• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA PERHITUNGAN KEKUATAN BAHAN MINI FORKLIFT KAPASITAS MAKSIMUM 5 KG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISA PERHITUNGAN KEKUATAN BAHAN MINI FORKLIFT KAPASITAS MAKSIMUM 5 KG"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA AKHIR

ANALISA PERHITUNGAN

KEKUATAN BAHAN MINI FORKLIFT KAPASITAS MAKSIMUM 5 KG

OLEH :

WAHYU AULIA RAHMAN

045202007

KARYA AKHIR YANG DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH IJAZAH SARJANA SAINS TERAPAN

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANIK INDUSTRI PROGRAM DIPLOMA – IV FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2009

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Karya Akhir ini dengan judul “ANALISA PERHITUNGAN KEKUATAN BAHAN MINI FORKLIFT KAPASITAS MAKSIMUM 5 KG’’.

Penyusunan laporan Karya Akhir ini dilakukan guna untuk menyelesaikan Studi di Program Studi Teknologi Mekanik Industri Universitas Sumatera Utara, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan.

Dalam kegiatan penulis untuk menyelesaikan Karya Akhir ini, penulis telah banyak mendapat bantuan berupa bimbingan, arahan dan saran dari berbagai pihak.

Untuk itu maka dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Ir. Tugiman, MT, sebagai Dosen Pembimbing penulis

2. Bapak Ir. Mulfi Hazwi, Msc, selaku Ketua Program Studi Teknologi Mekanik Industri Program Diploma-IV, FT-USU.

3. Ibu dan Ayah yang telah banyak memberikan perhatian, nasihat, doa, dan dukungan baik moril maupun materil.

4. Abangku Wahyu Hidayat dan Deby yang selalu memberikan dukungan semangat dan selalu mendoakan penulis.

5. Seluruh Staf Pengajar Departemen Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara.

6. Pegawai Departemen Teknik Mesin kak Is, bang Syawal, bang Izhar Fauzi, bang Yono, dan bang Marlon.

7. Rekan satu tim dalam pengerjaan karya akhir ini Muhammad Zulfan‘04 dan Inal Syahputra’04.

8. Rekan mahasiswa stambuk ’04 yang sudah banyak membantu.

(3)

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna adanya, karena masih banyak kekurangan baik dari segi ilmu maupun susunan bahasanya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi menyempurnakan laporan ini.

Akhir kata bantuan dan budi baik yang telah penulis dapatkan, menghaturkan terima kasih dan hanya Tuhan Yang Maha Esa yang dapat memberikan limpahan berkat yang setimpal. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bagi penulis sendiri tentunya.

Medan, 20 April 2009 Penulis

WAHYU AULIA RAHMAN NIM : 045202007

(4)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR NOTASI ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan ... 2

1.3 Manfaat ... 2

1.4.Batasan Masalah ... 3

1.5.Metode Perancangan ... 3

1.6. Sistematika Penulisan ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Umum ... 6

2.2 Prinsip Kerja ... 7

2.3 Bagian Utama Forklift ... 7

2.3.1 Fork ... 7

2.3.2 Carrige ... 7

2.3.3 Mast ... 7

2.3.4 Overhead Guard ... 7

2.3.5 Counter Wieght ... 8

(5)

2.4 Poros ... 10

2.5 Baut ... 13

2.6 Daya Motor Penggerak ... 15

2.7 Analisa Kekuatan Fork ... 16

2.7.1 Momen Pada Batang Fork... 17

2.7.2 Tegangan Tarik pada Fork ... 18

2.7.3 Lendutan pada batang Fork ... 20

2.8 Tali Baja ... 24

2.9 Bantalan ... 26

BAB III PENETAPAN SPESIFIKASI DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Pendahuluan ... 28

3.2 Penetapan Kapasitas Forklift ... 28

3.3 Perencanaan Sistem Transmisi ... 28

3.4 Spesifikasi Perencanaan ... 28

3.5. Bagian Utama Mini Forklift ... 29

3.5.1 Baterai ... 29

3.5.2 Motor ... 29

3.5.3 Rangka Forklift ... 30

3.5.4 Fork ( Garpu ) ... 31

3.5.5 Lift ( Rak )... 31

3.5.6 Roda ... 32

3.5.7 Tali Baja ... 33

(6)

BAB IV ANALISA PERANCANGAN DAN KEKUATAN BAHAN BAGIAN- BAGIAN UTAMA

4.1 Analisa Kekuatan Poros Pada Motor Penggerak ... 34

4.2 Analisa Kekuatan Fork ... 35

4.2.1 Momen Pada Batang Fork... 36

4.2.2 Tegangan Tarik ... 36

4.2.3 Lendutan (m aks ) pada Fork ... 38

4.3 Analisa Kekuatan Baut ... 41

4.4 Tegangan Tarik Tali Baja... 43

4.5 Analisa umur bantalan ... 45

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 46

5.2 Saran ... 47 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Diagram Alir Pengerjaan Laporan Karya Akhir ... 5

Gambar 2.1 Forklift ... 6

Gambar 2.2 Counterweight ... 8

Gambar 2.3 Forklift diesel ... 8

Gambar 2.4 Forklift electric ... 9

Gambar 2.5 Poros ... 10

Gambar 2.6 Baut ... 13

Gambar 2.7 Batang Fork beban seluruhnya ... 16

Gambar 2.8 fork dengan beban di tengah ... 17

Gambar 2.9 Penampang Fork ... 18

Gambar 2.10 Grafik Proses Tegangan ... 19

Gambar 2.11 Lendutan di ujung ... 20

Gambar 2.12 Lendutan di ujung dan tengah ... 20

Gambar 2.13 Tali Baja Terhubung pada poros penggerak ... 24

Gambar 2.14 Puli mekanisme Roller ... 25

Gambar 3.1 Motor Penggerak Forklift... 27

Gambar 3.2 Motor roda belakang... ... 28

Gambar 3.3 Rangka Forklift.... ... 28

Gambar 3.4 Garpu ( Fork )... 29

Gambar 3.5 Lift... 29

Gambar 3.6 Roda Depan... 30

Gambar 3.7 Roda Belakang... 31

(8)

Gambar 3.8 Tali Baja... 31 Gambar 4.1 kekuatan baut... 39

(9)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel. 2.1 Faktor koreksi daya yang akan ditransmisikan. ... 11

Tabel 2.2 Tekanan permukaan yang diizinkan pada ulir ... 15

Tabel 2.3 Tegangan pada bahan arcylic polimer... 23

Tabel 2.4 Faktor-faktor X,V dan Y ... 24

Tabel 3.1 Spesifikasi Motor penggerak ... 27

Tabel 3.2 Spesifikasi Rangka Mini Forklift ... 29

Tabel 3.3 Spesifikasi Garpu Angkat ... 29

Tabel 3.4 Spesifikasi Lift ... 30

Tabel 3.5 Spesifikasi Roda Depan ... 30

Tabel 3.6 Spesifikasi Roda Belakang ... 31

Tabel 3.7 Spesifikasi Tali Baja ... 31

Tabel 3.8 Perbandingan Konstruksi Aman Fork ... 35

(10)

