PAPER
BAB XIII – Peran Inovasi dalam Perilaku Konsumen
Disusun untuk memenuhi tugas Perilaku Konsumem
Dosen Pengajar : Drs. Saino
Oleh : Kelompok 4 ( PTN 13B ) - Eky Jumrotul Laila ( 13080324004 ) - Shandra Ekaputri ( 13080324030 ) - Angghraz Febri Samudro ( 13080324040 ) - Ella Merina ( 13080324062 ) - Rohmanul Khoyimah ( 13080324078 )
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015
DAFTAR ISI
Daftar Isi ……… 2
Pemenang dan Pecundang dalam Inovasi Produk ………... 4
Peran Komunikasi Dalam Menunjang Kesuksesan Produk Inovatif ……… 9
Tipe Konsumen Yang Menyukai Produk Inovatif ………... 10
Peran Inovasi Dalam Perilaku Konsumen
1. Pemenanng dan pecundang dalam inovasi produk
Perkenalan atau peluncuran produk baru selalu merupakan kegiatan yang dipikirkan masak-masak. direncanakan dan dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Perkenalan produk baru bertujuan supaya produk itu bisa diterima oleh konsumen, diminati dan disukai, sehingga menghasilkan pembelian seperti yang diinginkan pemasar. Dalam dunia marketing ada beberapa contoh produk yang berhasil mengenalkan produk barunya kepada konsumen akan tetapi ada juga beberapa produk yang gagal dalam memasarkan produk barunya.
Contohnya adalah pop rocks, permen soda yang diperkenalkan oleh general foods permen tersebut berbuih begitu cepat sehingga ada desas-desus bahwa anak yang memakan permen tersebut akan mengalami kembung.
a. Inovasi produk mempengaruhi kepuasan konsumen yang mengakibatkan Loyalitas
Inovasi produk sangat terkait dengan kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan penilaian konsumen terhadap suatu barang dan jasa yang dibeli atau dikonsumsinya, penilaian positif terhadap produk tersebut akan menyebabkan kosumen menyenangi dan menyukai produk sehingga dia akan membeli ulang atau memakai ulang produk tersebut.
dipandang sebagai bagaimana konsumen memiliki harapan terhadap suatu produk yang dibelinya dengan bagaimana produk tersebut dapat memenuhi harapan tersebut. Jika produk mampu memberikan apa yang diharapkan konsumen atau bahkan melebihi apa yang diharapkan maka konsumen akan merasa puas dengan produk tersebut.
b. Inovasi produk mampu mengundang konsumen baru
Di lain pihak inovasi bukan saja akan meningkatkan kepuasan konsumen juga akan menarik konsumen baru sehingga perusahaan dapat memperluas pasar. Perluasan pasar juga faktor penting penentu pertumbuhan perusahaan.
c. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan konsumen adalah kualitas produk. Dimensi kualitas produk meliputi :
fungsi (performance), Dimensi ini menyangkut karakteristik fungsi produk. Maksudnya sejauh mana produk dapat berfungsi sebagaimana fungsi utama produk tersebut. Misalnya, jam tangan memiliki fungsi utama penunjuk waktu. Nnna sejauh mana jam tangan tersebut dapat memberi kita informasi mengenai waktu secara akurat. Dimensi performance ini merupakan hal terpenting bagi pelanggan dan hal terpenting bagi pelanggan adalah apakah kualitas produk menggambarkan keadaan yang sebenarnya atau tidak. Apakah pelayanan diberikan dengan cara yang benar atau tidak.
dan pelayanan, pelanggan sering kali tertarik pada kemampuan / keistimewaan yang dimiliki produk dan pelayanan).
keandalan (reliability), Dimensi ini menyangkut kemungkinan tingkat kegagalan pemakaian. Artinya, apakah produk sering tidak dapat dioperasikan sesuai fungsi utama karena adanya masalah-masalah teknis ataukah lancar-lancar saja. Misalnya, produk smartphone BB, saat dihidupkan ternyata memerlukan waktu yang lama untuk setup dan sering prosesnya terhenti atau orang menyebutnya heng dan harus direset ulang. Atau motor baru sering macet saat digunakan. Masalah-masalah tersebut menyangkut dimensi reliabiliti.
Conformance (kesesuaian), Dimensi ini melihat kualitas produk dari sisi apakah bentuk, ukuran, warna, berat dan lain-lain sesuai dengan yang diinginkan dan apakah pengoperasiannya sesuai dengan standard tertentu ataukah tidak. Intinya, sejauh mana karakteristik disain dan operasi memenuhi standard
usia produk (durability), Dimensi ini berkaitan dengan seberapa lama produk dapat terus digunakan selama jangka waktu tertentu. Tentunya dengan pola penggunaan dan perawatan yang masuk akal alias rasional. Misalnya, sepeda motor digunakan di jalan perkotaan, dengan perawatan tertentu akan dapat bertahan hingga misalnya 4 tahun.
dicari. Cerita yang lain terkait serviceability suatu barang, misalnya adalah apakah bila terjadi kerukan pada suatu komponen barang tersebut, maka komponen atau sparepart dari barang tersebut dapat dengan mudah diperoleh ataukah untuk mendapatkan sparepart tersebut harus dengan pengorbanan tertentu misalnya harus dilakukan dengan prosedur tertentu yang sedikit rumit, butuh waktu relatif lama untuk menunggu ketersediaannya, atau harus mencarinya di kota tertentu.
estetika (aesthetics),Dimensi ini melihat kualitas suatu barang dari penampilan, corak, rasa, daya tarik, bau, selera, dan beberapa faktor lainnya mungkin menjadi aspek penting dalam kualitas. Dimensi ini menyangkut keindahan, keserasian atau kesesuaian yang membuat enak dipandang, atau dirasakan sehingga memberikan suatu daya tarik tersendiri kepada konsumen.
persepsi kualitas (perceived quality), Dimensi ini berbicara tentang kualitas dari sisi persepsi konsumen. Persepsi konsumen tersebut dapat terkait nama besar reputasi perusahaan atau merek. Dari dimensi ini, kualitas adalah bagian terbesar dari kesan pelanggan terhadap produk dan pelayanan
Berdasarkan persfektif tersebut maka kualitas produk akan ditentukan oleh banyak faktor bukan satu faktor. Perusahaan berkewajiban untuk memperbaiki ketujuh faktor penentu kualitas produk tersebut secara terus menerus.Berbagai usaha untuk memperbaiki faktor penentu kualitas merupakan salah satu usaha inovasi produk. Inovasi produk pada hakekatnya salah satu kegiatan penting yang hasilnya akan mempengaruhi kepuasan konsumen.
d. Faktor penentu kualitas jasa yang dihasilkan oleh perusahaan
Kualitas jasa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan akan ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
keandalan (reliablity), Keandalan adalah kemampuan untuk melaksanakan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara benar dan tepat.
responsif (responsiveness), Responsif adalah keinginan membantu dan memberikan pelayanan yang baik.
jaminan (assurance), Jaminan adalah pengetahuan dan keramahan pegawai sehingga mampu memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada konsumen.
empati (empathy), Empati adalah perhatian dan keinginan membantu konsumen.
sarana dan prasarana (tangibles). Sarana dan prasarana adalah fasilitas fisik dan teknologi yang dimiliki perusahaan untuk melaksanakan pelayanan.
Kualitas jasa bagi seorang konsumen akan ditentukan bagaimana konsumen mengevaluasi terhadap ke lima faktor penentu kualitas pelayanan tersebut. Jika konsumen merasa puas terhadap ke lima faktor tersebut dan konsumen menilai bahwa ke lima faktor tersebut telah melebihi apa yang diharapkan konsumen, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan telah memberikan pelayan yang baik. Perusahaan harusa menciptakan iklim yang kreatif sehingga pegawai terdorong untuk senantiasa berpikir kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja dari setiap faktor penentu kualitas pelayanan tersebut.
2. Peran Komunikasi Dalam Menunjang Kesuksesan Produk Inovatif
Peran Komunikasi Dalam Menunjang Kesuksesan Produk Baru Komunikasi adalah proses yang digunakan konsumen dan organisasi pemasaran untuk saling membagi informasi guna mencapai pengertian bersama. Ada dua model yang memiliki resiko besar dalam hal sosial, psikologis, atau ekonomiyang terlibat di dalam pembeliannya.
Variabel-variabel yang berpengaruh dalam komunikasi lisan adalah:
1. kecepatan penyebaran : walaupun komunikasi lisan sangat penting bagi proses penyebaran inovasi, pemasar hanya mempunyai sedikit kendali atas variabel ini. Pemasar memiliki kendali lebih besar atas beberapa factor seperti karakteristik produk, penetapan harga, dan alokasi sumber daya, yang menunjang kecepatan penyebaran.
2. Intensitas Kompetitif : ada keyakinan bahwa semakin besar intensitas pemasok semakin cepat penyebaran dan semakin tinggi tingkat penyebaran
3. Adanya Standarisasi : produk menyebar dengan lebih cepat jika teknologinya distandarkan. Ini khususnya berlaku dengan produk yang bergantung pada komponen tambahan.
dengan penyebaran, sementara koordinasi meningkat aliran informasi dari pemasok kepada konsumen juga meningkat.
3. Tipe Konsumen Yang Menyukai Produk Inovatif
Inovatif konsumen dapat digolongkan menurut waktu mereka mengadopsi suatu produk baru yang berhubungan dengan konsumen lain. Dalam keputusan untuk membeli produk baru yang spesifik, terdapat tipe konsumen yang menyukai produk inovatif.Berikut adalah tipe – tipe konsumen yang menyukai produk inovatif, antara lain :
1. Innovator, yaitu konsumen yang merupakan pembeli awal produk baru. · Konsumen yang mempunyai minat yang cukup berarti pada kategori produk. Ciri-ciri kepribadiannya:
- Senang berpetualang (siap menanggung resiko). - Tidak loyal pada merek.
- Suka memanfaatkan penawaran istimewa dalam promosi. - Menggunakan produk dalam jumlah banyak.
- Mereka terlibat dalam lebih banyak kelompok social. ·
- Cenderung masih muda, memiliki pendidikan formal yang lebih tinggi dan cenderung menduduki status profesi yang lebih tinggi.
2. Opinion Leader, yaitu orang yang memiliki pengetahuan tentang suatu produk dan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi attitude dan behavior orang lain. Ciri – ciri kepribadiannya :
- Opinion leader dapat mempengaruhi orang lain karena Mereka telah mengevaluasi dan menyatukan informasi tentang suatu produk secara pasti. - Opinion leader seringkali lebih dipercaya karena mereka tidak mempunyai
keterikatan apapun dengan perusahaan untuk mempromosikan suatu produk. - Mereka cenderung aktif bersosialisasi di dalam komunitas mereka.
3. Market maven Yaitu orang-orang yang mempunyai ketertarikan untuk secara aktif terlibat dalam diskusi suatu produk. Ciri – ciri kepribadiannya :
- Market maven biasanya bukan orang yang pertama kali membeli produk tersebut, mereka lebih suka mencari tahu produk tersebut dan mengamati apa yang akan terjadi di pasar.