1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Flores merupakan sebuah pulau di provinsi NTT yang menyimpan segudang potensi, baik dari sektor pariwisata, budaya, maupun hasil bumi. Salah satunya yakni Kabupaten Ende dengan ibu kota Kabupaten yakni kota Ende.
Gambar 1.1. Peta Provinsi Nusa Tenggara Timur Sumber : ocean916.files.wordpress.com (2013)
Gambar 1.2. Peta Pulau Flores
Sumber : wijayaryputu.wordpress.com (2014)
Kabupaten Ende terletak di tengah pulau Flores dengan posisi yang cukup strategis, memiliki berbagai potensi daya tarik wisata yang digolongkan dalam tiga kelompok besar yakni wisata alam, budaya, serta buatan manusia. Daya tarik
wisata utama dari Kabupaten Ende yakni danau tiga warna Kelimutu. Ditemukan oleh Van Such Telen, seorang warga negara Belanda pada tahun 1915, daya tarik danau Kelimutu terus menjadi misteri hingga sekarang. Banyak wisatawan baik asing maupun domestik datang berkunjung untuk menikmati pesona danau tiga warna ini. Tercatat pada tahun 2012 jumlah pengunjung danau Kelimutu mencapai 15 ribu orang (“Meningkat, Wisatawan ke Danau Kelimutu”, par. 3).
Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992. Sekretaris Ditjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), I Gusti Ngurah Putra, mengatakan, Danau Kelimutu yang ada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, adalah sebuah mahakarya Tuhan. Keunikan itu bukan hanya keajaiban tiga warnanya, melainkan juga keindahan alam di sekeliling danau. (“Ragam Atraksi Wisata Ditawarkan di Ende”, par. 1)
Melihat potensi tersebut, pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengangkat Kelimutu sebagai ikon dalam sebuah event seni budaya yang bernama Festival Danau Kelimutu. Festival ini sendiri pada awalnya tergabung dalam Festival Florata, yakni sebuah event yang memadukan pertunjukan seni budaya serta hasil kreasi dari 2 pulau, yakni Flores dan Lembata.
Namun 2 tahun belakangan, yakni sejak tahun 2012, Kabupaten Ende secara mandiri mengadakan Festival Kelimutu dengan konten yang lebih menampilkan potensi budaya maupun kreasi dari dalam Kabupaten Ende sendiri. Festival seni budaya yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 22-23 November 2013 bertempat di Stadion Marilonga Ende, memiliki ragam acara antara lain pertunjukan seni budaya, pameran industri daerah dan hasil bumi, serta olahraga trekking bersama menuju danau Kelimutu. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Ende, Marmi Kusuma mengatakan, “Festival Kelimutu ini bakal digelar setiap tahun. Kami sudah sepakat untuk serius menyelenggarakan event ini pada tahun- tahun mendatang.” (“Festival Danau Kelimutu Bakal Hadir Setiap Tahun”, par. 1)
Begitu besar potensi event ini dalam menumbuh kembangkan pariwisata Kabupaten Ende, namun pelaksanaannya terbilang belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya jumlah partisipan maupun tingkat awareness dari
masyarakat sendiri. Bahkan penduduk Kabupaten Ende sendiri masih banyak yang tidak mengetahui keberadaan event tersebut. Tidak adanya tanda pengenal yang jelas serta minimnya promosi yang menandakan adanya event menyebabkan ketidaktahuan masyarakat akan acara ini.
Menurut Marmi Kusuma, SH., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende dalam Kata Pengantar buku Profil Pariwisata Kabupaten Ende :
Dikaitkan dengan kekayaan potensi daya tarik wisata yang dimiliki dan berbagai upaya pembangunan yang telah dilaksanakan, ternyata apa yang telah dilakukan masih jauh dari harapan. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain ketersediaan aksesibilitas yang sangat terbatas, minimnya sarana dan prasarana serta lemahnya aktivitas promosi sehingga geliat kepariwisataan di Kabupaten Ende tidak menunjukkan peningkatan yang berarti dibandingkan dengan beberapa kawasan lain di Propinsi Nusa Tenggara Timur (par.2) Tanpa sebuah sebuah identitas, kegiatan promosi akan menjadi hambar dan tidak tepat sasaran. Sebelum menggalakkan kegiatan promosi, Festival Danau Kelimutu membutuhkan wajah serta identitas yang tepat agar dapat dikenali dan diingat oleh masyarakat maupun target audience nya. Disini perancang merasa terpanggil untuk membuat sebuah branding yang dapat memperjelas positioning dari event ini dibandingkan dengan event-event yang sudah ada sebelumnya.