DAFTAR NOTASI

LAMBANG KETERANGAN SATUAN

 Tegangan geser yang timbul (kg/mm2)

a Tegangan geser izin (kg/mm2)

T Torsi (kg.mm)

ds Diameter poros (mm)

I p Momen Inersia Konstanta

Pd Daya perencana (kW)

kecepatan sudut rad/s

P Daya ( kW )

n Putaran ( rpm )

B Kekuatan tarik bahan (kg/mm2)

Wd beban rencana ( kg )

Wm beban mekanis ( kg )

Q kapasitas angkat ( kg )

Mt Momen pada batang Forklift (kg.mm)

L Panjang Lengan Fork ( mm )

sf safety factor Konstanta

tu tegangan ultimate strenght (kg mm2 )

E Modul Elastisitas -

 Sudut pada potongan derajat

d A Lendutan Maksimum ( mm )

F Gaya tangensial ( kg )

(11)

Lh Umur nominal bantalan ( Jam )

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Selama pembangunan jangka panjang hingga sekarang produk-produkmesin industri menunjukkan kemajuan sangat pesat, baik segi volume maupun keragaman produk yang dihasilkan. Perkembangan produk ini tidak hanya ditandai dengan terpenuhnya kepentingan masyarakat, tetapi juga mengarah kepada kemampuan dalam memasuki ekspor untuk meningkatkan devisa negara.

Forklift banyak ditemukan di daerah Pabrik atau perusahaan dengan maksud untuk mempermudah memindahkan barang dari gudang ke ruang produksi dan sebaliknya dari ruang produksi yang sudah jadi ke gudang untuk di kemas. Hal ini menjadi sangat dibutuhkan di pabrik, dan seiring perkembnagan zaman forklift semangkin lama semngkin moderen.

Forklift atau yang juga sering disebut sebagai lift truck adalah salah satu material handling yang paling banyak digunakan di dunia logistic. Tujuan utama dari penggunaan forklift adalah untuk transportasi dan mengangkat. Sejarah forklift pertama kali diawali pada tahun 1906. Pennsylvania Railroad memperkenalkan sebuah batery platform truck untuk memindahkan barang. Perkembangan selanjutnya banyak terjadi pada saat perang dunia I. Konon menurut sejarah, dunia logistik sangat dipengaruhi oleh adanya perang.

Forklift modern sekarang sudah berbeda jauh dengan sejarah awal forklift yang ada.

Forklift modern benar-benar difokuskan untuk kedua hal utama, yaitu transportasi dan mengangkat.

Forklift berguna sebagai mesin pemindah bahan yang memiliki daya angkat beban maksimum yang sudah ditentukan, bergerak mengangkat barang yang di topang pada garpu (fork ) dengan sistem lift sebagai naik dan turun.

(13)

Forklift yang banyak digunakan di perusahaan dan pabrik adalah forklift mengunakan hydroulik booster yang menggunakan 2 tabung yaitu :

1. Booster untuk mengangkat dan menurunkan beban

2. Booster untuk meringankan frame pada posisi 6° dan 12° dengan arah kedepan dan belakang.

Dengan menggunakan forklift pekerjaan menjadi mudah, praktis dan efisien dengan berbagai alasan. Melihat dan meninjau masalah yang dihadapi pemakai maka penulis membuat suatu peralatan yang lebih berguna dan efisien mempermudah dalam mengetahui forklift yaitu Mini forklift dengan beban maksimum 5 Kg.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan dari perancangan mesin Mini Forklift adalah : 1. Untuk merancang Mini Forklift dengan beban angkat 5 kg

2. Untuk mewujudkan Mini Forklift yang mempunyai sistem sederhana, murah, mudah dioperasikan dan pemeliharan, serta dapat meningkatkan penggunaan alat tersebut.

1.3. Manfaat

Laporan karya akhir ini diharapkan bermanfaat bagi :

1. Untuk mendukung pengembangan teknologi tepat guna bagi Pabrik dan kampus.

2. Bagi para mahasiswa yang ingin dan tertarik untuk mengembangkan dari alat ini.

3. Penulis sendiri untuk menambah wawasan tentang proses pembuatan mesin mini forklift dan mengaplikasikan ilmu yang didapat selama perkuliahan yang digunakan untuk merancang alat mesin mini forklift.

(14)

1.4. Topik Bahasan

Akibat luasnya permasalahan yang terjadi pada perancangan ini, maka penulis menganggap perlu untuk membatasi masalah ini. Adapun masalah yang dibahas dalam pembuatan Mini Forklift ini adalah :

1. Mekanisme kerja Mini Forklift 2. Perhitungan Kekuatan bahan 3. Pabrikasi mini forklift

1.5. Metode Perancangan

Metode yang dilakukan dalam perancangan yaitu penetapan sfesifikasi dan penetuan ukuran-ukuran utama serta dalam perencanaan ini penulis menentukan dan memilih material/bahan berdasarkan syarat-syarat yang harus dipenuhi material tersebut.

Perumusan syarat-syarat tersebut ditentukan berdasarkan konstruksi mesin dan fungsi elemennya agar konstruksi itu dapat bekerja dengan baik dan layak.

Adapun metode perancangan yang dilakukan penulis dalam menyelesaikan laporan tugas akhir ini adalah :

1. Studi pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi, literatur melengkapi teori- teori dalam laporan ini

2. Metode konsultasi, dengan pembimbing tugas akhir, maupun orang bengkel tempat penulis menyelesaikan rancang bangun ini

3. Melakukan survey lapangan, dengan melihat dan membandingkan mesin-mesin teknologi tepat guna yang telah ada

(15)

1.6. Sistematika Penulisan

Adapun sistematis penulisan karya akhir ini pada bab I akan dibahas mengenai pengusaha Latar belakang, Tujuan dan Manfaat Perancangan, Sistematika Penulisan, Batasan Masalah dan Metode Perancangan. dilanjutkan ke Bab II akan dibahas mengenai mesin mini forklift. Dasar-dasar perhitungan perancangan, perhitungan daya motor, sistem transmisi, puli, poros, kekuatan forklift.

