LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
“ANATOMI HEWAN VERTEBRATA”
Di Susun oleh
NAMA
: DIAN PURNAMASARI THALIB
NIM
: (213330005)
KELAS/ KELOMPOK
: 1 BIOLOGI/ 3 ( TIGA )
DOSEN
: ASRULLAH SYAM, S.Pd, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan lengkap praktikum Biologi Umum dengan judul “Anatomi hewan verterbrata”
Nama : DIAN PURNAMASARI THALIB NIM : 213 330 005
Kelas : 1 BIOLOGI Kelompok : 3
Telah diperiksa dan disetujui oleh Dosen/Asisten yang bersangkutan.
Parepare, Koordinator Asisten Asisten
BAB 1
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANGKatak merupakan hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Katak muda hidup di air dan bernapas dengan insang. Katak dewasa hidup di darat dan bernapas menggunakan paru-paru. Ketika katak dewasa akan bertelur, katak tersebut akan menuju air untuk mengeluarkan telur-telurnya. Katak mempunyai kulit yang selalu basah untuk membantu pernapasannya karena kulit yang selalu basah ini banyak mengandung pembuluh darah sehingga dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulitnya. Katak bergerak dengan keempat kakinya. Selain itu, katak juga mempunyai selaput pada jari-jari kakinya yang digunakan untuk berenang. Katak berkembang biak dengan bertelur dan pembuahannya terjadi secara eksternal. Pertemuan antara sel telur dan sperma terjadi di dalam air. Katak mengalami metamorfosis dari zigot-embrio-kecebong-katak kecil-zigot-embrio-kecebong-katak dewasa.
Sebagaimana tubuh hewan lain, katak juga terdiri atas berbagai organ. Organ-organ yang bekerja sama dalam melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum organ-organ utama pada hewan vertebrata. Pengamatan anatomi suatu hewan diperlukan pembedahan untuk memudahkan mengamati bentuk, kedudukan dan hubungannya dengan organ lain.
B. TUJUAN PRAKTIKUM
Mahasiswa dapat mengetahui bentik morfologi dan susunan anatomi dari katak sawah ( rana cancrivora)
C. WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Hari/ tanggal :Sabtu/ 14 Desember 2013 Waktu : 13.30 – 16.00 Wita
Tempat :Jl. Muhammadiyah No. 8 Parepare
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya Berdasarkan penutup tubuh, alat gerak dan cara berkembang biak / Vertebrata dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu ikan (Pisces), katak (Amphibia), hewan melata (reptilia), burung (Aves), dan hewan menyusui (mamalia)
Kelompok amphibia adalah vertebrata yang hadir pertama kali hidup didarat. Pada dasarnya mereka memiliki pentadaktil (lima ujung jari-jari kaki), meskipun jumlah jari kakinya dapat saja berkurang. Seperti ikan dan reptil, maka amfibi adalah ektoterm atau perubahan suhu tubuh bergantung pada suhu lingkungan. Pada kebanyakan amphibia meninggalkan telur-telurnya dalam kolam dan aliran-aliran air dan tidak seekorpun dapat berjalan ditanah begitu menetas, sedikit spesies yang hidup jauh di air
Menurut Ristasa (2002), contoh amphibia dengan klasifikasinya adalah:
a. Ordo Apoda (Gymnophlona), famili Cnectilidae dengangenus/spesies terdiri atas
lebthyopbis glutinasus (salamander cacing),
b. Ordo caudata (urodela), famili salamandridae dengan genus/spesies terdiri atas
salamander placulam (salamander), dan famili proteidae dengan genus/spesies teridiri atas Neturus marculatus (anjing lumpur),
c. Ordo Anura (Sallentia), famili ranidae dengan genus/spesies yang terdiri atas
Rana Cancanivora (katak sawah), Rana macrodon (katak batu), Rana limnocbarts, Rana erytbraea (bancet), Rana ebalconota (katak sawah atau kolam); famili Rhacophoridae dengan genus/spesies yang terdiri atas Rhacoporus. R (katak pohon hijau); famili Bufonidae dengan genus/spesies Bufomelanostrictus (kodok buduk).
