BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Obyek Penelitian
3.1.1. Sejarah perkembangan perusahaan
Berawal dari perusahaan dengan inti usaha di bidang jasa pelayanan. PT Samudera Indonesia Tbk kini telah tumbuh menjadi perusahaan penyedia jasa transportasi yang lengkap dan terpadu. PT Samudera Indonesia Tbk (Samudera) berdiri sejak tahun 1964. Dalam perjalanan selanjutnya bisnis Samudera telah berkembang dengan pesat dan saat ini bisnis utamanya menyediakan jasa pelayanan transportasi barang yang lengkap dan terintegrasi sehingga mampu memberikan jassa intermoda terpadu, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Sejak tahun 1999, Samudera telah menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Dalam rentang waktu 46 tahun, Samudera telah mengembangkan usahanya sehingga memiliki layanan transportasi barang yang lengkap meliputi pelayanan peti kemas, tanker, kegiatan lepas pantai, transportasi darat untuk alatalat berat dan peti kemas, penyimpanan dan perbaikan peti kemas, pergudangan, bongkar muat barang, terminal operaator, ship management, serta layanan transportasi terpadu.
Samudera juga melakukan kegiatan keagenan dari beberapa perusahaan pelayaran luar negeri, antara lain Hapag Lloyd AG, Rickmers Linie, United Arab Shipping Company (UASC), Nippon Yusen Kaisha (NYK) dan Korea Marine Transport Company (KMTC).
Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Samudera menambah armada kapal tanker dan kapal kontainer untuk layanan regional dan domestik. Di bidang lain Samudera sedang mengembangkan layanan logistik dengan melakukan sinergi atas seluruh layanan jasa yang ada dan menggunakan jejaring bisnis yang tersedia. Selain itu Samudera juga mengoperasikan Dermaga Serbaguna Nusantara di kawasan Tanjung Priok dan saat ini dalam proses pembangunan Terminal Petikemas Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur.
Melalui perjalanan panjang dalam membangun industri transportasi di Indonesia dan Asia, Samudera memiliki citra yang baik dan terpercaya sebagai mitra bisnis dalam industri transportasi barang di kawasan Asia. Pengalaman tersebut juga telah membentuk kompetensi perusahaan yang kuat dan akan semakin diperkokoh untuk terus menjadi pemain terkemuka di masa mendatang sehingga pelanggan mendapatkan layanan yang berkualitas.
3.1.2 Visi, Misi, Nilai, dan Strategi Perusahaan a. Visi Perusahaan:
Menjadi perusahaan transportasi terpadu yang terkemuka di kawasan trgional dan bereputasi baik di Asia.
b. Misi Perusahaan:
17. Menyediakan layanan jasa transportasi barang dan logistik yang berkualitas bagi pelanggan yang berkualitas.
18. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan nilai bagi pemegang saham melalui 199
pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dan laba yang optimal.
c. Nilai Perusahaan:
9. Meyakini bahwa manusia adalah sumber daya yang paling penting
10. Meyakini bahwa kerjasama adalah sangat penting dan menghargai kreativitas serta inovasi perseorangan
11. Meyakini pentingnya pertumbuhan usaha dan laba
12. Menghargai pelanggan dengan menyediakan layanan jasa yang berkualitas 13. Memegang teguh prinsip kehatihatian dan Good Corporate Governance dalam
menjalankan usaha
14. Memelihara dan menjaga lingkungan d. Arah dan Strategi Perusahaan
Untuk menghadapi tantangan dan berkembang sesuai dengan arah yang jelas di masa depan, Perusahaan mempunyai komitmen untuk selalu berpedoman pada tiga pilar strategis utama yang ingin dicapai dalam lima tahun medatang yakni:
1. Expansion
4. Mengembangkan bisnis, feeder bisnis logistik, dan bisnis terminal melalui pembukaan hub baru dan ruterute potensial, pengembangan jasa dan fasilitas logistik serta multi terminal pada areaarea yang memiliki pasar potensial baik secara mandiri maupun melalui kerjasama dengan mitra strategis yang handal.
5. Mengembangkan bisnis, feeder bisnis logistik, dan bisnis terminal melalui peningkatan jumlah kepemilikan kapal, peningkatan jasa serta fasilitas pada
pasar yang dimiliki saat ini serta kapasitas terminal peti kemas yang dioperasikan sendiri oleh perusahaan.
2. Synergi
Melakukan kolaborasi aktivitas, jaringan dan sumber daya antar bisnis pelayaran, logistik, serta keagenan dan terminal agar unit mencapai kinerja yang unggul (excellent) untuk mendukung pelayanan jasa transportasi yang terintegrasi secara efisien dan efektif sehingga selalu kompetitif dalam persaingan.
3. Excellence
Meningkatkan kemampuan dan kompetensi di bidang pelayaran, logistik dan terminal untuk meningkatkan daya dan kualitas pelayanan jasa transportasi.
3.1.3 Lokasi Perusahaan
PT Samudera Indonesia Tbk berkantor pusat di Gedung Samudera Indonesia, Jl. Letjen. S. Parman kav. 35, Jakarta Barat. Selain lokasi tersebut, Samudera juga memiliki kantor di Jakarta yaitu di Jl. Kali Besar Barat No. 39, Jl.
