MINANGKABAU DALAM KABA CINDUA MATO-)
Aimifrina
FIB Universitas Bung Hatta Padang Pos-el: aimifrina@y ahoo. co.id
Inti Sari
Kesusastraan Minangkabau yang terpenting adalah kaba, Kabamerupakan cerita rakyatJ\4inangkabay yang berisi falsafah hidup Lerdlsaikan kebiiaksanaan masyarakat Minangkablu
-{.at1m seluruh urpJt t"niaupannya. Untuk mengetahui falsafah hidup dan makna yang berada dibalik falsa{ah hidup tersebut dapat dilakukan dengan menganalisis Kabq Cindua Mato. Teori yang digunakan adalah teori struktural Levi-Strauss dengan metode deskriptif. Hasil pembahasan diperoleh bahwa terdapat relasi antartokoh dan kontradilisi tokoh pa dakabatersebut. Relasi antartokoh antara tokoh yar,g tit ggrl di daerah Luhak Tanah Datar dengan daerah Rantau Luhak Tanah Datar. Daerah
iunit, yiii,
Ou"g Tuanku, Bundo Kanduang, dan Cindua Mato, sedangkan daerah rantau ialah Imbang Jayo, Rajo Mudo, dan Tiang Bungkuk. Kontradiksi terjadi antara Dang Tuanku dengan mban[ Jayo, Bundo Kanduang dengan Rajo Mudo, dan Cindua Mato dengan Tiang Bungkuk. Dari relasi intirtokoh dan kontradiksi dapat diketahui maknanya adalah (1) prosedur pelaksanaan hukum dan mendapat keadilan untuk semua warga adalah sama;(2) masalah diselesaikan dengan cara kekeluargaarrdan musyawarah; (3) fitnah menimbulkan permusuhan, peperangan, dan pembunuhan;(+;k";,r;rrrurr, kesetiaao dan tanggung jawab dapat mengangkat martabat dan derajati"r"or*g
(5) kebenaranberita perlu diselidiki, baru menentukan sikap; (6) penguasa harus memberi contoh yang baik dan menjadi panutan bagi warganya.Kata kunci: Minangkab aa, Kaba, relasi dan kontradiksi, makna
Most important thing in Minangkabau
literatfelr:rt;:r:t*r,
is Minangkabau folktate that.contais liaing philosopity based in "Minangkabiusociety wisdom among its liaing_ aspects. To find out lioing philosophy 'and
miaring behind it, thi{research is cinducted to analyse Kaba Cindua Mato using structural theory by Leui-Strausl with descriptiae tnethod. The result shozos thnt tlrcre is characters relationship and contradiction inkaba.The character reiationship zuho lioe in LuhakTanahDotor nndRantauLuhakTanahDatar- Character in Luhak are Dang Tuanku, Bundo Kanduang, and Cindua Mato, while in Rantau is Imbang layo, Bundo Kanduang with ilajo Mudo, Cindua Mato and Tiang Bungkuk.,From the characters relationship and contradic"tion, it canbe found meaning that (7) law execution procedure and rights in receiaing justification for all people are equai; (2) problenti could be done in friendship and discussion; (3) betrayal stimulate 'ltostiliiy,
ioar, andhomicide; (4) honesty, obey, and responsibility could rnise someone dignity;
.(5) news truth
need toie inaestignted, then foltowedby attitude definition; (6) author has to gitse good example and is able to be ruodel for his people.
Key words: Minangkabau, Kaba, relation and contradiction, meaning
)
Naskah masuk tanggal 9 juli 2013. Editor: Drs. Dhanu Priyo Prabowo, M.Hum. Edit\ 22-26 Juli 2013. Editll:19-22 Agustus 2013.7L1
1.
PendahuluanMinangkabau merupakan suatu lingkung- an adat yang terletak kira-kira
di
Provinsi Su- matera Barat. Dikatakankira-kira
karena pe- ngertian Minangkabautidaklah
sama denganpengertian
Sumatera Barat, sebabkata Mi-
nangkabau lebih banyak mengandung makna sosial kultural, sedangkan kata Sumatera Barat lebih banyak mengandung makna geografis ad- ministratif. Dengan demikiary dapat dipahami bahwa Minangkabau terletak dalam geografisadministratif
Sumatera Barat danjuga
men- jangkaukeluar
daerah Sumatera Barat,yaitu
kesebagian barat daerah geografis administratif Provinsi Riau dan sebagian
timur
daerah geo- grafis administrati Provinsi Jambi. Masyarakat yang berada di kedua daerah tersebut secara so- sial dan budaya pada umumnya sama dengan masyarakat yang beradadi
Sumatera Barat.Minangkabau terdiri
atasdua wilayah,
yaitu (1) Minangkabau asli, oleh orang Minang- kabau disebut darek,terdiri
atatstiga
luhak,yaitu
Luhak Agam, Luhak Tanah Datar, dan Luhak Lima Puluh Kota, dan (2) Daerah Ran- tau yang merupakan perluasan berbentuk ko-loni dari
setiapluhak
tersebutdi
atas Daerah Rantau. Daerah Rantau,yaitu
(a) Rantau Lu-hak Agam
yangmeliputi dari
pesisisr barat sejakPariaman sampai Air Bangis, Lubuk
Sikaping, danPasaman; (b) Rantau Luhak Lima Puluh Kota yang meliputi Bangkinang, Lembah KamparKiri,
Kampar Kanan, dan Rokan; dan(c) Rantau Luhak Tanah Datar meliputi
Kubung Tigabelas, Pesisir Barat, Selatan dari Padang sampai Indrapura, Kerinci, dan Muara Labuh.Tiap-tiap luhak dan daerah rantau ada ka- lanya mempunyai lebih dari satu dialek. Bah- karu dialek suatu nagari yang bertetangga pun dapat berbeda-beda, setidak-tidaknya dalam irama. Namun, ada satu bahasa
umum
yang menjadi pengantar bagi seluruh masyarakatdi
Minangkabau. Bahasaumum ini
disebut ba- hasa Minangkabau yang menjadi pendukung kesusastraan Minangkabau.Kesusastraan Minangkabau yang terpen-
ting
adalah pantun, kaba, danpidato
(Navis, 1986:232). Kaba adalah suatu bentuk sastrali-
san Minangkabau yang penyebarluasannya ke tengah masyarakat dilakukan oleh tukang ka- ba. Para tukang kaba bercerita ftakaba)
diiringi
olehmusik
tradisional, seperti saluang, raba.Ada kalanya hanya memanfaatkan benda-ben- da kecil, seperti korek api yang dimainkan se- cara
mahir
oleh tukang kaba (Udiru 1989:1).Kaba dalarn bahasa
Minangkabau tidak
dapat diterjemahkan dengan"kaba{'
dalambahasa Indonesia, Kabar dalam bahasa Indo- nesia berarti
berit{
seperti yang ditemui dalam media massa. Kaba dalambahasa Minangkabau mengandung pengertian yang lebih luas, men- cakup falsafahhidup
(pandanganhidup)
ber- dasarkan kebijakan masyarakat Minangkabau dalam seluruh aspek kehidupannya. Kaba me-rupakan
ceritarakyat
Minangkabau.Di
ma- sing-masing daerah luhak dan rantaumemiliki
cerita rafuyatyang
menjadiciri
khas daerah tersebut.Salah satu kaba yang terkenal adalah Cin- dua Mato yang telah disusun (berbentuk buku cetakan) oleh
M.
