ii
POLA HUBUNGAN DESA DAN KOTA PADA MASYARAKAT
DUSUN KRAJAN TIMUR II DESA JELBUK
KECAMATAN JELBUK KABUPATEN JEMBER
LAPORAN PRAKTEK LAPANG
Asisten Pembimbing Reinita Dwi Putri Anggraini
Oleh
Golongan J / Kelompok 5
LABORATORIUM SOSIOLOGI PE RTANIAN P R O G R A M S T U D I A G R I B I S N I S
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER
2016
POLA HUBUNGAN DESA DAN KOTA PADA MASYARAKAT
DUSUN KRAJAN TIMUR II DESA JELBUK
KECAMATAN JELBUK KABUPATEN JEMBER
LAPORAN PRAKTEK LAPANG
Disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas praktikum Sosiologi Pedesaan pada Program Studi Agribisnis
Fakultas Pertanian Universitas Jember
Asisten Pembimbing Reinita Dwi Putri Anggraini
Oleh
Golongan J / Kelompok 5
LABORATORIUM SOSIOLOGI PE RTANIAN P R O G R A M S T U D I A G R I B I S N I S
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER
2016
DAFTAR KELOMPOK
Koordinator : Ahmad Zaini (161510601115)
Anggota : Isa Mariyani (161510601024)
Panca Rahadi Mulyo (161510601073) Diyah Krismawati (161510601088) Gumelar Pringgodigdo (161510601140) Evita Angelina S. (161510601168) Bunga Chika Arya P. (161510601192) Anisa Indriani (161510601206)
LEMBAR PENGESAHAN
Diterima oleh :
Laboratorium Sosiologi Pertanian Sebagai :
Laporan Praktek Lapang
Dipertahankan pada :
Hari :
Tanggal :
Tempat : Ruang
Fakultas Pertanian Universitas Jember
Mengesahkan :
Ketua Laboratorium Koordinator Praktikum Sosiologi Pertanian Sosiologi Pedesaan
Djoko Soejono, SP . , MP . Beta Rianul Setiawati NIP. 197001151997021002 NIM. 141510601098
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, penulis mengucapkan kehadirat Alloh SWT, atas segala rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga penulisan laporan penelitian yang berjudul “Pola Hubungan Desa dan Kota pada Masyarakat Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember” dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak, laporan ini tidak mungkin dapat terselsaikan dengan baik. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ir. Sigit Soepardjono MS., Ph.D selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember.
2. Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji, M. Rur M. selaku Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unversitas Jember.
3. Seluruh dosen pengampu mata praktikum Sosiologi Pedesaan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unversitas Jember.
4. Tim asisten mata praktikum Sosiologi Pedesaan Progran Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember.
5. Seluruh warga masyarakat Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember.
6. Teman-teman kelompok 5 Golongan J mata praktikum Sosiologi Pedesaan. 7. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu
dalam menyelesaikan penulisan laporan praktek lapang kami.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan penilitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Jember, November 2016
Penulis DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...i
DAFTAR KELOMPOK...ii II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember...13
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
A. DOKUMENTASI
B. PANDUAN WAWANCARA
C. DAFTAR HADIR LAPANG PRAKTIKAN D. DAFTAR HADIR KONSULTASI PRAKTIKAN E. SURAT IJIN PRAKTEK LAPANG
BAB 1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pertanian adalah suatu jenis kegiatan produksi yang didasarkan pada pertumbuhan tanaman. Pertanian dalam arti sempit disebut juga pertanian rakyat sedangkan dalam arti luas meliputi pertanian dalam arti sempit (pertanian rakyat), kehutanan, peternakan, dan perikanan. Pertanian terdiri dari: (1) proses produksi, (2) petani atau pelaku usaha, (3) tanah/lahan tempat usaha, (4) usaha pertanian (farm business). Pelaku usaha yaitu petani adalah manusia yang menjalankan usahatani tersebut (Soetriono dkk., 2006).
Manusia sebagai makhluk sosial harus hidup bersama-sama dengan masyarakat lainnya. Masyarakat adalah sekumpulan dari individu-individu yang saling berpengaruh satu sama lain sehingga terbentuk suatu tradisi. Masyarakat dibedakan menjadi dua yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan (Hidayah, 2011). Masyarakat pedesaan yaitu masyarakat yang tinggal dan menetap di desa. Desa adalah salah suatu bentuk kuno dalam kehidupan yang dilakukan bersama-sama dengan banyak orang yang saling mengenal satu sama lain. Pada umumnya, mata pencaharian penduduknya adalah petani, peternak, perikanan, buruh, serta usaha lain yang bergantung pada kondisi alam sekitarnya (Bauman dalam Hidayah, 2011).
Desa adalah suatu wilayah terkecil yang dikelola secara formal dan mandiri oleh kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama serta menciptakan keteraturan, kebahagiaan dan kesejahteraan bersama yang dianggap tanggung jawab bersama (Allail dan Subardjo, 2013). Ciri-ciri yang menonjol dalam masyarakat pedesaan yaitu: (1) kehidupan masyarakatnya agamis, (2) pembagian kerja tidak nyata, (3) pemikiran masyarakatnya lebih bersifat sosial. Masyarakat desa masih mengikuti adat/budaya yang berlaku berkaitan dengan keaagamaan. Adat ini tentunya dilakukan bersama-sama dengan masyarakat lainnya yang menyebabkan hubungan antar masyarakat di pedesaan sangat erat satu sama lain meskipun jarak antar rumah penduduk di desa sangat jauh (Soekanto dalam Hidayah, 2011).
2
Kota merupakan pusat dari seluruh perkembangan kebudayaan yang meliputi satuan administrasi, politik, ekonomi dan komunikasi. Kota juga dikenal sebagai pusat pemerintahan, kebudayaan, perdagangan dan juga perindustrian (Suparlan dalam Hidayah, 2011). Keterkaitan kehidupan yang modern menjadikan kota sebagai pusat dari segala kegiatan dari berbagai golongan dalam mengembangkan usahanya. Menurut Soekanto dalam Hidayah (2011), masyarakat di kota merupakan masyarakat heterogen dengan ciri-ciri: (1) masyarakat kurang agamis, (2) pembagian kerja sangat tegas, (3) individualis tinggi. Ciri-ciri tersebut sangat bertolak belakang dengan ciri-ciri masyarakat desa. Masyarakat perkotaan cenderung meninggalkan budaya asli dan mulai menganut budaya dari luar yang justru tidak sesuai dengan budaya timur.
Hubungan desa kota cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa kota semakin besar suatu kota maka akan besar pula pengaruhnya terhadap kehidupan di desa. Terjadi hubungan timbal balik antara desa kota yang disebabkan oleh perkembangan wilayah kota terhadap desa terutama dalam bidang ekonomi. Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat kota diperoleh dari petani di desa. Pengusaha di kota memperoleh tenaga kerja kasar dari penduduk desa. Hubungan itulah yang menjadi pola hubungan desa kota yang saling mempengaruhi serta berdampak pada keadaan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat desa.
Kabupaten Jember merupakan salah satu dari 29 kabupaten yang ada di Jawa Timur. Kabupaten Jember memilik 31 kecamatan dan 244 kelurahan, salah satunya adalah Kecamatan Jelbuk yang berada pada bagian utara pusat kota. Kecamtan Jelbuk terdiri dari 6 desa yaitu Desa Panduman, Desa Sukowiryo, Desa Sukojember, Desa Sugerkidul, dan Desa Jelbuk. Desa Jelbuk dibagi menjadi 6 Dusun diantaranya adalah Dusun Krajan Barat, Dusun Tenggir Barat, Dusun Tenggir Timur, Dusun Krajan Timur I, dan Dusun Krajan Timur II. Mayoritas penduduknya menggunakan bahasa, adat dan budaya Madura.
3
sehingga menyebabkan tidak terjangkaunya beberapa wilayah karena letaknya yang jauh dari pusat kepala dusun saat itu. Pemekaran wilayah dilakukan guna memudahkan dalam hal administrasi dusun.
Masyarakat Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember merupakan penduduk asli, sedangkan warga pendatang dari daerah lain sangat sedikit sekali. Masyarakat pendatang harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang dengan adat dan budaya yang berbeda dari tempat mereka tinggal sebelumnya. Begitu juga dengan masyarakat Dusun Krajan Timur II yang meninggalkan desanya untuk menetap di daerah lain sangat sedikit. Masyarakat pendatang bisa saja membawa budaya yang tidak baik dan bertolak belakang dengan budaya penduduk asli Dusun Krajan Timur II. Penduduk asli Dusun Krajan Timur II yang menetap di daerah lain namun kembali lagi ke desanya membawa dampak buruk.
