PRAKTIKUM PERILAKU ORGANISASI
MENGUKUR KEPUASAN KERJA KARYAWAN DILIHAT
DARI BERBAGAI KARAKTERISTIK INDIVIDU
KELOMPOK I
Deni puji tri s 201510150311382
Yogi sandi arega 201510160311363
Erdian akbar 201510160311377
Evan abadi 201510160311386
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
BAB I
dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi,dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi.Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang sumber duaya manusia dan psikologi industri.Organisasi dalam pandangan beberapa pakar seolah-olah menjadi suatu “binatang” yang berwujud banyak, namun tetap memiliki kesamaan konseptual. Atau dengan kata lain, rumusan mengenai organisasi sangat tergantung kepada konteks dan perspektif tertentu dari seseorang yang merumuskan tersebut.
Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bagi masyarakat pada era industrialisasi sekarang ini, pekerjaan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat penting. Bagi masyarakat modern bekerja merupakan suatu tuntutan yang mendasar, baik dalam rangka memperoleh imbalan berupa uang atau jasa, ataupun dalam rangka mengembangkan dirinya.
A. Rumusan Masalah
Bagaimanakah sifat individual atau kolektivis karyawan yang berkerja di rumah makan nelongso ?
B. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui sifat-sifat individual karyawan, sehingga dapat mengukur kinerja karyawan
C. Lokasi dan Waktu
Sejarah Ayam Goreng Nelongso
Ayam Goreng Nelongso berdiri sejak bulan Februari 2013, dengan menyewa sepetak pujasera di Jl.Sukarno Hatta Malang yang berukuran 2x3 meter,dan ayam goreng nelongso didirikan oleh mas nanang dan istrinya untuk mencukupi penghasilan keluarga, dan memutuskan membuka warungnya 24 jam penuh dengan pertimbangan ingin memonopoli pasar karna dirasa saat itu belum ada rumah makan yang buka penuh 24 jam dan saat itu hanya orang berjualan kopi yang mau buka sampai pagi. Dan juga dengan pertimbangan melihat lingkungan sekitar untuk jam malam masih ramai anak muda-muda nongkrong atau ngopi di pinggir jalan.
Pada awalnya mas nanang dan istrinya berjualan aneka lalapan di daerah karang ploso. Karna berada desa kecil, maka kurang laku akhirnya pindah di pujasera sukarno hatta dengan berjualan aneka olahan bebek. Karna harga kulakan bebek yang mahal, sehingga harga jualnya pun mahal sehingga kurang terjangkau dengan kantong konsumen yg notabene adalah mahasiswa karna lokasi warung ada di sekitar dekat kampus maka mas nanang dan istrinya memutuskan menambah olahan produknya dengan berjualan ayam. Dan untuk menarik perhatian konsumen, karna saat itu banyak sekali competitor yang berjualan ayam goreng maka mas nanang menamakan produknya dengan nama ayam goreng nelongso dengan pertimbangan namanya unik dan mudah di ingat dan harga 1 porsi di bandrol Rp 5.000 dengan komposisi setiap menunya (ayam+sayap+ceker) karna menu ini merupakan identitas/ciri khas ayam goreng nelongso maka menu dan harga bertahan sampai sekarang dengan porsi terbatas karna hanya untuk menarik perhatian konsumen.
Pada saat itu dengan pertimbangan agar produknya cepat laku dan dikenal oleh konsumen maka mas nanang melakukan penjualan dengan delivery order, yang saat itu banyak rumah makan yang belum melakukan penjualan dengan cara delivery order dengan menyebar brosur ke kos/perumahan/kampus dan apartemen sekitar warung dan kampus. karena istrinya seorang pegawai maka mas nanang saat pagi memasak berbelanja dan
A.
Melakukan Tabulasi Hasil Jawaban Responden
Berikut salah satu daftar pertanyaan sifat individual atau kolektivitas karyawan :
IDENTITAS RESPONDEN
Usia :
Jenis Kelamin :
Pendidikan Terakhir : Status Pernikahan :
Masa Kerja :
Unit/Bagian/Departemen :
KETERANGAN STS Sangat Tidak Setuju TS Tidak Setuju
R Ragu – ragu
S Setuju
B. Melakukan Analisis data
Kriteria Penilaian (dengan 5 item jawaban dan n = 30) Skor Kategori Kepuasan Kerja
30 – 53 Sangat Tidak Terpenuhi 54 – 77 Tidak terpenuhi
78 – 101 Cukup 102 – 125 terpenuhi
126 – 150 Sangat terpenuhi
Berikut adalah hasil analisis data
Dilihat dari hasil penilaian di atas maka kami dapat menyimpulkan bahwa 1. Mengukur sifat bersaing adalah : Cukup
2. Mengukur prefensi bekerja sendirian : Tidak Terpenuhi 3. Mengukur rasa memenangkan kelompok : Cukup
4. Mengukur rasa memenangkan individu : Tidak Terpenuhi 5. Mengukur kemandirian : Terpenuhi
a) Hasil perhitungan kuantitatif
Analisis kuantitatif dalam penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data dan menyatakan variabel-variabel yang menggambarkan persepsi para karyawan terhadap motivasi serta produktivitas dalam kategori-kategori yang ada pada akhirnya akan menjadi total skor dari pengisian kuesioner oleh responden. Pengisian kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert yang terdiri atas :
Maka hasil kepuasan kerja karyawan dari jawaban responden yang sudah jumlahkandengan ketentuan pemberian pengukuran yaitu :
1. Sangat Tidak Setuju skor 1 2. Tidak Setuju skor 2
3. Ragu-ragu skor 3 4. Setuju skor 4
5. Sangat Setuju skor 5
Sedangkan untuk pertanyaan nomer 5,6,8,9 pemberian skor dibalik. Sehingga jumlah dari jawaban responden yaitu 2434
b) Pembahasan kualitatif 1. Deskripsi Data
Survei ini menguraikan mengenai pengaruh sifat individual atau kolektivis terhadap kinerja karyawan restauran Ayam goreng nelongso. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaruh sifat individual atau kolektivis eksternal/internal dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada restauran Ayam goreng nelongso. Dalam survei ini, diambil sebanyak 30 karyawan sebagai sampel survei. Karakteristik responden yaitu menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel survei yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan dengan deskripsi karaktersitik responden adalah memberikan gambaran yang menjadi sampel dalam survei ini. Dalam sampel, karakteristik responden dikelompokkan menurut umur, jenis kelamin dan unit kerja. Oleh karena itulah uraian mengenai karakteristik responden dapat diuraikan sebagai berikut:
o Karakteristik responden berdasarkan umur
Adapun karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat melalui tabel: KETERANGAN 30 - 53 Sangat Tidak Terpenuhi 54 - 77 Tidak Terpenuhi
78 - 101 Cukup 102 - 125 Terpenuhi
Usia Tanggapan Responden berdasarkan umur, maka jumlah responden terbesar adalah responden yang berumur 21 tahun yakni sebesar 30 %. Sehingga dapat dikatakan bahwa rata-rata karyawan Café De Duren berumur 21 tahun.
o Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden menurut jenis kelamin dapat disajikan melalui tabel
Kuesioner berdasarkan hasil olahan data mengenai karakteristik responden yang berdasarkan jenis kelamin pada tabel di atas, maka jumlah responden terbesar adalah responden pria yakni sebesar 60%. Sehingga dapat dikatakan bahwa rata-rata karyawan Café Deduren adalah pria.
o Jumlah Responden Berdasarkan Unit Kerja
Jumlah responden berdasarkan unit kerja dapat disajikan dari tabel dibawah ini: Unit Kerja Jumlah Responden
D. Kesimpulan dan Saran
KesimpulanSIfat individual atau kolektivis karyawan di restauran ayam goreng nelongso sangat beragam ada yang senang bekerja sendiri dan ada pula yang senang bekerja kelompok, kami dapat menyimpulkan beberapa orang yang senang bekerja sendiri itu adalah karyawan yang bekerja si bagian kasir, mungkin jika di bagian kasir lebih mudah di kerjaka sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Sedangkan yang senang bekerja dengan kelompok adalah karyawan yang bekerja di bagian pelayan karna lebih cepat dan harus bekerja tim. Oleh sebab itu ada bermacam macam sifat karyawan di restaurant nelongso.
Saran – saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis memberikan beberapa saran yang kiranya dapat berguna bagi perusahaan antara lain :
1. Karyawan seharusanya bekerja tim karna dengan bekerja tim apapun sangatlah mudah di selesaikan
2. Bagi karyawan yang mementingkan diri sendiri dibandingkan tim harusnya dilakukan pendekatan oleh spv atau kapten agar pola pikri nya dapat berubah kalau bekerja tim jauh sangat lebih efektif di bandingkan bekerja sendirian