• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

20

16

LAPORAN

(2)

ii

Kinerja KPU

Laporan

20

16

S

egala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya kita dapat menyusun Laporan Kinerja (LKj) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tahun 2016 Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Pemerintah dan sebagai wujud pelaksanaan amanat Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kenerja Instansi Pemerintah.

LKj KPU disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan menindaklanjuti rekomendasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Berdasarkan rekomendasi Kemen PAN dan RB atas hasil Akuntabilitas Kinerja, KPU RI telah melakukan perbaikan terhadap Renstra KPU Tahun 2015-2019 dan peningkatan dalam hal perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal dan capaian kinerja.

Penyusunan Laporan Kinerja ini didasarkan melalui analisis terhadap pencapaian dan realisasi kinerja sasaran yang dilakukan dikaitkan dengan perencanaan strategis yang tertuang dalam Renstra, Indikator Kinerja Utama dan Penetapan Kinerja Tahun 2016. Laporan kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas semua kegiatan yang dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2016.

Hasil kinerja KPU yang berorientasi pada output maupun outcome diharapkan dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan peran

pengantar

(3)

iii

Laporan

20

16

Kinerja KPU

kelembagaan dan peningkatan efektivitas, efisiensi dan produktivitas kinerja seluruh jajaran pejabat dan pelaksana di lingkungan KPU pada tahun tahun selanjutnya, sehingga dapat mendukung kinerja KPU secara keseluruhan dalam mewujudkan Good Governance dan Clean Government.

Jakarta,

KETUA,

(4)

iv

Kinerja KPU

Laporan

(5)

v

Laporan

20

16

Kinerja KPU

2016

2016

JAKARTA, 24 FEBRUARI 2017

(6)

vi

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Laporan Kinerja (LKj) disu-sun sebagai wujud pertang-gungjawaban KPU terhadap/atas kegiatan dan program dalam mencapai visi dan misi serta sa-saran strategisnya kepada stake-holders. LK KPU Tahun 2016 tidak hanya berisi keberhasilan dan kegagalan capaian strategis KPU pada Tahun Anggaran 2016 me-lainkan juga rekomendasi kede-pan untuk menuju Pemilu yang lebih berkualitas.

KPU telah menetapkan 3 (tiga) sasaran strategis yang akan dicapai sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2015-2019, sasaran strategis dicapai dengan 11 (sebelas) indikator kinerja yang terukur dan

berori-ringkasan eksekutif

entasi outcome setiap indikator yang memiliki target tahunan untuk dicapai dan dievaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis capaian kinerja, capa-ian terhadap sasaran strategis yang ditetapkan secara umum dapat memenuhi target dan ses-uai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pencapaian target indikator kinerja KPU dan ke-berhasilan dalam pelaksanaan partisipasi Pemilih dalam Pemilu tidak hanya didasarkan pada komitmen namun juga memer-lukan keterlibatan dan dukungan aktif segenap komponen apara-tur negara, masyarakat, dan civil society. Secara umum, beberapa capaian utama kinerja tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1

Capaian Kinerja KPU Tahun 2016

INDIKATOR KINERJA

KINERJA TARGET

% REALISASI % % CAPAIAN

(1) (2) (3) (4)

Sasaran 1 : Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan yang Demokratis

Persentase KPU/KPU Provinsi/ KPU Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

100 100 100

Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/

Pemilihan 77,50 56,19 72,50

Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan

dalam Pemilu/Pemilihan 75 57,54 76,72

Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas

dalam Pemilu/Pemilihan 75 61,98 82,64

Persentase Pemilih yang Berhak Memilih

(7)

vii

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Selanjutnya, berdasarkan analisis akuntabilitas keuan-gan tahun anggaran 2016, KPU mendapatkan pagu sebesar Rp2.014.671.063.000,- den-gan realisasi anggaran sebesar Rp1.731.734.761.609,- atau ekuiv-alen dengan 86%. Tingkat capa-ian tersebut menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh, kerja keras dan konsisten dari seluruh unit kerja dan komitmen bersa-ma sepanjang Tahun 2016.

Keberhasilan Kinerja KPU di Tahun 2016 tercermin dengan terpilihnya Gubernur/Bupati/ Lanjutan Tabel 1 INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET % REALISASI % % CAPAIAN (1) (2) (3) (4)

Sasaran 2 : Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

Persentase KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/ Kota yang melaksanakan

Pemilu/Pemilihan tanpa konflik 95 100 105,26 Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan

yang terbukti melakukan Pelanggaran

Pemilu/Pemilihan 3 1.17 161

Persentase Sengketa Hukum yang

Dimenangkan KPU 86 92 106,98

Sasaran 3 : Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/ Pemilihan

Nilai Akuntabilitas Kinerja B CC CC

Opini BPK Atas Laporan Keuangan WTP WDP WDP

Indeks Reformasi Birokrasi 66 58.72 88.96

Walikota di 249 daerah. Dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tahun 2015 terdapat 5 (lima) dae-rah yang melakukan penundaan pelaksanaan Pemungutan Suara akibat dari sengketa pencalonan yang pelaksanaannya berjalan di Tahun 2016. Disamping itu, KPU juga sudah melaksanakan tahapan pelaksanaan persiapan Pilkada Serentak Tahun 2017 yaitu Perencanaan Program dan Anggaran, Penyusunan dan Pen-andatanganan Naskah Perjan-jian Dana Hibah Daerah (NPHD), Penyusunan dan Pengesahan Peraturan Penyelenggaraan

(8)

Pe-viii

Kinerja KPU

Laporan

20

16

milihan, Pembentukan PPK, PPS dan KPPS, Pengolahan Daftar Penduduk Potensial, Pemilih Pe-milihan (DP4), dan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih.

Capaian tersebut tidak lepas dari upaya seluruh jajaran KPU RI, Komisioner, Sekretariat dan kin-erja KPU/KIP Provinsi dan KPU/ KIP Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia yang konsisten dalam memperbaiki kinerjanya baik

dengan menindaklanjuti saran yang disampaikan oleh Kement-erian PAN dan RB dalam Evaluasi Laporan KInerja maupun perbai-kan yang dihasilperbai-kan dari moni-toring dan evaluasi serta reviu yang dilakukan Inspektorat.

KPU diapresiasi melalui penghargaan dan prestasi dari banyak pihak atas beberapa pencapaian di Tahun 2016, di an-taranya:

1. Peringkat III untuk kategori Lembaga Negara Non Struk-tural dalam Penganugrahan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2016 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) pada tanggal 20 De-sember 2016;

(9)

ix

Laporan

20

16

Kinerja KPU

2. Penghargaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menganugerahi Bawaslu Award 2016 kepada jajaran pimpinan Komisi Pe-milihan Umum (KPU) sebagai penyeleng-gara Pemilu berintegritas pada tanggal 29 Februari 2016;

3. Penghargaan atas prestasi dan dedikasi yang ditorehkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam bidang demokrasi dan kepemiluan, Majalah Integritas mem-berikan penghargaan bertajuk Integritas Award 2016 tanggal 10 Januari 2017; Hasil capaian terhadap pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja

dan anggaran KPU di Tahun 2015 tidak luput dari kekurangan yang dapat menjadi bahan perbaikan ke depan oleh KPU di masa men-datang, antara lain:

1. Perlu peningkatan sosialisasi Pemilu melalui media dan pendidi-kan Pemilih dilakupendidi-kan dengan metode/strategi yang lebih variatif ditujukan kepada pemilih pemula, pemilih perempuan, pemilih marginal, pemilih disabilitas dan pemilih keagamaan;

2. Memberikan pemahaman kepada masyara-kat untuk aktif dalam pemutakhiran data pemilih, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT;

3. Memberikan pemahaman dan sosialisasi mengenai pentingnya sikap netral dan pro-fesionalisme KPU, KPU Provinsi, KPU Kabu-paten/Kota, peserta Pemilu, serta masyara-kat pemilih dalam pelaksanaan Pemilu; 4. Melakukan pembenahan terhadap

pen-gelolaan/pencatatan barang persediaan dengan bimbingan teknis dan asistensi/ pendampingan penyusunan LK pada KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota baik se-cara langsung maupun dengan bekerjasa-ma dengan BPKP dalam pendampingan LK KPU;

