• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sabun Mandi Cahya Tri Rama 1106070905 re

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sabun Mandi Cahya Tri Rama 1106070905 re"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH TUGAS INDIVIDU TEKNOLOGI OBAT DAN KOSMETIK

“SABUN MANDI PADAT”

CAHYA TRI RAMA 1106070905

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karuniaNya, penulis dapat menyelesaikan buku makalah mengenai “Sabun Mandi Padat” ini dengan tepat waktu dan tanpa halangan yang berarti.

Makalah ini tidak akan dapat terselesaikan tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Sehingga pada kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Dewi Tristantini, sebagai dosen pengampu mata kuliah Teknologi Obat dan Kosmetik.

2. Orang tua yang telah memberikan semangat, doa, serta dukungan materi maupun spiritual.

3. Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini.

Penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Maka, penulis mohon maaf jika masih terdapat beberapa kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Sekian dan terima kasih.

Depok, Mei 2014

(3)

DAFTAR ISI

DEFINISI DAN KOMPOSISI SABUN MANDI PADAT 1

1.1 Definisi Sabun Manii 1

1.2 Sejarah Sabun Manii 2

1.3 Definisi ian Tujuan Penggunaan Sabun Manii Paiaa 4

1.4 Manfaaa Sabun Manii 5

1.5 Komposisi Bahan Kimia Sabun Manii Paiaa 6

1.2.1 Minyak/Lemak 7

1.2.1.1 Jenis-jenis Minyak 7

1.2.2 Alkali 11

1.2.3 Bahan Pendukung 12

1.3 Komposisi Bahan Herbal Sabun Manii Paiaa 14

1.4 Perbeiaan Sabun Baaang iengan Sabun Cair 16

PEMBUATAN DAN PEMAKAIAN SABUN MANDI PADAT 18

2.1 Dasar Teori 18

2.2 Cara Pembuaaan Sabun Manii Paiaa 19

2.2.1 Persiapan Bahan Baku 19

2.2.2 Persiapan Alat 19

2.2.3 Cara Pembuatan Sabun Padat 20

2.3 Cara Pemakaian Sabun Manii Paiaa 21

PENGEMASAN SABUN MANDI PADAT 23

3.1 Saabiliaas Sabun Manii Paiaa 23

3.2 Pengemasan Sabun Manii Paiaa 23

3.3 Penyebab ian Tania-Tania Kerusakan Sabun Manii

Paiaa 25

KESIMPULAN 26

(4)

BAB I

DEFINISI DAN KOMPOSISI SABUN MANDI PADAT

1.1 Definisi Sabun Mandi

Pengertian dan definisi Sabun. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci, baik pakaian, perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali, dan trigliserida dari lemak. Sabun dibuat secara kimia melalui reaksi saponifikasi atau disebut juga reaksi penyabunan. Dalam proses ini asam lemak akan terhidrolisa oleh basa membentuk gliserin dan sabun mentah. Sabun tersebut kemudian akan di olah lagi untuk menyempurnakannya hingga kemudian sampai ke kita. Sabun pada mulanya berbentuk batang. Lalu seiring dengan kemajuan zaman, di buatlah sabun colek, sabun sintetis atau deterjen. Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan sabun.

C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR

Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion. Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.

(5)

Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair. Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang itu.

Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat kekotoran yang tinggi.

Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:

1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang berbentuk batang, cair ataupun detergen.

2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya berbentu padat dan cair.

3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya memiliki busa yang banyak dan tahan lam.

1.2 Sejarah Sabun Mandi

(6)

yang tidak maksimal untuk membersihkan kotoran karena hanya bisa menghilangkan kotoran diluar.

Sejarah Awal Adanya Perkembangan Sabun Mandi Di beberapa Negara seperti maroko penggunaan lumpur untuk membersihkan badan sudah menjadi sebuah tradisi dikalangan bangsawan untuk merawat kesehatan dan kehalusan kulit serta menjaga kulit tetap kencang dan awet muda, salah satu produk ini masih digunakan dan beredar diklinik-klinik perawatan kecantikan dengan nama ghassoul sebagai masker dan lulur mandi serta rambut lumpur. Orang Yunani kuno menggunakan lilin untuk membersihkan tubuh dan mengolesi minyak serta mencuci pakaian mereka hanya cukup dengan air di sungai tanpa sabun.

Di kalangan masyarakat Indonesia sendiri nenek moyang kita sudah menggunakan sabun alami untuk membersihkan badan dan pakaian menggunakan produk nabati dari cairan buah klerak dan sudah tak praktekan sendiri memang bisa membersihkan kotoran untuk mandi.

Sebagaimana dalam sejarah perkembangannya sabun mulai diproduksi secara besar-besaran sekitar tahun 1622, di amerika produk sabun mulai memasyarakat sejak kedatangan pendatang dari inggris yang bisa membuat sabun dan pada masa sebelum itu sabun merupakan produk mewah yang menghasilkan pajak bagi pemerintah inggris pada masa pemerintahan raja james 1 pada abad ke 19 dan setelah pajak dihapuskan, sabun menjadi lebih banyak digunakan masyarakat kelas bawah.

Produksi sabun skala komersial terjadi pada tahun 1791 sejak kimiawan dari prancis mematenkan produk soda abu sebagai bahan baku utama sabun mandi. Saat ini banyak produk sabun yang beredar di pasaran yang masih menggunakan soda abu dan beberapa produsen menggunakan bahan alternative selain soda abu untuk menghemat biaya dan ramah lingkungan serta aman bagi kulit seperti KOH, SLS, ABS, dan lain-lain.

(7)

1.3 Definisi dan Tujuan Penggunaan Sabun Mandi Padat

Sabun mandi padat merupakan surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara mengikat partkel dalam suspense mudah dibawah oleh air bersih. Sabun mandi padat merupakan jenis sediaan padat, sabun ini biasanya digunakan untuk mandi karena bersifat ekonomis dan penggunaannya yang relatif lebih sedikit disbanding sabun cair. Pada prinsipnya, sabun mandi padat terbuat dari bahan dasar lemak (fatty acid) dan basa kuat melalui proses kimia yang disebut reaksi substitusi. Pada sabun mandi padat alkali yang digunakan merupakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Pembahasan mengenai pembuatan sabun mandi padat akan dijelaskan pada nanti pada subbab proses pembuatan sabun mandi padat.

Gambar 1.1 Produk Obat Kumur

(Sumber: http://microsite.kidnesia.com/faktabaru/index.php/component/ content/article/1-fakta-baru/883-lebih-suka-sabun-padat)

(8)

akan berpengaruh terhadap faktor higienitas, kelembaban, dan harga dari sabun tersebut.

Sifat-sifat sabun:

 Sabun merupakan garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga akan dihidrolisi parsial oleh air yang menyebabkan larutan sabun dalam air bersifat basa

 Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih, peristiwa ini tidak akan terjadi dari air sadah. Sabun menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap

 Sabun mempunyai sifat membersihkan

1.4 Manfaat Sabun Mandi

Sabun memang sangat penting digunakan untuk kesehatan tubuh dan tangan. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata sabun juga bermanfaat bagi rumah tangga. Untuk apa saja? Berikut 8 manfaat sabun bagi rumah tangga:

1. Pembasmi serangga

Selama berabad-abad, sabun juga telah digunakan sebagai pestisida, zat pembunuh hama pada tanaman. Namun, jangan menggunakan lebih dari 2 sendok makan sabun ke dalam 3,8 liter air karena terlalu banyak sabun bisa mematikan tumbuhan. Zat yang terdapat pada sabun bisa merusak sel membran serangga, mematikannya dengan membuat mereka dehidrasi.

2. Pembersih lantai kayu

Sabun juga bisa Anda gunakan untuk membersihkan lantai yang terbuat dari kayu. Namun, sabun harus berbahan alami dan mengandung banyak emolien, Sabun dengan kandungan emolien sangat baik untuk membersihkan lantai kayu rumah sehingga membuatnya mengkilap.

3. Pelicin karat

Gosokkan sabut pada mur atau baut yang berkarat untuk membuatnya kembali berfungsi dengan baik. Bisa juga Anda pergunakan untuk engsel pintu yang engselnya berderit. Pakailah sabun untuk melicinkan engselnya dan meredam bunyinya.

(9)

Sabun kuda atau pelana merupakan bahan zaman dulu yang bisa digunakan untuk membetrsihkan bahan-bahan kulit. Anda bisa membuatnya dengan cara mencampurkann bahan-bahan, seperti 56 gram minyak jojoba, 56 gram minyak zaitun, 28 gram parutan atau irisan sabun, 84 gram air, dan 28 gram alkohol. Panaskan minyak jojoba, zaitun, dan sabun dengan suhu medium. Setelah semuanya mencair, angkat dari kompor dan tambahkan air serta alkohol. Setelah itu, aduk hingga semua bahan tercampur rata. Olahan ini bisa bertahan hingga 6 bulan jika Anda meletakkannya di dalam toples dengan tutup yang rapat.

