• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SD Negeri Ngawen II Kelas / Semester : VI /Genap

Topik Simulasi : 10. Kepemimpinan Tema / Sub tema : 7 / 2. Pemimpin Idolaku Pembelajaran ke : 1

Alokasi waktu : 10 menit

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui kegiatan diskusi dan mengamati gambar tokoh pemimpin bangsa beserta penjelasannya, peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai kepemimpinan dan contoh kegiatan dengan benar.

2. Melalui kegiatan mengamati diskusi peserta didik mampu menjelaskan nilai-nilai persatuan dengan benar.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan  Mengucapkan salam dan berdoa sebelum belajar dipimpin oleh peserta

didik yang bertugas.

 Menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dan diharapkan dikaitkan dengan pengalaman peserta didik.

 Memberikan informasi tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

 Melakukan motivasi dengan yel-yel semangat.

2 menit

Kegiatan Inti

DISKUSI

1. Peserta didik mengamati gambar tokoh pemimpin bangsa.

2. Tanya jawab tentang nama tokoh pemimpin bangsa dan nilai kepemimpinan yang ada pada diri tokoh tersebut.

3. Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok heterogen, masing-masing kelompok terdiri dari lima orang.

4. Peserta didik beserta kelompok menuliskan nama tokoh pemimpin bangsa berdasarkan gambar yang ditunjukan guru beserta nilai-nilai kepemimpinannya dalam LKPD.

5. Perwakilan setiap kelompok menjelaskan nama pemimpin yang ditulisnya beserta nilai-nilai kepemimpinannya.

6. Setiap kelompok mencari sumber referensi dan dilanjutkan berdiskusi tentang penerapan nilai-nilai persatuan berdasarkan teks yang telah dibaca.

7. Setiap kelompok menuliskan contoh penerapan nilai-nilai sila ke tiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari pada tabel dalam LKPD.

8. Setiap kelompok presentasi hasil diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab dan pemantapan materi oleh guru.

KUIS TEBAK TOKOH

9. Untuk pemantapan materi, dilakukan dengan permainan tebak tokoh.

10. Setiap kelompok secara bergantian bermain. Pemain setiap kelompok adalah pemain 1-5. Pemain 1 duduk dan diatas kepala ditaruh mahkota gambar tokoh. Pemain 2 memberikan ciri-ciri yang dimiliki oleh tokoh dalam gambar untuk ditebak dalam waktu maksimal 5 menit. Apabila pemain 1 bisa menebak berarti mendapat poin dan dikontribusikan untuk poin kelompok.

Apabila tidak bisa menebak sampai habis waktunya, maka tidak mendapat poin. Seperti itu semua sampai semua anggota bermain.

11. Setiap kelompok dihitung poinnya, kelompok dengan poin tertinggi adalah kelompok yang menang.

12. Apabila ada kelompok yang mempunyai poin sama, maka kelompok tersebut bertanding kembali.

13. Mengumumkan hasil perolehan poin kelompok.

6 menit

Kegiatan Penutup

 Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dan refleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

 Peserta didik mengerjakan evaluasi soal tes tulis.

Menyanyikan lagu daerah Yogyakarta “Suwe Ora Jamu”

 Guru menutup pembelajaran.

2 menit

C. PENILAIAN PEMBELAJARAN

Penilaian sikap : kerjasama, percaya diri, tanggungjawab.

Penilaian pengetahuan : tes pilihan ganda Penilaian keterampilan : penilaian unjuk kerja.

Mengetahui Kepala Sekolah,

SRI BASUKI, S.Pd.SD NIP. 19630217 198303 2 005

Ngawen, 18 April 2022 Guru Kelas

NURATIK ISTIQOMAH, M.Pd NIP. 19831015 200604 2 011

(2)

LAMPIRAN - LAMPIRAN

A. LAMPIRAN MATERI PEMBELAJARAN

1. MATERI 1 GAMBAR TOKOH PEMIMPIN BANGSA

Ir. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng. (25 Juni 1936 – 11 September 2019) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Sebelumnya, B.J. Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7, menggantikan Try Sutrisno.

