• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING. SeNaTS 3 SEMINAR NASIONAL TEKNIK SIPIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING. SeNaTS 3 SEMINAR NASIONAL TEKNIK SIPIL"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2019 ISBN 978-602-294-357-0

PROSIDING

SeNaTS 3

SEMINAR NASIONAL TEKNIK SIPIL

Editor:

Dewa Made Priyantha Wedagama, ST, MT, MSc, Ph.D

Dr. I Made Agus Ariawan, ST, MT

Gede Pringgana, ST, MT, Ph.D

Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti, ST, MSc, Ph.D

(3)

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA 2019

Udayana University Press 2019 ISBN 978-602-294-357-0

(4)

Sanur-Bali, 4 Juli 2019

“MITIGASI BENCANA DAN PEMBANGUNAN

INFRASTRUKTUR TEKNIK SIPIL BERKELANJUTAN”

Sanur-Bali, 4 Juli 2019

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

(5)
(6)

Sanur-Bali, 4 Juli 2019

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

i

KOMITE ILMIAH

Prof. Ir. I Nyoman Arya Thanaya, ME, Ph.D (Unud)

Prof. Putu Alit Suthanaya, ST, MEngSc, Ph.D (Unud)

Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, MT (Warmadewa)

Dr. I Made Agus Ariawan, ST, MT (Unud)

Ir. Made Sukrawa, MSCE, Ph.D (Unud)

Ir. Ida Ayu Made Budiwati, MSc, Ph.D (Unud)

I Ketut Sudarsana, ST, Ph.D (Unud)

Ida Bagus Rai Widiarsa, ST, MASc, Ph.D (Unud)

Gede Pringgana, ST, MT, Ph.D (Unud)

Dr. Ir. I Nyoman Sutarja, MS (Unud)

Dr. Ir. I Dewa Ketut Sudarsana, MT (Unud)

Dr. A. A Gde Agung Yana, ST, MT (Unud)

Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti, ST, MSc, Ph.D (Unud)

Anak Agung Diah Parami Dewi, ST, MT, Ph.D (Unud)

Dr. Eng. Ni Nyoman Pujianiki, ST, MT, M.Eng (Unud)

Kadek Diana Harmayani, ST, MT, Ph.D (Unud)

Dr. Ir. Anissa Maria Hidayati, MT (Unud)

Ida Bagus Wirahaji, ST, S.Ag, M.Si, MT (Unhi)

Ida Bagus Gede Indramanik, ST, MT (UNR)

I Gusti Agung Ayu Istri Lestari, ST, MT (Unmas)

(7)

Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

v

DAFTAR ISI

KOMITE ILMIAH ...

i

KATA PENGANTAR ...

iii

DAFTAR ISI ...

v

SAMBUTAN KETUA PANITIA ...

xi

SAMBUTAN KOORDINATOR PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK

SIPIL ...

xiii

KEYNOTE SPEAKERS ...

xv

BIDANG KEAHLIAN ...

xvii

JADWAL ACARA ...

xvii

KEYNOTE SPEAKER

INFRASTRUKTUR HIJAU BERBASIS MITIGASI BENCANA ...

KS-1

PERAN FORENSIC ENGINEERING DALAM MITIGASI BENCANA DAN

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TEKNIK SIPIL BERKELANJUTAN ...

KS-9

BIDANG UPAYA PENCEGAHAN, MITIGASI DAN KESIAPSIAGAAN

BENCANA

DESAIN ARSITEKTUR NAUNGAN BAGI PENGUNGSI GUNUNG AGUNG DI BALI ...

MB-1

BIDANG STRUKTUR DAN MATERIAL

ANALISIS KERUSAKAN BANGUNAN SEKOLAH PASCA GEMPA DI KECAMATAN

TAWAELI KOTA PALU ...

SM-1

DESAIN CAMPURAN DAN KUAT TEKAN BETON RINGAN UNTUK APLIKASI

BALOK BERTULANG KOMPOSIT SANDWICH ...

SM-8

DESAIN COUPLING BEAM BERTIPE SLENDER PADA SHEAR WALL MENURUT

SNI 2847: 2013 ... SM-18

(8)

Sanur-Bali, 4 Juli 2019

vi

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

PEMANFAATAN SERBUK BATU BATA SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATU

BATA TANPA PEMBAKARAN ... SM-37

PERENCANAAN DESAIN PERKUATAN STRUKTUR BANGUNAN EKSISTING

AKIBAT PENAMBAHAN LANTAI (STUDI KASUS: HOTEL SEA SENTOSA

CANGGU) ... SM-44

PERILAKU LENTUR PASANGAN DINDING DENGAN PERKUATAN KAWAT

LOKET ... SM-55

PENGARUH VARIASI MUTU JAKET BETON DAN KEBERADAAN SENGKANG

TERHADAP KAPASITAS AKSIAL KOLOM ... SM-62

BIDANG GEOTEKNIK

ANALISIS KARAKTERISTIK TANAH DAN PENYEBAB LONGSOR DI DESA

BHUANA GIRI, BEBANDEM, KAB. KARANGASEM PROPINSI BALI ...