Bab III terdiri dari rancangan spesifikasi yang meliputi material yang diangkat, kapasitas angkat, sistem transmisi. Dan kemudian masuk ke Perhitungan Komponen Bagian-Bagian Utama, dimana pada Bab IV membahas tentang berisikan perhitungan kekuatan bahan dari fork, sistem transmisi berupa puli dan roller, poros. Dan diakhir penulisan, masuk ke bagian kesimpulan pada bab V berisikan kesimpulan dari perancangan kekuatan bahan mini forklift. Setelah kesimpulan, Sebagai penutup berisikan daftar pustaka yang merupakan referensi yang mendukung karya akhir ini akan secara lengkap disajikan untuk kemudahan dalam mencari data maupun bahan kajian berikutnya. Dan juga sebagai pendukung laporan di bagian lampiran berisikan Segala data hasil survey, data pendukung rancangan serta beberapa lampiran yang digunakan dalam penulisan Karya Akhir ini dilampirkan guna memudahkan dalam mencari maupun sebagai bahan kajian berikutnya.

(16)

Bagan alir persiapan penulisan Karya Akhir

Gambar 1.1 Diagram Alir Pengerjaan Laporan Karya Akhir Persiapan dan orientasi

Peninjauan Lapangan

Studi Kepustakaan

Analisa dan Evaluasi Data

Membuat Draft Laporan

Asistensi

Penulisan Laporan

Sidang Karya Akhir

(17)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Gambaran Umum

Forklift adalah sejenis pesawat angkat dengan sistem dinamis atau selalu berpindah untuk mengangkat dan memindahkan beban ( barang ) pada tempat yang ditentukaan atau rak. Sumber tenaga pada forklift adalah motor dimana tenaga motor digunakan untuk menggerakkan naik dan turun forklift serta gerak arah mobil forklift melalui perantaraan sabuk dan roller.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai mesin Forklift, mesin Forklift ini biasanya sering kita jumpai di pabrik dan perusahaan.

Mesin Forklift dapat dilihat pada gambar 2.1

Gambar 2.1 Forklift Keterangan Gambar :

1. Overhead guard 2. Pulley

3. Mast

4. Lifting chain

5. Mast operating lever 6. Hydraulic system 7. Carriage

8. Fork

9. Engine compartment 10. Frame

(18)

Mesin Mini Forklift yang akan dibuat mempunyai spesifikasi sebagai berikut :

Listrik : 12 V / 1 A

Putaran Motor : 105 rpm

2.2. Prinsip Kerja

Baterai mengalirkan arus listrik ke motor penggerak forklift, dimana motor memutar puly untuk menggulung tali baja yang terhubung ke garpu ( fork ) maka fork akan terangkat keatas. Sebaliknya motor penggerak akan berbalik arah untuk mengulur tali baja yang terhubung pada garpu ( fork ) maka garpu kembali ke posisi semula

2.3 Bagian Forklift

Dalam menjalankan sebuah mekanisme gerak dalam forklift terdapat bagian – bagian yang sangat penting dalam peranannya. Dan semua bagian – bagian itu memiliki hubungan yang saling terkait. Terdapat beberapa bagian utama forklift antara lain : 2.3.1 Fork / Garpu Angkat

Adalah bagian utama dari sebuah forklift yang berfungsi sebagai penopang untuk membawa dan mengangkat barang. Fork berbentuk dua buah besi lurus dengan panjang rata-rata 2.5 m. Posisi peletakan barang di atas pallet masuk ke dalam fork juga menentukan beban maksimal yang dapat diangkat oleh sebuah forklift

2.3.2 Carriage / Penghubung

Carriage merupakan bagian dari forklift yang berfungsi sebagai penghubung antara mast dan fork. Ditempat inilah fork melekat. Carriage juga berfungsi sebagai sandaran dan pengaman bagi barang-barang dalam pallet untuk transportasi atau pengangkatan.

2.3.3 Mast / Batang penghubung

Mast adalah bagian utama terkait dengan fungsi kerja sebuah fork dalam forklift. Mast adalah satu bagian yang berupa dua buah besi tebal yang terkait dengan hydrolic system dari sebuah forklift. Mast ini berfungsi untuk lifting dan tilting.

(19)

2.3.4 Overhead Guard / pelindung

Overhead guard merupakan pelindung bagi seorang forklift driver. Fungsi pelindungan ini terkait dengan safety user dari kemungkinan terjadinya barang yang jatuh saat diangkat atau diturunkan, juga sebagai pelindung dari panas dan hujan.

2.3.5 Counterweight / penyeimbang

Counterweight merupakan bagian penyeimbang beban dari sebuah forklift.

Letaknya berlawanan dengan posisi fork, seperti terlihat pada gambar 2.2

Gambar 2.2 Counterweight

Menurut sumber energi yang digunakan, ada 2 macam jenis forklift yang saat ini populer digunakan.

a. Forklift diesel

Gambar 2.3 Forklift diesel

(20)

Forklift ini menggunakan mesin diesel sebagai penggeraknya. Secara otomatis, forklift ini berbahan bakar solar dan biasanya memiliki jenis ban yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan pada umumnya, terlihat pada gambar 2.3

b. Forklift electric

Gambar 2.4 Forklift electric

Forklif ini menggunakan tenaga batery sebagai sumber energinya. Batery ini mempunyai lifetime sehingga diperlukan sebuah alat untuk mer-recharge sehingga batery dapat berfungsi kembali. Fungsi perawatan ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sebuah batery.terlihat pada gambar 2.4

Beberapa forklift manufacture yang cukup terkenal di dunia antara lain:

1. Toyota

2. Jungheinrich

3. Komatsu

4. Mitsubishi

Beberapa pertimbangan yang biasanya digunakan dalam memilih sebuah forklift antara lain:

1. Jenis medan yang ditempuh oleh forklift

2. Jenis barang dan berat barang

3. Layout gudang

(21)

Sampai saat ini, fungsi forklift masih belum dapat tergantikan. Dengan perubahan perkembangan dunia logistik yang begitu cepat, keberadaan sebuah forklfit masing sangat diperlukan. Persaingan kecepatan menjadi salah satu pertimbangan mengapa orang masih memilih menggunakan forklift sebagai satu-satunya material handling yang digunakan.

2.4. Poros

Poros merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Jika diketahui bahwa poros yang akan direncanakan tidak mendapat beban lain kecuali torsi, maka perencanaan diameter porosnya seperti terlihat pada gambar 2.5

Gambar 2.5 Poros

3 3

4

16 16.

32. .2 .

d T d

T d T d I

C T

p

 

 

Maka , 3

. . 16

ds

T

 

Supaya konstruksi aman maka izin(a)timbul (kg/mm2) T

C

d

(22)

. 3

. 16

s

a d

T

 

3 1

. . 16 

 



a s

d T

( Sularso, Element Mesin;Hal 8 )

3 1

. 1 ,

5 

 



a s

d T

Dimana : ds = Diameter poros (mm) T = Torsi (kg.mm)

 = Tegangan geser izin (kg/mma 2)

 = Tegangan geser yang timbul (kg/mm2) C = konstanta, d/2

I = Momen Inersia p

Jika P adalah daya nominal output dari motor penggerak (kW), maka berbagai faktor keamanan bisa diambil, sehingga koreksi pertama bisa diambil kecil. Jika faktor koreksi adalah fc, maka daya perencana adalah :

P fc Pd  .

