• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KEBIJAKAN DALAM NEGERI PERDANA MENTERI MANMOHAN SINGH DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI TEKSTIL INDIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III KEBIJAKAN DALAM NEGERI PERDANA MENTERI MANMOHAN SINGH DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI TEKSTIL INDIA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

KEBIJAKAN DALAM NEGERI PERDANA MENTERI MANMOHAN SINGH DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI TEKSTIL INDIA

Industri tekstil India yang berkembang dengan pesat pada masa pemerintahan Manmohan Singh, selain karena didukung oleh teknologi dan kualitas sumber daya manusia di India yang maju, juga dari dorongan pemerintah India melalui kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan. Kebijakan tersebut terdiri dari kebijakan dalam negeri dan kebijakan luar negeri.

India kini melesat sebagai peringkat kedua produsen sekaligus eksportir terbesar tekstil kedua setelah China. Kemajuan India mulai terasa sejak paruh tahun 1990 dan melejit menjadi raksasa tekstil pada sekitar tahun 2000. Berbagai langkah yang diambil ini, menjadikan pemerintah India mampu memaksimalkan potensi internal dalam negeri dan juga mampu membaca peluang internasional.

Berbagai langkah maupun peran serta pemerintah yang diambil, dilakukan melalui kebijakan-kebijakan internal (dalam negeri) maupun eksternal (luar negeri) sehingga dapat memaksimalkan potensi yang ada. Keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menyusun sebuah kebijakan politik yang mampu memberikan jaminan dan rasa aman bagi semua pelaku ekonomi terutama di sektor tekstil.

(2)

A. KEBIJAKAN PEMERINTAH MELALUI INDIAN NATIONAL TEXTILE POLICY

Kita tidak dapat melihat perkembangan indusri tekstil di India dekade ini sebagai suatu runtutan yang tunggal, melainkan telah melibatkan atau memakan waktu yang cukup panjang. Diawali dengan reformasi ekonomi pada dekade 90-an India melejit menjadi negara maju, salah satunya di bidang tekstil. Patut menjadi catatan penting terutama ketika era pemerintahan Manmohan Singh (2004-2009).

Pemerintahan Manmohan Singh dinilai sukses dalam memajukan industri tekstil di India. Hal itu dapat terwujud berkat berbagai Indian National Textile Policy yang mendukung proses peningkatan produksi tekstil di India.1

Industri tekstil sesungguhnya mirip dengan industri manufaktur lainnya. Pada prinsipnya industri manufaktur mengelola bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi lalu kemudian dipasarkan baik di pasar domestik maupun manca negara. Melihat pada prinsip tersebut maka kita dapat membagi dalam tiga tahap penting yaitu: pertama, produksi bahan mentah (kapas, sutra,dan lain-lain). Faktor produksi bahan mentah merupakan salah satu faktor yang sangat penting, karena bahan mentah merupakan bahan utama semua industri dalam memproduksi sesuatu, karena bahan mentah akan menentukan hasil dari proses produksi nantinya. Kedua, pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi (pemintalan benang menjadi kain) atau bahan jadi (olahan kain menjadi pakaian). Pada tahap ini bahan mentah       

1“ Indian National Textile Policy”, dalam http://texmin.nic.in/policy/policy_scheme.htm, di akses pada 05 September 2011

(3)

diolah menjadi bahan setengah jadi agar nantinya dapat memudahkan dalam memproduksi bahan tersebut menjadi bahan jadi dan siap untuk dipasarkan. Ketiga, pemasaran hasil produksi baik dalam maupun luar negeri. Hal terakhir ini sangat penting. Karena semuanya tidak akan dapat mendatangkan keuntungan tanpa pemasaran atau penjualan barang yang sudah jadi tersebut. Pemasaran dapat dilakukan ke dalam negeri maupun keluar negeri dengan bekerjasama dengan bangsa- bangsa asing.