(10)

x

Kinerja KPU

Laporan

20

16

5. Penyusunan Regulasi harus disusun lebih awal karena prosedur yang harus dilalui dengan melibatkan banyak pihak sesuai peraturan perundang-undangan dalam menyusun Peraturan KPU dimana harus melibatkan publik, DPR, Pemerintah serta instansi lain yang terkait;

6. Menciptakan Penyelenggaraan Pemilu yang lebih terbuka (jujur) serta keadilan bagi para peserta Pemilu khususnya keter-bukaan dalam mendapatkan dan mengelo-la Dana Kampanye yang merupakan samengelo-lah satu faktor penting sehingga pengaturan tentang kewajiban bagi para Peserta Pemilu untuk melaporkan Dana Kampanye sangat diperlukan;

7. Perubahan data pemilih dan jumlah badan penyelenggara ad hoc ditetapkan tepat

waktu sesuai dengan kebutu-han waktu untuk pengadaan sehingga tidak berdampak kepada proses pengadaan logistiknya.

x

Kinerja KPU

Laporan

(11)

xi

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Pengantar ... ii Ringkasan Eksekutif ... vi Daftar Isi ... xi

Daftar Tabel ... xii

Daftar Tabel ... xiv

Bab I. Pendahuluan ... 1

A. Latar Belakang ...2

B. Kedudukan, Tugas dan Fungsi ...4

C. Struktur Organisasi ...8

D. Sistematika ... 10

Bab II. Perencanaan Dan Perjanjian Kinerja...11

A. Sasaran RPJMN 2015 – 2019 ... 12

B. Rencana Strategis 2015 – 2019 ... 18

C. Revisi Renstra ... 22

D. Rencana Kinerja Tahunan ... 24

E. Perjanjian Kinerja Tahun 2016 ... 25

Bab III. Akuntabilitas Kinerja ...27

A. Pengukuran Capaian Kinerja ... 28

B. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja . ... 30

C. Akuntabilitas Keuangan ... 88

Bab IV. Penutup ...93

Lampiran 1: Perjanjian Kinerja...93

Lampiran 2: Pengkuran Kinerja ... 100

Lampiran 3: Daerah Pemilihan 2017 ... 101

daftar isi

(12)

xii

Kinerja KPU

Laporan

20

16

daftar tabel

Tabel 1 Capaian Kinerja KPU Tahun 2016 ...vi

Tabel 1.1 Jumlah Pegawai KPU Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 8

Tabel 2.1 RKT KPU Tahun 2016 ... 24

Tabel 2.2 Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu / Pemilihan yang Demokratis ...25

Tabel 2.3 Terlaksananya Pemilu / Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil ...26

Tabel 2.4 Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu / Pemilihan ...26

Tabel 3.1 Pengukuran Kinerja terhadap IKU Tahun 2016 ...28

Tabel 3.2 Pengukuran Kinerja Tahun 2016 ...29

Tabel 3.3 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase KPU/ KPU Provinsi / KPU Kabupaten / Kota yang menyelenggarakan Pemilu / Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku ...36

Tabel 3.4 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase KPU / KPU Provinsi / KPU Kabupaten / Kota yang menyelenggarakan Pemilu / Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku ...39

Tabel 3.5 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Terhadap Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilihan ...41

Tabel 3.6 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/Pemilihan ...45

Tabel 3.7 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Pemilih Perempuan dalam Pemilu/Pemilihan pada Tahun 2014-2019 ... 47

Tabel 3.8 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan dalam Pemilu/Pemilihan ...49

Tabel 3.9 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Pemilih Disabilitas Dalam Pemilu/Pemilihan pada Tahun 2014-2019 ... 52

Tabel 3.10 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Pemilih Disabilitas Dalam Pemilu/Pemilihan ...54

Tabel 3.11 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih ... 56

Tabel 3.12 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih ... 57

Tabel 3.13 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan Tanpa Konflik ...59

(13)

xiii

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Tabel 3.14 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam

Daftar Pemilih ... 60 Tabel 3.15 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan Pelanggaran Pemilu/Pemilihan ...61 Tabel 3.16 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan Pelanggaran Pemilu/Pemilihan ...63 Tabel 3.17 Rekap Perbandingan Rekomendasi DKPP antara Tahun 2014, 2015

dan 2016 ... 64 Tabel 3.18 Rekap Perbandingan Amar Putusan DKPP Rehabilitasi antara

Tahun 2014, 2015 dan 2016...64 Tabel 3.19 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Persentase Sengketa Hukum yang Dimenangkan KPU ...66 Tabel 3.20 Jumlah Kasus Hukum Januari - Desember Tahun 2016 ...68 Tabel 3.21 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Persentase Sengketa Hukum yang Dimenangkan KPU ...69 Tabel 3.22 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Nilai Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja KPU ...71 Tabel 3.23 Hasil Penilaian akuntabilitas kinerja KPU dibandingkan tahun

sebelumnya ... 71 Tabel 3.24 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI

Tahun 2016 Nilai Hasil Akuntabilitas ...73 Tabel 3.25 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Opini BPK Atas Laporan Keuangan ...75 Tabel 3.26 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Opini BPK Atas Laporan Keuangan ...78 Tabel 3.27 Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Indeks Reformasi Birokrasi ...79 Tabel 3.28 Akuntabilitas Keuangan Terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016

Indeks Reformasi Birokrasi ...80 Tabel 3.29 Perbandingan Penilaian Reformasi Birokrasi KPU RI antara Tahun 2014,

2015 dan 2016 ... 85 Tabel 3.30 Akuntabilitas Keuangan KPU ...88 Tabel 3.31 Pagu dan Realisasi Anggaran KPU Pada Tahun 2011-2016 ...92

(14)

xiv

Kinerja KPU

Laporan

20

16

daftar grafik

Grafik 1.2 Struktur Organisasi KPU ... 9 Grafik 3.1 Pencapaian Indikator Kinerja pada Tahun 2016 Dibandingkan dengan

Tahun sebelumnya ... 67

xiv

Kinerja KPU

Laporan

(15)

pendahuluan

1

bab

(16)

2

Kinerja KPU

Laporan

20

16

P

emilihan umum

adalah sarana pelak-sanaan kedaulatan rakyat yang diseleng-garakan secara lang-sung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar Negara Republik Indone-sia Tahun 1945.

Komisi Pemilihan Umum, se-lanjutnya disingkat KPU, adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas

melak-sanakan Pemilu.Wilayah kerja KPU meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indo-nesia. KPU menjalankan tugasnya secara berkesinambungan dan pelaksanaan tugas KPU berlan-daskan pada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

KPU mempunyai fungsi me-nyelenggarakan Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Per-wakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), De-wan Perwakilan Rakyat dae-rah (DPRD), Presiden dan Wakil

latar

(17)

3

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Presiden,Gubernur, Bupati dan Walikota secara langsung oleh rakyat. Pelaksanaan program dan kegiatan KPU dalam rangka pelaksanaan fungsi dan pen-capaian kinerja dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyu-sunan Rencana Kerja dan Ang-garan Kementerian Negara/ Lembaga. Sebagai lembaga yang menggunakan anggaran negara dalam pelaksanaan tugas dan kegiatannya serta lembaga yang mengedepankan sistem keterbu-kaan, transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan, maka berkewajiban membuat Laporan Kinerja (LKj).

Penyusunan Laporan Kinerja KPU mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Ken-erja Instansi Pemerintah dan Per-aturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjan-jian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

LKj KPU merupakan wujud pertanggungjawaban KPU atas pelaksanaan tugas dan fung-sinya, serta sebagai bahan anali-sis dalam membuat kebijakan untuk meningkatkan kinerja di-masa yang akan datang.LK ini memberikan penjelasan men-genai pencapaian kinerja KPU selama Tahun Anggaran 2016, setiap capaian kinerja (perfor-mance results) Tahun 2016 terse-but diperbandingkan dengan PK (performance agreement) Ta-hun 2016 sebagai tolak ukur dan gambaran tingkat keberhasilan pencapaian kinerja KPU selama 1 tahun. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana target kinerja digunakan sebagai check point yang memberikan hasil guna perbaikan dan peningkatan kinerja.