Dimana dengan adanya brand yang jelas, dapat menunjang promosi yang diadakan sehingga acara ini dapat memperoleh perhatian dari masyarakat luas dan menjadi salah satu event nasional yang mampu mendukung pertumbuhan daerah Flores khususnya Kabupaten Ende.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari perancangan ini antara lain :
1. Bagaimana merancang sebuah Visual Branding event Festival Danau Kelimutu, yang mampu mencerminkan karakteristik pariwisata Kabupaten Ende serta mendukung kegiatan promosi event ini di masa mendatang?
2. Bagaimana memilih media-media yang tepat dalam menjangkau target audience sebagai aplikasi visual branding serta sebagai sarana promosi yang tepat sasaran?
1.3. Batasan Lingkup Perancangan
Agar perancangan dapat lebih difokuskan pada suatu tujuan yang lebih spesifik, maka masalah yang diangkat harus memiliki batasan ruang lingkup yang jelas. Berikut batasan ruang lingkup perancangan ini antara lain :
1. Objek perancangan visual branding ini yakni event Festival Danau Kelimutu 2. Perancangan meliputi visual branding event, strategi promosi, beserta media-
media aplikasinya
3. Target audience dari perancangan ini antara lain dijabarkan dalam tabel berikut :
Tabel 1.1. Target audience perancangan
Subjek Target Audience
Primer
Target Audience Sekunder
Demografis
Golongan Menengah - atas Semua kalangan
SES A – B A, B, C
Jenis
Kelamin Pria dan Wanita Pria dan Wanita
Umur 20 – 40 tahun 15 – 50 tahun
Geografis
Masyarakat kota - kota besar Indonesia dengan sampel kota
Surabaya
Masyarakat Kabupaten Ende
Psikografis
Aktif, dinamis, menyukai travelling, menyukai alam /
daerah yang masih alami, memiliki keingin tahuan yang
besar, berjiwa petualang, mandiri
Aktif, tertarik dengan alam, seni budaya, bangga akan
daerahnya sendiri, haus akan hiburan
Behavioristik
Aktif menggunakan internet maupun media sosial, mencari
informasi mengenai tujuan wisata melalui internet, media
sosial, majalah, situs-situs travel, merencanakan liburan
secara berkala
Mendengarkan radio lokal, membaca koran lokal, senang ambil bagian dalam
kegiatan lokal, membanggakan daerah asal
4. Waktu perancangan, penelitian serta pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Januari – Mei 2014
5. Lokasi penelitian dilakukan di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur
1.4. Tujuan Perancangan
Adapun yang menjadi tujuan dari perancangan visual branding ini antara lain :
1. Merancang visual branding bagi event Festival Kelimutu yang mampu mencerminkan karakteristik pariwisata Kabupaten Ende
2. Memilih media-media yang efektif dan efisien menjangkau target audience sebagai aplikasi visual branding serta sebagai sarana promosi yang tepat sasaran
1.5. Manfaat Perancangan 1.5.1 Bagi Mahasiswa
a) Mendapat pengalaman melakukan penelitian dan perancangan secara mandiri.
b) Menambah wawasan mengenai perancangan visual branding serta strategi promosi agar siap memasuki dunia kerja profesional
c) Mempersembahkan hasil karya kepada daerah asal perancang.
1.5.2 Bagi Institusi
a) Perancangan merupakan hasil orisinalitas dan dapat diimplementasikan secara nyata dari mahasiswa perancang.
b) Lembaga menciptakan lulusan sarjana dengan mutu yang lebih tinggi dan yang dapat memberikan dampak bagi lingkungannya.
c) Merupakan suatu sumbangsih dari institusi untuk ikut berperan dalam mendukung program pariwisata suatu daerah..
