TERBATAS (PT) KRAKATAU BANDAR
SAMUDERA (KBS) CIGADING
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)
Disusun Oleh:
HILYATI FIJRIYAH
NIM: 1112052000035
JURUSAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya saya yang diajukan untuk memenuhi salah
satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) di Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan skripsi ini telah saya
cantumkan sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya, atau
merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 06 Maret 2017
Hilyati Fijriyah, 1112052000035, Hubungan Antara Penyuluhan Agama dengan Motivasi Kerja Karyawan di Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cigading, Dibawah Bimbingan Bapak Dr.Taufik Hidayatulloh. M. Si.
Penyuluhan agama adalah suatu kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional.
Penyuluhan agama bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyuluhan agama pada karyawan, untuk mengetahui motivasi kerja karyawan di Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cigading dan untuk mengetahui hubungan penyuluhan agama dengan motivasi kerja karyawan Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cigading.
Teori yang digunakan dalam penelitian terdapat dua teori, yang pertama adalah teori penyuluhan agama menurut Isep Zaenal Arifin bahwa kegiatan pembelajaran nonformal yang memberikan fasilitas atau kemudahan-kemudahan terhadap diri dan lingkungan agar mampu mempengaruhi sasaran penyuluhan serta bertujuan untuk membantu orang lain agar dapat keluar dari masalah keagamaan yang dihadapinya. Teori yang kedua adalah motivasi kerja menurut Pandji Anoraga bahwa motivasi kerja terdapat dua hal, intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi kerja intrinsic meliputi: prestasi, tanggung jawab, kemajuan dan pekerjaan. motivasi ekstrinsik meliputi: gaji, lingkungan kerja, dan hubungan kerja.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis survei, untuk mengetahui korelasi variabel independen terhadap variabel dependen, sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling
dengan mengambil 50% dari nilai populasi yang ada, karena kebanyakan peneliti beranggapan bahwa semakin banyak sampel, atau semakin besar persentase sampel dari populasi, hasil penelitian akan semakin baik. Maka sampel yang terambil dari perhitungan ini sebanyak 50% dari 100 populasi yang ada mendapatkan hasil 50 responden. Analisis data menggunakan uji koefisien korelasi pearson.
Hasil penelitian ini menemukan: terjadinya hubungan signifikan positif penyuluhan agama (X) dengan motivasi kerja (Y) penyuluhan agama nilai korelasi 0,486 dan nilai probabilitas sebesar 0,002 terhadap motivasi kerja didukung oleh beberapa hal yaitu; (1) motivasi intrinsik (Y1) yang berhubungan nyata positif dengan penyuluhan agama dari materi penyuluhan agama yang bersifat implementatif dan akomodasi terhadap dunia kerja (X) (2) Adanya motivasi yang tinggi pada diri responden disebabkan oleh komitmen karyawan dalam meningkatkan motivasi kerja yang optimal (3) berperan aktifnya penyuluh agama yang memberikan peluang untuk meningkatkan motivasi kerja melalui penyuluhan agama.
KATA PENGANTAR
ب
ــــــــــــــ
يحرلا نمحرلا ه مس
ــــــــــــــ
م
Assalamu’alakum Warahmatullahi Wabarakatuh
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat, hidayah, dan kekuatan yang diberikan-Nya, sehingga peneliti
menyelesaikan skripsi dengan judul ““Hubungan Antara Penyuluhan Agama
dengan Motivasi Kerja Karyawan Perseroan Terbatas (PT) Krakatau
Bandar Samudera (KBS) Cigading”
Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan kita
baginda nabi Muhammad SAW. Pemimpin revolusi dunia dan tauladan kaum
yang beriman, kepada keluarga, sahabat dan seluruh umat yang senantiasa
mencintainya. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu
syarat untuk memperoleh gelar sarjana sosial pada fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Selama
pengerjaan skripsi ini peneliti dihadapkan dengan beragam cobaan, kesulitan,
rintangan dan penuh perjuangan kesabaran yang telah memberikan banyak
pelajaran hidup yang berarti bagi peneliti.
Terwujudnya skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena
itu dalam kesempatan ini peneliti menyampaikan terima kasih yang
sebesar-besarnya utamanya kedua orang tua penulis Bapak (Mas’Ali) dan Ibu (Suimah)
atas doa, semangat, kasih sayang, pengorbanan dan ketulusan dalam mendampingi
serta mendoakan dengan tulus untuk penulis. Tidak lupa pula kepada adik-adikku
(Dini Fauziyah dan Tsalits Nur Alisyah) yang selalu mampu membuat diri ini
penulis juga sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
penulis dalam penelitian ini diantaranya kepada:
1. Dr. Arief Subhan, MA. selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suparto, M.Ed, Ph.D. selaku Wakil Dekan
Bidang Akademik, Dr. Raudhonah, MA. selaku Wakil Dekan Bidang
Administrasi Umum, serta Dr. Suhaimi, M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama.
2. Dra. Rini Laili Prihatini, M.Si. selaku Ketua Jurusan Bimbingan dan
Penyuluhan Islam.
3. Ir. Noor Bekti Negoro, SE, M.Si. selaku Sekretaris Jurusan Bimbingan dan
Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
4. Dr. Taufik Hidayatulloh, M.Si. selaku pembimbing yang meluangkan waktu,
tenaga dan pikiran dengan penuh kesabaran tanpah lelah untuk memberikan
masukan dan arahan dalam penyusunan skripsi ini.
5. Seluruh Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah mendidik dan memberikan ilmunya kepada
penulis selama perkuliahan.
6. Seluruh Perseroan Terbatas Krakatau Bandar Samudera Cigading yang telah
membantu dan mempermudah penulis dalam melakukan penelitian ini
senantiasa membantu dan mempermudah penulis dalam penelitian di
lapangan untuk menyelesaikan skripsi ini. Terimakasih atas bantuan dan
7. Teman-teman seperjuangan BPI 2012 yang selalu memberikan semangat,
saran dan masukan kepada penulis. Terimakasih untuk kebersamaannya
selama ini dalam menggapai impian sebagai penyuluh professional. Apa yang
terjadi selama 4 tahun perkuliahan akan selalu menjadi pengalaman yang tak
kan pernah terlupakan.
8. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penelitian
skripsi ini yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu tanpa mengurangi rasa
hormat, penulis ucapkan terimakasih.
Penulis berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan,
kelancaran dan kesuksesan kepada semua pihak yang telah memberikan segala
bantuan dan dukungannya kepada penulis.
Akhir kata, penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna, namun
harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang membaca pada
umumnya, dan bagi segenap keluarga besar jurusan Bimbingan dan Penyuluhan
Islam.