Rasyid ManggisDt.
RadjoPanghulu.
Kaba CinduaMato
menceritakan Kerajaan Pagaruyungyang terletakdi
Luhak Tanah Datar. Dalam CinduaMato
dilukiskan suatu dunia yang diatur berdasarkan patokan-patokan tertentu. Konflik-konflik yang
ada memperlihatkan kebesaran Kerajaan Pagaru-yung dan hubungan
Kerajaan Pagaruyungyang terletak di
daerahLuhak
Tanah Datar dengan salah satu daerah rantau,yakni
Ran-tau Luhak
Tanah d.atar, serta menunjukkan bahwa hukum dan keadilan menjadi pegangan yang sangat penting dan dijunjung oleh Kera-jaan
Pagaruyung dan masyarakatrrya. Gam- barankehidupan
masyarakat Minangbakau yang menjunjung adat istiadat dan mengusa- hakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dalam kehidupan bermasyarakat dengn ja-lan
musyawarah dan bantuan lembaga-lem- baga adat yang ada. Banyah hal yang menariklT2
Widyapanua, Volume 41, Nomor 2, Desember 2013dalam
kehidupan
masyarakat Minangkabau dapat diketahui dengan membaca dan meng-kaji
Kaba Cindua Mato.l.l
Rumusan MasalahBerdasarkan uraian
di
atas, masalah-ma- salahyang
akandicari
pemecahannyadiru- muskan dalam bentuk pertanyaan
sebagai berikut.1.
Bagaimana relasi antartokoh dan kontra-diksi-kontradiksi yang ada
dalarn Kaba Cindua Mato?2.
Bagaimana makna Kaba Cindua Mato?L.2Tuiuan
PenelitianSesuai dengan rumusan masalah
di
atas, penelitianini
bertujuan sebagai berikut.1,.
Mendeskripsikan secarastruktural
relasiantartokoh dan kontradiksi-kontradiksi
yang ada dalam Kaba Cindua Mato.2. Mendeskripsikan makna
Kaba Cindua Mato.1.3
Manfaat Penelitian
Hasil
penelitianini
diharapkan berman- faatuntuk
(a) memperkaya pengetahuan dan ikut mengembangkan ilmu dalam bidang sastra Minangkabau, khususnya kaba atau cerita rak- yat Minangkabau; (b) dapat menyingkapnilai
budaya masyarakat Minangkabau; (c) membe-rikan
sumbangan terhadap pengajaran Sastra Minangkabau dan BudayaAlam
Minangka- bau (BAM), baik secara formal di sekolah-seko- lah maupun secarainformal di
kalangan ma- syarakat;(d)
membantu pemahaman masya-rakat
terhadapkarya
sastra, khususnya kabayang memanfaatkan
pengolahannilai-nilai
tradisi sehingga kaba dapat diapresiasi dengan tepat, apresiasi yang tepattidak
saja berman- faat terhadap perkembangan kesusastraan (ka- ba),tetapijuga
pembinaan mental masyarakat untuk membentuk masyarakat yang utuh, inte- gral, dan dinamis; (e) menjadi bahan masukan dan landasanpenelitian
selanjutnya;dan
(f) usaha pemeliharaary pembinaan, dan pengem-bangan kebudayaan daerah, khususnya Kebu- dayaan Minangkabau.
2. Teori
dan Metode2.l Kerangka
TeoretisLevi-Strauss (dalam
Propp,
1987:8) me- ngatakan bahwacerita rakyat
mengandung makna-maknatertentu
yangperlu
dianalisis untuk mengungkap makna-makna kolektifnya.Cerita
rakyat
dapatdipahami
pesannyajika
diketahui struktur dan makna berbagai elemen yang adadi
dalamnya Snelalui fenomena keba- hasaannya.Analisis silrultural ini dilakukan
atas dasar beberapa asumsi sebagai berikut.
1,. Cerita rakyat itu mengandung
makna- makna tertentu. Oleh karenaitu,
seperti halnyamimpi individual
yang harusdi-
analisis untuk diketahui maknanya, cerita rakyat atau dongeng sebagai suatu"mimpi kolektif" juga perlu
dianalisisuntuk di- ungkapkan makna-makna kolektifnya.