Hubungan desa kota yang terjadi di masyarakat Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember yaitu dalam memenuhi kebutuhan sembako dan pakaian. Masyarakat umumnya pergi ke kota saat membeli kebutuhan bahan-bahan pokok untuk acara hajatan dalam jumlah besar. Membeli bahan pokok saat sedang mengadakan hajatan karena harga di kota jauh lebih murah dan bahan pokok yang tersedia lebih lengkap. Menjelang hari raya besar masyarakat di Dusun Krajan Timur II berbelanja pakaian di kota. Pakaian yang tersedia di kota selalu dengan model terbaru sehingga menarik perhatian masyarakat untuk membeli pakaian di kota.
4
Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember?
2. Bagaimana pola hubungan antara desa dan kota di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember?
3. Bagaiamana dampak adanya hubungan antara desa dan kota terhadap adat dan budaya di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember?
Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan
1. Mengetahui pola hubungan desa kota di Dusun Krajan Timur II Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember.
2. Mengetahui kondisi sosial ekonomi di Dusun Krajan Timur II Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember.
3. Mengetahui dampak hubungan desa kota terhadap adat dan budaya masyarakat di Dusun Krajan Timur II Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember.
1.3.2 Manfaat
1. Bagi pemerintah, agar lebih meperhatikan pembangunan di desa untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember.
2. Bagi masyarakat, agar dapat mengubah pola hidup menjadi lebih baik, sehingga tidak merugikan antar sesama manusia dan lingkungan.
BAB 2. GAMBARAN UMUM DUSUN
2.1 Letak Dusun
Desa Jelbuk merupakan pusat dari Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Letak Dusun Krajan Timur II sendiri berada di Desa Jelbuk. Dusun Krajan Timur II berada di ketinggian 185 m dpl dengan curah hujan mencapai 685 mm setiap tahunnya. Suhu disekitar wilayah dusun tersebut berkisar antara 28° C yang membuat udara disana terasa lebih sejuk. Letak geografis Desa Jelbuk terletak pada wilayah dataran tinggi yang luas serta merupakan dataran yang subur. Memilki titik koordinat 113.749103 BT dan 8.087374 LS. Batas-batas administrasi Dusun Krajan Timur II adalah :
a) Batas Utara : Dusun Tenggir Timur b) Batas Selatan : Dusun Sumberjati c) Batas Timur : Desa Suko Wiryo d) Batas Barat : Dusun Krajan Timur I
Batas-batas tersebut tidak hanya dibatasi oleh dusun atau desa tetapi ditandai juga oleh persawahan, anak sungai dan jembatan. Sebelah utara yang berbatasan dengan Dusun Tenggir Timur ditandai dengan adanya anak sungai. Dusun Sumberjati menjadi batas sebelah selatan dari Dusun Krajan Timur II yang dipisahkan adanya anak sungai. Jembatan menjadi batasan wilayah sebelah timur Dusun Krajan Timur II. Batas sebelah barat berbatasan langsung dengan Dusun Krajan Timur I yang dipisahkan dengan anak sungai.
Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember memiliki luas lahan seluas 32 Ha dari luas Desa Jelbuk secara keseluruhan yaitu 108 Ha. Letak dusun yang berada di dataran tinggi membuat jalan di dusun berkelok dan naik turun, membutuhkan waktu cukup singkat untuk menjangkau wilayah itu, karena letak Dusun Krajan Timur II yang tidak terlalu jauh dari jalan raya. Dusun ini memiliki lahan pertanian luas yang banyak ditanami tembakau sebagai komoditas unggulan wilayah tersebut. Alasan mendasar salah satunya yaitu karena komoditas tembakau memiliki nilai ekonomis serta nilai jual tinggi di pasaran.
