• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 08 Masa Kolonial Hindia-Belanda – Soal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab 08 Masa Kolonial Hindia-Belanda – Soal"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Xpedia Sejarah

Doc. Name: XPSEJ0899 Doc. Version: 2011-07 |

Bab 08 Masa Kolonial Hindia-Belanda - Soal

halaman 1

Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1111 ke menu search.

Copyright © 2012 Zenius Education

01. Sistem tanam paksa di Indonesia akhirnya harus dihapuskan karena ....

(A) pemerintah Hindia-Belanda tidak mendapatkan keuntungan

(B) hasil tanaman yang dihasilkan dari tanam paksa mengalami kemerosotan

(C) pemerintah Hindia-Belanda sadar akan penderitaan yang dialami bangsa Indonesia

(D) desakan dari golongan liberal dan pemilik modal swasta yang hendak menanamkan modalnya di Indonesia (E) persetujuan pemerintah Hindia-Belanda

dengan raja-raja di nusantara

02. Sistem liberal dalam pelaksanaan ekonomi yang diterapkan pada abad ke-19 di Indonesia memberikan kesempatan pada pihak swasta untuk bebas ....

(A) mengimpor dan mengeksport komoditi tanpa bea masuk-ke luar ke Indonesia (B) menanam modal dalam industri gula di

luar Sulawesi

(C) mengimpor dalam jumlah yang besar alat-alat pertanian untuk perkebunan (D) menanam modal dalam perkebunan teh

di Sumatera Barat

(E) menanam modal terutama di

perkebunan-perkebunan di luar Jawa

03. Cultuur Procent adalah ketentuan yang kurang menguntungkan pihak Belanda pada masa Tanam Paksa.

SEBAB

Cultuur Procent menitikberatkan pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

04. Berikut ini yang termasuk ciri pelaksanaan politik liberal di Indonesia adalah ... (1) diterapkan poenale sanctie

(2) perkebunan diarahkan ke luar Pulau Jawa

(3) liberalisasi penanaman modal asing (4) sistem kerja upah

05. Pada zaman kolonial Belanda terdapat motto

sebagai berikut “tanah jajahan adalah gabus tempat mengapungnya negara induk” artinya

yang tepat adalah ....

(A) Tanah jajahan harus hidup di bawah naungan penjajah Belanda.

(B) Tanah jajahan tidak akan hidup tanpa negara jajahan

(C) Tanah jajahan tempat penawaran ke-kuasaan politik kolonial negara induk (D) Negara induk memiliki tempat untuk

menanamkan pengaruhnya

(E) Tanah jajahan harus bisa mengisi kas dan kesejahteraan negara induk

06. Pembangunan jalan raya dari Anyer ke Panarukan atas perintah Gubernur Jenderal Daendels dimaksudkan untuk ....

(A) Memperlancar perekonomian di Jawa (B) Memperlancar lalu lintas di Jawa (C) Memperlancar gerak militer di Jawa (D) Menarik investor swasta asing ke Jawa (E) Mempertahankan Pulau Jawa dari

serangan Inggris

07. Politik pemerintahan yang dijalankan oleh Gubernur Jenderal Raffles terhadap raja-raja di Indonesia adalah ....

(A) Menggantikan raja-raja yang berkuasa dan mengangkat raja-raja baru yang merupakan musuh raja lama

(B) Mengganti raja-raja yang berkuasa dengan mengangkat bupati sebagai raja baru

(C) Membatasi kekuasaan raja-raja (D) Memperbesar kekuasaan raja

(E) Mengasingkan raja-raja karena dianggap sebagai sumber perlawanan

08. Akibat Tanam Paksa adalah ....

(1) Peningkatan produksi komoditi ekspor (2) Persiapan ke arah modernisasi

(3) Kecaman hebat dari golongan liberal Belanda

(2)

Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1111 ke menu search.