Selain dari faktor utama diatas,terdapat juga faktor pendukung yang sangat penting yaitu; Pertama, faktor kecukupan modal dan teknologi. Modal usaha dan teknologi sangat dibutuhkan oleh setiap pengusaha baik berskala besar, sedang atau kecil. Modal usaha dapat bersumber dari tabungan dalam negeri yang dihimpun oleh bank atau juga pinjaman dan investasi luar negeri. Sedangkan teknologi dapat bersumber dari penelitian dalam negeri atau kerjasama dengan pihak asing. Kedua adalah faktor akses pasar. Akses pasar sangat dibutuhkan oleh setiap industri dimana pun berada dan tak terkecuali di India. Meskipun penduduk India sangatlah besar namun hasil produksi tekstil juga sangat besar, sehingga hasil produksi tekstil India akan mengalami kelebihan bila hanya dijual di dalam negeri. Bila penjualan hanya terbatas di dalam negeri saja, hal itu akan berpengaruh terhadap keuntungan yang diraih, sehingga India sangat membutuhkan pasar internasional guna menjual hasil produksi tekstilnya yang meningkat tiap tahun.

Agar industri tekstil India dapat berjalan maksimal maka sangat dibutuhkan kebijakan pemerintah. Pemerintahan Manmohan Singh mampu membentuk dan

(4)

menjalankan kebijakan dalam negeri dan luar negeri sehingga industri tekstil India menjadi dapat tumbuh pesat dan menjadi komoditas unggulan yang menyumbang devisa bagi negara. Selain itu, hasil produksi tekstil India mulai merajai pasar internasional dan menjadi primadona pasar internasional.

Visi kebijakan yang dikeluarkan di era Manmohan Singh adalah mewujudkan Industri Tekstil India dengan keuntungan besar bagi pendapatan nasional, sehingga kemudian peran kebijakan pemerintah dibutuhkan untuk mengembangkan industri yang kuat dan mampu bersaing dipasar internasional melalui tiga prinsip utama, yaitu:

1. Menghasilkan kain berkualitas baik dengan harga yang dapat diterima untuk memenuhi kebutuhan yang berkembang di masyarakat.

2. Semakin berkontribusi dalam penyediaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi bangsa.

3. Bersaing dengan kepercayaan pada meningkatnya pangsa pasar global.

A.1. Tujuan Kebijakan Tekstil Pemerintah India

Tujuan dari pemerintah India mengeluarkan berbagai kebijakan2 yang mendukung industri tekstil india diantaranya adalah:

1. Memfasilitasi industri tekstil untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan global yang ada pada dalam pembuatan dan ekspor pakaian

      

2ibid

(5)

2. Melengkapi Industri untuk menahan tekanan impor dan mempertahankan hasil industri dalam negeri

3. Liberalisasi dengan mengunakan kontrol dan regulasi sehingga segmen yang menjadi bagian dalam industri tekstil diaktifkan untuk tampil kompetitif 4. Mengaktifkan industri untuk membangun industri kelas dunia (state of the art

manufactur) yang sesuai dengan standar lingkungan, dan untuk mendorong

investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) serta penelitian dan pembangunan

5. Mengembangkan basis multi-serat yang kuat dengan daya dorong inovasi (upgradation product) dan mencipta aneka macam produk (diversifikasi).

A.2. Target dan Capaian Pemerintah India Dalam Sektor Tekstil

Pemerintah menargetkan terjadi peningkatan ekspor tekstil yang pesat.

Mencapai target ekspor tekstil dan pakaian dari tahun 2004 adalah sebesar US $ 11 miliar menjadi US $ 50 miliar pada tahun 2010 yang pangsa pakaian mencapai angka US $ 25 miliar.3 Untuk itu ada beberapa hal yang akan di tempuh pemerintah antara lain:

1. Pendanaan untuk pengadaan teknologi (Technology Upgradation Fund Scheme/TUFS) yang mencakup semua segmen manufaktur industri.

      

3Ibid

(6)

2. Mencapai peningkatan produktivitas kapas sebesar 50% dan meningkatkan kualitas dengan standar internasional, melalui pelaksanaan yang efektif dengan teknologi tinggi untuk pengolahan kapas.