3

Laporan

20

16

(18)

4

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Kedudukan, Tugas

dan Fungsi

B

B

erdasarkan Un-d a n g - U n Un-d a n g Nomor 15 Tahun 2011 tentang nyelenggara Pe-milihan Umum, berikut adalah Kedudukan, Tugas dan Fungsi dari KPU :

1. Kedudukan

Pasal 1 ayat (6) menyebutkan bahwa Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melak-sanakan Pemilu.

Pasal 8 ayat (3) menyebutkan bahwa tugas KPU :

Tugas dan wewenang KPU dalam penyelenggaraan pemili-han gubernur, bupati, dan wa-likota meliputi:

a. menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan pemilihan setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan DPR dan Pemerin-tah;

b. mengoordinasikan dan me-mantau tahapan pemilihan; c. melakukan evaluasi tahunan

penyelenggaraan pemilihan; d. menerima laporan hasil pe-milihan dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota;

e. mengenakan sanksi admi-nistratif dan/atau

menon-4

Kinerja KPU

Laporan

(19)

5

Laporan

20

16

Kinerja KPU

aktifkan sementara anggota KPU Provinsi yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggu-nya tahapan penyelengga-raan pemilihan berdasarkan rekomendasi Bawaslu dan/ atau ketentuan peraturan perundang-undangan; dan f. melaksanakan tugas dan

we-wenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perun-dang-undangan.

2. Kewajiban

Pasal 8 ayat (4) menyebutkan bahwa tugas KPU :

Kewajiban KPU dalam peny-elenggaraan pemilihan gubernur,

bupati, dan walikota meliputi: a. Melaksanakan semua

taha-pan penyelenggaraan Pemilu secara tepat waktu;

b. Memperlakukan peserta Pe-milu, pasangan calon pres-iden dan wakil prespres-iden, dan gubernur dan bupati/waliko-ta secara adil dan sebupati/waliko-tara; c. Menyampaikan semua

infor-masi penyelenggaraan Pe-milu kepada masyarakat; d. Melaporkan

pertanggung-jawaban penggunaan angga-ran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-un-dangan;

5

Laporan

20

16

Kinerja KPU

(20)

6

Kinerja KPU

Laporan

20

16

e. Mengelola, memelihara, dan merawat arsip/dokumen serta melaksanakan penyusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip yang disusun oleh KPU dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI);

f. Mengelola barang inventaris KPU berdasarkan ketentuan per-aturan perundang-undangan;

g. Menyampaikan laporan periodik mengenai tahapan penyeleng-garaan Pemilu kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat dengan tembusan kepada Bawaslu;

h. Membuat berita acara pada setiap rapat pleno KPU yang ditan-datangani oleh ketua dan anggota KPU;

i. Menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemilu kepada Pres-iden dan Dewan Perwakilan Rakyat dengan tembusan kepada Bawaslu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pengucapan sumpah/janji pejabat;

j. menyediakan data hasil Pemilu secara nasional; k. melaksanakan keputusan DKPP; dan

l. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, KPU dibantu oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU, sedangkan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dibantu oleh Sekretariat KPU Provinsi dan Sek-retariat KPU Kabupaten/Kota. Setjen KPU dipimpin oleh Sekretaris Jenderal yang bertanggungjawab kepada Ketua KPU. Sesuai dengan Pasal 66 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011, Sekretaris Jenderal KPU bertugas:

6

Kinerja KPU

Laporan

(21)

7

Laporan

20

16

Kinerja KPU

1. Membantu penyusunan program dan anggaran Pemilu; 2. Memberikan dukungan teknis administratif;

3. Membantu pelaksanaan tugas KPU dalam menyelenggarakan Pemilu;

4. Membantu perumusan dan penyusunan rancangan peraturan dan keputusan KPU;

5. Memberikan bantuan hukum dan memfasilitasi penyelesaian sengketa Pemilu;

6. Membantu penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan dan pertanggungjawaban KPU; dan

7. Membantu pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai dengan per-aturan perundang-undangan.

Sesuai Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Setjen KPU, Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kab/Kota, Setjen KPU terdiri dari:

1. Biro Perencanaan dan Data; 2. Biro Keuangan;

3. Biro Hukum; 4. Biro Umum;

5. Biro Sumber Daya Manusia;

6. Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat; 7. Biro Logistik;

8. Inspektorat.

Seluruh tugas didistribusikan kepada Biro-Biro dan Inspektorat.

7

Laporan

20

16

(22)

8

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Struktur

Organisasi

C

1. Sumber Daya Manusia

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya KPU RI, jumlah sumber daya manusia yang tersedia relatif kurang memadai apabila diband-ingkan dengan besarnya beban tugas. Berdasarkan data kepega-waian sampai dengan Desember 2016, sumber daya manusia KPU RI adalah sebanyak 9.576 orang, terdiri dari 5.362 (56%) pegawai or-ganik dan 4.214 (44%) pegawai diperbantukan. Adapun, berdasarkan jenjang pendidikan pegawai KPU RI dapat diklasifikasikan ke dalam 8 (delapan) golongan, antara lain: SD, SMP, SMA, S1, S2 dan S3 dengan perincian dapat dilihat pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1

Jumlah Pegawai KPU Berdasarkan Tingkat Pendidikan

NO PENDIDIKAN JUMLAH

1 Pendidikan Jenjang S3 ( Doktoral) 4 2 Pendidikan Jenjang S2 ( Master) 744 3 Pendidikan Jenjang S1 ( Sarjana) 5.019 4 Pendidikan Jenjang D4 ( Diploma) 16 5 Pendidikan Jenjang D3 ( Diploma) 897 6 Pendidikan Jenjang D2 ( Diploma) 11 7 Pendidikan Jenjang D1 ( Diploma) 27 8 Pendidikan Jenjang SMA 2.641 9 Pendidikan Jenjang SMP 135 10 Pendidikan Jenjang SD 82

Jumlah 9.576

Berdasarkan Tabel 1.1 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pegawai KPU RI berla-tar belakang pendidikan Sarjana S1 yaitu 5.019 orang. Untuk yang berpendidikan S2 sebanyak 744 orang sedangkan yang berpendidikan S3 masih 4 orang. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kualitas tingkat pendidikan yang dimil-iki sumber daya manusia KPU cukup baik se-hingga dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai dengan kewajiban dan ke-wenangannya masing-masing yang tercermin dalam struktur organisasi.

8

Kinerja KPU

Laporan

(23)

9

Laporan

20

16

Kinerja KPU

2. Struktur Organisasi

Grafik 1.2

Struktur Organisasi KPU

Ketua KPU

Pakar/Ahli

Inspektorat

Auditor

Biro Perencanaan dan Data Biro

Keuangan UmumBiro Biro

Hukum Sumber Daya Biro Manusia Biro Logistik Biro Teknis dan Hupmas

Sekretaris

Jenderal

Jabatan

Fungsional

Anggota KPU

9

Laporan

20

16

Kinerja KPU

(24)

10

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Sistematika

D

Sistematika penulisan Laporan Kinerja KPU adalah sebagai berikut:

KATA PENGANTAR RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan tentang latar belakang penulisan laporan, maksud dan tujuan penulisan laporan, tugas pokok dan fungsi, serta sistema-tika penulisan laporan.

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Dijelaskan mengenai Renstra, Rencana Kinerja dan PK. Pada BAB ini disampaikan tujuan, sasaran, strategi, program dan kegiatan serta indikator kinerja yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian visi dan misi Setjen KPU.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Diuraikan hasil pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis akunt-abilitas kinerja, termasuk didalamnya menguraikan secara sitematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil.

