KEPUTUSAN
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : KEP. 110/MEN/II/2007 TENTANG
PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA (POKJA) PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN
KOTA TERPADU MANDIRI (KTM)
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
Menimbang : a. Bahwa penyelenggaraan transmigrasi bersifat lintas sektor dan multidisipliner, sehingga pelaksanaanya memerlukan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi dengan Instansi lintas sektor terkait;
b. Bahwa dalam upaya Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM), perlu dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang anggotanya mengikut sertakan Instansi lintas sektor terkait;
c. Bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri. Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1997
tentang Ketransmigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3682);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Transmigrasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3800);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952);
5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pengangkatan Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu.
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia;
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia;
8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.14/MEN/VII/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA (POKJA) PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN KOTA TERPADU MANDIRI (KTM).
KESATU : Membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang terdiri dari Pengarah dan Kelompok Kerja (Pokja) dengan susunan keanggotaan sebagaimana tersebut dalam Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Pengarah sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU,
mempunyai tugas :
a. Memberikan masukan dalam Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) bagi Kelompok Kerja (Pokja);
b. Mengendalikan kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM)
c. Melaksanakan rapat-rapat/pembahasan Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) secara berkala. KETIGA : Kelompok Kerja (Pokja) sebagaimana dimaksud dalam diktum
KESATU mempunyai tugas :
a. Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi terhadap usulan Pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM);
b. Mengkoordinasikan kontribusi program/kegiatan dari instansi lintas sektor terkait, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Swasta dan Masyarakat;
c. Memberikan bimbingan/bantuan teknis dalam pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) sesuai bidangnya masing-masing;
d. Melakukan evaluasi kinerja Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM).
KEEMPAT : Pengarah dalam melaksanakan rapat-rapat/pembahasan difasilitasi oleh Sekretaris Pengarah.
KELIMA : Dalam melaksanakan tugasnya Kelompok Kerja (Pokja) dapat mengundang Pejabat dari Instansi lintas sektor terkait sebagai Narasumber.
KEENAM : Ketua Kelompok Kerja (Pokja) melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
KETUJUH : Dalam mendinamisasikan kegiatan Kelompok Kerja dapat dibentuk Sekretariat Kelompok Kerja (Pokja) yang ditetapkan oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja).
KEDELAPAN : Biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada DIPA Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan/atau Departemen/Instansi lintas sektor terkait. KESEMBILAN : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Jakarta.
Pada tanggal 20 Februari 2007.
MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
ttd
ERMAN SUPARNO. SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth :
1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
2. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan;
3. Para Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
4. Kepala Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara Jakarta III; 5. Para Anggota Kelompok Kerja.
LAMPIRAN : Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : KEP.110/MEN/II/2007. Tentang Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM).
SUSUNAN KEANGGOTAAN KELOMPOK KERJA (POKJA) PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN
KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) A. PENGARAH.
NO. NAMA JABATAN KEDUDUKAN
DALAM POKJA. 1. ERMAN SUPARNO. Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi RI. PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB 2. IR.HARRYHERIAWAN SALEH,MSC Sekretaris Jenderal/Depnakertrans. SEKRETARIS 3. IR.ACHMAD INDRAWAN SOELEMAN, MBA,MM.
Staf Ahli Menteri Bidang Otonomi Daerah,
Depnakertrans.
ANGGOTA 4. IR. TIGOR SINAGA, MCP. Staf Ahli Menteri Bidang
Ekonomi dan Sumberdaya Manusia, Depnakertrans.
ANGGOTA 5. IR.BESAR SETYOKO,MM Direktur Jenderal Pembinaan
Pelatihan dan Produktivitas, Depnakertrans.
ANGGOTA 6. DR.IR.RUKMAN
SARDJADIDJADJA,MMA.
Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Wilayah, Depnakertrans.
ANGGOTA 7. IR.R.PUDYO PRAYUDI. Staf Khusus Menteri Bidang
Ketransmigrasian, Depnakertrans.
ANGGOTA 8. IR. AGUS WIJANARKO,
MSC
Direktur Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum.
ANGGOTA 9. IR. AGUS TJAHAJANA,
MSI.
Sekretaris Jenderal
Departemen Perindustrian. ANGGOTA 10. IR. BUDI YUWONO
PRAWIROSUDIRDJO, DIPL,SE.
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Departemen Pekerjaanm Umum.
ANGGOTA
11. IR. HILMAN MANAN, DIPL,HE.
Direktur Jenderal
Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian. ANGGOTA 12. IR. ACHMAD MANGGABARANI. Direktur Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian. ANGGOTA
13. MUZNI H.A. DJALIL Deputi Bidang Produksi Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
ANGGOTA
B. KELOMPOK KERJA (POKJA).
NO. NAMA JABATAN KEDUDUKAN
DALAM POKJA 1. DRS. DJOKO SIDIK
PRAMONO,MM
Direktur Jenderal
Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Depnakertrans. KETUA 2. DRA. DYAH PARAMAWARTININGSIH Direktur.Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi, Depnakertrans. WAKIL KETUA 3. IR. PRASETYOADI WARSONO. Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Masyarakat dan Kawasan, Ditjen P2MKT,
Depnakertrans.
SEKRETARIS I
4. IR. M. ARSYAD NURDIN Direktur Perencanaan Teknis Permukiman dan Perpindahan, Ditjen P4T, Depnakertrans. SEKRETARIS II 5. IR. ENDANG SABARYAH,MA Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia, Departemen
Perindustrian.
ANGGOTA 6. DR.IR AGUS SOFYAN,MS. Direktur Perluasan Areal,
Ditjen PLA, Departemen Pertanian.
ANGGOTA 7. IR. SRI APRIATINI
SUKARDI,MM.
Direktur Bina Program, Ditjen Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum.
ANGGOTA 8. IR. DJOKO MOERYANTO,
MSC.
Direktur Bina Program, Ditjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum.
ANGGOTA 9. IR. SUWARNO P.
RAHARDJO, MSI
Direktur Kawasan Dan Otorita, Ditjen
Pemerintahan Umum, Departemen Dalam Negeri.
ANGGOTA 10. WARYOKO AR Asdep Urusan Pertanian
Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kementerian Negara Koperasi dan
11. IR. BAMBANG GOERITNO, MSC, MPA.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Departemen Pekerjaan Umum. ANGGOTA 12. IR. TIMBUL NURTJAHYONO. Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Depnakertrans. ANGGOTA
13. IR. PRASETIO SAYOGYO, MEM.
Direktur Penyerasian Lingkungan, Ditjen P2MKT, Depnakertrans.
ANGGOTA 14. DR.IR. SUHARYOTO, MS Direktur Pengembangan
Usaha, Ditjen P2MKT, Depnakertrans.
ANGGOTA 15. DRS. BUDI SANTOSO. Direktur Peningkatan
Kapasitas SDM dan Masyarakat, Ditjen P2MKT, Depnakertrans.
ANGGOTA 16. IR. HARDY BENRY
SIMBOLON, MMA
Direktur Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Ditjen P2MKT, Depnakertrans.
ANGGOTA 17. DRS. L. MADYO, MSC. Sekretaris Direktorat
Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi, Depnakertrans. ANGGOTA 18 DRS. MIRWANTO MANUWIYOTO,MM Direktur Fasilitas Perpindahan Transmigrasi, Ditjen P4T, Depnakertrans. ANGGOTA 19 IR. PAULUS RANTE
TODING, MM
Direktur Pembangunan Perumahan, Ditjen P4T, Depnakertrans.
ANGGOTA 20 IR. SUGIARTO SUMAS, MT. Direktur Penyediaan Tanah
Transmigrasi, Ditjen P4T, Depnakertrans.
ANGGOTA 21. DRA ERNAWATI, MM Direktur Promosi,
Inventaris dan Kemitraan, Ditjen P4T,
Depnakertrans.
ANGGOTA
22. IR. OON KURNIAPUTRA, MA
Kepala Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal, Depnakertrans.
ANGGOTA 23. PAGAR MARULI
SITORUS,SE,MA.
Kepala Biro Keuangan, Sekretariat Jenderal, Depnakertrans.
24. ANDI SYAHRUL P, SH. Kepala Biro Hukum, Sekretariat Jenderal Depnakertrans. ANGGOTA 25. IR. SARASWATI SOEGIHARTO, MA.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketransmigrasian, Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi, Depnakertrans. ANGGOTA 26. IR. JOSEPH SETYOHADI,MPA.
Kepala Pusat Data dan Informasi
Ketransmigrasian, Balitfo, Depnakertrans.
ANGGOTA 27. DRA.TATI HENDRATI, MA. Sekretaris Direktorat
Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Depnakertrans. ANGGOTA MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
ttd