BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

18 

Teks penuh

(1)

80 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen kuasi, yang dirancang dan dilaksanakan untuk mengetahui akibat dari pemberian perlakuan terhadap kelompok eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain “Nonequivalent Control Group Design”, yaitu desain penelitian yang terdiri dari dua kelompok subjek, yaitu kelompok sebagai kelompok eksperimen dan kelompok sebagai kelompok kontrol.

Kelompok eksperimen adalah kelompok siswa yang menggunakan metode Al-Barqy, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok siswa yang melalui pembelajaran selain metode Al-Barqy. Untuk kedua kelompok diberikan tes awal yang sama, kemudian menghitung rata-rata skor masing-masing untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum melaksanakan pembelajaran dengan metode Al-Barqy.

Setelah melaksanakan pembelajaran dengan metode Al-Barqy kemudian memberi tes akhir yang sama dengan tes awal untuk kedua kelompok. Tes akhir ini untuk menentukan rata-rata skor dari masing-masing kelompok, baik yang mendapat perlakuan, maupun yang tidak mendapat perlakuan. Dari hasil tes awal maupun tes akhir, kemudian di analisa untuk melihat atau menentukan perbedaan serta perubahan yang terjadi pada kedua kelompok.

(2)

81 TABEL 3.1

MODEL PENELITIAN “NONEQUIVALENT CONTROL GROUP DESIGN” kelas tes awal perlakuan tes akhir

E O1 X O2

K O3 Y O4

Keterangan:

E : kelompok eksperimen K : kelompok kontrol

O : tes awal dan tes akhir pada kelas kontrol dan kelas eksperimen X : perlakuan pembelajaran metode Al-barqy

Y : Perlakuan pembelajaran konvensional

Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang diberi tes awal untuk mengetahui kemampuan awal kedua kelompok dan tes akhir untuk mengetahui kemampuan kedua kelompok setelah mengikuti pembelajaran.

B. Lokasi dan Sumber Data Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan satu lembaga pendidikan taman kanak-kanak yaitu TKIT Al-Aqsho yang beralamat di Jl. Sarijadi No. 75 Sukasari Bandung. Lokasi ini dipilih sebagai lokasi penelitian dikarenakan pembelajaran di TKIT Al-Aqsho berfokus pada pengembangan agama, terbukti dari materi pembelajaran yang didominasi oleh materi agama, seperti menulis dan membaca alquran, menghafal surat pendek dan doa sehari-hari, dan lainnya.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak percobaan sekolah yang berusia 4–5 tahun. Populasi ini dipilih karena pada usia 4-5 tahun memiliki rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat untuk mempelajari sesuatu yang baru.

(3)

82 Pada usia tersebut anak-anak juga harus menguasai prasyarat membaca, yakni anak-anak harus belajar membedakan huruf dalam alfabet dan hijaiyah yang merupakan modal awal bagi anak-anak untuk mempelajari ajaran islam. Selain itu pemilihan subjek tersebut juga didasari oleh belum adanya penerapan metode apapun dalam pembelajaran karena anak-anak baru mengikuti pengenalan sekolah selama satu minggu.

C. Definisi Operasional Penelitian

Definisi Operasional akan dijelaskan seperti berikut. 1. Metode Al-Barqy

Metode Al-Barqy merupakan metode efektif dalam pembelajaran membaca dan menulis Alquran terutama huruf hijaiyah. Adapun langkah-langkah dari pembelajaran metode Al-Barqy yang dilakukan di TKIT Al-Aqsho, terdiri atas beberapa bagian pertemuan, yaitu :

Pertemuan 1. Guru melafazkan kata lembaga I (َج َر َد َا) dan anak-anak mengikuti ucapan guru secara berulang-ulang sampai anak-anak menghafalnya, kemudian anak-anak belajar menebalkan dan menirukan huruf tersebut

Pertemuan 2. Guru melafazkan kata lembaga II (َي َك َ َم) dan anak-anak mengikuti ucapan guru secara berulang-ulang sampai anak-anak menghafalnya, kemudian anak-anak belajar menebalkan dan menirukan huruf tersebut

Pertemuan 3. Guru melafazkan kata lembaga III (َن َو َت َك) dan anak-anak mengikuti ucapan guru secara berulang-ulang sampai anak-anak

(4)

83 menghafalnya, kemudian anak-anak belajar menebalkan dan menirukan huruf tersebut

