• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Oseanografi Perikanan. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Praktikum Oseanografi Perikanan. docx"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM OCEANOGRAFI PERIKANAN

Disusun Oleh :

NAMA : Prima Tegar Anugrah

NIM : 125080601111024

KELAS : I01

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu‘alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah dengan segenap kerendahan hati penyusun panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan ‘inayah – Nya sehingga penyusun mampu menyelesaikan Laporan Praktikum Oseanografi Perikanan. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah berhasil memimpin, membimbing, dan menuntun umatnya dari jalan jahiliyah menuju jalan yang beradab.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya untuk menambah pengetahuan tentang dunia perikanan dan kelautan. Penyusun tidak lupa mengucapkan mohon maaf jika dalam laporan ini banyak kesalahan maupun kekeliruan karena sejatinya manusia tidak luput dari khilaf dan dosa.

Akhirnya semoga penyusunan makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat, taufiq hidayah serta ‘inayah – Nya kepada kita semua. Amin.

Wassalamu‘alaikum Wr. Wb.

Malang, 9 Juni 2014

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB 1 PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Tujuan Praktikum...2

1.3 Waktu Dan Tempat...2

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...3

2.1 Anomali Water Temperature (Anomali Suhu Perairan)...3

2.2 Pacific Decadal Oscillation (PDO)...4

2.3 Data Anomali Penangkapan (Ano – Catch)...5

2.4 Korelasi...6

BAB 3 METODOLOGI...7

3.1 Alat Dan Bahan...7

3.2 Skema Kerja...7

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN...14

4.1 Data Catch, Ano – Catch, WT – Catch, PDO – Catch, WT – Catch...14

4.2 Grafik Korelasi dan Data Analysis dari WT – Catch, PDO – Catch dan WT – PDO ... 16

4.3 Analisis Grafik Korelasi...18

BAB 5 PENUTUP...19

5.1 Kesimpulan...19

5.2 Saran...19

(4)
(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia berada di posisi 940 40' BT – 1410 BT dan 60 LU – 110 LS, terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, antara Benua Asia dan Benua Australia, serta terletak di atas tiga lempeng aktif yaitu lempeng Indonesia – Australia, Eurasia, dan Pasifik. Bangsa Indonesia terdiri atas 17.502 buah pulau, dan garis pantai sepanjang 81.000 Km dengan luas wilayah perikanan di laut sekitar 5,8 juta Km2, yang terdiri dari perairan kepulauan dan teritorial seluas 3,1 juta Km2 serta perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta Km2. Fakta tersebut menunjukkan bahwa prospek pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia dinilai sangat cerah dan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang strategis (Adisanjaya, 2009).

(6)

1.2 Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum Oceanografi Perikanan adalah untuk mendapatkan pemahaman, pengalaman dan pengetahuan dalam mengolah data perikanan melalui program Microsoft Exel yang meliputi data Catch, Water Temperature dan Pasific Decadal Oscillation (PDO).

1.3 Waktu Dan Tempat

(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anomali Water Temperature (Anomali Suhu Perairan)

Usaha untuk memprediksi daerah penangkapan ikan (fishing ground) dapat dilakukan melalui pendekatan kondisi fisika oseanografi. Hampir semua populasi ikan yang hidup di laut mempunyai suhu optimum untuk kehidupannya, maka dengan mengetahui suhu optimum dari suatu spesies ikan, kita dapat menduga keberadaan kelompok ikan, yang kemudian dapat digunakan untuk tujuan penangkapan (eksploitasi). Fluktuasi suhu dan perubahan geografis bertindak sebagai faktor penting yang merangsang dan menentukan pengkonsentrasian dan pengelompokkan ikan. Tinggi rendahnya suhu juga mempengaruhi produktivitas hasil tangkapan, karena setiap jenis ikan memiliki kisaran suhu tertentu untuk kelangsungan hidupnya (Basuma, 2009).

Samudera mempunyai fungsi untuk menstabilkan suhu permukaan bumi. Ada beberapa referensi yang menjelaskan mengenai kemampuan samudera untuk mengatur pemanasan dan untuk mengatur distribusi uap air yang di kontrol oleh suhu permukaan laut. Penelitian khusus lainnya dilakukan oleh Nicholls (1981, 1984) dalam Awaluddin (2011), yang menunjukkan bahwa hubungan antara laut dan udara di Indonesia terkait dengan anomaly / keganjilan suhu permukaan laut dan hal itu mempunyai hubungan seasonal yang kuat dengan Samudra Pasifik. Penemuan terakhir menjelaskan bahwa anomaly / keganjilan suhu permukaan laut di Samudera India juga ada hubungannnya dengan hujan di Indonesia (Awaluddin, 2011).