Katak merupakan hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Katak muda hidup di air dan bernapas dengan insang. Katak dewasa hidup di darat dan bernapas menggunakan paru-paru. Ketika katak dewasa akan bertelur, katak tersebut akan menuju air untuk mengeluarkan telur-telurnya. Katak mempunyai kulit yang selalu basah untuk membantu pernapasannya karena kulit yang selalu basah ini banyak mengandung pembuluh darah sehingga dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulitnya. Katak bergerak dengan keempat kakinya. Selain itu, katak juga mempunyai selaput pada jari-jari kakinya yang digunakan untuk berenang. Katak berkembang biak dengan bertelur dan pembuahannya terjadi secara eksternal. Pertemuan antara sel telur dan sperma terjadi di dalam air. Katak mengalami metamorfosis dari zigot-embrio-kecebong-katak kecil-katak dewasa .
Sebagaimana tubuh hewan lain, katak juga terdiri atas berbagai organ. Organ-organ yang bekerja sama dalam melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum organ-organ utama pada hewan vertebrata. Pengamatan anatomi suatu hewan diperlukan pembedahan untuk memudahkan mengamati bentuk, kedudukan dan hubungannya dengan organ lain.
respirasi, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem reproduksi, sistem saraf dan sistem hormon.
Sistem peredaran darah atau sirkulasi pada amfhibi yang sebagian besar mempunyai problem untuk mengisi jantung yang menerima darah oksi dari paru-paru dan darah deoksi yang tidak mengandung oksigen dari tubuh. Untuk mencegah banyaknya pencampuran dua jenis darah terseiut, bahwa amfhibi telah mengembangkan ke arah sistem sirkulasi transisional. Jantung mempunyai sekat interatrial, kantong ventricular, dan pembagian konus anteriosus dalam pembuluh sistemik dan pembuluh pulmonary. Darah dari tubuh masuk ke atrium kanan dari sinus venosus kemudian masuk ke sisi kanan ventrikel, dan dari sini dipompa ke paru-paru. Kebanyakan pada amfhibia pasangan arkus aorta pertama, kedua dan kelima hilang. Arkus aorta ke tiga pada sisi dasar karotd internal, dan arkus aorta keempat merupakan sistem arkus yang menuju ke posterior berupa dorsal aorta.Bagian proksimal dari pasangan keenam arkus aorta cabang dari arteri pulmokutaneus, membawa darah ke paru-paru dan ke kulit dimana aerasi terjadi. Sistem venosus pada amfhibi sangat mirip pada ikan paru-paru, kecuali pada vena abdominal masuk sistem portal hepatic ke sinus venosus
BAB 3
Pisau atau silet baru
2. Bahan
kapas
B. CARA KERJA
Mencelupkan kapas ke dalam cairan kloroform atau eter dengan
menggunakan pinset.
Memasukkan kapas tersebut ke dalam botol pembius kemudian berikut
dengan katak dan menutupnya dengan rapat.
Mengeluarkan katak yang sudah terbius dari botol pembius kemudian
meletakkan ke atas papan seksi/ bedah.
Menggambar bentuk morfologi dari katak tersebut.
Membalik katak tersebut hingga bagian central menghadap ke atas.
Memaku palangs dari ke empat tungkainya dengan menggunakan jarum
pentul
Dengan menggunakan pinset, mengangkat kulit pada bagian posterior
Memasukkan ujung gunting ke dalam kulit yang bocor tadi, kemudian
menggunting ke arah posterior sampai di ujung bawahnya rahang.
Mengangkat kulit perut yang menutupi organ dalam tubuh dan
memakunya dengan jarum pentul.
