• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAWATAN DAN SISTEM KERJA LIFERAFT PADA KAPAL RORO Abdul Rahman Agung Ramadhan LIFERAFT MAINTENANCE AND WORK SYSTEM ON RORO SHIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAWATAN DAN SISTEM KERJA LIFERAFT PADA KAPAL RORO Abdul Rahman Agung Ramadhan LIFERAFT MAINTENANCE AND WORK SYSTEM ON RORO SHIP"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERAWATAN DAN SISTEM KERJA LIFERAFT PADA KAPAL RORO Abdul Rahman Agung Ramadhan

[email protected]

[email protected]

Abstrak

Liferaft adalah salah satu jenis alat keselamatan yang ada diatas kapal. Liferaft merupakan jenis kapal alat penyelamatan yang disimpan pada suatu container dan didalam Liferaft terdapat alat- alat, makanan, dan minuman untuk keadaan darurat. Pada perawatan Liferaft mulai dengan mengecek kondisi container, setelah itu memastikan tekanan gas CO2 yang digunakan untuk mengembangkan Liferaft msh terisi atau tidak, setelah itu mengecek kondisi barang yang ada di dalam Liferaft. Kwalitas Liferaft dilihat dari kemampuan menahan eksposur selama 30 hari mengapung disemua kondisi laut. Liferaft dan peralatan didalamnya mampu beroperasi saat dijatuhkan ke air dari ketinggian 18 m. Liferaft yang terapung mampu menahan loncatan berulang diatas ketinggian 4.5 m baik dengan atau tanpa kanopi. Mampu ditarik max 3 knot.

Pada pembuatan dudukan Liferaft bagian belakang dan depan memilik perbedaan tinggi sekitar 20-30 derajat untuk mempermudah dalam penurunan pada saat akan digunakan. Terdapat tiga acara untuk penurunan Liferaft yaitu dengan cara manual, menggunakan dewi-dewi dengan memperhitungkan berat maksimal Liferaft untuk 25 Orang yaitu sekitar 1.875 kg, dan terakhir menurunkan Liferaft dengan cara metode aktivasi HRU (Hydrodstatic Release Unit).

Kata Kunci : Liferaft, Cara penurunan Liferaft, isi pada liferaft.

LIFERAFT MAINTENANCE AND WORK SYSTEM ON RORO SHIP

Abstract

Liferaft is one type of safety equipment on board the ship. Liferaft is a type of rescue ship that is stored in a container and in the Liferaft there are tools, food, and drinks for emergencies. The maintenance of the Liferaft starts by checking the condition of the container, then making sure the pressure of the CO2 gas used to develop the Liferaft is still filled or not, after that checking the condition of the goods in the Liferaft. The quality of Liferaft is seen from the ability to withstand exposure for 30 days afloat in all sea conditions. The liferaft and the equipment inside are capable of operating when dropped into the water from a height of 18 m. The floating liferaft is capable of withstanding repeated jumps above a height of 4.5 m either with or without a canopy. Capable of being pulled max 3 knots. In the manufacture of the Liferaft holder, the back and front have a height difference of about 20-30 degrees to make it easier to lower when it will be used. There are three events to reduce the Liferaft, namely manually, using goddesses by calculating the maximum weight of the Liferaft for 25 people, which is around 1,875 kg, and finally lowering the Liferaft by using the HRU (Hydrodstatic Release Unit) activation method.

Keywords: Liferaft, How to lower the Liferaft, fill in the liferaft.

(2)

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara dengan wilayah kepulauan dan perairan yang sangat luas, dengan banyaknya perairan dibutuhkan alat transportasi yang bisa menjangkau semua pulau dengan kapasitas muat yang besar. Kapal adalah salah satu alat transportasi yang sangat diminati dikarena daya tamping yang besar. Sebagai alat transportasi yang memuat banyak barang dan penumpang kapal harus memiliki alat

keselamatan yang baik. Salah satu alat kelesamatan pada kapal adalah liferaft.

Liferaft adalah salah satu alat keselamatan yang sangat penting pada kapal yang sedang berlayar, terlebih pada kapal yang memuat penumpang. Liferaft adalah sebutan untuk perahu karet dengan tenda pelindung dan dilengkapi obat-obatan, perbekalan makanan dan minuman untuk keadaan darurat. Pada penelitian ini akan membahas tentang perawatan dan sistem kerja dari liferaft.

METODE PENELITIAN

Gambar 1. Diagram Alur perawatan liferaft

(3)

Dalam perawatan laferaft kapal ada beberapa tahap, yaitu mulai dari penurunan,bongkar sampai ke pemasangan.

1. Proses perawatan liftraft dimualai dari membuka tabung liferaft dan mengeruarkan semua isinya.

2. Proses pemasangan liferaft dilakukan dengan melipat Kembali tenda atau skoci dan memasukkan semua peralatan standard yang harus ada di liferaft.

