• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETUNJUK TEKNIS ORIENTASI TEKNIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PETUNJUK TEKNIS ORIENTASI TEKNIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PETUNJUK TEKNIS

ORIENTASI TEKNIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI,

NONFORMAL, DAN INFORMAL

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MILIK NEGARA

TIDAK DIPERDAGANGKAN

(2)

SAMBUTAN

DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL, DAN INFORMAL

Usia dini merupakan periode perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pada masa ini, seluruh instrumen besar manusia terbentuk, bukan kecerdasan saja tetapi seluruh kecakapan psikis. Para ahli menamakan periode ini sebagai usia emas perkembangan.

Pemerintah terus mendorong kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) menuju PAUD sebagai sebuah gerakan nasional.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa PAUD dapat dilaksanakan melalui semua jalur pendidikan, baik formal, nonformal, maupun informal. Selain memberikan kepastian hukum dan penetapan standar, pemerintah terus berupaya memberikan stimulasi terhadap penyelenggaraan PAUD, antara lain dalam bentuk pemberian bantuan dana rintisan penyelenggaraan PAUD, bantuan operasional pendidikan, bantuan alat permainan edukatif, bantuan pembangunan dan rehab sarana dan prasarana, insentif pendidik, serta peningkatan mutu pendidik secara berkelanjutan. Namun demikian mengingat besarnya tantangan yang dihadapi, maka mengandalkan dukungan pemerintah saja tidaklah cukup. Untuk mewujudkan PAUD sebagai gerakan nasional diperlukan keterlibatan semua komponen bangsa dan sumber-sumber pendanaan yang tersedia yang meliputi orangtua, masyarakat, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), alokasi dana desa, program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM), dan sumber lain yang tidak mengikat.

Selain upaya perluasan, kita juga harus memperhatikan aspek pemerataan.

PAUD harus mampu menjangkau kawasan yang tertinggal, terisolir, dan terdepan dengan berbagai karakteristiknya. Prioritas pembangunan tahun ini diarahkan untuk menjangkau wilayah ini, dengan moto “menjangkau yang tidak terjangkau”. Untuk mempercepat upaya tersebut, pemerintah telah menetapkan koridor-koridor pembangunan nasional yang terdiri dari enam koridor, yaitu koridor I untuk wilayah Sumatera; koridor II untuk wilayah Jawa; koridor III untuk wilayah Kalimantan; koridor IV

(3)

untuk wilayah Sulawesi; koridor V untuk wilayah Maluku, Bali, dan Nusa Tenggara; serta koridor VI untuk wilayah Papua.

Saya menyambut gembira atas terbitnya petunjuk teknis ini untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanakan kegiatan di lapangan. Semoga pelaksanaan program PAUD tahun 2012 dapat berjalan lebih baik. Kritik dan saran dari para pemangku kepentingan untuk perbaikan petunjuk teknis ini di masa yang akan datang, sangat kami harapkan.

Jakarta, Februari 2012

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal,

Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog NIP. 19570322 198211 2001

(4)

KATA PENGANTAR

Pengelolaan pembelajaran yang tepat pada program pada Pendidikan Anak Usia Dini merupakan inti dari layanan PAUD yang berkualitas. Kepiawaian guru dalam merencanakan, melaksanakan, serta menilai program yang sesuai dengan perkembangan, karakretistik anak, dan nilai budaya yang tumbuh di sekitar anak merupakan tantangan besar yang harus diatasi pendidik PAUD di Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa banyak pendidik PAUD yang sudah melampaui kemampuan di atas, namun jauh lebih banyak yang masih di bawah kemampuan yang diharapkan. Berbagai latar belakang pendidikan, keterbatasan mengakses program pengembangan diri, serta keterbatasan dukungan finansial merupakan alasan yang dirasakan para pendidik PAUD sekarang ini.

Dalam pola pembangunan PAUD di Indonesia yang tertuang pada Grand Desain telah ditetapkan arah kebijakan PAUD ke depan yakni di tahun 2045 diharapkan seluruh anak usia 0-6 tahun terlayani dengan layanan PAUD yang prima sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi insan Indonesia yang cerdas komprehensif. Jalan menuju arah sana masih panjang dan harus diperjuangkan dengan berbagai cara, termasuk mengatasi kendala-kendala tersebut di atas. Salah satu kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini untuk menyiapkan pendidik yang siap mengelola pembelajaran yang tepat dengan cara menyertakan mereka mengikuti Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD. Kegiatan orientasi ini utamanya ditujukan bagi calon pendidik dan atau pendidik baru yang mendapatkan rintisan atau bantuan lain melalui dana dekon. Untuk memberikan acuan kepada para pengelola dan penyelenggara kegiatan ortek pembelajaran maka disusun Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Orientasi Teknis Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini yang di dalamnya memuat silabus materi ortek.