Habibie pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Gebrakan B. J. Habibie saat menjabat Menristek diawalinya dengan keinginannya untuk mengimplementasikan "Visi Indonesia". Menurut Habibie, lompatan-lompatan Indonesia dalam "Visi Indonesia" bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pula dalam industri strategis yang dikelola oleh PT IPTN, PT Pindad, dan PT PAL Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, ketika menjabat sebagai Menristek, Habibie juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang pertama. Habibie terpilih secara aklamasi menjadi Ketua ICMI pada tanggal 7 Desember 1990. Puncak karier Habibie terjadi pada tahun 1998, di mana saat itu ia diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 (menjabat sejak 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Tiga penemuan BJ Habibie yang diakui dunia internasional, yakni: Habibie Factor atau Habibie Theory, Habibie Theorem, dan Habibie Method

Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu pahlawan Indonesia yang berperan penting dalam pembangunan pendidikan bangsa. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dan pernah mengenyam pendidikan di Stovia. Beliau mendapat gelar sebagai Bapak Pendidikan.

(3)

Sejak bersekolah di Stovia, Ki Hajar Dewantara mempunyai kemampuan Bahasa Belanda yang sangat baik dan dimanfaatkan oleh beliau untuk menulis kritikan-kritikan terhadap pemerintahBelanda. Kemudian pada tanggal 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa yang merupakan sekolah nasional pertama bagi rakyat Indonesia.

Taman Siswa menjadi bentuk nyata perjuangan yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melawan penjajah. Beliau yakin bahwa pendidikan dapat membantu bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

Menurut buku Jiwa Patriotisme karya Sri Kartini (2020:15), Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai bapak pendidikan karena beliau mendirikan Taman Siswa yang sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada para peserta didik supaya mereka bisa mencintai bangsa dan tanah air serta berjuang bersama untuk memperoleh kemerdekaan.

Sultan Hasanuddin memiliki nama asli Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape. Ia lahir pada 12 Januari 1631 dan merupakan anak dari pasangan Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15, dan I Sabbe To'mo Lakuntu. Nilai- nilai kepahlawanan Sultan Hasanuddin antara lain cinta tanah air, rela berkorban, dan mempunyai percaya diri yang tinggi melawan penjajah. Memperlihatkan semangat Siri’

Na Pacce menjaga kehormatan bangsanya dan mempunyai ketegasan serta keberanian sehingga dirinya dijuluki sebagai Ayam Jantan dari Timur.

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1 Januari 1772 dan wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotta, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864. Ia merupakan seorang ulama yang berjuang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri tahun 1803-1838. Keteladanan yang dapat diambil dari Tuanku Imam Bonjol adalah: memiliki jiwa pemberani dan ksatria, rela berkorban untuk bangsa, memegang teguh ajaran Agama dan gigih menegakkan kalimat Allah serta gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan.

(4)

Ir. H. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo; 6 Juni 1901 – 21 Juni 1970) [note1][note2] adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967.:11,81 Ia adalah seorang tokoh perjuangan yang memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Sukarno mendapat julukan sebagai sang proklamator yang terkenal dengan nama “Bung Karno”. Nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh Sukarno adalah :

1. Tidak melakukan Korupsi atau segala sesuatu yang dapat menghancurkan Kita.

2. Apabila Kita ingin memimpin orang lain, pimpin dahulu diri Kita sehingga orang lain yang Kita pimpin-pun akan segan, terbukti dengan Kepemimpinan Soekarno yang tidak mengambil uang rakyat berakibat pada orang-orang yang dipimpinnya-pun tidak sampai hati untuk melakukan hal itu.

3. Menjadi Pemimpin yang terbuka, tidak hanya untuk golongannya tapi untuk semua kalangan yang dipimpin, terbukti dengan Keinginan Soekarno yang ingin Istana Negara bukan hanya menjadi tempat bagi para mandataris rakyat, tapi juga terbuka untuk setiap orang yang ingin masuk dan belajar di sana, tidak seperti kondisi sekarang yang penjagaan sangat ketat sehingga cenderung orang-orang istana saja yang bisa masuk ke sana.

4. Menjadi pemimpin yang jika berbicara tidak hanya mampu dimengerti oleh orang-orang yang berpendidikan, tapi bisa menyesuaikan dengan siapa yang diajak bicara.

5. Pemimpin harus memerdulikan ‘orang kecil’. Hakikat pemimpin adalah orang yang dipilih rakyat (mandataris rakyat), sehingga harus memerdulikan rakyat yang dipimpinnya.

6. Jangan pernah menyerah dalam memerjuangkan kebenaran dan untuk kepentingan masyarakat banyak.

7. Jangan terlalu menikmati (terlena) dengan jabatan yang Kita pegang sekarang seolah tidak ingin turun, walaupun Kita telah menorehkan prestasi yang membanggakan, Kita harus sadar bahwa jabatan itu harus berganti, jika tidak, maka akan terjadi hal-hal yang negatif.

