LAPORAN PRAKTIKUM PENGEMASAN “FLUTE KEMASAN KARDUS”
OLEH :
NAMA : LURINSE M SARAGIH NIM : J1A214028
JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Pengemasan merupakan suatu usaha yang bertujuan untuk melindungi bahan pangan dari penyebab-penyebab kerusakan baik fsikk kimiak biologisk maupun mekanis k sehingga dapat sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik dan menarik. Bahan kemasan yang digunakan bervariasi dari kertask plastikk gelask logamk fberk hingga bahan-bahan yang di laminasi. Bentuk dan teknologi kemasan juga bervariasi dari kemasan botolk kalengk tetraptakk corrugated boxk kemasan vakumk kemasan aseptikk kaleng bertekanank kemasan tabung hingga kemasan aktif dan pintar ( active and intelligent packaging) yang dapat menyesuaikan kondisi lingkungan di dalam kemasan dengan kebutuhan produk yang dikemas. Fungsi paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi produk dari kerusakan-kerusakank sehingga lebih mudah disimpank diangkut dan dipasarkan. Kemasan dapat diklasifkasikan berdasarkan beberapa carak antara lain (Syarief, R. et al 1989):
1. frekwensi pemakaian yaitu kemasan disposablek kemasan multitripk dan kemasan semi disposable
2. struktur system kemas yaitu kemasan primerk kemasan sekunderk kemasan tersier dan kuartener
3. sifat kekakuan bahan kemasan yaitu kemasan feksibelk kemasan kakuk dan kemasan semi feksibel
4. sifat perlindungan terhadap lingkungan yaitu kemasan hermetisk kemasan tahan cahayak kemasan tahan suhu tinggi
5. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai yaitu wadah siap pakai dan wadah siap dirakit atau wadah lipatan.
kertas kardus packaging dalam 1000 tahun, seorang arsitek menemukan bahwa lengkungan dengan kurva yang tepat adalah cara terbaik dan terkuat untuk menjangkau pondasi pada suatu ruangan. Ketika corrugated box mulai diproduksi , hal ini menggunakan prinsip yang sama seperti yang digunakan pada kertas biasa (Rochlan,F. 1990)
Lengkungan ini, yang umumnya disebut sebagai "Flute", ditempel pada lapisan luar (linerboard) dengan perekat berbasis semacam glukosa yang tahqan terhadap lenturan , benturan , dan tekanan dari segala arah.
Flute dideskripsikan sebagai strukture bahan kardus yang berbentuk gelombang yang membentuk banyak gelombang gelombang di kertas kardus. Flute terdiri dari beberapa ukuran , diketahui sebagai profile flute. terdiri dari flute A (flute terbesar) sampai flute F yaitu flute terkecil (Rochlan,F. 1990)
1.2 Sejarah karton box/kardus
Asal mula karton box dimulai pada tahun 1874, ketika ada orang Amerika yang mampu menambahkan kertas liner pada karton bergelombang yang pada akhirnya dikenal sebagai Single Face. Penemuan ini kemudian dipatenkan oleh orang Amerika tersebut yang bernama Oliver Long. Di tahun yang sama, G. Smith berhasil membuat temuan Oliver Long menjadi lebih sempurna dengan menambahkan adanya 2 lapisan liner di permukaan atas dan bawah dari kertas bergelombang yang diberi nama corrugated board atau karton bergelombang (Syarief, R. et al 1989).
tanggal 10 April, Robert Gair mengajukan patent. Dalam patent tersebut dijelaskan mengenai pisau potong serta creasing rule. Terdapat juga sketsa mengenai karton dalam proses potong serta creasing sehingga karton dapat dibentuk dan ditekuk untuk membentuk satu kotak(Syarief, R. et al 1989)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian karton box / kardus jenis dan fungsinya
Karton box atau yang lebih dikenal dengan istilah kardus di tengah masyarakat memang sangat dibutuhkan. Salah satu fungsi utamanya tentu untuk mengepak atau mengemas barang/material sebelum dikirimkan ataupun dipasarkan. Di samping itu, dus seperti ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan beberapa barang bekas yang tidak terpakai lagi. Anda juga bisa memanfaatkannya ketika ingin mengepak barang sebelum pindah ke rumah baru. Hal ini tentunya untuk memudahkan kita membereskannya ketika berada di rumah baru (Raharjo & Ariawan. 2003).