Copyright © 2012 Zenius Education Xpedia Sejarah, Bab 08 Masa Kolonial Hindia-Belanda - Soal

doc. name: XPSEJ0899 doc. version: 2011-07 | halaman 2

09. Traktat Sumatera yang diadakan oleh Pemerintah Inggris dengan Belanda menyepakati ....

(A) Belanda harus menghormati kedaulatan Aceh

(B) Belanda dilarang mengganggu kerajaan Aceh

(C) Belanda boleh menguasai kerajaan Aceh (D) Inggris harus meninggalkan Aceh (E) Belanda harus meninggalkan Aceh

10. Sistem sewa tanah yang diperkenalkan oleh Raffles selama berkuasa di Indonesia dimaksudkan untuk ....

(A) Memberi kekuasaan penguasa dalam pemerintahan

(B) Merangsang rakyat Indonesia untuk giat bekerja

(C) Mengambil pajak melalui barang (D) Mengurangi kekuasaan bupati

(E) Mempermudah pengaturan pembayaran

11. Undang-undang gula yang diberlakukan pada masa Van der Wall tahun 1870 merupakan puncak perjuangan melawan cultuur stelsel di Hindia Belanda

SEBAB

Undang-undang gula Van der Wall member kesempatan seluas-luasnya bagi perkem-bangan pengusaha-pengusaha partikelir

12. Faktor penyebab diberlakukannya sistem tanam paksa di Indonesia adalah ....

(A) banyaknya pemberontakan yang terjadi di Indonesia

(B) kekosongan kas negara Belanda (C) bangkrutnya kongsi dagang VOC (D) tidak adanya dukungan petani terhadap

pemerintah Belanda

(E) usulan tanam paksa dari petani di Indonesia

13. Undang-undang Agraria 1870 bertujuan untuk ....

(1) Meyakinkan bahwa campur tangan pemerintah mempunyai pengaruh buruk bagi petani pribumi

(2) Melindungi hak milik penjajah atas tanah pribumi

(3) Member peluang para pengusaha asing untuk membeli tanah-tanah petani pribumi

(4) Melindungi hak milik petani-petani pribumi

14. Seorang tokoh Belanda yang menulis buku

Max Havelaar untuk melukiskan penderitaan

bangsa Indonesia akibat pelaksanaan sistem tanam paksa yaitu ....

(A) E.F.E Douwes Dekker (B) Edward Douwes Dekker (C) Van Deventer

(D) Baron van Hoevell (E) Snouck Hurgronye

15. Pada masa pemerintahan Raffles di Indonesia banyak dilakukan perubahan kebijakan dari masa pemerintahan Belanda sebelumnya. Berikut ini yang bukan merupakan kebijakan pada masa pemerintahan Raffles adalah .... (A) dihapuskannya pelayaran Hongi (B) dihapuskannya kerja rodi (C) pelarangan perbudakan

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi sosial yang penuh ketimpangan dan dibarengi dengan kondisi ekonomi yang memberatkan pada awal abad kesembilan belas, membuat masyarakat di wilayah

1) Untuk mengetahui situasi baik dalam hal peningkatan maupun penurunan perdagangan sagu di Pulau Ambon- Maluku khususnya pada 20 tahun terakhir abad ke-19 yakni

Peran politik warga keturunan Arab di Indonesia telah dimulai pada masa yang lebih awal pada abad ke-19 oleh seorang ulama Betawi yang bernama Sayid Usman (1822-1914), lahir di

Pada awal karya Misi, khususnya kehadiran kembali pada 1807-an hingga akhir abad ke- 19, ada relasi keuangan antara Misi dengan pemerintah kolonial Belanda dan juga orang Katolik di

Akibatnya bagi bangsa Indonesia ialah pada satu pihak jurang antara pemerintah dan rakyat semakin besar dan dipihak lain gerkan nasionalis semakin menyadari

Pada masa penjajahan Belanda tidak ditemukan rujukan hukum yang khusus untuk menanggapi perkara perkawinan dalam Islam atau kodifikasi hukum Islam dalam renah

dengan peristiwa penelitian penulis sehingga sumber ini layak dikatakan sebagai sumber primer. Tatar Pringan, khususnya Kota Bandung sejak akhir abad 19 yang lalu telah

Iklan-iklan buku masak di surat kabar pada akhir abad ke-19 sumber: Rahman, 2016 Pengaruh Kuliner Terhadap Budaya Makan Priyayi Dalam Sejarah Eropa dan Asia, makanan memiliki sebuah