1.5.3 Bagi Pemerintah
a) Dengan adanya visual branding yang tepat diharapkan dapat mendukung tumbuh kembangnya event Festival Danau Kelimutu sebagai salah satu program andalan Dinas Pariwisata
b) Dapat mendukung pertumbuhan daerah Flores khususnya Kabupaten Ende.
c) Turut memperkenalkan Kabupaten Ende kepada masyarakat banyak d) Diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam maupun luar
negeri, baik dari bidang pariwisata maupun untuk mengundang investor 1.5.4 Bagi Masyarakat
a) Memperkenalkan sebuah event yang memiliki segudang potensi untuk dikembangkan
b) Diharapkan memberi dampak positif untuk memajukan perekonomian masyarakat, baik dari sector pariwisata maupun sektor lainnya
1.6. Defenisi Operasional 1.6.1 Perancangan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah perancangan adalah proses, cara, perbuatan merancang ( 725).
1.6.2 Visual Branding
Visual branding adalah pengaruh yang diakibatkan oleh suatu bentuk visual untuk mendiferensiasikan brand. Diferensiasi artinya membedakan brand tersebut dari brand kompetitor, sehingga dapat terlihat dan dirasakan menonjol dibanding yang lain dan paling diingat audiensnya. Elemen- elemen terpenting sebuah visual branding terdiri atas brand (merk, logo) yang bisa berbentuk visual, warna (produk, korporat), dan komposisi semua elemen penyusunnya. (“Visual Branding Dalam Periklanan” par. 4)
1.6.3 Festival Danau Kelimutu
Festival Danau Kelimutu merupakan sebuah event seni budaya tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Festival yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 22-23 November 2013 bertempat di Stadion Marilonga, Ende ini digelar dalam rangka mempromosikan potensi wisata daerah dan produk kreatif Kabupaten Ende. Festival Danau Kelimutu memiliki ragam acara antara lain pertunjukan seni budaya, pameran dan trade fair berbagai produk dan jasa, industri daerah dan hasil bumi, serta olahraga trekking bersama menuju danau Kelimutu. (“Festival Danau Kelimutu Akan Digelar Setiap Tahun”, par. 9)
1.6.4 Kabupaten Ende
Kabupaten Ende adalah sebuah Kabupaten yang terletak di Pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas Kabupaten ini ialah 2.046,6 km² dengan populasi 238.040 jiwa. Ibu kota Kabupaten yakni kota Ende.
Penduduk Kabupaten Ende terdiri dari 2 suku asli yaitu suku Ende dan Suku Lio serta sejumlah pendatang dari berbagai etnis yang tersebar di 21 kecamatan.
Kabupaten Ende memiliki iklim tropis agak kering dengan suhu rata-rata harian berkisar antara 26-32oC. Musim hujan dimulai dari bulan Oktober hingga April dan musim kemarau dimulai dari bulan Mei hingga Oktober dengan curah hujan rata-rata setahun 1.822mm dan jumlah hari hujan rata-rata 82 hari. (Profil Pariwisata Kabupaten Ende , 1-2)
1.7. Metode Perancangan 1.7.1 Data yang dibutuhkan
Dalam sebuah proses perancangan dibutuhkan data-data yang akurat.
Menurut sumbernya, data dibagi menjadi sumber data primer dan sekunder.
1.7.1.1 Data Primer
Sumber data primer diperoleh secara langsung dari subyek penelitian, baik individu maupun kelompok. Data primer yang dibutuhkan dalam perancangan ini antara lain data Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Ende, data target
audience, data pelaksanaan event Festival Danau Kelimutu tahun 2013, wawancara dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Sekertaris Daerah Kebupaten Ende, Ketua Panitia Pelaksana Event serta masyarakat kota Ende.
1.7.1.2 Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah data yang sudah jadi atau dipublikasikan untuk umum oleh orang lain yang dikumpulkan melalui media cetak dan media massa. Data seperti foto, artikel koran, majalah maupun media elektronik sehubungan dengan event Festival Danau Kelimutu, potensi pariwisata Kabupaten Ende, serta sumber yang terkait tak langsung dengan narasumber utama.
1.7.2 Metode Pengumpulan Data
Merupakan cara-cara yang dapat ditempuh dalam proses pengumpulan data untuk menunjang keakuratan perancangan media komunikasi visual ini.