BAB 4
PEMBAHASAN A. HASIL PENGAMATANa. Morfologi Katak ( Rana cancrivora )
Keterangan :
1. Rongga Mulut 7. Paha 2. Mata 8. Kaki
3. Jari 9. Selaput Renang 4. Tangan 10. Anus
5. Membran timpani 6. Perut
b. Sistem Pencernaan Katak (Rana cancrivora )
c. Sistem Respirasi Katak (Rana cancrivora)
Keterangan : 1. Paruparu kiri 2. Paruparu kanan 3. Rongga hidung 4. Trakea
5. Bronkus
d. Sistem Sirkulasi Katak (Rana cancrivora)
e. Urogenitalia (Rana cancrivora)
Keterangan : 1. Vena Kava 2. Ginjal 3. Saluran telur 4. Indung telur 5. Rahim
B. PEMBAHASAN
a) Morfologi katak
Tubuh katak dilapisi oleh kulit tebal yang basah, yang berwarna hijau agak keabu-abuan. Katak memiliki 4 tungkai, yakni 2 tungkai didepan sebagai kaki depan (tangan) dan dua tungkai belakang (kaki). Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dengan jumlah jari 4 dan sepasang kaki belakang dengan jumlah jari 5. Kaki depan terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti) berjumlah delapan. Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti) berjumlah sepuluh.
Pada bagian kepala, terdapat selaput pendengar telinga ruang yang berjumlah 2 buah, juga ada 2 hidung luar yang berhubungan dengan hidung dalam katak yang terletak dirongga mulut (nares interna). Pada mata katak, terdapat kelopak mata yang menjulang sekitar 1 mm, yang memiliki selaput tidur yang menyelimuti mata katak.
b) Sistem pencernaan
Sistem pencernaan katak dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), kemudian lambung, usus dan kloaka. Kerongkongan merupakan saluran pendek, ventriculus merupakan kantung yang di tengahnya melebar dan bisa menjadi sangat besar apabila terisi makanan, di dalam lambung makanan mengalami proses pencernaan secara kimia dengan bantuan enzim. Hati yang berada di bawah kerongkongan berfungsi untuk memproduksi empedu, fibrinogen dan cadangan lemak.Bahan makanan yang keluar dari usus selanjutnya menjadi feses dan dikeluarkan melalui kloaka.
c) Sistem peredaran darah
dengan 1 serambi. Dari jantung, darah mengalir ke aorta yang berhubungan dengan seluruh tubuh dan dikembalikan melalui vena yang berwarna biru.
d) Sistem pernapasan
Sistem pernapasan katak dimulai dari hidung, dimana terjadi penghirupan oksigen dan pengeluaran karbondioksoida. Dari hidung, udara diteruskan ke faring kemudian kerongkongan dan menuju ke paru-paru untuk mengalami pertukaran gas dari oksigen ke karbondioksida melalui proses difusi dalam alveolus. Paru-paru pada katak berwarna coklat tua dengan penampakkan serabut-serabut diepidermisnya.
e) Sistem urogenitalia Katak Betina
BAB 5
PENUTUP A. KESIMPULANSetelah melakukan sebuah praktikum pengamatan “ ANATOMI HEWAN VERTEBRATA” pada hewan Katak sawah ( Rana cancrivora )
a. Morfologi Katak ( Rana cancrivora )
Memiliki rongga mulut
b. Sistem Pencernaan Katak (Rana cancrivora )
Memiliki perut
c. Sistem Respirasi Katak (Rana cancrivora)
Memiliki paru-paru kiri
Memiliki rongga hidung
Memiliki trakea
Memiliki bronkus
d. Sistem Sirkulasi Katak (Rana cancrivora)
Memiliki ventrikel
Atrium kiri
Atrium kanan
e. Urogenitalia (Rana cancrivora)
Memiliki vena
Memiliki ginjal
Memiliki saluran telur
Memiliki indung telur
Memiliki rahim
B. SARAN
1. Untuk praktikan hati-hati selama melakukan kegiatan pembedahan, karena kesalahan dapat menyebabkan kerusakan pada salah satu organ yang akan mengganggu pengamatan.
2. Untuk asisten agar kiranya memberikan arahan dan batasan yang jelas dalam setiap kegiatan praktikum demi meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh praktikan selama praktikum berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011.Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup.http: //www.Edukasi.Net. diaksespada hari selasa tanggal 1 November 2011, pukul 13.00.
Istiningdyah.2010.Pengamatan hewan.http://istiningdyah.blogspot.com.
diakseshari sabtu, tanggal 14 November 2013.
Campbell, N.A., J.B. Reece, & L.G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj. dari: Biology. 5th ed. Oleh Manalu, W. Jakarta. Penerbit Erlangga.