(8)

C. Kisaran suhu permukaan laut pada bulan September yaitu antara 210C – 270 C dengan suhu permukaan laut dominan antara 240 C – 270 C. Kisaran suhu permukaan laut pada bulan Oktober adalah 200 C – 310 C dengan suhu dominan pada kisaran 240 C – 290 C. Ikan Cakalang banyak tertangkap pada kisaran suhu 250 C – 290 C. Daerah penangkapan Ikan Cakalang pada bulan Agustus sampai Oktober 2007 terdapat di Perairan Teluk Ciletuh, Ujung Karang Bentang, Cimaja, Teluk Cikepuh, Ujung Genteng dan Gedogan. Suhu permukaan laut tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan Ikan Cakalang di Perairan Teluk Pelabuhan Ratu.

2.2 Pacific Decadal Oscillation (PDO)

PDO adalah pola variabilitas iklim Pasifik yang fasenya bergeser pada setidaknya skala waktu 10 tahunan, biasanya sekitar 20 sampai 30 tahun. PDO terdeteksi sebagai hangat atau dinginnya air permukaan di Samudera Pasifik, sebelah utara 20 ° N. Selama “hangat”, atau “fase positif”, Pasifik barat menjadi dingin dan bagian dari laut timur menjadi lebih hangat; saat ”dingin” atau “fase negatif“, terjadi pola yang berlawanan. Mekanisme dengan pola yang berlangsung selama beberapa tahun belum diketahui; ahli memperkirakan bahwa lapisan tipis air hangat selama musim panas mendapatkan perisai yang lebih dalam daripada air dingin. Sebuah sinyal PDO telah direkonstruksi ke tahun 1661 melalui kronologi lingkaran pohon di wilayah California (Hidayat, 2012).

(9)

PDO adalah variasi suhu permukaan laut yang hanya terjadi dalam beberapa dekade, yang terjadi di daerah Pasifik Utara, hal ini didapat dari analisa SPL EOF, fase positif dari PDO ditandai dengan SPL (Suhu Permukaan Laut) bagian samudera Pasifik bagian timur laut terlihat lebih hangat. Dampak dari PDO sangat penting bagi dunia perikanan dan kelautan, serta iklim dunia. Pada daerah Barat Amerika Utara, fase positif dari PDO hampir menyerupai El Nino,meskipun tidak sekuat El Nino. Contoh kondisi alamnya misal terjadi musim kering yang lama pada bagian negara tertentu, sedangkan daerah barat laut curah hujan sangat tinggi (MacDonald M. Glen & Case A. Roslyn, 2005).

2.3 Data Anomali Penangkapan (Ano – Catch)

(10)

yang berbeda suhu tersebut, sehingga dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan pelagis (Ghazali Iqbal & Manan Abdul, 2012).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (2014), anomali merupakan penyimpangan nilai kuantitas suatu elemen meteorologi dalam suatu wilayah dari nilai rata – rata (normal) untuk periode waktu yang sama. Dalam dunia perikanan, perubahan terhadap kondisi hidrooseanografis akan mempengaruhi tingkah laku biota yang ada di laut.

2.4 Korelasi

Secara umum korelasi merupakan suatu analisis korelasional digunakan untuk melihat kuat lemahnya antara variable bebas dengan tergantung (Sarwono, 2006). Selain pengertian diatas analisis korelasi juga digunakan untuk mengetahui derajat korelasi antara kedua variabel, sehingga digunakan analisis korelasi product moment yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, analisis korelasi ini dapat pula dihitung dengan menggunakan program SPSS 14 for Windows.

Analisis korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat kuantitatif. Dasar pemikiran analisis korelasi adalah Bahwa adanya perubahan sebuah variabel disebabkan atau akan diikuti dengan perubahan variabel lain. Variabel dikatakan saling berkorelasi jika perubahan suatu variabel diikuti dengan perubahan variabel yang lain (Suliyanto, 2005).

(11)

BAB III

METODOLOGI

3.1 Alat Dan Bahan

Alat

Alat yang digunakan pada praktikum Oceanografi Perikanan adalah : - Laptop = sebagai perangkat keras untuk mengolah data - Charger = untuk mengisi baterai pada laptop

- Aplikasi Ms. Excel = sebagai perangkat lunak untuk mengolah data hasil tangkap perikanan tahun 1995 – 2004

Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum Oceanografi Perikanan adalah : - Data Catch, Water Temperature, dan Pasific Decadal Oscillation berfungsi

sebagai data yang akan diolah di program Microsoft Excel.