Dimana Pd = Daya perencana (kW)

Harga fc dapat dilihat pada tabel 2.1

Tabel 2.1 faktor koreksi daya yang akan ditransmisikan

Daya yang Akan Ditransmisikan fc

Daya rata-rata yang diperlukan 1,2 - 2,0

Daya maksimum yang diperlukan 0,8 - 1,2

Daya normal 1,0 - 1,5

(Sularso;Elemen Mesin; Hal 7)

(23)

Untuk menghitung Torsi T (kg.mm) dapat dihitung dari daya perencana (kW) sebagai berikut :

 . T

P  ( Kamarwan, Mekanika Bahan, Hal 27 )

T P

I T

 .

Dimana :  = kecepatan sudut = 60 2 n

rad/s P = Daya ( kW )

T = Torsi ( kg.mm )

Dari penjabaran rumus diatas, maka di dapat :

Pd

T  ( Sularso, Elemen Mesin; Hal 7 )

n T Pd

 2

1000 60 102 

 

n

T 9,74105Pd

Tegangan izin dapat dihitung sebagai berikut :

2

1 sf

sf

B

a  

( Sularso, Elemen Mesin; Hal 8 )

Dimana : B = Kekuatan tarik bahan (kg/mm2)

Sf1 = Faktor keamanan bahan, untuk bahan baja karbon S30C Sf = 5,6

S-C = 6,0

Sf2 = Faktor keamanan akibat alur pasak (1,33,0)

(24)

Dalam perencanaan diameter poros, ada faktor-faktor lain seperti faktor koreksi akibat momen puntir (Kt) dan faktor akibat beban lentur (Cb), maka persamaan menjadi :

3 1

. . . 1 ,

5 

 

  

T Kt CbT

d

a

s(Sulars ;Elemen mesin;hal:8)

Dimana harga Kt = 1,0 (jika beban halus)

1,0 1,5 (Jika terjadi sedikit kejutan atau tumbukan) 1,5 3,0 (Jika beban dikenakan dengan kejutan) Cb = 1,22,3(jika tidak ada beban lentur maka Cb = 1)

2.5. Baut

Baut disini berfungsi sebagai pengikat untuk dudukan pada motor, Lift dan fork penggerak tetapi selain itu berfungsi juga untuk pengikat poros terhadap puli. Jika momen rencana dari poros adalah T(kg.mm) dan diameter poros adalah ds (mm), maka gaya tangensial F (kg) Pada permukaan poros diperlihatkan pada gambar 2.6

Gambar 2.6 Baut

(25)

R F T . F.ds2

) 2 / (ds

F  T

Tegangan geser yang ditimbulkan adalah :

4 2

/ d

F

k 

 

Dimana :  k = Tegangan geser yang terjadi (kg/mm2) d = Diameter luar baut (mm)

Tegangan geser izin didapat dengan :

2

1 fk

fk b kaS S

Dimana : Sfk1 = Faktor keamanan (umumnya diambil 6) Sfk2 = Faktor keamanan

= 1,0 – 1,5 (jika beban dikenakan perlahan-lahan)

= 1,5 – 3,0 (jika beban dikenakan tumbukan ringan)

= 2,0 – 5,0 (jika beban dikenakan secara tiba-tiba dengan tumbukan berat)

Dari tegangan geser izin, panjang pasak yang diperlukan dapat diperoleh dengan :

4 2

/ d

F

ka  

 

Gaya keliling F (kg) yang sama seperti diatas dikenakan pada luas permukaan samping pasak. Maka tekanan permukaannya adalah :

(26)

t1

d P F

 

Dimana : P = Tekanan permukaan (kg/mm2) t = kedalaman baut pada poros (mm)

dari harga tekanan permukaan yang di izinkan, panjang pasak yang diperlukan dapat dihitung dengan :

t1

d Pa F

 

Dimana : Pa = Tekanan permukaan izin (kg/mm2) Harga Pa dapat dilihat pada tabel 2.2

Tabel 2.2 Tekanan permukaan yang diizinkan pada ulir

Bahan Tekanan permukaan yang diizinkan Pa

(kg/mm2)

Ulir luar Ulir dalam Untuk pengikat Untuk penggerak

Baja liat Baja liat atau perunggu 3 1

Baja keras Baja liat atau perunggu 4 1,3

Baja keras Besi cor 1,5 0,5

(Sularso;elemen mesin;hal 298) 2.6. Daya motor penggerak

Daya motor merupakan suatu pelengkap utama dalam melakukan suatu gerakan pada poros yang dihubungkan melalui puli dan sabuk. Daya motor dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan.

Daya motor penggerak dapat dihitung dengan dengan menggunakan rumus sebagai berikut ini :

P = T. Dimana : P = daya [watt]

(27)

T = momen puntir/torsi [kg.mm]

 = kecepatan sudut [rad/det]

2.7 Analisa Kekuatan Garpu ( Fork )

Dimana dasar pemilihan beban untuk pembuatan garpu aadalah sebagai berikut : 1. Kekuatan dan dynamis dari beban

2. Bentuk profil yang sesuai dengan penggunaannya 3. Proses pembuatan

4. Biaya pembuatan

Garpu suatu alat / sarana dari forklift yang bekerja menyekrap beban dengan beban maksimum yang telah di tentukan. Fork sesuai dengan sifat beban tersebut pada umumnya terdiri dari beban terpadu ( unit load ) misalnya :

1. Peti kemas 2. Pipa besar 3. Besi profil 4. Gulungan besi 5. Plat

Fork ini diikutkan pada rangka ( frame ) dengan gerak yang ditimbulkan dengan sistem katrol yang terhubung dengan motor penggerak untuk naik dan turun, seperti terlihat pada gambar 2.7

Gambar 2.7 Fork dengan beban seluruhnya L

10 mm P

200 mm

(28)

200 mm Wd = ( 1 + % ) Q

Dimana : Wd = beban rencana ( kg ) 1 = constanta

% = keseimbangan

Q = kapasitas angkat ( kg )

Maka : Wm = ½ x Wd ... kg Dimana : Wm = beban mekanis

Wd = beban rencana

Dimana beban fork ini dipilih dari table Element of streght of materials, denagn bahan arclyic dimana terlihat pada tabel 2.3.