6
2.2 Biogeofisik Dusun
Kondisi tanah di Dusun Krajan Timur II merupakan tanah kering. Tanah yang kering, oleh masyarakat dimanfaatkan untuk menanam sengon laut. Pohon sengon laut merupakan jenis tanaman tahunan yang tidak dapat langsung dinikmati hasilnya, sehingga masyarakat melakukan diversifikasi tanaman menggunakan sistem tumpangsari untuk memperoleh hasil sementara hingga menunggu tanaman pokok siap untuk dipanen. Tanaman yang ditanam bersamaan dengan pohon sengon merupakan komoditas tanaman yang berumur pendek serta mampu hidup berdampingan dengan pohon sengon laut. Komoditas yang biasanya ditanam masyarakat bersamaan dengan pohon sengon laut yaitu kacang panjang dan cabai.
Waktu penanaman untuk tanaman sengon laut biasanya dimulai lebih awal dibandingkan dengan tanaman musiman sebagai tanaman tumpang sari, oleh karena itu saat penanaman tanaman sengon laut awal ditanami bersamaan dengan tanaman kacang panjang. Tanaman kacang panjang yang sudah berumur sekitar 3-4 bulan akan dipanen oleh petani, setelah selesai menanam panjang maka petani akan memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk ditanami tanaman cabai. Tanaman cabai dapat dikatakan siap panen ketika memasuki umur sekitar 3-4 bulan dan cara penanaman seperti ini dilakukan selama 1 tahun bersamaan dengan tanaman sengon laut, karena kanopi sengon laut sudah menutupi tanaman semusim.
7
Terdapat banyak lahan yang dibiarkan kosong tanpa ditanami oleh masyarakat Dusun Krajan Timur II. Lahan tersebut terbengkalai karena tidak ada yang mengolahnya untuk menjadi lahan produktif yang dapat menghasilkan produk dengan nilai ekonomis cukup tinggi. Masyarakat yang mempunyai lahan kosong terutama di pinggir jalan lebih memilih untuk menjual tanahnya karena sudah tidak bisa mengolahnya menjadi lahan produktif. Masyarakat yang memiliki lahan luas yang terletak di pinggir jalan tidak jarang memanfaatkannya untuk membuka usaha kecil-kecilan seperti membuka warung yang dapat memberikan penghasilan tambahan dari penghasilan utama yang tidak menentu.
Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember memiliki luas lahan persawahan 56 Ha. Lahan persawahan tersebut ditanami tanaman tembakau, karena tanaman tembakau merupakan komoditas unggulan dari dusun tersebut. Pertanian di Dusun Krajan Timur II tidak hanya dimanfaatkan untuk menanam tembakau, melainkan juga ditanami pohon sengon. Sistem pertanian pohon sengon dilakukan dengan cara tumpangsari. Sistem tumpangsari pada lahan yang ditanami tanaman pohon sengon juga ditanami dengan komoditas tanaman lain yang mampu tumbuh berdampingan dengan pohon sengon. Komoditas tanaman yang mampu tumbuh dengan pohon sengon yaitu tanaman cabai, kedelai, dan kacang tanah.
2.3 Kondisi Masyarakat Dusun
8
manusia itu makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan saling membutuhkan dalam hal memenuhi kebutuhannya. Mereka juga menjalin kekerabatan antar tetangga dengan mengadakan kegiatan bersama seperti kerja bakti yang dilakukan dalam kurun waktu satu sampai dua bulan sekali serta mengadakan pengajian rutin yang diadakan tidak hanya oleh masyarakat yang sudah berumur melainkan juga oleh para pemudanya.
Pengajian yang dilakukan secara rutin pada kenyataannya tidak mampu mengubah keimanan dan moral dalam bermasyarakat. Keadaan tersebut begitu nampak dengan rutinitas ibu-ibu yang membeli sayur sekaligus menggunjing para tetangga lainnya. Terdapat pula kejadian yang sering terjadi yaitu pencurian kendaraan bermotor, sapi, dan barang-barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kegiatan pengajian tersebut harusnya mampu mengubah moral masyarakat di Dusun Krajan Timur II. Perilaku yang kurang pantas tersebut juga didorong oleh kurangnya tingkat pendidikan masyarakat yang ada di daerah tersebut serta tuntutan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
9
2.4 Kondisi Pendidikan
Lembaga pendidikan yang terdapat di wilayah Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember yaitu PAUD (Pendidikan Usia Dini), TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP maupun MTs, dan SMA (Sekolah Menenggah Atas). Lembaga pendidikan yang terdapat di Dusun Krajan Timur II hanya PAUD, TK, dan SD. Tingkat pendidikan untuk SMP atau MTs dan SMA tidak terdapat di Dusun Krajan timur II. Mayoritas masyarakat Dusun Krajan Timur II hanya menyelesaikan taraf pendidikan hanya pada tingkat SD. Warga Dusun Krajan Timur II jika ingin melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebh tinggi yaitu SMP atau MTs dan SMA, mereka harus pergi ke wilayah Desa Jelbuk. Masyarakat yang ingin melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, maka mereka harus pergi ke kota misalnya ke Jember yaitu salah satunya di Universitas Jember ataupun ke luar kota.
Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember memiliki kondisi pendidikan yang sudah cukup baik dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini karena telah banyak masyarakat yang melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, walaupun masih sedikit yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Warga Dusun Krajan Timur II lebih memilih bekerja daripada melanjutkan ke perguruan tinggi dikarenakan oleh faktor ekonomi. Pekerjaan yang biasanya dipilih masyarakat yang memiliki pendidikan terakhir SMA khususnya laki-laki yaitu pertukangan dan perbengkelan atau pengelasan, sedangkan untuk perempuan biasanya pergi ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih ringan seperti pegawai indomaret ataupun pertokoan. Ibu-ibu yang khususnya hanya lulusan tingkat SD maupun SMP biasanya mengikuti pelatihan tata boga yang diadakan oleh kelompok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).
10
baik. Penerapan pendidikan yang diperoleh oleh masyarakat setempat digunakan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Pendidikan saat ini oleh masyarakat dipandang penting karena dengan mengenyam bangku pendidikan akan mengubah cara berpikir untuk menjadi masyarakat yang lebih maju.
2.5 Struktur Ekonomi
Ekonomi masyarakat di Dusun Krajan II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember begitu beragam karena mata pencaharian masyarakatnya juga beragam, ada yang bekerja sebagai petani, buruh petani, buruh pabrik, pedagang, pekerja bangunan dan PNS. Mayoritas mata pencaharian masyarakatnya masih sebagai buruh tani. Perekonomian di daerah ini digerakkan oleh sektor pertanian, komoditas yang diandalkan adalah komoditas tembakau dan cabai. Musim panen dari kedua komoditas tersebut jika mampu mencapai puncaknya maka petani akan memperoleh keuntungan besar, tetapi jika mengalami gagal panen petani akan mengalami kerugian besar. Petani besar yang memiliki lahan luas yang bisa merasakan hal itu, sedangkan para buruh tani tetap bergantung pada musim panen tiba yang penghasilannya tidak menentu.
Perekonomian masyarakat di sekitar tergolong rendah karena masih tergantung pada sistem kerja musiman. Mata pencaharian yang menggunakan sistem kerja musiman misalnya buruh tani dan pekerja bangunan. Para buruh tani hanya akan bekerja saat musim tanam dan musim panen saja sehingga selang waktu antara musim tanam dan musim tanam mereka menganggur. Waktu yang kosong tersebut biasanya mereka gunakan untuk mencari pekerjaan lain atau juga mengurusi hewan ternak mereka. Pekerja bangunan akan bekerja bila ada yang mengajaknya untuk membuat bangunan, jika tidak para pekerja bangunan ini juga akan menganggur sehingga hal itulah yang membuat taraf ekonomi di daerah ini masih tergolong rendah.
11
kurang mampu dalam segi ekonomi membuat mereka tidak mampu mengenyam pendidikan, sehingga keadaan ekonomi mereka saat ini juga masih terbilang kurang untuk memenuhi kebutuhan yang setiap harinya meningkat. Keadaan ekonomi yang semacam ini jika berlanjut akan menyebabkan pertambahan angka kemiskinan yang akan berdampak buruk bagi faktor penunjang kesejahteraan masyarakat. Struktur ekonomi dapat dijadikan sebagai suatu pijakan untuk menilai keadaan masyarakat sejahtera atau tidak, di Dusun Krajan Timur II sendiri keadaan ekonominya masih rendah sehingga kesejahteraan masih belum merata antara warga satu dengan yang lainnya.