Materi orientasi ini belum sedalam yang diharapkan, oleh karena itu para pendidik yang sudah mengikuti kegiatan orientasi teknis seharusnya mengikuti pelatihan dan latihan berjenjang (diklat berjenjang) baik dari

(5)

APBN, APBD, atau sumber lain. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program penyiapan pendidik yang berkualitas, diharapkan kegiatan orientasi teknis pembelajaran ini memberi manfaat bagi para pendidik.

Untuk itu untuk perbaikan pelaksanaan ortek yang akan datang, kami menunggu saran dan rekomendasi dari para pembaca dan pengguna Petunjuk Teknis ini.

Akhirnya kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terwujudkan Petunjuk Teknis ini. Semoga Petunjuk Teknis ini bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Jakarta, Januari 2012 Direktur Pembinaan

Pendidikan Anak Usia Dini,

Dr. Erman Syamsuddin NIP. 195703041983031015

(6)

DAFTAR ISI

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN

ANAK USIA DINI, NONFORMAL, INFORMAL ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Dasar Hukum ... 1

C. Tujuan ... 2

D. Pengertian ... 3

BAB II PELAKSANAAN ... 4

A. Materi ... 4

B. Sumber dana ... 4

C. Pelaksana/Panitia ... 5

D. Peserta Orientasi ... 5

E. Narasumber ... 6

F. Metode ... 6

G. Prasarana/Sarana ... 6

H. Mekanisme Orientasi ... . 6

I. Surat Tanda Serta/Sertifikat ... 7

I. Penutup ... 8

Lampiran Lampiran 1 Kisi-Kisi Kurikulum Kegiatan Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD ... . 9

Lampiran 2 Contoh Lembar Penilaian Narasumber ... 12

Lampiran 3 Contoh Lembar Penilaian Kegiatan Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD ... . 13

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perluasan dan pemerataan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat dimungkinkan untuk menjangkau seluruh sasaran apabila ditunjang dengan ketersediaan lembaga PAUD yang mudah diakses, pendidik yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, dan dukungan penyelenggaraan PAUD dari Pusat, Daerah dan masyarakat. Peningkatan mutu layanan terkait erat dengan penyiapan pendidik yang bermutu, memiliki kompetensi handal sebagai Pembina dan fasilitator pembelajaran. Kenyataan sekarang ini baru sekitar 15 % pendidik yang memenuhi kualifikasi pendidikan, dan baru sekitar 40% pendidik yang mendapatkan pelatihan yang relevan.

Kondisi di atas merupakankan tantangan tersendiri mengingat guru merupakan komponen penting dalam pemberi layanan PAUD.

Perlu dicari berbagai strategi dan alternative untuk meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan yang diharapkan.

Tantangan lain adalah terus bertambahnya lembaga-lembaga baru layanan PAUD, yang nota bene memerlukan guru-guru baru yang kompeten. Terkait dengan kebutuhan tersebut, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini menyelenggarakan kegiatan Orientasi Teknis Pembelajaran bagi guru-guru PAUD khususnya yang menerima program rintisan dan program lainnya.

Untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan Orientasi Teknis Pembelajaran tersebut, maka perlu disusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD.

B. Dasar Hukum

1. Undang-undang Dasar 1945;

2. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1974 tentang Kesejahteraan Anak;

(8)

3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 4 dan pasal 8;

4. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

6. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

C. Tujuan

1. Tujuan Petunjuk Teknis

Sebagai acuan bagi Pihak yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD bagi Tenaga Pendidik/Pengasuh PAUD baik yang didanai APBN, APBD, maupun swadaya.

2. Tujuan Orientasi a. Tujuan Umum

Tujuan umum Orientasi adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan Tenaga Pendidik/Pengasuh di bidang pendidikan, kesehatan dan gizi agar dapat meningkatkan kecerdasan jamak anak usia dini yang dititipkan pada lembaga PAUD.

b. Tujuan Khusus

Tujuan khusus Orientasi ini adalah untuk meningkatkan : 1) Keterampilan dalam menstimulasi pertumbuhan dan

perkembangan anak sesuai dengan minat dan kemampuan anak.

2) Keterampilan dalam membangun karakter dan kepribadian anak.

