• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG

LKjIP

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

TAHUN 2014

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

KABUPATEN BADUNG

“MANGUPRAJA MANDALA”

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan

rahmat-Nya, sehingga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Penyusunan laporan ini berpedoman pada Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Secara substantif Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung merupakan sarana pelaporan kinerja dalam rangka mengimplementasikan system akuntabilitas instansi pemerintah yang menginformasikan tentang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan kebijakan, serta pencapaian sasaran dalam mewujudkan tujuan, misi dan visi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung.

Selain itu, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 merupakan media pertanggungjawaban kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Badung Tahun 2010-2015 dan Renstra SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2010-2015, hal ini sebagai perwujudan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta menciptakan Clean Government dan Good Governance.

Akhir kata, semoga Laporan Kinerja ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan tambahan masukan bagi pengelolaan dan penataan serta peningkatan kinerja dalam penyelenggaraan pendidikan, kepemudaan, keolahragaan dan pelayanan prima pendidikan terhadap masyarakat di Kabupaten Badung.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar... 1 Daftar Isi………... 2 Daftar Tabel………... 3 Ringkasan Eksekutif... 4 BAB. I PENDAHULUAN... 6 1.1 Latar Belakang ... 6

1.2 Gambaran Kondisi Pendidikan………...……….. 6

1.3 Struktur Organisasi……….…... 8

1.4 Ruang Lingkup ... 10

BAB. II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA... 12

2.1 Rencana Strategis... 12

2.2 Visi dan Misi………... 13

2.3 Strategi dan Arah Kebijakan Umum……….…… 16

2.4 Rencana Kinerja……….…... 20

2.5 Perjanjian Kinerja………..… 20

BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA... 22

3.1 Evaluasi Kinerja……… 24

3.2 Analisis Pencapaian Kinerja... 24

3.3 Akuntabilitas Keuangan...……… 35

3.4 Capaian Prestasi dan Penghargaan... 36

3.5 Kesimpulan……… 37

BAB. IV PENUTUP... 39

Lampiran-Lampiran:

Lampiran I : Perjanjian Kinerja Lampiran II : Pengukuran Kinerja Lampiran III : Indikator Kinerja Utama Lampiran IV : Rencana Strategis

(4)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel. 1.1 Struktur Organisasi Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga……. 10

Kabupaten Badung Tabel. 2.1 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran………. 15

Pemerintah Kabupaten Badung. Tabel. 2.2 Keterkaitan Visi, Tujuan dan Sasaran……… 16

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tabel. 2.3 Strategi dan Arah Kebijakan Kabupaten Badung…... 19

Tabel. 3.1 Analisis pencapaian sasaran 1……….….... 25

Tabel. 3.2 Realisasi akumulasi sasaran 1 dengan RPJMD..………...… 27

Tabel. 3.3 Analisis pencapaian sasaran 2……….….... 28

Tabel. 3.4 Realisasi akumulasi sasaran 2 dengan RPJMD ………...… 28

Tabel. 3.5 Analisis pencapaian sasaran 3……….….... 29

Tabel. 3.6 Realisasi akumulasi sasaran 3 dengan RPJMD ………...… 32

Tabel. 3.7 Analisis pencapaian sasaran 4……….….... 32

Tabel. 3.8 Realisasi akumulasi sasaran 4 dengan RPJMD ………...… 33

Tabel. 3.9 Analisis pencapaian sasaran 5……….….... 34

Tabel. 3.10 Realisasi akumulasi sasaran 5 dengan RPJMD ………...… 35

(5)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung berupaya menyelenggarakan pemerintahan dengan berprinsip pada tata kelola kepemerintahan yang baik dan berorientasi kepada hasil (result oriented government) sesuai dengan kewenangannya. Manajemen pemerintahan memiliki aspek penting yang perlu diimplementasikan yaitu akuntabilitas kinerja. Akuntabilitas kinerja setidaknya harus memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang memiliki arah dan tolok ukur yang jelas atas rumusan perencanaan strategis organisasi sehingga gambaran hasil yang ingin dicapai dalam bentuk sasaran dapat terukur, dapat diuji dan diandalkan.

Tahun 2014 merupakan tahun kedua dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD 2010-2015, secara umum pencapaian sasaran melalui indikator-indikator sasaran menunjukkan keberhasilan untuk mewujudkan misi dan tujuan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Badung Tahun 2010–2015, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Kabupaten Badung Tahun 2010–2015 dan Keputusan Bupati Badung Nomor

315/03/HK/2015 tentang Pengesahan Perubahan Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2010-2015. Peraturan Bupati Badung Nomor 54 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Bupati Badung Nomor 64 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Nomor 744 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Nomor 15 tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung. Pada Indikator Kinerja Utama tersebut menetapkan 5 (lima) sasaran strategis dan 11 (sebelas) indikator dari 6 (enam) misi yang ingin dicapai tahun 2014, capaian kinerjanya adalah berikut :

- Indikator sasaran dengan nilai > 85-100 sebanyak 10 indikator sasaran. - Indikator sasaran dengan nilai > 30-50 sebanyak 1 indikator sasaran.

Secara keseluruhan capaian Kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 mencapai 88,47% atau bermakna MEMUASKAN.

(6)

Berdasarkan pengukuran kinerja seluruh program dan kegiatan sebagaimana telah teruji pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, hampir keseluruhan program dan kegiatan telah memperlihatkan capaian kinerja yang memuaskan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pencapaian kinerja ini karena adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Badung misi yang ke 2 yaitu meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Badung adapun tujuan yang ingin dicapai adalah Terwujudnya Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun dengan sasarannya yaitu Tuntasnya Wajib Belajar 12 Tahun Bagi Anak-Anak Usia Sekolah Kabupaten Badung. Kekurangan, kelemahan capaian yang belum baik dan bahkan memuaskan menjadi referensi dalam perencanaan kinerja ke depan.

(7)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel dan berorientasi pada hasil, yaitu kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat menjadi salah satu cita-cita yang ingin dicapai oleh instansi pemerintah. Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan pemberantasan Korupsi merupakan salah satu wujud nyata niat pemerintah untuk memerangi korupsi baik secara represif maupun preventif. Penanganan masalah pemberantasan korupsi tidak dapat lagi dilakukan secara sporadis/parsial, namun membutuhkan suatu pola komprehensif dan sistimatik. Penanganan tindak korupsi secara sistimatik ini antara lain dilakukan dari segi preventif melalui perbaikan sistem manajemen pemerintahan yang mengedepankan adanya transparansi dan akuntabilitas. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas mengindikasikan bahwa Presiden menginginkan adanya pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN serta berkinerja tinggi.

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, setiap instansi pemerintah diwajibkan untuk Rencana Strategis Lima Tahunan serta Laporan Kinerja Instansi Pemerintah pada akhir tahunnya. Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini merupakan perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan dari pencapaian kinerja, visi, misi realisasi pencapain indikator kinerja utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung ini merupakan langkah pemerintah untuk menuju pembentukan pemerintahan yang baik (good governance) dengan menyelenggarakan manajemen pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel, berdaya guna, berhasil guna serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

1.2 Gambaran Kondisi Pendidikan

Keberhasilan pembangunan suatu negara terutama berkaitan erat dengan keberhasilan pengembangan sumber daya manusianya, di samping ketersediaan sumber daya alam, modal dan tingkat teknologi yang dimiliki. Pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya-upaya yang berkaitan dengan perluasan pendidikan memegang peranan yang sangat penting karena peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan sedikit banyak akan memberi kontribusi terhadap pengembangan kedua unsur lainnya.

Kenyataan menunjukkan, bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat di suatu negara berkaitan erat dengan besarnya investasi di bidang pendidikan. Negara-negara yang mencapai

(8)

keberhasilan dalam peningkatan kesejahteraan penduduknya adalah mereka yang menanamkan investasi yang relatif besar di bidang pendidikan dan pelatihan. Sebaliknya, mereka yang menunjukkan keberhasilan yang rendah dalam mengupayakan peningkatan kemakmuran penduduknya merupakan negara-negara yang penyelenggaraan perluasan pendidikannya relatif lambat.

Dari kondisi tersebut dapat diperoleh gambaran betapa pentingnya investasi di bidang pendidikan. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan indikator yang memegang peranan penting sebagai penentu kualitas penduduk di suatu wilayah, yang dapat diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain indikator penentu yang lain yakni pendapatan dan kesehatan. Dengan demikian agar kualitas penduduk dapat ditingkatkan, maka upaya-upaya perbaikan di bidang pendidikan baik secara kuantitas maupun kualitasnya, merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan.

Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan kuantitas dan kualitas pendidikan penduduk di suatu wilayah adalah angka buta huruf, angka partisipasi kasar, angka partisipasi murni, angka putus sekolah, dan angka melanjutkan. Di samping kelima indikator tersebut, dalam hal ini akan ditinjau pula mengenai Pendidikan Anak Usia Dini yang merupakan pendidikan kepada anak-anak pra sekolah guna memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmanai/rohani agar anak siap dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Dari evaluasi dan analisis kinerja kegiatan Tahun 2014 ini secara normatif masih banyak kegiatan yang perlu ditingkatkan dan tetap menjadi rencana/program tahun berikutnya, walaupun secara normatif pula banyak program dan kegiatan yang cukup berhasil dilaksanakan diatas rata-rata nasional/pusat dimana oleh semua komponen yang terlibat siap selalu untuk tetap dipertahankan pada posisi tersebut dan kalau bisa dari tahun ke tahun selalu diupayakan peningkatannya sehingga semua program/kegiatan itu menjadi tuntas paripurna.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Badung, sangat tergantung pada tenaga pendidik/guru dan tenaga kependidikan/tata usaha di dalam proses pembelajaran baik pada jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Badung, disamping tenaga pendidik juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, untuk di Kabupaten Badung pelaksanaan pembangunan maupun rehabilitasi gedung sekolah dilaksanakan secara bertahap dan secara berkesinambungan untuk gedung yang rusak ringan, rusak sedang maupun rusat

(9)

1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung saat ini masih mendasar pada SK Bupati Badung No. 1615 Tahun 2002 dan belum mengacu pada UU. No 8 Tahun 2004. Sehingga Tupoksi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga masih dipadatkan hanya pada beberapa struktur Kepala Bidang dengan prinsip miskin struktur kaya fungsi. Hal ini menyebabkan urusan-urusan pada masing-masing Kepala Bidang sangat padat dan cendrung agak krodit. Jumlah pengawas sekolah selaku kelompok fungsional dalam struktur dinas jumlahnya mencukupi yaitu: Pengawas Sekolah TK/SD 20 orang dan Pengawas Rumpun Mata Pelajaran SMP, SMA dan SMK berjumlah 16 orang semestinya merupakan kekuatan yang cukup handal dalam rangka pembinaan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, akan tetapi keberadaannya belum diberdayakan secara optimal.

Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Badung, untuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung terdiri dari: (1) Unsur Pimpinan,yaitu Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertangungjawab kepada Bupati melalui Sekda (2) Sekretariat, yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; Sekretariat terdiri dari: Sub Bagian Umum, Sub Bagian Kepegawaian dan Sub Bagian Keuangan, (3) Bidang Pendidikan, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; Bidang Pendidikan terdiri dari: Seksi Pendidikan Dasar,

Seksi Pendidikan Menengah dan Seksi Pendataan/Pelaporan, (4) Bidang Tenaga

Kependidikan, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; Bidang Tenaga Kependidikan terdiri dari: Seksi Tenaga Pendidikan TK/SD, Seksi Tenaga Pendidikan SMP dan Seksi Tenaga Pendidikan SMA/MK, (5) Bidang PLS, Pemuda dan Olah Raga; dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; Bidang PLS, Pemuda dan Olahraga terdiri dari: Seksi Pendidikan PLS/Masyarakat, Seksi Pembinaan Generasi Muda dan Seksi Olahraga, (6) Bidang Gedung dan Sarana; dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; Bidang Gedung dan Sarana terdiri dari: Seksi Gedung dan Peralatan, Seksi Pengadaan dan Pendistribusian, Seksi Pembukuan dan Alat Pelajaran, (7) UPTD Pendidikan Kecamatan, (8) Kelompok tenaga fungsional. Secara rinci struktur organisasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, sebagai berikut :

(10)

1. Unsur pimpinan yaitu Kepala Dinas

2. Sekretaris yang membawahi 3 Subbag:

a) Kapala Sub.Bagian Umum, b) Kapala Sub.Bagian Kepegawaian, c) Kapala Sub.Bagian Keuangan’

3. Kabid. Pendidikan yang membawahi 3 Kasi:

a) Seksi Pendidikan Dasar b) Seksi Pendidikan Menengah c) Seksi Pendataan dan Pelaporan

4. Kabid. Tenaga Kependidikan yang membawahi 3 Kasi: a) Seksi Tenaga Pendidikan TK/SD

b) Seksi Tenaga Pendidikan SMP

c) Seksi Tenaga Pendidikan SMA/SMK

5. Kabid. PLS, Pemuda dan Olah Raga yang membawahi 3 Kasi:

a) Seksi Pendidikan PLS/Masyarakat b) Seksi Pembinaan Generasi Muda c) Seksi Olah Raga

6. Kabid. Gedung dan Sarana yang membawahi 3 Kasi:

a) Seksi Gedung dan Peralatan

b) Seksi Pengadaan dan Pendistribusian c) Seksi Pembukuan dan Alat-Alat Pelajaran

7. Kelompok Kepala UPTD Kecamatan

(11)

Tabel 1.1

STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN BADUNG

KEPALA

JABATAN SEKRETARIS

FUNGSIONAL

SUB. BAGIAN SUB. BAGIAN SUB.BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN KEUANGAN

BIDANG BIDANG BIDANG BIDANG

PENDIDIKAN TENAGA PLS PEMUDA GEDUNG DAN KEPENDIDIKAN DAN OLAHRAGA SARANA

SEKSI. SEKSI.TENAGA SEKSI. PENDIDIKANPLS/ SEKSI. GEDUNGDAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN MASYARAKAT PERALATAN

DASAR TK / SD / SLB

SEKSI. SEKSI. SEKSI. SEKSI.

PENDIDIKAN TENAGA PEMBINAAN PENGADAAN DAN MENENGAH PENDIDIKANSMP GENERASI MUDA PENDISTRIBUSIAN

SEKSI. SEKSI.TENAGA SEKSI. SEKSI. PENDATAAN

DAN PENDIDIKAN OLAH RAGA PEMBUKUAN DAN PELAPORAN SMA / SMK ALAT PELAJARAN

U P T. KEC. U P T. SKB

1.4. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 adalah:

1. Dokumen Perjanjian Kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014;

2. Tujuan, Sasaran, Staretgi dan Arah Kebijakan Pembangunan Pendidikan yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Badung Tahun 2010-2015 dan Renstra Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2010-2015;

(12)

3. Pencapaian Tujuan dan Sasaran;

4. Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Utama;

5. Perbandingan capaian indikator kinerja sampai dengan lima tahun berjalan dengan target kinerja (lima) tahunan yang direncanakan.

Adapun sistematika penulisan LKjIP SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tahun 2014 terdiri dari :

- BAB I Pendahuluan, memuat latar belakang, gambaran umum pendidikan, struktur organisasi dan ruang lingkup.

- BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja, memuat informasi tentang rencana strategis, visi dan misi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab.Badung, strategi dan arah kebijakan umum, rencana kinerja, serta penetapan kinerja.

- BAB III Akuntabilitas Kinerja, menguraikan tentang: evaluasi kinerja, analisis pencapaian kinerja, akuntabilitas keuangan, dan capaian prestasi dan penghargaan.

(13)

BAB II.

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1 Rencana Strategis

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional, global dan tetap berada dalam tatanan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Badung. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya. Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 ini, mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Badung Tahun 2010–2015, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Badung Tahun 2010– 2015 dan Keputusan Bupati Badung Nomor 315/03/HK/2015 tentang Pengesahan Perubahan Rencana Strategis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2010-2015. Peraturan Bupati Badung Nomor 54 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Bupati Badung Nomor 64 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Nomor 744 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Nomor 15 tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, merupakan dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun (perencanaan jangka menengah) yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program dan kegiatan daerah.

Sebagai kerangka perencanaan jangka panjang yang dijabarkan dengan perencanaan jangka menengah melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) secara sistematis mengedepankan isu-isu lokal, yang diterjemahkan kedalam bentuk strategi kebijakan dan rencana pembangunan yang terarah, efektif dan berkesinambungan yang merupakan penjabaran visi dan misi untuk mencapai tujuan dan sasaran, sehingga dapat

(14)

diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran pembiayaan.

2.2. Visi dan Misi

2.2.1 Visi dan Misi Kabupaten Badung

Visi berkaitan dengan pandangan ke depan menyangkut ke mana instansi Pemerintah

harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif, serta produktif. Visi adalah suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan instansi Pemerintah. Berdasarkan kondisi Kabupaten Badung pada saat ini, tantangan dan isu strategis yang akan dihadapi dalam 5 tahun mendatang dengan mempertimbangkan modal dasar yang dimiliki serta berpedoman pada Visi Pembangunan Kabupaten Badung Tahun 2010-2015 yaitu:

Visi Kabupaten Badung

“Melangkah Bersama Membangun Badung yang Shanti dan Jagadhita Berlandaskan TRI HITA KARANA”.

Misi Kabupaten Badung

1. Meningkatkan Srada & Bhakti masyarakat terhadap ajaran agama, serta eksistensi adat budaya dalam rangka mengajegkan Bali di Era kekinian.

2. Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Badung. 3. Menata sistem kependudukan dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

4. Meningkatkan perekonomian masyarakat yang berbasis kerakyatan dan ditunjang oleh iklim kemitraan.

5. Mewujudkan kepastian hukum, serta menciptakan ketentraman & ketertiban masyarakat. 6. Mewujudkan kepemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa (Good Governance &

Clean Government).

7. Memantapkan pelaksanaan otonomi daerah.

8. Mewujudkan pembangunan yang selaras & seimbang sesuai fungsi wilayahnya. 9. Melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

(15)

bertanggung jawab dalam mewujudkan misi pembangunan kabupaten, yaitu meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Badung. Untuk mencapai misi tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung merumuskan visi dan misinya sebagai berikut:

Visi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung

“Terwujudnya Masyarakat Badung yang Cerdas , Berdaya saing dengan Kebersamaan

Berlandaskan Budaya”.

Misi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung

1) Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan memperoleh layanan pendidikan di Kabupaten Badung.

2) Mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif di Kabupaten Badung.

3) Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berkarakter dan berdaya saing. 4) Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan administrasi dan manajemen pendidikan di

Kabupaten Badung.

5) Mewujudkan pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing

melalui penyiapan pemuda kader.

6) Mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetisi pada tingkat daerah, nasional dan regional

Untuk mewujudkan Visi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung yang ditetapkan dalam Renstra Tahun 2010-2015, yang telah menetapkan 5 (lima) sasaran strategik dalam Tahun 2014 yang memiliki tujuan dan sasaran mensukseskan 6 (enam) Misi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung. Pengukuran kinerja yang dilakukan pada masing-masing kegiatan didasarkan pada nilai indikator masukan (input), keluaran (output) dan hasil (outcome) yang diperoleh.

2.2.3 Tujuan dan Sasaran 2.2.3.1 Tujuan

Tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkannya dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisa stratejik. Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. Sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan, untuk keberhasilan tersebut perlu ditetapkan tujuan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

(16)

Kabupaten Badung, yang ditempuh melalui penetapan beberapa sasaran yang satu dengan lainnya saling terkait, tujuan yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

1) Meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan memperoleh layanan pendidikan 2) Terwujudnya pendidikan yang bermutu dan kompetitif

3) Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berkarakter dan berdayasaing 4) Terwujudnya pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing

5) Terwujudnya olahragawan yang berprestasi pada kompetisi di tingkat provinsi, nasional dan regional

2.2.3.2 Sasaran

Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Instansi Pemerintahan dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Sasaran yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

1) Tuntasnya wajib belajar 12 tahun bagi anak-anak usia sekolah 2) Mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif

3) Mewujudkan tenaga pendidik, siswa yang bermutu dan kompetitif 4) Mewujudkan pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing

5) Mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetiti di tingkat provinsi, nasional dan regional.

Sebagaimana Visi dan Misi yang telah ditetapkan untuk keberhasilan tersebut perlu ditetapkan tujuan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, yang ditempuh melalui penetapan beberapa sasaran yang satu dengan lainnya saling terkait, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 2.1

Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pemerintah Kabupaten Badung

(17)

Tabel 2.2

Keterkaitan Visi, Tujuan dan Sasaran

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung

Visi : Terwujudnya Masyarakat Badung yang Cerdas , Berdaya saing dengan Kebersamaan Berlandaskan Budaya

Tujuan: Sasaran:

1. Meningkatnya ketersediaan dan

keterjangkauan memperoleh layanan

pendidikan

Tuntasnya wajib belajar 12 tahun bagi anak-anak usia sekolah

2. Terwujudnya pendidikan yang bermutu dan kompetitif

Mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif

3. Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berkarakter dan berdayasaing

Mewujudkan tenaga pendidik, siswa yang bermutu dan kompetitif

4. Terwujudnya pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing

Mewujudkan pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing

5. Terwujudnya olahragawan yang

berprestasi pada kompetisi di tingkat provinsi, nasional dan regional

Mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetiti di tingkat provinsi, nasional dan regional.

2.3 Strategi dan Arah Kebijakan Umum

Kebijakan pembangunan pendidikan, pemuda dan olahraga tahun 2010-2015 dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan sasaran dan target dan arah strategis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, serta mengacu pada renstra SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tahun 2005-2010. Kebijakan pembangunan pendidikan, pemuda dan olahraga ini, juga memperhatikan komitmen pemerintah Kabupaten Badung yang mengacu pada Renstra Kementerian Pendidikan Nasional, Renstra Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2010-2014.

Kebijakan pembangunan pendidikan pemuda dan olahraga tahun 2010-2015 disusun untuk memberikan arah dan pedoman bagi penyelenggara pendidikan, kegiatan kepemudaan dan keolahragaan di Kabupaten Badung terkait dengan cara-cara yang diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran strategis yang menggambarkan pula tujuan strategis. Telah terhadap sasaran strategis yang telah diuraikan pada Bab sebelumnya akan terlihat adanya sejumlah komponen yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pendidikan, kegiatan pemuda dan olahraga yang prima. Kebutuhan tersebut mencakup pemerataan dan perluasan kesempatan, peningkatan mutu dan relevansi, tata kelola dan pencintraan publik, peningkatan partisipasi pemuda dalam pembangunan bangsa, peningkatan character bulding pemuda, meningkatkan

(18)

revitalisasi gerakan kepemudaan dan pramuka, meningkatnya budaya olahraga, meningkatkan prestasi olahraga serta pengembangan kapasitas.

Kebijakan merupakan upaya sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pencapaian target-target strategis berdasarkan tujuan strategis yang telah ditetapkan. Tiap kebijakan menjelaskan komponen-komponen penyelenggaraan layanan pendidikan, pemuda dan olahraga yang harus disediakan untuk mencapai target-target strategis. Dalam penetapan kebijakan juga mempertimbangkan disparitas antar wilayah, gender, sosial ekonomi serta antar satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta.

2.3.1. Strategi dan Kebijakan Pencapaian Tujuan 1 (T.1)

Tujuan 1 yaitu: Meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan memperoleh layanan pendidikan, dicapai dengan menggunakan :

a. Strategi :

1) Penyiapan dan rekrutmen tenaga pendidik sesuai kebutuhan 2) Penyiapan beasiswa bagi siswa miskin dan siswa berprestasi

3) Penyiapan dana BOS pendamping untuk pendidikan dasar dan dana rintisan wajar 12 tahun untuk pendidikan menengah

4) Penyiapan ruang kelas sesuai kebutuhan

5) Pembangunan Unit Gedung Baru

6) Menggratiskan pendidikan bagi siswa miskin

7) Meningkatkan peran sekolah swasta dalam layanan pendidikan

b. Arah Kebijakan :

Meningkatkan angka partisipasi kasar, angka partisipasi murni dan angka partisipasi sekolah menuju wajib belajar 12 tahun

2.3.2. Strategi dan Kebijakan Pencapaian Tujuan 2 (T.2)

Tujuan 2 yaitu: Terwujudnya pendidikan yang bermutu dan kompetitif, dicapai dengan menggunakan :

a. Strategi :

1) Penyiapan tenaga pendidik berkompeten dan profesional yang merata diseluruh kecamatan

(19)

7) Penguatan sistem pengawasan internal.

b. Arah Kebijakan :

Mewujudkan pendidikan bermutu, relevan, berkarakter dan berdaya saing

2.3.3. Strategi dan Kebijakan Pencapaian Tujuan 3 (T.3)

Tujuan 3 yaitu: Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter dan berdaya saing, dicapai dengan menggunakan :

a. Stategi :

1) Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan 2) Peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan

3) Revitalisasi organisasi profesi pendidik dan tenaga kependidikan (KKG, MGMP, MKKS, MKPS, PGRI)

4) Pengadaan, perbaikan dan pemeliharaan sarana prasarana pendidikan

5) Pemberian bantuan biaya pemenuhan kualifikasi guru untuk jenjang S1 dan S2 6) Lomba-lomba akademik, non akademik antar siswa dan antar sekolah

b. Arah Kebijakan :

1) Mewujudkan manusia berkualitas, berkarakter, wirausaha dan berdaya saing 2) Meningkatkan ketersediaan tenaga terampil, professional dan berdaya saing di

bidangnya

2.3.4. Strategi dan Kebijakan Pencapaian Tujuan 4 (T.4)

Tujuan 4 yaitu: Terwujudnya pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing, dicapai dengan menggunakan :

a. Strategi :

1) Perluasan kesempatan memperoleh peningkatan kompetensi dan keterampilan pemuda

2) Penyiapan pendidikan dan pelatihan, pengkaderan, pembimbingan dan pendampingan pembentukan pemuda kader pemimpin.

3) Penyiapan pendidikan dan pelatihan, pemagangan, pembimbingan dan pendampingan, kemitraan dan promosi pembentukan pemuda kader wirausaha. 4) Penyiapan pendidikan dan pelatihan serta pendampingan pemuda kader pelopor b. Arah Kebijakan :

Meningkatkan peran serta organisasi kepemudaan dalam pembangunan pemuda berkarakter

(20)

2.3.5. Strategi dan Kebijakan Pencapaian Tujuan 5 (T.5)

Tujuan 5 yaitu: Terwujudnya olahragawan yang berprestasi pada kompetensi pada tingkat provinsi, nasional dan regional, dicapai dengan menggunakan :

a. Strategi :

1) Penyiapan kemampuan pembina olahraga yang handal 2) Pemberdayaan olahragawan profesional

3) Perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pengawasan sarana prasarana olahraga.

4) Promosi kegiatan pemerintah dalam pelayanan keolahragaan 5) Pemberian penghargaan terhadap prestasi keolahragaan 6) Pencegahan dan pengawasan penggunaan doping. b. Arah Kebijakan :

Meningkatkan peran serta organisasi keolahragaan dalam mewujudkan olahragawan yang berprestasi dan kompetitif

Arah kebijakan untuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung periode 2010-2015 sesuai dengan arah kebijakan pada Kabupaten Badung periode 2010-2015 yang disusun berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan daerah. Selanjutnya arah kebijakan umum ini menjadi pedoman bagi SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung dalam melaksanakan kegiatan.

Untuk lebih jelasnya strategi dan arah kebijakan umum Kabupaten Badung periode 2010-2015 dapat dilihat pada table 2.3 dibawah ini:

Tabel 2.3

Strategi dan Arah Kebijakan Kabupaten Badung

Visi: Melangkah Bersama Membangun Badung Yang Shanti dan Jagadhita Berlandaskan TRI HITA KARANA Misi II: Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di Badung

Tujuan: Sasaran: Strategi: Arah Kebijakan:

1. Terwujudnya tuntas wajib Belajar 12 tahun

1.Tuntasnya wajib belajar 12 tahun bagi anak-anak usia sekolah di seluruh Kabupaten Badung

Peningkatan pendidikan bagi masyarakat yang bermutu dan dapat diakses seluruh masyarakat Kabupaten Badung

1. Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan

2. Mewujudkan pendidikan bermutu, kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat 3. Mewujudkan manusia yang

(21)

2.4. Rencana Kinerja

Perencanaan Kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung melalui berbagai kegiatan tahunan. Penyusunan Rencana Kinerja dilaksanakan seiring dengan agenda penyusunan dari kebijakan anggaran serta merupakan komitmen bagi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung untuk mencapainya dalam tahun tertentu.

Rencana Kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 merupakan dokumen perencanaan tahunan sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015 Kabupaten Badung dan Renstra SKPD Tahun 2010-2015 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung. Sasaran yang ingin dicapai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung selama Tahun 2014 secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel (Rencana Kinerja Tahunan).

2.5. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/ kesepakatan kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target yang ingin dicapai berdasrkan sumber daya alam yang dimiliki dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis. Perjanjian Kinerja yang ingin dicapai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel (Perjanjian Kinerja).

(22)

BAB III.

AKUNTABILITAS KINERJA

Sesuai amanat Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan dan Pemberantasan Korupsi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Pemerintahan yang lebih menjamin adanya keseimbangan dan wujud nyata akuntablitas kepada masyarakat, selain itu juga menunjukkan upaya pertanggungjawaban sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

Dengan demikian Kinerja Instansi Pemerintah perlu dilaksanakan sebagai alat ukur untuk mengetahui kemampuan SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung di dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan, dimana hasil yang dicapai tersebut akan menjadi media evaluasi yang efektif bagi upaya dan sarana perbaikan kinerja SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, Keputusan Kepala LAN Nomor:239/X/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hal itu sejalan dengan Agenda Penguatan Pengawasan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) mewajibkan dilakukannya review atas pencapaian Kinerja Utama Instansi Pemerintah yang titik beratnya pada penilaian efektivitas dan efisiensi pencapaian kinerja.

SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung selaku pengemban amanah masyarakat, melaksanakan kewajiban akuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam

(23)

tingkat pencapaian sasaran dan program kegiatan dilakukan melalui media rencana kinerja yang dibandingkan dengan realisainya

Pencapaian sasaran diperoleh dengan cara membandingkan target dengan realisasi indikator sasaran. Kemudian atas hasil pengukuran kinerja SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis yang telah ditetapkan. Untuk mempermudah interpretasi atas pencapaian sasaran dan program/kegiatan serta indikator makro diberlakukan nilai disertai makna dari nilai tersebut yaitu:

No Katagori Nilai Angka Interpretasi

1 2 3 4 5 6 AA A B CC C D >85-100 >75-85 >65-75 >50-65 >30-50 0-30 Memuaskan Sangat Baik Baik Cukup Baik Agak Kurang Kurang

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja, dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan. Secara umum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Badung Tahun 2010-2015, Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Badung Tahun 2010-2015, Keputusan Bupati Badung Nomor 577/03/HK/2012 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Badung Tahun 2010-2015, Peraturan Bupati Badung Nomor 54 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dan Peraturan Bupati Badung Nomor 64 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung merupakan, untuk SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung telah ditetapkan sebanyak 5 sasaran dan 11 indikator kinerja dengan rincian sebagai berikut:

(24)

- Sasaran 1 terdiri dari 2 indikator - Sasaran 2 terdiri dari 1 indikator - Sasaran 3 terdiri dari 5 indikator - Sasaran 4 terdiri dari 1 indikator - Sasaran 5 terdiri dari 2 indikator

3.1. Evaluasi Kinerja

Akuntabilitas Kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, Keputusan Kepala LAN Nomor:239/X/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Kinerja SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung pada umumnya telah terlaksana dengan baik walaupun ada beberapa kendala dan hambatan yang bersifat administratif dari beberapa program tersebut, namun kendala dan hambatan tersebut dapat teratasi dengan baik. Secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel (Perjanjian Kinerja).

3.2 Analisis Pencapaian Kinerja

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 memuat data dan informasi yang relevan dengan kebutuhan SKPD agar dapat menginterpretasikan realisasi pelaksanaan program dan kegiatan, faktor-faktor yang menjadi permasalahan dan solusi pemecahan masalah. Untuk itu diperlukan analisis

(25)

Badung dalam rangka mewujudkan Pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil, secara umum Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung telah dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Sasaran dan indikator yang telah ditetapkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung untuk analisis pencapaian kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagai pelaksanaan program dan kegiatan.

Pencapaian sasaran 1

Dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.1

Analisis Pencapaian Sasaran 1

Tuntasnya Wajib Belajar 12 Tahun bagi anak-anak usia sekolah

No

. Indikator Sasaran Satuan

Capaian Kinerja Tahun 2012 Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Persentase Anak usia sekolah

yang tuntas wajib belajar 12 tahun

% 100 100 117,73 117,73 100 117,89 117,89

2 Persentase angka melek huruf % 93,01 100 93,93 93,93 100 93,95 93,95

Guna mendukung program pemerintah

untuk “Mewujudkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045” Kabupaten Badung telah

melaksanakan program meningkatkan pemerataan

kesempatan belajar bagi masyarakat dan

meningkatkan mutu pendidikan pada semua jenjang, jalur dan jenis pendidikan. Upaya-upaya tersebut dilakukan karena pendidikan merupakan

satu usaha yang sangat strategi suntuk

menyeimbangkan seluruh potensi peserta didik agar mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, berahlak mulia, berbudi pekerti luhur serta memiliki kesehatan jasmani dan rohani. Jika program wajib belajar ini diterapkan dengan sukses, maka penduduk muda Kabupaten Badung akan mendapat manfaat dari peningkatan akses pendidikan. Anak-anak ini membawa peluang yang sangat besar. Ketika mereka bergerak menuju pasar tenaga kerja, mereka memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan daerahnya sebelum usia penduduk mengalami penuaan dan tingkat ketergantungan meningkat.

Generasi yang disebut-sebut “generasi emas” ini harus diberi pendidikan yang lebih baik, dan kesempatan belajar hingga pendidikan menengah. Berbagai upaya telah dilaksanakan guna

(26)

meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadikan Kabupaten Badung sebagai kabupaten yang mempunyai standar pendidikan yang berkualitas tinggi dan terkemuka di tingkat Nasional, mempunyai keunggulan kompetitip dan kompetensi yang berdaya saing tinggi antara lain adalah: peningkatan mutu pendidikan, peningkatan manajemen pelayanan pendidikan, peningkatan SDM pendidik, peningkatan sarana prasarana.

Berdasarkan tabel 3.2 tersebut diatas, terhadap indikator persentase anak usia sekolah

yang tuntas wajib belajar 12 tahun terlihat bahwa pencapaian indikator sasaran tahun 2014

ditargetkan sebesar 100% dan terealisasi sebesar 117,89%, sehingga capaian kinerja sudah

mencapai target yang telah ditetapkan, apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2013

sebesar 117,73% , terjadi peningkatan sebesar 0,16% di tahun 2014. Peningkatan ini terjadi

karena terdapat siswa yang berusia diluar usia resmi sekolah dari luar Kabupaten yang ingin

bersekolah di Kabupaten Badung,hal ini sebagai wujud pengakuan dan kepercayaan dari

masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Badung yang sangat berkomitmen

menangani kualitas pendidikan . Apabila dilihat perkembangan dari tahun 2011 sampai dengan

tahun 2014, ternyata pada tahun 2012 anak usia sekolah yang tuntas wajib belajar mengalami

penurunan karena pada tahun tersebut siswa putus sekolah berjumlah 26 orang atau 0,03% dari

target yang ditetapkan, kemudian pada tahun 2013 dan 2014 mengalami peningkatan kembali

karena tidak ada siswa putus sekolah dan terdapat siswa yang berusia di luar usia resmi sekolah

dari luar Kabupaten Badung.

