• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 INDRAGIRI HILIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 INDRAGIRI HILIR "

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 INDRAGIRI HILIR

OLEH

RABIATUL JURMIAH NIM. 11810120768

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU

1444 H / 2023 M

(2)

PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN FIQIH ASPEK KETERAMPILAN KURIKULUM 2013

DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 INDRAGIRI HILIR

Skripsi

Diajukan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh

RABIATUL JURMIAH NIM. 11810120768

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU

1444 H / 2023 M

(3)

i

PERSETUJUAN

Skripsi dengan judul Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir, yang ditulis oleh Rabiatul Jurmiah NIM. 11810120768 dapat diterima dan disetujui untuk diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Pekanbaru, 13 Jumadil Awal 1444 H 07 Desember 2022 M

Menyetujui,

Ketua Jurusan

Pendidikan Agama Islam

Dr. Idris, M.Ed.

NIP. 19760504 200501 1 005

Pembimbing

Dr. H. Mas’ud Zein, M.Pd.

NIP. 19631214 198803 1 002

(4)

ii

PENGESAHAN

Skripsi dengan judul Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir, yang ditulis oleh Rabiatul Jurmiah NIM 11810120768 telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada tanggal 12 Jumadil Akhir 1444 H/05 Januari 2023 M.

Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada jurusan Pendidikan Agama Islam, konsentrasi Fiqih.

Pekanbaru, 17 Jumadil Akhir 1444 H 10 Januari 2023 M Mengesahkan

Sidang Munaqasyah Penguji I

Dr. Zarkasih, M.Ag

Penguji II

Nurhayati Zein, M.Sy Penguji III

Adam Malik Indra, Lc., M.A

Penguji IV

Dr. M. Fitriadi, M.Ag Dekan

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Dr. H. Kadar, M.Ag NIP. 19650521 199402 1 001

(5)

iii

SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Rabiatul Jurmiah

NIM : 11810120768

Tempat/Tgl. Lahir : SEB. Tembilahan, 01 Juli 1999 Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan

Prodi : Pendidikan Agama Islam

Judul Skripsi : Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir.

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa:

1. Penulisan Skripsi dengan judul tersebut di atas adalah hasil pemikiran dan penelitian saya sendiri.

2. Semua kutipan pada karya tulisan saya ini sudah disebutkan sumbernya.

3. Oleh karena itu Skripsi saya ini, saya nyatakan bebas dari plagiat.

4. Apabila di kemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam penulisan Skripsi saya tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Demikian Surat pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun juga.

Pekanbaru, 07 Desember 2022 Yang membuat pernyataan

Rabiatul Jurmiah NIM. 11810120768

(6)

iv

PENGHARGAAN

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji penulis ucapkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat beserta salam penulis kirimkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang telah menuntun umatnya menuju jalan kebenaran, dan semoga kita mendapat syafa’atnya di akhirat kelak. Atas ridha Allah Swt.

penulisan skripsi dengan judul “Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir”

dapat penulis selesaikan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua tercinta yaitu Ayahanda tercinta almarhum Abu Bakar yang dulu selama hidupnya selalu mendo’akan agar selalu diberi kemudahan dan kelancaran segala urusan oleh Allah Swt. serta tidak pernah berhenti berusaha dan tidak pernah mengeluh dalam memenuhi seluruh fasilitas yang penulis butuhkan selama di bangku sekolah.

Untuk Ibunda tercinta Jamriah, terima kasih ananda ucapkan karena tidak pernah berhenti mendo’akan agar selalu diberi kemudahan dan kelancaran segala urusan oleh Allah Swt. serta tidak pernah berhenti berusaha dan tidak pernah mengeluh dalam memenuhi seluruh fasilitas yang penulis butuhkan.

Selain itu, pada kesempatan ini penulis juga ingin menyatakan dengan penuh hormat ucapan terima kasih kepada:

(7)

1. Prof. Dr. Hairunas, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. Hj. Helmiati, M.Ag., Wakil Rektor I, Dr. H. Mas’ud Zein, M.Pd., Wakil Rektor II, dan Prof. Edi Erwan, S.Pt., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, yang telah memfasilitasi penulis dalam proses perkuliahan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

2. Dr. H. Kadar, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H.

Zarkasih, M.Ag., Wakil Dekan I, Dr. Zubaidah Amir, MZ., M.Pd., Wakil Dekan II, dan Dr. Amirah Diniaty, M.Pd., Kons., Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, yang telah memfasilitasi penulis dalam proses perkuliahan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

3. Dr. Idris, M.Ed., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Dr. Nasrul HS, S.Pd.I., M.A., Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, yang telah memberikan bantuan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Dr. H. Mas’ud Zein, M.Pd., pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga dengan memberikan pengarahan dan kemudahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Prof. Amril, M.A., Penasehat Akademik (PA) yang selalu membimbing dan membantu penulis dalam proses perkuliahan serta memberikan dukungan dan motivasi agar penulis menyelesaikan perkuliahan dengan baik dan cepat.

(8)

6. Kepala Perpustakaan dan seluruh pegawai perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang telah membantu penulis dalam mengumpulkan literatur yang penulis lakukan.

7. Seluruh dosen jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Kepala dan Karyawan perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

9. Seluruh pihak yang terlibat yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis berdo’a semoga semua bantuan dan bimbingan yang diberikan kepada penulis akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda dan menjadi amal jariah di sisi Allah Swt. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak. Aamiin Ya rabbal’alamin.

Pekanbaru, 07 Desember 2022 Penulis,

Rabiatul Jurmiah NIM. 11810120768

(9)

vii

PERSEMBAHAN

Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Naungan rahmat dan hidayah-Mu telah meliputiku, sehingga dengan bekal ilmu pengetahuan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan atas izin-Mu akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada utusan-Mu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Kupersembahkan sebuah karya kecil ini sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terima kasih yang tiada hentinya kepada Bapak almarhum Abu Bakar dan Ibu Jamriah. Terima kasih Ayah yang selama hidupmu selalu mendoakan, memberi semangat, nasehat, dan pengorbanan yang tidak tergantikan. Semoga Ayah bahagia di sana dan bangga memiliki anak sepertiku. Terima kasih, Ibu yang selama ini selalu mendo’akan, memberi semangat, nasehat, dan kasih sayang, serta pengorbanan yang tidak tergantikan hingga ananda selalu tegar menghadapi setiap rintangan. Yaa Allah, berikanlah balasan yang setimpal untuk kedua orang tuaku berupa surga-Mu. Aamiin.

Kepada keluarga besar yang saya sayangi, saudara laki-laki, Jefroni, Mardianto, saudara perempuan, Salmiah, Nila Wati, Jumaidah, Marwiyah, Zuraidah, S.Pd.I., Ranti Raudhatul Jannah. Terimakasih untuk para abang dan kakak. Yang selalu membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih sayang, selalu mendoakan, selalu menasehatiku, serta selalu meridhoiku melakukan hal yang baik, saya bersyukur jadi bagian keluarga ini.

Bapak Dr. H. Mas’ud Zein, M.Pd., ananda mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas waktu dan tenaga yang selama ini Bapak berikan untuk membaca dan mengoreksi serta membimbing saya dalam menulis skripsi demi terwujudnya skripsi yang baik.

(10)

viii ABSTRAK

Rabiatul Jurmiah, (2022): Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kuriulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 3 orang guru Fiqih di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir dikategorikan “baik” dibuktikan dengan hasil presentase observasi pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih sebesar 61.7%. Dalam pelaksanaan evaluasi guru sudah melakukan penyampaian indikator penilaian namun tidak ada berkas secara tertulis hanya disampaikan saja, guru mengamati praktik yang dilaksanakan siswa dengan baik. Namun terdapat beberapa hal yang belum dilaksanakan, yaitu guru belum menggunakan format penilaian keterampilan yang sesuai dengan aturan, dan guru belum melakukan tindak lanjut terhadap hasil evaluasi pembelajaran siswa. Faktor pendukung dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran, yaitu dukugan dari pihak sekolah, tersedianya sumber belajar, penguasaan materi oleh peserta didik, dan motivasi siswa dalam belajar. Faktor penghambatnya, yaitu kurangnya sarana prasarana yang menunjang pelaksanaan evaluasi pembelajaran seperti halnya dalam pelaksanaan praktik shalat jenazah, peralatan seperti kaian kafan, boneka dan lain sebagainya hanya dipersiapkan oleh siswa.

Kata Kunci: Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kurikulum 2013.

(11)

ix ABSTRACT

Rabiatul Jurmiah, (2022): The Implementation of Fiqih Learning Evaluation in Skills Aspect of 2013 Curriculum at State Islamic Senior High School 1 Indragiri Hilir.

This research aimed at knowing the implementation of Fiqih learning evaluation in skills aspect of 2013 curriculum at State Islamic Senior High School 1 Indragiri Hilir. It was a descriptive qualitative research. The population of this research were 3 Fiqih teachers.

Observation, interview, and documentation techniques were used for collecting the data.

Descriptive qualitative with percentage technique was used for analyzing the data. The findings of this research showed that the implementation of Fiqih learning evaluation in skills aspect of 2013 curriculum at State Islamic Senior High School 1 Indragiri Hilir was in good category, it was proven by the percentage result of observation implemented on Fiqih learning evaluation (61.7%). In evaluation, the teacher submitted assessment indicators, but there was no written file, it was only spoken, and the teacher observed the practices implemented by students well. However, there were some things that have not been implemented, namely the teachers did not use the skills assessment format in accordance with the rules and the teachers did not follow up the results of the student learning evaluation. The supporting factors in implementing learning evaluation supported from the school, availability of learning resources, understanding material by students, and motivating student in learning. The obstructing factors were the lack of infrastructures in supporting the implementation of learning evaluation such as in implementing the practice of funeral prayers, its equipment was shrouds, dolls and so on that were only prepared by students.

Keywords: Implementation of Fiqih Learning Evaluation in Skills Aspect 2013 Curriculum

(12)

x

صخلم

عيبر ة ( ،ةيمرجلا 2222

لعت مييقت ذيفنت :) ي

هقفلا م جهنم ةراهم بناج يف

2202

يف ةيموكحلا ةيملاسلإا ةيوناثلا ةسردملا 0

ريليه يريغاردنإ

ةيفيك ةفرعم وه ثحبلا اذه نم ضرغلا لا

ذيفنت ل لعت مييقت ي

هقفلا م بناج في

جهنم ةراهم 3102

في ةيملاسلإا ةيوناثلا ةسردلما ةيموكلحا

0 يرليه ييرغاردنإ اذه .

يف عمتلمجا .يعونلا يفصولا ثحبلا نم عون وه ثحبلا ه

2 في هقفلا يملعم ةسردلما

ةيموكلحا ةيملاسلإا ةيوناثلا 0

يرليه ييرغاردنإ مادختساب تانايبلا عجم تاينقت .

لباقلماو ةظحلالما ة

لمحا تانايبلا ليلتح تم .قيثوتلاو لوصو

ة فصو ةينقت مادختساب عم ةيعون ةي

نكيم ،ثحبلا اذه جئاتن ىلع ءانب .ةيوئلما بسنلا لاا

لعت مييقت ذيفنت نن اتنتس ي

هقفلا م

جهنم ةراهم بناج في 3102

في ةيموكلحا ةيملاسلإا ةيوناثلا ةسردلما 0

ييرغاردنإ

يرليه نم ذيفنتلل ةظحلالما ةبسن جئاتن نم حضتي امك "ديج" هنن ىلع هفينصوت تم دق

لعت مييقت ي

ةبسنب هقفلا م 70.6

في لا نكلو مييقتلا تارشؤم ملعلما مدق ،مييقتلا ءارجإ

،بوتكم فلم دجوي و

ابه موقي تيلا تاسراملما ملعلما ظحلاو ،طقف هيمدقت متي ذيملاتلا

لم ملعلما نن يهو ،اهذيفنت متي لم تيلا ءايشلأا نم ددع كانه ،كلذ عمو .اًديج ًقفو تاراهلما مييقت ةغيص مدختسي لا ملعت مييقت جئاتن ملعلما عباتي لمو ،دعاوقلل ا

ذيملات .

ملعتلا مييقت ذيفنت في ةمعادلا لماوعلا يه

،ملعتلا رداصوم رفاوتو ،ةسردلما نم معدلا

لا لبق نم داولما ناقتإو ذيملات

و ، عفاد ذيملاتلا في

علا امن .ملعتلا و

لما ةطبثلما ف ه ي صقن

،ةزانلجا ةلاص ةسرامم في لالحا وه امك ملعتلا يموقت ذيفنت معدت تيلا ةيتحتلا ةينبلا و .طقف ذيملاتلا لبق نم اهيرضتح متي كلذ لىإ امو ىمدلاو نافكلأا لثم تادعلما

تاملكلا ةيساسلأا

لعت مييقت ذيفنت : ي

هقفلا م جهنم ةراهم بناج يف

2202

(13)

xi DAFTAR ISI

PERSETUJUAN ... i

PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

PENGHARGAAN ... iv

PERSEMBAHAN ... vii

ABSTRAK ...viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ...xiii

DAFTAR LAMPIRAN ...xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Penegasan Istilah ... 4