Tabel 2.3 Tegangan pada bahan arcylic polimer

1. Tension Ultimate strenght 13,3 kg/mm2

2. shear Ultimate 8,4 kg/mm2

3. Module Elastis 45 x 10 2

(surdia; Pengetahuan Bahan Teknik: Hal 184)

2.7.1 Momen pada batang Forklift ( Mt )

Pembebanan yang terjadi pada titik tengah batang fork dengan pembagian L menjadi L/2 yang sangat berbeda pada saat pembebanan di ujung fork seperti terlihat pada gambar 2.8

. L2 W

Mt  ( Timosenckho, Penghitungan Kekuatan Bahan, Hal 95 ) Dimana : W = besar beban ( kg )

L = panjang lengan dari forklift dengan beban di tengah menjadi L/2 ( mm ) 2

Gambar 2.8 fork dengan beban di tengah

10 mm P

L/2 L/2

(29)

2.7.2 Tegangan Tarik penampang fork (t )

Tegangan tarik penampang fork di analisa untuk mencari dan mengetahui kekuatan bahan dari penampang fork ini yang terbuat dari bahan Arylic seperti terlihat pada gambar 2.9

Gambar 2.9 Penampang Fork

Diagram Momen yang terjadi :

P V

L P M M

x x

 .

x x

t I

C

M .

( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 33 )

Luas penampang fork : A = b x h Dimana : Mx = Momen yang terjadi

Ix = Momen perlawanan C = Kontanta, (

h2 ) b = Lebar, 150 mm h = Tinggi, 5 mm

L P Mx

Nx Vx L

h b

(30)

.

b

. .

a

Elastis plastis

elastis plastis

d

0

b

Kritis/putus

Dengan 3

112xbxh Ix

. 3

112 . 2

h b Mx h

t

. 2

16bh Mx

Dan Tegangan tarik yang di izinkan ( ) adalah a

f s

tu

a 

 

Dimana :  = tegangan ultimate strenght (tu kg mm2 ) sf = safety factor ( 1 s/d 5 )

Dalam contoh pengujian tegangan dan regangan dapat dilihat pada Gambar 2.10, dimana menunjukan adanya satu tegangan yang menyebabkan bantang mulur tanpa tambah beban yang digambarkan sebagai garis bc dimana tegangan ini disebut tegangan luluh atau batas luluh ( yield point ). Bila benda ditarik terus akan timbul mulur seperti pada garis cd, yang bila ditarik terus spesimen akan putus.apabila spesimen putus maka tegangan tertinggi yang akan muncul disebut tegangan hancur atau batas kritis ( ultimate stress ).dan oa dalpat dikatakan dalam keadaan elastis, sedangkan selebihnya keadaan plastis.

Gambar. 2.10 proses tegangan – regangan

b

b c

(31)

Vx

P Nx

Vx

2.7.3 Lendutan Maksimum Pada Batang Forklift

Pada perencanaan sebuah penampang fork akan melibatkan tegangan dan lendutan. Apabila pada penampang fork di beri beban di ujung dan di tengah, maka besar kemungkinan terjadi lendutan akibat tegangan yang terjadi. Seperti gambar 2.11 dan 2.12.

Gambar 2.11.di ujung beban Gambar 2.12 di tengah beban dan ujung

1. Lendutan yang terjadi pada beban di ujung adalah : Diagram Momen yang terjadi sebagai berikut :

Sudut pada potongan di A adalah :

Mx = P . x

x = 0 M0 = 0 x = l Ml = P . l P

dmaks

L

P

dmaks

L A

B B A

A P

B l

x

P.l

2/3 l l/3

P.x

Mx

P

x

Mx

(32)

B b

Bid.M akibat K

C A

Vx

B

A B

A E I

l l P I

E

Momen Luas





 

 

 2

( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 73 )

Maka di dapat

EI Pl 2

2

Dimana :  = Sudut pada potongan l = Panjang Lengan

E = Modul Elastisitas ( dari Tabel 2.3 ) I = Momen Inersia, . 3

112bh

Lendutan Maksimum di titik A adalah :

I l E

l P I

E

Momen d Luas

B

A B

A

A 3

.2 2

2









 

 

 ( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 73 )

Maka di dapat

EI dA Pl

3

3

2. Lendutan yang Terjadi pada beban di tengah dan di ujung Diagram Momen yang terjadi sebagai berikut :

P

a

l K

Pa

Bid.M akibat P

Kl Mx

(33)

C A

dcp dbo dbp

cp

bk dbk

dck

A

cp

Masing – masing dapat di jabarkan menjadi : 1. db = dbp + dbk

2. dc = dcp + dck

3. b = bp + bk 4. c = cp + ck

Dengan keterangan :

dbp = Lendutan di B akibat P, bp = Putaran sudut di B akibat P dbk = Lendutan di B akibat K, bk = Putaran sudut di B akibat K dcp = Lendutan di C akibat P, cp = Putaran sudut di C akibat P dck = Lendutan di C akibat K, ck = Putaran sudut di C akibat K

maka dapat dirinci sebagai berikut :

1. Lendutan di titik B akibat beban P dan K db = dbp + dbk,

dbp = dcp + dbo

) 3 6 (

) 3 3 2 6 ( ).2

3 (

2

2 2

3

a EI l

Pa

a l EI a

Pa EI a Pa EI l

Pa

(34)

dbk

EI Kl 3

3

jadi, db

EI a Kl EI l

Pa

) 3 3 6 (

3

2  

( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 86 )

2. Lendutan di titik C akibat beban P dan K dc = dcp + dck

dcp

EI Pa 3

3

dck (3 )

6

2

a EI l

Ka

dc (3 )

6 3

2 3

a EI l

Ka EI

Pa  

( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 86 )

3. Sudut pada titik B akibat Beban P dan K

b = bp + bk

bp = cp

EI Pa 2

2

bk

EI Kl 2

2

b

EI Kl EI Pa

2 2

2 2

( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 87 )

4. Sudut pada titik C akibat beban P dan K

c = cp + ck

cp

EI Pa 2

2

ck (6 3 )

6 ) 3 3

6 ( 2

2 2

x EI lx

K dx

x EI lx

K

bila x = a, Maka

ck (2 )

2 l a

EI

Ka

(35)

11,2 mm 30 mm

8 mm

Jadi, c (2 )

2 2

2

a EI l

Ka EI

Pa  

( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 87 )

2.8 Tali Baja

Tali baja dalam perencanaan mini forklift ini menggunakan baja diameter 2 mm, dimana berfungsi sebagai pengangkut fork naik dan turun dengan beban atau tanpa beban. Puli digunakan sebagai roda tali baja dengan sistem motor penggerak yang dililit oleh tali baja pada poros motor. Seperti terlihat pada gambar 2.13.

Gambar 2.13 Tali Baja terhubung ke poros

Sistem puli yang bergerak secara roller memiliki kemampuan atau mekanisme angkat yang kuat dan menjadi rel / jalur untuk tali baja dalam kemampuannya mengangkat beban maupun tidak ada beban seperti terlihat pada gambar 2.14

(36)

30 mm 20 mm

8 mm

Gambar 2.14 Puli mekanisme roller

1. Tegangan Tarik Pada Tali Baja

Tegangan tarik pada tali baja di analisa untuk mencari dan mengetahui kekuatan bahan dari tali baja ini yang terbuat dari bahan Baja lilitan seperti yang terlihat pada gambar 2.14

x x

I C

M .