3. Peluncuran misi teknologi pada goni untuk meningkatkan produktivitas dan diversifikasi penggunaan serat yang ramah lingkungan.

4. Membantu sektor swasta untuk pengaturan keuangan khusus untuk mendanai kebutuhan industri tekstil yang beragam.

5. Mengatur dana modal kemitraan untuk pengusaha berbasis pengetahuan.

6. Mendorong sektor swasta untuk mendirikan industri kelas dunia, ramah lingkungan, membangun kompleks tekstil terpadu dan unit pengolahan tekstil di berbagai belahan negara.

7. Sektor industri skala kecil menjadi cadangan industri garmen besar.

8. Memperkuat dan mendorong industri tenun ikat untuk menghasilkan nilai tambah dan membantu industri untuk membentuk usaha kemitraan untuk pemenuhan permintaan pasar global.

9. Mendesain ulang dan merubah secara periodik tiap lima tahun.

10. Membangun perencanaan, membangun skema dan merancang program yang dimulai dari tenun ikat, pertanian kapas, kerajinan dan sektor goni untuk memastikan hasil yang lebih baik bagi mereka yang masuk dalam kategori masyarakat kurang beruntung di wilayah daerah Timur Laut dan daerah terbelakang lainnya.

(7)

11. Memfasilitasi pertumbuhan dan memperkuat lembaga HRD termasuk NIFT (National Institute of Fashion Technology) sebagai bagian dari

inovasi produk.

12. Menerbitkan laporan penelitian yang berfokus pada kebutuhan industri sekaligus sebagai transformasi pengetahuan, serta membangun iklim profesionalisme semua organisasi di bawah departemen tekstil secara periodik serta merevitalisasi kerja dari TRAS (Asosiasi Penelitian Tekstil) serta medorong organisasi ini sebagai fasilitator perubahan dan pertumbuhan.

Untuk mewujudkan tujuan di atas maka berbagai kebijakan strategis yang ditempuh sebagai parameter keberhasilan. Strategi keberhasilan tersebut yaitu:

• Pengembangan teknologi

• Peningkatan produktivitas

• Kesadaran kualitas

• Penguatan basis bahan baku

• Diversifikasi produk

• Peningkatan ekspor dan strategi pemasaran yang inovatif

• Pengaturan pembiayaan

• Memaksimalkan kesempatan kerja

• Pengembangan terpadu sumber daya manusia

(8)

Melihat dari Visi kebijakan diatas maka, dapat diketahui bahwa pemerintah India memahami kemampuan dan potensi yang dimiliki, sehingga sangat percaya diri dalam menentukan visi pembangunan tekstil yang berskala global.

Terkait tujuan utamanya yakni menjadikan India sebagai aktor utama dalam industri tekstil dunia. Hal ini adalah suatu mega proyek yang sangat prestisius.

Namun besar kemungkinan India dapat mencapai target tersebut. Untuk pemenuhan target menjadi negara industri tekstil kelas dunia maka dibutuhkan strategi yang tepat melalui berbagai kebijakan pendukung sehingga keberhasilan itu mampu tercapai.

B. KEBIJAKAN SUBSEKTOR TEKSTIL INDIA

Selain memuat visi, tujuan, capaian dan strategi, pemerintah India juga merumuskan kebijakan yang dapat diaplikasikan ke segala lini/sektor yang terkait dengan industri tekstil dalam negeri. Kebijakan tersebut terdiri dari:

1. Peningkatan sumberdaya manusia

2. Peningkatan bahan mentah dan pemintalan dan tenun

3. Peningkatan Sektor Industri dan Peningkatan Teknologi Informasi (TI) 4. Pengelolaan fiskal, pendanaan dan permodalan

(9)

B.1. Peningkatan Sumberdaya Manusia

Sumberdaya manusia sangat dibutuhkan dalam mensukseskan program pemerintah ini. Karena walau bagaimana pun masyarakatlah yang akan menjalankan semua skema yang telah direncanakan. Maka untuk itu ada beberapa langkah yang akan ditempuh untuk pengembangan sumberdaya manusia. Langkah langkah tersebut diantaranya adalah :

1. Memperkaya keterampilan sumber daya manusia dan kemampuan (produktivitas), dengan penekanan khusus pada mereka dengan bekerja di sektor desentralisasi industri. Tujuannya adalah untuk merevitalisasi struktur kelembagaan.