C. Permasalahan ... 7

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 9

BAB II KAJIAN TEORI ... 11

A. Konsep Teoretis ... 11

B. Penelitian yang Relevan ... 30

C. Konsep Operasional ... 31

BAB III METODE PENELITIAN ... 33

A. Jenis Penelitian ... 33

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 34

C. Subjek dan Objek Penelitian... 34

D. Data dan Sumber Data ... 34

E. Teknik Pengumpulan Data ... 35

F. Teknik Analisis Data ... 36

BAB IV PENYAJIAN HASIL PENELITIAN ... 37

A. Deskripsi Lokasi Penelitian ... 37

B. Penyajian Data ... 45

(14)

C. Analisis Data... 66

BAB V PENUTUP ... 64

A. Kesimpulan ... 64

B. Saran ... 65 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RIWAYAT PENULIS

(15)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel I.1 Guru Fiqih MAN 1 Indragiri Hilir ... 3

Tabel II.1 Lembar Skala Penilaian ... 32

Table IV.1 Struktur Organiasasi MAN 1 Indragiri Hilir ... 44

Tabel IV.2 Tenaga Pengajar MAN 1 Indragiri Hilir ... 44

Tabel IV.3 Lembar Observasi 1 ... 50

Tabel IV.4 Lembar Observasi 2 ... 51

Tabel IV.5 Lembar Observasi 3 ... 52

Tabel IV.6 Rekapitulasi Hasil Observasi ... 53

(16)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Observasi Pertama

Lampiran 2 Lembar Observasi Kedua Lampiran 3 Lembar Observasi Ketiga Lampiran 4 Lembar Disposisi

Lampiran 5 Lembar Surat Permohonan Penunjukkan Pembimbing Lampiran 6 Lembar Surat Keterangan Pembimbing

Lampiran 7 Lembar Blanko Kegiatan Bimbingan Proposal Lampiran 8 Lembar Pengesahan Perbaikan Ujian Proposal Lampiran 9 Lembar Berita Acara Perbaikan Proposal Lampiran 10 Lembar Surat Balasan PraRiset

Lampiran 11 Lembar Surat Izin Riset

Lampiran 12 Lembar Surat Rekomendasi Gubernur Riau

Lampiran 13 Lembar Surat Keterangan Penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Indragiri Hilir

Lampiran 14 Lembar Surat Balasan Riset

Lampiran 15 Lembar Surat Keterangan Pembimbing (Perpanjangan) Lampiran 16 Lembar Blanko Kegiatan Bimbingan Skripsi

Lampiran 17 Dokumentasi

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kurikulum merupakan rencana pengajaran, sehingga arah kegiatan pendidikan menjadi jelas dan terang. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mempersiapkan siswa agar berpikir lebih kreratif, inovatif, cepat dan tanggap dan selain itu dalam kurikulum 2013 siswa dilatih untuk menumbuhkan keberanian dalam dirinya. Siswa akan dilatih kemampuan berlogika dalam memecahkan suatu permasalahan. Kurikulum 2013 ini dalam proses pembelajarannya berpusat kepada siswa, yakni siswa yang berperan aktif dalam proses pembelajaran.

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatann ilmiah (scientifict appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mecoba dan membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan.1 Sesuai dengan tujuan kurikulum 2013, kurikulum ini mempunyai empat kompetensi inti yang berisi tujuan dari proses pembelajaran. Rumusan kompetensi inti tersebut tertuang pada Permendikbud No. 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.

1 Sunarti dan Selly Rahmawati, Penilaian Dalam Kurikulum 2013, (Yogyakarta: C.V Andi, 2014), h. 2.

(18)

- Ki (1) kompetensi inti sikap spiritual - Ki (2) kompetensi inti sikap sosial - Ki (3) kompetensi inti pengetahuan - Ki (4) kompetensi inti keterampilan

Dalam pembelajaran kurikulum 2013 adanya evaluasi pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Dalam kurikulum 2013 evaluasi pembelajaran terdiri dari tiga aspek, yaitu aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Aspek keterampilan dalam kurikulum 2013 diambil dari nilai kinerja peserta didik dengan menggunakan tes praktik, proyek, dan portofolio.2

Mata pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan lanjutan tingkat Fiqih di Madrasar Tsanawiyah. Kajian dalam Fiqih meliputi masalah Ubudiyah (persoalan-persoalan ibadah), ahwal al-sakhsiyah (keluarga), mu’amalah (masyarakat), dan siyasah (politik).3 Dalam mata pelajaran Fiqih juga diperlukan penilaian keterampilan, dimana untuk mengetahui sejauh mana

2 Ninit Indah Sari, Skripsi: Penilaian Afektif dan Psikomotorik Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri Se Kabupaten Kendal, (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2016), h. 40

3 Aslan, Kajian Kurikulum Fiqih Pada Madrasah Aliyah Di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Pada Masyarakat Perbatasan, Jurnal Studi Islam, Vol. 5, No. 2, 2018, hh. 116-117

(19)

siswa memahami materi pembelajaran dan kemampuannya mempraktikan materi tersebut.

Guru Fiqih yang mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir berkualifikasi S1 pada bidang pendidikan dan keguruan dan telah mendapatkan sertifikat profesi atau guru sudah disertifikasi, dapat dilihat pada data berikut:

Tabel I.1

Guru Fiqih MAN 1 Indragiri Hilir

Idealnya mereka dapat melakukan evaluasi pembelajaran secara baik dan tepat sasaran. Namun kenyataannya, berdasarkan hasil wawancara salah satu guru Fiqih di sekolah tersebut yang bernama bapak Drs. H. Kaspul Anwar, M.Pd.I pada tanggal 27 September 2021 dan 29 Desember 2021 bahwasanya masih ada guru yang belum memiliki kemampuan melaksanakan evaluasi pembelajaran terkhususnya aspek keterampilan dengan benar dan tepat, hal tersebut dapat dilihat dari gejala-gejala:

a. Masih ada guru yang tidak melaksanakan penilaian keterampilan.

b. Masih ada guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran aspek keterampilan terfokus pada praktik saja.

No Nama Bidang Staudi Status Sertifikasi

1 Drs. H. Kaspul Anwar, M.Pd.I Guru Fiqih Sudah Sertifikasi

2 Drs. Fauzan Guru Fiqih Sudah Sertifikasi

3 Thamrin, S.Pd.I Guru Fiqih Sudah Sertifikasi

(20)

c. Masih ada guru yang tidak menggunakan standar penilaian pada saat mengambil penilaian keterampilan siswa.

d. Masih ada guru yang malaksanakan prosedur dalam penilaian keterampilan tidak terstruktur secara baik seperti pemilihan aspek yang akan dinilai dan pedoman penskoran, sehingga hal ini mempengaruhi hasil penskoran.

e. Masih ada guru yang tidak membuat soal keterampilan atau perintah yang akan dilakukan dengan jelas.

f. Masih ada guru yang tidak menyampaikan kisi-kisi penilaian dalam melaksanakan penilaian keterampilan.

Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk mengadakan sebuah penelitian dengan judul, “Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir”.

B. Penegasan Istilah

Adapun penegasan istilah yang penulis pakai, yaitu:

1. Evaluasi Pembelajaran Fiqih

Evaluasi dapat diartikan sebagai penentuan kesesuaian antara tampilan dengan tujuan-tujuan. Hal yang dievaluasi adalah karakteristik- karakteristik dari siswa dengan menggunakan suatu tolak ukur tertentu.

Karakteristik-karakteristik tersebut adalah tampilan siswa dalam bidang pengetahuan (intelektual, akal), sikap (minat, motivasi, emosional), dan

(21)

keterampilan (gerak, tindakan). Tampilan tersebut dapat dievaluasi melalui lisan, tertulis, maupun perbuatan.4

Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan dalam menentukan sejauh mana dan bagaimana pembelajaran yang telah dilaksanakan agar dapat membuat penilaian dan perbaikan yang dibutuhkan dan dimaksimalkan. Sehingga dalam evaluasi pembelajran ini guru harus melaksanakan dengan sangat objektif sehingga tujuan dari evaluasi ini tercapai dimana sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran kurikulum 2013.

2. Aspek Keterampilan

Aspek keterampilan adalah aspek yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar aspek keterampilan dikemukakan oleh Simpons yang meyatakan bahwa hasil belajar keterampilan ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar pengetahuan dan sikap hal ini bisa dilihat apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbutan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah atau aspek pengetahuan dan sikapnya.5

4 Mas’ud Zein dan Darto, Evaluasi Pembelajaran Matematika, (Pekanbaru: Daulat Riau, 2012), Cet. 1, h. 7

5 Khusnul Khotimah dan Susi Darwati, Aspek-Aspek Dalam Evaluasi Pembelajaran, Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 13, No. 01, 2013, h. 3

(22)

Penilaian keterampilan merupakan penialaian yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan untuk melakukan tugas tertentu diberbagai macam konteks keterampilan, sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi (IPK).

Penilaian keterampilan tersebut meliputi ranah berpikir dan bertindak.

Keterampilan ranah berpikir meliputi keterampilan menggunakan, mengurai, merangkai, modifikasi, dan membuat. Keterampilan dalam ranah bertindak meliputi membaca, menulis, menghitung, menggambar dan mengarang.6

Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek dan penilaian portofolio. Teknik penilaian keterampilan yang digunakan dipilih sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4.

Pengukuran ranah keterampilan merupakan pengukuran yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik menunjukkan unjuk kerja. Cara penilain ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.7

6 Wiwik Setiawati, dkk., Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skills, (Jakarta:

Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2019), h. 27

7 Asrul, Rusydi Ananda, dan Rosnita, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: Citapustaka Media, 2014), Cet. 1, h. 113

(23)

3. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan, tematik integratif, menambah jam pelajaran dan bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan lebih baik (kreatif, inovatif, produktif).

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berlaku sebagai motor penggerak dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum tersebut merupakan penyempurnaan dari kurikulum yang pernah ada sebelumnya. Penyempurnaan-penyempurnaan pada kurikulum 2013 ini sebagai identifikasi pada pendekatan dan evaluasi yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran tiap-tiap mata pelajaran.

C. Permasalahan

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat didefenisikan permasalahan sebagai berikut:

a. Bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir?

b. Apa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan evaluasi pembelajaran fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir?

(24)

c. Apakah prosedur dalam penilaian keterampilan sudah terstruktur secara baik, seperti pemilihan aspek yang akan dinilai dan pedoman penskoran?

d. Apakah siswa diberikan kisi-kisi dalam evaluasi pembelajaran fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir?

2. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang ada dan untuk lebih mudah memahami penelitian ini, maka penulis memfokuskan pada masalah yaitu:

a. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan (praktik shalat jenazah) kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir masih belum maksimal.

b. Faktor yang menghambat dan mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir .

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan (praktik shalat jenazah) kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir?

(25)

b. Apa saja faktor yang menghambat dan mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir?

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang dicapai dalam penelitian ini adalah :

a. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan (praktik shalat jenazah) kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir.

b. Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir.

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoretis

Sebagai sumbangan penelitian penulis bagi semua pihak. Sehingga penelitian ini dapat menjadi khazanah ilmu pengetahuan khususnya dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir dan dapat dijadikan rujukan bagi penelitian lain.

(26)

b. Manfaat Praktis

1) Bagi Madrasah Aliyah Negeri 1 Indragiri Hilir

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam rangka bagaimana penerapan pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir.

2) Bagi peneliti

Penelitian ini diharapkan menambah wawasan penulis dalam bidang pendidikan dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru untuk dapat melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan tepat.

(27)

11 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoretis

1. Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Evaluation yang artinya penilaian dan penaksiran. Dalam bahasa Arab, dijumpai istilah imtihan yang berarti ujian, dan khataman yang berarti cara menilai hasil akhir dari proses kegiatan.8

Evaluasi adalah sebuah istilah penetapan tentang nilai yang menunjukkan sebuah rentang prosedur yang sistematis, yang digunakan untuk memperoleh informasi umum mengenai belajar siswa dan pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru, baik menggunakan penelitian data dengan cara (pengamatan, penganalisaan data, penilaian penampilan atau proyek) dan pembentukan nilai serta pertimbangan mengenai kemajuan belajar siswa untuk menentukan ketetapan atau keputusan alternatif mengenai belajar siswa baik kualitatif maupun kuantitatif sehingga mengetahui mutu dan efektivitas atau nilai suatu program pembelajaran yang telah dilakukan atau penentu keputusan terhadap langkah pembelajaran yang akan datang.9

Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan

8 Ibid., h. 307

9 Nuryadidan Nanang Khuzaini, Evaluasi Hasil dan Proses Pembelajaran Matematika, (Yogyakarta: Leutikaprio, 2016), Cet.1, h. 1

(28)

penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran.10 Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selama mengikuti pendidikan. Pada kondisi dimana peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan hal ini akan memberikan dampak berupa suatu stimulus, motivator agar peserta didik dapat lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi dimana hasil yang dicapai tidak memuaskan, peserta didik akan berusaha memperbaiki kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru/pengajar agar peserta didik tidak putus asa.11 Menurut Rina Febriana, evaluasi pembelajaran adalah suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi, dalam menilai (assesment) keputusan yang akan dibuat untuk merancang suatu sistem pembelajaran.12

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses dalam menentukan tingkat keberhasilan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya dengan cara yang sistematis. Kegiatan utama yang dilakukan dalam evaluasi pembelajaran yakni penilaian dan pengukuran.