( Kamarwan, Mekanika Bahan; Hal 33 )

Dimana : Mx = Momen yang terjadi Ix = Momen perlawanan C = Kontanta, (

d2 )

Dengan 4

32d Ix

4

32 . 2

d Mx d

 

3

. . 16

d Mx

 

(37)

Dan Tegangan tarik yang di izinkan ( ) adalah a

f s

b

a 

 

. 0

73 ,

1 

a  a

Dimana :  = kekuatan tarik tali baja 130 kg / mmb 2 ( diambil dari Lampiran 10 ) sf = safety factor ( 1 s/d 5 )

2.9 Bantalan

Tujuan merencanakan bantalan adalah untuk mendapatkan umur bantalan. Suatu beban yang besarnya sedemikian rupa hingga memberikan umur yang sama dengan umur yang diberikan oleh beban dan kondisi putaran sebenarnya disebut beban ekivalen dinamis. Misalkan sebuah bantalan membawa beban radial Fr (kg) dan beban aksial Fa (kg), maka beban ekivalen dinamis P (kg) adalah :

YFa XVFr 

Pr (Sularso;Elemen Mesin; Hal 135)

Dimana : X,V dan Y = faktor-faktor beban, Harga X,V dan Y dapat dilihat pada Lampiran 7

Umur nominal L dapat ditentukan sebagai berikut :







 





 



10 / 3

3 / 1

3 , , 33

3 , , 33

f n rol bantalan untuk

f n Bola bantalan untuk

n n

(Sularso;Elemen Mesin; Hal 135)

Faktor umur :

Untuk kedua bantalan,fh = P

fn C (Sularso;Elemen Mesin; Hal 135)

Umur nominal Lh adalah





10 / 3

3 / 1

500 ,

500 ,

h h

h h

f f

rol bantalan untuk

f L

Bola bantalan untuk

(Sularso;Elemen Mesin; Hal 135)

(38)

Dimana C = Beban nominal dinamik spesifik (kg) P = Beban ekivalen dinamis (kg)

Harga C dapat dilihat pada Lampiran 1

(39)

BAB III

PENETAPAN SPESIFIKASI 3.1 Pendahuluan

Dalam pembuatan mini forklift ini, penulis terlebih dahulu memahami metode- metode dalam perancanaan dalam tahap penyusunan maupun dalam teoritisnya, yakni dengan melakukan analisa terhadap perancanaan, karena dalam perancanaan juga dibutuhkan kemampuan menganalisa perencanaan untuk mendapatkan performance pada mini forklift ini.

3.2 Penetapan Kapasitas mini forklift

Kapasitas mesin mini forklift direncanakan mampu mengangkat maksimum 5 kg bahan yang akan didiangkut dengan menggunakan fork.

3.3 Perencanaan Sistem Transmisi

Untuk memindahkan putaran motor ke poros penggerak direncanakan menggunakan sistem transmisi poros dan roller dan disesuaikan dengan kebutuhannya.

Dalam perencanaan mini forklift ini direncanakan putaran akhirnya adalah 105 rpm.

3.4 Spesifikasi Perencanaan.

Jenis Material : Unit load peti, pipa, besi,kardus dan plat

Kapasitas : maksimum 5 kg

Sistem transmisi : Poros dan puli

(40)

3.5. Bagian-bagian Utama Mini Forklift 3.5.1 Baterai

Baterai sebagai sumber energi pada mini forklift untuk menggerakan motor penggerak lift dan motor roda. Baterai yang digunakan adalah baterai kering jenis charge yang dapat di gunakan kembali.

3.5.2 Motor

Motor sebagai alat penggerak yang merubah arus listrik menjadi gaya gerak mekanis dimana motor yang di gunakan pada mini forklift berfungsi untuk menggerakaan forklift dan roda pernggerak. Pada mini forklift terdapat 3 motor untuk sebagai penggerak utama forklift seperti terlihat pada gambar 3.1 dan gambar 3.2 dan juga keterangan alat pada tabel 3.1

a. Motor Penggerak forklift

Gambar 3.1 Motor Penggerak Forklift

Tabel 3.1 Spesifikasi Motor Penggerak

Jenis Motor DC magnet Permanent

Daya 12V / 1 A

Putaran 105 rpm dan 200 rpm

(41)

b. Motor penggerak roda belakang kanan

Gambar 3.2 Motor roda belakang

c. Motor penggerak roda belakang kiri

3.5.3 Rangka Forklift

Sebagai dudukan utama untuk Baterai, Motor, Rell, roda. Rangka forklift di desain dengan merekatka setiap komponen menggunakan baut dan bukan di Las seperti terlihat pada gambar 3.3 dan data bahan pada tabel 3.2

Gambar 3.3 Rangka Forklift

(42)

Tabel 3.2 Spesifikasi Rangka Mini Forklift

Jenis Rangka Forklift

Bahan Acrylic

Ukuran 300 mm x 195 mm

Tebal : 5mm

3.5.4 Fork ( Garpu )

Berfungsi sebagai alat pengangkut barang dari tempat awal ke tempat yang di inginkan dengan sistem naik turun. Adapun beban maksimum angkatan mini forklift adalah 5 kg dan di lengkapi dengan 4 roller sebagai pengerak terhubung pada rell seperti terlihat pada gambar 3.4 dan keterangan bahan pada tabel 3.3

Gambar 3.4 Garpu ( Fork )

Tabel 3.3 Spesifikasi Garpu Angkat

Jenis Fork ( garpu )

Bahan Acrylic

Ukuran 205mm x 150mm

3.5.5 Lift

Sebagai perantara antara tali baja ke fork ( garpu ) dimana lift berfungsi untuk menaikan dan menurunkan garpu ( fork ) seperti pada gambar 3.5 dan tabel 3.4

(43)

Gambar 3.5 Lift Tabel 3.4 Spesifikasi Bahan Lift

Jenis Lift

Bahan Arcylic dan aluminium

Ukuran 300mm x 155mm x 40mm

3.5.6 Roda

Sebagai media pemindah mini forklift dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Adapun roda mini forklift terbagi atas 2 bagian seperti terlihat pada gambar 3.6 dan gambar 3.7 dan data bahan terdapat pada tabel 3.5 dan tabel 3.6.

a. roda depan

Gambar 3.6Roda Depan Tabel 3.5 Spesifikasi Roda depan

Jenis Roda Depan

Bahan Fiber

Ukuran 2 inchi

(44)

a. roda belakang

Gambar 3.7 Roda Belakang Tabel 3.6 Spesifikasi Roda Belakang

Jenis Roda Belakang

Bahan Karet

Ukuran 4 Inchi

3.5.7 Tali Baja

Merupakan lilitan serabut baja yang berfungsi untuk menarik fork yang terhubung ke motor penggerak dengan kekuatan yang telah di tentukan seperti gambar 3.8 dan juga bahan dan ukuran terdapat pada tabel 3.7

Gambar 3.8 Tali Baja Tabel 3.7 Spesifikasi Bahan Tali Baja

Jenis Tali Baja

Ukuran 2mm

Lilitan 1 inti 6 lilitan

(45)

BAB IV

ANALISA PERANCANGAN DAN KEKUATAN BAHAN

4.1 Analisa kekuatan poros pada motor penggerak

Dalam kegunaannya pada mini forklift poros sebagai penghubung transmisi dari gear motor ke kawat lift.Adapun daya out put ( P ) = 0,012 kW. Bahan poros diperkirakan dari baja karbon S30C dengan kekuatan tarik (B) = 48 kg/mm2 dan putaran poros adalah n = 105 rpm

Untuk daya perencana (Pd) adalah : P

fc Pd .