Sayangnya, tak semua kualitas karton box itu tahan untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya, ada saja dus yang mudah rusak ketika tertindih ataupun jatuh dari suatu tempat. Tak hanya itu, dus juga rentan terhadap air, sehingga Anda perlu menjauhkannya dari air yang menggenang. Bahannya yang terbuat dari karton, tentu sangat mudah rusak ketika ditaruh di sembarang tempat. Layaknya kertas, dus memang memiliki sisi yang lebih tebal ketimbang kertas (Raharjo & Ariawan. 2003).
Kotak Karton Gelombang, untuk selanjutnya akan disingkat dengan KKG, adalah suatu kemasan yang modern. KKG untuk banyak hal dapat menggantikan peti kayu. Kelebihan KKG terhadap peti kayu antara lain (Remawa,2014):
a. KKG kosong memerlukan ruang penyimpanan yang jauh lebih sedikit.
b. KKG kosong dapat disimpan relatif lebih lama (jarang membawa kutu/jamur, jadi tidak mudah dimakan kutu/tumbuh jamur; tidak berubah ukuran).
c. Ukurannya dapat lebih konsisten. d. Toleransi ukuran dapat lebih ketat.
e. Dapat dicetak dengan hasil yang lebih bagus.
f. Dapat dilapisi dengan warna putih, sehingga hasil cetakannya dapat lebih bagus lagi. g. Efisiensi pemakaian bahan lebih baik.
h. Bahan-bahan sisa mudah untuk didaur ulang.
i. Konstruksi Lembaran Karton Gelombang Lembaran Karton Gelombang, yang selanjutnya disingkat dengan LKG, adalah bahan untuk pembuatan KKG.
1. Kraft liner Adalah kertas kasar yang berwarna coklat kuning ke-abu-abuan, hasil proses
pembuatan kertas dengan bahan baku batang kayu dari jenis pohon berdaun jarum. Kayu dari jenis pohon ini yang paling sesuai untuk bahan pembuatan kertas karena mempunyai serat-serat selulosa yang relatip panjang-panjang. Kraft liner semula masih di impor dari negara-negara Skandinavia, benua Amerika Utara, dan lain-lain negeri yang mempunyai hutan yang luas dari pohonpohonan yang berdaun jarum. Namun saat ini kraft liner telah diproduksi di Indonesia secara mantab kwalitasnya dan harganya juga bersaing dengan kraft liner import. Bahkan telah beberapa lama para produsen kraft liner memohon kepada pemerintah untuk ditetapkan SII-nya, untuk dapat menjamin kualitasnya. Dan sekarang untuk kraft liner produksi Dalam Negeri telah ada SII-nya. Ukuran kraft liner ditentukan berdasar berat per satuan luas, yang disebut substance biasanya dipakai satuan gsm – gram per square, misal : 125, 150, 200, 250, dsb.
harus tidak mudah patah, ialah sifat yang penting pada saat pembuatannya, yaitu pada saat dibuat bentuk gelombang. Substance medium hanya ada beberapa saja, dan yang paling umum adalah ukuran 125 gsm.
3. Fluting Bentuk medium yang bergelombang tersebut istilahnya adalah fluting. Konstruksi fluting yang penting-penting diantaranya ialah : Flute A Flute B Flute C Jml flute per m 104 – 125 150 – 184 120 – 145 mm.
Kalau melihat ukuran masing-masing fluting, terasa ada keganjalan, yaitu ukuran flute C berada di antara flute A dan flute B. Memang benar, sebab mula-mula yang diketemukan atau ditentukan adalah flute A dan B, baru kemudian didapati bahwa beda kekuatan dan pemakaian medium antara flute A dan B terlalu besar, kurang ekonomis, maka diciptakan fluting kompromi yang ternyata pemakaiannya cukup banyak, bahkan lebih banyak, dan lebih lanjut bahkan dapat menggantikan sebagian besar flute A dan B (Harbian, 2007).