5. Pencuci pakaian

Hampir setiap orang mencuci bajunya dengan menggunakan detergen. Jika Anda memiliki kualitas air rumah yang baik, maka lebih baik menggunakan sabun batangan berbahan alami untuk mencuci pakaian. Pada dasarnya, sabun batangan sangat baik untuk membersihkan kotoran pada pakaian.

6. Pembersih kaca

Sabun juga bisa Anda gunakan untuk membersihkan kaca yang baru. Setelah itu, Anda bisa membersihkannya dengan cuka. Saat kaca dibersihkan dengan sabun, hasilnya nampak bersih dan tidak kusam.

7. Anti kutu pada hewan peliharaan

Sabun dan air bisa Anda gunakan untuk membasmi kutu pada hewan peliharaan di mana kutu akan luruh bersama air setelah bulu hewan disabuni. Namun, jangan lupa juga untuk menyisir bagian kepala hewan saat disabuni. Tujuannya adalah agar kutu tidak berpindah ke bagian yang tidak terkena sabun.

8. Pembersih serba guna

Sabun adalah alkalin dan dikombinasikan dengan beberapa mineral, seperti baking soda, borak, atau washing soda yang bisa dipergunakan untuk beragam pekerjaan bersih-bersih.

1.5 Komposisi Bahan Kimia Sabun Mandi Padat

(10)

mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Minyak kelapa akan menghasilkan sabun yang lebih keras dari pada minyak kedelai, minyak kacang, dan minyak biji katun.

Sebenarnya setiap sabun yang ada dipasaran memilki komposisi bahan yang berbeda-beda. Namun, bahan aktif yang digunakan selalu sama yaitu suatu minyak/lemak dan alkali.

1.2.1 Minyak/Lemak

Minyak/lemak merupakan senyawa lipid yang memiliki struktur berupa ester dari gliserol. Pada proses pembuatan sabun, jenis minyak atau lemak yang digunakan adalah minyak nabati atau lemak hewan. Perbedaan antara minyak dan lemak adalah wujud keduanya dalam keadaan ruang. Minyak akan berwujud cair pada temperatur ruang (± 28°C), sedangkan lemak akan berwujud padat.

Minyak tumbuhan maupun lemak hewan merupakan senyawa trigliserida. Trigliserida yang umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun memiliki asam lemak dengan panjang rantai karbon antara 12 sampai 18. Asam lemak dengan panjang rantai karbon kurang dari 12 akan menimbulkan iritasi pada kulit, sedangkan rantai karbon lebih dari 18 akan membuat sabun menjadi keras dan sulit terlarut dalam air. Kandungan asam lemak tak jenuh, seperti oleat, linoleat, dan linolenat yang terlalu banyak akan menyebabkan sabun mudah teroksidasi pada keadaan atmosferik sehingga sabun menjadi tengik. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga titik lelehnya lebih rendah daripada asam lemak jenuh yang tak memiliki ikatan rangkap, sehingga sabun yang dihasilkan juga akan lebih lembek dan mudah meleleh pada temperatur tinggi.

1.2.1.1 Jenis-jenis Minyak

Jumlah minyak atau lemak yang digunakan dalam proses pembuatan sabun harus dibatasi karena berbagai alasan, seperti : kelayakan ekonomi, spesifikasi produk (sabun tidak mudah teroksidasi, mudah berbusa, dan mudah larut), dan lain-lain. Beberapa jenis minyak atau lemak yang biasa dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya :

(11)

cuci. Oleat dan stearat adalah asam lemak yang paling banyak terdapat dalam tallow. Jumlah FFA dari tallow berkisar antara 0,75-7,0 %. Titer pada tallow umumnya di atas 40°C. Tallow dengan titer di bawah 40°C dikenal dengan nama grease.

Gambar 1.2 Tallow

(Sumber: http://thepaleolist.com/2013/02/08/is-tallow-paleo/)

2. Lard. Lard merupakan minyak babi yang masih banyak mengandung asam lemak tak jenuh seperti oleat (60 ~ 65%) dan asam lemak jenuh seperti stearat (35 ~ 40%). Jika digunakan sebagai pengganti tallow, lard harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu untuk mengurangi ketidakjenuhannya. Sabun yang dihasilkan dari lard berwarna putih dan mudah berbusa.

Gambar 1.3 Lard (Sumber:

http://www.theguardian.com/lifeandstyle/wordofmouth/2011/feb/15/con sider-lard)

(12)

minyak kelapa sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa. Maka dari itu, jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun, minyak kelapa sawit harus dicampur dengan bahan lainnya.

Gambar 1.4 Palm Oil

(Sumber: http://www.treehugger.com/sustainable-agriculture/norway-cuts-palm-oil-consumption-64-protect-rainforest.html)

4. Coconut Oil (minyak kelapa). Minyak kelapa merupakan minyak nabati yang sering digunakan dalam industri pembuatan sabun. Minyak kelapa berwarna kuning pucat dan diperoleh melalui ekstraksi daging buah yang dikeringkan (kopra). Minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, terutama asam laurat, sehingga minyak kelapa tahan terhadap oksidasi yang menimbulkan bau tengik. Minyak kelapa juga memiliki kandungan asam lemak kaproat, kaprilat, dan kaprat.

Gambar 1.5 Coconut Oil (Sumber: http://coconut-oil-pulling.net/)

(13)

Gambar 1.6 Palm Kernel Oil

(Sumber: http://www.treehugger.com/corporate-responsibility/seventh-

generation-buys-sustainable-palm-kernel-oil-credits-for-its-entire-product-line.html)

6. Palm Oil Stearine (minyak sawit stearin). Minyak sawit stearin adalah minyak yang dihasilkan dari ekstraksi asam-asam lemak dari minyak sawit dengan pelarut aseton dan heksana. Kandungan asam lemak terbesar dalam minyak ini adalah stearin.

Gambar 1.7 Palm Oil Stearine

(Sumber: http://www.tradekorea.com/products/palm_stearin.html) 7. Marine Oil. Marine oil berasal dari mamalia laut (paus) dan ikan laut.

(14)

Gambar 1.8 Marine Oil

(Sumber: http://www.monition.com/marine-oil-analysis.html) 8. Castor Oil (minyak jarak). Minyak ini berasal dari biji pohon jarak dan

digunakan untuk membuat sabun transparan.

Gambar 1.9 Castor Oil

(Sumber: http://phrophro.com/castor/faq/)

9. Olive oil (minyak zaitun). Minyak zaitun berasal dari ekstraksi buah zaitun. Minyak zaitun dengan kualitas tinggi memiliki warna kekuningan. Sabun yang berasal dari minyak zaitun memiliki sifat yang keras tapi lembut bagi kulit.

Gambar 1.10 Olive Oil

(15)

10. Campuran minyak dan lemak. Industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda. Minyak kelapa sering dicampur dengan tallow karena memiliki sifat yang saling melengkapi. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa. Kandungan stearat dan dan palmitat yang tinggi dari tallow akan memperkeras struktur sabun.

Gambar 1.11 Campuran Minyak dan Lemak (Sumber: http://fuelled4life.org.nz/tips/fats-and-oils1)

1.2.2 Alkali

Jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah NaOH, KOH, Na2CO3, NH4OH, dan ethanolamines. NaOH, atau yang biasa dikenal dengan soda kaustik dalam industri sabun, merupakan alkali yang paling banyak digunakan dalam pembuatan sabun keras. KOH banyak digunakan dalam pembuatan sabun cair karena sifatnya yang mudah larut dalam air. Na2CO3 (abu soda/natrium karbonat) merupakan alkali yang murah dan dapat menyabunkan asam lemak, tetapi tidak dapat menyabunkan trigliserida (minyak atau lemak).

Ethanolamines merupakan golongan senyawa amin alkohol. Senyawa tersebut dapat digunakan untuk membuat sabun dari asam lemak. Sabun yang dihasilkan sangat mudah larut dalam air, mudah berbusa, dan mampu menurunkan kesadahan air. Sabun yang terbuat dari ethanolamines dan minyak kelapa menunjukkan sifat mudah berbusa tetapi sabun tersebut lebih umum digunakan sebagai sabun industri dan deterjen, bukan sebagai sabun rumah tangga. Pencampuran alkali yang berbeda sering dilakukan oleh industri sabun dengan tujuan untuk mendapatkan sabun dengan keunggulan tertentu.

1.2.3 Bahan Pendukung

(16)

1. NaCl. NaCl merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan sabun. Kandungan NaCl pada produk akhir sangat kecil karena kandungan NaCl yang terlalu tinggi di dalam sabun dapat memperkeras struktur sabun. NaCl yang digunakan umumnya berbentuk air garam (brine) atau padatan (kristal). NaCl digunakan untuk memisahkan produk sabun dan gliserin. Gliserin tidak mengalami pengendapan dalam brine karena kelarutannya yang tinggi, sedangkan sabun akan mengendap. NaCl harus bebas dari besi, kalsium, dan magnesium agar diperoleh sabun yang berkualitas.

2. Bahan aditif. Bahan aditif merupakan bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam sabun yang bertujuan untuk mempertinggi kualitas produk sabun sehingga menarik konsumen. Bahan-bahan aditif tersebut antara lain : Builders, Fillers inert, Anti oksidan, Pewarna,dan parfum.

a. Builders (Bahan Penguat)

Builders digunakan untuk melunakkan air sadah dengan cara mengikat mineral mineral yang terlarut pada air, sehingga bahan bahan lain yang berfungsi untuk mengikat lemak dan membasahi permukaan dapat berkonsentrasi pada fungsi utamanya. Builder juga membantu menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih baik serta membantu mendispersikan dan mensuspensikan kotoran yang telah lepas. Yang sering digunakan sebagai builder adalah senyawa senyawa kompleks fosfat, natrium sitrat, natrium karbonat, natrium silikat atau zeolit.

b. Fillers Inert (Bahan Pengisi)

Bahan ini berfungsi sebagai pengisi dari seluruh campuran bahan baku. Pemberian bahan ini berguna untuk memperbanyak atau memperbesar volume. Keberadaan bahan ini dalam campuran bahan baku sabun semata mata ditinjau dari aspek ekonomis. Pada umumnya, sebagai bahan pengisi sabun digunakan sodium sulfat. Bahan lain yang sering digunakan sebagai bahan pengisi, yaitu tetra sodium pyrophosphate dan sodium sitrat. Bahan pengisi ini berwarna putih, berbentuk bubuk, dan mudah larut dalam air.

c. Pewarna

(17)

Biasanya warna-warna sabun itu terdiri dari warna merah, putih, hijau maupun orange.

d. Parfum

Parfum termasuk bahan pendukung. Keberadaaan parfum memegang peranan besar dalam hal keterkaitan konsumen akan produk sabun. Artinya, walaupun secara kualitas sabun yang ditawarkan bagus, tetapi bila salah memberi parfum akan berakibat fatal dalam penjualannya. Parfum untuk sabun berbentuk cairan berwarna kekuning kuningan dengan berat jenis 0,9. Dalam perhitungan, berat parfum dalam gram (g) dapat dikonversikan ke mililiter. Sebagai patokan 1 g parfum = 1,1ml. Pada dasarnya, jenis parfum untuk sabun dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu parfum umum dan parfum ekslusif. Parfum umum mempunyai aroma yang sudah dikenal umum di masyarakat seperti aroma mawar dan aroma kenanga. Pada umumnya, produsen sabun menggunakan jenis parfum yang ekslusif. Artinya, aroma dari parfum tersebut sangat khas dan tidak ada produsen lain yang menggunakannya. Kekhasan parfum ekslusif ini diimbangi dengan harganya yang lebih mahal dari jenis parfum umum. Beberapa nama parfum yang digunakan dalam pembuatan sabun diantaranya bouquct deep water, alpine, dan spring flower.

1.3 Komposisi Bahan Herbal Sabun Mandi Padat

Pada dasarnya bahan herbal merupakan bahan alami yang dapat digunakan menjadi sabun. Konsep yang dimiliki juga tidak jauh berbeda yaitu adalah sebuah minyak dicampurkan dengan sebuah senyawa alkali. Kita dapat melihat pada tabel 1.1 bahan-bahan yang biasanya digunakan dalam sabun-sabun herbal.

Tabel 1.1 Bahan yang digunakan untuk Sabun Herbal

No Jenis Keterangan

1 Lulur Lemon Menghaluskan dan mengangkat sel kulit mati

(18)

3 Bengkoang Memutihkan kulit

4 Coklat Mengangkat sel kulit mati

5 Kemangi Mengharumkan dan merawat organ vital wanita

6 Ketimun Mengencangkan dan mengurangi kadar minyak pada kulit

7 Kopi Menghaluskan kulit, menyembuhkan luka, menyamarkan selulit

8 Kunyit Menghilangkan jamur, gatal, dan kutu air

9 Lengkuas Membasmi jamur dan panu pada kulit

10 Limau Menghilangkan jerawat

11 Alpukat Melembabkan dan merawat kulit

12 Madu Meremajakan kulit dan menghilangkan flek

13 Pegagan Mencegah dan mengurang selulit

14 Sereh Menghilangkan capek, pegal, dan gejala rematik

15 Sirih Antibiotok alami, menyegarkan dan menghilangkan bau badan

16 Strawberry Mengencangkan otot payudara dan kulit

17 Susu Memutihkan , mencegah flek, dan kaki pecah-pecah

18 The hijau Mencerahkan kulit

19 Wortel Nutrisi & Antioksidan alami bagi kulit serta mencegah kankerkulit

20 Zaitun Melembabkan dan menghaluskan kulit

21 Anggur Membantu melarutkan lemak dan melangsingkan tubuh

(19)

23 Aloevera Mengendalikan minyak berlebih, mencegah dan menghilangkan jerawat

24 Beras Melindungi kulit dari bahaya sinar UV, exfiolating, dan membuat kulit menjadi lebih cerah

25 Biji bunga matahari Mengurangi & mencegah keriput, serta bercak flek hitam, menghaluskan dan meregenerasi kulit wajah

26 Cengkeh Menghangatkan tubuh dan mencegah infeksi kuman

27 Labu kuning Sebagai anti peradangan dan sumber vitamin C

28 Rosella Mengurangi keriput pada kulit dan mengangkat sel-sel kulit mati

29 Kopi Susu Sebagai mencerahkan, menjaga kelembutan dan kelembaban kulit, menghilangkan selulit, dan mengikis lemak dibawah kulit

30 Mix Fruit Sebagai anti oksidan dan sumber vitamin C, menjaga kelembutan dan kelembaban kulit

31 Pepaya Untuk mengatasi jerawat, pemutih, pencerah kulit, bekas lukadan bintik hitam

32 Brokoli Mengurangi kerusakan dan peradangan kulit

33 Jahe Menormalkan kulit berminyak dan mengangkat sel kulit mati

34 Tomat Mengecilkan pori-pori dan membuat kulit bercahaya

35 Secang Menghaluskan kulit terutama anak diatas satu tahun karena biang keringat, & menyenyakan tidur

(20)

1.4 Perbedaan Sabun Batang dengan Sabun Cair

Meskipun terkesan sepele, membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun juga memiliki pengaruh yang besar terhadap terinfeksinya tubuh dari bakteri loh. Setelah Anda melakukan aktivitas di luar ruangan, bakteri berkembang pesat dan dengan mudah menjangkit tubuh lewat sentuhan. Untuk menghindari hal demikian, diperlukan kebiasaan untuk rutin mencuci tangan dengan sabun.

Dalam keberadaannya, sabun terdiri dari jenis sabun batangan dan sabun cair. Meskipun memiliki manfaat yang sama untuk menyingkirkan bakteri di kulit tangan dan anggota tubuh lainnya, ada beberapa kekurangan dan kelebihan di kedua jenis sabun tersebut.

Sabun batangan:

1. Sabun batangan cenderung terbuka, hal tersebut memingkinkan bakteri lebih mudah untuk berkembang.

2. Sabun batangan juga biasanya tergenang di dalam wadah penyimpanan. Hal tersebut juga memudahkan sabun batangan untuk terkontaminasi bakteri yang berbahaya.

3. Saat sabun batangan digunakan pada tangan yang kotor, sabun tersebut justru akan meninggalkan bakteri yang membahayakan di sabun tersebut.

4. Sabun batangan bisa kering dan sulit untuk digunakan membersihkan tangan. Sabun yang kering juga lebih mudah ditempeli kotoran dan kuman.

Sabun cair:

1. Cairan sabun terdapan dalam wadah yang tertutup. Sehingga tidak mudah terkontaminasi kuman, seperti halnya sabun batangan.

2. Sabun cair lebih mudah dan efisien untuk digunakan. Ini akan menghemat waktu penggunaannya.

(21)
(22)

BAB II

PEMBUATAN DAN PEMAKAIAN SABUN MANDI PADAT

2.1 Dasar Teori

Trigliserida terdiri dari tiga gugus asam lemak yang terikat pada gugus gliserol. Asam lemak terdiri dari rantai karbon panjang yang berakhir dengan gugus asam karboksilat pada ujungnya. Gugus asam karboksilat terdiri dari sebuah atom karbon yang berikatan dengan dua buah atom oksigen. Satu ikatannya terdiri dari ikatan rangkap dua dan satunya merupakan ikatan tunggal. Setiap atom karbon memiliki gugus asam karboksilat yang melekat, maka dinamakan “tri-gliserida”.