Melalui analisis cerita rakyat atau dongeng
ini,
seorang peneliti diharapkan akan da- pat mengetahui problem-problem batin so- sial suatu masyarakat yang terpendam da- lam tingkat nirsadar mereka. Tugas peneliti adalah mengungkap problem batin sosial yang adadibalik
sebuah cerita yang tam- pak luar biasa, aneh, dan absurd.2.
Sebagai suatu fenomena yang bermakna, suatu cerita rakyat juga dapat dilihat seba- gai suatu fenomena kebahasaan yang baru dapat dipahami pesannyajika
telah me- ngetahui struktur dan makna berbagai ele- men yang ada di dalamnya. Prosedur ana-lisis struktural
dalamilmu
bahasa dapatditerapkan dalam
analisiscerita rakyat dan
dongeng,yakni
dengan cara meng- ungkapkan relasi-relasi antarelemen di da- lamnya.Di dalam teori struktural
Levi-Strauss diungkapkan bahwa struktur cerita rakyat dan dongeng dapat dijelaskan dengan menunjuk padafungsinya, yakni
sebagai mediauntuk
Minangkabau dalam Koba Cindua
Mato
113mengembangkan suatu argumen dalam bentuk proposisi-proposisi. Dengan cara ini, cerita rak-
yat
dianggap dapat membantu memecahkan atau menjelaskan kontradiksi yang ada dalam berbagai kepercayaan yangdianut
suatu ma- syarakat.AnaliSis struktural Levi-Strauss diawali de- ngan memotong cerita dalam beberapa episode yang masing-masing berisi suatu deskripsi me- ngenai suatu hal atau memiliki suatu tema ter- tentu. Makna masing-masing episode tergan-
tung
pada keseluruhan teks. Oleh karena itu, suatu episode tidak dapat ditafsirkanhanya de- ngan mengacu pada sesuatu yang adadi
luar cerita tanpa memperhatikan posisi episodeitu
sendiri dalam keseluruhan cerita. Analisisini
juga mencariunit-unit
yang ada dalam cerita yang disebut ceritheme. Cerithemedicari
pada tingkat kalimat. Suatu kalimat dapat dianggap sebagai suatu ce:rithemejika di
dalamnya ter- kandung suatu relasi tertentu atau jika kalimat tersebut melukiskan hubungan tertentu antar- elemen dalam cerita. Cerithemeini
kemudian disusun mengikuti sumbu sintagmatis dan pa-radigmatik. Seperti halnya
bahasa, makna suatu elemen tergantung pada relasi sintag- matis dan paradigmatisnya dengan elemen-ele- men yanglain,
Dasar paradigmatikialah
se-suatu yang memperhatikan hubungan
di
an-tara
pertentangan-pertentanganpola
seperti perempuan/laki-laki
(Strauss, 1963:45).Paradigmatis dalam cerita rakyat berusaha dihubungkannya dengan aspek-aspek lain da- lam budaya, misalnya kosmologi dan pandang- an alam. Dalam hal ini pendekatan Levi-Strauss membantu kearah pengertian baru mengenai cerita rakyat (dalam bentuk sastra rakyat yang lain) sebagai mode. Di dalam nalisis ini, teknik pemberian etnografi amat penting, sama seperti pentingnya penjabaran teks sastra rakyat, teta-
pi
bentukitu
harus dihubungkan dengan bu-daya-budaya
yar.gmelingkupinya
(Propp,1987:9). Sehubungan dengan itu, analisis struk- tural Levi-Strauss sangat sesuai untuk mengkaji makna Kaba Cindua Mato dan menghubung-
kannya dengan budaya-budaya yang meling- kupinya,
yaitu
budaya Minangkabau.2.2Metode
PenelitianMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan sesuatu yang saat
ini
berlaku dengan cara mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpreta- sikan kondisi yang ada. Metode ini tidak meng- uji hipotesis atau tidak menggunakan hipotesis,tetapi
hanya mendeskripsikaninformasi
apa adanya sesuai dengan variabel-variabel yangditeliti
(Mardalig, 2002:26).2.3 Sumber Data
Data
penelitian ini
berupa data tertulis,yaitu
Kaba Cindua Mato yang dibukukan oleh M. Rasjid Dt. Radjo Panghulu. Kabainiditerbit- kan oleh buku sastra Indonesia dan daerah pa- da tahun 1980. Jumlah halaman kabaini adalah 284 halaman. Kabaini memiliki dua
bahasa,yaitu
bahasa Minangkabau dan bahasa Indo- nesia.3. Hasil
Pembahasan3.1 Relasi
Antartokoh
danKontradiksi- Kontradiksi
Untuk
menganalisi Kaba Cindua Mato ber- dasarkan teori struktural Levi-Strauss terlebih dahulu dicari ceritheme. Ceritheme tersebut ter- dapat dalam episode-episode yang memperli-hatkan
berbagairelasi antartokoh yang
ada dalam kabatersebut. Makna berbagai ceritheme dan episode akan diketahui setelah memban- dingkan dan menyejajarkan satu dengan yang lainnya.Episode
I (hlm. 19-35) dilukiskan
dua orang tokoh, yakni Dang Tuanku (selanjutnyaditulis
DT) dan Imbang Jayo (selanjutnyaditu-
iisI|
dan hal-hal yang mereka lakukan sebagaiorang
Minangkabau.DT dilukiskan
sebagaiorang Minangkabau yang mempelajari
dan menghormati adat istiadat Minangkabau dan diterima sebagai raja yang baik oleh masyara-11,4
Widyapanua, Volume 41, Nomor 2, Desember 2013katnya, tepatnya
di
daerah Pagaruyung (Lu- hak Tanah Datar). Berbeda yang dialami oleh IJ, walaupun sama-sama orang Minangkabau, IJ lebih suka melakukan kejahatan dan menyu-ruh
orang pergi menyamun ke Bukit TambunTulang dan tidak
mempelajari adat istiadat,meskipun ia menjadi raja di
SungaiNgiang
(daerah Luhak Tanah Datar).Dari sini
diper- oleh gambaran sebagai berikut.DT: belajar adat istiadat
Minangkabau-selalu
berbuat baik.II
: tidak belajar adat istiadatMinangkabau-
selalu berbuat jahat.Dalam episode
ini
makna tokoh DT baru dapat dipahami setelah dibandingkan dengan IJ yang sama-sama orang Minangkabau. IJ te- lah dipengaruhi kebudayaan luar yangdibukti-
kan dengan perilakunya menyuruh orang pergi menyamun
dan membiayai
para penyamun tersebut beserta orang suruhannya, sedangkan DT lebih memilih tinggaldi
istana. Ia menge- tahui masalah-masalahdi
luar istana dari Cin- dua Mato.DT
sangat menghormati dan men-junjung
adat istiadat Minangkabau.Dilihat dari sudut pandang orang Mi-
nangkabau, DT adalah tokoh asli Minangkabau daripada
Il.