Umumnya flute yang lebih besar lebih kuat perlindungannya dan kuat terhadap tekanan, sedangkan flute yang lebih kecil lebih mudah di cetak, dilipat, serta tidak mudah retak. Flute profile dapat di gabung gabungkan , misalnya CE double wall lebih awet dan tahan lama karena C flute mempunyai kekuatan sedangkan E flute memberikan permukaan cetak yang halus.C flute merupakan flute yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, hampir 80% dari total kertas karton box di dunia menggunakan C-flute, akan tetapi secara kualitas cetak E flute masih lebih bagus dibandingkan C flutes, di indonesia F flutes masih belum ada.Sebuah lembar corrugated dapat dibuat dengan ketebalan yang berbeda beda untuk memanipulasi kemudahan dalan pencetakan, kekuatan tekanan dan kekuatan perlindungan (Harbian. 2007)
B-flute = 49 flutes/linear foot F-flute = 128 flutes/linear foot C-flute = 41 flutes/linear foot
- fluting : A/B - substance : 150/125/125/125/200. Penulisan spesifikasi tersebut di atas ada yang dimaksud dengan urutan dari dalam keluar, tetapi ada juga yang sebaliknya, yaitu urutan dari luar ke dalam. Maka untuk menghindarkan kesalah pahaman dengan pihak konverter, sebaiknya dijelaskan maksud arah penulisannya, dari dalam keluar atau dari luar kedalam, baik untuk order dari pemesan ataupun penawaran dari konverternya
Namun sebenarnya sebagian besar dari kekuatan-kekuatan tersebut lebih penting bagi konverternya daripada bagi pemesannya. Pemesannya lebih berkepentingan memberikan spesifikasinya pada KKG-nya, yaitu barang yang dia pakai, meskpun beberapa kekutan tersebut di atas juga berlaku bagi KKG. Namun pemesan/pemakai KKG-pun ada baiknya mengetahui dasar-dasar pengertian kekuatan LKG. Yang penting adalah :
a. Kekuatan fluting Flute A :
- lebih dapat menahan daya kejut dari samping, maka akan cocok untuk barang-barang yang agak rapuh (brittle).
- namun daya tahan tekanan statis dari smaping kurang kuat, itulah salah satu hasil cetakan kurang baik, lebih-lebih bila substance dari kraft linernya yang rendah/tipis. Juga flutingnya agak rusak pada waktu kena pelat cetakan, maka dianjurkan gambar cetakan maksimal sampai 2,5 cm dari pinggir KKG-nya.
- daya tahan beban statis dari ataspun kurang dari flute B. Flute B :
- lebih kaku/keras, jadi kurang dapat menyerap daya kejut dari samping, tetapi daya tahan terhadap gaya statis dari samping dan dari atas lebih baik dari flute A. Cocok untuk barang-barang yang mudah berubah bentuk karena tekanan statis, tetapi tidak rapuh.
Flute C : kekuatan dan kemampuannya memang berada di antara flute A dan flute B, itulah sebabnya flute C sekarang lebih banyak dipakai daripada kedua jenis fluting yang lainnya. Untuk kekuatan yang lebih besar dapat memakai konstruksi dengan double wall, triple wall, dst. Substance Biarpun kelihatannya hanya tipis saja, pengaruh ukuran substance pada kekuatan LKG sangat besar (sudah tentu juga tergantung dari kualitas kraftnya sendiri, yaitu tergantung dari kwalitas pembuat kraftnya). Konstruksi ini kecuali kokoh dan cukup rapat, tetapi yang terutama hemat bahan dan mudah pembuatannya. Penutupan flapnya ada dua macam, tergantung dari ukuran produk di dalamnya.
Bila produk di dalamnya merupakan kemasan individu yang kecil-kecil, maka sebaiknya flaps yang panjang yang ditutupkan lebih dahulu, jika flaps yang panjang berada disebelah dalam, dengan cara ini ruang dalam dari KKG menjadi rata, produk di dalamnya tidak kocak yang dapat menjadi penyebab kerusakan, atau paling tidak terjadi luka goresan karena produk-produk saling bergeseran pada saat transport. Kalau unit kemasan produk didalamnya besar, maka biasanya lebih disukai yang flap panjangnya diluar, karena dari luar kelihatan lebih rapi, dan mudah untuk dipasangi self addhesive tape, bagi mereka yang memakainya. Kekuatan Kotak Karton Gelombang Memang tujuan utama pemakaian KKG ialah untuk melindungi produk di dalamnya (yang telah dikemas dengan kemasan inti dan kemasan jualnya) dari unsur perusak selama distribusi. Unsur perusak selama distribusi ini terutama ialah perubahan keadaan alam, air/lembab dan gaya-gaya mekanis. Seperti yang telah diuraikan di depan, terhadap perubahan keadaan alam, kemasan tidak dapat berbuat banyak (Syarief, R. et al 1989).