GT-1

ANALISIS CBR LABORATORIUM PADA TANAH LATERIT YANG DISABILITASI

DENGAN KAPUR DAN SEMEN...

GT-8

KARAKTERISTIK SENYAWA KIMIA STABILITASI TANAH SEMEN DENGAN

BAHAN ADITIF DIFA ...

GT-16

KAPASITAS DUKUNG FONDASI DIATAS TANAH TIMBUNAN SAMPAH SEBAGAI

USAHA MITIGASI BENCANA ...

GT-25

PERILAKU KARAKTERISTIK TANAH PASIR BERLANAU AKIBAT PENGARUH

AIR LIMBAH RUMAH TANAH YANG DIPERAM SELAMA 2 MINGGU ...

GT-35

BIDANG MANAJEMEN PROYEK DAN REKAYASA KONSTRUKSI

ANALISIS BIAYA OVERHEAD PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI PT X ...

MK-1

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN

PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI ... MK-11

ANALISIS INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN AKSARI HIDDEN RESORT

UBUD ... MK-21

ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN

KESEHATAN KERJA (SMK3) ... MK-31

ANALISIS STRATEGI PENYERAHAN PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS

(9)

Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

vii

ANALISIS WAKTU PELAKSANAAN METODE KONSTRUKSI TOP-DOWN PADA

PEKERJAAN STASIUN BAWAH TANAH MRT JAKARTA CP 106 ... MK-49

EVALUASI PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DANA DESA SECARA

SWAKELOLA DI KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG ... MK-58

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 OHSAS 18001:2007 PADA

PROYEK JUMEIRAH PECATU BEACH RESORT BALI ... MK-68

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS KOMUNIKASI ANTARA

KONSULTAN DAN KONTRAKTOR PADA PROYEK KONSTRUKSI HOTEL DI

PROVINSI BALI ... MK-80

HUBUNGAN FAKTOR PENGARUH DALAM STRATEGI HYBRID PRICING PROYEK

KONSTRUKSI DI KOTA DENPASAR ... MK-89

OPTIMASI PENJADWALAN PROYEK SIX SENSE ULUWATU VILLA RESORTS

BALI DENGAN METODE RSM (REPETITIVE SCHEDULING METHOD) ... MK-96

PENERAPAN FAST DIAGRAM UNTUK PENGIMPLEMENTASIAN KONSEP

GREEN CONSTRUCTION PADA GEDUNG PASCA SARJANA UNIVERSITAS

WARMADEWA ... MK-105

PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK

KONSTRUKSI (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR DAN

LAP. BASKET INDOOR/ AULA SANTO YOSEPH DENPASAR) ... MK-111

RANCANGAN DAN EVALUASI PENERAPAN TOOL MAIL MERGE UNTUK

ADMINISTRASI PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA DENGAN METODE

PENGADAAN LANGSUNG ... MK-119

STRATEGI DALAM PENGENDALIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG

SEKOLAH DI KABUPATEN BADUNG ... MK-125

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN PABRIK PEMECAH BATU

(STONE CRUSHER) PT. DWI ARTHA YADNYA UTAMA DI DESA MUNTIG,

KECAMATAN KUBU, KAB. KARANGASEM ... MK-135

PERAN SISTEM JAMINAN MUTU ISO 9001:2015 TERHADAP KINERJA RANTAI

PASOK PROYEK KONSTRUKSI HOTEL ... MK-144

ANALISIS PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP

KINERJA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GRAHA MANGU MANDALA,

(10)

Sanur-Bali, 4 Juli 2019

viii

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

BIDANG TRANSPORTASI

ANALISIS BIAYA KEMACETAN AKIBAT ADANYA PASAR BADUNG DI JALAN

COKROAMINOTO, DENPASAR ...

TR-1

ANALISIS PARKIR DESA WISATA KABA KABA ...

TR-12

PEMODELAN KECELAKAAN MODA TRANSPORTASI SEPEDA MOTOR PADA

RUAS JALAN KOLEKTOR PRIMER DI KABUPATEN GIANYAR ...

TR-20

PEMODELAN UNDERPASS SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN SIMPANG

KAMPUS UDAYANA BUKIT JIMBARAN MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM ...

TR-29

PENGARUH PANJANG SERAT ABACA TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

CAMPURAN ASPAL EMULSI ...

TR-40

PENGARUH PENGGUNAAN CRUMB RUBBER DENGAN MATERIAL PALU

DAN FILLER BATU LATERIT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

PADA ASPHALT CONCRETE – BINDER COURSE (AC-BC) ...