3) Keterampilan dalam mengelola dan mendukung kegiatan main sesuai perkembangan main anak.

(9)

4) Keterampilan dalam menjaga dan memelihara kesehatan, gizi, dan keamanan lingkungan anak.

5) Keterampilan dalam menyusun rencana pembelajaran, mengelola pembelajaran dan memberdayakan lingkungan, limbah, dan alat yang tersedia menjadi sumber belajar bagi anak.

6) Keterampilan dalam mendokumentasikan, menterjemahkan, mengelola dan melaporkan pengamatan perkembangan anak.

7) Keterampilan bekerja secara efektif dengan orangtua dalam mendidik dan mengasuh anak.

D. Pengertian

1. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas).

2. Petunjuk Teknis Orientasi Teknis Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini merupakan acuan minimal yang perlu diperhatikan dalam keseluruhan proses penyelenggaraan Orientasi.

3. Tenaga Pendidik adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak usia dini di lembaga PAUD.

4. Tenaga Pengasuh adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan pengasuhan dan perawatan kepada anak untuk menggantikan peran orangtua yang sedang bekerja/mencari nafkah.

(10)

BAB II PELAKSANAAN

A. Materi

Kegiatan Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD dilaksanakan selama 4 hari efektif @ 45 menit, dengan kurikulum kegiatan sebagai berikut:

No. Materi Jumlah Waktu

Teori Praktek 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Kontrak Belajar (Analisa Diri dan Analisa Kebutuhan):

Konsep Dasar PAUD

Tumbuh Kembang Anak 0 – 6 Tahun Gizi dan Perawatan Anak 0 – 6 Tahun Bermain pada Anak Usia 0 - 6 Tahun Penataan lingkungan dan alat main Pengelolaan kegiatan bermain Pembuatan Rencana Pembelajaran Penilaian dan Pelaporan Perkembangan anak

Pendidikan Keorangtuaan (Parenting) Pendidikan Karakter

Micro teaching Evaluasi Orientasi

1 jam 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 1 jam 1 jam 1 jam 1 jam 1 jam 2 jam 2 jam

1 jam 1 jam

2 jam 2 jam 3 jam 1 jam

4 jam

Jumlah 18 jam 14 jam

B. Sumber dana

Orientasi dilaksanakan di daerah melalui dana Dekonsentrasi pada Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi yang tercantum pada DIPA

(11)

Propinsi tahun 2012, dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota atau dana lain dari masyarakat.

C. Pelaksana/Panitia

Susunan Pelaksana penyelenggaraan Orientasi Teknis disesuaikan dengan kebutuhan setempat dan disesuaikan dengan ketentuan yang ada. Pelaksana sebagai Panitia mempunyai tugas-tugas sebagai berikut:

a. Menyusun Desain (termasuk rencana dan jadwal pelaksanaan).

b. Mengatur dan menatalaksanakan administrasi c. Menghubungi dan mengundang Narasumber d. Mengindentifikasi dan mengundang Peserta

e. Menyiapkan prasarana dan sarana yang akan digunakan f. Menggandakan materi dari Narasumber

g. Melaksanakan kegiatan Orientasi h. Menyusun laporan kegiatan.

D. Peserta Orientasi 1. Kriteria Peserta

a. Diutamakan bagi lembaga yang akan menerima dana Block grand Rintisan PAUD;

b. Memiliki minat dalam mendidik dan mengasuh anak usia dini.

c. Memenuhi ketentuan Direktorat Pembinaan PAUD.

2. Kewajiban Peserta

a. Mentaati peraturan sesuai tata tertib yang ditetapkan Panitia

b. Aktif mengikuti semua aktivitas selama kegiatan Orientasi berjalan.

c. Menerapkan semua pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan di PAUD binaan masing-masing.

(12)

3. Hak Peserta

a. Memperoleh sarana dan materi belajar selama mengikuti Orientasi

b. Memperoleh Tanda Serta (Sertifikat) dalam mengikuti kegiatan Orientasi.

E. Narasumber

Narasumber yang memberikan materi pada kegiatan Orientasi adalah Master Trainer yang telah dilatih di tingkat Pusat sesuai dengan bidang keahliannya.

F. Metode

Metode yang digunakan dalam kegiatan Orientasi ini adalah metode partisipatif atau yang dapat memberikan kesempatan bagi Peserta untuk berperan aktif seperti tanya-jawab, diskusi, berbagi pengalaman, pengatasan-masalah (problem solving) dan simulasi.