Apabila trigliserida direaksikan dengan alkali (sodium hidroksida atau kalium hidroksida), maka ikatan antara atom oksigen pada gugus karboksilat dan atom karbon pada gliserol akan terpisah. Proses ini disebut “saponifikasi”. Atom oksigen mengikat sodium yang berasal dari sodium hidroksida sehingga ujung dari rantai asam karboksilat akan larut dalam air. Garam sodium dari asam lemak inilah yang kemudian disebut sabun. Sedangkan gugus OH dalam hidroksida akan berikatan dengan molekul gliserol, apabila ketiga gugus asam lemak tersebut lepas maka reaksi saponifikasi dinyatakan selesai. Reaksi tersebut sebagai berikut:

Trigliserida biasanya disebut juga “fat” atau lemak jika berbentuk padat pada suhu kamar, dan disebut minyak (oil) bila pada suhu kamar berbentuk cair. Trigliserida tidak larut dalam air, hal ini dapat dibuktikan bila kita mencampurkan air dan minyak, akan terlihat keduanya tidak akan bercampur.

Sabun disebut sodium stearat dengan rumus kimia C17H35COO – Na + dan merupakan hydrocarbon rantai panjang dengan 10 sampai 20 atom Carbon. Dapat digunakan untuk membersihkan karena bersifat polar, merupakan komponen ionik yang larut dalam air dan tidak larut dalam larutan organik, yaitu minyak.

(23)

dalam pembuatan sabun akan memberikan pengaruh kelembutan pada sabun yang dibuat.

2.2 Cara Pembuatan Sabun Mandi Padat

Dalam proses pembuatan/manufaktor sabun mandi padat cair, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu: persiapan bahan baku, persiapan alat, dan cara pembuatannya.

2.2.1 Persiapan Bahan Baku

1. Minyak atau Lemak – Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi sabun. Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai…

2. NaOH / KOH – Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko bahan kimia, ambil yang teknis saja.

3. Air – Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam tidak bagus, banyak mengandung mineral.

4. Essential dan Fragrance Oils – Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau lainnya.

5. Pewarna – Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.

6. Zat Aditif – Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat “trace”.

2.2.2 Persiapan Alat

1. Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.

2. Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.

3. Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun. 4. Botol plastik - Untuk wadah air.

5. Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).

(24)

7. Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH dan mengaduknya.

8. Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH dengan air.

9. Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak. 10. Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.

11. Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan. 12. Cetakan.

13. Blender dengan tutupnya.

14. Kain - Untuk menutup blender. 2.2.3 Cara Pembuatan Sabun Padat Cara pembuatan :

1. Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk menampung semua hasil pembuatan sabun

Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan menghasilkan sabun yang bulat.

2 (dua) Resep Sabun Padat :

Resep#1 - sabun padat 235 g Minyak Zaitun 150 g Minyak Kelapa

100 g Minyak Sawit

74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air 10 cc fragrance + pewarna

(Proses Pada Suhu ruangan)

(25)

250 g Minyak Sawit 140 g Minyak Kelapa 100 g Minyak Jagung

75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air 10 cc fragrance + pewarna

(Proses Pada Suhu ruangan)

1. Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut. Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.

2. Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.

3. Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender. 4. Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.

5. Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari

cipratan dan proses

pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda. Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace” adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila disentuh dengan sendok, maka beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.

6. Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.

(26)

2.3 Cara Pemakaian Sabun Mandi Padat

Cara pemakaian obat kumur agar dapat digunakan secara efektif adalah sebagai berikut;

1. Menyiapkan sabun mandi padat yang sudah dibuka dari bungkusnya 2. Membilas tubuh dengan air secara merata

3. Gosokan sabun mandi tersebut ke seluruh badan hingga mengeluarkan busa

4. Bilas badan menggunakan air hingga tidak terdapat busa lagi 5. Mengeringkan badan menggunakan handuk agar tubuh tidak basah

kembali

(27)

BAB III

PENGEMASAN SABUN MANDI PADAT 3.1 Stabilitas Sabun Mandi Padat

Sabun yang belum dipakai dapat disimpan pada tempat dengan sirkulasi udara yang baik, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung, sejuk, dan tidak lembab. Jangan menyimpan sabun didalam kulkas karena bersifat lembab. Sebenarnya, sabun tidak memiliki masa kadaluarsa yang pasti. Jika disimpan dengan benar, justru sabun akan menjadi semakin padat, karena kadar airnya menguap. Ini akan membuat sabun menjadi lebih awet ketidak dipakai dan tidak mudah lembek. Dan semakin lama, sabun akan semakin lembut di kulit. Karena kandungan airnya yang berkurang, ukurannya juga menjadi lebih kecil.