BAB IV PENUTUP

Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari keberhasilan dan kega-galan, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kin-erja Setjen KPU serta strategi pemecahan masalah yang akan dilak-sanakan ditahun mendatang.

LAMPIRAN :

1. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 2. PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2016

3. RINCIAN PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA YANG AKAN MENGGELAR PEMILIHAN TAHUN 2017

(25)

perencanaan

dan

perjanjian kinerja

2

(26)

12

Kinerja KPU

Laporan

20

16

S

ebagaimana

diam-anatkan dalam Un-dang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 ten-tang Sistem Peren-canaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya secara optimal, KPU telah meny-usun Renstra KPU untuk periode 2015-2019 dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 dan Rencana Pem-bangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Sasaran

A

RPJMN 2015 – 2019

Sejalan dengan RPJMN Ta-hun 2015-2019, Sasaran utama pembangunan politik dalam negeri adalah terwujudnya pros-es positif konsolidasi demokrasi yang diukur dengan pencapaian angka Indeks Demokrasi Indone-sia (IDI) sebesar 75 pada tahun 2019, tingkat partisipasi politik rakyat sebesar 77,5%, dan terse-lenggaranya pemilu yang aman, adil, dan demokratis pada tahun 2019, yang akan dicapai melalui sasaran-sasaran antara sebagai berikut:

1. Menguatnya kelembagaan demokrasi dengan capaian indeks as-pek institusi demokrasi sebesar 71 pada tahun 2019, dan terse-lenggaranya Pemilu Serentak Tahun 2019 yang aman, damai, adil, jujur dan demokratis;

2. Terjaminnya kebebasan sipil dan terpenuhinya hak-hak politik rakyat dengan capaian IDI aspek kebebasan sipil sebesar 87, dan hak-hak politik sebesar 68 pada tahun 2019;

(27)

13

Laporan

20

16

Kinerja KPU

3. Meningkatnya keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik hingga 30%;

4. Meningkatnya keterbukaan informasi publik dan komunikasi publik, serta meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi publik;

5. Terjaganya stabilitas sosial dan politik yang ditandai dengan berkurangnya jumlah konflik kekerasan dan menurunya jumlah serangan terorisme di masyarakat secara berkelanjutan sampai dengan tahun 2019.

Arah kebijakan dan strategi yang ditempuh dalam rangka men-capai sasaran pembangunan adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan peran kelembagaan demokrasi dan mendorong kemitraan lebih kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat sipil yang ditempuh dengan strategi:

a. Pengembangan kebijakan kepemiluan yang demokratis ter-masuk yang terkait dengan pembiayan kampanye pemilu dan pengawasan pemilu yang partisipatif;

b. Pengaturan yang mendorong netralitas birokrasi melalui sanksi yang lebih keras;

c. Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang aman, damai, jujur, adil dan demokratis;

d. Peningkataan kapasitas lembaga penyelenggara pemilu; e. Fasilitasi peningkatan peran parpol;

(28)

14

Kinerja KPU

Laporan

20

16

f. Penguatan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan untuk keberlanjutan perannya dalam mendorong proses de-mokratisasi;

g. Penguatan koordinasi pemantapan pelaksanaan demokrasi pada lembaga pemerintah;

h. Penguatan kerja sama masyarakat politik, masyarakat sipil, masyarakat ekonomi, dan media dalam mendorong proses demokratis;

i. Pembentukan lembaga riset kepemiluan sebagai sebagai ba-gian dari lembaga penyelenggara pemilu yang dapat melak-sanakan fungsi pengkajian, pendidikankepemiluan dan pen-gawasan partisipatif , dan fasilitasi dialog.

2. Memperbaiki perundang-undangan bi-dang politik, yang ditempuh melalui strate-gi sebagai berikut:

a. Perubahan UU Pemilu yang dapat memberikan pembatasan pengeluaran partai bagi kepentingan pemilu;

b. Perubahan UU Parpol untuk mendo-rong pelembagaan partai politik den-gan memperkuat sistem kaderisasi, rek-rutmen, pengelolaan keuangan partai, pengaturan pembiayaan partai politik melalui APBN/APBD untuk memgun parpol sebagai piranti dasar ban-gunan demokrasi;

c. Pelaksanaan pengkajian yang terkait dengan sistem kepemiluan, sistem kepartaian, dan sistem presidensial. 3. Jaminan dan pemenuhan kebebasan sipil,

hak-hak dan kewajiban politik rakyat, dan meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik yang akan ditempuh dengan strategi

(29)

15

Laporan

20

16

Kinerja KPU

a. Pendidikan politik untuk aparatur nega-ra dan masyanega-rakat di pusat dan daenega-rah; b. Pengembangan Pusat Pendidikan Pe-milih dan pengawasan pemilu yang partisipatif;

c. Pengaturan dalam UU Partai Politik terkait dengan penyiapan kader politik perempuan melalui rekrutmen, pen-didikan politik, kaderisasi dan pembe-rian akses yang sama dan adil kepada politisi perempuan untuk terlibat dalam politik partainya;

d. Pendidikan politik bagi kelompok perempuan, politisi perempuan, pe-nyandang disabilitas, dan kelompok marjinal/rentan lainnya;

e. Pelaksanaan pendidikan pemilih yang memperhatikan kelompok marjinal; f. Pembangunan jaringan antarkelompok

perempuan di Indonesia.

4. Membangun keterbukaan informasi pub-lik dan komunikasi pubpub-lik, yang ditempuh dengan strategi:

a. Pengembangan kebijakan bidang ko-munikasi dan informasi termasuk ket-erbukaan informasi publik, pengelolaan dan penyebaran informasi publik;

15

Laporan

20

16

Kinerja KPU

b. Fasilitasi untuk mendorong instansi pemerintah pusat dan daerah wajib membuat laporan kinerja, serta membuka akses informasi publik sesuai dengan UU Nomor 14 tahun 2008 dalam rangka mewujudkan penyeleng-garaan negara yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel, serta dapat dipertenggungjawabkan;

c. Fasilitasi dorongan bagi pembentukan dan penguatan peran PPID Badan Publik dalam pengelolaan dan memberikan pelayanan informasi secara berkualitas;

(30)

16

Kinerja KPU

Laporan

20

16

d. Fasilitasi untuk mendorong pemerintah daerah untuk me-ningkatkan partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan keputusan; e. Penyediaan konten informasi publik berkualitas untuk

menin-gkatkan kecerdasan dan pengembangan kepribadian bangsa dan lingkungan sosialnya terutama di daerah terdepan, ter-luar, tertinggal dan rawan konflik;

f. Penguatan media centre, media komunikasi, media publik lainnya, kelompok informasi masyarakat (KIM), dan M-Pustika sebagai media penyebaran informasi publik yang efektif; g. Kampanye publik terkait reformasi mental;

h. Penguatan SDM bidang komunikasi dan informasi;

i. Penguatan Goverment Public Relation (GPR) untuk memban-gun komunikasi interaktif antar pemerintah dan masyarakat; j. Fasilitasi pembentukan Komisi Informasi Provinsi;

k. Penguatan komunikasi Informasi Pusat (KIP)/Provinsi dan De-wan Pers.

5. Mendorong masyarakat untuk dapat mengakses informasi publik dan memanfaatkannya, yang akan ditempuh dengan strategi: a. Penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, organisasi

masyarakat sipil, swasta dan media untuk mengedukasi ma-syarakat mengenai pentingnya informasi publik dan berparti-sipasi dalam proses penyusunan dan pengawasan kebijakan; b. Penguatan literasi media dalam peningkatan kesadaran, ke-mampuan dan kapasitas masyarakat untuk memilih dan me-manfaatkan media sesuai dengan kebutuhannya;

16

Kinerja KPU

Laporan

(31)

17

Laporan

20

16

Kinerja KPU

c. Diseminasi informasi publik terkait dengan prioritas pro-gram pembangunan nasional melalui berbagai media.

