• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari Hobby Fotografi Menjadi Sumber Reje

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dari Hobby Fotografi Menjadi Sumber Reje"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Dari Hobby Fotografi Menjadi Sumber Rejeki

Apakah anda pernah mendengar istilah swafoto? Kebanyakan anda akan menggelengkan kepala. Tetapi kalo selfie, pasti

semua paham. Swafoto, mengambil foto diri sendiri, adalah bahasa resapan dari Bahasa Inggris. Wiki menyebutnya photo

selfie atau self portrait photograph. Di Indonesia sering kita sebut poto narsis. Kenapa saya membahas soal ini? Saya ingin

menunjukkan bahwa “kegilaan” anak-anak muda sekarang akan hobinya berfoto ria bisa menjadi sebuah peluang usaha.

Dan yang paling cocok adalah usaha sampingan fotografer. Dari sekedar hobby, menjadi pundi-pundi rejeki. Pasti anda

bertanya, bukankah fotografi itu mahal? Akan saya jawab. Mungkin benar jika anda menanyakan itu 5 – 10 tahun yang lalu.

Saat ini, harga kamera DSLR termurah setara dengan harga hanphone terbaru. Jadi kamera DSLR bukanlah barang mewah

lagi.

Anda siap memulai usaha sampingan fotografer?

Mari kita bahas apa saja yang diperlukan untuk mengawali usaha sampingan ini. Sudah tentu anda butuh kamera DSLR.

Untuk anda yang sudah mempunyai kamera DSLR, lewati saja 1 paragraf artikel ini. Anda hanya perlu menguatkan niat

anda. Untuk inspirasi anda boleh membaca tulisan saya tentang3 Kunci Rahasia Sukses Memulai Usaha Sampingan.

Banyak pilihan kamera DSLR entry level. Produsen kamera terkenal Canon, menawarkan banyak pilihan untuk pemula

penyuka fotografi. Misalnya, Canon EOS 1100D. Kamera dengan fitur dasar untuk fotografi ini bisa anda tebus dengan

harga sekitar Rp. 4.500.000. Tidak hanya Canon, Nikon pun mengeluarkan beberapa produk kamera Entry level.

Niat sudah, senjata juga sudah. Lantas apa? Kita tinggal mencari sasaran tembak dan memetakan medan perang. Hehehe,

ini bukan perang. Ini hanya perumpamaan untuk memotivasi anda. Kita perlu semangat bertempur. Layaknya seorang

(2)

Oke, siapakah sasaran kita? Mulailah dari konsumen individual dulu. Seperti di awal tulisan saya, sasaran kita adalah

orang-orang narsis. Saat ini, dari anak SMP sampai seorang-orang Presiden pun tertular virus selfie. Tentu seorang-orang Presiden bukanlah

sasaran tembak kita. Mereka dilindungi pasukan pengawal. Kita bisa menawarkan jasa foto kepada perseorangan. Mulai

dari even kecil dulu. Misal pada saat acara ulang tahun atau acara keluarga yang memerlukan foto dokumentasi. Kelak

anda bisa meningkat ke even yang lebih besar. Misalnya acara pernikahan.Lantas dimanakah medan perangnya? di

lingkungan sekitar anda dulu saja. Mulai dari teman, tetangga, kenalan jauh, dan seterusnya. Target yang lebih besar

selanjutnya misalnya instansi sekolahan.

Sudah banyak cerita sukses diluar sana. Dari hoby bisa menjadi usaha sampingan yang sukses. Sekarang saatnya memulai

Referensi

Dokumen terkait