Kepatuhan dan Indikator Tata Kelola Perusahaan di Malaysia
Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta
mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.
Kebutuhan atas kepastian pemenuhan syariah ini mendorong munculnya fungsi audit baru, yaitu audit syariah. Dalam hal ini, auditor syariah memegang peran penting untuk memastikan akuntabilitas laporan keuangan dan pemenuhan aspek syariah.
Audit syariah menurut Bank Negeri Malaysia (BNM) adalah penilaian independen secara periodik dan penjaminan yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan menambahkan derajat kesesuaian pada operasi lembaga keuangan islam ( Islamic Financial Institutions ), dengan tujuan memastikan sistem kontrol internal yang ada sesuai dengan asas syariah.
Audit Syariah dilakukan oleh departemen independen yang menjadi bagian dari audit internal dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi pada suatu institusi dan melihat kesesuaiannya dengan aturan syariah, fatwa, dan ketentuan lainnya yang diterbitkan oleh lembaga keuangan syariah dan Dewan Pengawas Syariah (DPS).
Pentingnya Audit Syariah eksternal yang akan dilakukan untuk memeriksa kesehatan dari internal sistem kontrol di Islamic Financial Institutions (IFI).
pengendalian internal dirancang dan disesuaikan dalam dua Lembaga Keuangan Islam ( Islamic Financial Institutions ), yaitu Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) and Bahrain Islamic Bank (BIB). Kedua bank diukur dengan menggunakan standar AAOIFI dan BNM dalam hal kepatuhan syariah.
Peneliti Shahul dan Mulyany (2007) menggunakan BIMB dan BIB untuk mengukur Islamicity index dalam penelitian mereka. Dari dua bank tersebut, yang diperlukan informasi untuk penelitian akan diekstraksi menggunakan metode eksplorasi. ada 3 indikator utama disorot untuk menghitung Islamicity index untuk bank Islam, yaitu
syariat Indikator kepatuhan, indikator tata kelola perusahaan dan indikator tanggung jawab sosial.
Penelitian yang dilakukan oleh Zurina Shafii dan Supiah Salleh (2010). Berdasarkan daftar Pengendalian Internal, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut. Syariat Kepatuhan BIMB 92,5% dan BIB 51,8%. Komponen Pengendalian Internal BIMB 100% dan BIB 100%. Secara keseluruhan Skor BIMB 97,6% dan BIB 69,8%.
Berdasarkan skor di atas, dalam hal pengungkapan dalam laporan tahunan untuk tahun 2009, BIMB mencetak gol di 97,6% dibandingkan dengan BIB yang hanya di 69,8%. Ini mungkin karena ada unsur-unsur tertentu yang dibutuhkan dalam standar tetapi tidak dilaporkan dalam laporan tahunan BIB. Namun, tidak berarti bahwa BIB gagal mematuhi standar. BIB mungkin telah memenuhi di tingkat organisasi tetapi tidak melaporkannya di laporan tahunan.
Penulis: Nurhalima
Pengurus KPMKT Cabang Jakarta Periode 2016 - 2018