2. Memperluas lapangan kerja yang produktif dengan memungkinkan pertumbuhan industri, dengan upaya khusus diarahkan untuk meningkatkan manfaat ke wilayah timur laut.

3. Membuat Teknologi Informasi (TI), merupakan bagian integral dari seluruh rantai nilai produksi tekstil dan dengan demikian memfasilitasi industri untuk mencapai standar internasional dalam hal kualitas, desain dan pemasaran.

4. Melibatkan dan memastikan kerjasama aktif dan kemitraan Negara (Pemerintah), lembaga keuangan, pengusaha, petani dan organisasi-non pemerintah dalam pemenuhan tujuan ini.

(10)

Sein beberapa langkah diatas, pemerintah juga sangat memperhatikan tentang kesejahteraan pekerja. Peningkatan kesejahteraan pekerja sangat penting dalam meningkatkan sumberdaya manusia, sehingga, pemerintah memasukkan perlindungan dan kesejahteran pekerjaan menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakannya.

Oleh karena itu, penekanan yang dilakukan adalah meletakkan kebijakan perlindungan yang berbasis pada kepentingan pekerja. Langkah-langkah yang tepat akan diambil, termasuk mengawasi Dana Rehabilitasi Pekerja Tekstil.

Selain kebijakan tersebut, pemerintah India juga menggunakan skema untuk mengurangi masalah pengangguran agar dapat terserap di industri tekstil, serta perlindungan dari pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja karena pabrik bangkrut atau tutup. Pemerintah memberikan jaminan dengan menyediakan fasilitas perumahan, pendidikan dan kesehatan bagi pekerja dan seluruh keluarganya.

Prinsip yang diambil oleh pemerintahan Mahmohan Singh adalah apabila kesejahteraan pekerja terjamin, akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh, terutama untuk dua hal, yaitu: pertama peningkatan konsumsi seiring pendapatan yang meningkat. Kedua, peningkatan nilai tabungan seiring adanya kelebihan dana yang tersedia. Dua hal tersebut akan mampu membuat perputaran ekonomi berjalan dinamis karena barang-barang yang diproduksi akan laku dan dana- dana yang tertampung di bank juga dapat menjadi modal usaha.

(11)

B.2. Peningkatan Bahan Mentah dan Pemintalan dan Tenun

Peningkatan ketersediaan, produktivitas dan kualitas bahan baku dengan harga yang wajar bagi industri, diperlukan untuk meningkatkan kualitas serat dan pengembangan khusus serat / benang. Upaya yang akan menghasilkan varietas yang berbeda yang tersedia (dari standar khusus) dari serat tekstil / benang berkualitas internasional dengan harga yang wajar. Pendekatan multi-serat memberikan fleksibilitas penuh dan inovasi serat akan dilanjutkan. Meskipun kapas diharapkan untuk terus menjadi serat yang dominan, perhatian khusus akan diberikan untuk membawa keseimbangan antara kapas dan non-kapas atau serat lebih dekat dengan trend internasional.

1. Kapas

Tujuan utama pada bahan mentah kapas adalah untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas, serta menstabilkan harga. Misi teknologi pada kebijakan kapas menjadi instrumen terpenting guna mencapai parameter tersebut. Departemen tekstil, departemen pertanian, petani dan asosiasi industri mendukung aktif dan terlibat dalam pelaksanaan kebijakan ini.

2. Non Kapas/Serat Buatan

Tujuan utama pada wilayah non kapas/serat buatan dilakukan untuk mendorong fleksibilitas antara kapas dan serat buatan. Kebijakan yang diambil adalah menghapus benang filamen dan benang pintal serta meyelaraskan standar serat dunia. Hal utama yang menjadi perhatian khusus diberikan kepada produksi serat yang diperlukan untuk tekstil.