2.6 Struktur Sosial
Struktur sosial yang ada di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember bersifat kekeluargaan antar masyarakatnya, dimana keadaan sosial yang terdapat di dusun memang lebih erat dibandingkan wilayah perkotaan. Mereka yang begitu akrab mengenal baik tetangganya satu sama lain meskipun jarak rumah antar tetangga saling berjauhan. Fenomena yang terlihat yaitu saat salah satu tetangga sedang mengalami kesusahan dan membutuhkan bantuan, tanpa diminta mereka akan datang dengan senang hati untuk membantu, seperti saat ada salah satu anggota masyarakat yang sedang dirawat di rumah sakit, tanpa diminta oleh pihak keluarga anggota masyarakat lain bergantian untuk menjaganya walaupun tidak ada ikatan keluarga diantara mereka.
12
Krajan Timur II sendiri masih begitu erat, karena masyarakatnya masih mempercayai adat istiadat di daerahnya, seperti peringatan malam satu Syuro, maulid nabi dan kegiatan keagamaan lainnya. Masyarakat juga masih mengadakan tradisi perayaan panen raya sebagai rasa syukur karena telah diberikan hasil yang melimpah.
BAB 3. PEMBAHASAN
3.1 Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember
Kondisi sosial masyarakat Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember terjalin baik antar warganya, terbukti dengan pola hubungan masyarakatnya yang sering mengadakan kegiatan bersama seperti pengajian yang rutin diadakan setiap minggu di masjid maupun di rumah warga secara bergantian, karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Masyarakat yang mayoritasnya beragama Islam memiliki toleransi agama yang sangat tinggi dilihat dari kerukunan antar penduduknya. Kegiatan yang memperlihatkan adanya interaksi sosial antar warganya diwujudkan dalam kegiatan kerja bakti dan pengajian yang rutin dilakukan oleh masyarakat Dusun Krajan Timur II yang dapat mempererat hubungan tali persaudaraan antar sesama.
Pengajian yang dilaksanakan secara rutin di Dusun Krajan Timur II hampir dilakukan setiap 4 kali dalam seminggu. Dusun Krajan Timur II memiliki empat kelompok pengajian yang diadakan secara bergantian, kelompok pengajian diadakan oleh para bapak-bapak di Masjid At-Taqwa pada Senin malam. Selasa malam pengajian dilakukan oleh ibu-ibu RT 01/07 dan RT 02/07 di salah satu rumah jamaah secara bergantian setiap minggunya. Hari Rabu malam para pemuda laki-laki mengadakan pengajian secara rutin yang bertempat disalah satu jamaah secara bergantian setiap minggunya. Kelompok pengajian yang terakhir pada malam Jumat di Masjid oleh jamaah remaja perempuan yang dilakukan secara rutin. Pengajian yang dilakukan di Dusun Krajan Timur II secara rutin tidak memberikan dampak positif bagi perilaku masyarakat setempat, di dusun tersebut masih banyak terjadi kemalingan hewan ternak sapi, kendaraan bermotor dan barang-barang lainnya yang memiliki nilai jual. Menurut pendapat warga setempat hasil pencurian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pencurian tersebut seharusnya tidak terjadi karena dengan intensitas pengajian yang dilakukan oleh masyarakat diharapkan mampu mengubah moral untuk tidak melakukan hal yang dilarang oleh agama.
14
Interaksi sosial di Dusun Krajan Timur II dinilai sangat erat terbukti dengan adanya sumber mata air yang letaknya dekat dengan pemukiman warga yang dijadikan tempat berinteraksi warga. Sumber mata air tersebut tidak pernah kering sepanjang tahun yang dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Sumber mata air ini segar dan jernih sehingga tidak jarang oleh masyarakat setempat dijadikan air mineral untuk persediaan saat bekerja. Sumber mata air ini tidak hanya dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai penyedia kebutuhan air bersih, sumber mata air tersebut juga dijadikan sebagai tempat bertemunya masyarakat yang sedang mandi dan mencuci. Mereka berbincang-bincang sembari sibuk melakukan kegiatannya masing-masing. Anak kecil pun turut meramaikan sumber mata air pada hari libur untuk mandi atau hanya sekedar bermain bersama teman-temannya untuk mengusir penat dari rutinitas sekolah.