3.2 Pengemasan Sabun Mandi Padat

Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi. Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya.

Budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukkan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkembangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian. Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia.

(28)

pengolahan dan kondisi penyimpanan. Dengan demikian fungsi kemasan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

 Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan penyusunan/ penumpukan.

 Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar, misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi mikroorganisme.

 Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini identifikasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian.

 Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan.

 Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.

Dengan adanya persyaratan yang harus dipenuhi kemasan tersebut maka kesalahan dalam hal memilih bahan baku kemasan, kesalahan memilih desain kemasan dan kesalahan dalam memilih jenis kemasan, dapat diminimalisasi. Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut maka kemasan harus memiliki sifat-sifat :

 Permeabel terhadap udara (oksigen dan gas lainnya).

 Bersifat non-toksik dan inert (tidak bereaksi dan menyebabkan reaksi kimia) sehingga dapat mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk yang dikemas.

 Kedap air (mampu menahan air atau kelembaban udara sekitarnya).

 Kuat dan tidak mudah bocor.

 Relatif tahan terhadap panas.

 Mudah dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah.

(29)

Gambar 3.1 Kemasan Sabun Padat (Sumber: simpeldesain.blogspot.com)

Gambar diatas merupakan gambar kemasan luar sabun. Saat kemasan tersebut dibuka maka kita akan melihat sabun tersebut dilapisi oleh kertas lilin yang melindungi Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin parafin dengan titik cair 46-74oC dan dicampur polietilen (titik cair 100-124oC) atau petrolatum (titik cair 4052oC). Kertas ini dapat menghambat air, tahan terhadap minyak/oli dan daya rekat panasnya baik. Kertas lilin digunakan untuk mengemas bahan pangan, sabun, tembakau dan lain-lain.

3.3 Penyebab dan Tanda-Tanda Kerusakan Sabun Mandi Padat

Sabun mandi padat memiliki umur simpan yang sangat lama, bahkan disebutkan bahwa sabun mandi padat yang telat melewati masa kadaluarsanya tetap aman untuk dipakai. Sabun mandi yang semakin lama disimpan maka kadar airnya akan semakin berkurang. Saat digunakan pun sabun mandi yang sudah cukup lama disimpan dapat lebih menghaluskan kulit. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan sabun menjadi rusak karena mikroorganisme akan berkumpul pada sabun yang berkondisi lembab tersebut. Makanya kita harus menghindari ruangan yang lembab saat menyimpan sabun. Dengan kondisi sabun yang lembab maka sabun akan menjadi lebih lembek dan tidak layak pakai.

(30)

KESIMPULAN

1. Sabun mandi padat merupakan sediaan sabun berbentuk padat yang biasanya menggunakan senyawa alkali natrium hidroksida (NaOH). 2. Komposisi utama bahan kimia dari sabun mandi padat yaitu adalah

minyak/lemak, senyawa alkali, dan senyawa tambahan (pewangi, antikuman)

3. Komposisi dari bahan alami pada dasarnya tidak berbeda dengan bahan kimia tetapi kita menggunakan bahan alami yang seperti ada pada Tabel 1.1

4. Proses pembuatan dari sabun adalah saponifikasi

5. Sabun mandi padat dikemas dengan kertas seperti kardus yang memiliki volume lebih besar dibanding sabun itu sendiri

6. Umur dari sabun mandi padat hingga 2 tahun tetapi tidak ada kadaluarsa pasti dari sabun mandi padat

(31)

DAFTAR PUSTAKA

Anneken, David J, 2006. Encyclopedia of Industrial Chemistry. 1st ed. Weinheim: Wiley-VCH.

Anonim, 2014. Cara Membuat Sabun Mandi. (http://kerajinanhomeindustry.blogspot.com/2013/)

Cavitch, Susan Miller, 1994. The Natural Soap Book. 1st ed. Houston: Storey Publicing.

Dewi Anggriani, dkk. 2010.Identifikasi Kemasan Pangan. Supervisor Jaminan Mutu Pangandirektorat Program Diplomainstitut Pertanian Bogor 2010 Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru

Gambar

Gambar 1.1 Produk Obat Kumur
Gambar 1.2 Tallow
Gambar 1.5 Coconut Oil
Gambar 1.6 Palm Kernel Oil
+4

Referensi

Dokumen terkait