang dise-suaikan dengan ukuran yang diinginkan dan kondisi pohon yang ditebang.
3. Penyaradan
Kegiatan penyaradan di areal HPH PT. Kiani Lestari dilakukan dengan menggunakan Crawler tractor jenis Komatsu D7F, D7G dan D7H yang dilengkapi dengan Hyster winch.
Dalam satu regu sarad terdapat dua orang tenaga kerja, yai tu operator dan pembantunya. Seorang pem-bantu bertugas mencari kedudukan pohon yang telah ditebang dan memberikan alternatif jalan
harus dilalui oleh operator. Kayu-kayu disarad diletakkan di Tempat Pengumpulan menunggu di angkut ke Log Yard/Tempat
(TPK) . 4. Pemuatan di TPn sarad yang yang telah (TPn) untuk Penimbunan
Pemuatan dilakukan dengan menggunakan crawler crane oleh seorang operator dan satu orang bertugas membantu meletakkan rantai pengikat kayu pad a
kendar-aan pengangkut dan memberikan instruksi kepada opera-tor angkutan bahwasanya kayu-kayu telah siap dia-ngkut.
5. pengangkutan
Pengangkutan di areal HPH PT. Kiani Lestari dila-kukan dengan menggunakan Truk trailer. Pengangkutan dilakukan dari TPn langsung menuju Log Yard.
6. Pembongkaran di Log Yard
Setelah truk trailer bermuatan sampai di Log Yard, langsung dilakukan pembongkaran oleh regu bongkar muat yang ada di Log Yard dengan menggunakan wheel loader. Setelah semua muatan diturunkan, trailer langsung dimuat kembali ke atas truk, dan dapat langsung kemba-Ii ke lokasi Tpn.
pembongkaran dilakukan oleh satu orang yang bertu-gas sebagai operator loader dan satu orang sebagai pembantu.
7. Pengupasan di Log Yard
Kegiatan pengupasan dilakukan di Log Yard oleh regu pengupas dengan menggunakan linggis. Satu regu pengupas dapat terdiri dari 6 - 7 orang yang melakukan pengupasan secara bersama-sama.