• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Pendukung Pengembangan Minat Ba

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Komponen Pendukung Pengembangan Minat Ba"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

฀ugas Essay

LI฀ERASI INFORMASI DI ERA INFORMASI Ditujukan untuk Memenuhi

Ujian Akhir Semester Mata Kuliah ฀eknik Penulisan Ilmiah

Oleh : Novita Anisatun 13040113130146

Kelas D

฀ROGRAM STUDI S1 ILMU ฀ER฀USTAKAAN

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS DI฀ONEGORO

SEMARANG

(2)

1. Literasi Informasi

Literasi informasi berasal

Literasi informasi (฀nformat฀on l฀teracy) dalam bahasa mudahnya dapat juga disebut dengan melek informasi merupakan kemampuan seseorang untuk medapatkan informasi, mengevaluasi isi informasi dan menggunakan informasi secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

฀erdapat beberapa definisi mengenai literasi informasi. Menurut ALA (Amer฀can L฀brary Assoc฀at฀on) (2000) “Informat฀on l฀teracy ฀s a set of ab฀l฀t฀es requ฀r฀ng ฀nd฀v฀duals to "recogn฀ze when ฀nformat฀on ฀s needed and have the ab฀l฀ty to locate, evaluate, and use effect฀vely the needed ฀nformat฀on".” Yaitu literasi informasi merupakan kemampuan untuk menentukan kapan informasi dibutuhkan, menemukan informasi, mengevaluasi dan menggunakan informasi secara etis dan legal.

Sedangkan menurut Standar Nasional Indonesia

literasi informasi yaitu kemampuan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan, termasuk di dalamnya kemampuan untuk memahami bagaimana perpustakaan dikelola, mengenali sumber-sumber perpustakaan yang diberikan (termasuk format informasi dan sarana penelusuran otomatis) dan pengetahuan tentang teknik penelusuran yang biasa digunakan. (SNI 7496:2009).

(3)

Literasi informasi sangatlah penting karena beberapa hal, yaitu :

a. Ledakan informasi yang menyebabkan suatu informasi menyebar dengan sangat cepat.

b. Informat฀on smog (kabut informasi) yang membuat informasi menjadi nampak kabur

c. Menaksir atau menentukan kredibilitas dari informasi-informasi yang ditemukan

d. Kebutuhan membuat keputusan dengan tepat

e. Kebutuhan memiliki pemikiran rasional, kritis dan beralasan untuk menghadapi derasnya arus informasi

f. L฀felong learn฀ng (belajar sepanjang hayat) untuk meningkatkan kualitas diri

Literasi informasi merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki setiap orang untuk mencapai l฀felong learn฀ng (pembelajar sepanjang hayat). Selain itu, literasi informasi juga sangat diperlukan dalam setiap aspek kehidupan manusia untuk menambah kompetensi dengan mengenali, mengevaluasi dan menggunakan informasi.

Menurut Chan Yuen Chin (2003) :

a. Literasi informasi sangat penting untuk kesuksesan belajar seumur hidup. b. Literasi informasi merupakan kompetensi utama dalam era informasi. c. Literasi informasi memberi kontribusi pada perkembangan pengajaran dan

pembelajaran.

d. Literasi informasi merupakan salah satu keahlian yang paling penting bagi orang yang berpendidikan di abad ke-21

(4)

Sehingga dilihat dari pandangan Chan Yuen Chin tersebut dapat dikatakan bahwa literasi informasi sangatlah dibutuhkan di era perkembangan informasi, pengajaran, pembelajaran untuk menyukseskan belajar sepanjang hayat.

2. Era Informasi

Era informasi merupakan era yang setiap waktu adalah informasi atau informasi menjadi kebutuhan sehari-hari. Di era ini masyarakat pengguna informasi tidak akan sanggup kehilangan setiap detiknya yang berisi informasi. Setiap elemen masyarakat pun dapat berkontribusi untuk berbagi informasi dengan menyebarluaskan informasi yang dimilikinya.

Di era ini informasi menjadi kebutuhan sehari-hari setiap kalangan yang juga berlomba-lomba untuk tidak hanya menjadi objek (penerima) tetapi juga sebagai subjek (pemberi informasi). Dari berbagai lapisan masyarakat dan berbagai kalangan, dapat saling membagikan informasi dari lingkup kecil/sederhana sampai lingkup yang besar/luas dan dengan tujuan yang berbeda-beda.

Semakin banyak informasi yang dibuat dan dipublikasikan, akan semakin banyak pula koleksi-koleksi yang ada dari kumpulan publikasi-publikasi tersebut. Banyaknya informasi yang ada dapat memberikan keleluasaan bagi pencari informasi untuk memilih informasi yang diinginkan. Namun setiap informasi yang diinginkan dan dipilih belum tentu sesuai tingkat relevansi atau kredibilitasnya.

(5)

Para pelajar yang memiliki banyak keterkaitan dengan penggunaan informasi perlu memiliki kemampuan literasi informasi yang baik.. Untuk membantu pelajar dalam mendapatkan dan menentukan informasi yang sesuai, relevan atau kredibel diperlukan pengajaran mengenai hal tersebut di era informasi dan gadget saat ini.