Wassalamu’alakum Warahmatullahi Wabarakatuh
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Batasan dan Rumusan Masalah ... 8
1. Batasan Masalah ... 8
2. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 9
1. Tujuan Penelitian ... 9
2. Manfaat Penelitian ... 9
D. Tinjauan Pustaka ... 10
E. Teknik Penulisan Skripsi ... 17
F. Sistematika Penulisan ... 17
BAB II TINJAUAN TEORITIS ... 20
A. Pengertian Penyuluhan Agama Islam ... 20
1. Pengertian Penyuluhan ... 20
2. Penyuluhan Agama Islam ... 24
5. Metode Penyuluhan Agama Islam ... 43
6. Tujuan Penyuluhan Agama ... 46
7. Materi Penyuluhan Agama ... 51
8. Peran Penyuluh Agama ... 57
B. Motivasi Kerja ... 59
1. Pengertian Motivasi Kerja ... 62
2. Proses Motivasi ... 66
3. Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja ... 67
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 75
A. Pendekatan dan Desain Penelitian ... 75
1. Pendekatan Penelitian ... 75
2. Jenis Penelitian ... 75
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 77
C. Populasi dan Sampel... 78
1. Populasi ... 78
2. Sampel ... 78
D. Variabel Penelitian ... 79
E. Definisi Operasional dan Indikator Penelitian ... 80
F. Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data ... 84
1. Pengamatan Lapangan ... 84
2. Angket (Questionnare) ... 84
3. Dokumentasi ... 85
1. Pearson ((Product Moment Correlation) ... 88
2. Mengkategorikan hasil yang didapat ... 89
3. Uji Hipotesis ... 90
4. Uji Koefisien Korelasi ... 91
BAB IV GAMBARAN UMUM DAN HASIL ANALISIS DATA .... 93
A. Gambaran Umum PT Krakatau Bandar Samudera ... 93
1. Sejarah PT Krakatau Bandar Samudera ... 93
2. Nilai-Nilai Budaya Perusahaan ... 94
3. Kebijakan Mutu ... 94
4. Lokasi PT Krakatau Bandar Samudera ... 95
B. Manajemen PT. Krakatau Bandar Samudera ... 95
C. Kegiatan Penyuluhan Agama ... 98
D. Data-Data Hasil Penelitian lapangan ... 99
1. Karakteristik Responden ... 99
a. Karakteristik Responden berdasarkan Usia ... 100
b. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 100
c. Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 101
Tanggungan Keluarga ... 103
2. Intensitas Penyuluhan Agama ... 105
a. Pembukaan ... 106
b. Pelaksanaan ... 107
c. Penutupan ... 108
3. Hubungan antara Penyuluhan Agama dengan Motivasi Kerja Karyawan ... 109
BAB V PENUTUP ... 111
A. Kesimpulan ... 111
B. Saran ... 112
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR JURNAL
DAFTAR INTERNET
DAFTAR TABEL
1. Tabel 1. Tinjauan Pustaka ... 11
2. Tabel 2. Definisi Operasional dan Indikator Variabel ... 80
3. Tabel 3. Hasil Output Uji Reliabilitas Variabel X (Penyuluhan Agama Islam) ... 86
4. Tabel 4.Hasil Output Uji Reliabilitas Variabel Y (Motivasi Kerja) .. 87
5. Tabel 6. Skala Semi Likert ... 88
6. Tabel 8. Interval Koefisien Korelasi dan Kekuatan Hubungan ... 91
7. Tabel 9.Manajemen PT KBS ... 96
8. Tabel 10. Unit Kerja PT Krakatau Bandar Samudera ... 97
9. Tabel 11. Susunan Acara Kegiatan Penyuluhan Agama... 98
10. Tabel 12. Divisi Humas dan Fokus Kegiatan ... 99
11. Tabel 13.Karakteristik Responden Berdasarkan Usia... 100
12. Tabel 14. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 100
13. Tabel 15. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 101
14. Tabel 16. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja ... 102
15. Tabel 17.Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga ... 103
A. Latar Belakang
Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya adalah dengan bekerja.
Ini menjadikan arti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bekerja. Manusia
melakukan segala sesuatunya untuk mendapatkan yang diinginkan dengan
proses panjang. Dengan kata lain, manusia menggunakan akal budi serta
potensinya untuk mengolah alam agar kebutuhannya terpenuhi. Suatu
pekerjaan mencerminkan seseorang tersebut dapat bermasyarakat (sosial).
Pekerjaan sebagai salah satu dari cara manusia menyatakan dirinya secara
manusiawi. Terjadi ketika manusia masuk dalam titik kedewasaan dan merasa
bahwa pentingnya pekerjaan bagi mereka. Apalagi semakin majunya jaman
ini pekerjaan selalu menjadi hal yang utama sebagai jati diri manusia dan
terkadang orang menilai orang lainnya dengan pekerjaan mereka. Manusia itu
sendiri dapat bertahan hidup menjadi alasan bahwa motivasi kerja itu penting
dilakukan. Manusia pada dasarnya mudah untuk dimotivasi dengan
memberikan apa yang menjadi keinginannya. Seorang karyawan yang
termotivasi, karyawan tersebut akan sekuat tenaga bekerja keras melakukan
pekerjaan dengan baik untuk keberhasilan perusahaan. Dengan motivasi kerja
menjadi karyawan yang baik dalam melaksanakan tugas-tugasnya di
perusahaan.1
Kita dituntut untuk menunjukkan mengerjakan suatu pekerjaan yang
tidak hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan
dengan nilai-nilai Islami yang tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang
telah ditetapkan al-Qur’an dan as-Sunnah.
ِهللا ُلوُسَر َ ِئُس
Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya
sendiri dan semua pekerjaan yang baik.” (HR. Baihaqi dan Al Hakim; shahih lighairihi)2
Dalam Islam, pekerjaan apapun baik. Sepanjang halal dan bukan
meminta-minta. Baik menjadi karyawan, profesional, pebisnis maupun
pengusaha, semua punya peluang yang sama.
Seperti dalam sabda Rasulullah SAW:
ُةَقِفمنُمملا َيِه اَيملُعملا ُدَيملاَف ىَلمفصلا ِدَيملا َنِم ٌرم يَخ اَيملُعملا ُدَيلا
ُةَلِئاّسلا َيِه ىَلمفساَو
Artinya: “Tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah, tangan diatas adalah pemberi sedangkan tangan dibawah adalah peminta (HR.Bukhari)”3
Seiring perkembangan sosial ekonomi masyarakat, kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi pada gilirannya memberikan dampak tertentu bagi
1
Anastasia dan eddy M.Sutanto. Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap
Komitmen Organisasional Karyawan PT. DAI Knife di Surabaya (Universitas Kristen Petra: 2013), Vol.1.
Dwi Sadono. Pemberdayaan Petani: Penyuluhan Pertanian Indonesia.(Institut Pertanian Bogor:
2008), Vol.4. No.1. Hal jurnal 69-70 2
H.R. Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shohih lighoirihi, juz 4, hlm. 201, no. 2357;
dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, juz 1, hlm. 247, no. 1022, Maktabah Asy-Syamilah
3
Ibn Hajar al-Asqalani, ter, Amiruddin, Fathul Bari, Cet ke-III (Jakarta: Pustaka Azzam,
kehidupan masyarakat termasuk para karyawan. Berbagai problem dirasakan
oleh karyawan, seperti problem keluarga, problem ekonomi, kesehatan
mental, bahkan problem agama dan sebagainya, yang semuanya itu akan
dibawa oleh karyawan dalam lingkungan kerja, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi motivasi kerja. Melihat kenyataan tersebut maka perlu
layanan penyuluhan agama di perseroan terbatas (PT).
Agama juga merupakan kebutuhan yang fitri bagi manusia sebagaimana
dijelaskan didalam Al-Qur’an surat Ar-Ruum:30
ِلذ ِها ِقملَِْ َ ميِدمبَ ت َا اَهم يَلَع َسانلا َرَطَف ِِلَا ِها َتَرمطِف اًفم يِنَح ِنميِدلِل َكَهمجَو ممِقَأَف
ُمِيَقملا ُنميِدلا َك
َنموُمَلمعَ ي َا ِسانلا َرَ ثمكَا نِكلَو
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah;
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Ruum: 30)4
Islam memerintahkan setiap orang dalam ber-Islam mampu menjalankan
perintah-perintah agama dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh tanggung
jawab. Orang yang memiliki kesadaran beragama secara matang dan
tanggung jawab dengan keberagamaannya, akan mendapat kebahagiaan dan
ketenangan yang bisa mematangkan kepribadian serta kemampuan untuk
menganalisa masalah-masalah.5
Mengingat semakin pesatnya usaha pembangunan, modernisasi dan
industrialisasi yang mengakibatkan semakin kompleknya masyarakat, maka
muncul berbagai problem dirasakan oleh karyawan, seperti problem keluarga,
problem ekonomi, kesehatan mental, bahkan problem agama dan sebagainya,
4
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Jakarta: CVDarus Sunnah,
2012), h.408 5
yang semuanya itu akan dibawa oleh karyawan dalam lingkungan kerja, yang
pada akhirnya akan mempengaruhi motivasi kerja. Hal tersebut sesuai dengan
data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan data mengenai para pekerja
perusahaan di Indonesia diperoleh dari Badan Pusat Statistik yaitu selama
tahun 2011-2014 cenderung tidak stabil. Jumlah pekerja yang aktif sekitar
314.081 pekerja pada tahun 2011 meningkat menjadi sekitar 322.741 pekerja
pada tahun 2012. Namun, pada tahun 2013 menurun menjadi sekitar 335.964
pekerja. Semakin banyak jumlah pekerja yang aktif, maka semakin
menjadikan karyawan dengan kondisi psikologis dari jabatan yang tidak
cocok sehingga menurunnya produktivitas kerja di perusahaan.