6. Menguatkan iklim kondusif bagi berkembangnya demokrasi yang beradab, memelihara perda-maian, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, yang akan ditempuh dengan strategi: a. Penyusunan peraturan

pelak-sanaan UU Nomor 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial;

b. Pengembangan kebijakan pemeliharaan perdamaian

berlandaskan wawasan kebangsaan dan karakter bangsa; c. Pembangunan/penguatan pusat pendidikan kebangsaan

dan karakter bangsa yang terintegrasi dan komprehensif. Terkait dengan kepemiluan tantangan terbesar yang akan diha-dapi Indonesia dalam lima tahun ke depan adalah menyiapkan pe-nyelenggaraan Pemilu yang lebih berkualitas, lebih demokratis, da-mai, jujur dan adil diselenggarakan secara serentak, sesuai Keputusan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 23 Januari 2014 yang mengam-anatkan Pelaksanaan Pemilu Serentak pada Tahun 2019. Tantangan ini hanya bisa dihadapi dengan baik apabila penyelenggara Pemilu me-miliki kapasitas yang prima, sehingga meme-miliki kredibilitas yang baik di mata masyarakat. Selain itu, melakukan perubahan undang-undang Pemilu yang diharapkan dapat memberikan pembatasan pengelu-aran partai bagi kepentingan Pemilu. Tantangan lainnya adalah per-lunya perumusan strategis yang tepat untuk meningkatkan partisipasi politik pemilih, baik pada pemilu presiden maupun pemilu legislatif, khusunya pada tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota melalui pendidikan pemilih. Tingkat partisipasi politik yang berkualitas merupakan ba-rometer keberhasilan penyelenggaraan pemilu.

17

Laporan

20

16

(32)

18

Kinerja KPU

Laporan

20

16

18

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Rencana Strategis

B

2015 – 2019

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fung-sinya secara optimal, KPU telah

menerbitkan Keputusan KPU No-mor 63/Kpts/KPU/TAHUN 2015 tentang Rencana Strategis KPU Tahun 2015-2019 dengan berpe-doman pada RPJPN 2005-2025 dan RPJMN 2015-2019.

1. Visi dan Misi

KPU memiliki visi dalam menyelenggarakan Pemilu, yaitu:

Pernyataan visi diatas meru-pakan gambaran tegas dari komitmen Komisi Pemilihan Umum untuk menyelenggarakan pemilu yang jujur, adil, transpar-an, akuntabel dan mandiri serta dilandasi dengan mekanisme kerja yang efektif, efisien, ber-pegang teguh pada etika pro-fesi dan jabatan, berintegritas tinggi dan berwawasan nasional sehingga menjadikan Komisi Pe-milihan Umum sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum yang terpercaya dan professional dalam melaksanakan tugas po-kok dan fungsinya. Di samping itu, Komisi Pemilihan Umum juga berkomitmen penuh untuk ikut mengambil bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber

“Menjadi penyelenggara Pemilihan Umum yang mandi-ri, profesional, dan berintegritas untuk terwujudnya Pemilu yang LUBER dan JURDIL”

18

Kinerja KPU

Laporan

(33)

19

Laporan

20

16

Kinerja KPU

daya manusia Indonesia, khususnya di bidang politik kepemiluan. Relevansi pernyataan visi Komisi Pemilihan Umum dengan visi Nasional dan agenda priori-tas nasional yang disebut NAWA CITA, yakni pembangunan tata kelola pemer-intahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya serta peningkatan kuali-tas sumber daya manusia penyelenggara pemilu. Hal ini menyiratkan pentingnya Komisi Pemilihan Umum memperkuat brand image organisasi menjadi peny-elenggara pemilihah umum yang ber-integritas, professional dan mandiri demi terwujudnya kualitas penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia.

Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan visi serta menggam-barkan tindakan yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka misi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami perubahan sebagai berikut:

a. Membangun SDM yang Kompeten sebagai upaya menciptakan Penyelenggara Pemilu yang Profesional;

b. Menyusun Regulasi di bidang Pemilu yang memberikan kepas-tian hukum, progesif, dan partisipatif;

c. Meningkatkan kualitas pelayanan Pemilu, khususnya untuk para pemangku kepentingan dan umumnya untuk seluruh masyara-kat;

d. Meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih yang berkelanjutan;

e. Memperkuat Kedudukan Organisasi dalam Ketatanegaraan. f. Meningkatkan integritas penyelenggara Pemilu dengan

mem-berikan pemahaman secara intensif dan komprehensif khusunya mengenai kode etik penyelenggara Pemilu;

g. Mewujudkan penyelenggara Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel, serta aksesable.

(34)

20

Kinerja KPU

Laporan

20

16

2. Tujuan dan Sasaran Strategis

Dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi tersebut, maka tujuan yang hendak dicapai oleh Komisi Pemilihan Umum adalah: a. Terwujudnya lembaga KPU yang memiliki integritas, kompetensi,

kredibilitas, dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilu; b. Terselenggaranya Pemilu sesuai dengan peraturan perundangan

yang berlaku;

c. Meningkatnya partisipasi politik masyarakat dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia;

d. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu;

e. Terselenggaranya Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel, dan aksesabel.

Dalam RPJM ke–3 disebutkan bahwa sasaran pokok pembangu-nan yang hendak dicapai adalah meningkatnya partisipasi politik pe-milihan umum dan kualitas penyelenggaraan pepe-milihan umum 2019, penegakan hukum dan reformasi birokrasi yang ditandai dengan membaiknya indeks demokrasi Indonesia, meningkatnya indeks pen-egakan hukum; indeks perilaku anti korupsi; indeks persepsi korupsi; indeks integritas nasional, dan indeks reformasi birokrasi yang diikuti dengan membaiknya tingkat pengelolaan anggaran (opini laporan keuangan) dan tingkat akuntabilitas instansi pemerintah (skor atas SAKIP).

Berdasarkan sasaran pokok pembangunan yang tercantum dalam RPJM ke-3 tersebut, maka sasaran-sasaran strategis Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hendak dicapai selama 5 (lima) tahun kedepan (2015 – 2019) adalah sebagai berikut:

a. Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemilu, dengan indika-tor kinerja sasaran strategis sebagai berikut :

(35)

21

Laporan

20

16

Kinerja KPU

1) Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu;

2) Persentase partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu; 3) Persentase pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT yang

menggunakan hak pilihnya;

4) Persentase pemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih;

5) Persentase KPPS yang telah menerima perlengakapan pe-mungutan dan penghitungan suara paling lambat 1 (satu) hari sebelum hari pemungutan suara tepat jumlah dan kuali-tas.

b. Meningkatnya Kapasitas Penyelenggara Pemilu, dengan indika-tor kinerja sasaran strategis sebagai berikut :

1) Persentase terpenuhinya jumlah pegawai organik kesekre-tariatan KPU ;

2) Persentase ketepatan waktu penyelesaian administrasi kepegawaian;

3) Persentase pelanggaran kode etik terhadap penyelenggara Pemilu;

4) Opini BPK atas LHP;

5) Persentase ketepatan waktu dalam verifikasi partai politik pasca Pemilu; 6) Persentase ketepatan waktu dalam

verifikasi pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur, Bupati, dan Walikota.

c. Meningkatnya Kualitas Regulasi Kepe-miluan, dengan indikator kinerja sasa-ran strategis sebagai berikut :

1) Persentase partisipasi pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi;

2) Persentase sengketa hukum yang dimenangkan oleh KPU.