DT patuh pada adat istiadat yang berlaku di kalangan masyarakat Minangkabau, sedangkan IJ tidak. DT yang tinggaldi
daerahluhak
(Luhak Tanah Datar). Daerahini
meru-pakan pusat
KerajaanMinangkabau
masihkuat
dengan adat istiadatnya. IJ yang tinggaldi
daerah rantau(ya.g
merupakan perluasandari
Luhak Tanah Datar) memperlihatkan hal yang sebaliknya. Dengandemikian dari
epi- sodeini
ditemukan hal-hal berikut.DT:
orang Minangkabau yang menghormati dan menjunjung adatistiadat-
tinggaldi
daerah luhak.Il
: orang Minangkabau yang tidak menghor- mati dan tidak menjunjung adatistiadat-
tinggaldi
daerah rantau.Berdasarkan kategori-kategori sosial dan
ekologi yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau episode
ini
dapat di- tafsirkan sebagai simbolisasi dari dua identitas, yakni orang luhak yang kuat adat istiadat dan identitas orangrantau
yang adat istiadatnyamulai berkurang
atautidak
sefanatik orang luhak.Episode
II
(halaman 36-62) berisi kearifan Bundo Kanduang (selanjutnyaditulis
BK) da- lam mengatasi masalah dan selalu dimusyawa- rahkan dengan BasaAmpek
Balai,yaitu
ma- salah diterimanya lamaran IJ oleh Rajo Mudo (selanjutnyaditulis
RM) adik kandung BK un-tuk
anaknyaPuti
Burigsu (selanjutnyaditulis
PB), sedangkan PB dalam masa bertunangan dengan DT.Walaupun BK dan RM saudara kandung, tetapi mereka
memiliki
pribadi yang berbeda.BK
lebih arif,
sedangkan RMtidak.
RM lebih mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli denganadat dan
lembaga.Dijelaskan
pada halaman 41 bAhwa"jika
orang bingung diraja- kan,tak tahu
dicupak gantang, adat lembagajauh
sekali, katanyalalu
lantangtidak
mene- ganghati
orang. Jadi, binasalah negeri. Jika orang miskin dirajakan,lebih terpandang ia pa- da uang.Adat
lembagadijualnya/
namanya orangmulai
kaya,jadi
binasalah negerinya"..BK menganggap RM orang miskin dalam pengalaman
hidup dan kurang
menghargai adat lembagayang ada. Dari episodeini
dapat disimpulkan sebagai berikut.BK:
arif bijaksana - kuat
memegang adat istiadat.RM:kurang
arif*
tidak kuat memegang adat istiadat.Episode
ini
memberi penafsiran bahwa (1) perempuan Minangkabau lebiharif
dan bijak- sana dalam menghadapi suatu masalah dan mencari penyelesaiannya, dan (2) pentingnya kedudukan Basa Ampek Balai. Basa Ampek Balai adalah sejenis dewan menteri atau lembaga Pe- merintahan yang sehari-hari menangani peng-aturan kehidupan
masyarakatdi
Minangka-Minangkabau dalam Koba Cinduo
Mato
115bau. Lembaga
ini terdiri
atas Bandaharo, (me- megang kebijaksanaan tentang adat lembaga), TuanKadi
(menyelesaikan sengketa yang ber- hubungan dengan agama). Jikatimbul
silang selisih sehingga kusuttidak
selesai dan keruh tidak jernifu penyelesaian bijaksana adadi
da- lam tangan Tuan Makhudum. Indomo memu- ngut bea dan cukaidi
rantau dan pesisir yangdipertanggungjawabkan
kepadaDaulat
Pa-garuyung
(Navis,198 6:57).Episode
III
(halaman 62-89) menceritakan tentang kehebatan Cindua Mato dalam berba- gai rintangan yang dihadapi ketika mengemban tugas yang diberikan BK. Dari usaha pertarna- nya menangkap si Binuang (lembu), melawanpara penyamun di Bukit Tambun Tulang
(orang suruhan IJ), sampai ke tujuan, yaitu kerumah RM. Maksud menjumpai RM
adalah tanda orang bersaudara, jauh cinta-mencintai, dekat jelang-menjelang. CM sebagai utusan BK ditugaskanuntuk
menyelesaikan dengan cara kekeluargaan masalah putusnya pertunangan antara PB dan DT secara sepihak. Selain mem- bawa pesanBK
CM juga mernbawa pesan DT yang harus disampaikan kepada PB. Dua tugasyang harus dijalankan CM
sekaligus. Tugas pertama dari BK yang bermaksud baik dan tu- gas kedua dari DT yang menyuruh membawa pergi PB.Dalam hal
ini
CM lebih membela dan me- matuhi tugas DT, karena CM tahu bahwa sum- ber masalah adalah fitnah yang telah disebar-kan
oleh IJ.Hal ini
menimbulkan kecemasanRM
(takut anaknya menjadi perawan tua) se- suatu yang amat memalukan keluargadi Mi-
nangkabau.RM tidak
dapat berbuat banyak dan menerima lamaran IJ. Alasaninilah
yang menyebabkan RM menerima lamaran IJ. Usaha CMuntuk
membawa PB pun berhasil.Dari
episodeini
dapat ditafsirkan bahwa anaklaki-laki di Minangkabau (CM)
dalam menjalankan suatu tugas harus meneliti dahulu apa persoalannya, siapa penyebabnya, dan me- nyelesaikannya. Rasa setia kawan kepada te- man dan dapat merasakan bagaimana perasa-an teman yang
sedangditimpa
kesedihan, membuat CM melakukan apa yang ditugaskanDT
kepadanya.Episode
IV
(halaman 83-91) menceritakan PB yang lebih memilih pergi dengan CMuntuk menjumpai BK dan DT daripada
menerima atau menikah dengan IJ. Peristiwaini
memberi gambaran bahwa PBlebih memilih
menikah dengan saudaradekatnya (pulang ke
bako)daripada menikah
denganorang lain
yang bukan saudara dekatnya(I|,
apalagi dari kecil PB dan DT telah dijodohkan.Keinginan $B
untuk
menikah dengan DT dapat dipahamii|<arena menurut alampikiran
masyarakat Minangkabau,perkawinan
yangpaling ideal adalah perkawinan antara
ke- luarga dekat, seperti perkawinan antara anak dan kemenakan (antara PB dan DT). Perkawin- an sepertiitu
lazim disebut sebagai pulang ke bako, yaitu menikah dengan kemenakan ayah.Perkawinan ideal ini berlatar belakang sis- tem kornunal dan kolektivitas yang dianutnya.