G. Prasarana/Sarana

1. Gedung pertemuan yang memadai dari segi penerangan, pengaturan udara, dan kenyamanan serta daya tampung untuk seluruh peserta.

2. Memiliki ruangan untuk praktek pembelajaran dengan metode PAUD.

3. Tersedia alat tulis-menulis, meja kursi, LCD, Komputer dll.

4. Peralatan umum lain yang diperlukan Peserta selama mengikuti kegiatan Orientasi.

H. Mekanisme Orientasi 1. Persiapan

a. Menyusun desain kegiatan Orientasi

b. Rapat persiapan dilanjutkan dengan pembentukan Panitia untuk menerbitkan Surat Tugas dan Surat Keputusan Kegiatan Orientasi Peningkatan Pemahaman Tenaga Pendidik/ Pengasuh di PAUD.

c. Menentukan dan menghubungi calon Narasumber untuk memaparkan materi yang telah ditentukan.

(13)

d. Mengidentifikasi calon peserta dari lembaga PAUD yang ada di daerah yang bersangkutan.

e. Mempersiapkan kelengkapan administrasi antara lain berupa tanda pengenal, tata tertib, biodata peserta, daftar hadir, kelengkapan administrasi keuangan, sertifikat dan lembar evaluasi kegiatan.

f. Menghubungi pihak Penyewa Gedung yang akan digunakan dalam pelaksanaan Orientasi.

g. Menyiapkan surat-surat yang diperlukan seperti Pemanggilan Peserta, Undangan untuk Narasumber, Undangan untuk Para Pejabat, dan surat-surat lain yang berhubungan dengan pelaksanaan Orientasi.

2. Penyelenggaraan

Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD bagi Tenaga Pendidik/

Pengasuh PAUD diselenggarakan sesuai dengan rencana dan desain yang telah dibuat.

3. Tindaklanjut

a. Setelah kegiatan Orientasi dilaksanakan para Peserta dapat mempraktekkan ilmu yang diperoleh di lembaga yang bersangkutan

b. Peserta memperoleh Surat Tanda Serta/Sertifikat

c. Peserta selalu mendapat pembinaan secara berkelanjutan dengan memberikan kesempatan pada Orientasi lainnya yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

I. Surat Tanda Serta/Sertifikat

Surat tanda serta atau Sertifikat dikeluarkan dan ditandatangani oleh Pejabat selaku Penanggung Jawab Kegiatan Orientasi atau pihak lain yang berwenang.

(14)

J. Penutup

1. Tindak Lanjut

Kegiatan Orientasi Teknis Pembelajaran PAUD bersifat pengenalan awal tentang pengelolaan pembelajaran.

Pendalaman lebih lanjut dilakukan oleh pendidik melalui pendidikan dan latihan berjenjang (diklat berjenjang), kursus, magang, kegiatan di gugus, dan belajar mandiri.

2. Rujukan

Apabila dalam penyelenggaraan atau tindaklanjut kegiatan dan hal-hal yang perlu informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sub Direktorat Pembelajaran dan Peserta Didik, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal, Gedung E lantai 7 Kemdikbud. Jalan Jenderal Sudirman-Senayan- Jakarta. Dapat juga membuka program e-learning di www.paud.kemdiknas.go.id.

(15)

Lampiran 1.

KISI-KISI KURIKULUM KEGIATAN

ORIENTASI PENINGKATAN PEMAHAMAN PELATIH DAN PENDIDIK PAUD

No. Materi Jumlah Waktu

Teori Praktek 1 Kontrak Belajar (Analisa Diri dan Analisa

Kebutuhan):

a. Pemahaman Peran Guru pada PAUD b. Sikap profesionalisme Guru

1

2 Konsep Dasar PAUD a. Holistik integrative

b. Terpadu dan berkesinambungan c. DAP

2 1

3 Tumbuh Kembang Anak 0 – 6 Tahun a. Aspek perkembangan

b. Tahapan Perkembangan anak

c. Faktor yang mempengaruhi perkembangan d. Cara Anak belajar

e. Dukungan guru untuk pertumbuhan dan perkembangan anak

2 1

4 Gizi dan Perawatan Anak 0 – 6 Tahun a. Pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan

perkembangan otak dan kecerdasan anak b. Kebutuhan gizi untuk anak sesuai usia c. perawatan dasar kesehatan anak

d. Dukungan guru untuk gizi dan perawatan anak

2

5 Bermain pada Anak Usia 0 - 6 Tahun a. Pentingnya bermain bagi anak

b. Macam-macam jenis kegiatan bermain c. Kegiatan bermain yang sesuai dengan

2

(16)

d. Dukungan guru untuk kegiatan main anak 6 Penataan lingkungan dan alat main

a. Pentingnya penataan lingkungan b. syarat penataan lingkungan in door dan

out door

c. Penataan lingkungan sesuai tahapan perkembangan anak

d. Dukungan guru menyiapkan lingkungan bermain yang mendukung semua aspek perkembangan anak