(36)

22

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Dalam rangka sinkronisasi dan harmonisasi Renstra dan Rencana Kinerja dengan RPJMN Tahun 2015-2019, telah dilakukan revisi Ren-stra terkait Tujuan dan Sasaran Strategis yang hendak dicapai KPU, antara lain:

1. Terwujudnya lembaga KPU yang memiliki integritas, kompetensi, kredibilitas, dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilu; 2. Terselenggaranya Pemilu sesuai dengan peraturan perundangan

yang berlaku yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel, dan aksesabel.;

3. Meningkatnya kesadaran masyarakat dan partisipasi politik dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia;

Selain Tujuan dan Sasaran Strategis, KPU juga telah menetapkan indikator kinerja utama sebagai berikut:

1. Persentase KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku;

2. Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/Pemilihan;

3. Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan dalam Pemilu/Pemili-han;

4. Persentase Pemilih Disabilitas dalam Pemilu/Pemilihan;

5. Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih;

Selanjutnya, sasaran dan indikator yang telah ditetapkan dalam Renstra KPU Tahun 2015-2019 sebagai berikut:

1. Sasaran Meningkatnya penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan yang demokratis, dengan indikator:

a. Persentase KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU Kabu-paten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku;

b. Persentase partisipasi pemilih dalam Pemilu/Pemilihan; c. Persentase partisipasi pemilih perempuan dalam

Pemilu/Pe-milihan;

Revisi

(37)

23

Laporan

20

16

Kinerja KPU

d. Persentase partisipasi pemilih disabilitas dalam Pemilu/Pe-milihan;

e. Persentase pemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih;

2. Sasaran Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang aman, damai, ju-jur dan adil, dengan indikator:

a. Persentase KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan KPU Kabu-paten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan tan-pa konflik

b. Persentase penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu/Pemilihan;

c. Persentase sengketa hukum yang dimenangkan KPU. 3. Sasaran Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara

Pe-milu/Pemilihan, dengan indikator: a. Nilai Akuntabilitas Kinerja

b. Opini Badan Pemerika Keuangan atas Laporan Keuangan; c. Indeks Reformasi Birokrasi.

(38)

24

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Sebagai tindak lanjut terhadap Renstra KPU Tahun 2015-2019, telah ditetapkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 sebagaimana disajikan pada Tabel 2.1.

Rencana

D

Kinerja Tahunan

Tabel 2.1

RKT KPU Tahun 2016

INDIKATOR KINERJA TARGET %

(1) (2)

Sasaran 1 : Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu/ Pemiihan yang Demokratis

Persentase KPU/KPU Provinsi/ KPU Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan

ketentuan yang berlaku 100

Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/Pemilihan 77,50 Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan dalam Pemilu/

Pemilihan 75

Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas dalam Pemilu/

Pemilihan 75

Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk

dalam Daftar Pemilih 0,20

Sasaran 2 : Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

Persentase KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/ Kota yang

melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik 95 Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti

melakukan Pelanggaran Pemilu/Pemilihan 3 Persentase Sengketa Hukum yang Dimenangkan KPU 86

Sasaran 3 : Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/Pemilihan

Nilai Akuntabilitas Kinerja B

Opini BPK Atas Laporan Keuangan WTP

Indeks Reformasi Birokrasi 66

24

Kinerja KPU

Laporan

(39)

25

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Dalam rangka melaksanakan Renstra 2015-2019 dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016, pada tanggal 28 Januari 2016 KPU menetapkan PK selaku tekad dan janji rencana kinerja yang akan di-capai pada Tahun 2016 yang dijabarkan sebagai berikut:

1. Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu / Pemilihan yang De-mokratis

Indikator kinerja dan target dari sasaran strategis tersebut adalah sebagaimana pada Tabel 2.2.

Perjanjian Kinerja

E

Tahun 2016

Tabel 2.2

Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu / Pemilihan yang Demokratis

No. Sasaran/ Indikator Kinerja Target

1. Persentase KPU / KPU Provinsi / KPU Kabupaten / Kota yang menyelenggarakan Pemilu / Pemilihan sesuai dengan jadwal

dan ketentuan yang berlaku 100

2. Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/Pemilihan 77,50

3. Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan dalam Pemilu/Pemilihan 75

4. Persentase Pemilih Disabilitas dalam Pemilu/Pemilihan 75

5. Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih 0,20

25

Laporan

20

16

(40)

26

Kinerja KPU

Laporan

20

16

3. Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/Pemili-han

Indikator kinerja dan target dari sasaran strategis tersebut adalah sebagaimana pada Tabel 2.4.

No. Sasaran/ Indikator Kinerja Target

1. Nilai Akuntabilitas Kinerja B

2. Opini BPK Atas LHP WTP

3. Indeks Reformasi Birokrasi 66

Tabel 2.4

Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu / Pemilihan

Tabel 2.3

Terlaksananya Pemilu / Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

No. Sasaran/ Indikator Kinerja Target

1. Persentase KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten / Kota yang melaksanakan Pemilu / Pemilihan tanpa konflik 95

2. Persentase Penyelenggara Pemilu / Pemilihan yang terbukti melakukan Pelanggaran Pemilu / Pemilihan 3

3. Persentase Sengketa Hukum yang Dimenangkan KPU 86

2. Terlaksananya Pemilu / Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

Indikator kinerja dan target dari sasaran strategis tersebut adalah sebagaimana pada Tabel 2.3.

26

Kinerja KPU

Laporan

(41)

Akuntabilitas

3

bab

(42)

28

Kinerja KPU

Laporan

20

16

K

inerja KPU

Ta-hun 2016, pada hakekatnya meru-pakan suatu ba-gian dari proses atau kegiatan untuk mencapai sasaran Renstra 2015-2019. Den-gan demikian, pencapaian kin-erja per-satuan kegiatan di ta-hun 2016 merupakan bagian dari pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra. Untuk keperluan penilaian akuntabilitas

kinerja, maka dilakukan peng-klasifikasian satuan-satuan kin-erja yang telah dilaksanakan ke elemen-elemen sasaran Renstra. Dengan cara ini, maka penilaian satuan-satuan kinerja akan dapat mencerminkan kinerja KPU se-cara menyeluruh.

Pengukuran kinerja terhadap in-dikator kinerja utama KPU Tahun 2016 sebagaimana Tabel 3.1.

Pengukuran

A

Capaian Kinerja

Selain itu, KPU telah menetapkan 3 (tiga) sasaran strategis yang akan dicapai pada tahun 2016 melalui PK, sasaran-sasaran tersebut ke-mudian diukur dengan berbagai indikator kinerja dan dibandingkan antara target dengan realisasinya, sehingga menghasilkan capaian kinerja sebagaimana Tabel 3.2.

INDIKATOR KINERJA UTAMA

KINERJA TARGET

% REALISASI % CAPAIAN% (1) (2) (3) (4)

Persentase KPU/KPU Provinsi/ KPU Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

100 100 100

Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/

Pemilihan 77,50 56,19 72,50

Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan

dalam Pemilu/Pemilihan 75 57,54 76,72

Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas

dalam Pemilu/Pemilihan 75 61,98 82,64

Persentase Pemilih yang Berhak Memilih

Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih 0,20 0,26 70,00 Tabel 3.1

(43)

29

Laporan

20

16

Kinerja KPU

29

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Tabel 3.2

Pengukuran Kinerja Tahun 2016

INDIKATOR KINERJA UTAMA

KINERJA TARGET

% REALISASI % CAPAIAN% (1) (2) (3) (4) Sasaran 1 : Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu/Pemiihan yang Demokratis

Persentase KPU/KPU Provinsi/ KPU Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

100 100 100

Persentase Partisipasi Pemilih dalam

Pemilu/Pemilihan 77,50 56,19 72,50

Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan

dalam Pemilu/Pemilihan 75 57,54 76,72

Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas

dalam Pemilu/Pemilihan 75 61,98 82,64

Persentase Pemilih yang Berhak Memilih

Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih 0,20 0,26 70,00

Sasaran 2 : Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

Persentase KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/ Kota yang melaksanakan

Pemilu/Pemilihan tanpa konflik 95 100 105,26 Persentase Penyelenggara Pemilu/

Pemilihan yang terbukti melakukan

Pelanggaran Pemilu/Pemilihan 3 1.17 161 Persentase Sengketa Hukum yang

Dimenangkan KPU 86 92 106,98

Sasaran 3 : Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/ Pemilihan

Nilai Akuntabilitas Kinerja B CC CC

Opini BPK Atas Laporan Keuangan WTP WDP WDP

Indeks Reformasi Birokrasi 66 58.72 88.96 Keterangan :

* nilai capaian tahun 2015 karena nilai pengukuran kinerja tahun 2016 belum keluar dari BPK

Berdasarkan Tabel 3.2 terlihat bahwa dari 10 indikator kinerja terdapat 4 indikator kinerja yang telah memenuhi target sesuai dengan ren-cana yang ditetapkan, sedangkan sisanya belum mencapai target.

(44)

30

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Evaluasi dan Analisis

Capaian Kinerja

B

K

PU secara umum dapat mencapai target kinerja seb-agaimana telah ditetapkan pada tahun 2016. Analisis dan evaluasi capaian kinerja KPU pada tahun 2016 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu merupakan prioritas bagi KPU sebagai penyelenggara pemilu. Dalam mewujudkan hal itu, KPU bekerja sama dengan Electoral Research Institute (ERI) untuk memberikan analisa kebutuhan guna tingkatkan tata kelola pemilu yang berkualitas. Sasaran Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemilu digambarkan dengan upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bu-pati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, khususnya pada tingkat provinsi/kabupaten/kota melalui pendidikan pemilih. Tingkat parti-sipasi pemilih yang berkualitas merupakan barometer keberhasilan penyelenggaraan Pemilu seperti yang tertuang dalam Buku II RPJMN 2015-2019, dalam rangka menuju Pemilu/Pemilihan yang damai dan demokratis, telah ditetapkan sasaran Meningkatnya Kualitas Peny-elenggaraan Pemilu yang diukur melalui 5 indikator sebagai berikut : Pada tahun 2016, Pemilu/Pemilihan diselenggarakan dengan 2 taha-pan Pemilu/Pemilihan yang berbeda, yaitu :

Sasaran 1 Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu / Pemili-han yang Demokratis

Maksud dari indikator kinerja ini adalah KPU/KPU Provinsi/KPU Ka-bupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai den-gan jadwal dan ketentuan yang berlaku adalah jumlah KPU Provinsi/ KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan sesuai den-gan tahapan dan jadwal dibandingkan denden-gan KPU Provinsi/KPU Ka-bupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan.

1. Persentase KPU/KPU Provinsi/KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

30

Kinerja KPU

Laporan

(45)

31

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu, KPU wajib untuk memastikan dan menerapkan agar seluruh taha-pan yang telah ditetapkan dalam Peraturan KPU dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai jadwal. Pada tahun 2016, Pemilu/Pemilihan diselenggarakan dengan 2 tahapan Pemilu/Pemilihan yang berbeda, yaitu:

a. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bu-pati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2015, ber-dasarkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota

b. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017 berdasarkan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan KPU RI Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan, Progam dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017

a. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan

Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota

Tahun 2015

Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2015 se-harusnya dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015, namun dikarenakan terdapat putusan pengadilan terdapat 5 (lima) dae-rah yang dilakukan penundaan proses pemungutan suara. Hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemili-han Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Walikota dan Wakil Walikota.

Lima daerah tersebut adalah Kota Pematangsiantar berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 152/PHP.KOT-XIV/2016, Kabupaten Simalungun berdasarkan Putusan Mahkamah

Kon-31

Laporan

20

16

(46)

32

Kinerja KPU

Laporan

20

16

stitusi RI Nomor 150/PHP.KBUP-XIV/2016, Kota Ma-nado berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 151/PHP.KOT-XIV/2016, Kabupaten Fak-Fak berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi RI No-mor 148/PHP.BUP-XIV/2016, dan Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 149/PHP.GUB-XIV/2016.

KPU di masing-masing daerah akhirnya menetap-kan keputusan penundaan serta menetapmenetap-kan jadwal pelaksanaan pemungutan suara susulan, yaitu : a) Kota Pematangsiantar, tanggal 16 November 2016, b) Kabupaten Simalungun, tanggal 10 Februari 2016, c) Kota Manado, tanggal 17 Februari 2016,

d) Kabupaten Fak-Fak, tanggal 16 Januari 2016,

e) Provinsi Kalimantan Tengah, tanggal 27 Januari 2016.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pemungutan suara di 5 (lima) wilayah tersebut di atas berjalan lancar dan tepat waktu, serta sesuai dengan yang ketentuan. Hasilnya pun saat ini telah ditin-daklanjuti oleh instansi yang berwenang, yakni pelantikan yang dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri dan Gubernur.

b. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan

Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota

Tahun 2017

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pe-rubahan Kedua atas Peraturan KPU RI Nomor 3 Tahun 2016 ten-tang Tahapan, Progam dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017, tahapan Pemili-han Serentak Tahun 2017 dimulai pada bulan April 2016. Meng-ingat bahwa Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilihan) terdiri dari berbagai tahapan yang telah ditentukan dan saling berkelanjutan, maka pelaksanaan setiap tahapan ses-uai dengan jadwal merupakan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi salah satu parameter dalam mengukur kualitas penyelenggaraan Pemilihan di suatu daerah.

(47)

33

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Selain kesesuaian penyelenggaraan dengan jadwal tahapan yang telah ditentukan, salah satu yang juga menjadi parameter pent-ing adalah sejauh mana penyelenggaraan Pemilihan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apabila sebuah tahapan Pemilihan dilaksanakan tidak sesuai ketentuan, maka akan ber-potensi menimbulkan sengketa pemilihan yang tentunya dapat menurunkan kualitas pelaksanaan Pemilihan tersebut.

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017 diselenggara-kan di 101 daerah, meliputi 7 Provinsi, 18 Kota, dan 76 Kabupaten. Rincian provinsi, kabupaten dan kota yang akan menggelar pe-milihan pada Pepe-milihan Tahun 2017 sebagaimana terlampir. Khusus untuk tahapan yang terkait dengan teknis pemilu, tahapan Pilkada 2017 yang dilaksanakan pada tahun 2016 adalah tahapan Pencalonan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Berikut ini analisis mengenai pencapaian KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota dalam melaksanakan tahapan tersebut pada tahun 2016, yang diukur dengan menggunakan parameter jadwal dan ketentuan yang berlaku.

1) Tahapan Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gu-bernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017

Tahapan ini dimulai pada bulan Juli 2016 sampai dengan Ok-tober 2016, dengan tahapan penyerahan dukungan calon perseorangan, pendaftaran pasangan calon, verifikasi doku-men, pemeriksaan kesehatan, dan penetapan peserta pemili-han.

Secara keseluruhan, pelaksanaan tahapan tersebut berjalan relatif lancar, tepat waktu, dan sesuai ketentuan di 101 daerah, dengan beberapa catatan. Catatan tersebut menunjukkan adanya beberapa daerah yang melaksanakan salah satu sub tahapan pencalonan tidak sesuai jadwal yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2016, antara lain pemeriksaan kesehatan calon dan penetapan peserta pemilihan.

Terlambatnya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dibe-berapa daerah, disebabkan oleh terbatasnya sarana Rumah

(48)

34

Kinerja KPU

Laporan

20

16

Sakit yang berkompeten untuk melaksanakan rangkaian pemeriksaan tersebut, khususnya pemeriksaan narkoba. Test rambut untuk pemeriksaan narkoba tidak bisa di-lakukan di beberapa daerah, yaitu :

1. Untuk Tolikara, Kota Jayapura, Intan Jaya, Dogiyai, Nduga, Lanny Jaya, Mappi, Sarmi, Yapen, Puncak jaya, dan Jayapura, dilaksanakan di RSUD Dok II Jayapura;

2. Untuk Bombana, Kota Kendari dan Buton Tengah, dilaksanakan di RS Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pemeriksaan narkoba harus difasilitasi oleh Badan Nar-kotika Nasional (BNN) yang berkedudukan di Jakarta. Hal ini mengakibatkan terlambatnya proses pemerik-saan narkoba karena banyaknya jumlah calon dari ban-yak daerah yang harus dilakukan pemeriksaan. Meski-pun demikian, terlambatnya pelaksanaan sub tahapan pemeriksaan kesehatan tersebut tidak mengganggu pelaksanaan sub tahapan berikutnya karena dilaksa-naan secara beririsan dengan sub tahapan lainnya, yak-ni penelitian dokumen syarat calon. Sehingga, secara keseluruhan tidak menggangu proses tahapan pencalo-nan.