3.2 Skema Kerja

Mencari Rata – Rata Data Catch

1. Data catch disiapkan dari tahun 1995 – 2004 di Program Excel

(12)

3. Didapatkan hasil.

Mencari Rata – Rata Data Ano – Catch

1. Data ano – catch disiapkan dari tahun 1995 – 2004 di Program Excel

(13)

3. Didapatkan hasil.

Mencari Grafik Korelasi WT-Cath

1. Disiapkan data wt – ano dan catch – ano

(14)

3. Menampilkan grafik dalam bentuk secondary axis, klik pada grafik yang bewarna merah, klik kanan pilih format data series

4. Pilih secondary axis, klik close dan didapatkan hasil

(15)

akan muncul kotak Format Axis, pilih Fixed pada Axis Options Minimum ganti angka -1000.0 menjadi -3000.0 dan pada Maximum tidak usah dirubah, untuk skala kiri caranya sama diganti menjadi -3.0 dan 3.0 kemudian pilih close.

6. Mengganti series, ketik series klik kanan pilih Select Data,

(16)

7. Menampilkan data analysis, block semua data wt – ano dan catch – ano, klik menu data pilih Data Analysis

akan muncul kotak Data Analysis, pilih correlation, klik ok

(17)

setelah diklik ok, akan mendapat data analysisi sebagai berikut:

Column 1 Column 2

Column 1 1

Column 2 -0.02767 1

Menampilkan Grafik Korelasi PDO-Catch

Adapun langkah – langkah untuk menampilkan grafik korelasi pdo – catch sama dengan langkah – langkah untuk menampilkan grafik korelasi antara wt – catch.

Menampilkan Grafik Korelasi WT-PDO

(18)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Catch, Ano – Catch, WT – Catch, PDO – Catch, WT – Catch

Data Catch Mont

h 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 Avg.

J 318.57 483.5 356.9 207.9 946 1445.4 568.9 1042.2 154.4 1909.8 743.357

F 3901.4

6 8353.8 2182.4 5500.6 2267.7 7383.9 2033

3826.31

6 7227.4 5620.4 4548.6 4120.3 6579.8 2319 4492.46

J 7137.5 10280. 4

6200. 3

6334.

2 3228.9 2937.1 2162.5 2223 3086.8 1021.8 4461.25

A 3984.6 6407.4 2502. 4

1820.

2 1258.7 1871.3 2158.2 769.3 1623.7 832.9 2322.87 S 385.6 660.4 453.3 657 389.4 10.4 1162.9 1227.3 477.7 722.2 614.62 O 869.6 324.9 66.1 144.6 249 116.7 552 81.2 279.4 750.7 343.42

N 282.2 8.3 26.2 14.2 119.4 486.5 433.1 69.1 519.7 86.3 204.5

D 2095.3 134 156.3 2002 318.3 1521.4 395 701.1 27.5 8 735.89

Data Ano – Catch (Perwakilan Tahun 1995)

Year Month Tot. Catch Avg Ano – Catch 1995 J 318.57 743.357 -424.787

(19)

Year Month Tot. Catch Avg Ano – Catch

Data WT – Catch (Perwakilan Tahun 1995)

Year Month WT – Ano Catch – Ano

Data PDO – Catch (Perwakilan Tahun 1995)

Year Month PDO Catch – Ano

1995 J -0.49 -424.787

Data WT – PDO (Perwakilan Tahun 1995)

(20)

M -1.03306 0.75

(21)

-4

(22)

Berdasarkan pola grafik hubungan suhu dengan hasil tangkapan ikan di atas, terlihat tidak terdapat suatu pola yang jelas yang menunjukkan meningkat atau menurunnya hasil tangkapan jika suhu naik atau turun.

Menurut Limbong (2008), suhu permukaan laut dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengetahui keberadaan suatu spesies ikan pada suatu perairan. Setiap spesies ikan mempunyai toleransi nilai suhu tertentu yang disenangi untuk melangsungkan hidupnya sehingga mempengaruhi keberadaan dan penyebaran ikan di perairan.

Pasific Decadal Oscillation (PDO) – Catch

Berdasarkan pola grafik hubungan antara Pasific Decadal Oscillation (PDO) dengan Hasil Tangkapan Ikan, ketika nilai PDO cenderung meningkat akan mengakibatkan nilai Catch ikan menurun, sebaliknya ketika nilai PDO cenderung menurun akan mengakibatkan nilai Catch meningkat.