2. Langkah-langkah Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Zainal Arifin membatasi proses evaluasi pembelajaran kepada:13

10 Idrus L, Evaluasi Dalam Proses Pembelajaran, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 9, No.

2, 2019, h. 922

11 Ibid., hh. 922-923

12 Rina Febriana, Evaluasi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2019), h. 1.

13 Elis Ratna Wulan dan Rusdiana, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: Pustaka Setia, 2014), hh.141-151

(29)

a. Perencanaan evaluasi

Perencanaan evaluasi pembelajaran, pada umumnya mencakup kegiatan-kegiatan sebgaia berikut:

1) Analisis kebutuhan evaluasi pembelajran, yaitu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk mengidentifikasi kebutuhan dan skala prioritas pemecahannya

2) Menentukan tujuan penilaian, tujuan penelitian dirumuskna dengan jelas dan tegas serta ditentukan sejak awal

3) Mengidentifikasi hasil belajar\

4) Menyusun kisi-kisi

5) Mengembangkan draft instrument 6) Uji coba dan analisis soal

7) Revisi dan merakit soal

b. Pelaksanaan dan monitoring evaluasi:

1) Pelaksanaan evaluasi

2) Monitoring pelaksanaan dan evaluasi c. Pengolahan dan analisis data:

1) Pengolahan data

2) Menafsirkan hasil pengolahan 3) Konversi nilai\

4) Mencari dan menentukan ranking d. Pelaporan hasil evaluasi:

1) Pelaporan hasil tes

(30)

2) Penggunaan hasil evaluasi:

a) Penggunaan hasil evaluasi untuk memberikan feedback kepada semua pihak

b) Penggunaan hasil evaluasi untuk kepentingan berdasarkan tujuan

3. Tujuan dan Fungsi Evaluasi

Tujuan evaluasi adalah mengetahui kadar pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak peserta didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan, dan mengetahui tingkat perubahan perilakunya. Selain itu, program evaluasi bertujuan mengetahui siapa diantara peserta didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga yang lemah diberi perhatian khusus agar ia dapat mengejar kekurangannya.14

4. Macam-macam Evaluasi

Terdapat beberapa macam evaluasi, yaitu:15

a. Evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui hasil kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru dan dicapai oleh peserta didik.

b. Evaluasi sumatif, yaitu evaluasi yang dilakukan untuk hasil belajar yang dicapai peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam satu caturwulan, satu semester, atau akhir tahun dalam rangka menentukan jenjang berikutnya.

14 Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2010), h. 212

15 Abudiin Nata, Op. Cit., hh. 310-311

(31)

c. Evaluasi placement (penempatan), yaitu evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik sebelum mengikuti pelajaran, serta menentukan bidang studi atau jurusan yang akan dipilihnya.

d. Evaluasi diagnosis, yaitu evaluasi yang ditujukan untuk mengetahui dan menganalisis tentang keadaan peserta didik, baik yang berkenaan dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi, maupun hambatan yang dijumpai dalam kegiatan belajar mengajar.

5. Mata Pelajara Fiqih

a. Pengertian Mata Pelajaran Fiqih

Mata pelajara Fiqih adalah salah satu dari muatan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengamalkan hukum Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya. Pendidikan yang dilakukan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan.16 Mata pelajara Fiqih memberikan bimbingan kepada siswa agar dapat memahami dan mengamalkan hukum-hukum syari’at Islam serta menjadi pedoman hidup.

Mata pelajara Fiqih memberikan dorongan dan motivasi untuk mengaplikasikan nilai-nilai keyakinan keagamaan dan akhlakul

16 M. Rahmatullah dkk, Pembelajara Fikih (Pontianak: IAIN Pontianak, 2014), h. 14

(32)

karimah dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa mampu melaksanakan dengan benar.

b. Ruang Lingkup

1) Hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan sang pencipta, seperti shalat, puasa, haji, zakat, dan lainnya yang disebut dengan ibadah mahdah.

2) Hukum-hukum yang mengatur pembentukan dan pembinaan rumah tangga, seperti masalah perkawinan, talak, rujuk, nafkah, nasab, dan waris yang disebut al-ahwal asy-syahsiyah.

3) Hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan yang lainnya disebut dengan al-muamalah.

4) Hukum-hukum yang mengatur hubungan hakim (penguasa) dan warganya secara timbal-balik yang disebut dengan al-ahkam ash- shulthaniyah atau as-siyasah asy-syari’ah.

5) Hukum-hukum yang mengatur saksi hukum bagi penjahat yang mengatur ketertiban dan ketentraman manusia yang disebut dengan al-jinayah.

Dapat disimpulkan ruang lingkup mata pelajaran Fiqih adalah segala hal yang menyangkut keserasian, keselarasan, keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.17

17 Ibid., hh. 27-29

(33)

c. Tujuan Pembelajaran Fiqih

Pembelajaran Fiqih diarahkan untuk mengantarkan peserta didik memahami pokok-pokok hukum Islam dan tata cara pelaksanaannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehingga menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syari’at Islam secara kaffah (sempurna).18

Pembelajaran Fiqih bertujuan untuk membekali peserta didik:

1) Mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam dalam mengatur ketentuan serta tata cara menjalankan suatu hubungan baik dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.

2) Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah juga ibadah sosial. Pengamalan tersebut diharapkan dapat bertanggungjawab dan disiplin dalam kehidupan pribadi dan sosialnya.

3) Menjadi suatu kebiasaan baik yang dilakukan oleh siswa dengan peraturan yang telah ditetapkan Madrasah.19

6. Aspek Keterampilan

a. Pengertian Keterampilan

Menurut Sudaryono, ranah keterampilan adalah yang berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Ranah keterampilan

18 Mas’ud Zein, Mastery Learning: Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Yogyakarta: Aswaja Pressindeo, 2014), h. 60

19 M. Rahmatullah dkk, Loc. Cit.

(34)

merupakan ranah yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem saraf dan otot berfungsi psikis. Ranah ini terdiri dari kesiapan, peniruan, membiasakan, menyesuaikan, dan menciptakan. Ketika peserta didik telah memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai mata pelajaran dalam dirinya, maka tahap selanjutnya adalah bagaimana peserta didik mampu mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan atau tindakan.20

Aspek ini berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar ranah keterampilan dikemukakan oleh Simpons yang menyatakan bahwa hasil belajar keterampilan ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar pengetahuan, dan sikap hal ini bisa dilihat apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan ranah afektifnya.21

Kesimpulannya aspek keterampilan adalah aspek yang berkaitan dengan tindakan yang menggambarkan makna yang terkandung dalam aspek pengetahuan dan sikap sesuai dengan materi yang dipelajari dalam pembelajaran.