Pertemuan 4. Guru melafazkan kata lembaga IV (َب َل َم َس) dan anak-anak mengikuti ucapan guru secara berulang-ulang sampai anak-anak menghafalnya, kemudian anak-anak belajar menebalkan dan menirukan huruf tersebut

Pertemuan 5. Guru menjelaskan tentang harakat dhommah, dan kasrah ( ِ ِم ِج ِر ِد ِا ِب ِل ِم ِس ِن ِو ِت ِك ِي ِكdan ُب ُل ُم ُس ُن ُو ُت ُك ُي ُك ُ ُم ُج ُر ُد ُا), siswa membacakan setiap huruf yang ditunjuk

Pertemuan 6. Guru membacakan tentang huruf transfer I (ش-َس ,َذ-َد ,َز-َج ,َث-َت) dan anak-anak mengikuti bacaan guru, kemudian anak-anak menebalkan dan menirukan huruf-huruf tersebut.

Pertemuan 7. Guru membacakan tentang huruf transfer II ( َح-َ ,َف-َو ,َع-)َا dan anak-anak mengikuti bacaan guru, kemudian anak-anak menebalkan dan menuliskan huruf-huruf tersebut.

Pertemuan 8. Guru membacakan tentang transfer III (َظ-َذ ,َط-َت ,َض-َد ,َص-َسٍ) dan anak-anak mengikuti bacaan guru, kemudian anak-anak menebalkan dan menirukan huruf-huruf tersebut.

Pertemuan 9. Menjelaskan tentang transfer IV (َغ-َ ,َخ-َح ,َق-َك) dan anak-anak mengikuti bacaan guru, kemudian anak-anak menebalkan dan menirukan huruf-huruf tersebut.

(5)

84 2. Kemampuan membaca Alquran

Kemampuan membaca Alquran pada anak usia 4–5 tahun dalam penelitian ini dibatasi pada kemampuan membaca huruf hijaiyah dengan benar secara makhrajnya, yang merupakan bagian dari usaha untuk membaca Alquran yang merupakan petunjuk bagi umat islam. Adapun indikator kemampuan membaca Alquran adalah

a. mampu membaca kata lembaga (ََجَر َد َا) sesuai dengan makhrajnya b. mampu membaca kata lembaga (َي َك َ َم) sesuai dengan makhrajnya c. mampu membaca kata lembaga (َن َو َت َك) sesuai dengan makhrajnya d. mampu membaca kata lembaga (َب َل َم َس) sesuai dengan makhrajnya

e. mampu membaca kata lembaga berharakat kasrah dan dhammah ( ِك ِ ِم ِج ِر ِد ِا ِب ِل ِم ِس ِن ِو ِت ِك ِيdan ُب ُل ُم ُس ُن ُو ُت ُك ُي ُك ُ ُم ُج ُر ُد ُا) sesuai dengan makhrajnya

f. mampu membaca huruf transfer (ش-َس ,َذ-َد ,َز-َج ,َث-َت) sesuai dengan makhrajnya

g. mampu membaca huruf transfer ( ح-َ ,َف-َو ,َع-)َا sesuai dengan makhrajnya h. mampu membaca huruf transfer (ظ-َذ ,َط-َت ,َض-َد ,َص-َسٍ ) sesuai dengan

makhrajnya

i. mampu membaca transfer (غ-َ ,َخ-َح ,َق-َك ) sesuai dengan makhrajnya 3. Kemampuan menulis Alquran

Kemampuan menulis Alquran pada anak usia 4–5 tahun dalam penelitian ini kemampuan anak menebalkan dan menirukan huruf-huruf hijaiyah. Adapun indikator menulis Alquran adalah.