Hubungan sosial yang terjalin sangat erat antar warganya juga ditunjukkan dengan adanya kegiatan kerja bakti yang diadakan setiap dua bulan sekali. Kegiatan kerja bakti tersebut digagas oleh Bapak Suki selaku Kepala Dusun Krajan Timur II. Kerja bakti yang diadakan secara rutin bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan menumbuhkan rasa kepedulian warga terhadap lingkungan. Kegiatan berlangsung pada pagi hari saat hari Minggu sehingga tidak hanya para orang tua namun anak kecil juga ikut serta dalam kegiatan kerja bakti. Kerja bakti yang digagas oleh kepala dusun ternyata juga semakin meningkatkan hubungan sosial diantara warganya. Warga menjadi lebih akrab karena pada kegiatan tersebut selain digunakan untuk membersihkan lingkungan juga dimanfaatkan warga untuk bercengkrama dengan warga lainnya.
15
yang dipeliharanya. Mereka juga membukan warung kecil-kecilan di depan rumah bagi warga yang rumahnya berada di depan jalan raya dan memiliki lahan serta modal untuk membuka warung. Pekerjaan sampingan selain menjadi buruh tani dilakukan supaya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dusun Krajan Timur II masyarakatnya sangat sedikit yang bekerja di kota, mereka yang bekerja di kota beranggapan bahwa bekerja di kota dapat meningkatkan status ekonomi keluarganya karena jika bekerja di desa upah yang dihasilkan kecil berbeda dengan di kota yang relatif besar. Penghasilan buruh tani sangat bergantung pada hasil panen nantinya. Jika hasil panen diperkirakan akan sedikit, maka buruh tani akan berpikir untuk mencari pekerjaan sampingan agar dapat menutupi kekurangan akibat hasil panen yang menurun. Kondisi ekonomi yang terdapat di Dusun Krajan Timur II memang masih tergolong rendah, dilihat dari kondisi sosial masyarakatnya yang masih sering terjadi pencurian hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
3.2 Pola Hubungan Antara Desa dan Kota di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember
16
pengepul untuk dipasarkan ke berbagai kota dari kegiatan pedagang tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara petani di desa maupun masyarakat kota dalam pemenuhan kebutuhan. Pengaruh dari hubungan desa kota dilihat dari aspek sosial budaya, di Dusun Krajan Timur II banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya pendidikan yang terlihat dengan meningkatnya jumlah anak-anak yang sekolah dari kurun waktu dalam tiga tahun terakhir di daerah ini. Anak-anak yang mengenyam bangku pendidikan umumnya tidak hanya sampai Sekolah Dasar (SD) melainkan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan hingga perguruan tinggi. Perubahan pola pikir tersebut yang membuat sumber daya manusia menjadi lebih baik sehingga berorientasi pada pekerjaan dan ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Masyarakat yang bekerja di kota juga mendapatkan banyak wawasan karena pengaruh dari masyarakat kota, seperti gaya berbusana serta tingkah laku mereka. Beberapa dari perubahan masyarakat desa dari gaya berbusana dan tingkah laku terdapat pergeseran nilai yang mengesampingkan adat dan budaya yang ada pada umumnya yang harusnya mereka terpakan dan tidak boleh hilang karena menjadi ciri dari masyarakat setempat. Masyarakat yang terkena dampak perubahan gaya busana dan tingkah laku, seharusnya tidak sepenuhnya meniru kebiasaan masyarakat kota secara serta merta karena mereka harus mengetahui tempat, situasi serta kondisi yang bagaimana mereka berpakaian seperti masyarakat kota pada umumnya. Masyarakat di Dusun Krajan Timur II harus mempertahankan tata cara berpakaian yang sesuai dengan adat yang ada di masyarakat setempat.
3.3 Dampak Adanya Hubungan antara Desa Kota terhadap Adat dan Budaya di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember
17
tolak ukur sebagai panutan dari apa yang mereka anggap sebuah bagian dari perkembangan modern tanpa mengetahui apa yang mereka contoh itu baik atau tidak, serta sesuai dengan adat dan budaya mereka. Ketidaktahuan masyarakat desa akan informasi yang jelas, menjadikan mereka menelan mentah-mentah informasi yang mereka dapat dengan mendengar dan melihat lalu menerapkannya tanpa mempertimbangkan apakah hal itu layak untuk diterapkan atau tidak dalam kehidupan mereka sebagai masyarakat desa.