1. Observasi
Pengamatan langsung ke lapangan, mencari data-data primer yang dibutuhkan, mengambil foto di daerah yang dituju, mencari catatan maupun dokumentasi mengenai event yang telah dilaksanakan sebelumnya beserta media yang pernah digunakan
2. Wawancara mendalam (depth interview)
Wawancara dilakukan secara mendalam dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Sekertaris Daerah Kebupaten Ende, Ketua Panitia Pelaksana Event serta masyarakat kota Ende.
Untuk pengumpulan data sekunder digunakan teknik sebagai berikut:
1. Metode Kepustakaan (Library Research)
Metode ini berusaha untuk mencari segala informasi yang berhubungan dengan event yang telah dilaksanakan, program pariwisata Kabupaten Ende ke depan, serta potensi-potensi yang ada (buku, majalah, koran, dokumentasi, dan lain-lain).
2. Media Internet
Mencari informasi data melalui publikasi yang pernah dilakukan sebelumnya oleh media internet baik data lokal maupun internasional.
1.7.3 Alat / Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen yang akan digunakan dalam proses melakukan pengumpulan data antara lain kertas, bolpen, jaringan internet, dan kamera DSLR untuk mengambil dokumentasi
1.8. Metode Analisis Data
1.8.1 Analisa Data Kualitatif Deskriptif
Analisa data yang dilakukan bersifat kualitatif deskriptif, yakni dengan mempelajari hasil yang diperoleh saat pengumpulan data, kemudian melakukan reduksi data dengan membuat rangkuman dan diperoleh kesimpulan hasil penelitian.
1.8.2 Analisa SWOT
Analisa SWOT merupakan akronim dari Strenght, Weakness, Oportunities, Threats (kelebihan, kelemahan, kesempatan serta ancaman). Hal tersebut merupakan bagian dari perencanaan strategi pemasaran ; yang digunakan untuk meramalkan dengan membandingkan informasi dahulu, sekarang dan yang akan datang. Perancangan visual branding Festival Danau Kelimutu akan dibandingkan dengan brand event lain yang sudah ada sebelumnya seperti Festival Sail Komodo, Jember Fashion Festival, dan Festival Derawan.
1.8.3 Analisa Segitiga Positioning – Differentiation - Brand
Analisa segitiga positioning – differentiation – brand merupakan sebuah konsep yang dikemukakan serta dikembangkan oleh Hermawan Kertajaya.
Dengan konsep ini sebuah produk diposisikan secara unik dalam benak konsumen, kemudian sebuah keunikan atau differentiation yang kokoh harus diterapkan untuk menopang posisi produk kita dalam benak konsumen. Yang
terakhir adalah membangun brand atau merek sehingga dapat terus berkembang dan berkelanjutan.
Brand Integrity
POSITIONING DIFFERENTIATION
Being Strategy Core Tactic
Brand Identity Brand Image
BRAND Value Indicator
Gambar 1.3. Diagram Segitiga Positioning – Differentiation - Brand Sumber : Kertajaya, Hermawan (2004, p.6)
1.9. Konsep Perancangan
Festival Danau Kelimutu merupakan sebuah event andalan Dinas Pariwisata Kabupaten Ende dalam menggalakan semangat kepariwisataan dan tentu juga untuk mendukung tumbuh kembangnya perekonomian serta infrastruktur daerah. Perancangan visual branding tidak akan terlepas dari ciri khas Kabupaten Ende, namun disesuaikan dengan perkembangan jaman yang modern agar menciptakan kesan bahwa walaupun bukan merupakan salah satu kota besar di Indonesia, Kabupaten Ende merupakan sebuah kota yang berkembang dengan baik sehingga dapat menerima modernisasi dan laju pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Visual Branding yang merupakan sebuah representasi visual dari sebuah brand seperti logo dan tipografi. Kemudian didukung dengan perencanaan media serta strategi promosi melalui pengaplikasian media.
1.10. Skematika Perancangan
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan Perancangan
Metodologi Penelitian
Pengumpulan Data
Analisis Data
Sintesis Data
Konsep Strategi
Perancangan
Perencanaan Media Perencanaan Kreatif
Tujuan Media Tujuan Kreatif
Alternatif Desain
Evaluasi / Seleksi
Finished Artwork
Gambar 1.4. Skematika Perancangan