5
TANDA TERIMA UANG
(MODAL)
Bismillahirrahmaanirrahiim
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Alamat
Menyatakan telah menerima dari PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Syariah ………uang sejumlah : Rp. Terbilang
:
Sebagai Pembiayaan dengan syarat-syarat yang tercantum dalam perjanjian pembiayaan
dua pihak antara kami dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat
di Cabang Syariah ……….. Tanggal,………
2016 Pada
tanggal
Nomor materai
6000
Nama dan Tanda tangan
AKAD PEMBIAYAAN MUSYARAKAH MUTANAQISHAH
Nomor
:…….………..…………
Yang bertanda tangan dibawah ini :
I. PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT YANG DISEBUT BANK NAGARI, dalam hal ini diwakili oleh...selaku Pemimpin Cabang...yang beralamat di …..., bertindak dalam jabatannya tersebut berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor SR/000/DIR/00-2016 tanggal ...bulan...tahun..., dengan demikian sah bertindak untuk dan atas nama PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Yang disebut Bank Nagari berkedudukan di Padang, untuk selanjutnya disebut sebagaiBANK
.---II. ..., pekerjan...pemegang Kartu Tanda Penduduk No...,beralamat di ..., dalam hal ini :
- bertindak untuk dan atas nama diri sendiri dan dalam melakukan tindakan hukum ini telah mendapat persetujuan dari Suami/Istri yang bernama ……… - Bertindak dalam kedudukannya selaku ……….. dari, dan karenanya berdasarkan
………..untuk dan atas nama ……… selanjutnya disebutNASABAH
.---Sesuai dengan permohonan pembiayaan NASABAH tanggal... untuk menjalankan usaha bersama yang modalnya didapat dari BANK dan NASABAH sebagai penyertaan, dan risiko untung dan ruginya akan dipikul bersama sesuai dengan porsi yang disepakati oleh kedua belah pihak dan Surat Persetujuan Pemberian Pembiayaan (SPPP) No...tanggal ... , maka dengan ini NASABAH menyatakan bahwa
:--- Telah membaca dan memahami Persyaratan Pembiayaan Musyarakah
Mutanaqishah.- Telah mengerti dan memahami Ketentuan Umum Pemberian Pembiayaan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat dan pemberlakuannya terhadap Akad Pembiayaan
ini.---Berdasarkan hal tersebut diatas, maka para pihak menyatakan setuju dan sepakat mengadakan akad pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah (untuk selanjutnya disebut “AKAD”) dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut
:---PASAL 1
OBJEK MUSYARAKAH MUTANAQISHAH
Bank dan Nasabah dengan ini sepakat melakukan kerjasama atau bermitra untuk secara bersama-sama mengelola proyek/usaha yang menguntungkan yaitu menyewakan sebuah asset dengan diawali pembelian :
- 1 (satu) unit rumah yang berdiri di atas sebidang tanah Hak Milik No. ………… seluas ……. m2 (………..) SU/GS No. ………. Tanggal
……….. terletak di
……….. tertulis atas nama ………..
Sedemikian tersebut dalam sertifikat (tanda bukti hak) yang dikeluarkan oleh pejabat yang
berwenang di ……….. pada tanggal ………
(………..)
- 1 (satu) unit kendaraan roda empat/ roda dua, Jenis ………., Merk ……….., Tahun Pembuatan ……… No. Rangka : ………., No. Mesin : ………,
No. BPKB : ………, No. Polisi : ……….. tercatat an. ………. alamat Jl. ……… .
- 1 (satu) unit barang berupa ………..
PASAL 2
PENYERAHAN OBJEK SEWA
1. Penyerahan Objek Sewa (tanah dan bangunan, kendaraan, atau barang-barang lain) yang menjadi Objek Sewa dari Bank atau pihak yang ditunjuk oleh Bank kepada Nasabah dibuatkan Berita Acara Penyerahan Objek Sewa yang ditandatangani oleh Bank dan Nasabah yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Akad ini.
2. Setelah penyerahan Objek Sewa dari Bank atau pihak yang ditunjuk oleh Bank kepada Nasabah maka Nasabah berkewajiban dan bertanggung jawab memelihara keamanan dan keutuhan Objek Sewa tersebut sehingga selalu dalam keadaan baik dan layak pakai.
PASAL 3
MODAL SYIRKAH, PENGGUNAAN DAN JANGKA WAKTU
1. BANK dan NASABAH berjanji dan mengikatkan diri untuk menyediakan sejumlah modal sebesar Rp………….. (……….) atau ……… unit hishshah, masing-masing yaitu BANK sebesar Rp...(...) dan NASABAH sebesar Rp...(...), yang masing-masing dan berturut-turut merupakan …..% (……….. persen) atau ……. unit hishshah dan …..% (……….. persen) atau …………. unit hishshah dari keseluruhan biaya transaksi pembelian Objek SYIRKAH untuk penyertaan modal membiayai usaha...
---2. Pembiayaan ini diberikan selama ... ( ………... ) bulan---terhitung mulai tanggal ……… sampai dengan tanggal ………
PASAL 4 HARGA SEWA
1. Atas pembiayaan yang diterima, NASABAH berjanji dan mengikatkan diri untuk membayar biaya sewa (ujrah), Bagi hasil dari marjin, Bagi Hasil dari Bagi Hasil) sebesar ………% (…….... ...) dikalikan porsi kepemilikan aset/barang
modal---2. Bank memiliki hak penuh untuk menentukan kenaikan Harga Sewa/ Bagi Hasil secara berkala yang besarnya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang berkembang.
3. Sewa/ Harga Sewa dapat direview (ditinjau kembali) setiap 1 (satu) tahun sekali yang besarannya didasarkan kepada kebiasaaan harga pasar (BI rate), dan perubahannya ini disetujui oleh nasabah, sepanjang besaran harganya sesuai dengan fluktuasi harga di pasar. 4. Dalam hal terjadi perubahan biaya sewa (ujrah) yang berlaku, maka BANK akan
memberitahukan kepada NASABAH paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum berlakunya perubahan biaya sewa (ujrah), bagi hasil dari
marjin)---5. Pemberitahuan sebagaimana dimaksud ayat 2 diatas dapat dilakukan BANK melalui surat tertulis atau secara elektronik atau sarana komunikasi digital lainnya, baik secara langsung kepada NASABAH maupun dalam bentuk
pengumuman.---6. Dalam hal NASABAH tidak menyetujui perubahan sebagaimana dimaksud ayat 2 diatas, maka NASABAH memberitahukan secara tertulis kepada BANK dan selanjutnya NASABAH berhak memutuskan pembiayaan dengan cara melakukan pelunasan atas seluruh kewajiban di
BANK.---PASAL 5
NISBAH/PEMBAGIAN HASIL USAHA
1. NASABAH dan BANK selaku Syarik sepakat, dan dengan ini saling mengikatkan diri satu terhadap yang lain bahwa Nisbah bagi hasil dari ijarah, bagi hasil, margin untuk masing-masing pihak untuk pertama kalinya adalah ....% (...) untuk NASABAH dan... % (...) untuk BANK, dan nisbah tersebut akan berubah mengikuti
penurunan porsi sesuai dengan jadwal angsur yang merupakan satu kesatuan dengan akad ini.
2. NASABAH dan BANK selaku Syarik sepakat dan dengan ini saling mengikatkan diri satu terhadap yang lain, bahwa pelaksanaan Bagi Hasil akan dilakukan pada setiap periode dan setiap tanggal yang disepakati para pihak dengan memperhatikan Pasal 9 ayat 8.
3. NASABAH dan BANK selaku Syarik berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk menanggung kerugian yang timbul secara proporsional menurut porsi modal masing-masing dalam pelaksanaan akad ini, kecuali apabila kerugian tersebut terjadi karena ketidakjujuran dan/atau kelalaian NASABAH termasuk tetapi tidak terbatas pada Pasal 6, dan/atau pelanggaran yang dilakukan NASABAH dengan syarat sebagaimana dimaksud dengan Pasal 7 Akad ini.
4. Nisbah bagi hasil usaha sebagaimana dimaksud akad ini tidak dapat diubah sepanjang jangka waktu fasilitas Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah ini dan tidak dapat berlaku surut, kecuali berdasarkan kesepakatan para pihak.
PASAL 6
PENGGUNAAN DAN PUNGUTAN
NASABAH menjamin dan berjanji serta dengan ini mengikatkan diri untuk :
1. Menanggung risiko dalam bentuk apapun sehubungan dengan penggunaan Objek Sewa serta berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk membebaskan BANK dari beban atau kerugian apa pun juga yang disebabkan karena kerusakan, gangguan, atau berkurangnya Objek Sewa, termasuk dan tidak terbatas yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian NASABAH atau orang lain.
2. Bertanggung jawab dan menanggung pembayaran setiap pajak, restribusi denda, dan pungutan-pungutan lainnya atas Objek Sewa tepat pada waktunya kepada pihak yang berwenang.
PASAL 7
KEWAJIBAN PEMELIHARAAN
NASABAH berjanji, bahwa :
1. Atas biayanya sendiri wajib merawat obyek sewa sedemikian sehingga selalu dalam keadaan baik dan terpelihara, mematuhi setiap aturan pemeliharaan dan prosedur yang diwajibkan atau disarankan dari setiap pembuat Objek Sewa atau orang lain yang berwenang, melakukan servis yang diperlukan, disamping menggunakan personil yang cakap dan memenuhi syarat dalam melakukan perbaikan atas Obyek Sewa.
2. Tidak akan melakukan perubahan, penambahan dan/atau pengurangan apapun terhadap Objek Sewa yang dapat menimbulkan kerusakan, berkurangnya manfaat, dan/atau kerugian atas nilai ekonomis Objek Sewa.
3. Dalam melakukan perbaikan atas Objek Sewa atau bagian-bagiannya, perlengkapan, peralatan dan/atau assesoris yang digunakan, sekurang-kurangnya memiliki nilai, kualitas dan kegunaan yang sama dengan yang digantikannya.
PASAL 8
ANGSURAN HISHSHAH (PORSI ATAU BAGIAN SYARIK)
(1). NASABAH berjanji dan mengikatkan diri untuk membeli seluruh Hishshah Bank secara bertahap dengan sistem angsuran pembayaran hishshah sebagaimana jadwal angsuran terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akad
ini---(2). NASABAH berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk mengembalikan kepada BANK seluruh jumlah pembiayaan pokok dan bagian pendapatan/keuntungan yang menjadi hak BANK sampai lunas sesuai dengan NISBAH BAGI HASIL sebagaimana ditetapkan pada pasal 5 menurut jadwal pembayaran sebagaimana ditetapkan dalam lampiran yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Akad ini.
(3). Dalam hal pembayaran dilakukan melalui rekening NASABAH di BANK, maka dengan ini NASABAH memberi kuasa yang tidak dapat berakhir karena sebab-sebab yang ditentukan dalam pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata kepada BANK untuk mendebet rekening NASABAH guna membayar/melunasi kewajiban NASABAH kepada BANK.
(4). Apabila NASABAH membayar kembali atau melunasi pembiayaan yang difasilitasi oleh BANK lebih awal dari waktu yang diperjanjikan, maka tidak berarti pembayaran tersebut akan
menghapus atau mengurangi bagian dari pendapatan/keuntungan yang menjadi hak BANK sebagaimana telah ditetapkan dalam akad ini.
PASAL 9
BIAYA ADMINISTRASI DAN SUPERVISI FEE
Atas Pembiayaan Musyarakah, NASABAH berjanji dan mengikatkan diri membayar biaya administrasi dan supervisi fee sebagai berikut :
---(1). Biaya Administrasi sebesar Rp...(...) dibayar pada saat
realisasi.---(2). Supervisi fee sebesar Rp. ...(...) Dibayar pada saat
realisasi---PASAL 10
SANKSI/ DENDA (Ta’widh dan Ta’zir
(1). Dalam hal nasabah terlambat membayar kewajiban dari jadwal yang telah ditetapkan sehingga BANK harus mengeluarkan biaya-biaya untuk penagihan keterlambatan itu, maka BANK membebankan Ta’widh (ganti rugi) dan NASABAH setuju untuk mengganti biaya riel yang telah dikeluarkan BANK tersebut. Biaya yang diperoleh dari ganti rugi menjadi pendapatan BANK. (2). Selain ganti rugi BANK juga membebankan kepada NASABAH denda Ta’zir yang bertujuan
agar nasabah disiplin dalam membayar cicilan dan NASABAH setuju membayar denda (Ta’zir) atas keterlambatan tersebut sebesar Rp ... (...) untuk setiap hari keterlambatan,
---(3). Dana dari denda atas keterlambatan yang diterima oleh BANK akan diperuntukan sebagai dana sosial.
PASAL 11 AGUNAN PEMBIAYAAN
1. Guna menjamin pembayaran kembali hishshah dan Bagi hasil oleh NASABAH kepada BANK tepat pada waktu yang telah disepakati kedua belah pihak berdasarkan AKAD ini berikut dengan segala perubahannya, NASABAH setuju menyerahkan kepada Bank barang bergerak dan tidak bergerak, serta barang berujud dan tidak berujud
berupa.-…... ... ... ... ... ...…...
...---2. NASABAH menyatakan dengan ini, bahwa agunan sebagaimana tersebut ayat 1 diatas belum dibebani sesuatu ikatan dengan Pihak Ketiga dan selama hutang belum lunas tidak akan dibebani dengan suatu ikatan dengan pihak lainnya selain BANK, kecuali atas persetujuan
BANK.---3. Selama pembiayaan berjalan apabila agunan tidak mencukupi, NASABAH berjanji dan mengikatkan diri untuk memenuhi apabila BANK meminta agunan tambahan dan/atau menurunkan sisa hutang sehingga memenuhi batasan rasio minimal yang berlaku di BANK.----
---PASAL 12 ASURANSI
1. Jika tidak ditentukan lain oleh BANK, maka NASABAH berjanji dan mengikatkan diri untuk mengasuransikan agunan pembiayaan dan atau objek yang dibiayai oleh BANK atas beban NASABAH pada Perusahaan Asuransi yang ditunjuk oleh BANK yang jenis, nilai dan jangka waktunya ditentukan oleh BANK dengan syarat dalam perjanjian asuransi BANK ditetapkan sebagai penerima ganti rugi atas peristiwa yang terjadi pada objek yang diasuransikan (Banker's
Clause).---2. Dengan tidak mengurangi maksud ayat 1 diatas, NASABAH berjanji dan mengikatkan diri untuk melakukan perpanjangan asuransi sampai dengan pembiayaan dinyatakan lunas oleh
BANK, dengan biaya asuransi atas beban
NASABAH.---PASAL 13
PERNYATAAN DAN PENGAKUAN
1. NASABAH setuju data dan informasi tentang NASABAH yang ada pada BANK apabila diperlukan diberikan kepada pihak ketiga lainnya untuk kepentingan;penyelesaian pembiayaan,asuransi dan pemindahan pembiayaan kepada lembaga keuangan lainnya;
2. Pada saat ditandatanganinya Akad ini NASABAH tidak sedang mengalihkan, menjaminkan dan/atau memberi kuasa kepada orang lain untuk mengalihkan dan/atauu menjaminkan atas sebagian atau seluruh dari hartanya, termasuk dan tidak terbatas pada piutang dan/atau klaim asuransi, tidak dalam keadaan berselisih, bersengketa gugat-menggugat di muka atau di luar lembaga peradilan atau arbitrase, berutang pada pihak lain, diselidiki atau dituntut oleh pihak yang berwajib, baik pada saat ini ataupun dalam masa penundaan, yang dapat mempengaruhi asset, keadaan keuangan dan/atau mengganggu jalannya usaha NASABAH;
3. Orang-orang yang bertindak untuk dan atasnama serta mewakili dan/atau diberi kuasa oleh NASABAH adalh sah dan berwenang, serta tidak dalam tekanan atau paksaan dari pihak manapun ;
4. NASABAH mengizinkan BANK pada saat ini dan untuk selanjutnya selama berlangsungnya Akad, untuk memasuki tempat usaha dan tempat-tempat lain yang berkaitan dengan usaha NASABAH, mengadakan pemeriksaan terhadap pembukuan, catatan-catatan, transaksi, dan/atau kegiatan lainnya yang berkaitan dengan usaha berdasarkan Akad ini, baik langsung maupun tidak langsung.
PASAL 14
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
1. Porsi NASABAH dalam musyarakah ini disetorkan ke rekening NASABAH di BANK atau dapat disetor langsung ke Developer/ penjual berdasarkan wakalah dengan memberikan bukti pembayaran ke BANK .
2. Pada dasarnya BANK selaku Syariik secara bersama-sama bertanggung jawab penuh terhadap proyek usaha penyewaan tanah dan bangunan rumah, kendaraan atau barang-barang lain secara musyarakah mutanaqishah sesuai porsi masing-masing sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 akad ini. Namun dalam proyek ijarah, karena ada pendelegasian dari NASABAH kepada BANK untuk mengelola penyewaan asset tersebut, maka biaya sewa (ujrah) diserahkan oleh NASABAH selaku penyewa kepada BANK setiap bulan selaku pengelola usaha sewa, namun dari segi pemeliharaan asset BANK mewakilkan kepada NASABAH untuk memelihara keamanan dan keutuhan objek sewa tersebut sehingga selalu dalam keadaan baik dan layak pakai.
3. NASABAH wajib membayarkan biaya sewa setiap bulan kepada BANK yang besarnya sesuai dengan kesepakatan.
4. BANK dan NASABAH selaku Syariik secara bersama-sama mengakui kepemilikan bersama atas usaha (syirkah ‘inan) penyewaan atas tanah dan bangunan rumah, kendaraan atau barang-barang lain tersebut sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing.
5. Dengan persetujuan pihak BANK, sejak berlakunya akad ini bukti kepemilikan tanah dan bangunan rumah kendaraan atau barang-barang lain tersebut diatasnamakan ke atas nama NASABAH dengan tanpa mengurangi hak dari BANK untuk sewaktu-waktu mengganti kepemilikan rumah tersebut ke atas nama BANK atau pihak lain yang ditunjuk BANK berdasarkan Perjanjian Penyerahan Kepemilikan yang telah ditandatangani oleh dan antar BANK dan NASABAH.
6. Nasabah dengan ini menyatakan berjanji akan mengambil alih porsi kepemilikan BANK atas objek Musyarakah Mutanaqishah (tanah dan bangunan rumah, kendaraan atau barang-barang lain) yang dibeli secara bertahap sesuai jadwal yang disepakati bersama sehingga pada akhir jangka waktu berakhir (sebagaimana dimaksud pasal 3 maka kepemilikan objek Musyarakah Mutanaqishah tersebut sepenuhnya menjadi milik NASABAH dengan dibuktikan oleh suatu bukti pelunasan yang dikeluarkan oleh BANK.
7. BANK dengan ini menyatakan berjanji akan memberikan porsi kepemilikan BANK atas objek Musyarakah Mutanaqishah secara bertahap melalui bay’sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama sehingga kepemilikan BANK atas asset tersebut berkurang secara bertahap sampai kepemilikan objek Musyarakah Mutanaqishah tersebut sepenuhnya menjadi milik nasabah semuanya.
8. BANK dengan ini menunjuk NASABAH dengan suatu Surat Penunjukan dan Kuasa yang ditanda oleh BANK yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari akad ini untuk mewakili BANK dalam menjalankan kegiatan usaha SYIRKAH sebagaimana dimaksud dalam akad ini dengan menyewakan kepada NASABAH atau pihak lain yang ditunjuk oleh BANK guna menghasilkan keuntungan bagi BANK dab NASABAH.
9. BANK dan NASABAH selaku Syariik secara bersama-sama berhak untuk mengambil bagiannya atas keuntungan dari hasil sewa/bagi hasil/margin sesuai dengan nisbah yang telah disepakati dalam akad ini.
10. Porsi NASABAH atas bagi hasil sebagaimana dimaksud ayat 9 di atas dibayarkan ke rekening ESCROW atas nama NASABAH untuk selanjutnya NASABAH memberi KUASA kepada BANK untuk mendebet atau memotong dana tersebut sebagai pembayaran cicilan ijarah, selanjutnya bagian NASABAH dalam SYIRKAH itu digunakan untuk pengambilalihan porsi BANK atas objek Musyarakah Mutanaqishah tersebut secara bertahap setiap bulan. Sedangkan bagian bagi hasil yang diterima BANK dari hasil Ijarah itu menjadi milik BANK.
PASAL 15 PEMBERIAN KUASA
1. Guna kelancaran penyelesaian kewajiban NASABAH kepada BANK, NASABAH berjanji dan mengikatkan diri untuk memberikan kuasa kepada BANK apabila BANK
:---a. Menjual barang-barang yang disebut dalam pasal 6 dan harta lainnya dengan cara dan harga yang dianggap layak oleh BANK dengan ketentuan :
---1) Penjualan tersebut dapat dilakukan oleh BANK jika pembayaran kembali dari jumlah hutang NASABAH ditambah dengan marjin, bagi hasil, ujrah tidak dilakukan dengan cara sempurna atau seksama atau bilamana NASABAH melalaikan sesuatu kewajiban terhadap
BANK.---2) Penjualan tersebut dapat dilakukan baik dimuka umum maupun dibawah tangan oleh BANK sendiri dan atau oleh Pihak Ketiga yang dianggap baik oleh BANK.---3) Sehubungan dengan Kuasa yang diberikan pada ayat 1 diatas BANK berkewajiban memperhitungkan pendapatan bersih dari penjualan itu dengan hutang NASABAH pada BANK baik hutang yang timbul karena surat persetujuan ini maupun hutang-hutang lain yang ada pada
BANK.---4) Hutang NASABAH belum dinyatakan lunas apabila pendapatan bersih dari penjualan pada ayat 1 diatas tidak mencukupi untuk membayar jumlah hutang-hutang NASABAH pada
BANK.---b. Melakukan pemindahbukuan dari rekening NASABAH yang ada pada BANK, baik rekening tabungan, giro, pembiayaan dan rekening lainnya guna penyelesaian kewajiban NASABAH kepada BANK serta untuk perpanjangan asuransi agunan kredit atas nama NASABAH.---c. Melakukan pemotongan atas hak tagihan NASABAH dan hak lainnya baik yang ada pada BANK maupun tempat lainnya sesuai dengan kewajiban NASABAH kepada BANK.---2. Kuasa dan pernyataan persetujuan sebagaimana tersebut pada ayat 1 diatas tidak mengurangi pertanggungjawaban NASABAH untuk memenuhi kewajibannya pada BANK, untuk itu BANK berhak melakukan penagihan kepada
NASABAH.---3. NASABAH berjanji dan mengikatkan diri atas kuasa dan pernyataan persetujuan tersebut pada ayat 1 dan ayat 2 diatas tidak dapat ditarik kembali dan tidak akan batal oleh sebab apapun sampai pembiayaan lunas pada
BANK.---4. Khusus untuk pembelian dan pembayaran objek pembiayaan sesuai tujuan penggunaan pembiayaan yang terkait dengan pihak penjual, NASABAH dengan ini menyatakan setuju memberi kuasa kepada BANK untuk dan atas nama NASABAH membayarkan pada saat yang dianggap baik oleh BANK, jumlah uang yang diperoleh dari pembiayaan tersebut pada pasal 1 ayat 1, kepada pihak penjual yaitu...
Pasal 16 RISIKO
Terhitung sejak tanggal penyerahan Objek Sewa menurut akad ini, NASABAH berjanji untuk : 1. Menanggung biaya pemeliharaan Objek Sewa yang sifatnya ringan dan tidak menghalangi
2. Menanggung kerusakan Objek Sewa yang disebabkan dari penggunaan yang diperbolehkan atau karena kelalaian NASABAH dalam menjaganya.
PASAL 17 PENJAMIN
1. Terhadap pembiayaan yang diterimanya, NASABAH sanggup menyerahkan jaminan pribadi (Borgtocht) dan atau jaminan perusahaan (corporate garantie) pada
BANK.---2. Atas penjaminan yang diberikan sebagaimana dimaksud ayat 1 diatas, penjamin dengan sepenuhnya tunduk pada akad ini, berikut dengan segala perubahannya sampai pembiayaan dinyatakan lunas oleh
BANK.---PASAL 18 CEDERA JANJI
Menyimpang dari dari ketentuan dalam pasal 3 Akad ini, BANK berhak untuk menuntut/menagih pembayaran dari NASABAH dan/atau siapa pun juga yang memperoleh hak darinya, atas sebagian atau seluruh jumlah kewajiban NASABAH kepada BANK berdasarkan Akad ini, untuk dibayar dengan seketika dan sekaligus, tanpa diperlukan adanya surat pemberitahuan, surat teguran, atau surat lainnya, apabila terjadi salah satu atau peristiwa tersebut dibawah ini :
1. NASABAH tidak melaksanakan pembayaran atas kewajibannya keapada BANK sesuai dengan saat yang ditetapkan dalam pasal 3 dan pasal 5 Akad ini.
2. dokumen, surat-surat bukti kepemilikan atau hak lainnya atas barang-barang yang dijadikan jaminan, dan/atau pernyataan pengakuan sebagaimana tersebut pada pasal 13 Akad ini ternyata palsu atau tidak benar isinya, dan /atau NASABAH melakukan perbuatan yang melanggar atau bertentangan dengan salah satu hal yang ditentukan pasal 14 dan/atau pasal 19 Akad ini,
3. Sebagian atau seluruh harta kekayaan NASABAH disita oleh pengadilan atau pihak yang berwajib,
4. NASABAH berkelakuan sebagai pemboros,pemabuk, atau ditaruh di bawah pengampuan, dalam keadaan insolvensi, dinyatakan pailit atau dilikuidasi.
PASAL 19 PELANGGARAN
NASABAH dianggap telah melanggar syarat-syarat Akad ini bila terbukti NASABAH melakukan salah satu dari perbuatan-perbuatan atau lebih sebagai berikut :
1. Menggunakan pembiayaan yang diberikan BANK di luar tujuan atau rencana kerja yang telah mendapat persetujuan tertulis dari BANK.
2. Melakukan pengalihan usaha dengan cara apapun, termasuk dan tidak terbatas pada melakukan penggabungan, konsolidasi, dan/atau akuisisi dengan pihak lain.
3. Menjalankan usahanya tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang diharuskan BANK. 4. Melakukan pendaftaran untuk memohon dinyatakan pailit oleh Pengadilan.
5. Lalai tidak memenuhi kewajibannya pada pihak lain.
6. Menolak atau menghalang-halangi BANK dalam melakukan pengawasan dan atau pemeriksaan sebagaimana tertera pada pasal 13 ayat (4) Akad ini.
PASAL 20 FORCE MAJEURE
1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”) adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam perjanjian ini.
Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah, perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-hara, pemogokan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan perjanjian ini.
2. Dalam hal terjadi peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam perjanjian ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir. 3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau diduga oleh
PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali perjanjian ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang lain.
PASAL 21
PENYELESAIAN PERSELISIHAN DAN DOMISILI HUKUM
1. Atas perjanjian ini apabila terjadi perselisihan, BANK dan NASABAH setuju terlebih dahulu menyelesaikannya secara musyawarah untuk
mufakat.---2. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan, PARA PIHAK setuju untuk menyelesaikan melalui jalur
hukum.---3. Mengenai perjanjian ini dengan segala akibatnya, BANK dan NASABAH memilih tempat kedudukan hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Agama
…...---PASAL 22 LAIN-LAIN
1. Apabila NASABAH terlambat memenuhi kewajiban kepada BANK, maka untuk penyelesaian semua kewajiban NASABAH, BANK dapat melakukan upaya hukum sesuai dengan ketentuan yang
berlaku---2. NASABAH dapat melunasi pembiayaannya sebelum berakhirnya jangka waktu pembiayaan, untuk itu BANK akan menetapkan jumlah kewajiban NASABAH yang harus dilunasi.---3. Atas akad ini, apabila dilakukan perubahan, baik mengenai jangka waktu, agunan maupun
perubahan lainnya, akan dituangkan dalam akad tambahan/addendum yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari akad
ini.---4. Atas Akad ini, BANK membebankan biaya meterai, biaya notaris, penghapusan atau pelepasan hak, biaya pengikatan dan biaya lainnya sesuai dengan persyaratan pembiayaan kepada NASABAH kecuali BANK menentukan
lain.---5. NASABAH dan BANK sepakat bahwa akad ini tidak akan batal dengan sendirinya apabila NASABAH meninggal dunia atau perusahaan NASABAH dan atau BANK dibubarkan.---6. Akad ini telah disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan termasuk
Ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.
Demikianlah Akad Pembiayaan ini dibuat dan ditandatangani setelah dibaca dan dipahami oleh NASABAH, dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan ditandatangani di...Pada
tanggal...---NASABAH BANK (_____________________________) (___________________________) Dengan Persetujuan (_____________________) SAKSI-SAKSI (_____________________________) (___________________________)
COMPLIANCE CHECKLIST MODAL SYIRKAH : - PORSI NASABAH - PORSI BANK Rp. 100% Rp. ….. % Rp. ……% NAMA NASABAH JENIS PEMBIAYAAN Tanggal
---Tujuan Pembiayaan : untuk □Perumahan, Ruko,Rukan, Rusun, Apartemen □Kendaraan Bermotor; Mobil, Motor roda dua □Modal Kerja
□ Investasi □Konsumtif □Pengalihan Hutang □Refinancing
□ Lainnya sesuai ketentuan yang berlaku
Ujrah ………
%
Wewenang Memutuskan □Direksi
□Pemimpin Divisi
□Pemimpin Kantor Cabang Syariah
K R I T E R I A Ada Tidak Keterangan
1. Aplikasi Permohonan 2. Persyaratan Umum Dokumen
- Foto Copy KTP, Kartu Keluarga - Surat Nikah/Cerai ; perorangan - Perjanjian Perkawinan
- Pas Foto 4 x 6 sebanyak 3 lembar/ perorangan dan pengurus
- Perizinan sesuai ketentuan berlaku - Foto copy NPWP
- Laporan Keuangan
- Foto copy Agunan; SHM/SHGB dan IMB 3. Dokumen lain bagi : PNS/ Pegawai BUMN/BUMD
a. Surat Kuasa Memotong Gaji b. Foto copy SK Pegawai c. Foto Copy SK Pengangkatan d. Foto Copy SK Jabatan Terakhir e. Slip Gaji terakhir
f. Foto Copy NPWP
g. Pas Photo suami/istri/penjamin h. Foto copy NPWP
i. Kartu PNS, ABRI,Karyawan j. Kartu Jamsostek/BPJS
4. Dokumen lain bagi Badan Hukum/ Usaha
a. Foto Copy KTP seluruh pengurus (Direksi/Komisioner) b. Curiculum Vitae Pengurus
c. Company Profile Perusahaan/Kelompok Usaha d. Foto Copy Akta Pendirian dan Perubahannya e. Laporan Keuangan 2 tahun terakhir/audited
f. Foto copy perizinan (SIUP,TDP,IDI,SITU) g. Foto copy bukti keanggotaan asosiasi tertentu h. Bukti print out SID
i. Bukti Keterangan Hubungan Keluarga bila agunan bukan atas nama nasabah
5. Dokumen lain bagi Koperasi/ BPR: a. Foto Copy KTP seluruh pengurus
Kantor Cabang ...
---Pemimpin SIUP,TDP,IDI,SITU,HO,IMB dan lain-lain)
g. Foto copy bukti keanggotaan asosiasi tertentu h. Bukti print out SID
i. Dokumen tentang kewenangan mengajukan pembiayaan kepada BANK.
j. Foto copy Tingkat Kesehatan Koperasi 6. Bila Take Over :
a. Foto copy SPPK/Perjanjian Kredit
d. Rekening Koran; Giro/Tabungan/Pembiayaan minimal 12 bulan terakhir
e. Laporan Keuangan 2 tahun terakhir/audited
f. Foto copy perizinan (Badan Hukum Kop. SIUP,TDP,IDI,SITU,HO,IMB dan lain-lain)
g. Foto copy bukti keanggotaan asosiasi tertentu 7. Dokumen lain bagi PEMDA sebagaimana persyaratan
dokumen pada Peraturan Pelaksanaan MMQ:
(form dapat ditambah/dilengkapi sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan unit kerja )
SURAT PERMOHONAN REALISASI
KepadaPT.BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT KANTOR CABANG SYARIAH ...
di
...
Bersama ini kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : ... Alamat : ...
Bertindak untuk diri sendiri/ dalam kedudukannya selaku ... dari, dan karenanya berdasarkan ... bertindak unuutk dan atas nama ... ...
dengan mengacu Akad Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah nomor ... tanggal ... dibuat dihadapan ...Notaris di ... selanjutnya disebut ”Akad, dengan ini mengajukan realisasi Fasilitas Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah, dengan rincian :
1. Tujuan Fasilitas Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah :
……… ……….
2. Jangka Waktu : ………….
(………..)
Sejak realisasi Fasilitas Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah. 3. Porsi Modal Bank : Rp. ……… (………) 4. Porsi Nasabah : Rp. ……… (………)
5. Nisbah; bertingkat mengikuti penurunan porsi sesuai dengan jadwal angsur, untuk pertama kali ditetapkan sebagai berikut :
- Bank : ………%
- Nisbah Nasabah : ………%
6. Periode Bagi Hasil : ………. ( ………..) bulan Demikian permohonan ini kami ajukan, atas kesediaannya kami ucapkan terima kasih. Padang, ……….
NASABAH
SURAT PERMOHONAN IJARAH
Bersama ini saya/kami yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : ... No.KTP : ... Alamat : ...
- Bertindak untuk diri sendiri dan dalam melakukan tindakan hukum ini telah mendapat persetujuan dari Suami/Istri yang bernama ...
- Bertindak dalam kedudukannya selaku ... dari, dan karenanya berdasarkan ...bertindak untuk dan atas nama ... ...
Bermaksud mengajukan permohonan kepada PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat untuk menyewa tanah dan bangunan dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Bukti Kepemilikan : SHM/SHGB/Hak Milik atas Satuan Rumah Susun No…tgl……
2. Surat Ukur : No.…………. tanggal
……….. 3. Lokasi : Propinsi……….Kabupaten/Kotamadya………. . Kecamatan………..Desa/Kelurahan ……… Perumahan ………./Komplek ..Jl. ……….….No……… RT…………../RW………. 4. Luas Bangunan : . ……… M2 (………) 5. IMB : No.………..
Selanjutnya saya/kami akan mentaati semua ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat.
Demikian untuk digunakan sebagaimana mestinya. Padang, ……….
Permohonan
(_____________________________)
SURAT TANDA TERIMA OBJEK SEWA
Pada hari ini, . ... tanggal ..., kami yang bertanda tangan di bawah ini : I. Nama : PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat
Cabang Syariah ...
Sebagai Pemberi Sewa/Pihak yang menyewakan (selanjutnya disebut BANK), II. Nama : ...
No.KTP : ... Alamat : ... Sebagai Pihak Penyewa (selanjutnya disebut NASABAH)
1. Telah menyerahkan Objek Sewa sebagaimana dimaksud dalam pasal …… akad Musyarakah Mutanaqishah No. …. Tanggal ….. dibuat dihadapan ………..Notaris di………
2. Obyek Sewa tersebut telah diserahkan dalam kondisi baik dan layak untuk dimanfaatkan oleh NASABAH.
Dengan ini NASABAH menyatakan :
1. Telah menerima Objek Sewa sebagaimana dimaksud dalam pasal …… akad Musyarakah Mutanaqishah No. …. Tanggal ….. dibuat dihadapan ………..Notaris di………
2. Obyek Sewa tersebut telah diterima dalam kondisi baik dan layak untuk dimanfaatkan oleh NASABAH.
3. Menanggung risiko dalam bentuk apapun sehubungan dengan penggunaan Objek Sewa serta berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk membebaskan BANK dari beban atau kerugian apapun juga yang disebabkan karena kerusakan, gangguan, atau berkurangnya kemanfaatan Objek Sewa termasuk dan tidak terbatas yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian NASABAH atau orang lain.
Demikian Berita Acara ini dilakukan dengan sebenar-benarnya dan untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Yang Menyerahkan, Yang Manerima,
materai 6000
(______BANK______________) ( NASABAH )
PERNYATAAN PENGAKUAN
Bersama ini saya/kami yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : ... No.KTP : ... Alamat : ...
- Bertindak untuk diri sendiri dan dalam melakukan tindakan hukum ini telah mendapat persetujuan dari Suami/Istri yang bernama ...
- Bertindak dalam kedudukannya selaku ... dari, dan karenanya berdasarkan ...bertindak untuk dan atas nama ... ...
Selanjutnya disebut NASABAH, dengan ini menyatakan bahwa :
1. Menyatakan dan mengakui bahwa saya/ kami telah bersama-sama dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat mengadakan akad Musyarakah Mutanaqishah No.……….. tanggal ………. dibuat dihadapan ………..Notaris di ………. Selanjutnya disebut AKAD dimana secara bersama-sama akan melakukan pembelian Barang sebagaimana disebutkan dalam pasal 2 akad ini.
2. Menyatakan bahwa kepemilikan atas Barang sebagaimana disebutkan dalam angka 1 di atas adalah dimiliki secara bersama-sama antara saya/ kami dan PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat namun bukti kepemilikan atas barang tersebut di atasnamakan ke atas nama saya/kami atas persetujuan dari PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat.
3. Hak Kepemilikan atas Barang, baru akan menjadi hak saya/kami sepenuhnya apabila saya/kami sudah melunasi seluruh pembayaran pengambilalihan Porsi Kepemilikan Bank sebagaimana yang disepakati berdasarkan akad, yang dibuktikan dengan tanda bukti pelunasan tertulis secara resmi dari PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat.
4. Segala keuntungan dari sewa atas Barang sebagaimana dimaksud angka 1 tersebut di atas merupakan hak bersama antara saya/kami dan PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera
5. Saya/kami tidak akan menyewakan atau memindahkan hak kepemilikan atas Barang tersebut di atas secara sepihak tanpa persetujuan dari PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. 6. Apabila saya/kami tidak memenuhi kewajiban saya/ kami kepada PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat sebagaimana di atur dalam Akad, maka saya/kami bersedia untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Barang tersebut sesuai Porsi Kepemilikan saya/kami kepada PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau pihak lain yang ditunjuk oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. Selanjutnya saya/kami bersedia untuk menandatangani dokumen-dokumen yang terkait dengan pengalihan hak tersebut, termasuk namun tidak terbatas pada Akta Jual Beli dan bersedia menghadap pejabat yang berwenang yaitu Notaris/PPAT.
Padang, ……….
Yang menyatakan, Menyetujui,
(_____________________________) (_____________________________)
SURAT PENUNJUKAN DAN KUASA
Bersama ini saya/kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : ... No.KTP : ... Alamat : ...
- Bertindak untuk diri sendiri dan dalam melakukan tindakan hukum ini telah mendapat persetujuan dari Suami/Istri yang bernama ...
- Bertindak dalam kedudukannya selaku ... dari, dan karenanya berdasarkan ...bertindak untuk dan atas nama ... ...
Bermaksud mengajukan permohonan kepada PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat untuk menyewa tanah dan bangunan dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Bukti Kepemilikan : SHM/SHGB/Hak Milik atas Satuan Rumah Susun No…tgl……
2. Surat Ukur : No.…………. tanggal
……….. 3. Lokasi : Propinsi……….Kabupaten/Kotamadya………. . Kecamatan………..Desa/Kelurahan ……… Perumahan ………./Komplek ..Jl. ……….….No……… RT…………../RW………. 4. Luas Bangunan : . ……… M2 (………)
5. IMB : No.……….. tanggal……….
Selanjutnya disebut barang, yang dibeli secara bersama-sama antara NASABAH dan PT.BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT berkedudukan di Padang, melalui Kantor Cabang Syariah ………. (selanjutnya disebut BANK) berdasarkan akad Musyarakah Mutanaqishah nomor.………. tanggal ……….. dibuat dihadapan ………..Notaris di …………... (selanjutnya disebut AKAD) yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari kuasa ini.
Bahwa untuk melaksanakan AKAD tersebut di atas, NASABAH dengan ini menunjuk dan memberikan kuasa kepada BANK khusus untuk dan atas nama NASABAH, menyewakan BARANG, baik kepada NASABAH sendiri maupun pihak ketiga.
Untuk itu BANK berhak menandatangani akad Ijarah atau dokumen lain yang diperlukan untuk menyewakan BARANG, menerima uang pembayaran sewa, dan untuk melakukan segala sesuatu yang dianggap baik oleh PENERIMA KUASA, tidak ada yang dikecualikan.
Tanpa persetujuan tertulis dari PENERIMA KUASA, kuasa ini tidak dapat dicabut kembali oleh PEMBERI KUASA dan tidak dapat berakhir karena sebab-sebab apapun termasuk namun tidak terbatas pada sebab-sebab yang ditentukan dalam pasal 1813, 1814 dan 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Surat Kuasa ini diberikan dengan HAk Subsitusi . Padang,………..
PEMBERI KUASA PENERIMA KUASA
Nasabah BANK
SURAT PERMOHONAN PEMBELIAN BARANG
DENGAN AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISHAH
Bersama ini saya/kami yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : ... No.KTP : ... Alamat : ...
- Bertindak untuk diri sendiri dan dalam melakukan tindakan hukum ini telah mendapat persetujuan dari Suami/Istri yang bernama ...
- Bertindak dalam kedudukannya selaku ... dari, dan karenanya berdasarkan ...bertindak untuk dan atas nama ... ...
Selanjutnya disebut NASABAH, bermaksud untuk mengajukan kepada PT.Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat untuk secara bersama-sama berdasarkan akad Musyarakah Mutanaqishah membeli barang dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Jenis : Tanah/ Bangunan
2. Sertifikat Hak : SHM/SHGB/Hak Milik atas Satuan Rumah Susun No…tgl……
2. Surat Ukur : No.…………. tanggal
……….. 3. Lokasi : Propinsi……….Kabupaten/Kotamadya………. . Kecamatan………..Desa/Kelurahan ……… Perumahan ………./Komplek ..Jl. ……….….No……… RT…………../RW………. 4. Luas Bangunan : . ……… M2 (………) 5. IMB : No.……….. tanggal……….
Apabila BANK telah membayar kepada Penjual termasuk pembayaran uang muka, maka NASABAH tidak dapat membatalkan secara sepihak permohonan ini.
Demikian untuk digunakan sebagaimana mestinya. Padang,………..
……… ………. Pemohon