20 Lorenzo M. Kasenda, Stevan R. Sentinuwo, dan Virginia Tulena, Sistem Monitoring Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Siswa Berbasis Android, E- Jurnal Informatika, Vol. 9, No. 1, 2016, h.

2 21

Khusnul Khotimah dan Susi Darwati, Op.Cit.,

(35)

b. Tujuan Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan bertujuan untuk menilai sejauh mana siswa mampu mempraktekkan hasil dari aspek pengetahuan dan sikap yang dipelajari pada proses pembelajaran. Dengan ini maka mengetahui perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran.

c. Bentuk Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan tes unjuk kerja, proyek, portofolio, dan penilaian produk. Sebagai berikut:

1) Tes Unjuk Kerja atau Tes Perbuatan (Praktik)

Tes unjuk kerja adalah penilaian unjuk kerja, merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Aspek penilaian psikomotorik terdiri dari:

a) Meniru (perception) b) Menyusun (manipulating)

c) Melakukan dengan prosedur (precision)

d) Melakukan dengan baik dan tepat (articulation) e) Melakukan tindakan secara alami (naturalization)22

22 Sunarti dan Selly Rahmawati, Op. Cit., h. 59

(36)

2) Proyek

a) Karakteristik penilaian proyek

Penilaian proyek dapat difokuskan pada penilaian proses atau penilaian produk. Penilaian proses terkait dengan langkah-langkah kerja dan aspek personal, sedangkan penilaian produk terkait dengan hasil pekerjaan.

Pada penilaian proyek, minimal ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yakni sebagai berikut:

(1) Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pekerjaan proyek atau pengumpulan data, serta penulisan laporan.

(2) Relevansi atau kesesuaian proyek dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran.

(3) Keaslian proyek yang dibuat, yang seharusnya merupak hasil karya peserta didik, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan untuk pengerjaan proyek tersebut.23

Penilaian proyek dilakukan dengan menugaskan peserta didik untuk membuat atau melaksanakan sebuah proyek belajar. Proyek belajar adalah tugas belajar yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam waktu tertentu.

23 Ibid., h. 63

(37)

Tugas tersebut dapat berupa suatu penelitian, poster, karya seni, dan sebagainya.

b) Penilaian proyek yang fokus pada proses

Perencanaan penilaian proyek yang fokus pada proses akan berbeda dengan perencanaan penilaian proyek yang fokus pada produk. Perencanaan penilaian proyek yang fokus pada proses mencakup beberapa tahapan sebagai berikut:

(1) Membuat perencanaan penilaian. Guru perlu menetapkan kompetensi membuat proyek, misalnya:

keterampilan membuat desain, kemampuan berpikir kritis, keterampilan menggunakan peralatan, dan sebagainya. Komponen proses pelaksanaan yang juga sering dinilai adalah kemampuan peserta didik dalam membuat perencanaan, mengorganisasikan pekerjaan, dan kemampuan bekerja sama.

(2) Merancang spesifikasi proyek. Guru memilih topik yang akan dikaji terkait dengan proyek yang akan dibuat. Topik sebaiknya tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, juga tidak terlalu sulit agar dapat dilaksanakan atau dibuat oleh peserta didik.

(3) Merencanakan kegiatan pencatatan dalam pelaksanaan proyek. Guru menetapkan instrumen yang akan

(38)

digunakan untuk mencatat proses pelaksaaan proyek.

Guru seharusnya menginformasikan kepada peserta didik tentang kriteria penilaian dalam pelaksanaan proyek.

(4) Merencanakan cara pelaporan hasil oleh peserta didik.

Guru memberikan petunjuk tentang cara mempresentasikan proyek.

(5) Penilaian proyek yang fokus pada produk24 3) Penilaian Portofolio

a) Pengertian portofolio

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau dokumen yang dihasilakan dalam proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Pada akhir suatu pembelajaran, hasil karya tersebut dikumpulkan dan nilai oleh guru. Guru dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik selama proses pembelajaran. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai

24 Ridwan Abdullah Sani, Penilaian Autentik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2019), Cet. 2. hh. 266-271

(39)

perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan.25

b) Karakteristik penilaian portofolio

Penilaian portofoilio merupakan sebuah alternatif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik melalui evaluasi umpan balik. Penilaian ini bersifat terbuka dan melibatkan peserta didik dalam pegukuran keterampilan berdasarkan hasil kerjanya. Tahap pelaksanaan penilaian portofolio yang dapat digunakan sebagai bahan refleksi peserta didik mencakup 5 tahap, yakni sebagai berikut:

(1) Pengumpulan bukti produk (2) Refleksi pembelajaran

(3) Evaluasi bukti capaian belajar (4) Mempertahankan bukti hasil belajar (5) Keputusan penilaian26

c) Jenis portofolio (1) Portofolio kerja

Portofolio ini mencakup hasil kerja peserta didik dari awal sampai tahap akhir. Penilaian portofolio dapat digunakan sebagai bahan diskusi antara guru dan peserta didik untuk mengetahui kemajuan peserta didik dalam belajar.

25 Ibid., h. 291

26 Ibid., hh. 293-294

(40)

(2) Portofolio dokumentasi

Portofolio dokumentasi digunakan untuk penilaian hasil belajar secara autentik. Penilaian yang dilakukan harus terkait dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. Kegiatan belajar mengajar juga harus sesuai dengan indikator pencapain hasil belajar yang telah ditentukan. Portofolio dokumentasi juga dapat mencakup upaya peserta didik dalam belajar, misalnya: perilaku, partisipasi dalam kegiatan di kelas, inisiatif belajar, kerja sama, dan ketekunana mengerjakan tugas. Dokumen portofolio yang dibuuhkan untuk melihat ketercapaian standar adalah sebagai berikut:

(a) Standar yang dtetapkan dan tujuan belajar.

(b) Contoh sampel hasil kerja yang sesuai dengan tujuan belajar/standar.

(c) Rubrik atau kriteria yang digunakan untuk menilai hasil kerja.

(d) Refleksi diri peserta didik terkait sampel kerja yang diajukan untuk penilain.

(e) Refleksi diri guru terkait dengan capaian tujuan belajar/standar.

(41)

(f) Analisis atau bukti kemajuan terhadap capaian terhadap capaian standar selama satu semester.

(3) Portofolio pertunjukan

Portofolio pertunjukan dirancang dan dilaksanakan untuk menunjukkan hasil kerja terbaik peserta didik untuk mengukur kompetensi tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.27

d) Penilaian dalam portofolio

Pemberian skor dapat dilakukan dengan menentukan bobot setiap komponen yang dinilai dan menghitung capaian berdasarkan rubrik penilaian yang telah dibuat.

4) Penilaian Produk

Penilaian produk perlu mempertimbangkan tahapan pengembangan produk yang mencakup tiga tahap, yakni sebagai berikut:

a) Penilaian tahap persiapan yang mencakup penilaian kemampuan peserta didik dalam merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.

b) Penilaian tahap pembuatan produk yang mencakup penillaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan produk.

27 Ibid., 298-305

(42)

c) Penilain tahap presentasi atau display produk yang mencakup penilaian kualitas produk sesuai manfaat, kreativitas/inovasi, dan pemenuhan kriiteria keindahan, presisi, dan sebagainya.

d. Konstruksi instrumen

Sama halnya degan ranah kognitif, soal untuk penilaian ranah keterampilan juga harus mengacu pada standar kompetensi yag sudah dijabarkan menjadi kompetensi dasar. Setiap butir standar kompetensi dijabarkan minimal menjadi 2 kompetensi dasar, setiap butir kompetesi dasar dapat dijabarkan menjadi dua indikator atau lebih, dan setiap indikator harus dapat dibuat butir soalnya. Indikator untuk soal psikomotor dapat mencakup lebih dari satu kata kerja oprasional.28

Selanjutnya muntuk menilai hasil belajar peserta didik pada soal ranah psikomotor perlu dipersiapkan lembar daftar periksa observasi, skala penilaian, atau portofolio.

e. Penyusunan Rancangan Penilaian

Sebaiknya guru merancanga secara tertulis sistem penilaian yang akan dilakukan selama satu semester. Rancangan penilaian ini sifatnya terbuka, sehingga peserta didik, guru lain, dan kepala sekolah dapat melihatnya.

Langkah-langkah penulisan rancangan penilaian adalah:

1) Mencermati silabus yang sudah ada

28 Agus Dudung, Penilaian Psikomotorik, (Depok: Karima, 2018), h. 47

(43)

2) Menyusun rancangan sistem penilaian berdasarkan silabus yang telah disusun

Selanjutnya rancangan penilaian ini diinformasikan kepada peserta didik pada awal semester. Dengan demikian sistem penilaian yang dilakukan guru semakin sempurna atau semakin memenuhi prinsip-prinsip penilaian. 29

f. Penyusunan Kisi-kisi

Kisi-kisi merupakan matriks yang berisi spesifikkasi soal- soal yang akan dibuat. Kisi-kisi merupakan acuan bagi penulis soal, sehingga siapapun yang menulis soal akan menghasilkan soal yang isi dan tingkat kesulitannya relatif sama.30

g. Penyusunan Instrumen Penilaian Keterampilan

Instrumen penilaian Keterampilan terdiri atas soal atau perintah dan pedman penskoran untuk menilai unjuk kerja peserta didik dalam melakukan perintah/soal tersebut.

1) Peyusunan soal

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencermati kisi-kisi instrumen yang telah dibuat. Soal harus dijabarkan dari indikator dengan memperhatikan materi pembelajaran.

29 Ibid.,

30 Ibid., h. 57

(44)

2) Pedoman penskoran

Pedoman penskoran dapat berupa daftar periksa atau skala pnilaian yang harus mengacu pada soal. Soal/lembar tugas/perintah kerja ini selanjutnya dijabarkan menjadi aspek- aspek keterampilan yang diamati.

(45)

h. Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan Table II.1

Lembar Skala Penilaian Penilaian Kinerja :

Nama Siswa :

Nama Materi Ajar :

No Aspek Penilaian

Penskoran skor

1 2 3 4 5

Persiapan

1 Berdiri menghadap kiblat 5

2 Bacaan niat shalat jenazah 5

3 Posisi kedua tangan ketika takbiratul ihram

5

4 Bacaan surah al-fatihah 5

5 Bacaan shalawat 5

6 Bacaan do’a pada takbir ketiga 5

7 Bacaan do’a pada takbir keempat 5

8 Salam 5

Jumlah 40

11

100

(46)

B. Penelitian Yang Relevan

1. Siska Mairisa (2010), melakukan penelitian dengan judul “Pelaksanaan Penilaian Psikomotor Pada Mata Pelajaran Fiqih Di MTS Gerbang Sari Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian psikomotor oleh guru mata pelajaran Fiqih di MTS Gerbang Sari Baserah Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi dikategorikan “kurang baik”, karena hasil yang diperoleh adalah 53,84%. Hal ini terletak pada rentang 46-75%. Hal ini berarti bahwa asumsi peneliti benar adanya yaitu guru lebih terfokus pada penilaian kognitif. Adapun persamaan dari penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu pada pelaksanaan penilaian aspek keterampilan pada mata pelajaran Fiqih.

Sedangkan perbedaannya terletak pada variable terkait, penelitian tersebut meneliti tentang bagaimana keterampilan dan kreatifitas siswa dalam mata pelajaran Fiqih selama dan setelah proses belajar mengajar berakhir, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu meneliti tentang bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran aspek keterampilan yang dilakukan guru di MAN 1 Indragiri Hilir. 31

2. Ninit Indah Sari (2016), melakukan penelitian dengan judul “Penilaian Afektif dan Psikomotorik Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri Se Kabupaten Kendal”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan adanya penilaian afektif dan psikomotorik dalam pembelajaran,

31 Siska Mairisa, Skripsi: Pelaksanaan Penilaian Psikomotorik Pada Mata Pelajaran Fiqih di MTS Gerbang Sari Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi, (Pekanbaru: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Riau, 2010), h. 59

(47)

pelaksanaan diskusi dan pemberian tugas mampu mengembangkan kreatifitas dan kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Adapun persamaan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu pada pelaksanaan penilaian aspek keterampilan . Sedangkan perbedaannya terletak pada variable terkait, penelitian tersebut meneiti mengenai proses penilaian dari guru mengembangkan instrument penilaian, pelaksanaan dan pengolahan data hasil penilaian afektif dan psikomotorik menjadi nilai yang ada di raport, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu khusus meneliti tentang bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan yang dilakukan guru di MAN 1 Indragiri Hilir.32