Sistem yang dianut oleh masyarakat Minang- kabau baru utuh apabila tidak dicampuri orang luar. Perkawinan seperti itu lebihbersifat meng- awetkan hubungan suami istri, sehingga tidak terganggu oleh masalah uang (mungkin
timbul
oleh campur tangan kerabat kedua belah pihak) dan ekses-ekses negatif pewarisan harta pusaka dapat dihindari.
Episode
ini
dapatditafsirkan
bahwa PBmemiliki
adatistiadat
yang masihkuat
dan dekat dengan kaum kerabatnya.Episode V (halaman 91-116) menggambar- kan konflik yang terjadi di Pagaruyun& karena
CM
membawa PB.Konflik ini
diselesaikan dengan jalan musyawarah dan dengan bantu-an
BasaAmpek
Balai. Penegasan mengenai pentingnya peranan Basa Ampek Balai dalam mengatur dan menyelesaikan masalah yangtimbul
dalam kehidupan masyarakat Minang- kabau merupakan pesan yangingin
disampai- kan dalam episode ini. Di samping itu, merupa- kan penegasan kembali kepada masyarakat ten- tang kebenaran lembaga (Basa Ampek Balai).1L6 Widyapanfa,
Volume 41, Nomor 2, Desember 2013Basa Ampek Balai melambangkan kebesar- an adat masyarakat Minangkabau.
Hal ini
di- perkuat oleh fakta bahwa dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah selalu disele- saikan oleh Basa Ampek Balai. Lembagaini
da- lam menyelesaikan dan menjatuhkan hukum-an
sangatadil.
Semuayang terlibat
dalam suatu masalah didengarkanpendapat dan pem- belaannya, seperti yang dialami olehCM
danDT.
OIeh karena mereka berdua benar, Basa Ampek Balai tidak dapat menjatuhkan hukum- an. Dalam masalahini
yang bersalah adalah IJkarena telah melakukan sumbang-salah (hal yang terlarang benar menurut adat di Minang-
kabau). Ia telah melangkahi dalam
tangan orang, mengenai tunangan orang.Hal
yang terlarang menurut syarak. Hukuman akhirnya dijatuhkan kepada IJ.DT yang tidak bersalah akhirnya berhasil mempertahankan apa
yang
menjadi haknya dan menikah dengan PB. Setelah semua masa- lah selesai dan Kerajaan Pagaruyung diserah- kankepada CM (untukmemimpinnya), DT, PB, dan BK meninggalkan dunia dengan jalan naik ke angkasa dengan cara dijemput oleh malai-kat
dan bidadari.Episode
VI
(halaman 88-116) mencerita- kan kemarahan IJ, karena PB dibawa pergi oleh utusan dari Kerajaan Pagaruyung. IJ malu dan menuntut balas atas semua kejadianini.