Terkait dengan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku, secara keseluruhan tahapan pencalonan telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keten-tuan tersebut khususnya adalah mengenai pemenuhan syarat pencalonan dan syarat calon yang wajib dipenuhi oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Pengu-sul serta Pasangan Calon yang diuPengu-sulkan. Catatan yang dapat diberikan terkait dengan hal ini adalah antara lain: 1) Terdapat ketentuan yang pada saat pelaksanaannya

masih dipertanyakan oleh DPR sebagai pembuat Undang-Undang, sehingga pada satu sisi seringkali menimbulkan kerancuan pada saat pelaksanaannya oleh KPU Penyelenggara Pilkada.

(49)

35

Laporan

20

16

Kinerja KPU

2) Terdapat situasi keamanan yang tidak kondusif yang me-maksa KPU Penyelenggara Pilkada untuk tidak sepenuh-nya melaksanakan ketentuan pencalonan yang berlaku, meski pada akhirnya memperoleh supervisi dari KPU setingkat di atasnya serta dari KPU RI sehingga akhirnya dapat dikoreksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2) Tahapan Penetapan Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Wa-likota dan Wakil WaWa-likota Tahun 2017.

Selain sub tahapan pemeriksaan kesehatan, sub tahapan lain yang juga mengalami keterlambatan adalah sub tahapan penetapan peserta pemilihan yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2016. Terdapat beberapa daerah

(50)

36

Kinerja KPU

Laporan

20

16

yang menetapkan pasangan calon melewati tahapan yang telah ditentukan. Hal tersebut diakibatkan antara lain adanya putusan pengadilan yang :

1) membatalkan keputusan yang telah ditetapkan oleh KPU penyelenggara pada tanggal 24 Oktober 2016, atau 2) memberikan keputusan terhadap pasangan calon yang

pada tanggal 24 Oktober 2016 belum diberikan status oleh KPU penyelenggara karena masih dalam proses sengketa pemilihan.

Akan tetapi, mengingat bahwa terlambatnya pelaksanaan sub tahapan di atas merupakan konsekuensi dari tindak lanjut sebuah putusan pengadilan yang wajib dilaksanakan, maka hal tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai keterlambatan pelaksanaan tahapan pencalonan secara keseluruhan. Bah-kan, apabila tidak dilaksanaBah-kan, maka KPU penyelenggara akan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Terlebih lagi, hal tersebut di atas pada faktanya tidak menggangu tahapan selanjutnya, yakni tahapan kampanye, yang secara keseluruhan dapat dilak-sanakan tepat waktu.

No Indikator Kinerja Utama 2014 (%)Realisasi 2015 (%)Realisasi

Tahun 2016 Thdp Target 2016Capaian 2016 Target (%) Realisasi (%) Target 2019 (%) Capaian Realisasi (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 1

Persentase KPU / KPU Provinsi / KPU Kabupaten / Kota yang menyelengga-rakan Pemilu / Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

100 - 100 100 100 100

Tabel 3.3

Pengukuran Kinerja terhadap Indikator Kinerja KPU RI Tahun 2016 Persentase KPU / KPU Provinsi / KPU Kabupaten / Kota yang menyelenggarakan Pemilu / Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

(51)

37

Laporan

20

16

Kinerja KPU

Sebagaimana tercantum dalam Tabel 3.3 dapat dilihat bahwa pelaksanaan tahapan teknis pemilu, baik pada Pemilihan Gu-bernur dan Wakil GuGu-bernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2015 yaitu tahapan pemungutan suara susulan, maupun pada Pemilihan Guber-nur dan Wakil GuberGuber-nur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017 yaitu tahapan pen-calonan dan tahapan penetapan Peserta Pemilihan Guber-nur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017, telah sesuai dengan jadwal dan keten-tuan yang berlaku. Hal ini masih sama dengan pencapaian di tahun 2014 yaitu sebesar 100%.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017 yang sesuai dengan ketentuan, khususnya terkait dengan proses Pencalonan, antara lain:

1) Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu, yang melibatkan De-wan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Badan Pengawas Pemilu beserta perangkat di bawahnya, dan KPU beserta perangkat di bawahnya hingga tingkat Ka-bupaten/Kota. Dilaksanakan sebelum rangkaian tahapan pencalonan berlangsung.

37

Laporan

20

16

(52)

38

Kinerja KPU

Laporan

20

16

2) Bimtek Pencalonan, yang melibatkan Anggota KPU Pe-nyelenggara Pilkada serta pejabat struktural khususnya yang menangani langsung proses Pencalonan di wilayah masing-masing. Dilaksanakan sebelum rangkaian taha-pan pencalonan berlangsung.

3) Fasilitasi Desk Pendaftaran Paslon, yang melibatkan per-wakilan resmi dari Pimpinan tingkat Pusat setiap Partai Politik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor KPU RI pada saat tahapan pendaftaran Pasangan Calon sedang berlangsung, dan bertujuan khususnya memastikan agar pasangan calon yang diusulkan oleh masing-mas-ing Pimpinan Pusat masmasing-mas-ing-masmasing-mas-ing Partai Politik adalah benar yang didaftarkan oleh Pengurus Daerah partai politik yang bersangkutan. Dan jika terjadi hal yang tidak sesuai, atau terdapat permasalahan lain dalam proses pendaftaran tersebut, maka segera dilakukan klarifikasi kepada perwakilan partai politik yang bersangkutan se-hingga permasalahan tersebut segera selesai.

4) Optimalisasi Media Komunikasi antar Satuan Kerja (Sat-ker) KPU Penyelenggara Pilkada sebagai sarana supervisi dan monitoring, melibatkan seluruh satker dalam sebuah grup Whatsapp, sehingga terjalin komunikasi yang in-tensif antar KPU penyelenggara dengan KPU RI sebagai supervisor dan pengambil kebijakan secara umum. Berdasarkan Tabel 3.4 dan pencapaian kinerja melalui be-berapa kegiatan di atas, di bawah ini disajikan tabel kinerja dan anggaran terhadap penyelenggaraan Pilkada pada Ta-hun 2015 dan TaTa-hun 2017 yang dilaksanakan pada taTa-hun anggaran 2016. Dari aspek kinerja, realisasi yang dicapai adalah 100%, yang berarti seluruh tahapan teknis berhasil di-laksanakan 100% sesuai dengan target jadwal dan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, Pengukuran akuntabilitas keuangan terhadap persentase Kinerja Persentase KPU / KPU Provinsi / KPU Kabu-paten / Kota yang menyelenggarakan Pemilu / Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku sebagaimana Tabel 3.4 :

Gambar

Grafik 1.2  Struktur Organisasi KPU ...................................................................................................
Tabel 1.1 Jumlah Pegawai KPU Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel 2.1 RKT KPU Tahun 2016
Tabel 2.2 Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu / Pemilihan yang Demokratis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rambatan 85213262419 Pemuda Tani Obsaheri Ladang Laweh Nagari Sapi Potong 197 Sumatera Barat Tanah Datar Desi Afrianis, S.Pt Jorong Patai Nagari Padang Magek Kec. Tani Sepakat

pada sisi pengguna harus dilakukan konfigurasi yang spesifik untuk pada sisi pengguna harus dilakukan konfigurasi yang spesifik untuk suatu proxy tertentu agar bisa

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti berupaya untuk menjelaskan fakta-fakta yang faktual yang didapat dari

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1982

Penelitian ini bertujuan untuk mengetaahui proses pembuatan sagon, kembang goyang, dan kecipir, mengetaahui resep dasar pembuatan sagon, kembang goyang, dan kecipir,

Dalam rangka untuk mendukung pengembangan pemanfaatan kayu jabon dan untuk meningkatkan informasi mengenai karakteristik kayu jabon penelitian sifat makroskopis dan

Peta proses kelompok kerja adalah suatu peta yang digunakan dalam suatu tempat kerja di mana untuk melaksanakan pekerjaan tersebut memerlukan kerjasama yang

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa pada Pasal 18 bahwa Alokasi Dana Desa berasal dari APBD Kabupaten/Kota