8. Pemimpin harus gigih dalam memerjuangkan kebenaran walaupun risikonya sangat besar.

9. Pemimpin yang tegas dan berani, adalah pemimpin yang dapat selalu mempertahankan integritasnya, sekalipun ‘penjara’ rintangannya.

10. Apabila seorang pemimpin ingin dan bermaksud memperjuangkan kepentingan ‘rakyat’

yang dipimpinnya, maka Pemimpin tersebut harus sebisa mungkin berjumpa dengan

‘rakyat’nya, karena dengan itu, maka akan tampak bukan hanya sekadar janji-janji yang terlontar, namun ada usaha untuk menjadikan itu nyata.

(5)

2. MATERI 2 TEKS BACAAN

(6)

3. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama Kelompok :

Anggota Kelompok : 1.

2.

3.

4.

5.

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui kegiatan diskusi dan mengamati gambar tokoh pemimpin bangsa beserta penjelasannya, peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai kepemimpinan dan contoh kegiatan dengan benar.

2. Melalui kegiatan mengamati diskusi peserta didik mampu menjelaskan nilai-nilai persatuan dengan benar.

LANGKAH-LANGKAH

1. Diskusikan dengan kelompokmu dan gurumu tentang nama tokoh pemimpin bangsa berdasarkan gambar yang ditunjukan guru beserta nilai-nilai kepemimpinannya.

2. Tulis nama tokoh dan nilai-nilai kepemimpinannya ke dalam tabel berikut!

3. Bacalah sumber referensi bacaan tentang penerapan nilai-nilai persatuan berdasarkan teks yang telah dibaca.

4. Tuliskan contoh penerapan nilai-nilai sila ke tiga Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ke dalam tabel berikut!

TABEL TOKOH DAN NILAI KEPEMIMPINANNYA

No. Nama Tokoh Nilai Kepemimipinan

1.

2.

3.

4.

TABEL NILAI-NILAI SILA KETIGA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI No. Nilai-Nilai Sila Ketiga Pancasila

1.

2.

3.

4.

(7)

4. INSTRUMEN PENILAIAN

A. Penilaian Sikap

Kisi-kisi Penilaian Aspek Sikap

Aspek Sikap Indikator Teknik Penilaian Instrumen Penilaian Kerjasama Kerjasama dalam

mengerjakan tugas dalam kelompok.

Observasi Penilaian diri

Penilaian antar teman Lembar observasi aspek sikap

Percaya diri Percaya diri saat mengemukakan pendapat dalam diskusi.

Percaya diri saat mempresentasikan hasil kerja

kelompok.

Observasi Penilaian diri

Penilaian antar teman Lembar observasi aspek sikap

Tanggung jawab Tanggung jawab saat melaksanakan tugas yang

diberikan.

Observasi Penilaian diri

Penilaian antar teman Lembar observasi aspek sikap

Format Pengamatan Sikap melalui Penilaian Diri

PENILAIAN DIRI

Nama : . ...

Kelas : . ...

Berilah tanda centang (√ ) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuaai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak

1 Saya memiliki motivasi dalam diri saya sendiri selama proses pembelajaran

2 Saya bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok

3 Saya menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan dalam kelompok.

4 Saya menunjukkan sikap ilmiah pada saat melaksanakan studi literature atau pencarian informasi.

5 Saya percaya diri dalam mempresentasikan hasil kerja kelompok.

6 Saya memiliki sikap tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

(8)

Format Pengamatan Sikap melalui Lembar Observasi

Lembar Observasi Aspek Sikap

No. Nama

Inrikator : Kerjasama Indikator : Percaya diri Indikator : Tanggung jawab

Kerjasama dalam mengerjakan tugas

dalam kelompok.

Percaya diri saat mengemukakan pendapat dalam

diskusi.

Percaya diri saat mempresenta

sikan hasil kerja kelompok.

Tanggung jawab saat melaksanakan

tugas yang diberikan.

Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

1.

2.

3.

4. dst

Ya : skor 1, jika sub indikator terlihat konsisten selama pembelajaran Tidak : skor 0, jika sub indikator tidak terlihat sama sekali

Petunjuk penskoran

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ

𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100

B. PENILAIAN KOGNITIF

LEMBAR EVALUASI PESERTA DIDIK

1. Gambar berikut yang merupakan tokoh dalam bidang pendidikan adalah ….

a. c.

b. d.