IJ ber- tekad untuk menyerang Kerajaan Pagaruyung.Keputusan rapat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah IJ, karena IJ belum
jadi
menikah dengan PB,tidak
menjadi persoalan.Lebih baik masalah
ini
diselesaikan dengan ja- lan musyawarah dan kekeluargaan tanpa me-lalui
kekerasan ataupun peperangan. IJtidak
mau menerima keputusan rapat tersebut dan tetap dengan niatnyauntuk
menyerang Kera- jaan Pagaruyung. Rapatdi
daerah IJdipimpim
oleh penghulu yang merupakan wakil Basa Am- pek Balai
di
daerah rantau, sedangkan pucukpimpinan tetap di tangan
Basa Ampek Balai yang adadi
daerah luhak (Luhak Tanah Datat,Kerajaan Pagaruyung). Keputusan
antarapenghulu
dan Basa Ampek Balai sarna dalam menghadapi suatu masalah.Keputusan penghulu bijaksana, karena IJ
bersalah mengambil tunangan DT dan jangan menuntut balas. Walaupun akhirnya PB memi-
lih pergi
bersamaCM
ke Pagaruyunguntuk
menjumpai DT dan BK. IJ merasa malu dalam masalah ini, karena telah mengambil tunanganDT
akan menyerang kerajaan yangdipimpin
oleh DT sendiri.Keinginan IJ
untuk
menyerang Kerajaan Pagaruyung menjadi surut. Setelah mendapat dorongan semangatdaii
ayahnya, Tiang Bung-kuk
(selanjutnya ditulis TB) dan adiknya Ranik Jintan, barulah IJ meiaksanakan niatnya kem-bali untuk
membalas dendam terhadap Kera- jaan Pagaruyung. Untuk menghimpun kekuat- annya,IJ mengerahkan rakyat yang adadi
dua negeri,yaitu
Sungai Ngiang dan Si Kalawi.Ij
yang bersalah
akhirnya
menemui ajalnyadi
medan perang sewaktu menyerang KerajaanPagaruyung.'Hal ini merupakan hukuman
yang harus diterima IJ atas semua kesalahan- kesalahannya selama ini.Setelah
membandingkan yang
tampak, ada beberapa hal yang menarik pada episodeV
dan episodeVI
sebagai berikut.(1)
dalam episode V tokoh DT berusaha men- jelaskan kepada Basa Ampek Balai: menga- pa CM membawa PB ke Pagaruyung dan DT berpendapat bahwa dalam masalahini
yang bersalah adalah IJ (telah melamar PB), sedangkan PB
sudah bertunangan
de- ngannya. Semuakeputusan
diserahkan kepada Basa Ampek Balai.Ini berbeda yang terdapat pada episode VI, karena I] merasa dialah yang benar dan tidak mau mende- ngarkan keputusan penghulu yang meru- pakanwakil
Basa Ampek Balaidi
daerah rantau.(2)
DT berhasil menyakinkanBnsa Ampek Balai sehingga bebas dari hukuman dan berhak menikah dengan PB. Masalah yang diha- dapi DT berhasil diselesaikan atas bantuan Basa Ampek Balai.Apa yang dialami
DTMinangkabau dalam Kobo Cinduo
Moto
L17sangat berbeda dengan apa yang dialami oleh IJ. IJ berusaha mengatasi masalahnya
dengan caranya sendiri, yaitu melalui
kekerasan dan peperangan. Dalam hal
ini
tokoh IJ tidak mau menyerahkan dan me- nyelesaikan masalah dengan bantuan BasaAmpek Balai,
tetapi melalui
peperangan yangdipimpinnya
sendiri. Masalah yang sama dihadapi dengan dua cara, cara DTdenlan musyawarah dan mufakat,
se- dangkan cara IJ dengan kekerasan dan peperangan.(3)
DT berhasil menikah dengan PB yang me- mang telah bertunangan dengannya sejak kecil dan pergi meninggalkan dunia dengannaik
ke angkasa, sedangkan IJ akhirnya menemui kekalahan dan tewasdi
medan perang. Dapat dilihat bahwa PB lebih me-milih
menikah dengan DT saudara dekat- nya daripada dengan IJ yang orang luar.Dari
analisisdi
atas ceritheme-ceritheme dalam episodeV
merupakan inversi dari ceri- theme-ceritheme yang ada dalam episode VI.Hal ini
dapatdilihat
pada penjelasan berikutlnl.
1..
Eps.V:
Eps. VI:
2.
Eps.V:
DM menghadapi masalah
de- ngan tenang dan bijaksana.IJ menghadapi masalah dengan emosi.
DT
menyerahkan masalah padaBasa Ampek Balai
-
menerima ke-putusan dan nasihat yang dibe- rikan.
IJ menyerahkan
masalah padapenghulu - tidak
menerima ke-putusan dan nasihat yang diberi- kan.
DT berhasil mempertahankan
yang seharusnya menjadi haknya (PB)-
dengan jalan baik-baik-
melalui Basa Ampek Balai.
IJ tidak berhasil karena bukan me- rupakan haknya
-
dengan jalantidak baik
-
melalui peperangan.Eps. VI:
3.
Eps.V:
Eps
VI:
4.
Eps.V: DT tidak
marah keI]
yang telah mengambil tunangannya-
tidakmenyerang kerajaan/daerah I].
Eps. VI: IJ marah ke DT karena merasa DT
lah yang telah mengambil tu-
nangannya-
menyerang keraja-an,/daerah DT.
5.
Eps.V: DT
mendapat simp ati d,ari Basa Ampek Balai-
dibebaskandari
hukuman karenatidak
bersalah.Eps. VI: IJ
tidak
mendapatsimpati dari
Basa Ampek Balai
- dijatuhi
hu-kur,nan karena bersalah.
6.
Eps.V:
DT\meninggalkandunia
dengan jalangaib -
lewatbidadari
danmalaikat
-
naik ke angkasa.Eps. VI: IJ meninggalkan dunia dengan ja- lan wajar
-
lewat peperangan-
tetap
di
bumi.7.
Eps.V: DT
mengandalkan kemampuan yang ada padadiri
sendiri.Eps'VI: IJ mengandalkan kemampuan
orang lain.8.