C. Konsep Operasional

Adapun indikator kinerja guru dengan pelaksanaan evaluasi pembelajaran fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 (indikator penilaian praktik shalat jenazah) adalah:

a. Guru menyampaikan indikator penilaian dalam pelaksanaan praktik shalat jenazah

b. Guru menyampaikan rentang waktu pelaksanaan praktik shalat jenazah c. Guru memerintahkan siswa untuk melaksanakan praktik sesuai dengan

langkah-langkah pada indikator penilaian praktik shalat jenazah

d. Guru memberikan penilaian kelengkapan rukun dan syarat dalam praktik shalat jenazah

32 Ninit Indah Sari, Skripsi: Penilaian Afektif dan Psikomotorik Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri Se Kabupaten Kendal, (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2016), h. 50

(48)

e. Guru memberikan penilaian terhadap proses shalat jenazah dalam Islam yang baik dan benar

f. Guru di dalam memberikan penilaian menggunakan format penilaian keterampilan

g. Guru melakukan analisis hasil penilaian praktik sesuai dengan indikator penilaian untuk mengetahui kesulitan belajar siswa

h. Guru melakukan tindak lanjut terhadap hasil analisis penilaian, seperti program remedial

(49)

33 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir, selain itu penelitian ini merupakan penelitian kualitatif,

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.33

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena- fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan.34

Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan persentase, dimana setelah data yang diperoleh terkumpul, diklasifikasikan menurut perumusan yang telah ditentukan, data yang bersifat kualitatif, yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat menurut kategori yang telah

33 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017), h. 6

34 Destiani Putri Utami, dkk., Iklim Organisasi Kelurahan Dalam Perspektif Ekologi, Jurnal Inovasi Penelitian, Vol. 1, No. 2, 2021, h. 4

(50)

ditentukan untuk memperoleh suatu kesimpulan. Kesimpulan analisis data atau hasil penelitian dibuat dalam bentuk kalimat-kalimat.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022.

Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Indragiri Hilir, Jl. Pelajar No. 254 Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

C. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Fiqih.

Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Fiqih Aspek Keterampilan Kurikulum 2013.

D. Data dan Sumber Data

peneliti memperoleh data dari dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh oleh orang yang berkepentingan atau yang memakai data tersebut. Oleh karena itu sumber data primer dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi.

Wawancara dan observasi dilakukan kepada guru Fiqih yang melaksanakan evaluasi pembelajaran aspek keterampilan dibatasi pada praktik shalat jenazah.

Sedangkan data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut.

Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumentasi dari kegiatan observasi di lapangan yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi pembelajaran dan dokument dari instrument penelitian.

(51)

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hialir. Penulis dalam memperoleh data langsung turun ke lapangan untuk mengamati pelaksanaan evaluasi pembelajaran aspek keterampilan oleh guru mata pelajaran Fiqih dalam pembelajaran yang bersifat praktik pada saat proses pembelajaran berlangsung.

2. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk memperoleh data mengenai faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir. Penulis melakukan wawancara kepada guru Fiqih di MAN 1 Indragiri Hilir Wawancara dilakukan secara langsung guna mendapatkan infomasi terkait bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih di MAN 1 Indragiri Hilir. Dari hasil wawancara ini didapati bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih oleh guru Fiqih yakni masih ada guru Fiqih yang belum melaksanakannya dengan benar dan tepat sasaran.

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi diperoleh dari pihak-pihak terkait untuk memperoleh data tentang sejarah dan perkembangan sekolah, sarana dan

(52)

prasarana sekolah, keadaan siswa dan guru di sekolah, maupun kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran berlangsung.

F. Teknik Analisis Data

Penelitian ini adalah penelitian yang sifatnya deskriptif sesuai dengan fenomena yang terjadi. Dalam menganalisis data hasil penelitian akan diolah dalam bentuk kuantitatif sederhana. Secara kuantitatif evaluasi pembelajaran keterampilan dapat ditentukan dari presentase hasil penelitian dengan klasifikasi sebagai berikut:

1. 81%-100% (hasil evaluasi keterampilan siswa dikategorikan sangat baik) 2. 61%-80% (hasil evaluasi keterampilan siswa dikategorikan baik )

3. 41%-60% (hasil evaluasi keterampilan siswa dikategorikan cukup baik) 4. 0,21%-0,40% (hasil evaluasi keterampilan siswa dikategorikan kurang

baik)

5. 0,00%-0,20% (hasil evaluasi keterampilan siswa dikategorikan tidak baik)

Rumus yang digunakan adalah:

P = F = Frekuensi

P = Presentase N = Jumlah35

35 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2010), h.43

(53)

64 BAB V

PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian menggunakan lembar observasi tentang pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir tidak semua guru Fiqih melaksanakan evaluasi disetiap pembelajarannya, pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan hanya dilaksanakan oleh satu orang guru. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir pada kategori baik dibuktikan dengan hasil presentase observasi pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih sebesar 61.7%. Dengan demikian pelaksanaan evaluasi pembelajran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir perlu ditingkatkan lagi guna mencapai tujuan pembelajaran yakni dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.

2. Terdapat faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan evaluasi pembelajaran Fiqih aspek keterampilan kurikulum 2013 di MAN 1 Indragiri Hilir. Faktor pendukungnya yaitu, dukugan dari pihak sekolah, tersedianya umber belajar, penguasaan materi oleh peserta

Referensi

Dokumen terkait

Diperoleh banyak informasi penting yang dapat digunakan untuk perencanaan program pelayanan kesehatan pada masyarakat, memberi informasi kepada masyarakata tentang kesehatan,

Industri ini terbagi atas industri BUMN sebanyak 2 buah bergerak dalam bidang kontraktor dan bidang pabrikasi dengan golongan besar, indus- tri swasta sebanyak 10 buah

Pengembangan pembelajaran Drill and Practice berbantuan video mata kuliah kalkulus integral bagi mahasiswa matematika ini telah di uji secarateoritis dan hasil belajar

Selain tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, pengelola air dan/atau penyelenggara air minum yang melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam

Pada hari ini Selasa, tanggal Lima Belas bulan September tahun Dua ribu lima belas, yang bertandatangan dibawah ini Pejabat Pengadaan pada Dinas Pertanian Kabupaten Humbang

Manfaat penerapan KTR di FKIK adalah menghindari semua dampak buruk yang di akibatkan oleh asap rokok, juga untuk mengurangi jumlah konsumsi rokok khususnya mahasiswa FKIK

Berdasarkan latar belakang di atas bisa kita lihat bahwa kemunculan internet memfasilitasi munculnya sebuah realitas baru selain realitas yang kita jalani yang biasa disebut

Sehubungan itu, dalam pengelasan Hudson (1978) beliau mengatakan bahawa Bintulu adalah subkumpulan yang berbeza dari bahasa Melanau yang lain. Hudson meletakkan Bintulu