Dimana : fc = faktor koreksi daya terlihat pada tabel 2.1 kW

kW x

P fc

Pd . 2 0,012 0,024 Untuk menghitung Torsi di dapat :

mm kg

x x

n

T Pd

. 04 , 22

105 024 , 10 0 74 . 9

10 74 , 9

5 5

Untuk Tegangan Geser Izin di dapat :

2 2 1

4 2 6

48

mm kg x

sf sf

B a

 

2 0

2 , 1 2 73 , 1

4 . 73 , 1

mm kg x

a a

 

 

(46)

Untuk Diameter Poros di dapat dengan menghitung

3 1

. . 1 ,

5 

 

  

Kt CbT

d

a

s

3 1

04 , 22 0 , 1 2 3 , 2 .

1 ,

5 

 

  

x

ds

mm d

mm d

s s

2 , 11

6 , 5

Dimana mini forklift yang di rancang menggunakan diameter poros 11,2 mm dari standar poros yang terdapat pada Lampiran 8

Maka, tegangan geser yang timbul pada poros adalah :

2 3 3

5 , 0

) 6 .(

04 , 22 16

. . 16

mm kg x d

T

s

 

Jadi dapat dikatakan bahwa konstruksi aman karena a 

4.2 Analisa Kekuatan Garpu ( Fork )

Fork ini diikutkan pada rangka ( frame ) dengan gerak yang ditimbulkan dengan sistem katrol yang terhubung dengan motor penggerak untuk naik dan turun, seperti terlihat pada gambar 2.7

Di bagian ini akan mengahitung dan menganalisa berat fork, momen fork, tegangan geser dan tarik serta juga lendutan yang terjadi pada batang fork.

Wd = ( 1 + % ) Q

Dimana : Wd = beban rencana ( kg ) 1 = constanta

% = keseimbangan diambil 20%

Q = kapasitas angkat ( kg )

(47)

Wd = ( 1 + 20% ) 5 = 6 kg

Maka : Wm = ½ x Wd ... kg

Dimana : Wm = beban mekanis Wd = beban rencana

Wm = ½ x 6 = 3 kg

4.2.1 Momen yang terjadi pada batang Fork

1. Momen yang terjadi pada keseluruahan panjang lengan fork L

W Mt .

200 .

5 Mt

= 1000 kg.mm

2. Momen yang terjadi pada saat P di posisi tengah

. L2 W Mt 

2 . 200

5 Mt

= 500 kg.mm

4.2.2 Tegangan Tarik penampang fork (t )

Tegangan tarik penampang fork di analisa untuk mencari dan mengetahui kekuatan bahan dari penampang fork ini yang terbuat dari bahan Arylic seperti terlihat pada gambar 2.9

x x

t I

C

M .

. 2

16bh Mx

t

(48)

Maka tegangan tarik untuk panjang lengan keseluruhan ( L )

2

2

6 , 1

) 5 ( 6 150

1

1000

mm kg

x x

t t

Tegangan tarik izin yang terjadi ( ) : a

sf

b a

 

Dengan  = 13,3 b kg mm2 diambil dari tabel 2.3, dan sf = 1 s/d 5 diambil = 5

2 2

, 2

5 3 , 13

mm kg

a a

Tegangan lengkung untuk panjang lengan di beri beban ( P ) di titik tengah

2

2

8 , 0

) 5 ( 6 150

1

500

mm kg

x x

t t

Tegangan tarik izin yang terjadi ( ) : a

sf

b a

 

Dengan  = 13,3 b kg mm2 diambil dari tabel 2.3, dan sf = 1 s/d 5 diambil = 5

2 2

, 2

5 3 , 13

mm kg

a a

Untuk mengetahui perbandingan tingkat aman fork maka di dapat dari tabel 4.1 Tabel 4.1 Perbandingan Konstruksi Aman

Untuk beban di  at

L/2 2,26 0,8

L 2,26 1,6

Dengan  > a1maka konstruksi dari fork aman

(49)

Vx 2.7.4 Lendutan Maksimum Pada Batang Forklift

Pada perencanaan sebuah penampang fork akan melibatkan tegangan dan lendutan. Apabila pada penampang fork di beri beban di ujung dan di tengah, maka besar kemungkinan terjadi lendutan akibat tegangan yang terjadi. Seperti gambar 2.11 dan 2.12.

1. Lendutan yang terjadi pada beban di ujung adalah :

Sudut pada potongan di A adalah :

EI l l M 12

  ,

Maka di dapat

EI Pl 2

2

0

3 2

2 3

2

07 , 0

5 . 12 150 . 1 10 x 45 . 2

) 200 ( . 1000 12 .

2 1

h b E

l

M

Lendutan Maksimum di titik A atau berada di ujung adalah :

mm EI x dA Pl

01 , 0

5 . 150 12 . . 1 10 45 3

200 . 1000

3 2 3

3 3

A P

B l

x

P.l

2/3 l L = ½ P P.x

Mx

(50)

A B

C

b C A

dcp dbo dbp

cp

bk dbk

dck

A

cp

Vx

2. Lendutan yang Terjadi pada beban di tengah dan di ujung

Masing – masing dapat dijabarkan menjadi : 1. db = dbp + dbk

2. dc = dcp + dck

3. b = bp + bk

4. c = cp + ck

P

a

l K

Pa

Bid.M akibat P

Kl

Bid.M akibat K

Mx

(51)

a. Lendutan di titik B akibat beban P dan K db = dbp + dbk,

mm

x x

EI a Kl EI l

db Pa

8 , 41

5 . 150 12 . . 1 10 45 . 3

200 . ) 500

100 200

. 3 ( 5 . 150 12 . . 1 10 45 . 6

100 . 1000

) 3 3 6 (

3 2

3 3

2

2 3 2

b. Lendutan di titik C akibat beban P dan K dc = dcp + dck

) 3 6 ( 3

2 3

a EI l

Ka EI

dcPa  

mm d

x x

d

c c

7 , 17

) 100 200

. 3 ( 5 . 150 12 . . 1 10 45 . 6

100 . 500 5

. 150 12 . .1 10 45 . 3

100 . 1000

3 2

2

3 2

3

c. Sudut pada titik B akibat Beban P dan K

b = bp + bk

EI Kl EI Pa

b 2 2

2 2

 