(12)

Selain kebijakan di atas, pemerintah India juga menaruh perhatian serius pada wilayah industri sutra. Pengembangan sutra yang berfokus pada pencapaian standar internasional, dilakukan untuk semua jenis sutra yang ada. Langkah- langkah yang diambil antara lain:

1. Meningkatkan penelitian & pengembangan sekaligus transfer teknologi secara efektif di setiap tahapan.

2. Meningkatkan produksi varitas non-murbei sutra melalui peningkatkan upaya penyebaran sericulture bivoltine.

3. Mendorong pengelompokan perajin tenun sutra serta memperkuat hubungan antara produsen dan industri.

4. Peninjauan secara berkala kebijakan impor sutra mentah dengan mempertimbangkan kepentingan produsen ekspor sekaligus sebagai perlindungan terhadap perajin sutra.

Kebijakan pemerintah yang berikutnya adalah pada wilayah bahan wol. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan ketersediaan wol berkualitas, yang meliputi langkah-langkah berikut:

1. Mengadakan proyek-proyek penelitian bersama dengan perusahaan wol terkemuka dari negara lain.

2. Mendorong pertumbuhan peternakan swasta guna meningkatkan produktivitas wol.

3. Menguatkan promosi dengan sektor swasta untuk pemasaran wol.

(13)

4. Membangun infrastruktur pra dan pasca-tenun serta pengadaan alat tenun fasilitas pengolahan.

Kebijakan ketiga adalah pada wilayah bahan goni. Pemerintah India mengakui pentingnya goni dalam perekonomian India, terutama di bagian timur dan utara- timur negara. Pemerintah India menyadari bahwa masalah goni, memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga kebutuhan utamanya adalah untuk membuatnya menjadi lebih kompetitif, misi pengembangan teknologi pembuatan goni diluncurkan guna mencapai tujuan-tujuan berikut:

1. Mengembangkan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas dan penerimaan pasar, dengan membuat dan meningkatkan praktik ranking untuk mendapatkan kualitas serat yang lebih baik.

2. Alih fungsi teknologi dengan biaya murah untuk para petani.

3. Membangun hubungan pasar yang kuat dengan memperluas cakupan pemasaran produk di dalam negeri dan luar negeri.

Untuk mendukung peningkatan sektor bahan mentah tentu harus diperhatikan juga sektor pemintalan dan tenun yang merupakan langkah lanjutan dalam menjalankan industri tekstil setelah bahan mentah yang tersedia. Sektor pemintalan mulai tumbuh setelah munculnya Kebijakan Tekstil 1985 untuk sektor pemintalan, sehingga modernisasi dapat berjalan, dan terjadi peningkatan produksi sebesar 80%. Pangsa ekspor benang kapas global masih tergolong besar

(14)

yaitu 20%.Sedangkan pemintalan kapas masih memiliki masalah karena alat yang digunakan sudah usang. Kebijakan ini akan terus diupayakan untuk memodernisasi dan meningkatkan teknologi ke tingkat internasional, melalui langkah berikut:

1. Mendorong sektor pemintalan untuk terus memodernisasi alat kerjanya.

2. Liberalisasi dan mendorong ekspor benang katun.

3. Melakukan tinjauan dari waktu ke waktu, untuk menjamin pasokan, kuantitas dan kualitas benang untuk sektor tenun ikat.

Peningkatan Sektor Tenun

Meskipun saham global 58% dari alat tenun, yang terdiri dari 3,5 juta tenun ikat dan 1,8 juta powerlooms4, teknologi yang dimiliki masih dinilai ketinggalan.

Padahal sektor ini dipandang penting untuk kelangsungan hidup industri tekstil India guna mendorong peningkatan ekspor. Pengelompokan fasilitas produksi di sektor bawah akan didorong untuk mencapai ukuran optimal dengan mengadopsi teknologi paling efektif daan efisien.