Terdapat unsur perusak air/lembab, justru itu kelemahan dari KKG. Kekuatan KKG akan turun secara drastis dalam udara dengan kelembaban tinggi, apalagi bila terguyur oleh air. Lem yang dipergunakan untuk merekatkan gelombang dari medium ke kraft linernya, harus dari jenis yang mempunyai kualitas yang baik, tidak mudah lepas bila terkena lembab. Lem dari tapioka dengan beberapa bahan tambahan untuk memperbaiki mutunya adalah jenis lem yang sering dipakai dan dapat diterima. Maka kemampuan perlindungan yang paling dapat diharapkan ialah perlindungan terhadap gaya-gaya mekanis selama transportasi (Syarief, R. et al 1989).
2.3. Flutes
beberapa manufakturer memproduksi flute khusus yaitu N/ G, G2, K Namun karena jarangnya konsumen/pembeli pada flute jenis ini menjadikan flute jenis ini langka (Harbian. 2007).
2.3.1 TIPE FLUTE
Bahan karton box semacam ini memiliki susunan tujuh lapis yaitu empat lapisan datar yang diselingi dengan lapisan bergelombang dengan satu lapisan bergelombang pada bagian tengah yang memiliki ketebalan paling tebal diantara yang lain. Total tebal dari lapisan double wall adalah 7 mm. Karton jenis ini banyak dipakai dalam pengemasan barang-barang yang dikirim untuk kawasan lokal maupun keluar negeri karena bahannya yang lebih tebal dan kuat. Bahan karton box jenis triple wall memiliki sepuluh lapisan yang terdiri dari lapisan datar dan bergelombang dengan ketebalan total 10 mm. Bahan ini paling kuat diantara kedua bahan karton box yang lain sehingga banyak digunakan sebagai alat pengemas dari barang-barang ekspor yang dikirim ke luar negri (Harbian. 2007).
2.4 Istilah dalam karton box/kardus:
1. Creasing
Karton Box Creasing
nantinya akan membantu proses melipat. Kedalaman untuk setiap creasing ini berbeda-beda, biasanya berkisar ½ dari ketebalan sheet dus sendiri. Ada pula yang hanya sekitar ¼ bahkan ¾ dari ketebalan sheet yang akan dilipat. Type creasing sendiri ada 3 macam, yaitu point flat, point to point serta three point. Jenis creasing karton box apa yang cocok digunakan tentu tergantung pada model cetakan serta jumlah dindingnya, apakah single wall atau double wall ( Ariawan, D. 2006).
2.Slot
Slotter Single Wall Box
Slot atau slotter adalah lubangan/garis yang memotong dan memisahkan antara tutup kardus(flap)
3.Flap
4 Flap karton box
2. 5 Jenis dan Bentuk Box/kardus
Box yang digunakan sebagai pembungkus dan berbagai keperluan lainnya yang menyangkut pengemasan, memiliki jenis dan bentuk yang berbeda-beda. Jenis dan bentuk dari box ini disesuaikan dengan keperluan. Berikut adalah pengenalan berbagai macam jenis dan bentuk box.
2.5.1 Layer (Full & Half)
Box dengan tipe layer memiliki ciri khusus dibandingkan dengan box dalam tipe standard yaitu adanya lapisan karton yang berperan sebagai sekat atau pemisah serta dapat juga menjadi pelindung bagi barang yang disimpan di dalam box tersebut, sehingga ketika orang membuka tutup dari box dengan benda tajam, barang yang ada dalam box tidak akan rusak. Box dengan layer biasa dipergunakan untuk pengemasan dan pengiriman barang-barang kecil yang membutuhkan sekat sehingga box tersebut dapat memuat barang tersebut dalam jumlah banyak misalnya seperti air minum dalam kemasan, makanan, camilan dan barang-barang sejenisnya.
Box tipe layer creasing dibuat dalam bentuk lembaran dari karton. Box semacam ini dibuat untuk dipergunakan dalam sekat yang digunakan untuk membentuk lipatan atau sering digunakan sebagai box untuk kain. Box semacam ini sering dipakai untuk barang dagangan seperti sprei atau bed cover (Remawa,2014).