Masyarakat di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember juga tidak lepas dari dampak modernisasi karena adanya hubungan desa kota yang berpengaruh pada adat dan budaya yang telah ada sejak lama. Dusun Krajan Timur II masih mempertahankan adat dan budaya namun terdapat pergeseran nilai budaya dalam berpakaian. Adat dan budaya di daerah setempat masih sangat dijaga supaya tetap ada diantaranya, adat budaya yang berkaitan dengan bidang pertanian. Petani di Dusun Krajan Timur II saat sebelum melakukan masa tanam melakukan acara selamatan yang didalamnya terdapat bubur merah, bubur putih dan nasi urap sebagai bagian dari makanan yang wajib ada saat acara slametan. Slametan dilakukan di persawahan yang akan ditanami, dihadiri oleh pemilik lahan, pekerja dan orang yang membacakan do’a. Pelaksanaan acara slamatan sebelum proses tanam ditujukan supaya hasil panen berkualitas serta melimpah. Acara sedemikian serupa juga dilakukan setelah panen yang prosesnya sama namun dengan tujuan sebagai bentuk dari rasa syukur terhadap Tuhan karena telah diberikan hasil yang melimpah.
18
melanggarnya. Masyarakat setempat pada saat Bulan Suro membuat jenang suro yang dibagikan kepada tetangga, begitu pula juga saat Bulan Sapar membuat jenang grendul untuk dibagikan kepada tetangga sebagai budaya yang telah ada sejak lama. Bulan lain yang disakralkan yaitu Bulan Sya’ban di mana bulan tersebut sebagai tanda akan memasuki Bulan Ramadhan. Masyarakat setempat saat Bulan Sya’ban melakukan pengajian di masjid dan musholla setempat yang dihadiri oleh Ketua Dusun Krajan Timur II serta sebagian besar warga Dusun Krajan Timur II. Masyarakat setempat pada saat acara tersebut akan datang dengan membawa nasi urap yang akan disantap bersama-sama masyarakat lainnya, hal itu juga mempererat silaturahmi antar warga.
BAB 4. PENUTUP karena rendahnya faktor ekonomi yang mendorong masyarakat untuk berbuat tindak kejahatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Pola hubungan antara desa dan kota di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk dengan Kota Jember saling memiliki keterkaitan antar keduanya yakni masyarakat Dusun Krajan Timur II pergi ke kota untuk mencari pekerjaan sementara, seperti menjadi pekerja pabrik, pekerja bangunan dan pekerjaan serabutan sebagai pemenuhan kerja di kota serta masyarakat pergi ke kota juga untuk memenuhi kebutuhan sandang dan kebutuhan hajat dalam jumlah yang besar.
3. Dampak adanya hubungan antara desa kota terhadap adat dan budaya yang ada di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember yaitu dengan adanya hubungan antara desa kota tidak terlalu memberikan dampak yang begitu berarti, karena masyarakat Dusun Krajan Timur II masih menjaga dan melaksanakan adat dan budaya yang sudah ada sejak lama serta tradisi mereka membuat jenang merah putih saat Bulan Suro dan menjalankan tradisi-tradisi lain.
4.2 Saran
1. Bagi masyarakat Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember diharapkan tetap menjaga adat dan istiadat yang telah ada sejak lama serta dapat mengubah kebiasaan yang kurang baik sehingga kegiatan mereka dalam mengaji akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat serta tetap menjaga tali silaturahmi dengan melakukan kegiatan kerja bakti dan kegiatan-kegiatan lainnya.
20
2. Bagi pemerintah Kabupaten Jember diharapkan lebih memperhatikan keadaan struktur dan infrastruktur yang terdapat di Dusun Krajan Timur II Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember untuk selalu ditinjau serta melakukan perbaikan juga pembangunan sarana prasarana umum sehingga memudahkan serta menunjang masyarakat setempat dalam melakukan kegiatan.
DAFTAR PUSTAKA
Allail, A. R. dan Subardjo. 2013. Analisis Perubahan Status Desa Wates Menjadi Kelurahan Wates Menurut Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 di Kabupaten Kulonprogo. Citizenship, 2(1): 81-94.
Hidayah, N. 2011. Kesiapan Psikologis Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan Menghadapi Diversifikasi Pangan Pokok. Humanitas, 8(1): 88-104.
DOKUMENTASI
Gambar 1. Foto bersama di depan Kantor Kepala Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember.
Gambar 3. Foto bersama salah satu buruh tani (Responden Kedua).