(9)

2. Perhatikan gambar tokoh berikut!

Nama tokoh pemimpin bangsa sesuai dengan gambar tersebut adalah ….

a. Soekarno b. B.J. Habibi c. K. H.Dewantara d. Tuanku Imam Bonjol

3. Nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh tokoh pemimpin bangsa Sultan Hasanuddin adalah …

a. mementingkan kepentingan golongan.

b. mudah menyerah dalam melawan musuh.

c. mengembangkan rasa kebanggaan bangsa.

d. percaya diri tinggi dalam melawan penjajah.

4. Di bawah ini yang merupakan penerapan nilai-nilai yang terdapat dalam sila ketiga Pancasila adalah …

a. Mempunyai rasa cinta tanah air dan bangsa.

b. Mengutamakan musyawarah mufakat.

c. Selalu bersyukur atas nikmat Tuhan.

d. Membantu korban bencana alam.

5. Ayahku seorang kepala sekolah di SD favorit di kotaku. Gaji yang diterima setiap bulan selalu disisihkan untuk membeli buku bacaan perpustakaan sekolah. Setiap aku akan membeli keperluan sekolah, ayah selalu menyarankan agar aku membeli di kantin sekolah. Ayah juga menyarankan ibu untuk belanja keperluan sehari-hari di warung atau pasar terdekat. Keluarga kami tidak pernah mengunakan produk dari luar negeri. Ayah selalu menyarankan untuk menggunakan produk lokal. Ayahku merupakan tokoh idola bagiku.

Berdasarkan teks wacana tersebut nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh tokoh ayah adalah ….

a. Selalu bersyukur atas nikmat Tuhan b. Mengembangkan persatuan

c. Mencintai tanah air d. Taat beribadah

KUNCI JAWABAN

1.

b

2.

b

3.

d

4.

a

5.

c

PEDOMAN PENILAIAN

Jawaban benar x 20 = 100

(10)

C. PENILAIAN KETERAMPILAN

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN – UNJUK KERJA

No Nama Menentukan

tokoh beserta nilai kepemimpinan

Mengidentifikasi nilai-nilai sila ketiga pancasila

Jumlah Skor

1.

2.

3.

dst

Rubrik penilaian :

No Kriteria 4 3 2 1

1 Menentukan tokoh beserta nilai

kepemimpinan

Memenuhi 4 tokoh beserta nilai

kepemimpiman.

Memenuhi 3 tokoh beserta nilai

kepemimpiman.

Memenuhi 2 tokoh beserta nilai

kepemimpiman.

Memenuhi1 tokoh beserta nilai

kepemimpim an/belum memenuhi.

2 Mengidentifika si nilai-nilai sila ketiga pancasila

Memenuhi 4 nilai sila ketiga pancasila

Memenuhi 3 nilai sila ketiga pancasila

Memenuhi 2 nilai sila ketiga pancasila

Memenuhi 1 nilai sila ketiga

pancasila/bel um

memenuhi

sama sekali

Gambar

TABEL NILAI-NILAI SILA KETIGA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI  No.  Nilai-Nilai Sila Ketiga Pancasila

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian informasi status wajib kelola air hujan kepada pemohon IMB dilaksanakan bersamaan dengan penerbitan Surat Keterangan Rencana Kota (KRK). Ketetapan status

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa laju penjerapan simultan Cr(III) dan Na menggunakan Amberlite IR-120 H dipengaruhi

1) Rancangan Fruit Shredder Feeding berhasil dibuat sesuai dengan rancangan dan dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. 2) Pemutus sistem motor

Praktikan menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media pembelajaran, beserta kelengkapan pembelajaran lain. Berdasarkan observasi,

 Peserta didik mengamati gambar dan slaid teks singkat “Tetangga” pada LKPD yang dikirimkan oleh guru melalui WA Grup kemudian pesrta didik menuliskan beberapa

Indikator penyuluh memfasilitasi pengembangan motivasi atau minat untuk berusahatani berada dalam kategori “kurang berperan”hal ini dilihat dari nilai skor 2,23

Ukur meja merupakan satu cara pengukuran di mana pelotan dilakukan serentak di lapangan dengan skala yang sesuai. Kaedah ini tidak memerlukan pengambilan nota, pembukuan, pelarasan

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati perubahan respon logaritmik dari OTDR, beserta rugi daya serat optik berstruktur SMS dan rugi daya total sepanjang serat