Eps.V:
DT tidak ragu-ragu dalam meng- ambil suatu keputusan.Eps. VI: IJ
ragu-ragu dalam
mengambil suatu keputusan.Di sini dapat dilihat
adanya hubungan inversional antara episodeV
dengan episode VI, serta kontradiksi yang tersembunyi di balik tokoh DT dan IJ. Hal-hal yangdimiliki
oleh to- koh DT dalam episodeV
muncul kembali da- lam episode VI dalam bentuk yang berbeda me-lalui
pengalaman tokoh yang berbeda pula.Di
sini terjadi apa yang disebut transformasi, yaitu
terjadinya
perubahanbukan pada struktur
yang dalam, tetapi padastruktur
permukaan.Episode
VII
(halaman 83-112) mencerita- kan PB anak RM yang tahu posisi dirinya seba- gai gadis Minangkabau. Sejak kecil PB telahdi-
tunangkan dengan DT (halini
wajar dalam ke-hidupan
masyarakatMinangkabau) dan
PBpun
bisa menerima DT. Pertunangan tersebut118
Widyapanua, Volume 41, Nomor 2, Desember 2013harus diputus, karena ayahPB, (RM)menerima
lamaran IJ
setelahmendengar fitnah yang
disebarkan oleh IJ. Sebagai gadis Minangkabau, PB
tidak
kuasa melawan keputusan RM. Wa- laupun dalam hatinya memberontak, tetapiti-
dak seorangpun
dapat menolongnya.Akhir-
nya, CM datang menyelamatkan PB dan mem- bawanya ke Pagaruyung.Dari
episodeini
dapatdilihat
bahwa RM sebagailaki-laki
Minangkabau telah dipenga-ruhi
oleh budaya luar. Dalam adat Minangka- bau yang menentukan jodoh untuk PB bukan- lah ayahnya (RM), tetapi mamaknya. Mamak- lah yang bertanggung jawab atas kemenakary mamak yang mengetahui sakit senangnya ke- menakan. Begitu juga PB, pada awalnya dapatmenerima keputusan waktu ditunangkan
dengan DT karenaDT
adalah saudara dekat- nya dan telah dikenalnya. Keputusan RM me- nerima lamaran IJ tidak dapat diterima PB. Se-lain IJ orang
luar
(bukan saudara), PB pun be-lum
kenal IJ. Keputusan RMpun tidak
bijak- sana karena langsung menerimalamaran
IJtanpa
menyelidiki dahulu
apakah berita ten- tang DT tersebut benar atau salah.Dari uraian di
atas, dapatdilihat
bahwa PB, sebagai gadis Minangkabau, telah berani menentukan sikapnya dalam mengambil kepu- tusan demi masa depannya (memilih menikah dengan DT) dan menentang keputusan ayah- nya. PBtahu
bahwa keputusanRM
tersebuttidak
tepat.Di
satu sisi, PBkuat
memegang adat, dan sisi lairyjustru
menentang adat. PB kuat memegangadat, karena sebagai gadisMi-
nangkabau mengerti bagaimana perkawinan yang ideal menurut adat. PB menentang adat, karenaberani
melawan keputusan ayahnya (RM) sewaktu hendakdinikahkan
dengan IJ (padahal helat telah terlaksana dan tamu pun telah berdatangan).Episode
VIII
(halaman 120-125) menceri- takan kesedihan yang dialamiCM
setelah di- tinggal DT, PB, danBK
serta tugas yang harus dilaksanakan setelah dinobatkan sebagai Peng- gantiDT
(menjadi rajadi
Pagaruyung). Kese-dihan ini
membuatCM memilih ikut
TiangBungkuak (selanjutnya ditulis TB) ayah IJ yang menuntut balas atas kematian anaknya. Hal
ini
merupakan saran DT dan BK sebelum mening- galkan dunia. Tujuannya untuk mengetahui ke- lemahan TB agar dapat dibunuh. Dengan pe-nuh
keyakinan dan kesabaranCM
menjalan- kan perannya sebagai pesuruh TB. Kesabaran yang membuahkan hasil dan TBpun
berhasil dibunuh oleh CM melalui keris TB yang tersim- pan di Tiang Bungkuk. Kemenangan CM mem- buktikan bahwa kebenaran selalu menang dan kesalahanatau keti$akbenaran akan
selalukalah.
\,2.2Makna Kaba Cindua
Mato
Wilayah Minangkabau
terdiri
atas daerahluhak
dan rantau. Daerah rantau merupakan perluasandari
daerah luhak. Perluasaan dae-rah ini
bertujuanuntuk
mencari daerah atau tanah baru untuk dijadikan tempat tinggal dan usaha. Orang-orangdari
daerahluhak
yang keluar atau pergi merantau ke daerahdi
luar daerah luhak disebut perantau, sedangkan dae- rahnya disebut daerah rantau.Kebudayaan atau adat istiadat yang diba-
wa oleh
perantau tersebutke
daerah tantau mengalami perubahanyang
disesuaikan de- ngan alam baru yang meraka temui. Meskipundemikian,
daerahrantau tetap mempunyai pimpinan
dengan gelar raja. Raja merupakanketurunan
bangsawanketurunan
Kerajaan Pagaruyung. Hubungan dengan daerah luhaktidak
pernah putus. Masyarakat Minangkabau bangga dengan adat istiadat dan sistem matrili- neal yang mereka anut. Semboyan mereka ada-lah "Alam
terkembangjadi guru'
dan"Adat
bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah".Hal
ini
menunjukkan kuatnya adat dan:agama (Islam)di
daerah Minangkabau.Dalam kehidupannya masyarakat Mi-
nangkabau
tidak
terlepas darikonflik-konflik.
Konflik-konflik
tersebut salah satunya dapat dilihat dalam Kaba Cindua Mato. Konflikini
ter-jadi
padalingkungan
masyarakat atas,yaitu
Minangkabau dalam Kaba Cindua
Moto lLg
lingkungan
kerajaan beserta segenap aparattingkat
tinggr, Bundo Kanduang, Dang Tuan- ku, Basa Ampek Balai,Rajo Mudo, dan lain-lain.Mereka adalah
tokoh-tokoh dari
lingkungan istana Kerajaan Pagaruyung.Sumber konflik adalah masalah akan
dini-
kahkannya PB dengan IJ, padahal PB telah ber-tunangan
denganDT.