(6)

85 a. mampu menebalkan dan menirukan kata lembaga (ََجَر َد َا) dengan benar b. mampu menebalkan dan menirukan kata lembaga (َي َك َ َم) dengan benar c. mampu menebalkan dan menirukan kata lembaga (َن َو َت َك) dengan benar d. mampu menebalkan dan menirukan kata lembaga (َب َل َم َس) dengan benar e. mampu menebalkan dan menirukan kata lembaga berharakat kasrah dan

dhammah (ِب ِل ِم ِس ِن ِو ِت ِك ِي ِك ِ ِم ِج ِر ِد ِاdan ُب ُل ُم ُس ُن ُو ُت ُك ُي ُك ُ ُم ُج ُر ُد ُا) dengan benar

f. mampu menebalkan dan menirukan huruf transfer (ش-َس ,َذ-َد ,َز-َج ,َث-َت) dengan benar

g. mampu menebalkan dan menirukan huruf transfer( ح-َ ,َف-َو ,َع-)َا dengan benar

h. mampu menebalkan dan menirukan huruf transfer (ظ-َذ ,َط-َت ,َض-َد ,َص-َسٍ) dengan benar

i. mampu menebalkan dan menirukan transfer (غ-َ ,َخ-َح ,َق-َك ) dengan benar

D. Instrumen Penelitian

Pada dasarnya meneliti adalah melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang baik untuk mengukur variabel penelitian yang disebut instrumen penelitian (Sugiono, 2010). Menurut Arikunto (1995), instrumen penelitian merupakan nafas dari penelitian, oleh karena itu instrumen merupakan sesuatu yang penting kedudukannya di dalam kegiatan penelitian. Instrumen penelitian merupakan alat bantu dalam pengumpulan data yang saling terkait dengan permasalahan penelitian.

(7)

86 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan membaca dan menulis Alquran anak-anak usia 4-5 tahun setelah pelaksanaan metode Al-barqy. Data yang dari hasil tes berupa skala ordinal karena instrumen ini menggunakan skala likert, yang berkisar 1-3 dengan alternatif pilihan untuk membaca adalah tidak fasih = 0, kurang fasih = 1, dan fasih = 2. Sementara itu alternatif pilihan untuk menulis adalah tidak tepat = 0, kurang tepat = 1, dan tepat = 2.

TABEL 3.2 KRITERIA SKOR 0-2

Kriteria Membaca Kriteria Menulis 0: Tidak Fasih 0: Tidak Tepat 1: Kurang Fasih 1: Kurang Tepat 2: Fasih 2 : Tepat

Indikator dari alternatif pilihan itu adalah: tidak fasih artinya anak tidak membaca huruf yang ditunjuk sesuai dengan makhrajnya (anak diam); kurang fasih artinya anak tidak mampu membaca huruf yang ditunjuk sesuai dengan makhraj (anak membaca dengan menebak huruf yang ditunjuk); fasih artinya anak mampu membaca huruf yang ditunjuk sesuai dengan makhraj; tidak tepat artinya anak tidak menebalkan dan tidak menirukan huruf disediakan; kurang tepat artinya anak tidak mampu menebalkan dan menirukan huruf sesuai dengan pola yang tersedia; dan tepat artinya anak dapat menebalkan dan menirukan huruf dengan benar.

(8)

87

E. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, penjajagan, pelaksanaan , dan analisis. Secara lengkap alur penelitiannya adalah

Gambar 3.1 prosedur penelitian

1. Tahap Persiapan

Langkah pertama dalam penelitian ini diawali dengan melakukan studi lapangan/observasi dan pengamatan mengenai pelaksanaan pembelajaran baca tulis Alquran yang telah diterapkan di TKIT Al-Aqsho. Kemudian mengidentifikasikan permasalahan yang di temukan dilapangan, dan melakukan studi literatur untuk menyusun dan menetapkan teori mengenai pembelajaran baca

Identifikasi masalah Tes awal Kelas eksperimen Metode al-barqy Kelas kontrol Metode konvensianal Tes akhir Analisis data Tes akhir

(9)

88 tulis Alquran dengan menggunakan metode Al-barqy, serta menyusun perangkat dan isntrumen penelitian.

2. Tahap penjajagan

Tahapan ini dimulai dengan mengunjungi sekolah TKIT Al-Aqsho untuk meminta izin pelaksanaan pen elitian dengan menyerahkan sirat penelitian. Tahap berikutnya berdiskusi dengan Kepala Sekolah dan guru kelas, sekaligus menetapkan jadwal penelitian dan kelas yang akan menjadi sampel penelitian.

3. Tahap pelaksanaan

Tahapan ini dimulai dengan melakukan pengarahan terhadap guru tentang penggunaan metode Al-Barqy dalam pembelajaran baca tulis Alquran, dilanjutkan dengan memberikan tes awal kemampuan membaca dan menulis kepada anak-anak dan kemudian melakukan penerapan metode Al-barqy dalam pembelajaran.