Selain itu, Pemerintah memfasilitasi pembangunan yang harmonis dari semua segmen kain sektor manufaktur. Pertumbuhan secara seimbang sektor-sektor ini akan dicapai berdasarkan kekuatan intrinsik produksi sehingga kapasitas untuk memenuhi tuntutan dari kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

      

4“ Indian National Textile Policydalam, http://texmin.nic.in/policy/policy_scheme.htm, di akses pada 05 September 2011 

(15)

B.3. Peningkatan Sektor Industri dan Peningkatan Teknologi Informasi (TI) Berbagai upaya juga dilakukan guna perubahan industri agar dapat memenuhi permintaan internasional yang bernilai tinggi serta skala permintaan yang besar. Dalam pencapaian tujuan tersebut, langkah-langkah yang dilakukan antara lain:

1. Integrasi usaha produksi akan didorong pada pengadaan teknologi murah bahkan gratis.

2. Dorongan untuk mendirikan kompleks besar usaha tekstil terpadu.

3. Membangun aliansi strategis dengan Industri tekstil internasional, dengan fokus pada peningkatan dan inovasi produk serta strategi ritel maupun pemasaran.

4. Penciptaan kesadaran melalui langkah-langkah pendukung untuk penggunaan aplikasi TI (Teknologi Informasi) sebagai pembaruan teknologi, peningkatan efisiensi, produktivitas dan kualitas lingkungan.

Industri Powerloom

Sektor powerloom menempati posisi penting dalam industri tekstil India.

Namun, pertumbuhan telah terhambat oleh teknologi yang tertinggal, sehingga mengakibatkan produktivitas, mutu kualitas produk yang rendah.Sehingga pemerintah mengambil langkah denganmenitik beratkan pada:

1. Inovasi dan pengembangan teknologi

2. Modernisasi pusat layanan powerloomdan penyediaan fasilitas uji kualitas produk.

(16)

3. Pengelompokan fasilitas yang bertujuan untuk memacu pencapaian tingkat optimal produksi

4. Mengawasi pelaksanaan peraturan K3/Keselamatan Kesehatan Kerja secara ketat untuk memastikan lingkungan kerja yang sehat dan aman untuk pekerja

Industri Tenun Ikat

Sektor tenun ikat dikenal sebagai warisan dan tradisi India dengan keahlian pengrajin yang sangat baik. Sektor ini merupakan sektor Industri yang menyediakan mata pencaharian bagi jutaan penenun dan pengrajin. Industri ini tak hanya mampu bertahan tetapi juga mampu tumbuh selama beberapa dekade karena sifatnya yang fleksibel sebagai industri kecil mampu terbuka terhadap inovasi sekaligus rendah tingkat investasi modal.

Kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan memberikan prioritas utama untuk pengembangan sektor ini. Mengingat sektor ini mampu menjadi tumpuan jutaan warga India sebagai penghidupan mereka sehari-hari. Langkah- langkah yang diambil adalah dengan mempromosikan dan mengembangkan kualitas eksklusivitas-nya untuk pasar global. Tindakan-tindakan tersebut meliputi:

1. Pelatihan yang dikhususkan bagi para perajin tenun yang memiliki kualitas dan kuantitas produksi rendah. Karena dikhawatirkan tidak akan mampu bertahan dalam persaingan global. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan agar para perajin memiliki keahlian dan

(17)

ketrampilan lain agar mampu mendapatkan pekerjaan alternatif di sektor tekstil atau lainnya apabila usahanya berakhir tergilas persaingan global.

2. Dukungan sistem yang efektif dalam penelitian dan pengembangan, desain, keterampilan dan penyediaan jaringan pasar bagi pelaku usaha tenun.

3. Sebagai produk yang khasmaka pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah adalah pembuatan sentra industri kerajinan tangan secara nasional melaluipenciptakan skema efektif dan efisiensi produksi inovasi produkyang dihasilkan sebagai nilai tambah. Mendorong usaha kemitraan baik di tingkat domestik dan internasional.