Program yang mendukung terwujudnya pelaksanaan indikator persentase anak usia

sekolah yang tuntas wajib belajar 12 tahun antara lain program wajib belajar pendidikan dasar

sembilan tahun dengan besar anggaran Rp.157.827.150.814,00 serta program pendidikan

menengah dengan anggaran sebesar Rp.2.579.238.675,00. Pemerintah Kabupaten Badung terus

mengupayakan dan mendukung masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang layak,

sehingga konsekuensinya biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah mengalami

peningkatan. Hal ini dapat dilihat pula melalui program dan kegiatan inovasi seperti dana

pendampingan BOS dari APBD. Sejak tahun 2005 Kabupaten Badung mengalokasikan

(27)

Sedangkan indikator sasaran persentase angka melek huruf dapat dijelaskan bahwa

capaian target tahun 2014 ditargetkan sebesar 100% dan terealisasi sebesar 93,95%, sehingga

capaian kinerja mencapai 93,95%. Apabila dilihat perkembangan capaian kinerja setiap

tahunnya yaitu dari tahun 2011 terrealisasi 92,96%, tahun 2012 terealisasi 93,01%, tahun 2013

terrealisasi 93,93%, dan untuk Tahun 2014 terealisasi 93,95%. Capaian kinerja persentase angka

melek huruf dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, setiap tahun terus diadakan

peningkatan pelayanan pendidikan kepada masyarakat melalui pendidikan non formal seperti

Pusat Kegiatan Belajar mengajar di semua kecamatan. Sedangkan target persentase angka melek

huruf belum memenuhi target 100%, hal ini disebabkan masih adanya penduduk usia lanjut yang

tidak berminat untuk belajar mengikuti program kejar paket karena alasan usia lanjut. Solusi

untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan tetap mengadakan pendekatan melalui pembinaan dan

sosialisasi. Adapun program yang mendukung pelaksanaan indikator sasaran Angka Melek

Huruf adalah program pendidikan non formal dengan anggaran sebesar Rp.517.066.125,00.

Pelayanan pendidikan formal maupun non formal dapat terpenuhi karena Pemerintah Kabupaten

Badung sangat berkomitmen menangani kualitas pendidikan masyarakat di Kabupaten Badung,

agar masyarakat Kabupaten Badung terbebas dari buta aksara.

Realisasi akumulasi capaian sasaran sampai dengan Tahun 2014 di bandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.2

Analisis Pencapaian Indikator Sasaran

Tuntasnya wajib belajar 12 Tahun bagi anak-anak usia sekolah pada RPJMD Tahun 2015

No. Indikator Sasaran Satuan Akumulasi s/d.Realisasi Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja (%) 1 2 3 4 5 6

1 Persentase anak usia sekolah yang tuntas wajib

belajar 12 tahun % 117,89 100 % 117,89 2 Persentase angka melek huruf % 93,95 100 % 93,95

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir yang tercantum dalam RPJMD periode 2010-2015 menunjukkan angka yang positif. Ini berarti penduduk usia 7–18 tahun sudah mengenyam pendidikan pada jenjangnya, ini berarti wajib belajar 12 tahun terpenuhi untuk wilayah Kabupaten Badung. Sehingga target rintisan belajar 12 tahun oleh Pemerintah Provinsi Bali mulai tahun 2009 yang telah tertuang dalam RPJMD Provinsi Bali maupun pusat (Kementrian

(28)

Pendidikan dan Kebudayaan Nasional) mencanangkan Wajar 12 tahun mulai tahun 2012 yang di kenal dengan nama Pendidikan Menengah Universal sudah terpenuhi. Dan untuk angka melek huruf realisasi akumulasi sampai tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir dalam RPJMD masih belum memenuhi target dan akan diupayakan target 100% tercapai pada akhir tahun 2015.

Pencapaian sasaran 2

Dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.3

Analisis Pencapaian Sasaran 2

Mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif

No

. Indikator Sasaran Satuan

Capaian Kinerja Tahun 2012 Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Jumlah perolehan prestasi

akademik dan non akademik Prestasi 12 12 12 100 12 12 100

Peningkatan sumber daya manusia pada satuan pendidikan di Kabupaten Badung telah mampu bersaing dalam era globalisasi dengan terus mengupayakan memberikan pelayanan pendidikan untuk dapat mengembangkan potensi dan prestasi pada satuan pendidikan formal.

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa terhadap sasaran mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif di dukung oleh satu indikator yaitu jumlah perolehan prestasi akademik dan non akademik. Capaian kinerja Tahun 2014 dari indikator kinerja tersebut telah mencapai target yaitu capaian kinerjanya mencapai 100%. Apabila dilihat perkembangan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014, capaian kinerjanya telah mencapai 100%. hal ini disebabkan karena pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pada satuan pendidikan terus dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan agar setiap sekolah selalu termotivasi untuk mendapat prestasi akademik maupun non akademik. Adapun program yang mendukung terwujudnya pelaksanaan indikator sasaran mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif adalah program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dengan besar anggaran Rp.378.692.000,00 serta program pendidikan menengah dengan anggaran sebesar Rp.643.318.705,00.

Tabel 3.4

(29)

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa capaian kinerja pada sasaran mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif diperoleh data bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD tahun 2015 menunjukkan kinerja yang sangat positif dengan capaian kinerja telah mencapai 100%, sedangkan untuk rencana akhir dalam RPJMD akan diupayakan target 100% tercapai pada akhir tahun 2015.

Pencapaian sasaran 3

Dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.5

Analisis Pencapaian Sasaran 3

Mewujudkan tenaga pendidik, siswa yang bermutu dan kompetitif

No

. Indikator Sasaran Satuan

Capaian Kinerja Tahun 2012 Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Persentase kualifikasi guru S.1 % 73,43 100 83,56 83,56 100 87,69 87,69

2 Persentase angka lulusan % 100 100 99,99 99,99 100 100 100

3 Persentase angka kenaikan % 99,68 100 99,56 99,56 100 99,56 99,56

4 Persentase angka melanjutkan dari SD ke SMP

% 94,82 100 97,91 97,91 100 96,99 96,99

5 Persentase angka melanjutkan dari SMP ke SM

% 95,18 100 98,44 98,44 100 97,99 97,99

Paradigma pembangunan yang berorientasi pada keunggulan komparatif dengan lebih mengandalkan sumber daya alam dan tenaga kerja yang murah, saat ini mulai mengalami pergeseran menuju pembangunan yang lebih menekankan keunggulan kompetitif. Dalam paradigma baru ini, kualitas SDM, penguasaan teknologi tinggi dan peningkatan peran masyarakat memperoleh perhatian Keberhasilan pembangunan terutama ditentukan oleh kualitas manusianya, bukan oleh melimpah-ruahnya kekayaan alam. Dalam hal pengembangan SDM, pendidikan memiliki nilai strategis dan mempunyai peran penting sebagai suatu investasi di masa depan. Karena secara teoritis, pendidikan adalah dasar dari pertumbuhan ekonomi, dasar dari perkembangan sains dan teknologi, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan dalam pendapatan, dan peningkatan kualitas peradaban manusia pada umumnya.

Pembangunan pendidikan di Kabupaten Badung berorientasi pada pengembangan insan yang bermutu /berkualitas dan kompetitif, mampu mengembangkan potensi diri dan lingkungannya. Berbagai upaya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan diharapkan dapat menjadikan pendidikan di Kabupaten Badung mempunyai standar kualitas tinggi dan terkemuka di tingkat Nasional, mempunyai keunggulan kompetitif dan kompetensi yang berdaya saing tinggi.

Pada sasaran 3 (ketiga) ini didukung oleh lima indikator sasaran dan secara rinci capaian masing-masing indikator dapat dijelaskan sebagai berikut :

(30)

1. Indikator persentase kualifikasi guru S1, berdasarkan jumlah guru menurut kelayakan

mengajar berdasarkan kondisi kelayakan mengajar menggunakan Undang-Undang Nomor

14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru layak mengajar di tingkat SD, SMP dan SM

adalah berijazah Sarjana atau Diploma IV dan yang lebih tinggi. Persentase kualifikasi guru

S1 dari target 100,00% mencapai realisasi 87,69% dengan rincian untuk SD berjumlah 3.077

guru, SMP berjumlah 1.641 guru dan SM berjumlah 1.780 guru. Tidak tercapainya capaian

kinerja tersebut karena guru-guru tersebut masih dalam proses perkuliahan atau sedang

mengikuti kuliah dan ada beberapa guru yang menjelang usia pensiun tidak berminat untuk

melanjutkan kuliah. Ini berarti diperlukan upaya lebih lanjut dalam rangka penyetaraan guru

agar sesuai dengan jenjang pendidikan yang dipersyaratkan pada UU Nomor 14 Tahun

2005. Dengan memperhatikan kondisi seperti itu, Pemerintah Kabupaten Badung

berkomitmen untuk meningkatkan kualifikasi guru serendah-rendahnya berijasah S1. Dan

apabila dibandingkan dengan capaian kinerja setiap tahunnya dari tahun 2011 sampai

dengan tahun 2012 mengalami penurunan, tidak tercapainya capaian kinerja tersebut karena

guru-guru tersebut masih dalam proses perkuliahan atau sedang mengikuti kuliah dan ada

beberapa guru yang menjelang usia pensiun tidak berminat untuk melanjutkan kuliah, pada

tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 kembali mengalami peningkatan. Adapun program

yang mendukung pencapaian indikator persentase kualifikasi guru S1 adalah program

peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dengan anggaran sebesar

Rp.526.150.125,00. Apabila dibandingkan dengan capaian kinerja Provinsi Bali terkait

dengan jumlah guru yang memenuhi kualifikasi S1 untuk tingkat SD 21.158 guru dan

tingkat SMP 11.697 guru, sedangkan jika dibandingkan dengan Pemerintah Kota Denpasar

untuk tingkat SD 3.548 guru dan tingkat SMP 2.095 guru

2. Indikator persentase angka lulusan baik pada jenjang pendidikan tingkat dasar maupun lanjut /menengah dapat disampaikan bahwa tahun ajaran 2013/2014 angka kelulusan siswa pada umumnya menunjukkan angka yang positip, hal ini dapat dilihat pada jenjang pendidikan terhadap jumlah peserta ujian untuk tingkat SD yang mengikuti UN sebanyak 9.968 orang dan lulus 100%,. Sedangkan untuk kelulusan tingkat SMP berjumlah 8.648

(31)

telah ditetapkan, dan di tahun 2014 ini kembali mengalami peningkatan. Adapun program yang mendukung pencapaian indikator angka kelulusan adalah program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dengan anggaran sebesar Rp.532.506.750,00 dan program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan anggaran sebesar Rp.141.134.650.00 3. Indikator persentase angka kenaikan pada tahun 2014 ini dapat disampaikan bahwa belum

mencapai target yang ditetapkan dari target angka kenaikan 100% baru terealisasi sebesar 99,56% dan capaian kinerja baru mencapai 99,56% sehingga dikatakan belum mencapai target. Tidak tercapainya capaian kinerja inditator tersebut disebabkan karena tidak terpenuhinya syarat kenaikan tingkat, siswa kurang mampu/cakap dari segi akademik. Terhadap siswa seperti tersebut diatas, sekolah tetap memberikan perhatian khusus/istimewa agar yang bersangkutan mampu untuk mengejar atas ketinggalan pelajaran di sekolah. Apabila dilihat perkembangan setiap tahunnya dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 capaian kinerjanya mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal tersebut di harapkan peran serta berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan perkembangan anak didik antara lain sekolah, orang tua murid dan peserta didik itu sendiri. Adapun program yang mendukung pencapaian indikator angka kenaikan adalah program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dengan anggaran sebesar Rp.741.694.600,00 dan program pendidikan menengah dengan anggaran sebesar Rp.81.643.650,00. Apabila dibandingkan dengan capaian kinerja Provinsi Bali terkait dengan persentase angka kenaikan untuk tingkat SD 100% dan tingkat SMP 99.26% sedangkan jika dibandingkan dengan Pemerintah Kota Denpasar untuk tingkat SD 100% dan tingkat SMP 99,88% (sumber: Disdikpora Bali 2014) 4. Indikator persentase angka melanjutkan dari SD ke SMP pada tahun 2014 ini berdasarkan tabel diatas, terhadap indikator sasaran persentase lulusan pendidikan yang diterima di jenjang SMP dapat dijelaskan bahwa dari target yang ditetapkan sebesar 100% realisasinya sebesar 96,99%, Indikator sasaran ini digunakan untuk mengukur dan mengetahui jumlah siswa tamatan SD yang melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP. Dari 100% kelulusan SMP di Kabupaten Badung, yang melanjutkan ke jenjang pendidikan SM di Kabupaten Badung sebesar 96,99%. Sedangkan 3,01% siswa tamatan SD melanjutkan ke luar Kabupaten Badung, kondisi ini di sebabkan karena keinginan orang tua dan kemauan siswa itu sendiri. Adapun program yang mendukung pencapaian indikator angka melanjutkan dari SD ke SMP adalah program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dengan anggaran sebesar Rp.8.211.888.926,00

5. Indikator persentase angka melanjutkan dari SMP ke SM pada tahun 2014 ini berdasarkan tabel diatas, terhadap indikator sasaran persentase lulusan pendidikan yang diterima di jenjang menengah dapat dijelaskan bahwa dari target yang ditetapkan sebesar 100% realisasinya sebesar 97,99%, Indikator sasaran ini digunakan untuk mengukur dan

(32)

mengetahui jumlah siswa tamatan SMP yang melanjutkan ke jenjang pendidikan SM. Dari 100% kelulusan SMP di Kabupaten Badung, yang melanjutkan ke jenjang pendidikan SM di Kabupaten Badung sebesar 97,99%. Sedangkan 2,01% siswa tamatan SMP melanjutkan ke luar Kabupaten Badung, kondisi ini di sebabkan karena keinginan orang tua dan kemauan siswa itu sendiri. Adapun program yang mendukung pencapaian indikator angka melanjutkan dari SD ke SMP adalah program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dengan anggaran sebesar Rp.15.798.156.068,00. Apabila dibandingkan dengan capaian kinerja Provinsi Bali terkait dengan persentase angka melanjutkan SMP ke SM 92,46% sedangkan jika dibandingkan dengan Pemerintah Kota Denpasar 119,9% (sumber: Disdikpora Bali 2014)

Tabel 3.6

Analisis Pencapaian Indikator Sasaran

Mewujudkan tenaga pendidik, siswa yang bermutu dan kompetitif pada RPJMD Tahun 2015

No. Indikator Sasaran Satuan

Realisasi Akumulasi s/d. Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja (%) 1 2 3 4 5 6

1 Persentase kualifikasi guru S.1 % 87,69 100 87,69

2 Persentase angka lulusan % 100 100 100

3 Persentase angka kenaikan % 99,56 100 99,56

4 Persentase angka melanjutkan dari SD ke SMP % 96,99 100 96,99

5 Persentase angka melanjutkan dari SMP ke SM % 97,99 100 97,99

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa pencapaian sasaran Mewujudkan pendidikan yang bermutu dan kompetitif di Kabupaten Badung sesuai dengan rencana dalam RPJMD pada tahun 2014 menunjukkan hasil interprestasi memuaskan, sedangkan untuk rencana akhir dalam RPJMD akan diupayakan target 100% tercapai pada akhir tahun 2015.

Pencapaian sasaran 4

Dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.7

Analisis Pencapaian Sasaran 4

(33)

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa terhadap sasaran mewujudkan pemuda yang berprestasi pada kompetisi pada tingkat provinsi, nasional dan regional di dukung oleh satu indikator yaitu jumlah bidang kepeloporan yang mendapat prestasi di tingkat provinsi, nasional dan regional. Capaian kinerja Tahun 2014 dari indikator kinerja tersebut belum mencapai target, yaitu capaian kinerjanya mencapai 40% target yang ditetapkan yakni 5 bidang kepeloporan untuk mendapat juara, hal ini disebabkan karena masih rendahnya minat pemuda untuk terjun di bidang kewirausahaan dan cenderung bekerja pada sektor formal. Adapun solusinya yang akan ditempuh untuk meningkatkan prestasi pemuda dengan cara membangun jiwa kewirausahaan dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Adapun program yang mendukung terwujudnya pelaksanaan indikator sasaran mewujudkan pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing melalui penyiapan pemuda kader adalah program peningkatan peran serta kepemudaan dengan anggaran sebesar Rp.1.429.794.800,00. Apabila dilihat perkembangan setiap tahunnya dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 dapat dijabarkan sebagai berikut: dari tahun 2011 sampai tahun 2012 capaian kinerjanya mengalami peningkatan, tahun 2013 terjadi penurunan, hal ini disebabkan karena masih rendahnya minat pemuda untuk terjun di bidang kepeloporan dan untuk tahun 2014 kembali mengalami peningkatan walaupun belum memenuhi target.

Tabel 3.8

Analisis Pencapaian Indikator Sasaran

Mewujudkan pemuda maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing pada RPJMD Tahun 2015

No. Indikator Sasaran Satuan

Realisasi Akumulasi s/d. Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja (%) 1 2 3 4 5 6

1 Jumlah pemuda yang berprestasi di tingkat propinsi,

nasional dan regional Bidang 2 5 40

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa pencapaian sasaran jumlah pemuda yang berprestasi di tingkat propinsi, nasional dan regional sesuai dengan rencana dalam RPJMD pada tahun 2014 menunjukkan interprestasi agak kurang dengan tingkat capaian kinerja sebesar 40%. Sedangkan untuk rencana akhir dalam RPJMD akan diupayakan target 100% tercapai pada akhir tahun 2015.

(34)

Pencapaian sasaran 5

Dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3.9

Analisis Pencapaian Sasaran 5

Mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetisi Di tingkat provinsi, nasional dan regional.

No

. Indikator Sasaran Satuan

Capaian Kinerja Tahun 2012 Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Jumlah atlit yang berprestasi di

tingkat provinsi, nasional dan regional

Atlit 110 110 110 100 % 110 110 100 %

2 Jumlah cabang olahraga yang

mendapat prestasi di tingkat provinsi, nasional dan regional

Cabang 16 16 15 93,75 % 16 16 100 %

Olahraga sebagai gaya hidup manusia (life style), karena dengan berolahraga hidup menjadi lebih sehat, gembira, dan kerja lebih produktif. Bila anak-anak sehat dan gembira kita akan mendapatkan jutaan bibit-bibit unggul sumber daya manusia serta juga olahragawan yang nantinya menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia untuk berbagai cabang olahraga. Minat dan bakat alam harus diasah dengan metode latihan yang efektif, melibatkan sport science secara menyeluruh, serta melakukan kompetisi yang berkesinambungan di semua tingkatan. Melalui sosialisasi, kompetisi di tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi dan nasional yang bertujuan agar dapat meraih prestasi lebih tinggi di kancah olahraga antar bangsa.

Berdasarkan tabel di atas, Kabupaten Badung dalam rangka mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetisi di tingkat provinsi, nasional dan regional di dukung oleh dua indikator yaitu jumlah atlit yang berprestasi di tingkat provinsi, nasional dan regional. Capaian kinerja tahun 2014 sudah mencapai target dengan capain kinerja mencapai 100%. Apabila dilihat perkembangan setiap tahunnya dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 capaian kinerjanya mencapai 100% ini berarti Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen dalam memberikan prioritas kepada atlet pelajar yang berprestasi untuk dapat melanjutkan pendidikan pada sekolah-sekolah favorit di Kabupaten Badung, disertai pemberian beasiswa dan reward yang lebih baik. Sedangkan indikator yang kedua yaitu jumlah cabang olahraga yang mendapat prestasi di tingkat provinsi, nasional dan regional, capaian kinerja tahun 2014 sudah mencapai target yakni 16 cabang olah raga yang mendapat prestasi dengan capaian kinerjanya mencapai 100%.

(35)

mencapai target yang ditetapkan. Adapun program yang mendukung terwujudnya pelaksanaan ke dua indikator sasaran mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetisi di tingkat provinsi, nasional dan regional adalah program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga dengan anggaran sebesar Rp.6.274.385.395,00.

Realisasi akumulasi capaian sasaran sampai dengan Tahun 2014 di bandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.10

Analisis Pencapaian Indikator Sasaran

Mewujudkan olahragawan yang berprestasi pada kompetisi di tingkat provinsi, nasional dan regional.

pada RPJMD Tahun 2015

No. Indikator Sasaran Satuan Akumulasi s/d.Realisasi Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja (%) 1 2 3 4 5 6

1 Jumlah atlit yang berprestasi di tingkat provinsi,

nasional dan regional Atlit 110 110 100 %

2 Jumlah cabang olahraga yang mendapat prestasi di

tingkat provinsi, nasional dan regional Cabang 16 16 100 %

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa pencapaian indikator sasaran Jumlah atlit yang berprestasi di tingkat provinsi, nasional dan regional dan Jumlah cabang olahraga yang mendapat prestasi di tingkat provinsi, nasional dan regional sesuai dengan rencana dalam RPJMD pada tahun 2014 menunjukkan hasil yang baik dengan capaian kinerja mencapai 100%. Sedangkan untuk rencana akhir dalam RPJMD akan diupayakan target 100% tercapai pada akhir tahun 2015.

3.3 Akuntabilitas Keuangan

Kebijakan umum belanja daerah diarahkan pada peningkatan efesiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas dan penetapan prioritas alokasi anggaran. Selain itu kebijakan belanja daerah juga diarahkan untuk mencapai visi dan misi yang ditetapkan dalam rangka memperbaiki kualitas dan kuantitas pelayanan publik. Belanja daerah yang dianggarkan juga untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Badung.

Pencapaian kinerja sasaran, program dan kegiatan, ditunjang dengan jumlah dana yang di anggarkan SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel 3.11

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perbandingan efektivitas terhadap roti yang diangkut metode nearest neighbour lebih efektif dari algoritma genetika,

Interaksi antara masing-masing perlakuan konsentrasi madu dengan perlakuan lama fermentasi menunjukkan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai

Saya kira Ibu Sukma sebagai salah seorang Anggota Komisi Yudisial tahun 2015 – 2020 ini kan sudah berpengalaman ya. Saya hanya ingin mendapatkan gambaran dari Ibu

• Wilayah Jawa Barat Selatan juga masih memiliki kelemahan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dengan kinerja ekonomi yang relatif buruk/memburuk di Kabupaten Cianjur

Cairan Bouin digunakan sebagai bahan fiksatif untuk needle biopsi renal dan testikular. Cairan Bouin mewarnai jaringan menjadi kuning. Cairan Bouin juga merupakan bahan fiksatif

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari PDAM di 3 kabupaten/kota dan hasil observasi, pemanfaatan air langsung dari kawasan di nagari penyangga oleh PDAM yakni PDAM Tirta Alami

Pada saat melakukan proses wawancara di Kecamatan Kepala Seksi Pelayanan Umum disana menerima penulis dengan baik dan ramah, begitu juga dengan petugas yang

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi serta masukan publik tersebut, terdapat beberapa masukan umum, antara lain adanya pemahaman yang kurang tepat oleh masyarakat