4. Tahap analisis

Setelah pembelajaran ini selesai dilakukan, diberikan tes akhir kepada anak-anak untuk memperoleh data mengenai kemampuan membaca dan menulis Alquran dengan menggunakan metode Al-Barqy. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis secara stastistik untuk data kuantitatif dan mendeskripsikan untuk data kualitatif. Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari hasil penelitian.

F. Teknik Pengumpulan Data Penelitian

1. Observasi

Observasi dilakukan pada prapenelitian, peneliti datang langsung kesekolah untuk melihat dari dekat pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada

(10)

89 kelompok yang akan dijadikan objek penelitian atau observasi langsung. Menurut Surakhmad (1980 : 162) observasi langsung adalah pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki, baik dilakukan dalam situasi sebenarnya maupun dilakukan didalam situasi buatan yang khusus diadakan. Observasi sebagai bagian dari teknik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis, peneliti berusaha untuk mengamati dengan wajar dan sebenarnya untuk memperoleh data yang meyakinkan.

Ketika penelitian ini dilakukan peneliti berperanserta dalam pembelajaran. Peneliti terlibat langsung dalam kegiatan. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan oleh sumber data.

2. Tes

Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran. Tes ini digunakan peneliti untuk memperoleh data dan informasi tentang kemampuan membaca dan menulis Alquran.

G. Teknik Pengolahan Data Penelitian

Setelah seluruh data yang diperoleh, kemudian data diidentifikasi agar dalam pengolahannya tidak mengalami kesulitan. Langkah selanjutnya adalah pengelompokkan data berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif.

Hasil tes yang diperoleh dari pengumpulan data selanjutnya diolah melalui tahap sebagai berikut.

(11)

90 1. Menghitung nilai hasil tes awal dan tes akhir kemampuan membaca dan

menulis Alquran

2. Membuat tabel tes awal dan tes akhir dari hasil belajar anak kelas eksperimen dan kelas kontrol

3. Menghitung peningkatan kemampuan membaca dan menulis yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran

4. Menghitung rata-rata skor tes awal dan tes akhir kedua kelompok

5. Uji dua sampel untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata antara kedua kelompok dengan menggunakan uji-t tes

H. Teknik Analisa Data

Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Peneliti mengidentifikasi data kualitatif terlebih dahulu, kemudian dianalisis, lalu diberi komentar berdasarkan kriteria teoritik yang sesuai. Analisis data penelitian kuantitatif dilakukan menggunakan teknik statistik sesuai dengan masalah dan tujuan penelitiain peneliti. Statistik adalah bagian dari matematika yang secara khusus membicarakan cara-cara pengumpulan, analisis, dan penafsiran data. Semua data diolah dengan bantuan program SPSS versi 17.

Data yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan analisis data. Data penelitian ini diperoleh melalui instrumen tes, dan observasi. Instrumen yang telah dikembangkan kemudian diuji validiatas, dan reliabilitas. Setelah pembelajaran dilaksanakan, data yang diperoleh diuji normalitas dan homogenitas. Ketentuan-ketentuan yang akan digunakan bagi keperluan analisis data di atas adalah sebagai berikut

(12)

91

1. Uji validitas dan reliabilitas tes kemampuan membaca dan menulis

Alquran

Hasil penelitian yang valid bila mendapat persamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Sedangkan hasil penelitian dikatakan reliabel, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obhek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen. Belum tentu instrumen yang reliabel tersebut valid, sehingga setiap instrumen penelitian harus diuji validitasnya, karena instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendaparkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. (Sugiono, 2010).

Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen tersebut, maka instrumen tes dalam penelitian ini terlebih dahulu diujicobakan pada anak-anak kelas A di TKIT Al-Aqsho yang secara umum memiliki tingkat kemampuan membaca dan menulis Alquran yang sama dengan kelas persiapan sekolah yang akan subjek dalam penelitian ini. Dalam pengujian validitas, peneliti menggunakan validitas isi dengan cara bertanya dan berdiskusi dengan dua pembimbing untuk menentukan apakan instrumen yang akan digunakan sesuai dengan anak usia 4-5 tahun atau tidak . sedangkan untuk validitas konstruk,

(13)

92 instrumen penelitian diujicobakan pada anak-anak kelas A di TKIT Al-Aqsho sebanyak 20 anak.