TR-48

PERBANDINGAN NILAI MARSHALL DAN KADAR ASPAL HASIL EKSTRAKSI

DALAM CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC-WC) ...

TR-58

STABILITAS CAMPURAN AC-WC YANG MENGGUNAKAN GONDURUGEM

SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN...

TR-66

PENGARUH AKTIVITAS PASAR TRADISIONAL TERHADAP KINERJA RUAS

JALAN (STUDI KASUS: RUAS JALAN GUANG WANARA, DESA BLAHKIUH,

KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG) ...

TR-72

PEMODELAN KEBISINGAN LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA

DENPASAR (STUDI KASUS SIMPANG: JALAN AHMAD YANI

UTARA-SURADIPA-ASTASURA) ...

TR-77

STUDI PARKIR DI OBJEK WISATA TANAH LOT KABUPATEN TABANAN ...

TR-87

ANALISIS KINERJA DAN KEBUTUHAN ARMADA ANGKUTAN TRANS SERASI ...

TR-96

BIDANG SUMBER DAYA AIR

KAJIAN EFEKTIVITAS SUMUR RESAPAN DALAM MENGURANGI RESIKO

BENCANA BANJIR DI KOTA JAKARTA ... SDA-1

ANALISA KAPASITAS TAMPANG SUNGAI PADA TUKAD PUNGGAWA

(11)

Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 3 (SeNaTS 3) Tahun 2019 Sanur-Bali, 4 Juli 2019

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

ix

ANALISIS PELAYANAN PDAM PT. TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN

BADUNG DITINJAU DARI KUALITAS AIR, KUANTITAS AIR, DAN

KONTINIUITAS PELAYANAN (STUDI KASUS: KECAMATAN KUTA SELATAN) ... SDA-19

STUDI POTENSI EROSI DAN SEDIMENTASI DI DANAU BATUR ... SDA-30

BIDANG LINGKUNGAN

ANALISIS KAPASITAS DRAINASE EKSISTING DAN PEMELIHARAAN DRAINASE

BERBASIS PERSEPSI MASYARAKAT ...

LK-1

KESESUAIAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH TERHADAP TINGKAT

BAHAYA EROSI DAN IMPLIKASINYA PADA TREND PERKEMBANGAN

(12)
(13)

Seminar Nasional Teknik Sipil 3 Juli 2019, Hal. SDA-30 - SDA-36

https://ucs.unud.ac.id/conf/senats-3

SDA- 30 SeNaTS 3, Juli 2019

STUDI POTENSI EROSI DAN SEDIMENTASI DI DANAU BATUR

Kadek Diana Harmayani

1

, I Nyoman Aribudiman

2

dan Adrian Charles

3

1,2,3 Program Studi Teknik Sipil Universitas Udayana

Email: [email protected] 1

ABSTRAK

Danau Batur merupakan danau terbesar di pulau Bali dan salah satu tujuan wisata di kabupaten Bangli. Meningkatnya kegiatan di bidang pertanian maupun rusaknya alam menyebabkan erosi dan sedimentasi di daerah sekitar danau Batur semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pemanfaatan lahan yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi tanah di sekitar danau Batur menyebabkan tingginya tingkat erosi dan sedimentasi di daerah tersebut oleh karena itu, perlu dilakukan analisis erosi dan sedimentasi lahan di sekitar danau Batur. Pada studi ini untuk menghitung erosi digunakan metode USLE dan sedimentasi menggunakan metode MUSLE. Menghitung tingkat erosi, terlebih dahulu menganalisis beberapa faktor yang menyebabkan erosi seperti erosivitas hujan (R), jenis tanah yang menentukan nilai erodibilitas tanah (K), topografi untuk menghitung factor kemiringan lereng (LS), nilai dari faktor vegetasi/pengelolaan tanaman (C) dan factor pengelolaan lahan (P). Dalam menganalisis tingkat sedimentasi faktor erosivitas hujan diganti dengan memperhitungkan debit puncak dan volume aliran permukaan. Berdasarkan hasil perhitungan erosi dan sedimentasi dengan metode USLE dan MUSLE, diperoleh jumlah erosi yang terjadi dari tahun 2008 sampai tahun 2017 sebesar 371.666,962ton/tahun dan jumlah erosi tertinggi terjadi pada tahun 2013. Diprediksi tingkat erosi dalam 20 tahun kedepan dengan metode Regresi Linier Sederhana di tahun 2036 akan sebesar 7.902.699,7ton/tahun. Besar sedimentasi yang terjadi selama 10 tahun terakhir sebesar 119.231,92ton dan sedimentasi tertinggi ada pada tahun 2012. Diprediksi tingkat sedimentasi pada tahun 2036 dengan metode Regresi Linier Sederhana akan sebesar 89.887,054ton. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak semua tanah yang terangkat dari permukaan melalui proses erosi masuk ke danau dan menjadi sedimen.