Pengolahan dan Finishing

Pengolahan adalah rantai terlemah dalam alur produksi tekstil dan kemungkinan besar bila terjadi kesalahan dalam pengelolaan berakibat padahilangnya nilai potensial dari suatu barang. Untuk mewujudkan perbaikan yang diperlukan beberapa langkah, antara lain:

1. Pemerintah mendorong pendirian unit pengolahan modern, berstandar internasional dengan berbasis lingkungan

2. Membuat jaringan pengolahan warna secara digital dengan perluasan fasilitas pengujian, khususnya dalam kelompok yang jauh dari pusat industri tekstil

(18)

3. Mendukung penelitian secara berkesinambungan dalam rangka mencapai standar ISO 9000 dan ISO 14000

4. Mendorong sekaligus menggalakkan penggunaan pewarna ramah lingkungan, diantaranya pewarna alami yang berasal dari tumbuh- tumbuhan, sekaligus sebagaibagian dari konservasi energi

Disamping itu, pemerintah menyadari peran penting TI dalam ekonomi global. Kemajuan TI akan sangat membantu dalam membaca informasi yang sedang berkembang. Selain itu juga sebagai efisiensi serta transparansi dalam sistem pengiriman. Pemerintah memainkan peran proaktif dalam mempromosikan dan memfasilitasi agar TI dapat diadopsi pada industri tekstil dan perdagangan.

Selain itu dapat juga di kembangkan untuk membangun jaringan e-commerce yang lebih efisien dan memiliki daya jangkau yang sangat luas. Adapun program pemerintah antara lain:

1. Melakukan penelitian untuk pengembangan teknologi

2. Bekerjasama dengan pihak ketiga (negara lain) untuk menciptakan teknologi baru yang lebih produktif dan efisien.

3. Melakukan pendidikan dan pelatihan bagi para pengusaha, pengrajin dan petani yang masuk dalam matarantai industri tekstil nasional untuk dapat mengadopsi perkembangan teknologi.

4. Melakukan peremajaan alat-alat kerja yang digunakan dan menggantinya dengan alat-alat baru yang lebih modern, untuk peningkatan produksi.

(19)

5. Meningkatkan teknologi informasi yang juga berhubungan dengan penelitian dan pengembangan. Hal tersebut berupa penelitian untuk peremajaan atau modernisasi alat maupun untuk membuat produk-produk baru.

B.4. Pengelolaan Fiskal, Pendanaan dan Permodalan

Pemerintah membangun orientasi pada pertumbuhan fiskal. Pertumbuhan fiskal akan sangat membantu sektor tektil terutama untuk pendanaan. Sakarang India telah terintegrasi dengan pasar global sehingga terjadi peningkatan kebutuhan setiap tahunnya. Sebagai salah satu aktor utama maka India membutuhkan kucuran modal dari berbagai pihak.

Selain ini, di India banyak pengrajin tekstil yang tersebar di seluruh penjuru.Usaha kecil ini perlu mendapat suntikan modal sehingga mereka mampu berkontribusi bagi peningkatan kapasitas produksi nasional. Berikut langkah-langkah yang diambil pemerintah :

1. Mendorong sektor swasta untuk mengambil inisiatif dalam berpartisipasi dalam pembiayaan kebutuhan spesifik dari industri tekstil.

2. Mengatur Dana Modal kemitraan dengan konsultasi dan keterlibatan lembaga keuangan untuk promosi desainer India berbakat, pengadaan teknologi, dan infrastruktur.

(20)

3. Pemerintah mengucurkan dana pinjaman bagi pengrajin tekstil, petani dan pengusaha yang bersumber dari modal dalam negeri maupun atas dasar kerja sama dengan pihak luar negeri.

4. Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang kondusif (keamanan investasi) untuk mengaktifkan industri tekstil India untuk mencapai keunggulan global. Dalam pemenuhan tujuan ini, pemerintah akan meminta kerjasama dan keterlibatan semua pemangku kepentingan dan memastikan sistem pengiriman yang efektif dan responsif.

Referensi

Dokumen terkait