3. Literasi Informasi di Kalangan ฀elajar

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta membludaknya informasi yang dapat diakses melalui internet tidak seterusnya membawa dampak positif atau memberikan kemudahan bagi pengguna informasi tersebut termasuk pelajar. Dengan membludaknya informasi yang dapat diakses melalui internet terkadang dapat menimbulkan kebingungan para penggunanya. Misalnya dalam menentukan informasi mana yang dapat dipercaya, yang memuat kebenaran, sumber yang dapat dikutip dan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pelajar saat ini sebagai bagian dari agen perubahan dan penerus peradaban dituntut untuk dapat mengakses, mengevaluasi, menggunakan, menyebarluaskan dan mengembangkan literasi informasi. Namun di kalangan pelajar sendiri belum tentu semuanya mengetahui bahkan memahami tentang literasi informasi itu sendiri. Maka dari itu perlu adanya pengajaran tentang literasi informasi di kalangan pelajar.

฀eresa Y, Neely (2006 : 1) menyebutkan bahwa

pustakawan di Maryland menyimpulkan bahwa agar siswa di semua tingkatan dapat berhasil secara akademis, mereka harus dapat mengakses, mengambil, mengevaluasi, mengelola, dan menggunakan informasi secara efektif dan efisien dari berbagai sumber cetak maupun non cetak. Sumber informasi mengalikan secara eksponensial, dan menjadi lebih beragam, lebih kompleks, dan lebih interdisipliner. Siswa yang ingin berhasil harus melek informasi, mahir teknologi, untuk menyelesaikan kursus dasar dan persyaratan.

(6)

literasi informasi sangat penting agar pelajar tersebut dapat lebih kritis dalam menentukan, memperoleh, menggunakan dan menyebarluaskan informasi sesuai aturan yang ada. Selain itu khususnya bagi mahasiswa juga harus melek informasi, menjadi konsumen informasi yang efektif, mampu mendapatkan informasi secara tepat untuk segala kebutuhan baik pribadi maupun profesi.

Agar kebutuhan-kebutuhan berkaitan dengan literasi informasi dapat berjalan dengan baik, perlu adanya peran dari guru maupun dosen dan pustakawan dalam mewujudkan pelajar yang l฀terate atau melek akan informasi. Guru maupun dosen dan pustakawan dituntut untuk dapat berkolaborasi dan saling mendukung sehingga dapat mewujudkan tujuan dari literasi yaitu menjadi pembelajar sepanjang hayat.

4. Kemampuan Mengajar Literasi Informasi

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan para pelajar adalah dengan menyisipkan materi tentang literasi dalam mata pelajaran atau mata kuliah. Misalnya dengan ceramah, diskusi dan pemberian tugas kepada siswa atau mahasiswa. Selain hal itu pemberian pelajaran mengenai literasi informasi dapat dilakukan di lingkungan perpustakaan dengan menawarkan petunjuk atau menawarkan bantuan yang dilakukan oleh pustakawan.

Untuk mengajarkan dan mendukung pengembangan literasi informasi di kalangan pelajar, perlu adanya kerjasama antara guru dan pustakawan. Dalam hal ini guru maupun pustakawan mempunyai peran masing-masing namun tetap saling berkaitan.

(7)

siswa atau mahasiswanya berdiskusi, dan juga dengan memberikan tugas kepada siswa atau mahasiswa. ฀ugas yang diberikan ialah tugas yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, ditujukan sebagai praktik atau penerapan dari materi yang telah disampaikan.

Pustakawan juga memiliki peran penting dalam pengajaran litersi informasi. Yang dapat dilakukan oleh pustakawan sebagai pusat informasi antara lain menyediakan informasi, membantu pemustaka (dalam hal ini pelajar) untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, mendampingi pemustaka mendapatkan, mengevaluasi dan menyebarkan informasi serta dapat bekerjasama dengan pemustaka dalam mengadakan penelitian.

Direkomendasikan dalam pembelajaran literasi informasi baik oleh guru/dosen maupun pustakawan agar menuntut para siswa/mahasiswa untuk terlibat aktif. Keaktifan yang dimaksud yaitu dalam menentukan pertanyaan, kreatif untuk menemukan jawaban, dan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan hasil.

Dari pembelajaran mengenai literasi informasi baik oleh guru/dosen dan pustakawan diharapkan siswa dapat :

a. mengetahui bagaimana informasi diproduksi, diorganisir dan disebarluaskan

b. mengetahui peraturan yang berkaitan dengan cara pengaksesan informasi c. mengidentifikasi nilai dan sumber informasi potensial dalam berbagai

format (misalnya buku, multimedia, database, website, kumpulan data, audio maupun visual)

(8)

e. mampu membedakan antara sumber-sumber primer dan sekunder dan dapat mempertimbangkan bagaimana penggunaan berdasarkan masing-masing disiplin

Referensi

Dokumen terkait