Kata kunci: danau batur, erosi, sedimentasi, USLE, MUSLE

STUDY OF EROSION POTENTIAL AND SEDIMENTATION IN LAKE BATUR

ABSTRACT

Lake Batur is the largest lake on the island of Bali and one of the tourist destinations in Bangli district. Increasing activities in agriculture and the destruction of nature have caused erosion and sedimentation in the area around Lake Batur, increasing from year to year. Excessive land use that is not in accordance with the conditions of the land around Lake Batur causes high levels of erosion and sedimentation in the area. Therefore, it is necessary to analyze erosion and sedimentation of the land around Lake Batur. In this study to calculate erosion, USLE and sedimentation methods were used using the MUSLE method. Calculating erosion rates, first analyzing several factors that cause erosion such as rain erosion (R), soil type that determines soil erodibility (K), topography to calculate slope factors (LS), values of vegetation factors / crop management (C) and land management factors (P). In analyzing the sedimentation rate the rainfall erosivity factor is replaced by calculating the peak discharge and surface flow volume.Based on the calculation of erosion and sedimentation using the USLE and MUSLE methods, the number of erosion that occurred from 2008 to 2017 was 2,702,860,516 tons and the largest number of erosion was 371,666,926 tons which occurred in 2013. Simple Linear Regression in 2036 will be 7,902,699.7 tons. The amount of sedimentation that occurred during the last 10 years amounted to 407,222,574 tons and the largest sedimentation was 54,288.37 tons in 2010. Predicted the sedimentation rate in 2036 with the Simple Linear Regression method will be 40,113,955 tons. Based on these results indicate that not all land that is lifted from the surface through the process of erosion enters the lake and becomes sediment.

(14)

SeNaTS 3, Juli 2019 SDA- 31

1 PENDAHULUAN

Danau batur adalah danau terbesar yang dimliki pulau Bali. UNESCO telah menetapkan Danau Batur sebagai Taman Bumi (Global Geopark Network) oleh sebab itu perlu dijaga kelestariannya agar menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia. Akhir-akhir ini banyak bencana alam yang terjadi di danau dan sekitar danau seperti longsor banjir, dan tercemarnya air danau. Hal tersebut tentu akan berujung pada sedimentasi di danau karena endapan material yang terbawa dari longsor dan erosi ke dalam danau. Permasalahan di danau Batur tentu saling berkaitan satu sama lain. Penggunaan lahan yang tidak pada fungsinya merupakan masalah utama yang menyebabkan erosi dan sedimentasi terus terjadi dan meningkat. Menurut Pusat Pengendalian Pembangunan Ekologi Bali dan Nusa Tenggara sedimentasi yang terjadi di Danau Batur menyebabkan penurunan kedalaman air sebesar 7,8m serta volume air menurun 124,71 m3, terhitung tahun 2013-2015 (GERMADAN Batur,2014). Maka harus dilakukan penanganan yang cepat dan tepat agar dapat menganggulangi atau mengurangi erosi dan sedimentasi di Danau Batur. Tujuan penelitian adalah memperoleh besarnya erosi dan sedimentasi selama 2008-2017 serta memprediksikan erosi dan sedimentasi yang akan terjadi 20 tahun ke depan serta menentukan solusi yang tepat sehingga dapat menekan besarnya erosi dan sedimentasi di danau Batur.

2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian dan dampak erosi

Erosi adalah peristiwa berpindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Pada peristiwa erosi, tanah atau bagian-bagian tanah pada suatu tempat terkikis dan terangkut yang kemudian diendapkan di tempat lain. Pengikisan dan pengangkutan tanah tersebut terjadi oleh media alami, yaitu air dan angin (Arsyad, 2010).

Erosi menyebabkan hilangnya lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. Tanah yang terangkut tersebut akan terbawa masuk sumber air yang dinamai sedimen, dimana sedimen ini akan diendapkan di tempat yang aliran airnya melambat; di dalam sungai, waduk, danau, reservoir, saluran irigasi, di atas tanah pertanian dan sebagainya (Arsyad, 2010).

2.2

Persamaan untuk memprediksi laju erosi

Wischmeier dan Smith (1962) dalam Banuwa (2013) mengemukakan rumus pendugaan erosi (Universal

Soil Loss Equation) yang berlaku untuk tanah–tanah di Amerika Serikat. Meskiipun begitu rumus ini banyak

pula digunakan di negara lain, salah satunya di Indonesia. Bentuk umum persamaan USLE ini adalah:

A = R.K.LS.C.P ; R=10,80 + (4,15×CH) (1)

dimana:

A = erosi total (ton/ha/tahun); R = indeks erosivitas hujan (KJ/ha); CH = curah hujan;

K = faktor erodibilitas tanah;

LS = faktor panjang (L) dan curamnya (S) lereng; C = faktor tanaman (vegetasi); dan

P = faktor usaha-usaha pencegahan erosi.

2.3

Erosivitas hujan

Faktor erodibilitas tanah merupakan indeks kepekaan tanah atau erodibilitas tanah (K) merupakan jumlah tanah yang hilang rata-rata setiap tahun per satuan indeks daya erosi curah hujan pada sebidang tanah. Nilai K dapat diperoleh dari Tabel 1.

(15)

Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa, Kadek Diana Harmayani dan Anak Agung Diah Parami Dewi

SDA- 32 SeNaTS 3, Juli 2019

Tabel 1. Nilai K

No. Jenis Tanah Nilai K 1 Latosol 0,02 2 Mediteran Merah Kuning 0,05 3 Mediteran 0,21 4 Podsolik Merah Kuning 0,15 5 Regosol 0,11 6 Grumusol 0,24 Sumber: Arsyad (1979) dalam Prasetyo(2007)

2.4

Kerugian dan panjang lereng

Kemiringan dan panjang lereng dapat ditentukan melalui peta topografi. Baik panjang lereng (L) maupun curamnya lereng (S) mempengaruhi banyaknya tanah yang hilang karena erosi.Nilai LS dapat diperoleh dari tabel berikut :

Tabel 2. Indeks kemiringan lereng

Kelas Besaran Jumlah Kontur

tiap cm Penilaian LS 1 Datar <8% >2 0,4 2 Landai 8-15% 2-3 1,4 3 Agak Curam 15-25% 3-5 3,1 4 Curam 25-40% 5-8 6,8 5 Sangat Curam >40% >8 9,5

Sumber: Hamer( 1980) dalam Prasetyo (2007)

2.5

Penutup lahan

Faktor tanaman (C) merupakan gabungan antara jenis tanaman, pengelolaan sisa-sisa tanaman, tingkat kesuburan, dan waktu pengelolaan tanah. Mengingat penetapan nilai faktor C memerlukan waktu penelitian yang lama, maka apabila nilai factor C yang akan ditetapkan sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain maka kita dapat menggunakannya (Banuwa, 2013). Beberapa nilai faktor C pada tabel berikut ini:

Tabel 3. Nilai C

No. Jenis Tanah Guna Lahan Nilai C 1 Permukiman 0,100 2 Ladang/Tegalan 0,400 3 Pekuburan 0,300 4 Pekarangan 1,000 5 Perkebunan 0,100 6 Tanah Lain-lain 0,001 Sumber: Arsyad (2010)

2.6

Konservasi praktis

Konservasi praktis merupakan rasio tanah yang hilang bila usaha konservasitanah dilakukan (teras, tanaman dalam kontur dan sebagainya) dengan tanpa usaha konservasi tanah.

(16)

SeNaTS 3, Juli 2019 SDA- 33 Tabel 4. Nilai P

No. Jenis Tata Guna Lahan Nilai P 1 Permukiman 0,04 2 Ladang/Tegalan 0,75 3 Pekuburan 0,04 4 Pekarangan 0,04 5 Perkebunan 0,75 6 Tanah Lain-lain 0,90 Sumber: Arsyad (2010)

2.7

Pengertian sedimentasi

Sedimen merupakan material (tanah dan bagian-bagiannya) yang terbawa oleh air dari suatu tempat yang mengalami erosi yang akhirnya akan masuk ke dalam suatu badan air. Erosi sendiri ada berbagai jenis antaranya: erosi permukaan tanah, erosi parit, erosi jurang, dan erosi pada tebing-tebing dan dasar sungai. Sedimen dari sebuah proses erosi a ka n dibawa oleh aliran permukaan. Dalam perjalanan sedimen akan mengalami proses deposisi sehingga jika pada suatu tempat kecepatan aliran air mulai melambat hingga berhenti maka sedimen tersebut akan diendapkan. Proses diatas ini yang kita kenal sebagai sedimentasi (Banuwa, 2013).

2.8

Perhitungan jumlah sedimentasi

Untuk menghitung sedimen digunakan metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) dengan Rumus:

SY = 11,8.(QP.VQ)0,56K.LS.C.P (2)

dimana:

SY = hasil sedimen tiap kejadian hujan (ton); VQ = volume aliran pada suatu kejadian hujan (m3);

QP = debit puncak (m3/dtk);

Untuk daerah dengan tata guna lahan yang tidak homogen nilai debit puncak (Qp) dapat dihitung dengan metode Rasional (Binilang dkk, 2013):

QP = 0,00278.I.Ci.Ai (3)

dimana:

Qp= Debit puncak (m3/dtk);

Ci = koefisien aliran permukaan jenis penutup tanah; Ai= luas lahan dengan jenis penutup tanah I (ha); I = intensitas hujan (mm/jam)

Volume aliran pada suatu kejadian hujan (VQ) dihitung dengan menggunakan persamaan:

VQ = Pe × luas daerah aliran air hujan (4)

dimana:

Vq= volume aliran permukaan (m3); dan

Pe = curah hujan rata-rata dalam satu tahun (mm); Luas daerah aliran air hujan (ha).

3

METODE PENELITIAN

Studi ini dilaksanakan di desa-desa sekeliling danau Batur, kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Data primer didapat langsung dari hasil wawancara dengan dinas yang telah melakukan penelitian di danau Batur dan pengamatan langsung ke lokasi penelitian. Data sekunder yaitu data curah hujan di stasiun Penelokan periode 2008-2017 didapat dari BMKG Wil.III , data luas tata guna lahan didapat dari Kantor Kecamatan Kintamani, dan peta kontur didapat dari google maps. Perhitungan menggunakan USLE dan MUSLE dan mempredksi erosi dan sedimentasi yang akan terjadi 20 tahun ke depan menggunakan metode regresi linier sederhana.

(17)

Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa, Kadek Diana Harmayani dan Anak Agung Diah Parami Dewi

SDA- 34 SeNaTS 3, Juli 2019

4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Perhitungan erosi

Luas untuk masing-masing tata guna lahan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Luas tata guna lahan tahun 2016 dan 2018 Jenis Tata Guna Lahan Tahun

2016 2018 Permukiman 1027,07 1127,69 Ladang/Tegalan 5816,5 6352 Pekuburan 18 18 Pekarangan 261,4 293 Perkebunan 540,7 823 Tanah lain-lain 5221 5221 Total 12884,67 13834,69 Sumber: Profil Kecamatan Kintamani (Tahun 2016 dan 2018)

Karena semua data telah diperoleh maka erosi dengan metode USLE dapat dihitung dan mendapat hasil jumlah erosi tahun 2007-2018 sebesar 2.702.860,516 ton dan prediksi 20 tahun ke depan sebesar 7.902.699,7 ton.

4.2

Perhitungan sedimentasi

Dalam menganalisis tingkat sedimentasi penulis menggunakan metode MUSLE (Modified Universal Soil

Loss Equation). Pada metode ini faktor erosivitas hujan bulanan diganti dengan menghitung nilai dari debit

puncak (Qp) dan nilai volume aliran permukaan (VQ).

4.3

Debit puncak

Perhitungan debit puncak diperlukan data curah hujan maksimum tahunan untuk menentukan curah hujan rencana. S e b e l u m Perhitungan hujan rencana harus menentukan jenis sebaran data berdasarkan hasil dari perhitungan parameter statistic. Diketahui bahwa parameter statistik data curah hujan tidak sesuai untuk distribusi Normal, Log Normal, dan Gumbel, sehingga data yang ada mengikuti tipe distribusi Log Pearson III. Namun untuk memastikan bahwa tipe sebaran Log Pearson III memenuhi syarat maka dilakukan uji Chi Kuadrat dan hasilnya cocok karena memiliki nilai X2 analisis < X2cr = 4,167< 5,991., maka curah hujan rencana dapat dihitung dengan metode Log Pearson III. Hasil analisis diperoleh nilai curah hujan rencana untuk untuk T 2, 5, 10, 25, 50, 100 yaitu 225,773 mm, 437,044 mm, 684,013 mm, 1197,545 mm, 1802,600 mm, 2688,076 mm.

Untuk mencari waktu konsentrasi (tc) dipakai rumus Kirpich (1940). Berhubungan kodisi di lapangan terdapat daerah dengan kemiringan yang landai dan curam sehingga waktu konsentrasi yang perlu dicari tc pada landai dan tc pada curam karena perjalanan air pada lereng yang curam lebih cepat atau pendek daripada lereng yang landai. Hasil perhitungan diperoleh nilai tc landai = 0,24 jam dan tc curam = 0,173. Setelah tahap ini intensitas curah hujan dapat dihitung dengan menggunakan rumus Mononobe. data yang dipakai adalah data curah hujan maksimum, sehingga intensitas curah hujan untuk tahun 2008 sampai 2017 adalah sebagai berikut:

(18)

SeNaTS 3, Juli 2019 SDA- 35 Tabel 6. Intensitas curah hujan

Tahun CH tc landai tc curam I landai I curam 2008 464,5 0,24 0,173 417 519 2009 358 0,24 0,173 321 400 2010 724,1 0,24 0,173 614 809 2011 539,1 0,24 0,173 484 602 2012 621 0,24 0,173 558 694 2013 614 0,24 0,173 552 686 2014 562 0,24 0,173 505 628 2015 323 0,24 0,173 290 361 2016 374 0,24 0,173 336 418 2017 517 0,24 0,173 464 578

Sumber: Analisis data sekunder (2019)

Didapat total nilai debit puncak pada tiap tahun dari hasil perhitungan menggunakan metode Rasional dari tahun 2008 (8.255,929 m3/dtk), 2009 (6.363,02 m3/dtk), 2010 (12.870,007 m3/dtk), 2011 (9.581,855 m3/dtk), 2012 (11.037,529 m3/dtk), 2013 (11.526,658 m3/dtk), 2014 (10.550,459 m3/dtk), 2015 (6.063,698 m3/dtk), 2016 (7.021,124 m3/dtk), 2017 (9.705,671 m3/dtk).

4.4

Volume aliran permukaan

Dalam menghitung volume aliran permukaan diperlukan data rata-rata curah hujan selama satu tahun dan luas masing-masing tata guna lahan. maka didapat nilai Pe 2008 Pe = 15,893, 2009 Pe = 10.374, 2010 Pe = 23,277, 2011 Pe = 22,411, 2012 Pe = 26,784, 2013 Pe= 19,423, 2014 Pe = 18,500, 2015 Pe = 15,156, 2016 Pe = 12,554, 2017 Pe = 18,488. Sehingga dapat dihitung nilai VQ setiap tahunnya.

4.5

Perhitungan MUSCLE

Nilai QP dan VQ telah didapat maka dapat menghitung sedimen dengan metode MUSLE, sehingga didapat

jumlah sedimen yang terjadi selamat 10 tahun adalah 407.222,574 ton. peramalan 20 tahun ke depan dengan metode regresi linier sederhana didapat sedimen sebesar 40.113,955 ton; setelah dikonversi ke satuan m3 maka nilainya menjadi 25.071,222 m3. Hal ini jika dibiarkan dari tahun ke tahun maka akan terjadi kehilangan luas danau Batur.

4.6

Wawancara

Wawancara dengan narasumber kepala subbidang transportasi manufaktor industry dan jasa di Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara, Ibu D A Made Sri Angraeni, S.S pada hari Kamis, 7 februari 2019 bertempat di kantor P3E Bali dan Nusa Tenggara. Untuk erosi yang terjadi, narasumber memastikan bahwa penyebabnya karena banyak hal, antara lain: lokasi pertanian yang berada di tempat yang terjal dan memotong kontur, maraknya aktivitas pertembangan galian golongan c, permukiman dan lahan pertanian yang dibangun di hutan konservasi, keramba jaring apung (KJA), dan belum adanya penetapan sempadan danau. Sedangkan untuk sedimentasi dikatakan bahwa sedimentasi dari tahun ke tahun sangat tinggi ini disebabkan karena material longsor dan banjir yang terbawa ke danau, pengunaan lahan sebagai Kawasan produktif pada wilayah-wilayah yang justru memiliki tingkat kelerengan cukup tinggi yaitu dengan budidaya pertanian tanaman semusim yang menyebabkan lapisan tanah bagian atas dapat dengan mudah terbawa air saat musim hujan dan mengalir ke badan danau.

Narasumber juga mengutarakan memang benar kondisi di Danau Batur akhir-akhir ini bisa dikatakan memprihatinkan, karena erosi yang terjadi dari tahun ke tahun sehingga danau menjadi semakin dangkal, tercatat 3 tahun terakhir telah mengalami pendangkalan mencapai 7,8 meter dan volume air menurun. Hal ini menjadi salah satu penyebab banjir priodik yang terjadi di desa Trunyan. Namun nara sumber menyampaikan bahwa sampai saat ini, peran pemerintah dalam penganggulangan sedimentasi mulai terlihat dengan adanya bantuan perahu untuk mengangkut gulma air di danau Batur. Dengan penelitian ini narasumber berharap, agar perhatian dari pemerintah lebih lagi dalam menangani tingkat erosi dan sedimentasi mengingat permasalah di Danau Baturyang sangat kompleks.

(19)

Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa, Kadek Diana Harmayani dan Anak Agung Diah Parami Dewi

SDA- 36 SeNaTS 3, Juli 2019

5

SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan

Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan dalam poin-poin, sebagai berikut:

1. Metode MUSLE didapatkan hasil erosi terbesar terjadi di tahun 2013, yaitu sebesar 371.666,926 ton/tahun. hasil perhitungan regresi linier sederhana diprediksi erosi akan terjadi sebesar 7.902.699,7 ton pada tahun 2036. Metode MUSLE diperoleh hasil sedimentasi tebesar terjadi di tahun 2010, yaitu 54.288,37 ton. Hasil perhitungan regresi linier sederhana diprediksi erosi akan terjadi sebesar 40.113,955 ton yang kemudian dikonversi menjadi 42.890,409 m3. Nilai tersebut dapat diketahui bahwa jumlah tanah yang tererosi tidak seluruhnya masuk dan mengendap di dalam danau.

2. Langkah yang harus dilakukan adalah masyarakat desa disekitar danau Batur harus berperan aktif dalam menjaga Danau Batur seperti tidak menebang pohon sembarangan, tidak membuang sampah ke danau dan lain sebagainya. Pemerintah wilayah berperan aktif dalam mensosialisasikan dampak buruk jika pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan fungsi yang semestinya, mensosialisasikan metode yang tepat seperti pertanian searah kontur (contour farming) dalam bertani di daerah lereng sehingga menurangi laju erosi dan penyerapan muka air ke dalam tanah dan segera menetapkan daerah sepadan danau serta memberikan sanksi hukum yang tegas dan transparan bagi setiap pelanggaran yang ada. Membuat bangunan sipil sehingga dapat meningkatkan kemampuan penggunaan tanah dengan membuat antara lain check dam, dinding penahan tanah, saluran drainase, pengolahan tanah sesuai dengan kontur.

5.2

Saran

Dari studi ini penulis dapat memberi beberpa saran diantaranya adalah:

1. Penulis mengakui bahwa tentu penelitian ini masih ada kekurangannya, maka penulis berharap mahasiswa yang ingin mengangkat permasalahan yang sama hendaknya mencari data luas tata guna lahan/luas daerah tangkapan air hujan (catchment area) yang lengkap untuk setiap tahunnya. Penulis juga mengaharapkan dilakukan studi tentang pengaruh tingkat erosi dan sedimentasi terhadap pencemaran danau.

2. Masyarakat di bidang pertanian hendaknya lebih memperhatikan keberlangsungan lingkungan danau batur sehingga mengurangi terjadinya peningkatan erosi dan sedimentasi yang bisa saja mengancam keberlangsungan danau Batur dan daerah sekitar danau Batur.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, S. (2012). Konservasi Tanah dan Air. Edisi kedua. IPB Press, Bogor. Banuwa, I.S. (2013). erosi. Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Binilang, M.M.R.A. Wuisan, E.M. Halim, F. (2013). Analisis Erosi dan Sedimentasi Lahan di Sub Das Panasen

Kabupaten Minahasa, Universitas Sam Ratulangi. <http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jss/article/

download/1401/1110>. Diakses 3 Maret 2019. GERMADAN Batur.(2014).

http://sipdas.menlhk.go.id/documents/790/download.

Google Maps. (2019). Kecamatan Kintamani, <http://maps.google.com/>. Diakses 3 Maret 2019.

Manuaba, I.B.P. (2008). “Cemaran Pestisida Fosfat – Organik Di Air Danau Buyan Buleleng Bali”, Jurnal Ilmiah

Kimia. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran.

Wiratmini, N. P. E. (2018). Keindahan Danau Batur Terancam Sedimentasi1.993 meter kubik per tahun. <http://kabar24.bisnis.com/read/20180128/78/731382/keindahan-danau-batur-terancam-sedimentasi1.993-meter-kubik-per-tahun>. Diakses 29 Januari 2019

Prasetyo.(2007). Penggunaan Check DAM Dalam Usaha Menanggulangi Erosi Alur, UNDIP. <http://eprints.undip.ac.id/33860/5/1813_CHAPTER_II.pdf>. Diakses 20 Oktober 2014.

P3E Bali dan Nusa Tenggara. (2018). Rencana Pengelolahan Sumber Daya Air dan Lahan Di Danau Batur serta

Gambar

Tabel 1.  Nilai K
Tabel 5.  Luas tata guna lahan tahun 2016 dan 2018  Jenis Tata Guna Lahan  Tahun

Referensi

Dokumen terkait

Riset ini secara empiris menyelidiki hubungan antara good corporate governance dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Setelah dilakukan penelitian dan uji

Hasil penelitian Totok dan Rahayu (2004) menunjukkan bahwa cekaman kekeringan memberikan pengaruh yang nyata terhadap penurunan laju pertumbuhan tanaman, tinggi

Evaluasi pelaksanaan Standar Sarana Penilaian Pembelajaran dilakukan oleh tim auditor melalui kegiatan audit mutu internal di bawah pengawasan dan pengendalian

Cooper dan Slauson menjelaskan bahwa pada peradangan akut, sitokin akan menstimulasi peningkatan pelepasan baik segmen neutrofil dan band neutrofil ke dalam

Surat gugatan yang diajukan oleh pengugat sendiri atau melalui kuasa sendiri atau melalui kuasa hukum, bedanya hanya pada kepada gugatan dan tanda tangan.. hukum, bedanya hanya

Dengan demikian sebagian besar responden menyatakan baik dengan nilai rata-rata 70,95 yaitu telah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan oleh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan letak kesulitan, persentase tingkat kesulitan, faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan, dan

Hasilan kajian dapat di simpulkan bahawa jaket multifungsi ini adalah produk yang unik yang boleh membantu pengguna untuk menyimpan barang. Ciri-ciri keselesaan dan juga