3. Jika dalam pengecekan tidak di temukan masalah seperti HRU pada liferaft yang rusak maka Lifetraft

dinyalakan bagus dan diberikan label tanda telah dilakukan service atau perawatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Pengolahan Data

Pada Proses perawatn Lifecraft dimulai dengan pengecekan tabung liferaft, apakan kondisi tabung masih layak pakai atau tidak. Jika tabung mengalami kerusakan maka akan dilakukan perbaikan dan setelahnya akan di cat putih Kembali.

Gambar 2. pengecatanTabung Liferaft Pengecekan Kondisi perahu/Liferaft

Pengecekan liferaft

Dilakukan dengan cara mengembangkan liferaft dan melihat kondisi karet pada liftraft apakah ada kerusakan seperti sobek atau terkelupas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kodisi tabung CO2 yang

digunakan untuk mengembangkan liferaft masih terisi tekanan penuh dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk liferaft dapat terbuka. Waktu standar pengembangan liferaft sekitar 30s sampai 1 menit setelah tabung dan HRU terkena air.

Gambar 3. Gambar Liferaft saat di kembangkan

(4)

Proses Pengecekan Isi Liftraft

Pada bagian dalam Liferaft terdapat makan, minuman, obat-obatan, red hand flare, dan alat-alat keselamatan yang lainnya.

Pengecekan isi dalam liferaft untuk mengetahui kondisi dan tanggal kadaluarsa barang yang ada didalam liferaft.

Gambar 4. Isi dalam Liferaft Tabel 1. Alat yang ada didlam Liferaft No Nama Barang Jumlah Satuan

1 food ration 12 Pcs

2 water ration 12 Pcs

3 fishing kit 2 Set

4 the throw line appliance 1 Pcs

5 glue 1 Pcs

6 oak or leadle 2 Pcs

7 floating knife 1 Pcs

8 smoke signal 2 Pcs

9 parachute rocket 4 Pcs

10 hands flares 6 Pcs

11 medicine 1 Pack

12 first aid kit 1 Set

13 floating sea achor 1 1

14 immersion suite 1 1

15 Mirror 1 1

Penutupan Liftraft

Pada Proses penutupan Liferaft semua barang-barang di letakan Kembali kedalam

liferaft, kemudian liferaft di kempeskan dan tabung oksigen untuk mengisi udara dalam liferaft dimuat Kembali agar bisa

(5)

mengembangkan liferaft secara otomatis.

Setelah liferaft kempes kemudian di dilipat sesuai dengan cara produsen melipat liferaft dan memasukan kembali liferaft

kedalam container dan setelah itu di ikat dan di kunci menggunakan HRU.

Gambar 5. HRU (Hyrolic Realese Unit) Sistem Kerja

Pada saat perbaikan atau service liferaft dilakukan dengan cara mengecek sertifikat masa berlaku liftraft, kemudian melakukan pengecekan kondisi fisik dari container atau tabung liftraft, setelah itu baru dilakukan proses pembukaan tabung untuk mengecek isi barang-barang yang ada didalam liftraft.

Sistem kerja dari tabung liftraft ini yaitu dengan memastikan tabung CO2 yang digunakan untuk mengembangkan liferaft masih terisi tekanan penuh. Tujuan dari pengecekan tabung CO2 yaitu memberikan

tekan pada bagian karet perahu yang secara otomatis akan mengembang atau mengisi angin pada balon perahu setelah HRU dibuka. Untuk waktu mengembang pada setiap leftraft tidak boleh lebih dari 1 menit hal ini karena pada kondisi darurat liftraft digunakan untuk mengangkut penumpang kapal yang sudah berada didalam air sehingga waktu untuk pengembangan harus cepat untuk menghidari terjadinya kelelahan penumpang yang sudah berada di air.

Gambar 6. Pengecekan Tabung Liftraft

(6)

Gambar 7. Ukuran standar container liferaft Untuk ketentuan sarat liferaft adalah :

1. Mampu menahan eksposur selama 30 hari mengapung disemua kondisi laut.

2. Liferaft dan peralatan didalamnya mampu beroperasi saat dijatuhkan ke air dari ketinggian 18 m.

3. Liferaft yang terapung mampu menahan loncatan berulang diatas ketinggian 4.5 m baik dengan atau tanpa kanopi.

4. Mampu ditarik max 3 knot dengan peralatan dan jumlah orang beserta jangkar laut didalamnya.

5. Kanopi digunakan untuk memberikan isolasidan perlindungan terhadap panas dan dingin oleh 2 lapisan material yang dipisahkan oleh udara.

6. Memiliki udara yang cukup bagi seluruh peumpang, bahkan saat pintu tertutup.

7. Dilengkapi dengan setidaknya 1 tempat untuk bisa memantau keadaan sekitar walaupun ditutup, dilengkapi dengan sarana mengumpulkan air hujan dan saran memasang tanda reflektor radar.

8. Liferaft dilengkapi tali tambang minimal 10 m.

9. Lampu yang dikontrol secara manual harus dipasang dibagian atas kanopi berwarna putih dngan intensitas cahaya tidak kurang dari 4.3 candela serta mampu menyala minimal 12 jam nonstop.

10. Jika lampu kilat dipasang maka lampu akan berkedip pada kecepatan tidak kurang dari 50 kedip dan tidak lebih dari 70 kedip selama 12 jam menyala.

11. Inflasi angin pada liferaft mengggunakan CO2 dengan jumlah kecil N2 yang bertindak sebagai elemen anti pembekuan. Selain itu, CO2 tidak mudah terbakar dan juga memiliki berat lebih dari udara sehingga bisa menambah daya apung pada liferaft. Titik beku CO2 adalah -78 derajat sehingga bisa mengembang pada suhu yang rendah/

12. Memiliki kekuatan tali tambang 15 kN untuk 25 orang.

(7)

13. Tidak ada kebocoran dan sobek pada salah satu bagian badan maupun kanopi liferaft.

14. Sarat kelengkapan isi liferaft terpenuhi. Proses Pembuatan Dudukan Liferaft Tatanan tempat atau dudukan yang digunakan dipasang dengan cara tumpuk sejajar berbahan logam (baja). Dalam

pembuatan dudukan harus memperhatikan posisi dudukan, sebab ketika proses peluncuran atau dilepas liferaft dari atas kapal, liferaft harus langsung meluncur ke air. Sehingga untuk dudukan liferaft harus dibuat dengan posisi yang bagian belakang harus sedikit lebih tinggi dari yang depan ( memiliki kemiringan sekitar 20 sampai 30 derajat.

Gamabr 8. Dudukan Liferaft Bagian pada dudukan liferaft adalah

1. A-frame, berfungsi sebagai kerangka pondasi dimana liferaft ditempatkan sehingga dapat dengan mudah diluncurkan.

2. Hydraulic cylinder, adalah komponen yang melakukan aksi atau meneruskan daya dari

pompa untuk melakukan kerja secara mekanik.

3. Boat winch, berfungsi untuk menarik atau mengangkat liferaftt dari permukaan air.

4. Boat fall, adalah tali untuk menarik atau mengangkat liferaft dari permukaan air.

Gambar 8. Dudukan Liferaft

(8)

Proses Penurunan Liferaft

Pengoperasian liferaft yang sesuai prosedur juga dikatakan dalam faktor kelayakan karena ketika proses itu dilakukan dengan tata cara dan urutan yang sesuai maka tidak akan menimbulkan hal yang membuat kerugian. Inspeksi juga dilakukan dengn pengujian peluncuran, cara puluncuran yang sesuai aturan :

Peluncuran secara manual :

1.Pastikan tali painter terikat ke sisi kapal pada titik yang kuat.

2. Lepaskan pagar (railing) dan periksa keluar untuk menghilangkan penghalang.

3. Lepaskan pengait dengan cradle (kunciannya) dan liferaft akan meluncur kebawah dengan sendirinya.

4. Setelah liferaft berada diatas air, tarik tali painter dengan kencang kearah sisi kapal hingga mengembang.

5. Saat liferaft sudah mengembang pastikan liferaft tidak terbalik, apabila liferaft terbalik maka kembalikan liferaft ke posisi yang seharusnya.

6. Turunkan penumpang melalu tangga embakasi (apabila ada) atau melalui pintu darurat yang sudah disediakan dengan hati- hati dan bergantian.

7. Duduk dengan posisi berhadap-hadapan (tatap muka) atau melingkar sesuai bentuk liferaft.

8. Pastikan SART dan EPIRB telah diaktifkan.

Hitung jumlah penumpang liferaft yang sesuai dengan ketentuan kapasitas liferaft.

9. Potong tali painter dengan menggunakan pisau yang sudah disediakan di dalam liferaft.

10. Gunakan dayung untuk mengarahkan liferaft agar menjauh dari kapal.

Peluncuran dengan dewi-dewi : 1. Lepaskan lashing dari wadah.

2. Turunkan davit dan kunci dengan pengait untuk diangkat.

3. Tarik tali painter keluar dan amankan tali painter.

4. Angkat tabung liferaft sampai ketinggian tertentu.

5. Tarik tali painter dengan kencan sampai liferaft mengembang.

6. Setelah mengembang, kencangkan liferaft.

7. Salah satu ABK masuk ke liferaft dan melakukan pengecekan untuk mengumpulkan SART dan EPIRB.

8. Masukkan semua penumpang sesuai kapasitas dan duduklah dengan merata.

9. Lepaskan tali bowsing.

10. Periksa area peluncuran apa sudah aman.

11. Turunkan liferaft. dengan menggunakan pelepasan brake secara perlahan.

12. Mengoperasikan pelepasan kait/hook 1 meter diatas air atau membiarkan liferaft menaiki puncak gelombang untuk meletakkan beratnya di atas air dan secara otomatis akan lepas kaitan tersebut.

13. Potong tali painter dan bawa liferaft menjauh dari kapal.

Untuk mengetahui berat maksimal yang dapat diangkut dewi-dewi dalam 1 kali penurunan liferaft maka dapat dihitung dengan rumus berikut.

CW = W x N Dimana :

CW = beban angkat

W = Perkiraan berat orang dewasa (75 kg) N = Jumlah maximal penumpang pada liferaft.

CW = š‘Š š‘„ š‘

CW = 75 x 25 = 1.875 kg

Peluncuran liferaft dengan metode aktivasi HRU (Hydrodstatic Release Unit) :

1. Saat kapal tenggelam hingga kedalaman kurang lebih 4 meter, tekanan air akan mengaktifkan pisau tajam di HRU.

2. Pisau ini akan memotong tali pengaman di sekitar wadah atau tabung liferaft dan akan mengapung bebas.

3. Saat kapal tenggelam lebih jauh, tali painter akan meregang dan akan mengembangkan liferaft dengan tarikannya.

(9)

Gambar 9. Liferaft pada saat proses pembukaan

Gambar 10. Cara pengoprasian liferaft

(10)

SIMPULAN DAN SARAN

Liferaft merupakan salah satu jenis alat keselamatan yang ada diatas kapal dan wajib dilakukan perawatan. Pada proses perawatan atau service liferaft kita dapat melihat kelayakan secara visual pada kondisi tabung liferaft, kemudian memastikan tabung CO2 yang digunakan untuk mengembangkan liferaft masih terisi tekanan penuh dan melihat kecepatan proses mengembangnya liferaft dengan waktu maksimal 1 menit, melakukan ceklist pada isi dalam liferaft. Kwalitas liferaft dilihat dari kemampuan menahan eksposur selama 30 hari mengapung disemua kondisi laut. Liferaft dan peralatan didalamnya mampu beroperasi saat dijatuhkan ke air dari ketinggian 18 m. Liferaft yang terapung mampu menahan loncatan berulang diatas ketinggian 4.5 m baik dengan atau tanpa kanopi. Mampu ditarik max 3 knot. Dalam proses penurunan liferaft ada 3 proses yaitu secara manual, menggunakan dewi-dewi dengan memperhitungkan beban maksimal pada liferaft, dan Peluncuran liferaft dengan metode aktivasi HRU (Hydrodstatic Release Unit).

Pada penelitian berikutnya diharapkan agar penelitian ini dapat dikembangkan dengan

dapat menghitung besar tekanan pada tabung CO2 untuk proses pengembangan liferaft, dapat menguji beban bentur yang dapat diterima pada tabung atau container liferaft, serta dapat mengetahui besaran beban dan nilai koefien pada dewi-dewi untuk proses penurunan liferaft.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Rahju Muhamad. 2019. ā€œAnalisis Persyaratan kebutuhan Inflatable Liferaft di Kapal Motor Penumpang Mutiara Alas IIIā€. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Surabaya.

[2] Instruction Book For lifeboat DV24RME, 2008.ā€œMaintenance Engineering Handbook vol-1ā€, Dansk Industri Syndikat A/S.

[3] Faisal A. 2019.ā€Optimalisasi Perawatan LifeBoat Sebagai Penunjang Terhadap Keselamatan Crew di MV.

Sendang Masā€ Politeknik Ilmu Pelayaran, Semarang.

[4] Trisno, Purwidi S, 2020. ā€œAnalisa Impor Pengadaaan Liferaft untuk Pembagunan 1 unit Kapal Perintis 750 DWT di PT.DOK & Perkapalan Kodja Bahari (PERSERO) Jakartaā€ Bina Manfaat Ilmu : Jurnal Pendidikan Vol 03, No 02, Juni 2020, Jakarta.

(11)

Gambar

Gambar 1. Diagram Alur perawatan liferaft
Gambar 2. pengecatanTabung Liferaft  Pengecekan Kondisi perahu/Liferaft
Gambar 4. Isi dalam Liferaft  Tabel 1. Alat yang ada didlam Liferaft  No  Nama Barang  Jumlah  Satuan
Gambar 6. Pengecekan Tabung Liftraft
+4

Referensi

Dokumen terkait