2.6 Jenis bahan karton box/kardus
Jenis bahan yang dipergunakan dalam karton box memiliki jenis yang beragam. Pengetahuan mengenai jenis dari bahan karton box penting untuk menentukan jenis karton yang akan dipesan dengan keperluan dan budget anggaran untuk memesan karton box tersebut. Penyesuaian jenis bahan karton box dengan keperluan akan sangat penting untuk menentukan seberapa kuat karton box yang kita perlukan. Apabila anda membutuhkan karton box untuk membawa barang dengan bobot yang berat, maka disarankan untuk memesan karton box yang dibuat dengan bahan berkualitas tinggi dan memiliki tingkat kekuatan yang baik sehingga tidak mudah jebol(Remawa,2014).
METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu
Praktikum pengemasan tentang Flute kemasan dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2016
3.2. Tempat
Praktikum pengemasan tentang Flute kemasan dilaksanakan di Ruangan T101 Gedung Timur Lt.1 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi. 3.3. Alat Dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah beberapa jenis dus yang berbeda, seperti dus kemasan pangan maupun dus yang non pangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Gambar 4.1.1 Gambar 4.1.2
Gambar 4.1.3 Gambar 4.1.4
Dari hasil pengukuran ketebalan masing – masing dus/box yang diukur, didapatkan hasil pengukuran seperti berikut:
Ketebalan kardus:
1. Dus/Box Minyak Goreng SOVIA (5,1 mm) 2. Dus/Box Ale- Ale (2,9 mm)
3. Dus/Box Teh Gelas (3 mm) 4. Dus/Box AQ-8 (2mm)
5. Dus/Box Teh Seduh Segar (2 mm) 6. Dus/Box Sepatu Homyped (1mm) 7. Dus/Box Sepatu Bata (1 mm) 8. Dus/Box Cream Ekonomi (6 mm) 9. Dus/Box Kopi Cappucino (2,1 mm) 10.Dus/Box Laptop ASUS (3 mm)
Setelah semua diukur menggunakan mistar, dilakukan pengklasifkasian kedalam kelompok fute yang telah ditentukan ukurannya :
Penggolongan ke dalam FLUTE :
a. Flute A : 4 mm – 4,8 mm (Dus/Box Cream Ekonomi (6 mm) b. Flute B : 2,1 mm – 3 mm (Dus/Box Kopi Cappucino (2,1 mm) c. Flute C : 3,2 mm – 3,9 mm (-)
d. Flute E : 1- 2 mm (Dus/Box Sepatu Bata (1 mm)
e. Flute F : 0,75 mm (Dus/Box Sepatu Gevani (0,75 mm).
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Dari hasil Praktikum tentang Flute Kemasan Kardus, dapat disimpulkan bahwa:
Tingkat ketebalan kardus berbeda beda.
DAFTAR PUSTAKA
A.A Gde Rai Remawa.2014 Puslitdes ISI Denpasar/Ddo Bali, Makalah berjudul “ Desain Kemasan Produk Makanan”. yang disampaikan pada Pelatihan Desain Kemasan Makanan di Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar
Harbian. 2007. Pengaruh Ketebalan Inti (Core) terhadap Kekuatan Bending Komposit Sandwich Serat E-Glass Chopped Strand Mat-Unsaturatd Polyester Resin dengan Inti (Core) Spon. Tugas Akhir Fakultas Teknik. Universitas Semarang
Rochlan,F. 1990. Kemasan Karton dalam Industri pangan. Di dalam : S.Fardiaz dan D.Fardiaz (ed), Risalah Seminar Pengemasan dan Transportasi dalam Menunjang Pengembangan Industri, Distribusi dalam Negeri dan Ekspor Pangan. Jakarta.
Raharjo & Ariawan. 2003. Penentuan Kekuatan Optimum Serat Agave Cantula dengan Menggunakan Perlakuan Thermal. Mekanika. Teknik Mesin. Universitas Sebelas Maret. Surakarta
Rusmiyatno.F., 2007.Pengaruh Fraksi Volume Serat terhadap Kekuatan Tarik dan Kekuatan Bending Komposit Nylon/Epoxy Resin Serat Pendek Random.Skripsi.Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Syarief, R., S.Santausa, St.Ismayana B. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan. Laboratorium Rekayasa Proses Pangan, PAU Pangan dan Gizi, IPB.