1 2

7 Pengelolaan kegiatan bermain a. Bermain sensorimotorik b. Bermain peran

c. Bermain pembangunan

*Bermain mengenalkan konsep matematika

*Bermain mengenalkan konsep sain d. Dukungan guru selama dan sesudah anak

bermain

1 3

8 Pembuatan Rencana Pembelajaran

a. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

b. Menyusun Silabus

c. Menyusun Rencana Pembelajaran

1 2

9 Penilaian dan Pelaporan Perkembangan Anak a. Macam-macam teknik penilaian

b. Pelaksanaan penilaian pada PAUD c. Bentuk pelaporan

1 1

10 Pendidikan Keorangtuaan (Parenting) a. Pentingnya kegiatan parenting untuk

mendukung keberhasilan anak b. Berbagai macam kegiatan parenting

1

11 Pendidikan Karakter

a. Nilai-nilai karakter pada anak usia dini b. Teknik Pengenalan dan penanaman

2

(17)

karakter pada anak usia dini

c. Memasukkan pendidikan karakter pada kegiatan harian lembaga PAUD

12 Micro teaching

a. Menetapkan aspek apa yang akan dikembangkan

b. Konsep pengetahuan apa yang akan dibangun pada anak

c. Sikap apa yang diharapkan dari anak d. Kegiatan main apa yang disiapkan guru e. Bagaimana guru mengelola kegiatan main

tersebut

2 4

Evaluasi Orientasi

Jumlah 18 jam 14 jam

(18)

Lampiran 2

Contoh Lembar Penilaian Narasumber Nama Narasumber : ...

Materi : ...

Tanggal : ...

No Indikator Nilai

(rentang 40 – 100) 1. Kesesuaian Materi dengan Tujuan Pelatihan

2. Sistematika dan kejelasan materi 3. Kemampuan menyampaikan materi 4. Ketuntasan materi

5. Kemampuan mengelola kelas 6. Kemampuan mengelola waktu 7. Penggunaan alat bantu/media belajar 8. Kemampuan menjawab pertanyaan

Jumlah

...,...,...

Peserta,

...

Keterangan:

Nilai A = (650 – 800) Nilai B = (480 – 649) Nilai C = (400 – 479) Nilai D = (kurang dari 400)

(19)

Lampiran 3.

LEMBAR PENILAIAN PENYELENGGARAAN ORIENTASI TEKNIS

No Indikator Nilai

(rentang 40 – 100) 1 Kesiapan menerima peserta

2 Pengaturan pembagian ATK 3 Pengaturan kamar

4 Pengelolaan ruang kegiatan

5 Kesiapan alat yang yang digunakan (sound system, LCD, dll)

6 Pemilihan Nara sumber 7 Penyediaan makanan

8 Kebersihan kamar dan ruangan 9 Fasilitasi kebutuhan peserta 10 Penyelesaian administrasi

Jumlah ...

...,...,...

Peserta,

...

Keterangan:

Nilai A = (850 – 1.000) Nilai B = (700 – 849) Nilai C = (500 – 699) Nilai D = (kurang dari 500)

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat didukung oleh salah satunya adalah kegiatan penyediaan layanan PAUD yang mempunyai sasaran strategis yaitu;

perkembangan kognitif anak usia dini. Observasi yang peneliti telah lakukan pada sebuah lembaga PAUD yaitu PAUD Monapa Kabupaten Konawe Selatan, hal ini terlihat

Hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: (1) Context memiliki komponen kebijakan pembentukan PAUD Wira Putra berlandaskan peningkatan pemerataan

20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas disebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan

Untuk itu, sangat penting upaya pengembangan SDM bagi terwujudnya SDM bidang pendidikan yang berkualitas atau bermutu.Pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang

Hasil pementaan mutu lembaga PAUD dengan variabel yang diteliti adalah standar nasional pendidikan anak usia dini dengan indikator 8 standar nasional serta

Untuk pendidikan anak usia dini tentu kreatifitas anak sangat jauh berbeda dengan orang dewasa, para pendidik di lembaga PAUD melatih kreatifitas anak misalnya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen partisipasi orang tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di lembaga PAUD