Masalahmenjadi
se- makinrumit
karena PB adalahputri
RM adik BK dan mamak/paman DT, Masalahini
meng- akibatkan terjadinya persidangan antara BK,DT, dan
Basn Ampek Balaidi
Istana Pagaru- yung.Persidangan ini menetapkan CM sebagai utusanuntuk menghadiri
pesta perkawinan dan menyelesaikan masalah putusnya pertu-nangan antara
PBdan DT
secara sepihak,bukan
oleh salah seorangdari
anggota Basa Ampek Balai. Jlka yangdiutus CM
urusannyalebih
bersifat kekeluargaan.Akan
tetapi, jika yang diutus salah seorang dari Basa Ampek Ba- lai, urusannya menjadi formal, karena hubung-an
Basa Ampek Balai denganBK
adalah hu- bungan formal.CM
sebagai utusan mengambil tindakan dan kebijaksanaan lain dan diketahui oleh DT.Meskipun demikan, dari sudut hukum perbuat- an, CM tetap salah karena ia melarikanPB.Basa Ampek Balai bercidang menangani kasus CM.
Lembaga
ini
memutuskan bahwa perbuatan CMtidak
dapat diterima. Namury Basa AmpekB alai behtmmemberi keputusan terhadap kasus tersebut. Mereka harus mendengarkan penda- pat BK-BK tetap memberikan dan menyerah- kan keputusan ke sidang Basa Ampek Balai ka- rena lembaga
ini
telah dipercaya dan ditugas- kanuntuk itu.
Basa Ampek Balai tidak bersifat gegabah dalam menanggapi masalah tersebut.Mereka memberi kesempatan kepada DT dan CM untuk membela
diri
dan menjelaskan per- soalan yang sebenarnya. DT selaku tokoh ter-tinggi
dalam kekuasaan Kerajaan Pagaruyung tetap disidangkan olehBasa Ampek Balai dalam persoalan itu. Dalam sidang tersebut, Basa Am- pek Balai dapat memahami apa yang dijelaskan DT dan CM sehingga mereka dibebaskan darihukumaru sedangkan IJ dijatuhi hukuman se- suai dengan kesalahan yang dilakukannya.
Dari uraian tersebut dapat
ditegaskan bahwa makna Kaba Gndua Mato adalah sebagai berikut.L.
Prosedur pelaksanaan hukum dan menda-pat
keadilan dalam masyarakat Minang- kabauuntuk
setiap orang adalah sama.Tujuannya, agar masyarakat memahami bahwa setiap orang yang melakukan kesa- lahan akan
disidang
dan menerima hu- kuman sesuai dengan kesalahan yang di-lakukannya..
2.
Dalam meny6lesaikan suatu masalah yang pertamadilakukan
adalah dengan cara kekeluargaan dan musyawarah. Jika de- ngan caraini tidak
berhasil barulah dila-kukan upaya dan
pendekatanmenurut
jalur yang telah digariskaru yakni memba- wa masalah tersebut ke sidang Basa Ampek Balai.3.
Fitnah dapat menimbulkan permusuhan, peperangary dan pembunuhan.4.
Kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab dapat mengangkat martabat dan derajat seseorang.5.
Dalam mendengar suatu berita jangan per- caya begitu saja, tetapi selidiki dahulu ke- benarannya baru menentukan sikap.6.
Kekuasaan yang dipegang seseorang bu- kan suatu kebebasan baginya untuk mela- kukan apasaja, tetapi harus memberi con-toh
yang baik dan menjadi panutan bagi masyarakat.IV.Simpulan
Dari analisis terhadap Kaba Cindua Mato dapat disimpulkan sebagai berikut.:r
1.
Relasiantartokoh terjadi antara tokoh
yang tinggal di daerah Luhak Tanah Datar dengan
tokoh di
daerah RantauLuhak
Tanah Datar. Daerah Luhak,yaitu
DangTuanku,
Bundo Kanduang,dan
Cindua Mato, sedangkan daerah rantau ialah Im-120
WidyapanUa, Volume 41, Nomor 2, Desember 20132.
3.
bang Jayo, Rajo
Mudo,
dan Tiang Bung- kuk.Kontradiksi terjadi antara (a) Dang Tuan-
ku
dengan Imbang Jayo; (b) Bundo Kan- duang dengan Rajo Mudo, dua orang sau- dara kandung, tetapimemiliki
sifat yang berbeda; (c) CinduaMato
dengan Tiang Bungkuk.Makna Kaba Cindua Mato
a. Prosedur
pelaksanaanhukum
dan mendapat keadilan dalam masyara- kat Minangkabauuntuk
setiap orang adalah sama, tujuannya agar masya- rakat memahami bahwa setiap orang yang melakukan kesalahan akan disi- dang dan menerima hukuman sesuaidengan kesalahan yar.g dilaku-
kannya.
b.
Dalam menyelesaikan suatu masalah yang pertamadilakukan
adalah de- ngan cara kekeluargaan dan musya- warah. Jika dengan caraini
tidak ber-hasil barulah dilakukan upaya
dan pendekatan menurut jalur yang telah digariskan, yakni membawa masalah tersebut ke sidang Basa Ampek Balai.c.
Fitnahdapatmenimbulkanpermusuh- an, peperangary dan pembunuhan.d. Kejujuran,
kesetiaan,dan
bertang- gung jawab dapat mengangkat mar- tabat dan derajat seseorang.e. Dalam mendengar suatu berita
ja- ngan percaya begitu saja, tetapi seli-diki
dahulu kebenarannyabaru
me- nentukan sikap.f.
Kekuasaan yang dipegang seseorang bukan suatu kebebasan baginya un-tuk
melakukan apa saja, tetapi harus memberi contoh yang baik dan menja-di
panutan bagi masyarakat.c
DAFTAR PUSTAKA\
Mardalis. 2002. Metode Penelitiqn
Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.Navis,
A. A.
1986. Alam Terkembang ladi Guru.Jakarta: Grafitipers.
Propp,
y.
1987. Morfologi Cerita Rakyat. KualaLumpur:
Bahasa dan Pustaka.Strauss,
Levi.
1963. Structural Antrophology.New York: Basic Books.
Udin, Syamsuddin
dkk.
1989.ldentifikasi Tema dan Amanat Kaba Minangkabau. Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Minangkabau dalam Kobo Cindua