a. Uji validitas kemampuan membaca dan menulis Alquran

Untuk mengetahui validitas setiap butir soal, skor-skor yang ada pada tiap butir soal dikorelasikan dengan skor total dan untuk mendapatkan validasi suatu butir soal digunakan rumus korelasi. Koefesien korelasi diperoleh dengan menggunakan rumus korelasi prodect moment atau pearson yang diberi notasi r, sebagai berikut. ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ (Sudjana, 2009) Keterangan : r = koefesien kerelasi X = Skor item Y = Skor total N = Jumlah siswa

Interpretasi besarnya koefesien korelasi adalah sebagai berikut. TABEL 3.3

KATEGORI VALIDITAS BUTIR SOAL

Batasan Kategori 0,80 < r ≤ 1,00 Sangat baik 0,60 < r ≤ 0,80 Baik 0,40 < r ≤ 0,60 Sedang 0,20 < r ≤ 0,40 Kurang 0,00 < r ≤ 0,20 Sangat kurang

Selanjutnya dihitung uji-t dengan rumus √ 2

√ , dengan taraf signifikan α = 0,05 dan derajat bebas n – 2 (Sudjana, 2009)

(14)

93

b. Uji reliabilitas kemampuan membaca dan menulis Alquran

Tinggi rendahnya reabilitas tes hasil belajar dalam bentuk objektif dapat diketahui dengan melihat besar kecilnya koefesien reliabilitas tes, dandihitung dengan menggunakan rumus

, dengan R sebagai keofesien reliabilitas, dan r sebagai korelasi product moment antara belahan (ganjil – genap) atau (awal – akhir).

TABEL 3.4

KATEGORI RELIABILITAS BUTIR SOAL

Batasan Kategori 0,80 < r ≤ 1,00 Sangat baik 0,60 < r ≤ 0,80 Baik 0,40 < r ≤ 0,60 Sedang 0,20 < r ≤ 0,40 Kurang r ≤ 0,20 Sangat kurang 2. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan :

Menguji normalitas dari tes awal dan tes akhir di kelas eksperimen dan kontrol dengan rumus ∑ ! "

! (Azwar, 2004: 19), Kriteria data dikatakan berdistribusi normal jika : X2hitung ≤ X2tabel (Akdon: 2005)

Menguji homogenitas dengan menggunakan uji dua peubah bebas dengan rumus #$ %&'( )* *'+ ,*-+

)* *' ./0 (akdon, 2005), kriteria pengujian dengan derajat kebebasan (dk), masing-masing untuk dk1 = (n1 - 1) dan dk2 = (n2 – 1) pada taraf kepercayaan dengan α = 0,05 adalah jika nilai F hitung ≤ Ftabel maka berarti harga kedua variansinya homogen.

(15)

94 Menguji hipotesis dengan uji perbedaan rata-rata nilai tes awal dan tes akhir atau uji t dan uji signifikasi. Jika data berdustribusi normal dan homogen digunakan rumus 12222 2222

+3411 41 (Sudjana, 1996).

a. Hasil Uji Normalitas Tes Akhir Kemampuan Membaca

Kemampuan membaca Alquran pada anak dapat dilihat dari skor tes akhir kedua kelompok penelitian. Skor tersebut diolah dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows menggunakan uji Kolmogorof-Smirnov untuk menguji normalitas.

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data variabel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak yang ditunjukkan dengan asymp.sig. (2-tailed) untuk masing-masing kelompok data variabel dengan menggunakan taraf signifikan α = 0,05. Untuk hasil pengujian normalitas bagi skor tes akhir untuk kelompok kontrol dan eksperimen sebagai berikut.

TABEL 3.5

UJI NORMALITAS SKOR TES AKHIR KEMAMPUAN MEMBACA tes akhir membaca eksperimen tes akhir membaca kontrol N 10 10

Normal Parametersa,,b Mean 32.10 17.20 Std. Deviation 10.429 4.492 Most Extreme Differences Absolute .120 .182 Positive .109 .125 Negative -.120 -.182 Kolmogorov-Smirnov Z .380 .576

(16)

95 Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikan kelompok kontrol dan eksperimen adalah sebesar 0, 999 dan 0,894. Nilai signifikan ini lebih besar dari taraf signifikan α = 0,05 sehingga skor tes akhir kemampuan membaca berdistribusi normal dapat diterima.