Kali Besar Barat No. 43, dan Komplek perkantoran Yos Sudarso. Samudera memiliki kantor cabang dan kantor Unit Bisnis yang tersebar di Indonesia dan beberapa negara Asia.
3.1.4 Struktur Organisasi Susunan Pengurus
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang telah dilaksanakan tanggal 12 Mei 2010 di Jakarta, menghasilkan salah satunya perubahan Susunan Jajaran komisaris dan Direksi Samudera.
Komisaris Utama : Shanti L. Poesposoetjipto
Direktur Utama : Masli Mulia
Wakil Direktur Utama : David Batubara
Direktur : Anwarsyah Batubara
Iryanto Hutagaol Asmari Herry Prayitno Yudi Riyadi
Prabowo B. Santoso 3.1.5 Lingkup Usaha
Lingkup usaha Samudera adalah seperti terlihat pada bagan berikut:
3.2.Desain penelitian
Scope of Services
Shipping Group Logistics Group Agency & Terminal Group
Regional Container Shipping Industrial Shipping
Domestic Container Shipping Breakbulk Shipping
Ship Management
Logistics Service Provider Project Logistics
Chemical Logistics Container Depot Warehousing Trucking
Distribution Center
General Agency Sub Agency Terminal
Dalam menyusun skripsi ini, dilakukan pendekatan studi kasus dengan metode penelitian deskriptif, yaitu suatu metode yang berusaha mengumpulkan, menyajikan serta menganalisis data sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas atas obyek yang diteliti. Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskriptif secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta dan sifatsifat dari populasi (obyek) penelitian.
3.3. Hipotesis Penelitian
Ha1 : Struktur modal berpengaruh signifikan terhadap current ratio Ho1 :Struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap current ratio Ha2 : Struktur modal berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas ekonomis Ho2 : Struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas ekonomis
3.4 Definisi operasional variabel dan skala pengukuran
Dalam penelitian ini, akan menggunakan dua buah variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel terikat (dependent variable) dalam penelitian ini adalah rasio likuiditas dan rentabilitas. Sedangkan variabel bebas (independent variable) adalah struktur modal.
Berikut adalah definisi operasional dari masingmasing variabel:
1. Struktur modal, yaitu rasio perbandingan hutang jangka panjang dengan modal, yang dinyatakan dalam persentase.
= hutang jangka panjang equity
2. current ratio, yaitu rasio perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, yang dinyatakan dalam persentase.
= current ratio Current liabilities
3. Rentabilitas ekonomis, yaitu rasio perbandingan laba sebelum pajak dengan total modal, yang dinyatakan dalam persentase.
= Laba sebelum pajak Total modal
3.5. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah dengan cara:
a. Mengumpulkan data penelitian dengan penelitian kepustakaan (library research), untuk memperoleh datadata pendukung sebagai pedoman teoritis dalam pembuatan laporan ini.
b. Melakukan pengamatan atas dokumendokumen atau catatancatatan perusahaan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai laporan Keuangan perusahaan.
3.6. Jenis Data
Untuk penelitian ini, data yang diolah adalah data sekunder, yaitu data primer yang telah diolah lebih lanjut dan telah disajikan oleh pihak lain.
3.7 Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan dan sampel yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan periode tahun 2004 s/d 2008.
3.8. Metode analisis data
Dalam penelitian ini akan digunakan variabel bebas atau x yaitu struktur modal dan variabel tak bebas atau y yaitu rasio likuiditas dan rentabilitas untuk menguji pengaruhnya, akan digunakan metode analisis sebagai berikut:
3.8.1. Analisa Regresi Sederhana
Merupakan metode statistik yang digunakan untuk menentukan kemungkinan bentuk dari hubungan beberapa variabel. Tujuan akhir dari metode ini adalah untuk meramalkan atau menduga nilai dari suatu variabel yang sesuai dengan nilai tertentu variabel lainnya. Ditulis dengan persamaan:
Y = a + bx dimana:
Y = variabel dependen diwakili oleh rasio likuiditas dan rentabilitas a = nilai ratarata konstan/harga Y bila X = 0
b = koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel tak bebas (likuiditas dan rentabilitas) yang didasarkan pada variabel bebas (struktur modal). Bila b (+) terjadi kenaikan, bila b () maka akan terjadi penurunan dan b menunjukkan pengaruh x terhadap y.
x = variabel independen diwakili oleh struktur modal a = ∑ Y – b ( ∑ X) 2
n
b = n ∑ XY ( ∑ X) ( ∑ Y) n ∑ X2 (∑ X)2
3.8.2 Pengujian Hipotesis:
Pengujian hipotesis dilakukan berdasarkan pada hasil analisis regresi dilakukan dengan cara:
a. Perumusan hipotesis
Ho : b = 0, jika b =0, maka struktur modal tidak terpengaruh signifikan terhadap rasio likuiditas dan rentabilitas perusahaan.
Ha : b ≠ 0, jika b ≠ 0, maka struktur modal berpengaruh signifikan terhadap rasio likuiditas dan rentabilitas perusahaan.
b. Menentukan nilai konstan, koefisien regresi dan t hitung dengan aplikasi software SPSS.
c. Menentukan t tabel
Dengan degree of freedom (df) = (n2) dan dengan level of significant 95%
atau sebesar 5 % yaitu t (n2).
d. Membuat kesimpulan
Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolah dan Ha diterima Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.