0

3 2

2

3 2

2

05 , 0

5 . 150 12 . . 1 10 45 . 2

200 . 500 5

. 150 12 . . 1 10 45 . 2

100 . 1000

b b

x x

d. Sudut pada titik C akibat beban P dan K

c = cp + ck

) 2 2 ( 2

2

a EI l

Ka EI Pa

c   

0

3 2

3 2

2

04 , 0

) 2 ( 5 . 150 12 . . 1 10 45 . 2

100 . 500 5

. 150 12 . . 1 10 45 . 2

100 . 1000

c

c l a

x x

(52)

4.3 Analisa Kekuatan Baut

Baut disini berfungsi untuk pengikat poros terhadap rangka dan forklift, maka daya perencana untuk tiap-tiap baut seperti terlihat pada Gambar 4.1

Gambar 4.1 kekuatan baut

 .

1 fc.P Pd 

Dimana :  = efisiensi 0,5

kW P

fc

Pd1 . . 20,0120,50,0012 kW

Pd10,0012 Untuk torsi (kg.mm) :

mm kW kg

n

T Pd 11,1 .

105 0012 , 10 0 74 , 9 10

74 ,

9 5

1 5 1

1     

mm kg T

T T

T1234 11,1 .

Gaya tangensial (F) dari baut d1 4mm,d2 6mm,d3 8mm,d4 11mmdapat dihitung dari persamaan :

(53)

Gaya tangensial pada baut d = 4 mm mm kg

kg d

F T

s

5 , ) 5 2 / 4 (

. 1 , 11 ) 2 / (

1

1   

Gaya tangensial pada baut d = 6 mm mm kg

kg d

F T

s

7 , ) 3 2 / 6 (

. 1 , 11 ) 2 / (

2

2   

Gaya tangensial pada baut d = 8 mm

mm kg kg d

F T

s

27 , ) 2 2 / 8 (

. 1 , 11 ) 2 / (

3

3   

Gaya tangensial pada baut d = 11 mm mm kg

kg d

F T

s

22 , ) 2 2 / 11 (

. 1 , 11 ) 2 / (

4

4   

Tetapi dalam perencanaanya ukuran semua baut pengikat tidak disamakan dengan ukuran ulir W

1 , maka tegangn geser yang timbul dapat dihitung dari persamaan : 4

2 2

2 0,7

35 , 6 4 /

5 , 5 4

/ kg mm

d F

k

 

 

 

Untuk F diambil gaya yang paling besar dan d = 11mm. Bahan baut diperkirakan dari baja liat 0,32 %C B 58 kg/mm2 dan Sf = 5, maka

6 , 5 11 58 

a

 kg/mm2

8 , 5 6 , 11 5 ,

0  

a

 kg/mm2

Jadi kontruksi aman karena a k

(54)

4.4 Tegangan Tarik Pada Tali Baja

Tali baja dalam perencanaan mini forklift ini menggunakan baja diameter 2 mm, dimana berfungsi sebagai pengangkut fork naik dan turun dengan beban atau tanpa beban. Puli digunakan sebagai roda tali baja dengan sistem motor penggerak yang dililit oleh tali baja pada poros motor.

Tegangan tarik pada tali baja di analisa untuk mencari dan mengetahui kekuatan bahan dari tali baja ini yang terbuat dari bahan Baja lilitan seperti yang terlihat pada gambar 2.14

x x

I C

M .

. 3

. 16

d Mx

  

Maka tegangan tarik tali baja untuk Beban seluruhnya ( L )

2 3

2 20 .

1000 . 16

mm

kg

 

Tegangan tarik izin ( ) : a

sf

b a

 

. 0

73 ,

1 

a  a

Dengan  = kekuatan tarik tali baja 130 kg / mmb 2 ( diambil dari Lampiran 10 ) sf = 1 s/d 5 diambil = 5

26 2

5 130

mm kg

a a

(55)

2 0

8 , 1 14 . 73 , 1

26 . 73 , 1

mm kg

a a

 

 

Tegangan lengkung untuk panjang lengan di beri beban ( P ) di titik tengah

2 3

1 20 .

500 . 16

mm

kg

 

Tegangan tarik izin yang terjadi ( ) : a

sf

b a

 

Dengan  = kekuatan tarik tali baja 130 kg / mmb 2 ( diambil dari Lampiran 10 ) sf = 1 s/d 5 diambil = 5

26 2

5 130

mm kg

a a

2 0

8 , 1 14 . 73 , 1

26 . 73 , 1

mm kg

a a

 

 

Dengan  >  maka konstruksi Tali Baja aman a

(56)

4.5 Umur Bantalan

Bila diasumsikan tidak ada beban secara aksial (Fa), maka beban ekivalen dinamisnya adalah :

XVFr Pr

Untuk X diambil 0,56 dan V = 1,2 (lihat tabel 2.4) 0684

, 7 5184 , 10 2 , 1 56 ,

0   

P kg

Faktor kecepatan dapat dihitung dengan persamaan :

2862 , 1420 0

3 ,

33 3

1

 

 

 fn

Faktor umur (fh) :

P f C fhn

Untuk nilai C dapat dilihat pada tabel (2.5), maka : 5441

, 0684 44 , 7 2862 1100 ,

0  

hf

Umur nominal (Lh) :

7 3 4,5 10 5441

, 44

500  

Lh jam

(57)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Bedasarkan perhitungan dan perencanaan yang dilakukan maka hasil kesimpulanya sebagai berikut ;

1. Spisifikasi Perencanaan

a. Material yang diangkat : Unit load peti, pipa, besi,kardus dan plat

b. Kapasitas mesin : 5 kg

c. Sistem transmisi : Tali Baja dan Puli

2. Konstruksi alat

a. Daya motor penggerak : 0,02 kW b. Putaran motor penggerak : 105 rpm

c. Putaran Roda : 105 rpm

d. Panjang poros : 120 mm

e. Bahan poros Motor Penggerak : baja karbon S30C f. Rangka dudukan : Acrylic Polimer 5 mm

3. Sistem transmisi

a. Sistem transmisi : Tali Baja dan Puli

b. Ukuran puli : 10 dan 30 mm

c. Ukuran Tali Baja : Tipe B 2 mm

Gambar

Gambar 1.1 Diagram Alir Pengerjaan Laporan Karya Akhir Persiapan dan orientasi
Gambar 2.1 Forklift  Keterangan Gambar :  1.  Overhead guard  2.  Pulley  3.  Mast  4
Gambar 2.2 Counterweight
Gambar 2.4 Forklift electric
+7

Referensi

Dokumen terkait