b. Hasil Uji Homogenitas Test Akhir Kemampuan Membaca

Setelah data yang diperoleh berdistribusi normal, selanjutnya dilakukan uji homogenitas varians. Uji ini dilakukan sebagai syarat dalarn membandingkan antar kelompok karena perbandingan antar kelompok uji dapat memberikan kesimpulan yang tepat jika variasi data antar kelompok tidak berbeda nyata (dapat disimpulkan perbedaan yang terjadi/tidak terjadi karena perlakuan yang diberikan bukan karena adanya perbedaan variasi data). Uji homogenitas varians dihitung menggunakan levene test (α: 0,05) dengan dasar pengambilan keputusan bila nilai fhitung < f tabel atau signifikansi > 0,05, maka data homogen. Untuk lebih jelasnya hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut.

TABEL 3.6

UJI HOMOGENITAS TES AKHIR KEMAMPUAN MEMBACA Levene Statistic df2 Sig.

4.161 18 .056

Dari tabel diketahui varians skor tes akhir kemampuan membaca untuk kelompok kontrol dan eksperimen yang diperoleh adalah lebih besar dari taraf signifikasi α = 0,05 adalah homogen dan memiliki variansi yang berbeda yaitu sebesar 0,056. Dengan demikian, maka hasil tes akhir kemampuan membaca anak didik TKIT Al-Aqsho Sarijadi Bandung dapat diperbandingkan antara kedua

(17)

96 kelompok untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari perlakuan yang diberikan.

c. Hasil Uji Normalitas Tes Akhir Kemampuan Menulis

Kemampuan menulis Alquran pada anak dapat dilihat dari skor tes akhir kedua kelompok penelitian. Skor tersebut diolah dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows menggunakan uji Kolmogorof-Smirnov untuk menguji normalitas.

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data variabel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak yang ditunjukkan dengan asymp.sig. (2-tailed) untuk masing-masing kelompok data variabel dengan menggunakan taraf signifikan α = 0,05. Untuk hasil pengujian normalitas bagi skor tes akhir untuk kelompok kontrol dan eksperimen adalah sebagai berikut.

TABEL 3.7

UJI NORMALITAS SKOR TES AKHIR KEMAMPUAN MENULIS tes akhir menulis eksperimen tes akhir menulis kontrol N 10 10

Normal Parametersa,,b Mean 33.00 15.90 Std. Deviation 9.638 5.953 Most Extreme Differences Absolute .122 .193 Positive .122 .193 Negative -.122 -.161 Kolmogorov-Smirnov Z .386 .611

Asymp. Sig. (2-tailed) .998 .849

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikan kelompok kontrol dan eksperimen adalah sebesar 0, 998 dan 0,849. Nilai signifikan ini lebih besar

(18)

97 dari taraf signifikan α = 0,05 sehingga skor tes akhir kemampuan membaca berdistribusi normal dapat diterima.

d. Hasil Uji Homogenitas Tes Akhir Kemampuan Menulis

Setelah data yang diperoleh berdistribusi normal, selanjutnya dilakukan uji homogenitas varians. Uji ini dilakukan sebagai syarat dalarn membandingkan antar kelompok karena perbandingan antar kelompok uji dapat memberikan kesimpulan yang tepat jika variasi data antar kelompok tidak berbeda nyata (dapat disimpulkan perbedaan yang terjadi/tidak terjadi karena perlakuan yang diberikan bukan karena adanya perbedaan variasi data). Uji homogenitas varians dihitung menggunakan levene test (α: 0,05) dengan dasar pengambilan keputusan bila nilai fhitung < f tabel atau signifikansi > 0,05, maka data homogen. Untuk lebih jelasnya hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut.

TABEL 3.8

UJI HOMOGENITAS TES AKHIR KEMAMPUAN MENULIS Levene Statistic df2 Sig.

3.069 18 .097

Dari tabel diketahui varians skor tes akhir kemampuan menulis untuk kelompok kontrol dan eksperimen yang diperoleh adalah lebih besar dari taraf signifikasi α = 0,05 adalah homogen dan memiliki variansi yang berbeda yaitu sebesar 0,097. Dengan demikian, maka hasil tes akhir kemampuan menulis anak didik TKIT Al-Aqsho Sarijadi Bandung dapat diperbandingkan antara kedua kelompok untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari perlakuan yang diberikan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :