• Tidak ada hasil yang ditemukan

BABV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada tahun kedua penelitian ini dilakukan uji lapangan terhadap perangkat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BABV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada tahun kedua penelitian ini dilakukan uji lapangan terhadap perangkat"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

B A B V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Pada tahun kedua penelitian ini dilakukan uji lapangan terhadap perangkat

pembelajaran yang sudah divalidasi oleh validator pada tahun pertama, yang dilakukan

untuk melihat praktikalitas (keterpakaian) perangkat pembelajaran oleh guru dan siswa

di kelas. Uraian ringkas mengenai perangkat pembelajaran yang diujicobakan di kelas

adalah sebagai berikut.

1. Silabus

Silabus yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah silabus Kimia SMA

Kelas I, II, dan III untuk semester 1 dan 2. Penyusunan silabus dilakukan dengan cara

melakukan penjabaran dan penyesuaian Kompetensi Dasar tersebut kedalam bentuk

rencana pembelajaran yang memuat materi setempat yang relevan. Kesesuaan silabus

ditetapkan oleh pengembang dengan memperhatikan desain, pendekatan, ruang lingkup,

organisasi pengalaman belajar, dan alokasi waktu yang sesuai dengan kurikulum

berbasis kompetensi dan komponennya.

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini

(2)

pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan

diusahakan pembelajaran berpusat pada siswa.

Langkah-langkah kegiatan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran ditulis

dalam bentuk skenario kegiatan guru dan siswa dalam pembelajaran dengan rincian

waktu yang telah ditentukan untuk setiap langkah kegiatan.

1. Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

Lembar kegiatan siswa yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah beberapa

jenis seperti LKS percobaan atau pengamatan, LKS penemuan konsep, LKS penerapan

konsep, LKS pengayaan, LKS penguatan, LKS berfikir kritis/pemecahan masalah, LKS

Lab mini, LKS Sains Teknologi dan Masyarakat, LKS peta konsep, LKS Flex your brain

dan LKS penimtun belajar. Setian lembar kerja siswa dilengkapi dengan panduan lembar

kerja siswa. Panduan ini merupakan kunji jawaban dari lembar kerja siswa, sebagai

pedoman bagi guru untuk membimbing siswa dalam mengerjakan lembar kerja siswa.

Jenis LKS tergantung pada materi pelajaran yang sedang dipelajari dan model

pembelajaran yang digunakan.

3. Lembar Penilaian

Lembar penilaian yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup penilaian

ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian untuk ranah afektif dan psikomotor

digunakan lembar pengamatan, dimana aspck yang dinilai bisa berbeda tergantung pada

(3)

sedangkan penilaian terhadap ranah kognitif ada yang berupa tes dan kinerja tergantung

juga pada materi pelajaran yang sedang dipelajari dan model pembelajaran yang

digunakan. Cakupan materi pada penilaian untuk ketiga ranah penilaian tergantung pada

rumusan tujuan pembelajaran. . . .

Perangkat pembelajaran yang disebutkan di atas, telah diujicobakan dalam kegiatan

pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil ujicoba dan saran dari para pengamat dan guru,

peneliti melakukan tindakan perbaikan terhadap perangkat pembelajaran yang telah

dihasilkan. Uraian ringkas mengenai tindakan perbaikan perangkat pembelajaran

tersebut diatas dirangkum dalam Tabel 2 berikut ini.

Tabel l.Rangkuman Tindakan Perbaikan Perangkat Pembelajaran No. Perangkat Pembelajaran Tindakan Perbaikan

1 Silabus Penggantian istilah-istilah, revisi kalimat, dan perbaikan salah cetak.

2 Rencana Pelaksanaan Diperlukan petunjuk bagi an yang perlu di talis di papan Pembelajaran (RPP) tulis, sehingga tulisan di papan talis sistematis.

Langkah-langkah gum melatihkan keterampilan perlu diperbaiki

Urutan pertanyaan pertanyaan yang diajukan pada siswa diubah

Mengurangi sebagian kegiatan penyelidikan

Perbaikan rumusan kalimat, perubahan tata letak, dan 3 Lembar Kergiatan Siswa penambahan LKS Penuntun Belajar

Perbaikan petunjuk pengerjaan soal 4 Lembar Penilaian Perbaikan rumusan kalimat

(4)

B. Hasil Ujicoba Perangkat Pembelajaran di Sekolah

Ujicoba perangkat pembelajaran dilaksanakan di SMA Negeri Plus Propinsi Riau

dan SMA Swasta Babussalam Pekanbaru, imtuk sekolah berkualitas baik, untuk sekolah

yang berkualitas sedang dipilih SMA Negeri I Kampar dan SMA Negeri 9 Pekanbaru

serta sekolah yang berkualitas rendah adalah SMA Swata Darel Hikmah Pekanbaru dan

SMA Swasta Muhammadyah Pekanbaru.. Penelitian ini dimulai dari bulan Januari

sampai November 2008 sesuai dengan kalender sekolah. Untuk mendeskripsikan

gambaran hasil pengamatan kegiatan pembelajaran dan tes hasil belajar berupa skor

rata-rata, proporsi, dan persentase digunakan teknik analisis statistik deskriptif.

Data yang diperoleh dari hasil penelitian ujicoba di sekolah dapat diuraikan

sebagai berikut.

1. Kemampuan Guru dalam Mengelola Kegiatan Pembelajaran

Kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran dinilai dengan

menggunakan Instrumen 1 (Lembar Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran).

Berdasarkan hasil analisis data pengamatan, dapat diketahui bahwa rata-rata skor

kemampuan gum dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan

dengan berbagai jenis model pembelajaran untuk masing aspek yang diamati berkisar

antara 2,75 dan 3,75 (kategori penilaian baik sampai sangat baik). Diantara aspek-aspek

yang diamati dalam penilaian kemampuan guru mengelola kegiatan pembelajaran, aspek

menyampaikan tujuan pembelajaran, mengevaluasi langkah-langkah kegiatan, dan

pengelolaan waktu mendapat skor terendah. Sedangkan aspek membimbing siswa

(5)

tertinggi. Secara umum kemampuan gum mengelola pembelajaran yang dirancang untuk

setiap pertemuan dapat dikategorikan baik. " •

2. Aktivitas Guru dan Siswa Selama Pembelajaran

Pada waktu kegiatan pembelajaran, aktivitas gum dan siswa diamati oleh

pengamat dengan menggunakan Instrumen 2 (Lembar Pengamatan Aktivitas gum dan

siswa dalam pembelajaran). Hasil analisis frekuensi dan presentase aktivitas gum dan

siswa menunjukkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat

dilihat dari presentase aktivitas siswa melakukan penyelidikan, berdiskusi dengan teman,

membaca LKS/buku, dan membuat rangkimian relatif besar. Jenis aktifitas ini dapat

dikategorikan sebagai aktivitas siswa yang secara aktif mengkonstruksi pengetahun bagi

dirinya sendiri.

Jumlah rata-rata presentase aktivitas gum membimbing siswa melakukan

penyelidikan, mengarahkan siswa melakukan penyelidikan, membimbing siswa

menemukan konsep, mempresentasikan hasil penyelidikan, menerapkan konsep, dan

membimbing siswa membuat rangkuman adalah besar. Sedangkan rata-rata presentase

aktivitas gum menyampaikan informasi rendah. Hasil ini dapat diartikan bahwa kegiatan

pembelajaran berpusat pada siswa. Sedangkan gum membimbing siswa melakukan

penyelidikan, menemukan konsep serta menerapkan konsep dalam kehidupan

saheri-hari. Aktivitas gum dan siswa seperti ini sesuai dengan ciri kegiatan pembelajaran

berpusat pada siswa, di mana gum berperan aktif sebagai fasilitator bagi siswa untuk

(6)

3. Respon Siswa dan Guru terhadap Kegiatan Pembelajaran

Penilaian siswa terhadap perangkat pembelajaran dan kegiatan pembelajaran,

diberikan dengan mengisi angket respon siswa (Instrumen 3), mehputi aspek: materi

pelajaran, LKS, evaluasi, dan penyajian guru.

Rata-rata penilaian siswa terhadap kelima aspek dapat diketahui dari persentase

siswa yang menyatakan senang terhadap perangkat dan kegiatan pembelajaran sangat

besar dan presentase siswa yang menyatakan perangkat dan kegiatan pembelajaran yang

diikuti sebagai hal baru juga sangat besar (> 85%). Angka ini menunjukkan bahwa

perangkat dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan merupakan hal baru bagi siswa dan

disenangi oleh siswa. Respon siswa yang menyatakan berminat mengikuti pembelajaran

dengan model-model pembelajaran yang inovatif sangat tinggi (>90%). Tingginya minat

siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran ini dapat dilihat sebagai indikator bahwa

perangkat pembelajaran dan kegiatan pembelajaran menarik bagi siswa, sehingga siswa

berminat mengikuti pembelajaran.

Respon guru tehadap perangkat pembelajaran dan kegiatan pembelajaran secara

umum menunjukkan penilaian yang positif. Menurut penilaian guru, kegiatan

pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan

motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

C. Pembahasan

I. Kemampuan Guru dalam Mengelola Kegiatan Pembelajaran

(7)

dapat dikategorikan baik. Di antara aspek-aspek yang diamati, aspek menyampaikan

tujuan pembelajaran, mengevaluasi langkah-langkah kegiatan, dan pengelolaan waktu

mendapat skor terendah. Rendahnya hasil penilaian untuk dua aspek yang pertama

sangat mungkin disebabkan karena kegiatan ini merupakan hal baru bagi guru dan ini

teriihat pada pertemuan-pertemuan selanjutnya keterampilan menyampaikan tujuan

pembelajaran, mengevaluasi langkah-langkah kegiatan bertambah baik. Sedangkan

rendahnya kemampuan guru mengelola waktu dikarenakan guru kurang dapat

mengendalikan siswa yang berjumlah besar dan siswa tidak biasa melakukan kegiatan

penyelidikan, menemukan konsep, mempresentasikan hasil penyelidikan dan sebagainya

yang menuntut siswa aktif. Kemampuan guru mengendalikan kelas bertambah baik

mulai pada pertemuan kedua sehingga pengelolaan waktunya juga bertambah baik.

2. Aktivitas Guru dan Siswa Selama Pembelajaran

Berdasarkan data dan analisis data hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa

dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran siswa terlibat secara aktif

Keterlibatan ini siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran ini dapat dilihat dari

tingginya presentase aktivitas siswa sesuai dengan tuntutan skenario pembelajaran

seperti melakukan kegiatan penyelidikan, berdiskusi dengan teman untuk menemukan

konsep dan menerapkan konsep. Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran,

sebahagian besar adalah membimbing siswa melakukan penyelidikan, menemukan

konsep, dan menerapkan konsep, sedangkan aktivitas guru yang bersifat menyampaikan

(8)

sendiri melalui kegiatan penyelidikan. Pola pembelajaran yang demikian sejalan dengan

pola pembelajaran yang direkomendasikan para pakar pembelajaran konstruktivis.

Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa temyata sangat disenangi para

siswa. Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu (Syamsudin, 2001) bahwa

kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran

disukai siswa dan pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut

kajian teori (Carin, 1993; Howe & Jones 1993), kegiatan pembelajaran yang

memberikan pengalaman langsung akan meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan

pembelajaran, dan siswa dapat saling bekerja sama serta saling membantu

menyelesaikan tugas-tugas belajar. Hasil-hasil penelitian (Ibrahim, 2001; dan Sutini,

2001) menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman

langsung dapat meningkatkan prestasi belajar, kemampuan bemalar, dan sikap siswa

Gambar

Tabel l.Rangkuman Tindakan Perbaikan Perangkat Pembelajaran  No.  Perangkat Pembelajaran  Tindakan Perbaikan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil tabel silang tentang pengaruh kelas ibu hamil terhadap kepuasan masa nifas di Kabupaten Sragen diketahui sebanyak 9 (39,1%) dari 23 ibu nifas yang

Penyajain ‘bermain sambil belajar’ dapat meningkatkan minat dan semangat mereka dalam pelajaran Bahasa Inggris (Fadillah, 2019). MTS Al Ikhlas Pangkalan Susu merupakan sebuah

Untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh Metode Inkuiri Berbantuan Alat Peraga terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Luas dan Keliling Lingkaran Kelas VIII MTs Darul

Begitu juga dalam penelitian Mizruchi (2002) yang menyatakan bahwa perusahaan Interlocking Directorate terjadi ketika satu orang terkait dengan suatu organisasi dan

Isolation and identifi cation of Fusarium species Fusarium species on grain were identified on three samples of wheat from 2003, four samples of maize from 2005, fi ve samples

Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas guru dan tingkat motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan 2 kali pertemuan hasil observasi

Hasil dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Situs Gunung Padang dapat disimpulkan bahwa besarnya kebutuhan mitra akan ketersediaan media informasi sebagai

Kajian yang dilakukan oleh Nasution, (1983) menunjukkan bahwa dalam usaha pengemba- ngan ternak sapi potong, pemerintah telah menempuh dua kebijakan yaitu :