Berdasarkan data diatas, terlihat bahwa ada kenaikan jumlah pekerja
yang terjadi. Keadaan seperti ini sangat dibutuhkan seseorang untuk
memberikan penyuluhan agama kepada para karyawan, agar terbangun
optimis serta serta dorongan semangat positif agar mereka menjadi lebih baik
setelah kembali ke masyarakat. Setiap individu mempunyai hak untuk
menikmati kebahagiaan dan kepuasan atas apa yang telah diperolehnya, akan
tetapi hal itu sulit dirasakan dan tidak bisa melawan berbagai
halangan-halangan apabila individu tersebut memiliki ketidakpuasan dalam melakukan
pekerjaannya, tidak mempunyai visi pekerjaan serta kondisi psikologis yang
menurun dari jabatan yang tidak cocok sehingga menurunnya produktivitas
kerja di perusahaan. Bukan hanya ketidakmampuan dalam melakukan suatu
usaha memperjuangkan keinginannya, tetapi juga ketidak-mampuan dalam
dilakukan di perusahan ini karena dengan jiwa yang damaiakan
mempermudah kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Salah satu cara untuk mempengaruhi keberhasilan kerja seorang
karyawan adalah motivasi kerja yang ia miliki. Motivasi sangat berpengaruh
dalam meningkatkan dorongan berperilaku pada individu. Motivasi pada diri
individu dapat mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan untuk mencapai
sebuah kesuksesan kerja serta motivasi kerja yang tinggi.6 Motivasi
merupakan suatu konsep yang kompleks dan mempengaruhi seseorang dalam
berinteraksi dengan lingkungan kerjanya, sehingga tinggi rendahnya
produktivitas seseorang dalam bekerja dipengaruhi seberapa besar motivasi
yang dihasilkannya.
Sedemikian dari klasifikasi perusahaan yang terbagi menjadi perusahaan
perseorangan dan perusahaan persekutuan, maka penulis lebih meninjau
penelitian di dalam perusahaan negara yang didirikan dan dimiliki oleh
negara. Perusahaan ini mempunyai bentuk hukum perseroan terbatas (PT) dan
koperasi yang dimiliki oleh pengusaha swasta, sedangkan perusahaan umum
(PERUM) dan perusahaan Perseroan (PERSERO) yang dimiliki oleh negara.7
Ciri dari Perseroan Terbatas (PT), yaitu mempunyai kekayaan sendiri,
ada para pemegang saham yang bertindak sebagai pemasok modal, tanggung
jawabnya tidak melebihi modal yang disetor, harus ada pengurus yang
terorganisir guna mewakili perseroan dalam menjalankan aktivitasnya dalam
lalu lintas hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan serta tidak
bertanggungjawab secara pribadi atas perserikatan yang dibuat oleh perseroan
6
Vroom, V. Work and Motivation. (New York John Wiley and Son Inc : 1964), h.31
7
terbatas.8 Sedangkan pengertian koperasi dalam Undang-Undang 25 tahun
1992 tentang perkoperasian yaitu badan usaha yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada
prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan
atas asas kekeluargaan.
Selain fokus pada pekerjaan, Perusahaan juga memiliki program-program
yang bertujuan untuk memberi keaktifan kepada para karyawan, bersosialisasi
bersama rekan kerja dengan baik. Salah program Perseroan Terbatas (PT)
Krakatau Bandar Samudera (KBS) yaitu menghadirkan program penyuluhan
agama Islam yang diadakan di masjid perusahaan dengan rutin pada setiap
minggunya.
Penyuluhan agama bukan hanya dilakukan di lembaga-lembaga berbasis
Islam saja, akan tetapi di perusahaan-perusahan tertentu juga memiliki
kegiatan penyuluhan agama agar membantu seluruh personil atau karyawan
yang ada agar dapat memecahkan masalah-masalahnya, mengambil
keputusan yang tepat, menyesuaikan diri dalam lingkungan kerja,
mengembangkan diri secara optimal dalam kerja, sehingga dicapai tingkat
prestasi kerja yang tinggi menuju kebahagiaan hidupnya. Fungsi pelayanan
agama dapat bersifat pemahaman, pencegahan, pengantasan, pemeliharaan
atau pengembangan.Secara umum penanggung jawab layanan penyuluhan
agama di perusahaan ini adalah manajer perusahaan, meski demikian perlu
tenaga ahli khusus penyuluhan, yaitu penyuluh agama di perseroan terbatas
tersebut. Karena pada masa yang semakin maju akan perkembangan
8
Freddy Haris dab Teddy Anggoro, Hukum Perseroan Terbatas, (Jakarta: Ghalia
teknologi, banyak umat Islam khususnya karyawan yang belum bisa
menyelesaikan masalah dalam hidupnya dengan baik. Oleh sebab itu, sangat
diperlukan adanya penyuluhan agamadi perusahaan.
Dari pemaparan di atas, peneliti melihat bahwa Perseroan Terbatas (PT)
Krakatau Bandar Samudra Cilegon Banten melakukan program penyuluhan
agama untuk memotivasi kerja karyawan disebabkan karena ada beberapa
faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Karyawan yang tidak puas dengan gaji yang didapat
2. Karyawan yang tidak punya visi pekerjaan
3. Karyawan memiliki kondisi psikologis dari jabatan yang tidak cocok
sehingga menurunnya produktivitas kerja di perusahaan
Hal ini yang menyebabkan keharusan dilakukan kegiatan penyuluhan
agama untuk memotivasi kerja karyawan Perseroan Terbatas (PT) Krakatau
Bandar Samudra Cigading.
Maka, penulis tertarik untuk meneliti kegiatan penyuluhan agama yang
ada di perusahaan ini disebabkan karena ada upaya-upaya penyuluhan agama
yang intensif dilakukan serta memberikan transformasi positif sehingga layak
untuk diketahui oleh publik.
Berdasarkan kondisi tersebut di atas, penulis ingin mengetahui lebih
jauh apakah bimbingan agama dapat mempengaruhi motivasi kerja pada
karyawan di Perseroan Terbatas (PT). Untuk itu, penulis tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul: Hubungan Antara Penyuluhan
Agama dengan Motivasi Kerja Karyawan Di Perseroan Terbatas (PT)
B. Batasan dan Rumusan Masalah
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut:
a. Apa saja pelaksanaan penyuluhan agama pada karyawan di perseroan
Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cigading?
b. Bagaimana motivasi kerja karyawan di Perseroan Terbatas (PT) Krakatau
Bandar Samudera (KBS) Cigading?
c. Bagaimana hubungan antara penyuluhan agama dengan motivasi kerja
karyawan di Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS)
Cigading?
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan perumusan masalah diatas, peneliti membatasi masalah
penelitian hanya pada variabel-variabel yang diteliti sebagai berikut:
a. Penyuluhan Agama Islam adalah kegiatan pendidikan nonformal yang
memberikan bagian dari dakwah yang meliputi usaha untuk
merealisasikan ajaran Islam dalam semua segi kehidupan manusia.
b. Motivasi Kerja adalah dorongan dari dalam maupun dari luar individu
untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan yang
dapat berpengaruh dalam mencapai kinerja.
c. Responden yang diteliti adalah karyawan Perseroan Terbatas (PT)
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pelaksanaan penyuluhan agama pada karyawan di
perusahaan.
b. Untuk mengetahui motivasi kerja karyawan di Perseroan Terbatas
(PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cigading.
c. Untuk mengetahui hubungan penyuluhan agama dengan motivasi
kerja karyawan Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera
(KBS) Cigading.
2. Manfaat Penelitian
a. Memberikan sumbangan keilmuan dan pengetahuan meliputi Ilmu
Bimbingan Penyuluhan Islam dan agama Islam khususnya berkaitan
dengan hubungan bimbingan agama terhadap motivasi kerja
karyawan perseroan terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS)
Cigading serta memberikan konstribusi positif bagi pengembangan
keilmuan dan kurikulum Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Syarif
Hidayatullah Jakarta.
b. Dijadikan evaluasi bagi karyawan Perseroan Terbatas (PT) Krakatau
Bandar Samudera (KBS) mengenai hubungan penyuluhan agama
dengan motivasi kerja karyawan perseroan terbatas (PT) Krakatau
D. Tinjauan Pustaka
Dalam menyusun penelitian ini, penulis telah melakukan studi pustaka di
perpustakaan fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta maupun di perpustakaan Umum Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis mengadakan tinjauan
kepustakaan terhadap beberapa skripsi yang memiliki kemiripan judul tentang
bimbingan agama dan motivasi kerja, hal ini dimaksudkan untuk menghindari
Tabel 1. Tinjauan Pustaka
Metode Penelitian dan Hasil Penelitian
1 Anis Fitriyah dan
Pendekatan penelitian Kuantitatif metode Survey Hasil penelitian tersebut diperoleh dengan cara membagikan angket 20 anak yang menjadi sampel dalam penelitian ini dengan item pertanyaan sebanyak10 item. Dalam perhitungannya peneliti menggunakan skala guttman yang berbentuk cekliss dengan kategori alternatif jawaban = ya, kadang, dan tidak. Disamping itu skoring yang ditetapkan mulai dari 3-1 untuk jawaban pertanyaan tentang bimbingan konseling Islam dan 1-3 untuk jawaban pertanyaan tentang moral, kecuali pada item 7 dan 8 yang menjawab ya diberi skor 3, kadang-kadang diberi skor 2, dan tidak diberi skor 1, kemudian menganalisis data tersebut menggunakan prodak moment.
Pada dasarnya dalam pelaksanaan bimbingan konseling Islam terhadap peningkatan moral anak jalanan telah sesuai dengan teori, yang mana dari hasil tersebut anak berada pada tingkatan pertama (pra-konvenional) dari teori perkembangan moral kholberg yaitu penilaian baik buruk, menyenagkan maupun tidak menyenagkan berdasarkan pada sebab akibat fisik yang diperoleh. Pada 7 (tuju) anak tersebut yang ke 4 (empat) berada pada tahapan kepatuhan dan hukuman, yaitu anak-anak menilai bahwa patuh pada otoritas seperti aturan oarang tua, aturan dalam agama yang telah ditetapkan itu adalah wajib dan tidak boleh dilanggar, sehingga bila mereka melanggar maka mereka akan mendapatkan hukuman terhadap perilaku yang telah dikerjakan. Dan yang ke 3 (tiga) anak pada tahapan ke dua yaitu apa untungnya saya, anak-anak menilai bahwah baik buruk berdasarkan pada sesuatu yang menyenagkan bagi dirinya sendiri tanpa meperdulikan hukuan yang akan diporeleh. Seperti kata”kamu mekulku, maka aku akan memukul juga”.
1 2 3 4 2 Yuli Suwati
“Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT.
Pendekatan Kuantitatif metode survey.
Berdasarkan hasil penelitian serta analisis yang telah dilakukan dan pembahasan-pembahasan yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Variabel kompensasi (X1) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Tunas Hijau Samarinda (Y), sehingga adanya peningkatan pemberian kompensasi akan meningkatkan kinerja karyawan.
2. Variabel motivasi kerja (X2) secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Tunas Hijau Samarinda (Y), yang artinya motivasi bukanlah faktor yang dominan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dan yang lebih dominan mempengaruhi kinerja karyawan pada PT. Tunas Hijau Samarinda adalah pemberian kompensasi.
3. Variabel kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, artinya semakin tinggi nilai kedua variabel bebas tersebut maka semakin tinggi pula kinerja karyawan pada PT. Tunas Hijau Samarinda.
4. Pengujian koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,195 yang artinya bahwa variabel kompensasi dan motivasi kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan pada PT. Tunas Hijau Samarinda 19,5% dan
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitiankualitati dengan metode deskripsi analisis.
Hasil dari penelitian skripsi ini adalah 1)peran penyuluh agama sebagai pembangkit kesadaran masyarakat dan penyampai inormasi akan pengetahuan agama.
1 2 3 4
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. Dalam skripsi ini fokus penelitiannya adalah keluarga dalam mendidik nilai-nilai keagamaan pada anak. Kelebihan skripsi adalah variabel yang dijadikan instrument penelitiannya dijelaskan secara rinci.kekurangannya adalah judul tidak diketahui pendidikan agama apa yang dimaksud dalam penelitian ini. Penelitian ini berfokus pada pengaruh pendidikan agama dalam keluarga terhadap pembentukan konsep diri.
5 Titian Wahyu
Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan menggunakan angket
Hasil penelitian dari skripsi ini : ada peengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan PT. United Tractorss Tbk, Cakung Jakarta Timur melalui kegiatan rutin pembinaan rohani Islam yang diwujudkan dalam tingkah laku dalam membangun motivasi kerja karyawan sesuai dengan nilai-nilai religious yang diajarkan dalam kegiatan bimbingan agama tersebut.
6 Siti Rifqiatut
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif analisis yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
Hasil penelitian dari skripsi ini bahwa:
1) Motivasi keagamaan yang berhasil akan membawa peningkatan pada pembinaan rohani Islam yang dilakukan dengan mitra perusahaan. 2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel pembinaan rohani Islam dalam meningkatkan motivasi keagamaan pegawai kantor perusahaan daerah air minum Jakarta Raya dengan F-test nilai siginifikansinya sebesar (0,000b) atau kurang dari 0,05. Hal tersebut
dikarenakan responden memahami isi materi pembinaan rohani Islam berupa preventif, korektif, kuratif dan develoment yang diberikan oleh pembina agama. Oleh karena itu semakin besar isi materi pembinaan agama, maka semakin besar pula rasa motivasi keagaamaan pegawai tersebut.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif analisis yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
1 2 3 4
Application method by field research.
Pembelajaran orang dewasa berlaku dalam beberapa konteks. Pembelajaran orang dewasa pendekatan telah mengubah filosofi ajaran pendidik sekitardunia. Mengingat kebutuhan pendidikan saat ini, pendekatan pedagogis telah menjadi kurang efektif dalam mengajar pelajar dewasa. pelajar dewasa perlu lebih dari transfer pasif pengetahuan dari satu orang. Sebaliknya, merekaperlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran untuk membangun merekapengetahuan sendiri, untuk memahami pembelajaran, dan untukmenerapkan apa yangmempelajari. Pendidik serta sistem pendidikan di seluruh dunia harusmenyediakan semua peserta didik, baik anak-anak dan orang dewasa, dengan kesempatan untuk menjadiaktif terlibat dalam pengalaman pendidikan berpusat pada peserta didik.Hal ini dimengerti bahwa gaya mengajar guru tradisional yang berpusattelah baik didasarkan pada sistem pendidikan di seluruh dunia. Pendidiktelah dilatih untuk menggunakan modus pengajaran satu arah ini untuk mengajar peserta didik34dan memang benar bahwa pendidik adalah produk dari lingkungan mereka sendiri.
Namun, pendidik tidak harus menggunakan ini sebagai alasan untuk mencabut peserta didik darilebih aktif dan bermakna pengalaman belajar. Oleh karena itu, akandalam kepentingan terbaik dari peserta didik jika pendidik yang meninggalkan tradisional
berpusat pada guru asumsi dan mempertimbangkan mengadopsi dan menerapkanprinsip andragogical, pendekatan berpusat pada peserta didik, dan konstruktivisprinsip di dalam kelas. Penggunaan strategi ini akan membuat lebih lingkungan belajar yang menarik dan praktis, yang dapat menyebabkan kreativitas
1 2 3 4
Pendekatan Kuantatif, metode Survey.
Hasil penelitian ini adalah Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan kerja karyawan
2) Kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap kepuasan kerja karyawan
3) Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan 4) Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan
5) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja perusahaan
6) Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan
7) Kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja perusahaan
motivasi kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. 10 Dwi Sadono
Pendekatan penyuluhan dengan sekolah lapangan (SL) atau Farmer Dield School (FFS)
Hasil penelitian ini adalah Penyuluhan pertanian mempunyai peran untuk membantu petani agar dapat menolong dirinya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya secara baik dan memuaskan sehingga meningkat derajat kehidupannya. Dengan demikian nilai penting yang dianut dalam penyuluhan adalah pemberdayaan sehingga terbentuk kemandirian petani. Pada era Orde Baru, pembangunan pertanian yang dikenal dengan revolusi hijau telah dimanfaatkan oleh kepentingan pemerintah untuk tujuan peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan khususnya padi untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya yang terus meningkat. Seiring dengan itu, penyuluhan pertanian juga ikut berubah. Jika semula penyuluhan ditekankan pada bimbingan kepada petani dalam berusahatani yang lebih baik, berubah menjadi tekanan pada alih teknologi yakni mengusahakan agar petani mampu meningkatkan produktivitas dan produksinya terutama padi. Akibatnya petani menjadi tergantung, tidak mandiri dan kelembagaan lokal banyak yang kurang berfungsi atau bahkan hilang. Oleh karena itu diperlukan perubahan paradigma dari paradigma lama yang lebih menekankan pada alih teknologi ke paradigma baru yang mengutamakan pada sumberdaya manusianya, yang dikenal dengan pendekatan farmer first, atau “mengubah
1 2 3 4 11 Gavin Duffy
“Promoting Adult Learning in Public Places: Two Asian Case Studies of Adult Learning about Peace
Metode penelitian kualitatif deskriptif Tujuan dari mempromosikan pembelajaran orang dewasa di tempat umum mis melalui karya museumtelah menjadi biasa di negara-negara berusaha untuk mendorong orang dewasa belajar tentangperdamaian. Ini selalu memerlukan 'tangan' pendekatan untuk pendidikan perdamaian melaluiproses konsultasi dan dialog dengan masyarakat terkait. tujuan-tujuan inisangat penting ketika pemerintah kota adalah melihat isu-isu perdamaian, seperti dikasus dua studi kasus Asian dibahas dalam artikel ini dengan masyarakat pulihdari situasi pasca-konflik. Studi kasus ini akan memiliki minat utamauntuk pendidik dewasa di Irlandia. Pada Tahun Rekonsiliasi Internasional pada tahun 2009Consultative Group on the Past telah menerbitkan rekomendasi, termasukKomisi untuk Korban dan Korban untuk Irlandia Utara (CVSNI) .Ini kertas akan menunjukkan pembelajaran bagaimana orang dewasa di lingkungan masyarakat dapat memberikan kontribusi yanguntuk proses rekonsiliasi. Belajar dewasa ini menjadi peran penting untuk memasukkan materi yang berhubungan langsung dengan perdamaian dan gerakan perdamaian di Inggris pada masanya.
12 Mela Silviana M
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah:terdapat beberapa dampak yaitu: 1) dampak pda kesehatan, 2) dampak pada kesehatan isik dan mental spiritual, dan 4) dampak pada kesehatan sosial Kelebihan skripsi ini adalah penjelasannya yang sangat rinci .
Dari semua kajian pustaka di atas penulis menyatakan bahwa hasil
penelitian yang akan penulis laksanakan sangat berbeda dengan hasil
penelitian sebelumnya yakni sebagai berikut:
a. Sasaran penelitian yaitu karyawan yang aktif mengikuti penyuluhan
agama di Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS)
Cigading. Dalam kajian pustaka yang peneliti gunakan di atas belum ada
b. Lokasi penelitian skripsi ini yaitu di Perseroan Terbatas (PT) Krakatau
Bandar Samudera (KBS) yang beralokasi di Kelurahan Tegal Ratu,
kecamatan Ciwandan. Beralamat diJl. May. Jend. S. Parman Km 13,
Cigading Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon
Banten 42445. Lokasi penelitian ini berbeda dengan kajian pustaka
diatas.
c. Masalah penelitian dalam penulisan skripsi ini membahas mengenai
permasalahan yang ada di perusahaan mulai dari karyawan berkerja,
proses penyuluhan agama, hubungan penyuluh agama (ustadz) dengan
karyawan dan semua hal yang berkaitan dengan kegiatan penyuluhan
agama di perusahaan. Hal itu tentu berbeda dengan penelitian yang
dibahas oleh para peneliti dalam kajian pustaka diatas.
d. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara penyuluhan agama dengan
motivasi kerja karyawan perseroan terbatas (PT) Krakatau Bandar
Samudera (KBS) Cigading.
E. Teknik Penulisan Skripsi
Adapun pedoman dalam penulisan penelitian ini, peneliti mengacu pada
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi), yang berlaku di
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang disusun oleh Hamid Nasuhi dkk,
diterbitkan oleh CEQDA (Center of Quality Development and Assurance)
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2007.
F. Sistematika Penulisan
Dalam penelitian skripsi diperlukan sistematika penulisan yang baik dan
acuan, maka penulis memasukkan sistematika penulisan kedalam bahasan.
Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini terbagi dalam lima bab
yaitu:
BAB I : Pendahuluan
Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang dan
perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika
penulisan
BAB II : Landasan Teori
Bab ini akan membahas mengenai deskripsi teoritis tentang
penyuluhan agama yang mencangkup pengertian penyuluhan,
pengertian penyuluhan agama Islam, filosofi penyuluhan, media
penyuluhan, metode penyuluhan agama Islam, tujuan penyuluhan
agama, materi penyuluhan agama Islam, peran penyuluh agama.
Selanjutnya tentang motivasi kerja yang mencangkup pengertian
motivasi kerja, proses motivasi, faktor yang mempengaruhi terjadinya
motivasi kerja, kerangka pemikiran.
BAB III : Metode Penelitian
Dalam bab ini dijelaskan tentang metodologi penelitian yang
meliputi pendekatan dan desain penelitian, lokasi dan waktu
penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, definisi
operasional dan indicator penelitian, teknik pengumpulan data dan
BAB IV : Gambaran dan Hasil Analisis Data
Gambaran Umum PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS)
Cigading dan Hasil Penelitian, dalam bab ini dijelaskan tentang
sejarah Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar Samudera (KBS)
Cigading, visi, misi dan tujuannya, nilai-nilai budaya perusahaan,
kebijakan mutu, lokasi Perseroan Terbatas (PT) Krakatau Bandar
Samudera (KBS) Cigading, manajemen Perseroan Terbatas (PT)
Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cigading, kegiatan penyuluhan
agama, dan data-data hasil penelitian lapangan.
BAB V : Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisikan tentang kesimpulan-kesimpulan yang dapat
ditarik dari batasan dan rumusan masalah penelitian, dan saran yang
dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR JURNAL
DAFTAR INTERNET
DAFTAR TABEL
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Pengertian Penyuluhan Agama Islam
1. Penyuluhan
Menurut Shertzer dan Stone, penyuluhan adalah proses interaksi yang
memberikan fasilitas atau kemudahan-kemudahan untuk pemahaman yang
bermakna terhadap diri dan lingkungan, serta menghasilkan kemantapan atau
kejernihan tujuan-tujuan serta nilai-nilai untuk perilaku di masa datang.1
Surya memberikan batasan penyuluhan sebagai suatu proses yang dirancang untuk merangsang berpikir agar ide-ide dapat mengendap, berkembang dan tumbuh kea rah suatu konsepsi pribadi.2 Kemudian, secara rinci Brownmenjelaskan bahwa unsur-unsur penyuluhan sebagai berikut: 1) suatu profesia, 2) suatu proses, 3) melibatkan suatu hubungan, 4) antara orang-orang, 5) menuntut suatu perangkat keterampilan, keterampilan khusus, 6) pengetahuan, 7) dapat dikomunikasikan, dan 8) untuk memperngaruhi sasaran penyuluhan (klien) berubah.3
Penjelasan diatas dapat dipahami bahwa pada dasarnya bimbingan dan
penyuluhan adalah suatu upaya memberikan pelajaran dan pendidikan serta
bantuan kepada pribadi atau kelompok masyarakat untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan agar mereka mampu memahami dirinya sendiri
1
Shetzer dan Stone, “Fundamentals Guidance,” dalam Olugbenga David Ojo, (PhD),
Fundamentals of Guiudance and Counselling, (Lagos: National Open University of Nigeria, 2014), h.5 2
Mohamad Surya, Dasar-Dasar Penyuluhan (Konseling), (Jakarta: P2LPTK, 1988), h.56
3Brown Lawrence A, “Innovation Diffusion A New Perspective,”
dalam Dra. Hj. Mastanah,
M.Si, Kumpulan Materi Kuliah Administrasi Penyuluhan: Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam,
dan lingkungannya serta mampu mengatasi berbagai permasalahan sehingga
dapat mencapai kesejahteraan hidup.4
Dalam konteks ini, menurut Surya, penyuluhan bagian dari bimbingan, baik
sebagai pelayanan maupun sebagai teknik. Penyuluhan merupakan kegiatan inti
bimbingan secara keseluruhan dan lebih berkaitan dengan masalah individu
secara pribadi.5 Lebih lanjut, menurut Syuhada penyuluhan merupakan bagian
integral dari pendidikan. Penyuluhan yang fungsional merupakan bagian integral
dari keseluruhan program dan pelaksanaan pendidikan, bukan hanya sebagai
tambahan atau sebagai sampiran saja.6 Namun demikian, tidak berarti
penyuluhan itu identik dengan pendidikan, melainkan penyuluhan merupakan
upaya-upaya yang bersifat membantu tercapainya tujuan umum pendidikan,
dengan menggunakan dimensi intervensi dan teknik yang unik dan berbeda
dengan pendidikan.
Secara kata penyuluh berasal dari kata “suluh”yang berarti “obor”atau pelita” atau “yang memberi terang”. Dengan penyuluhan diharapkan terjadi
peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pengetahuan dikatakan
4
Romli (2001) “Penyuluhan Agama Menghadapi Tantangan Baru,” dalam Hj. Mastanah,
M.Si, Kumpulan Materi Kuliah Administrasi Penyuluhan: Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam,
(Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2013), h.14 5
Surya (1988) “ Dasar-Dasar Penyuluhan (Konseling),” dalam Arifin. Teori Bimbingan dan
Penyuluhan, (Jakarta: PT Golden Terayon Press), h.49 6
Syuhada (1988) “Bimbingan dan Konseling dalam Masayarakat dan Pendidikan Luar
meningkat apabila terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dan yang sudah
tahu menjadi lebih tahu.7
Secara etimologi (harfiah), arti penyuluhan berasal dari bahasa inggris “counseling” yang mengandung arti “menerangi, menasehati”, atau memberikan
kejelasan kepada orang lain agar ia memahami dan mengerti hal-hal yang sedang
dialaminya.8
Pengertian penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu sosial yang
mempelajari sistem dan proses perubahan pada individu serta masyarakat agar
dapat terwujud perubahan yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan.
Penyuluhan dapat dipandang sebagai suatu bentuk pendidikan untuk orang
dewasa.9
Kemudian menurut Soedijanto menyatakan bahwa penyuluhan pertanian merupakan proses pemberdayaan, bukan proses transfer teknologi melalui enam dimensi belajar (learning) yaitu: learning to know (penguasaan konsep, komunikasi informasi, rasa senang memahami, mengerti dan menemukan sesuatu), learning to do (penekanan pada skill tingkat rendah ke tingkat tinggi menuju ke arah kompetensi), learning to live together (mengenal diri sendiri, mengenal orang lain, menemukan tujuan bersama, bekerja sama dengan orang lain), learning to be (memecahkan masalah sendiri, mengambil keputusan, memikul tanggung jawab, belajar untuk disiplin), learning society
(mengembangkan diri secara utuh, terus menerus), learning organization (belajar memimpin, berorganisasi dan mengajarkan kepada orang lain).10
Pengertian penyuluhan secara terminology (istilah) menurut H. Koestur
Partowisastro mengungkapkan bahwa penyuluhan ada dalam dua pengertian,
7
Arifin. Teori Bimbingan dan Penyuluhan, (Jakarta: PT Golden Terayon Press), h.1
8
M. Lutfi, Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan (Konseling) Islam, (Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008) h.8 9
Lucie Setiana, Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat, (Bogor : Penerbit Ghalia
Indonesia, 2005) h.1 10
Soedijanto (2003) “Penyuluhan Konsep Pemberdayaan,” dalam Dwi Sadono.
yaitu pengertian dalam arti luas dan pengertian dalam arti sempit. Dalam arti
luas; adalah segala ikhtiar pengaruh psikologi terhadap sesama manusia, dan
dalam arti sempit merupakan suatu hubungan yang sengaja diadakan dengan
maksud agar dengan semua cara psikologis, kita dapat mempengaruhi bebarapa
fase kepribadiannya sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh sesuatu efek
tertentu.11
Penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu yang mempelajari sistem dan
proses perubahan pada individu serta masyarakat agar dapat terwujud perubahan
yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan. Penyuluhan dapat diartikan
sebuah pendidikan nonformal diluar sistem sekolah yang biasa, menurut Carter
V, adalah merupakan proses perkembangan pribadi, proses sosial, proses
pengembangan keterampilan sesuai profesi serta keinginan bersama dalam
memahami ilmu pengetahuan yang tersusun dan dikembangkan dari masa ke
masa oleh setiap generasi bangsa.12
Penulis lebih sependapat dengan Carter V. penyuluhan dikatakan berhasil
ketika ada perkembangan.Hal serupa dikatakan oleh Rusmin Tumanggor bahwa
penyuluhan dikatakan berhasil ketika menghasilkan kesehatan fisik, kesehatan
jiwa, kesehatan spiritual dan kesehatan sosial.
Definisi lain dari penyuluhan merupakan bantuan yang diberikan kepada
orang lain dalam memecahkan problema-problema kehidupan yang dihadapinya,
11
M.Lutfi, Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan, (Konseling) Islam, (Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008) h.10 12
sesuai dengan ksituasi dan keadaan klien. Supaya ia memiliki pengertian dan
kemampuan dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya, berdasarkan
penentuan dirinya sendiri.13
Dari paparan diatas penulis menyimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan
merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh seseorang untuk melayani,
memberikan pemecahan masalah pada tersuluh.Tujuan penyuluhan adalah
memberikan penerangan untuk perubahan perilaku agar kehidupannya lebih
baik.penyuluhan juga disebut sebagai bantuan atas problema-problema yang
perlu dibantu akibat dari ketidakberdayaan dan tingkat pengetahuan tersuluh.
2. Penyuluhan Agama Islam
Penyuluhan agama Islam pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan
ilmu agama dan kesadaran beragama serta mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian penyuluhan agama sebagai benteng pertahanan
moral diharapkan mereka dapat menangkal setiap pengaruh negative dari
kehadiran dan segala kegiatannya, tidak berputus asa dalam berusaha menjadi
warga negara sesuai kemampuan yang dimiliki, memberikan manfaat yang besar,
lebih bertanggung jawab, sabar dan ramah dalam menghadapi masyarakat agar
tercipta suasana kehidupan harmonis, tentram, bahagia baik di rumah serta
terbina suasana yang baik di lingkungan, dan dapat mengamalkan ajaran agama
di dalam kehidupan sehari-hari.
13
M.Lutfi, Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan, (Konseling) Islam, (Jakarta: Lembaga
Sedangkan menurut M. Arifin yang dimaksud dengan penyuluhan agama
ialah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan
bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan-kesulitan rohaniyah dalam
lingkungan hidupnya agar supaya orang tersebut mampu mengatasinya sendiri
karena timbul kesadaran atau penyerahan diri terhadap kekuasaan Tuhan Yang
Maha Esa.14 Kemudian Isep Zainal Arifin juga mengemukakan penyuluhan
merupakan suatu proses pemberian bantuan baik kepada individu ataupun
kelompok dengan mengunakan metode-metode psikologis agar individu atau
kelompok dapat keluar dari masalah dengan kekuatan sendiri, baik secara
preventif, kuratif, korektif maupun development.15
Selanjutnya, Rochman Natawidjaja mendefinisikannya sebagai berikut:“penyuluhan merupakan saat jenis layanan yang merupakan bagian terpadu dari bimbingan. Penyuluhan dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua orang individu, dimana seorang (yaitu penyuluh) berusaha membantu yang lain (yaitu klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang akan datang”.16
Pakar lain, Moh. Surya berpendapat bahwa penyuluhan merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang. Dalam pembentukan konsep diri ini berarti bahwa dia memperoleh konsep yang sewajarnya mengenai : (a) dirinya sendiri, (b) orang lain, (c) pendapat orang lain tentang dirinya, (d) tujuan-tujuan yang hendak dicapainya, dan (e) kepercayaannya.17
14
M. Arifin, Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama (Jakarta: PT Golden
Terayon Press, 1998), Cet ke-6, h.21 15
Isep Zainal Arifin , Bimbingan Penyuluhan Islam Pengembangan Dakwah Melalui
Psikoterapi Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2009), h.50 16
Rochman Natawidjaya (1987) dalam Mastanah, Kumpulan Materi Kuliah Administrasi
Penyuluhan: Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, (Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2013), h.32
17 Moh. Surya(1988) “Dasar
Menurut James F. Adam penyuluhan adalah suatu pertalian timbal balik
antara dua orang individu dimana yang seorang (counselor) membantu yang lain
(couselee), supaya ia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungannya dengan masalah-masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan waktu yang
akan datang.18
Lebih lanjut, Prayitno mengemukakan “Penyuluhan adalah diskusi empat
mata antara klien dan penyuluh yang berisi usaha yang laras, unik, dan
manusiawi, yang dilakukan dalam suasana keahlian dan yang didasarkan atas
norma-norma yang berlaku.19
Pengertian agama menurut Prof. K.H M. Taib Thahir Abdul Mu’in adalah
peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal
memegang peraturan Tuhan dengan kehendaknya sendiri untuk mencapai
kebahagiaan hidup dan kebahagiaan kelak di akhirat.20
Dari penjabaran beberapa para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
penyuluhan agama Islam adalah kegiatan nonformal yang bertujuan untuk
membantu orang lain (individu maupun kelompok) agar dapat keluar dari
masalah-masalah yang dihadapinya dengan kekuatan sendiri baik secara
preventif, kuratif, korektif maupun development.
Di kalangan masyarakat Islam telah dikenal pula prinsip-prinsip penyuluhan
tersebut dalam Al-Qur’an disebutkan yakni:
18
James F. dalam Djumhur dan Muh.Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah,
(Bandung: CV. Ilmu, 1975), h.24 19
Prayitno (1983) dalam Dewa Ketut Sukardi, Proses dan Bimbingan Penyuluhan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h.38
20Mu’in dan
Asymuni, Ushul Fiqh II (Qaidah-Qaidah Istinbath dan Ijtihad), (Jakarta: Ditjen
َيِنِممؤُمملِل ٌةَمَْرَو ىًدُهَو ِروُدصلا ِِ اَمِل ٌءاَفِشَو ممُكِبَر منِم ٌةَظِعموَم ممُكمتَءاَج مدَق ُسانلا اَه يَأ اَي
Artinya: “ Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat
dari Tuhan-Mu dan merupakan obat penyembuh (penyakit jiwa) yang ada
di dalam dadamu dan ia menjadi petunjuk dan rahmat bagi yang beriman”.
(QS. Yunus: 57)21
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman
منَع ََ منَِِ ُمَلمعَأ َوُه َكبَر نِإ ُنَسمحَأ َيِه ِِلاِب ممُمِْداَجَو ِةَنَسَمْا ِةَظِعموَمملاَو ِةَممكِمْاِب َكِبَر ِ يِبَس ََِإ ُعمدا
َنيِدَتمهُمملاِب ُمَلمعَأ َوُهَو ِهِليِبَس
Artinya: “ Serulah manusia kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. sesungguhnya Tuhan-Mu Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)22
Memperhatikan ayat-ayat diatas, berarti Allah memberikan petunjuk kepada
umatnya tentang penyuluhan itu diperlukan, dan tugas itu sekaligus sebagai salah
satu ciri dari orang yang beriman.
Adapun ciri-ciri kegiatan penyuluhan yakni sebagai berikut:
a. Dilaksanakan oleh seorang professional yang terlatih
b. Klien mempelajari keterampilan pengambilan keputusan, pemecahan
masalah, tingkah laku, atau sikap baru.
21
Dewa Ketut Sukardi, Proses dan Bimbingan Penyuluhan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h.216
22
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Jakarta: CVDarus Sunnah, 2012),
c. Hubungan dibentuk berdasarkan sukarela23
Selain itu juga terdapat syarat-syarat penyuluhan secara umum di dalam
kehidupan menjadi salah satu fokus atau dasar perhatian dalam bimbingan.
Berikut beberapa syarat melakukan penyuluhan yakni sebagai berikut:
a. penyuluhan mampu menyiapkan, menyediakan, serta menyajikan segala
informasi yang diperlukan untuk khalayak sasaran.24
b. memberikan motivasi kepada responden.
c. mampu bekerja sama kepada sesama.
d. Bersikap helpful kepada sesama.
Melihat pernyataan yang telah diuraikan sebelumnya mengenai penyuluhan, maka fungsi penyuluhan adalah memberikan pelayanan pada individu maupun kelompok, merasakan kegunaan dari setiap program yang kita buat untuk mereka. Penyuluhan dikatakan berfungsi dengan baik jika penyuluhan yang kita lakukan dirasakan bermanfaat bagi orang lain, sebaliknya jika penyuluhan yang kita lakukan tidak bermanfaat dapat dikatakan proses penyuluhan tidak mendatangkan kegunaan atau manfaat.25
Penyuluhan diterapkan melalui pengembangan fungsi-fungsi Al-Qur’an dan
hadits yang dijadikan sumber utama terutama untuk penyuluhan Islam. Al-Qur’an membahas berbagai pemecahan problematika kehidupan sehari-hari
untuk mencapai kebahagiaan hidup.26
23
Mastanah, Kumpulan Materi Kuliah Administrasi Penyuluhan: Jurusan Bimbingan dan
Penyuluhan Islam, (Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2013), h.3
24
Dwi Sadono. Pemberdayaan Petani: Penyuluhan Pertanian Indonesia.(Institut Pertanian
Bogor: 2008), Vol.4. No.1. Hal jurnal 69-70 25
M.Lutfi, Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan, (Konseling) Islam, (Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008), h.103 26
Tujuan penyuluhan dalam konteks penyuluhan agama tentu berbeda-beda
dengan tujuan penyuluhan pertanian, untuk itu dalam tujuan penyuluhan dilihat
dari sisi penyuluhan agama memiliki tujuan, sebagai berikut27:
a. Membantu memecahkan masalah atau problematika ummat yang timbul
dari interaksi-interaksi personal dan kelompok (keluarga) dengan
pendekatan Islam.
b. Membantu dan mengatasi memecahkan masalah psikologi keluarga dan
komunitas muslim, karena adanya masalah internal yang terjadi dalam
keluarga.
c. Membantu mengatasi dan memecahkan masalah mental/spiritual yang
dialami oleh penyandang masalah-masalah sosial (psikologis) dan cacat fisik
pada lembaga-lembaga rehabilitas sosial, seperti tuna netra, ketergantungan
obat zat adiktif (narkoba), Wanita Tuna Susila (WTS) dan sebagainya.
d. Membantu mengatasi dan memecahkan masalah mental/spiritual yang
dialami para tahanan (narapidana) di rumah tahanan (rutan) dan lembaga
pemasyarakatan (lapas). Serta pembinaan mental bagi anak jalanan (anjal),
panti jompo dan masalah sosial lainnya.
e. Memberikan penyuluhan dan bimbingan pada karyawan, tenaga kerja dan
prajurit guna meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja dengan
pendekatan Islam.
27
M.Lutfi, Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan, (Konseling) Islam, (Jakarta: Lembaga
3. Filosofi Penyuluhan
Para penyuluh agar dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan baik,
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai maka para penyuluh harus memahami
falsafah penyuluhan. Sebagaimana dikatakan oleh Asngari,28 bahwa:
“Pemahaman tentang falsafah sesuatu sangat penting sebagai dasar pengarah suatu kegiatan. Falsafah membawa kita pada suatu pemahaman yang mendasari atau menjadi landasan melaksanakan kegiatan yang lebih layak untuk mendapatkan hasil yang prima. Hasil kegiatan yang prima tersebut lebih-lebih dalam rangka pemberdayaan masyarakat pada akhirnya akan memberikan kepuasan semua pihak, baik para agen pembaharuan atau penyuluh, masyarakat klien sebagai sasaran penyuluhan, maupun pihak-pihak lainnya. Kesemuanya
akan kait mengait”.
Kata falsafah atau filsafat memilki pengertian yang beragam sepadan dengan
jumlah orang (pemikir) yang memberi pengertian, karena masing-masing
memiliki titik tolak latar belakang pemikiran, sudut pandang yang berbeda.
Secara etimologi, kata falsafah (dalam bahasa arab) atau filsafat (dalam bahasa
Yunani) berasal dari kata philosophia. Philosophia berasal dari kata philos
artinya cinta dan sophia arti kebijaksanaan atau pengetahuan. Jadi falsafah atau filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan. Filsafat juga berarti mendambakan
pengetahuan. Maksudnya bahwa dengan berfilsafat orang sangat mengharapkan
untuk mendapatkan pengetahuan yang sejati.Seorang filosof adalah seorang
pecinta, pencari hikmat/kebijaksanaan atau pengetahuan.29
Secara teminologi, menurut pandangan Butt yakni falsafah atau filsafat
diartikan sebagai suatu pandangan hidup. Filsafat merupakan suatu asas atau
28
Asngari dalam Slamet (2003) dalam Dwi Siswanto, Urgensi Falsafah Penyuluhan
Pembangunan dan Etos Kerja dalam Pemberdayaan Masyarakat, (UGM Yogyakarta), Hal jurnal 1-14 29
Hamesma (1987) dalam Dwi Siswanto, Urgensi Falsafah Penyuluhan Pembangunan dan
pendirian kebenarannya telah diterima dan diyakini untuk dijadikan landasan
dasar dalam menyelesaikan masalah-masalah hidup. Filsafat diartikan sebagai
ilmu pengetahuan yang terdalam. Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala
sesuatu secara mendalam untuk menemukan inti-sejarah/esensi/hakikat.30 Sedang
Dahama dan Bhatnagar, mengartikan falsafah sebagai landasan pemikiran yang
bersumber kepada kebijakan moral tentang segala sesuatu yang akan dan harus
diterapkan di dalam praktek.31
Berkaitan dengan itu, Kesley dan Hearne menyatakan bahwa falsafah
penyuluhan harus berpijak kepada pentingnya pengembangan individu didalam
perjalanan pertumbuhan masyarakat dan bangsanya. Untuk itu, ia
mengemukakan bahwa: falsafah penyuluhan adalah bekerja bersama masyarakat
untuk membantunya agar mereka dapat meningkatkan harkatnya sebagai
manusia (dalam Mardikanto).32
Pendapat Kesley dan Hearne tersebut mengandung pengertian, bahwa: 1)
penyuluh harus bekerja sama dengan masyarakat, dan bukannya bekerja untuk
masyarakat, kehadiran penyuluh bukan sebagai penentu atau pemaksa, tetapi ia
harus mampu menciptakan suasana dialogis dengan masyarakat dan mampu
menumbuhkan, menggerakkan, serta memelihara partisipasi masyarakat; 2)
penyuluhan tidak menciptakan ketergantunga, tetapi harus mampu mendorong
semakin terciptanya kreativitas dan kemandirian masyarakat agar semakin
30
Butt (1961) dalam Dwi Siswanto, 2008, Urgensi Falsafah Penyuluhan Pembangunan dan
Etos Kerja dalam Pemberdayaan Masyarakat, (UGM Yogyakarta), Hal jurnal 1-14 31
Dahama dan Bhatnagar (1980) dalam Dwi Siswanto, Urgensi Falsafah Penyuluhan
Pembangunan dan Etos Kerja dalam Pemberdayaan Masyarakat, (UGM Yogyakarta), Hal jurnal 1-14 32
Kesley dan Hearne (1955) dalam Dwi Siswanto, Urgensi Falsafah Penyuluhan
memiliki kemampuan untuk berswakarsa, swadana, dan swakelola bagi
tersenggaranya kegiatan-kegiatan guna tercapainya tujuan masyarakat
sasarannya; 3) penyuluhan yang dilaksanakan harus selalu mengacu kepada
terwujudnya kesejahteraan ekonomi masyarakat dan peningkatan harkatnya
sebagai manusia.
Sejalan dengan Kesley dan Hearne, Ensminger dalam Mardikanto
merumuskan falsafah penyuluhan sebagai berikut:33
1. Penyuluhan adalah proses pendidikan yang bertujuan mengubah
pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat;
2. Sasaran penyuluhan adalah segenap warga masyarakat untuk menjawab
kebutuhan dan keinginannya.
3. Penyuluhan bertujuan untuk membantu masyarakat agar mampu menolong
dirinya sendiri;
4. Penyuluhan adalah “belajar sambil bekerja”, dan “percaya tentang apa yang dilihatnya”
5. Penyuluhan adalah pengembangan individu, pemimpin mereka, dan
pengembangan dunianya secara keseluruhan;
6. Penyuluhan adalah suatu bentuk kerja sama untuk meningkatkan
kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat;
7. Penyuluhan adalah pekerjaan yang diselaraskan dengan budaya
masyarakatnya;
33
Kesley, dkk(1962) dalam Mardikanto(1993) dalam Dwi Siswanto, Urgensi Falsafah