Menurut Dhewantara (2014), dalam pandangan seorang ilmuan yang bernama Dennis T. Avery tentang perubahan iIklim menjelaskan Pacific Decadal Oscillation (PDO) mengubah iklim bumi menjadi lebih dingin pada tahun 1940 hingga 1976 dan meningkatkan populasi ikan salmon di sungai Columbia. Kemudian, PDO mengubah iklim bumi menjadi lebih panas dan menyebabkan penyusutan salmon hingga sekitar tahun 1999.

WT – PDO

Berdasarkan pola grafik hubungan antara WT – PDO di atas, ketika nilai WT cenderung menurun akan menyebabkan nilai PDO meningkat, sebaliknya ketika nilai WT cenderung meningkat akan menyebabkan nilai PDO menurun. Jadi bisa ditarik kesimpulan jika suhu perairan dan hasil tangkapan mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan PDO.

(23)

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Sesuai dengan tujuan praktikum Oceanografi Perikanan di atas, maka dapat diambil kesimpulan :

1. Pengolahan data perikanan yang meliputi Catch, Water Temperature dan Pasific Decadal Oscillation (PDO) sangat penting untuk dilakukan, karena mempunyai hubungan atau korelasi dengan hasil tangkapan ikan di laut. 2. Suhu perairan tidak mempunyai hubungan yang jelas dengan hasil

tangkapan ikan.

3. PDO mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan hasil tangkapan ikan. 4. Suhu perairan mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan suhu

perairan.

5.2 Saran

Saran untuk praktikum Oseanografi Perikanan adalah agar waktu pelaksanaan praktikumnya tidak terlalu dekat dengan pekan sunyi, jumlah asisten praktikumnya ditambah, dan juga waktu pertemuan untuk melakukan praktikumnya juga ditingkatkan agar praktikan tidak bingung.

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Adisanjaya. 2009. Suhu Permukaan Laut Dan Hubungannya Dengan Hasil Tangkapan Madidhing (Thunnus Albacares) Di Perairan Selatan Sulawesi Tenggara. Makasar : Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan. Universitas Hasanudin. Hal 13.

Awaluddin, Muhammad Yusuf. 2011. Karakteristik Suhu Permukaan Laut Dan Hujan Di Indonesia. Staf Pengajar Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran.

Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika. 2014.

Http://www.Meteojuanda.Info/Index.Php?Option=Com_Content&View=Arti cle&Id=36&Itemid=34. Diakses Tanggal 8 Juni 2014.

Basuma, T. (2009). Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Tongkol Berdasarkan Pendekatan Suhu Permukaan Laut Dan Hasil Tangkapan Di Perairan Binuangeun, Banten. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Dhewantara. 2014.

Http://www.Academia.Edu/5094045/Pandangan_Skeptis_Terhadap_Peru bahan_Iklim. Diakses Pada Tanggal 8 Juni 2014.

Ghazali Iqbal & Manan Abdul. (2012). Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Di Selat Bali Berdasarkan Data Citra Satelit. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, Vol. 4 No. 1 : 87 – 92.

Hidayat, Rahmad. 2012. Pengertian Klimatologi Serta Pengaruh Terhadap Iklim Dan Cuaca. Fakultas Teknik Pertanian Universitas Muhammadyah Mataram.

(25)

Macdonald M. Glen & Case A. Roslyn. (2005). Variations In The Pacific Decadal Oscillation Over The Past Millennium. California, Usa : Department Of Geography, University Of California, Los Angeles.

Majiddin. 2009. Analisis Korelasi (Pengolahan Data Dengan Ms. Excel Dan Spss 13). Laboratorium Komputasi Jurusan Matematika Fmipa Universitas Haluoleo Kendari. [email protected]

Nathan J. Mantua And Steven R. Hare. 2009. The Pacific Decadal Oscillation. University Of Washington, Joint Institute For The Study Of The Atmosphere And Oceans Seattle, Wa 98195 – 4235 USA. International Pacific Halibut Commission, P.O. Box 95009, Seattle, Wa 98195 – 2009, USA.

Noviyanti, Rinda. 2011. Kondisi Perikanan Tangkap Di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Indonesia. Universitas Terbuka, Jakarta.

Sarwono. 2006.

Http://Elib.Unikom.Ac.Id/Download.Php?Id=90138. Diakses Pada Tanggal 8 Juni 2014.

Suliyanto, D. S. (2005). Analisis Korelasi. Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait